Islamika Granada, 5 . Januari . ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/ig. Islamika Granada Available online https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self-Esteem pada Pasien Rehabilitasi Narkoba Yayasan Rumah Ummi The Correlation of Family Support with Self-Esteem in Drug Rehabilitation Patients Yayasan Rumah Ummi Tri Alwi Mihajid Siregar. & Sairah. *) Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area. Indonesia Disubmit: 12 Desember 2024. Direview: 24 Desember 2024. Diaccept: 27 Desember 2024. Dipublish: 01 Januari 2025 *Corresponding author: sairah@staff. Abstrak Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-esteem pada pasien rehabilitasi. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah remaja dengan jumlah 46 dan Sampel berjumlah 46 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment terlihat bahwasanya ada hubungan positif antara dukungan keluarga dengan self-esteem. Temuan ini diambil berdasarkan pada coefficient correlation rxy = 0,532 dengan taraf signifikansi p = 0,000 < 0,05. Selanjutnya, koefisien determinasi . keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen ialah r2= 0,283. Hal ini memperlihatkan bahwasanya dukungan keluarga mempunyai kontribusi terhadap self-esteem sebesar 28,3%. Hasil uji mean dapat disimpulkan bahwa self-esteem tergolong rendah dengan nilai mean hipotetik sebesar 80 dan mean empiriknya sebesar 68,17. Selanjutnya dukungan keluarga dapat disimpulkan memperoleh hasil rendah dengan nilai hipotetik sebesar 55 dan nilai empiriknya sebesar 45,72. Kata Kunci: Dukungan Keluarga. Self-Esteem. Pasien Rehabilitasi. Abstract The aim of research to determine the correlation between family support and self-esteem in rehabilitation This research uses a quantitative type. The population taken in this research was 46 teenagers and the sample was 46 people using total sampling techniques. Based on the results of the product moment correlation analysis, it appears that there is a positive Correlation between family support and self-esteem, based on the correlation coefficient ty=0. 532 with a significance of p = 0. 000 <0. Furthermore, the coefficient of determination . of the Correlation between the independent variable and the dependent variable is rA= 0. This shows that family support contributes to self-esteem by 28. The results of the mean test self-esteem is low with a hypothetical mean value of 80 and an empirical mean of 68. Furthermore, family support low results with a hypothetical value of 55 and an empirical value of 45. Keywords: Family Support. Self-Esteem. Rehabilitation Patients. How to Cite: Siregar. & Sairah. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self-Esteem pada Pasien Rehabilitasi Narkoba Yayasan Rumah Ummi. Islamika Granada, 5 . : 82-88. ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. PENDAHULUAN Saat ini permasalahan penyalahgunaan narkoba ialah salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia. Meski narkoba bukan ialah istilah baru di kalangan masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui penggunaan narkoba dan bahayanya. Permasalahan penyalahgunaan narkoba ialah permasalahan yang sangat kompleks dan ialah ancaman bagi generasi muda sehingga memerlukan upaya mitigasi yang komprehensif. Dalam dunia kedokteran, narkoba sebenarnya diperlukan manusia guna proses pengobatan, namun dipergunakan bagi pasien dengan penyakit tertentu. Ini tidak tersedia secara bebas dan diberikan secara gratis kepada masyarakat umum. Penyalahgunaan zat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik penggunanya. Penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Indonesia telah meluas ke semua kalangan, baik remaja, pelajar, bahkan anak-anak. Situasi ini tentu saja sangat Dalam jangka panjang, hal ini akan merugikan generasi penerus Masa remaja ialah tahapan usia yang rentan terhadap penggunaan narkoba, yang dianggap baru dan penuh tantangan. Remaja juga rentan mengalami masalah penyalahgunaan narkoba karena mudah tergoda ketika sedang frustasi atau depresi. