Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIVITAS PERMAINAN BINGO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR Syafira Bayu Putri. Yenny Aulya*. Retno Widowati Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. Ragunan. Ps. Minggu. Kota Jakarta Selatan. DKI Jakarta 12550 e-mail : yenny. aulya@civitas. Artikel Diterima : 19 Februari 2025. Direvisi : 20 Agustus 2025. Diterbitkan : 16 September 2025 ABSTRAK Latar belakang: Kejadian diare di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Kemenkes RI pada tahun 2018 jumlah penderita diare sebanyak 255. Diare merupakan masalah kesehatan umum yang terjadi pada anak-anak, dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pencegahan. Pendidikan kesehatan dengan metode permainan interaktif seperti bingo dapat menjadi salah satu media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan posttest. Sampel berjumlah 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan permainan bingo. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh terdapat pengaruh permainan bingo terhadap pengetahuan tentang diare dengan nilai p=0,001 < 0,05. Diskusi: Pendidikan kesehatan menggunakan metode permainan bingo efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang diare. Kata Kunci : diare, pendidikan kesehatan, permainan bingo, pengetahuan ABSTRACT Background: The incidence of diarrhea in Indonesia is still relatively high. Based on data from the Indonesian Ministry of Health in 2018, the number of diarrhea patients was 255,909. Diarrhea is a common health problem that occurs in children, which can be caused by a lack of knowledge about prevention. Health education with interactive game methods such as bingo can be one of the educational media in increasing knowledge. Method: This research design is quasiexperimental with one group pre-test and post-test approach. The sample amounted to 36 people. The sampling technique used total sampling. Intervention in the form of health education with bingo games. The statistical test used was the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results of this study obtained there were an effect of bingo game on knowledge about diarrhea with a value of p=0. 001 <0. Discussion: Health education using the bingo game method is effective in increasing students' knowledge about diarrhea. Keyword : diarrhea, health education, bingo game, knowledge Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 178 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Sanitasi merupakan keadaan atau kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan terutama mengenai kotoran manusia dan infeksi yang secara khusus berkaitan dengan drainase, pembuangan kotoran dan sampah dari rumah tangga. Sanitasi mempunyai peranan penting dalam mewujudkan rumah sehat dan sebagai penunjang untuk mencegah berbagai penyakit yang berbasis lingkungan (WHO, 2. Berdasarkan WHO dan UNICEF hampir 1,7 miliar kasus diare terjadi pada anak dengan angka kematian sekitar 525. pada anak balita dan anak sekolah tiap tahunnya, pada tahun 2020 kasus diare terjadi peningkatan sekitar 2 miliar dan banyak diantaranya anak-anak meninggal karena kasus diare di seluruh dunia setiap tahun nya. Dari semua kematian tersebut 78% terjadi di negara-negara berkembang di dunia termasuk negara Indonesia. Menurut data Kemenkes RI . angka kesakitan diare di Indonesia sebesar 60 juta kejadian setiap tahunnya. Pada Tahun 2018 di Indonesia jumlah penderita diare yaitu sebanyak 255. 909 kasus dan jumlah penderita yang dilayani di sarana kesehatan sebanyak 42. 747 kasus. Kota Depok menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki prevalensi diare yang terus bertambah di dua tahun terakhir ini. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Depok . , kejadian diare pada tahun 2019 sebesar 26. 142 kasus . ,23%), tahun 2020 sebesar 12. 576 kasus . ,75%), tahun 2021 sebesar 10. 170 kasus . ,13%) dan tahun 2022 sebesar 18. ,33%). Dilihat dari data yang ada terjadi penurunan jumlah kasus diare pada tahun 2019 hingga 2022 yang mulanya 40,23% 35,33%. Menurunnya angka diare di kota Depok tidak menutup kemungkinan jika kasus diare JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ini semakin bertambah setiap tahunnya terbukti dari data Profil Kesehatan Kota Depok . kasus diare di tahun tersebut 779 kasus . ,06%) dimana jumlah persentase di tahun 2022-2023 mengalami peningkatan 11,73% atau pertambahan masalah diare sebanyak 5. Faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian diare yaitu tidak memadainya penyediaan air bersih, air tercemar oleh tinja, kekurangan sarana kebersihan . embuangan tinja yang tidak higieni. , kebersihan perorangan dan lingkungan yang kotor, penyiapan makanan kurang matang dan penyimpanan makanan masak pada suhu kamar yang tidak semestinya (Sander. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pendorong terjadinya diare yaitu faktor agent, penjamu, lingkungan dan perilaku. Faktor lingkungan merupakan faktor yang paling dominan yaitu sarana penyediaan air bersih dan pembuangan tinja, kedua faktor berinteraksi bersama dengan perilaku manusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta terakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat, maka penularan diare dengan mudah dapat terjadi Zubir et al. , . Pendidikan kesehatan pada anak sangat penting dalam membentuk perilaku sehat sejak usia dini. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan kesehatan yang baik memiliki potensi untuk menjadi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pendidikan kesehatan pada anak juga memiliki dampak jangka panjang dalam mencegah penyakit, mengurangi angka kematian anak, dan meningkatkan kualitas hidup (Edelman dan Kudzma, 2. Salah satu bentuk media yang dapat Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 179 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Permainan interaktif seperti bingo berpotensi menjadi sarana edukasi yang menarik dan partisipatif. Namun, literatur yang membahas secara khusus efektivitas media permainan interaktif seperti bingo dalam konteks pendidikan kesehatan mengenai diare di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Selain itu, belum banyak diketahui sejauh mana penerapan meningkatkan pemahaman peserta didik secara signifikan terkait pencegahan dan penanganan diare. Bingo merupakan permainan yang menyenangkan dan mudah dimainkan baik secara individu maupun kelompok (Sahnaputri & Kareviati, 2. Bingo memiliki kelebihan dalam melatih kerja sama antar siswa, menghargai partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan menciptakan suasana belajar yang hidup, sehingga memungkinkan pendidik mencapai tujuan pembelajaran secara efektif Oktaviani et al. , . Oleh karena itu, permainan ini dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi anak usia sekolah tentang diare. Hasil observasi awal dilakukan wawancara dengan 15 responden anak sekolah dasar di MI Taufiqurrahman 1 Depok didapat informasi bahwa sumber air minum dan kualitas fisik air bersih yang tidak layak, jamban yang tidak sehat dan jenis lantai sekolah kurang mendukung. Buruknya sanitasi bisa menjadi penyebab pemicu penyakit diare pada anak. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Permainan Bingo Terhadap Pengetahuan Diare Pada Siswa Sekolah Dasar Di MI Taufiqurrahman 1 DepokAy. JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 BAHAN DAN METODE Metode Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen pendekatan one group pre-test post-test Desain dipilih karena perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok yang sama, sehingga lebih praktis pada setting sekolah dasar dengan jumlah responden Kelebihan desain ini adalah dapat menilai secara langsung pengaruh intervensi meskipun tanpa kelompok kontrol, dengan cara membandingkan hasil pre-test dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Taufiqurrahman 1 Depok yang berjumlah 36 Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga semua populasi dijadikan sampel. Lokasi penelitian dilaksanakan di MI Taufiqurrahman 1 Depok pada bulan November 2023 hingga Januari 2024. Pengumpulan data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tanggal 6, 13, dan 20 Desember Instrumen kuesioner pengetahuan tentang diare yang terdiri dari 10 item pertanyaan pilihan ganda dengan skor benar = 1 dan salah = 0. Uji validitas dilakukan dengan Pearson Product Moment dan hasil menunjukkan seluruh item valid . hitung > r tabe. Uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha dengan hasil 0,82 yang berarti reliabel. Intervensi kesehatan menggunakan permainan bingo. Permainan dilaksanakan sebanyak dua sesi, masing-masing berdurasi A45 menit. Pelaksana kegiatan adalah peneliti dengan pendampingan guru kelas. Siswa diberikan kartu bingo berisi gambar/istilah terkait diare, kemudian peneliti membacakan Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 180 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Siswa yang dapat menjawab dengan benar memberi tanda pada kartu bingo mereka. Pemenang ditentukan berdasarkan siswa yang berhasil melengkapi . orizontal/vertika. Selama permainan, disisipkan diskusi singkat untuk memperkuat pemahaman siswa. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Data Analisis dilakukan melalui uji normalitas ShapiroWilk. Karena data tidak berdistribusi normal . < 0,. , maka digunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan skor pre-test dan post-test. HASIL Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Anak SD Kelas IV Di MI Taufiqurrahman 1 Depok Tahun 2024 Variabel Jumlah . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-laki 58 ,3 Perempuan 41 ,7 Total 9 tahun 10 tahun 41 ,7 Total Umur JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dengan rasa ingin tahu tinggi namun masih membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sederhana dan interaktif. Dengan proporsi usia yang lebih muda ini, strategi edukasi sebaiknya disesuaikan untuk memastikan materi mudah dipahami dan mampu mempertahankan perhatian mereka. Sementara itu, keberagaman jenis kelamin yang cukup seimbang memungkinkan pendekatan pembelajaran yang inklusif tanpa terlalu mendominasi satu karakteristik kelompok tertentu. Analisis Bivariat Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Perhitungan Normalitas dengan Shapiro Wilk menggunakan SPSS 27 Shapiro-Wilk Pengetahuan Statistic Sig. PreTest 0,933 0,031 PosTest 0,902 0,004 Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari pengujian Shapiro Wilk. Pada hasil Uji Normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk Test hanya dengan melihat nilai Asymp. Sig. pada output SPSS karena nilai Asymp. Sig. -taile. < 0,05 yaitu pada saat pre-test 0,031 dan 0,004. Jika data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan tabel 1 dari 36 siswa SD kelas IV mayoritas siswa dalam kelompok ini adalah laki-laki dan berusia 9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih berada pada tahap awal usia sekolah dasar, yang umumnya ditandai Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 181 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Uji Wilcoxon Tabel 3 Hasil Perhitungan Uji Wilcoxon Signed Rank Test Test Statisticsa PosTest PreTest -5,048b Asymp. Sig. Wilcoxon Signed Ranks Based on negative ranks. <0,001 Berdasarkan tabel 3, perhitungan uji Wilcoxon Signed Ranks menggunakan SPSS (Data SPSS Terlampi. maka dibandingkan antara nilai Sig dan nilai alpha yang dihasilkan dari perhitungan maka didapatkan nilai Asymp. Sig. -taile. yaitu 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode permainan bingo terhadap pengetahuan diare pada anak sekolah dasar di MI Taufiqurrahman 1 Depok. Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel 4 Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif dengan menggunakan SPSS 27 Pengetahuan Mean Pre-test Post-test MinMax 628 2-8 JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 5,25 dengan standar deviasi 1,628 dan rentang nilai 2Ae8. Setelah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan menggunakan metode permainan bingo, rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 8,11 dengan standar deviasi 0,979 dan rentang nilai 6Ae8. PEMBAHASAN Analisis Univariat Hasil adanya peningkatan skor pengetahuan tentang diare dari rata-rata 5,25 pada pre-test menjadi 8,11 pada post-test. Peningkatan ini kesehatan dengan metode bingo efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Mayoritas responden adalah laki-laki . ,3%) dan berusia 9 tahun . ,3%), yang berarti sebagian besar peserta masih berada pada tahap awal usia sekolah dasar. Karakteristik ini relevan dengan efektivitas metode bingo karena pada usia tersebut anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun membutuhkan pendekatan belajar yang sederhana, interaktif, dan melibatkan partisipasi aktif. Keterlibatan aktif siswa terlihat selama sesi permainan, baik dalam menjawab pertanyaan maupun berdiskusi, yang sejalan dengan teori Piaget pengalaman langsung. Selain itu, perbedaan jenis kelamin yang cukup seimbang memungkinkan pendekatan edukasi bersifat inklusif dan meminimalkan bias dalam penerimaan materi. Penelitian yang dilakukan oleh Almira et al. , . menemukan bahwa media Nutrition Bingo secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang serta keanekaragaman pangan pada anak usia 10-12 tahun. Selain itu Berdasarkan tabel 4, rata-rata nilai pengetahuan siswa pada saat pre-test adalah Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 182 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index penelitian yang dilakukan oleh Rosyida et. didapatkan permainan bingo efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa sekolah dasar. Implementasi permainan bingo menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif, keterampilan sosial dan komunikasi siswa. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian, di mana siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama intervensi bingo baik saat bermain maupun dalam sesi diskusi tanya jawab setelahnya. Menurut teori konstruktivis Piaget, siswa membangun pengetahuan mereka melalui pengalaman langsung dan interaksi aktif dengan lingkungan. Metode pendidikan interaktif, termasuk permainan seperti bingo, dapat mendukung internalisasi konsep dengan cara partisipasi aktif Ai meskipun klaim spesifik tentang daya ingat dan Menurut peneliti peningkatan ratarata skor pengetahuan siswa dapat diasumsikan sebagai hasil dari desain materi yang sesuai dengan kebutuhan anak usia Selain itu, metode permainan bingo memungkinkan siswa belajar dalam suasana kompetitif yang menyenangkan, sehingga mereka lebih termotivasi untuk memahami Proses diskusi dalam kelompok juga membantu memperkuat pemahaman siswa melalui interaksi sosial. Analisis Bivariat Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,. , yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari pendidikan kesehatan dengan metode bingo terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang diare. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pendekatan JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 interaktif, seperti permainan edukatif, lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti ceramah, penggunaan leaflet, melalui presentasi yaitu menyampaikan materi secara langsung oleh pengajar atau narasumber dengan visualisasi yang Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahayu et al. , . menemukan bahwa media Dire Game lebih efektif dibandingkan media Powerpoint dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SD mengenai pencegahan diare. Hasil penelitian yaitu metode Dire game lebih efektif dibandingkan dengan metode Powerpoint pengetahuan, sikap dan tindakan murid SD tentang pencegahan penyakit diare. Dampak terhadap tingkat pengetahuan siswa setelah pemberian intervensi dalam hal ini adalah pendidikan kesehatan, dapat disimpulkan meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit diare siswa jadi dapat belajar tentang penyakit diare dan meningkatkan informasi tentang pencegahan penyakit diare (Notoatmodjo, 2. Menurut Reza et al. , . pada penelitian yang berjudul pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Muara Pawan Ketapang tentang Penggunaa Obat Melalui Program Apoteker Cilik pemberian post-test diberikan 7 hari setelah dilakukan edukasi yang berarti jarak antara edukasi dan post-test yaitu 1 minggu . Perilaku pencegahan diare dapat dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang. Pengetahuan dapat diperoleh dari informasiinformasi tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara pemeliharaan, cara menghindari Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 183 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index penyakit, dan sebagainya. Selanjutnya dengan pengetahuan-pengetahuan tersebut akan menimbulkan kesadaran dan akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan ada Hal ini perlu disadari bahwa dalam memberikan informasi . endidikan kesehata. kepada responden yang masih anak- anak perlu ketelatenan dan kesabaran agar dapat benar-benar dipahami (Wibowo. Menurut permainan bingo dalam penelitian ini didukung oleh desain materi yang sesuai dengan usia siswa dan keterlibatan aktif mereka dalam proses belajar. Pengaruh positif yang terlihat kemungkinan juga didorong oleh suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kompetitif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari tujuan penelitian dan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode permainan bingo dalam meningkatkan pengetahuan tentang diare pada siswa sekolah dasar di MI Taufiqurrahman 1 Depok. Saran Diharapkan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan media pendidikan berbasis permainan lain yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Perlu dilakukan penelitian serupa pada populasi yang lebih besar untuk melihat efektivitas metode permainan bingo dalam konteks yang lebih luas. JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 KEPUSTAKAAN