p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 ESTIMASI FOOD WASTE BERAS RUMAH TANGGA DI PEMUKIMAN INDUSTRI (Studi Kasus di Desa Banjarkemantren Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarj. Estimation Of Food Waste Of Household Rice In Industrial Settlement (Case Study In Banjarkemantren Village. Buduran District. Sidoarjo Regenc. Faridatun Nafiroh1. Idah Lumhatul Fuad. SP. Agr1 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Uninersitas Yudharta Pasuruan e-mail: farida. datun@gmail. ilumfuad@yudharta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sisa makanan yang difokuskan pada sisa nasi dalam rumah tangga di Permukiman Industri. Sisa nasi yang dihitung adalah nasi yang terbuang didalam rumah tangga dalam sebulan, baik nasi basah biasa maupun nasi basah santan. Desain penelitian ini menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa nasi basah biasa di dusun Jambe sebesar 1136,425 g. Pandean sebesar 1375,161 g. Banjar sebesar 870,97 g dan Mantren sebesar 1432,763 g. Selanjutnya sisa nasi basah santan dusun Jambe sebesar 425,632 g. Pandean sebesar 742,224 g. Banjar sebesar 482,032 g, dan Mantren sebesar 801,632 g. Pendapatan rata-rata Rp. 000,00/rmhtgg/bln. Rata-rata food waste rumah tangga di objek daerah penelitian, mencapai 108 g/rmhtgg/bln atau 1. 296g/rmhtgg/thn. Jika waste diluar rumah diasumsikan dengan setengah dari hasil waste didalam rumah yakni sebesar 54g/rmhtgg/bln atau 648g/rmhtgg/thn, maka rumah tangga mengalami kerugian sebesar Rp. 950/rmhtgg/bln atau Rp. 400/rmhtgg/thn. Food waste beras rumah tangga di objek penelitian dengan perlakuan sama mencapai 22. 464g/bln atau 269. 568g/thn. Kerugian ekonomi mencapai Rp. 600/bln atau Rp. 200/thn. Prosentase kerugian dari prndapatan per bulan sebesar 9,36%/bln atau 112,32%/thn. Adapun saran yang diberikan penulis adalah perlu adanya standarisasi porsi pada tiap kali makan dari Dinas ketahanan Pangan atau Dinas Kesehatan dan perlu ada pendidikan usia dini untuk anak agar tidak menyisakan makanan dari orangtua maupun guru sekolah. Kata Kunci: Sisa nasi, rumah tangga, kerugian ekonomi ABSTRACT This study aims to estimate the remaining food that is focused on the remaining rice in the household in the Industrial Settlement. The remaining rice that is counted is rice that is wasted in the household in a month, either plain wet rice or coconut milk. The design of this study uses Quantitative Descriptive Analysis. The monthly yield of ordinary wet rice in Jambe hamlet is 1136,425 g. Pandean is 1375,161 g. Banjar is 97 g and Mantren is 1432,763 g. While coconut milk in Jambe village is 425,632 g. Pandean is 742,224 g. Banjar is 482,032 g, and Mantren is 801,632 g. Revenue of respondents with an average value is known as Rp. 000,00/rmhtgg/month. The average household food waste in the object of the study area reaches 108 p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 g/rmhtgg/month or 1. 296 g/rmhtgg/year. If the waste outside the house is assumed to be half of the waste in the house which is 54 g/rmhtgg/month or 648 g/rmhtgg/year, then the household loses Rp. 950/rmhtgg/month or Rp. 400/rmhtgg/year. Household rice food waste in the research object with the same treatment reached 22. 464 g/month 568 g/year. Economic losses reach Rp. 600/month or Rp. 200/year. Percentage of loss from monthly revenue is 9. 36%/month or 112. 