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah kasus narkoba di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 1. 184 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 1. 483 orang. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 1. 350 kasus, 1. 748 tersangka, dan 12 alat bukti pada tahun 2022. Dilaporkan 1. 625 orang dan 1. 125 kejadian terkait narkoba akan terjadi pada bulan Januari hingga Juli 2023 (PUSLITDATIN BNN, 2. Salah satu cara guna melepaskan diri dari jeratan narkoba ialah dengan ikut serta dalam rehabilitasi narkoba. Rehabilitasi narkoba meliputi pembinaan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan dan resosialisasi, yang meliputi pelatihan pengguna guna mengubah perilakunya dan menempatkan mereka di lembaga tertutup guna jangka waktu tertentu guna membantu mereka mengantisipasi dan mengatasi masalah kekambuhan (Setiyawati et al. , 2. Namun penyembuhan kecanduan narkoba melalui rehabilitasi tidak selalu berjalan mulus. Banyak pasien yang merasa tidak berguna karena kurang percaya diri melakukan apa pun selama di Lapas. Hal lain yang tidak membuat perbedaan ialah mereka masih merasakan sugesti guna menggunakan obat itu lagi. Ketakutan akan stigma sosial dan diskriminasi terhadap masuknya kembali pelaku narkoba juga membuat mereka merasa tidak berharga. Akibatnya, mereka merasa tidak berharga dan rendah diri. Perilaku narapidana menunjukkan bahwa mereka cenderung menyendiri, sulit berinteraksi dengan orang baru, dan enggan menyelesaikan tugas yang diberikan. Ada yang menganggap dirinya ialah orang yang lebih baik, ada pula yang menganggap dirinya tidak berubah setelah mengikuti program rehabilitasi Yayasan Rumaumi. Mengevaluasi diri sebagai orang yang lebih baik atau merasa konsisten berkaitan dengan harga diri. Menurut Burn . , pengertian self-esteem ialah evaluasi diri yang dipengaruhi oleh sikap, interaksi, apresiasi dan penerimaan orang lain terhadap individu. Rosenberg . menyatakan bahwa self-esteem ialah penilaian positif dan negatif individu terhadap dirinya sendiri. Evaluasi ini menunjukkan bagaimana individu menilai dirinya https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. sendiri dan apakah kemampuan serta keberhasilannya diakui. Evaluasi ini didasari oleh kesadaran akan keberadaan dan pentingnya hal-hal tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas. Gecas dan Rosenberg . alam Santrock, 2. mendefinisikan self-esteem sebagai evaluasi yang komprehensif dan positif terhadap diri sendiri. Self-esteem ialah penilaian individu terhadap dirinya sendiri, baik positif maupun negatif, yang dipengaruhi oleh hasil interaksi dengan orang terdekat. Tidak hanya pada lingkungannya saja, namun juga pada sikap, penerimaan, penghargaan dan perlakuan orang lain terhadap dirinya. Menurut Coopersmith . alam Muijs dan Reynols, 2. , salah satu faktor yang mempengaruhi self-esteem ialah dukungan keluarga. Dukungan keluarga ialah sosialisasi pertama bagi anak. Dalam lingkungan keluarga, anak merasa diterima atau ditolak, merasa berharga, dan merasa dicintai atau tidak dicintai dalam keluarga. Sebagai bentuk penerimaan individu terhadap suatu kelompok, individu tersebut merasa diperhatikan, dicintai, dibantu, dihargai, serta mendapat dukungan emosional dan apresiatif. Dukungan keluarga sangat berperan aktif dalam membantu mantan pecandu narkoba mendapatkan pengobatan. Sebab tanpa dukungan, proses pemulihan akan memakan