Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. 4 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 10-14 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Tersedia: http://journal. id/index. php/jpmis Sosialisasi Deteksi Dini Penyakit Demam Berdarah di Kelurahan Kebagusan Dengan Kit Diagnostic Socialization of Early Detection of Dengue Fever in Kebagusan Village with Diagnostic Kits Santy Handayani Teknik Informatika. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Didik Nur Huda Teknik Informatika. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Article History: Naskah Masuk: 15 Agustus 2025. Revisi: 30 Agustus 2025. Diterima: 28 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Keywords: DHF. Diagnostic Kit Socialization. JUMANTIK Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is often found in Indonesia. Efforts to prevent dengue fever need to be made because this disease is quite deadly. Community service was carried out at the Kebagusan Village Office. South Jakarta, which focused on training in the use of diagnostic kits by JUMANTIK cadres. Kebagusan Village. The method of this activity is in the form of socialization, introduction and training in the use of diagnostic kits for JUMANTIK This activity was attended by JUMANTIK RT 08 RW 04 cadres thereby increasing insight and knowledge of the use of malat diagnostic The use of this diagnostic kit increases the work quality of JUMANTIK cadres to prevent dengue fever. Abstrak. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang sering dijumpai di Indonesia. Usaha untuk mencegah DBD perlu dilakukan karena penyakit ini cukup mematikan. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kebagusan Jakarta Selatan, yang menitik beratkan pada pelatihan penggunaan kit diagnostic oleh kader JUMANTIK Kelurahan Kebagusan. Metode dari kegiatan ini berupa sosialisasi pengenalan dan pelatihan penggunaan alat kit diagnostic bagi para kader JUMANTIK. Kegiatan ini dihadiri kader JUMANTIK RT 08 RW 04 sehingga menambah wawasan dan pengetahuan penggunaan malat kit diagnostic. Penggunaan alat kit diagnostic ini meningkatkan kuatlitas kerja kader JUMANTIK untuk mencegah DBD. Kata kunci: DBD. Sosialisasi Kit Diagnostic. JUMANTIK PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah lingkungan yang bersumber dari nyamuk dan adanya pembiaran sarang nyamuk oleh setiap orang. Upaya efektif untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD adalah menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumanti. JUMANTIK merupakan upaya gerakan yang sangat efektif. Setiap rumah itu ada satu juru pemantau jentik. Kemudian satu rumah itu harus ada Agent of Change untuk mengubah perilaku dan ada gerakan 3M , mengubur, menguras, menutup, melipat baju-baju yang digantung yang menjadi tempat sarang nyamuk. JUMANTIK bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang Sosialisasi Deteksi Dini Penyakit Demam Berdarah di Kelurahan Kebagusan Dengan Kit Diagnostic dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD. Tugas JUMANTIK lainnya adalah melakukan 3M , dan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN), yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. Plusnya, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk. Selain 3M yang harus dilakukan Jumantik, ia juga bertindak sebagai Agent of Change dalam hal perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD. Selain itu masyarakat juga dapat melakukan hal yang sama seperti JUMANTIK, yaitu membunuh nyamuk untuk memutus mata rantai hidup jentik nyamuk DBD, menguras, mengubur, kemudian menanam atau mengoleskan serai. Semua itu merupakan langkah yang bagus untuk menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. DBD tidak hanya menyerang pada musim hujan, pada musim kemarau pun potensi seseorang terserang DBD masih ada, belum lagi Indonesia adalah negara endemis DBD. Hal itu bisa terjadi ketika seseorang tidak melakukan perilaku hidup sehat, seperti jarang bersih-bersih dan terbiasa menggantungkan pakaian bekas pakai. Oleh sebab itu, pentingnya deteksi dini gejala DBD ini untuk itu perlu dilakukan adanya sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan penggunaan alat kit Diagnostic ini untuk para kader JUMANTIK di lingkungan wilayah RT dan RW. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini berlangsung satu hari, dengan durasi sekitar 8 jam efektif untuk Selama melakukan ceramah bervariasi, praktek pelatihan anatestv4, dan diskusi dengan peserta pelatihan. Pelatihan disertai dengan konsultasi guna memaksimalkan hasil yang diperoleh peserta. Secara rinci metode yang dilakukan adalah sebagai berikut: Tim pengabdi melakukan apersepsi untuk mengetahui kemampuan awal peserta Hal ini dilakukan untuk mengetahui penekanan materi yang akan Dengan demikian pelatihan dengan waktu yang singkat bisa efektif. Apersepsi ini penting dilakukan untuk menampung beberapa aspirasi kader JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 10-14 JUMANTIK tentang penanggulangan penyakit demam berdarah. Beberapa kader JUMANTIK mengalami kendala dalam deteksi dini demam berdarah. Tim pengabdi memberikan wawasan kepada kader JUMANTIK tentang deteksi dini demam berdarah. Hal ini dilakukan dengan pendekatan persuasif karena melihat kematangan kader JUMANTIK dari segi pengalaman. Wawasan ini langsung dikaitkan dengan permasalahan dan kendala yang dialami kader JUMANTIK. Penjelasan tim pengabdi disertai langsung dengan praktek penggunaan alat deteksi dini DBD. Hasil pelatihan yang dilakukan para kader JUMANTIK adalah hasil belajar berupa penggunaan alat kit Diagnostic. Selama pelatihan tim pengabdi memfasilitasi peserta untuk melakukan konsultasi untuk membahas permasalahan yang timbul dalam penggunaan alat kit Diagnostic. HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2020 dan lokasi di kediaman ketua RW 04. Jalan kebagusan dalam 1 No. RT 008 RW 04 Kelurahan Kebagusan. Jakarta Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota yang tergabung dalam ikatan kader ibuAeibu JUMANTIK yang bernaung di Kelurahan Kebagusan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua JUMANTIK pusat Ibu Munawwaroh dan langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai sosialisasi kit Diagnostic untuk mendeteksi awal penyakit demam berdarah dari tim pengabdi. Hasil luaran dari sosialisasi dan pelatihan ini disajikan di dalam modul terlampir dan alat kit Diagnostic. Evaluasi dilakukan oleh tim pengabdi melalui tanya jawab dan kuis. Gambar 1. Dokumentasi Pelakasanaan Abdimas Hasil Diagnosis berdasarkan Alat Kit Diagnostic Rapid test dengan metode Kit Diagnostic ini mampu mendeteksi IgG dan IgM pada kasus DBD, sehingga kita dapat mengetahui kondisi pasien ini menderita penyakit DBD Sosialisasi Deteksi Dini Penyakit Demam Berdarah di Kelurahan Kebagusan Dengan Kit Diagnostic sehari, tiga hari atau 1 minggu. Berdasarkan penelitian, jika igG -- dan igM maka terindikasi DBD primer . aru gejala awa. Tetapi jika igG dan IgM maka penyakit DBD yang terjadi sudah mengalami gejala sekunder, yang mana si pasien sudah menderita DBD lebih dari 3-5 hari, sehingga perlu tindakan yang cepat dan serius. Adapun alat kit diagnostic dengan tambahan indikator NS-1, mampu mendiagnosis lebih tajam dan terarah untuk penyakit Demam Berdarah Dengue, karena mendeteksi 3 parameter sekaligus yaitu trombosit, hematokrit/hemoglobin. IgG dan IgM. Tabel berikut ini merupakan hasil diagnosis penyakit demam berdarah yang dideteksi oleh kit Diagnostic : Tabel 1. Hasil Diagnosis Penyakit DBD dengan menggunakan Kit Diagnostic Hasil Interpretasi IgG IgM Non-Dengue/Primer awal setelah 4-7 hari Dengue Primer Dugaan Dengue Sekunder Dengue Sekunder Gambar 2. Aplikasi penggunaan alat kit diagnostic dengan parameter NS-1. Pada gambar ini, didiagnosis IgC IgM Ae yang menandakan pasien menderita DBD akut Primer, masa inkubasi kurang lebih 2 -3 hari DAFTAR PUSTAKA