32%/year. As for the advice given by the author, it is necessary to standardize portions at each meal from the Food Security Service or the Health Service and there needs to be an early education for children so as not to leave food for parents and school teachers. Keywords: Food waste, household, economic losses PENDAHULUAN satu faktor keberlanjutan hidup yang bagi negara hingga ke perseorangan yang Diperkirakan (MGI, 2. Hal ini menunjukkan bahwa serta mutu yang baik, aman, bergizi, tidak dunia harus menyediakan permintaan menyalahi aturan agama serta adat dan pangan sesuai dengan realita penduduk. Sedangkan menurut FAO . , pangan ketahanan pangan adalah kondisi dimana yang diproduksi dunia hilang sebanyak seseorang dapat meraih kebutuhan pangan 33,33% atau setara dengan 1,3 triliun ton untuk hidup yang lebih produktif serta pangan/tahun. sehat bagi tubuh. Sehingga kebutuhan akan pangan sangat berpengaruh pada Pernyataan setiap makhluk hidup di muka bumi ini. pangan dengan kenaikan lebih dari 60% dicerminkan melalui jumlah yang cukup . ood akan mengalami lonjakan penduduk yang didefinisikan sebagai ketersediaan pangan FAO tahun 2050 di negara-negara berkembang UU No. 18 tahun 2012, ketahanan pangan Surraya sudah menjadi hak asasi manusia. Dalam Menurut bahan pangan yang mengalami penurunan Ketahanan pangan merupakan salah semakin bertambah. gerakan untuk mendukung ketahanan pangan selain meningkatkan dari segi Tabel 1. Luas Panen. Produktivitas. Produksi Padi Indonesia Tahun Luas Panen Produktivitas (H. (Kw/H. Produksi (To. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 Sumber: BPS, 2017 Tabel 1. Luas Panen. Produktivitas. Data BPS Produksi Padi Indonesia menunjukkan menunjukkan produksi padi Indonesia fluktuasi pada produksi padi Indonesia sampai tahun 2015. Data selanjutnya dari tahun 2013-2015. Fluktuasi tersebut mengalami penurunan sedikit ditahun IndonesiaAy. Artinya kestabilan produksi padi IndonesiaAy merupakan situs online yang Indonesia masih goyah. Akan tetapi, peningkatan produksi padi ditahun 2015 Indonesia, baik dari bidang pertanian, jauh lebih tinggi dibanding dengan tahun politik, perdagangan, dan lain-lain. Data Hasil produksi padi di tahun 2013 produksi padi Indonesia tersedia hingga sebesar 71 juta ton, naik pesat di tahun tahun 2017 yang dijelaskan dalam bentuk grafik dibawah ini. AuBeritagar AuBeritagar informasi-informasi Merawat Merawat penurunan ditahun 2014. Gambar 1. Produksi Padi Nasional . Gambar 1. Produksi Padi Nasional mengingkat lagi mencapai 81,4 juta ton. menunjukkan adanya peningkatan dari Artinya produksi padi Indonesia dapat tahun 2015 sampai 2017. Tahun 2015 mencapai kestabilan dari tahun ke tahun. produksi padi sebesar 75 juta ton, ditahun 2016 produksi padi meningkat sebesar Indonesia sebagaimana mestinya. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 Meminimalisir salah satu desa yang berada ditengah- Indonesia. tengah perindustrian pabrik. Hal ini Keterkaitan sampah makanan dengan menyebabkan penduduk desa tersebut bekerja sebagai karyawan swasta. Data pangan yang ada tidak dibuang dengan desa menunjukkan bahwa sebanyak 60% sia-sia, sehingga dapat meminimalisir dampak kekurangan stok pangan nasional. pencaharian sebagai karyawan swasta. Sampah makanan atau biasa disebut 20% PNS, 10% ibu rumah tangga, dan dengan food waste juga sangat berdampak 10% pekerjaan lainnya. Dominasi tersebut buruk bagi ketersediaan makanan serta dimungkinkan dapat menimbulkan food dapat mengancam terhadap lingkungan, seperti bau busuk dan menimbulkan bibit- didukung dengan hasil wawancara kepada bibit penyakit. petugas pemungut sampah yang setiap Kemungkinan Desa Banjarkemantren merupakan timbul dikarenakan pola makan yang tidak tergesa-gesa tidak memiliki culture berternak dan menjemur sisa nasi atau biasa disebut dengan AukarakAy. Di tahun 90-an, culture rumah tangga yang berstatus pekerjaan tersebut masih mendominasi masyarakat sebagai karyawan swasta. Hal tersebut Akan tetapi, dengan terkikisnya didukung dengan hasil wawancara kepada waktu ke waktu culture tersebut mulai petugas pengangkut sampah desa yang industri khususnya desa Banjarkemantren Perilaku tersebut juga berlaku pada Dalam masyarakat desa di wilayah permukiman sempat menghabiskan nasinya (Amelia. Hal Hasil observasi juga menunjukkan bahwa sekolah ataupun bekerja, sehingga tidak yang berjajar di samping-samping pabrik. sarapan, makan siang maupun malam. hingga sampah warung-warung makan Waste ini terjadi pada waktu malam dan sore hari memunguti sampah konsumsi beras menjadi nasi, food waste Terjadi menghilang karena pengaruh dari berbagai faktor seperti lingkungan yang mulai penduduk setempat didominasi sebanyak 60% adalah rumah tangga karyawan masyarakat, dan lain-lain. swasta (Data Primer Desa, 2. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Disamping Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 deskripsi dari nilai angka yang diperoleh ketahanan pangan. Food waste juga subjek sebagai jawaban dalam pokok Dimana tiap gram nasi yang Penelitian ini berfokus pada food terbuang sama halnya membuang uang waste yang terbuang didalam rumah. Jika pendapatan berkurang sehingga dimungkinkan ketika salah satu atau terbuang maka operasional hidup dari anggota keluarga membawa makan akan terganggu dan krisis akan terjadi dari rumah dan sisa makanan terbuang diluar maka nilai tersebut tidak termasuk pemukim diwilayah permukiman industri. dalam penelitian. Food waste rumah Menurut Amelia . , food waste tangga ditimbang dalam bentuk masak per rumah tangga di Indonesia dari tahun hari selama satu bulan, kemudian jumlah 2010-2014 tidak memliki perbedaan yang berat masak dikalikan dengan rumus cukup tinggi yakni rata-rata 800 ribu ton. fDMM. Rumus tersebut untuk mengetahui Jika mengacu pada Pola Pangan Harapan nilai berat mentah dari food waste (PPH), makan sehari adalah sebesar 300 Di tahun 2014 misalnya, food waste Penelitian di Indonesia mencapai 865. 3 ribu ton yang dukungan data primer food waste beras artinya setara dengan 9. 4 gram/kapita/hari. yang hilang didalam rumah pada tingkat Artinya, ditahun tersebut ada sebesar rumah tangga berstatus pekerjaan sebagai 3,1% food waste yang terbuang dari pekerja pabrik. Dibawah ini adalah bagan anjuran PPH. Hal tersebut juga berdampak rancangan penelitian dalam pengambilan pada kerugian ekonomi rumah tangga Pengolahan data dilakukan di Desa 6 triliun rupiah. Banjarkemantren Ae Sidoarjo pada bulan April Ae Mei 2018. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian bertempat di Desa Desain penelitian yang digunakan Analisis Banjarkemantren Kabupaten Kecamatan Sidoarjo Jawa Buduran Timur. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan oleh menggambarkan secara sistematis sebuah hasil observasi dan wawancara yang karakteristik atau subjek yang diteliti. menunjukkan bahwa lokasi tersebut sudah Sedangkan analisis kuantitatif sebagai p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 menjemur sisa nasi, sehingga diperkirakan bantuan fDMM (Faktor Dalam Mentah menjadi indikator salah satu munculnya Masa. dengan formula: food waste beras dari rumah tangga. Berat Mentah = berat masak x fDMM Pengambilan sampel dalam penelitian ini Faktor Dalam Mentah Masak . DMM) sebagai ketentuan konversi untuk Total jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 208 orang dan menjadi 2 macam: sampel yang diambil sebanyak 67 orang. Dalam pengambilan sampel menggunakan Nasi basah . uah/santa. = 0. hasil perhitungan berdasarkan dengan Nasi biasa = 0. rumus Slovin dan nilai kritis yang digunakan adalah 10 persen (Umar, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data food waste yang harus diketahui adalah berat masak dari Gambaran Umum Lokasi Penelitian sisa nasi rumah tangga. Tujuan dalam Desa Banjarkemantren terletak di penelitian ini adalah jumlah beras yang Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. hilang dan nilainya yang terbuang dengan Desa ini memiliki 29 RT dan 4 RW. sia-sia. Untuk mengetahui jumlah berat Adapun mengenai luas desa yakni sebesar beras yang hilang dari sisa nasi rumah 183 ha yang dipenuhi dengan daerah tangga, maka berat masak dikalikan dengan fDMM (Faktor Dalam Masak Banjarkemantren Sisa beras berupa nasi per hari per Desa Wadung Asih. Sebelah Selatan: Desa Sukorejo. dengan formula rumus fDMM untuk Data Demografi desa menurut profil mengetahui jumlah food waste beras desa Banjarkemntren diantaranya jumlah mentah konsumsi ditingkat rumah tangga. Selanjutnya untuk mengetahui kehilangan sebelah Utara: Desa Tebel, sebelah Timur: Kumpulan beras masak dihitung berikut, sebelah Barat: Desa Sidokepung, kantong plastik dan ditimbang sesuai berat Mengenai perbatasan. Desa Menta. Jumlah kependudukan laki-laki sebanyak 3478 jiwa dan perempuan dikonversikan ke berat mentah dengan Sedangkan p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 pekerjaan penduduk diantaranya petani sebanyak 27 orang, pekerja lepas 15 bergerak dibidang pakan ternak. PT. Pegawai Negara Sipil 106 orang. Avian Karyawan Swasta 3213 orang. Pedagang tembok. PT. Hitsamitsu Pharma Indonesia besar 8 orang. Peternak 6 orang dan bergerak dibidang farmasi. PT. Propan TNI/POLRI sebanyak 100 orang. Raya bergerak dibidang cat. PT. Interbat Adapun Banjarkemantren PT. Pharmaceutical Japfa Industry Comfeed dikelilingi dengan berbagai macam pabrik dibidang farmasi dan obat-obatan, pabrik industri besar, diantaranya PT. Maspion II plastik dan pabrik sandal skala besar. yang bergerak dibidang perabotan alat Karakteristik Responden Usia Tabel 2. Sebaran Responden Menurut Usia Responden Usia < 30 thn 30-49 thn 50-69 thn Total 5,98% 89,55% 4,47% Jumlah Data diolah . Tampak bahwa keragaan anggota keluarga rata-rata terdiri dalam penelitian ini adalah rata-rata dari suami-istri dan 2-3 anak. Usia kepala berusia 30-49 tahun. Responden yang rumah tangga demikian tidak terlalu fokus berusia dibawah 30 tahun sebanyak 4 pada alan timbulnya sisa makanan yang responden dan responden yang berusia 50 tahun lebih sebanyak 3 responden. Dalam Pendapatan Tabel 3. Sebaran Responden Menurut Pendapatan Pendapatan/bulan < 2jt 3-4jt 4-5jt > 5jt Total 20,89% 29,85% 32,84% 16,42% Jumlah Data diolah . Diketahui kurang dari 2jt rupiah sebanyak 14 responden dominan berkisar 4-5 juta responden . ,89%), 3-4 juta rupiah rupiah sebanyak 22 responden . ,84%), sebanyak 20 responden . ,85%), dan p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 sebanyak 11 responden pendapatan per rata pendapatan responden adalah Rp. bulan mencapai lebih dari 5 juta rupiah. 000,00. Pendapatan tersebut sebagai Untuk rata-rata ekonomi yang dialami rumah tangga di Permukiman Industri. jumlah responden. Diketahui hasil rataPendidikan Tabel 4. Sebaran Responden Menurut Pendidikan Pendidikan SLTP SLTA Sarjana Total 22,38% 25,37% 34,32% 17,91% Data diolah . Hasil belakang pendidikan menjadi tolak ukur responden dalam penelitian ini didominasi rumah tangga dalam terjadinya food dengan pendidikan terakhir yakni SLTA. Dalam penelitian ini, hampir Kategori dominan selanjutnya adalah seminggu 4x rumah tangga menghasilkan SLTP dan SD, sedangkan Sarjana hanya food waste. Jumlah sebagian kecil. Responden dengan latar Pabrik Tempat Bekerja Tabel 5. Sebaran Responden Menurut Tempat Bekerja Pabrik Tempat PT. PT. PT. Lainnya Japfa Maspion Hisamitsu Bekerja Comfeed Jumlah Total 17,91% 43,28% 32,83% 5,98% Data diolah . Terlihat dalam Tabel 5. Sebaran Responden Menurut Pabrik Japfa Comfeed sebesar 17,91% dan pabrik Tempat 5,98%. Rata-rata Bekerja menunjukkan bahwa sebagian responden bekerja di PT. Maspion II besar sampel rumah tangga bekerja di PT. dengan berbagai macam jabatan, namun Maspion II sebesar 43,28%, kemudian di dalam penelitian ini tidak perlu dijelaskan PT. Hisamitsu sebesar 32,83%, di PT. lebih terperinci. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 Jumlah Keluarga Tabel 6. Sebaran Responden Menurut Jumlah Keluarga Jumlah Keluarga Jumlah Total 1,49% 19,40% 77,62% 1,49% Data diolah . Tabel 6 menunjukkan keluarga . ,40%), 6 anggota keluarga sebagian besar responden rumah tangga terdapat sebanyak 1 keluarga . ,49%) dan adalah berjumlah 4-5 anggota. Jumlah yang terdiri dari suami istri hanya 1 anggota tersebut terdapat sebanyak 52 keluarga . ,62%), 3 anggota sebanyak 13 Keragaan Anggota Keluarga Tabel 7. Sebaran Responden Menurut Keragaan Anggota keluarga Keragaan Anggota Suami Suami - Suami Ae Suami Total Istri Ae 1 Istri Ae 2- Ae Istri Ae Keluarga Istri 3 anak 4 anak Jumlah 1,49% 19,40% 77,62% 1,49% Data diolah . Terlihat dalam Tabel 7. Sebaran Anak menjadi salah satu alasan terjadinya Responden Menurut Keragaan Anggota food waste. Baik pada saat sarapan, makan Keluarga, menunjukkan bahwa sebagian siang maupun makan malam, food waste terjadi disalah satu saat makan tersebut responden rumah tangga adalah sebesar dan terbuang didalam rumah. 77,62% yang terdiri dari suami-istri dan 23 anak, 19,40% terdiri dari suami-istri dan Estimasi Food Waste Beras Rumah 1 anak, 1,49% hanya terdiri dari suami Tangga dan instri serta suami-istri dan 4 anak. Nasi merupakan beras mentah yang Penelitian ini menunjukkan bahwa food waste yang sering ditumbulkan adalah setempat sehingga bisa menjadi lunak dan dari anak. Data diatas juga menunjukkan dapat dimakan. Menurut Surono . keragaan anggota keluarga yang dimiliki selaku pencetus berbagai varietas padi adalah rata-rata keluarga dengan 2-3 anak. baru melalui persilangan-persilangannya, p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 beras merupakan partisipasi masyarakat maupun berkuah santan adalah tidak Indonesia dalam berkonsumsi baik di Tabel dibawah ini menggambarkan Pulau Jawa maupun luar Jawa, hingga di 97%-100% Pengelompokan ini dimulai dari food waste rumah tangga yang paling terkecil Dalam perhitungan berat masak, dalam sebulan yakni 54,58 g/bln dan food nasi harus dibagi menjadi 2 bagian. Hal waste terbesar mencapai 185,55 g/bln. ini dikarenakan frekuensi dari nasi yang tidak yang berkuah atau berkuah bening Tabel 8. Data Food Waste Rumah Tangga 506171Jumlah/bln 81-90g Jumlah 1,49% 2,98% 2,98% >100g Total 11,95% 16,42% 64,18% 100% Data diolah . Tabel 8. Data Food Waste Rumah dalam penelitian ini. Hasil rata-rata Tangga Menurut Jumlah menunjukkan rumah tangga mencapai 108g/bln atau bahwa food waste rumah tangga yang 1kg 2ons/thn dalam perlakuan yang terbanyak dalam satu bulan yakni Dibawah ini merupakan tabel sebesar > 100g. Food waste tersebut yang mengklarifikasikan food waste diambil dari sisa makan yang terdapat rumah tangga yang diteliti selama satu didalam rumah. Pola konsumen yang makan diluar rumah tidak terhitung Food Waste Nasi Basah Biasa Dusun Jumlah Responden Jambe Pandean Banjar Mantren Jumlah Total Food Waste Nasi Basah Biasa Berat Masak fDMM Berat . /bl. Mentah . /bl. 0,347 1136,425 0,347 1375,161 0,347 870,97 0,347 1432,763 4815,319 p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 Tabel 9. Data Food Waste Nasi Basah Biasa Tabel 9. Food waste Nasi Basah biasa atau berat masak, yakni nasi tanpa Biasa tersebut menjelaskan bahwa rumah atau dengan kuah bening. Jumlah tersebut Banjarkemantren kemudian dikalikan dengan rumus fDMM mengeluarkan food waste beras sebanyak sehingga muncul nilai food waste dalam 877 g/bln dalam bentuk nasi basah bentuk beras atau berat mentah. Desa Food Waste Nasi Basah Santan Tabel 10. Data Food Waste Nasi Basah Santan Dusun Jumlah Food Waste Nasi Basah Santan Responden Berat Masak fDMM Berat /bl. Mentah /bl. 0,376 425,632 Jambe 0,376 742,224 Pandean 0,376 482,032 Banjar 0,376 801,632 Mantren 2451,52 Jumlah Total Data diolah . Tabel 10. Food waste Nasi Basah mentahnya nasi maka berat tersebut Santan menunjukkan bahwa jumlah food dikalikan dengan rumus fDMM. Hasilnya waste dari nasi basah santan dari rumah menunjukkan sebanyak 2. 451,52 g/bln tangga yang berstatus pekerjaan sebagai berat mentah. Artinya food waste beras pekerja pabrik sebanyak 6. 520 g/bln berat untuk konsumsi nasi bersantan dari rumah tangga sebanyak 2. 451 g/bln. Untuk Tabel 11. Jumlah dan Rata Food Waste Jumlah dan Rata-rata Food Waste Jumlah Food Waste Berat Mentah . /rmhtgg/bl. 4815,319 Nasi Basah Biasa 2451,52 Nasi Basah Santan 7266,839 Jumlah Total 108,47 Rata-rata Tabel 11 menjelaskan bahwa total yang didapat per rumah tangga per bulan food waste beras yang dihasilkan oleh rumah tangga di Permukiman Industri 266,839 g/bln. Sedangkan rata-rata menghasilkan food waste beras sebesar 108,47 g/rmhtgg/bln. Jika p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 108g/bln Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 296g/thn perlakuan yang sama. Pola Food Waste Pola food waste atau sisa makan makan yang terburu-buru untuk berangkat rumah tangga terjadi dengan berbagai ke kantor atau sekolah. Kebanyakan rumah tangga di objek penelitian tidak bermacam-macam alasan terjadinya food memiliki asisten rumah tangga. Urusan Anggota keluarga yang lebih dominan mengeluarkan food waste adalah bersama oleh pelaku rumah tangga. Hal Sebesar 60 dari 67 responden atau ini menyebabkan waktu Ayah dan Ibu 90% dari total responden jawabannya untuk sarapan sangat terbatas. Menurut Responden timbulnya food waste. WRAP pembelanjaan yang tidak sesuai dan Penyebab utama dalam timbulnya food waste adalah dikarenakan faktor merupakan faktor yang meningkatkan Food waste timbul dengan adanya food waste pada tingkat rumah alasan anak terburu-buru saat berangkat Artinya, rumah tangga yang suka berbelanja lebih untuk konsumsi dapat mengutamakan minum susu daripada mengakibatkan timbulnya sisa makanan makan nasi sehingga perut terasa kenyang dengan begitu saja tanpa ada rasa sia-sia. Pembelanjaan Ada dikarenakan bahwa anak ketika melihat berlebihan atau belum bisa mengetahui kadar normal konsumsi rumah tangga, ditinggalkan begitu saja. Alasan lainnya menjadi pemicu dalam peningkatan food adalah porsi yang diambil terlalu banyak akan tetapi dalam hal ini tidak disebutkan siapa yang mengambil porsi tersebut. Estimasi Kerugian Ekonomi Selain anak. Ayah dan Ibu juga Rata-rata food waste rumah tangga berperan dapat menimbukan food waste. di objek daerah penelitian, mencapai 108 Alasan yang paling dominan adalah g/rmhtgg/bln atau 1. 296g/rmhtgg/thn. Jika terburu-buru saat sarapan pagi. Seperti harga beras pasaran di desa mencapai Rp. dalam penelitian Zetyra . , dijelaskan 000,00/kg, maka nilai rupiah yang bahwa terjadi food waste dikarenakan hilang sebesar Rp. 300,00/rmhtgg/bln. p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 Jika responden memiliki perlakuan yang asumsi setengah dari waste dalam rumah, sama dalam food waste maka dalam maka kerugian yang dialami sebesar Rp. setahun rumah tangga dapat mencapai 600/bln atau Rp. 200/thn. Rp. Rata-rata prosentase kerugian yang 600,00/rmhtgg/thn. dialami oleh rumah tangga di objek Data ini adalah food waste yang Perhitungan terjadi didalam rumah. Sementara ada tersebut dimulai dari nilai rupiah dari food kemungkinan responden membawa bekal Nilai rupiah tersebut dibagi dengan atau membeli makan diluar, sehingga jika pendapatan per bulan kemudian dikali Pendapatan per bulan rumah kemungkinan waste akan bertambah. Jika tangga dengan nilai rata-rata diketahui waste diluar rumah diasumsikan dengan setengah dari hasil waste didalam rumah sehingga nilai prosentase yang diketahui adalah sebesar 0,03%/rmhtgg/bln atau 648g/rmhtgg/thn, maka rumah tangga 0,36%/rmhtgg/thn. Jika ditambah dengan 54g/rmhtgg/bln 950/rmhtgg/bln Rp. 000,00/rmhtgg/bln. Rp. nilai rupiah dari asumsi waste di luar Rp. rumah maka, prosentase kerugiannya 400/rmhtgg/thn. Jika responden rumah tangga di 0,045%/rmhtgg/bln 0,54%/rmhtgg/thn. objek penelitian memiliki perlakuan yang Prosentase kerugian ekonomi yang sama satu sama lain dalam menghasilkan dialami rumah tangga di objek penelitian food waste, maka nilai yang dihasilkan sebesar 6,24%/bln atau 75%/thn dengan cukup besar. Waste dalam satuan berat perlakuan food waste ditambah dengan nilai prosentase asumsi 568g/thn. Jika dikonversikan dalam waste di luar rumah maka, prosentase satuan kilogram, maka waste mencapai 22kg/bln atau 269,5kg/thn. Hal tersebut 112,32%/thn. 464g/bln yang sama. Jika 9,36%/bln akan memicu nilai kerugian yang besar pula, dimana nilai rupiah yang terbuang KESIMPULAN sia-sia mencapai Rp. 400/bln atau Rp. 800/thn. Jika Food waste menjadi faktor utama waste yang terbuang diluar rumah dengan Rata-rata food waste yang didapat p-ISSN: 2085-241X e-ISSN: 2599-3003 Agromix Volume 10. No 1. Maret 2019 dari per rumah tangga per bulan sebesar DAFTAR PUSTAKA