waktu lebih lama dan tingkat kesembuhan mantan pecandu narkoba sangat rendah. Menurut Corville dkk . alam Tarmidi, 2. , dukungan keluarga ialah bentuk dukungan sosial yang paling penting bagi pasien rehabilitasi dan dikaitkan dengan keberhasilan akademik, citra diri, motivasi, dan kesehatan mental. Bertentangan dengan dua pendapat di atas. Lee & Detels . alam Nikmarijal, 2. menemukan bahwa dukungan keluarga ialah bentuk dorongan yang bisa bersifat positif atau negatif. Dukungan positif dan negatif mempengaruhi bagaimana individu mempertimbangkan perilaku positif atau negatif dalam menghadapi masalah. Menurut Trianni . , pasien sangat membutuhkan dukungan dari keluarganya. Sebab, orang yang sakit pasti membutuhkan perhatian dari keluarganya. Perhatian keluarga dapat berupa kasih sayang, perhatian, atau dukungan terhadap kepatuhan pengobatan. Tentunya keluarga suportif yang baik akan selalu mengingatkan guna menjaga pengobatan. Fenomena yang tampak di lapangan ialah pecandu Narkoba yang mendapat perawatan rehabilitasi di Yayasan Rumaumi cenderung memiliki harga diri yang sangat rendah dan umumnya menunjukkan rendahnya kesadaran diri terhadap perilaku moral dan etika, seperti kurang sopan santun dan saling menghormati. Kurangnya hubungan dengan orang lain . erutama keluarg. Harga diri yang rendah erat kaitannya dengan perilaku antisosial. Pasien rehabilitasi seringkali tidak mampu mengembangkan gaya hidup produktif dan kesulitan mencegah tekanan berupa stres progresif yang mereka hadapi akibat gaya hidup produktif. Biasanya, pasien dengan harga diri rendah pada awalnya enggan guna berpartisipasi. Suatu program rehabilitasi yang tidak mencapai hasil optimal selama proses rehabilitasi yang dijalani pasien. Terlebih lagi, para pecandu narkoba yang mendapatkan perawatan rehabilitasi di Yayasan Ruma Umi tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai. Tiga dari sepuluh narapidana yang merasa keadaannya lebih baik mengatakan bahwa mereka mendapat banyak dukungan dari keluarga mereka. Sementara itu, tujuh narapidana yang menganggap tidak ada perubahan pada diri mereka mengatakan bahwa mereka hanya menerima sedikit dukungan sosial dari keluarga. Bentuk dukungan yang diterima antara https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. lain berupa kunjungan, keuangan, nasehat, kepedulian, motivasi dan kasih sayang. Dukungan yang diterima oleh keluarga narapidana yang direhabilitasi membuat mereka merasa dihargai, sehingga memperkuat tekad mereka guna berhenti menggunakan Hal inilah yang menyebabkan pasien Yayasan Rumah Umi cenderung memiliki self-esteem yang rendah karena merasa tidak berharga lagi. Pasien rehabilitasi juga mengatakan bahwa keluarga sangat penting. Salah satu alasan terbesar mereka ingin ikut rehabilitasi dan lepas dari jeratan narkoba ialah keluarga. Jika keluarga tidak memberikan dukungan, pasien mungkin merasa kurang berharga dan tidak lagi memiliki tujuan hidup. Hal ini dapat mempengaruhi proses rehabilitasi pasien sehingga mengakibatkan rehabilitasi tidak berjalan maksimal. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti melakukan riset dengan tujuan riset ialah guna mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pasien rehabilitasi Hipotesis yang diajukan dalam riset ini ialah terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self-esteem pasien rehabilitasi narkoba, dengan asumsi semakin tinggi dukungan keluarga maka semakit tinggi juga self-esteem pada pasien rehabilitasi narkoba, begitu sebaliknya. METODE Riset ini menggunakan riset kuantitatif. Metode riset kuantitatif dapat diartikan sebagai metode riset yang berlandaskan filosofi positivisme yang digunakan guna mempelajari populasi atau sampel tertentu. Riset kuantitatif ialah metode khusus guna menguji hubungan antar variabel. Variabel-variabel ini umumnya diukur dengan menggunakan peralatan riset, dan data numerik dapat dianalisis menurut prosedur statistik (Creswell, 2. Menurut Arikunto . , populasi ialah keseluruhan objek riset. Jika seseorang ingin mempelajari seluruh unsur suatu bidang studi, maka studi itu ialah riset populasi. Dalam riset ini peneliti memilih 46 pasien rehabilitasi dari Yayasan Rehabilitasi Rumah Ummi sebagai populasi. Sampel ialah sebagian dari populasi yang ingin diteliti oleh Menurut Sugiyono . , sampel ialah sebagian dari jumlah dan karakteristik suatu populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling holistik. Besar sampel riset ini ialah 46 pasien rehabilitasi dari Yayasan Rehabilitasi Rumah Ummi. Metode pengumpulan data riset ini menggunakan skala Likert yang ditemukan oleh Rensis Likert yang mengemukakan bahwa skala Likert digunakan guna mengukur sikap dan pendapat. Pertanyaan atau pernyataan yang digunakan umumnya disebut variabel riset dan ditentukan secara khusus oleh peneliti. Metode pengumpulan data ini menggunakan dua skala yaitu Skala Dukungan Keluarga dan Skala Harga Diri. Kedua skala tersebut berbentuk Likert dengan empat pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (S) pada pernyataan positif . dan negatif . Metode analisis data yang digunakan guna menguji hubungan dukungan keluarga dengan self-esteem ialah analisis korelasi, dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data self-esteem diperoleh bahwa dari 36 pernyataan terdapat 32 item yang valid dengan skor Corrected Item-Total Correlation . ndeks daya bed. > 0,3. Setelah dipastikan validitas item, analisis reliabilitas dilanjutkan. Indeks reliabilitas yang diperoleh dari skala self-esteem sebesar 0,931 artinya skala self-esteem sebagai alat ukur tergolong reliabel. Berdasarkan data skala dukungan keluarga, diperoleh hasil bahwa di antara 24 pernyataan, terdapat 22 item yang valid dengan skor Corrected Item-Total Correlation . ndeks daya bed. > 0,3. Setelah dipastikan keabsahan soal, dilanjutkan analisis reliabilitas, dan indeks reliabilitas skala dukungan keluarga sebesar 0,885, sehingga skala dukungan keluarga sebagai alat ukur tergolong reliabel. Berdasarkan hasil analisis, dukungan keluarga dan self-esteem ditemukan mengikuti distribusi normal sesuai prinsip kurva normal. Jika p > 0,05 maka dinyatakan normal, dan sebaliknya jika p < 0,05 maka dinyatakan tidak normal. (Sujarweni, 2. Tabel 1. Uji normalitas Mean K-S 45,72 8,899 0,685 68,17 9,495 0,692 Variabel Dukungan Keluarga Self-esteem Sig 0,737 0,724 Keterangan Normal Normal Berdasarkan uji linearitas, hasil kedua variabel menunjukkan bahwa variabel independen . ukungan keluarg. mempunyai hubungan linier dengan variabel dependen . elf-estee. Guna kriteria, apabila p Deviation from Linearity > 0,05 maka dinyatakan mempunyai derajat hubungan yang linear. Guna hasil hubungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Korelasional XAeY 0,532 Tabel 2. Uji linearitas P . 1,202 0,348 Keterangan Linier Dari hasil analisis korelasi product moment ditemukan adanya hubungan positif antara dukungan keluarga dengan self-esteem. Hasil ini didasarkan pada koefisien korelasi rxy = 0,532 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi . hubungan variabel bebas dengan variabel terikat ialah r2= 0,283. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memberikan kontribusi sebesar 28,3% terhadap self-esteem. Statistik XAeY Koef. 0,532 Tabel 3. Analisis Korelasional Koef. Det. 0,283 0,000 BE% 28,3% Ket Signifikan Dari hasil uji rata-rata diperoleh rata-rata hipotetis sebesar 80 dan rata-rata empirik sebesar 68,17 yang menunjukkan bahwa self-esteem relatif rendah. Selain itu dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memberikan hasil yang rendah dengan nilai hipotesis sebesar 55 dan nilai empiris sebesar 45,72. Riset di atas didukung oleh riset sebelumnya oleh Anggraini dkk. mengenai Hubungan antara dukungan keluarga dengan self esteem pada perawatan palliatif pasien kanker serviks. Berdasarkan hasil riset ini diperoleh Hasil akhir dari uji yang telah ditentukan yaitu Sommers didapati nilai probabilitas atau p-value = 0,027 hasil hipotesis bahwa signifikan <0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka dari itu diartikan apabila https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self esteem pada pasien Kanker Serviks. Kemudian riset sebelumnya oleh Mahayani et al. mengenai hubungan dukungan keluarga dengan self esteem pada pasien kanker payudara di poliklinik bedah onkologi RSUP Sanglah Denpasar. Hasil analisis hubungan harga diri dengan dukungan keluarga pada pasien kanker payudara berdasarkan hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p value sebesar 0,000 . yang berarti terdapat hubungan antara harga diri dengan dukungan keluarga. Dukungan guna keluarga pasien kanker payudara. Nilai r hitung sebesar 0,566 menunjukkan bahwa arah korelasi kedua variabel ialah positif . emakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi harga diri pasien kanker payudar. yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Riset sebelumnya oleh Nugrahawati dan Nugraha . mengenai hubungan antara dukungan keluarga dengan Auself esteemAy pada Odha di Yayasan Akses Indonesia Tasikmalaya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh korelasi rs = 0,691. Nilai ini masuk dalam kriteria korelasi sedang. Artinya terdapat hubungan yang cukup erat antara dukungan keluarga dengan self-esteem pada ODHA di YAKIN Tasikmalaya. Selain itu, dari hasil perhitungan median dukungan keluarga, diperoleh 7 orang . ,00%) ODHA yang memiliki dukungan keluarga tinggi dan 13 orang . ,00%) yang memiliki dukungan keluarga rendah. Self-esteem ialah evaluasi diri yang dipengaruhi oleh sikap, interaksi, apresiasi, dan penerimaan orang lain terhadap individu. Menurut Hogg & Vaughan . , self-esteem yang positif memungkinkan orang merasa nyaman dengan dirinya sendiri bahkan dalam menghadapi kepastian kematian yang akan mereka hadapi suatu hari nanti. self-esteem yang positif membantu orang mengatasi kecemasan, kesepian, dan penolakan sosial. Dalam hal ini self-esteem menjadi alat ukur sosial . yang menentukan sejauh mana individu merasa diterima dan terintegrasi dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem positif maka seseorang akan semakin diterima dan terintegrasi dengan orang-orang disekitarnya (Sarwono & Meinarno, 2. Guna mencapai self-esteem yang tinggi, seseorang juga harus mendapat dukungan sosial, terutama dari keluarga. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment terlihat bahwasanya ada hubungan positif antara dukungan keluarga dengan self-esteem. Temuan ini diambil berdasarkan pada coefficient correlation rxy = 0,532 dengan taraf signifikansi p = 0,000 < 0,05, artinya hipotesis yang berbunyi ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self-esteem diterima. Selanjutnya, koefisien determinasi . keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen ialah r 2= 0,283. Hal ini memperlihatkan bahwasanya dukungan keluarga mempunyai kontribusi terhadap selfesteem sebesar 28,3%. Hasil uji mean dapat disimpulkan bahwa self-esteem tergolong rendah dengan nilai mean hipotetik sebesar 80 dan mean empiriknya sebesar 68,17. Selanjutnya dukungan keluarga dapat disimpulkan memperoleh hasil rendah dengan nilai hipotetik sebesar 55 dan nilai empiriknya sebesar 45,72. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA