Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2025, 8. , 22-31 Formulation and physical quality test of effervescent granules from turmeric extract (Curcuma long. and tamarind (Tamarindus indic. Formulasi dan uji sifat fisik granul effervescent ekstrak kunyit asam (Curcuma longaTamarindus indic. Farah Widya Kautsari a*. Maulida Rahmawati Emha b a Pharmacy Studi Program. Faculty of Health Science. Madani University, 55792. DI Yogyakarta. Indonesia b Nursing Study Program. Faculty of Health Science. Madani University, 55792. DI Yogyakarta. Indonesia *Corresponding Authors: farahwidya88@email. Abstract Empirically, turmeric tamarind is used to relieve pain and inflammation and ease menstrual cramps. However, conventional herbal preparations are currently less popular, especially among teenagers. Effervescent turmeric tamarind formulations are an innovative, practical pharmaceutical preparation with the advantage of a pleasant taste, which helps disguise the bitter flavor of turmeric. This product also provides a refreshing effect due to the acid-base reaction that produces carbon dioxide (CO. This study aims to evaluate the physical test of effervescent turmeric tamarind granules. This experimental study formulates three turmerictamarind effervescent granule formulas by varying the turmeric extract dosage (Curcuma long. to 250 mg, 500 mg, and 750 mg. The evaluations performed include organoleptic tests, water content, flow properties and angle of repose, dissolving time, and pH testing. The results showed that turmeric extract (Curcuma long. and tamarind (Tamarindus indic. can be formulated into effervescent granulesAithe three formulas with different variations of turmeric extract produced good physical quality test results. Variations in the concentration of turmeric extract did not affect the physical quality of the granules. Keywords: Formulation. Granule. Effervescent. Turmeric. Tamarind Abstrak Secara empiris kunyit asam digunakan untuk mengatasi gangguan nyeri, membantu mengatasi peradangan dan juga kram saat menstruasi, namun sediaan jamu konvensional saat ini kurang diminati terutama oleh usia Sediaan effervescent kunyit asam merupakan merupakan inovasi sediaan farmasi praktis dan memiliki kelebihan memiliki rasa yang menarik untuk menutupi rasa pahit dan getir dari kunyit. Sediaan ini juga menimbulkan efek menyegarkan karena reaksi asam basa yang timbul dan menghasilkan karbon dioksida (CO. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi mutu fisik granul effervescent kunyit asam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan memformulasikan 3 formula granul effervescent kunyit asam dengan memvariasikan dosis asam jawa (Curcuma long. yaitu 250 mg, 500 mg dan 750 mg. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji kadar air, uji sudut diam, uji kecepatan alir, uji waktu larut dan uji pH. Hasil penelitian menunjukan ekstrak kunyit (Curcuma long. dan serbuk asam jawa (Tamarindus indic. dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent. Dari ketiga formula dengan berbagai macam variasi ekstrak kunyit menghasilkan uji mutu fisik yang baik. Variasi konsentrasi ekstrak kunyit tidak mempengaruhi hasil uji mutu fisik granul. Kata Kunci : Formulasi. Granul. Effervescent. Kunyit. Asam Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial purposes. ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NC-SA 4. License Article History: Received: 13/11/2024. Revised: 30/12/2024 Accepted: 30/12/2024 Available Online: 06/01/2025. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Curcuma longa . adalah tanaman rhizomatous yang berasal dan popular di India dari keluarga Zingiberaceae. Kunyit juga banyak dihasilkan di benua Asia yang memiliki iklim tropis diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan . Kurkumin adalah senyawa polifenol berwarna kuning yang merupakan konstituen utama pada kunyit . Kunyit dan Asam Jawa dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan Senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam kunyit adalah kurkumin, dan asam jawa adalah Kedua senyawa tersebut dapat menurunkan konsentrasi prostaglandin sehingga menyebabkan pengurangan dismenore primer dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX) . Jamu merupakan kekayaan alam Indonesia yang secara turun temurun dimanfaatkan untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan. Konsumsi jamu tradisional oleh masyarakat di Indonesia mencapai lebih dari 50%. Jamu dipercaya memiliki manfaat sebagai pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional saat ini berkembang meluas di berbagai negara dan semakin terkenal. Indonesia dikenal memiliki kekayaan tanaman obat yang melimpah serta berbagai ramuan jamu dari berbagai daerah di Indonesia . Jamu kunyit asam segar merupakan salah satu jamu yang paling banyak diminati konsumen, namun jamu segar yang dikemas dalam botol dan tidak dapat bertahan lama . Untuk itu perlu pengembangan sediaan jamu kunyit asam yang lebih stabil dalam penyimpanan. Rute pemberian obat secara oral menjadi rute favorit yang paling diminati dan sering digunakan dalam pengembangan obat. Namun, beberapa masalah muncul pada pasien mengkonsumsi obat secara oral antara lain ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi obat, rasa yang kurang enak serta pasien dengan kondisi tertentu seperti lansia dan anak-anak yang tidak bisa menelan tablet. Selain itu sediaan dalam bentuk granul effervescent dapat meningkatkan kelarutan dan juga bioavailabilitas obat jika dikomparasikan dengan tablet biasa. Granul effervescent juga dapat mengurangi iritasi pada lambung yang sering ditimbulkan oleh sediaan tablet biasa karena zat aktif terdistribusi merata. Cara konsumsi granul effervescent yang harus dilarutkan dalam air juga dapat mengatasi dehidrasi. Sediaan effervescent dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan sediaan agar lebih dapat diterima masyarakat . Penelitian ini dilakukan untuk membuat dan mengevaluasi granul effervescent kunyit (Curcuma long. dan asam (Tamarindus indic. Formulasi granul effervescent kunyit asam dibuat dalam 3 formulasi yang berbeda dengan memvariasikan ekstrak kunyit 250 mg, 500 mg dan 750 mg. Uji sifat fisik yang dilakukan uji organoleptik, uji0kecepatan alir dan sudut diam, uji distribusi0ukuran partikel, uji pH, uji kadar air dan uji waktu larut granul. Metode Penelitian Metode penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan memformulasikan ekstrak kunyit dan asam jawa dalam bentuk sediaan granul effervescent dengen variasi konsentrasi kunyit yaitu 2500mg, 500 mg dan 7500mg. Kemudian dilakukam evaluasi sifat fisik meliputi uji sifat fisik yang dilakukan uji organoleptik, uji kecepatan alir dan sudut diam, uji distribusi ukuran partikel, uji pH, uji kadar air dan uji waktu0larut granul. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Bahan dan alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kering kunyit (Curcuma long. dari PT Berkah Alam Nusantara, asam jawa (Tamarindus indic. , asam sitrat, asam tartrat, natrium bikarbonat. PEG 6000, sukrosa, aspartame, laktosa, alkohol 70% dan magnesium stearat. Sedangkan alat-alat yang digunakan untuk proses pembuatan granul effervescent adalah 1 set pengayak bertingkat, neraca analitik (Ohau. , blender, oven (Binde. , mesin cetak tablet (Delt. , corong alir, penggaris, pH meter (Ohau. , hardness tester (Olab. , spektrofotometer (Shimadz. , dissolution tester (Erweka DT. , moisture balance (Ohau. Formulasi Granul Efferevscent Tabel 1. Formulasi Sediaan Granul Effervescent Kunyit Asam Bahan Jumlah . Ekstrak kunyit Asam jawa Asam sitrat Asam tartat Natrium bikarbonat PEG 6000 Sukrosa Aspartam PVP Laktosa Pembuatan Sediaan GranulnEffervescent Menyiapkan alat serta bahan sesuai formula. Metode yang digunakan dalam pembuatan granul adalah dengan metode granulasi basah. Bahan bersifat asam . sam jawa, asam tartrat, asam sitra. dipisahkan dengan bahan bersifat basa . atrium bikarbona. untuk menghindari reaksi asam basa. aspartam, sukrosa dan laktosa . , dicampur sampai homogen dan dibagi menjadi dua bagian. PVP dan PEG dicampurkan sampai homogen kemudian dibagi menjadi 2 bagian . Satu bagian campuran 1 dan 2 dicampurkan dengan komponen asam, satu bagian yang lain dicampurkan dengan komponen bersifat basa. Ekstrak kunyit dicampurkan dengan bahan asam. Kemudian dibasahi dengan alcohol 70% hingga basah dan dapat dikepal, selanjutnya diayak dengan ayakan ukuran 20, granul basah dikeringkan dengan oven pada suhu 40-50AC selama 1 jam, lalu granul diayak lagi dengan ayakan mesh ukuran no. Uji Sifat Fisik Uji Organoleptik Uji organoleptik dilakukan dengan instrumen yaitu indera manusia. Indera yang digunakan untuk uji organoleptik adalah penglihatan, penciuman, pengecapan, peraba dan pendengaran . Dalam penelitian ini, uji organoleptik dilakukan dengan melihat warna, bau, rasa dan bentuk dari granul yang dihasilkan. Uji Kadar Air Perhitungan kadar air granul dilakukan0dengan menghitung kelembapan granul. Granul ditimbang sebanyak 1 gram, selanjutnya dipanaskan dalam moisture balance dengan suhu 105AC selama 15 menit. Hasil kandungan granul ataupun serbuk yang akan dicetak menjadi tablet tidak melebihi prosentase yang ditentukan, yakni 3-5% . Uji Kecepatan alir dan Sudut Diam Menimbang granul effervescent0sebanyak 100 gram, kemudian dimasukkan dalam corong pada alat uji waktu alir dengan kondisi tertutup pada penutup bagian bawah. Penutup corong kemudian dibuka hingga granul keluar dari corong tanpa tersisa dan menjadi gundukan seperti kerucut. Waktu alir granul dihitung saat granul mulai0mengalir hingga granul habis, waktu alir dihitung menggunakan stopwatch. Sudut diam didapatkan dari tinggi dan0diameter kerucut granul yang terbentuk, dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Waktu alir dikatakan baik jika 100 gram granul mencapai waktu kurang dari 10 detik. Sudut diam dikatakan baik jika kurang dari 40A . Uji0Distribusi Ukuran Partikelo Uji distribusi0ukuran partikel granul effervescent dilakukan dengan menimbang 100 gram granul dan diayak dengan satu set pengayak. Ukuran yang digunakan adalah mesh 20,o30, 50, 60,080 dan 100. Pengayak diletakkan pada shaker dan digetarkan selama 20 menit dengan kecepatan getaran 60 rpm. Granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak kemudian ditimbang untuk memperoleh nilai distribusi0ukuran partikel Diharapkan granul menghasilkan % fines tidak lebih dari 10% . Uji pH Granul sebanyak 4 gram dilarutkan aquadest 150 ml, lalu mengukur pH menggunakan alat pH meter, pengukuran pH diulang sebanyak 3 kali . pH granul effervescent yang baik sekitar 4-6 . Uji Waktu Larut Sebanyak 7 gram granul effervescent dimasukkan dalam 200 mL aquadest. Ketentuan waktu larut yang baik dan memenuhi pada untuk sediaan effervescent adalah kurang dari 5 menit. Waktu perhitungan dimulai ketika granul masuk dalam air sampai granul terlarut sepenuhnya hingga gelembung hasil reaksi asam basa disekitar gelas mulai hilang. Uji waktu larut dilakukan sebanyak 3 kali replikasi . Hasil Dan Pembahasan Penelitian ini untuk mengetahui uji mutu fisik sediaan granul effervescent yang dibuat dari ekstrak kunyit dan serbuk asam. Pembuatan granul dilakukan dengan metode granulasi basah. Metode granulasi basah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu solusi jika zat aktif memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang kurang baik. Bahan aktif yang akan diproses dengan metode granulasi basah harus bersifat tahan terhadap panas dan lembab. Tujuan proses pembuatan granul dengan menggunakan metode granulasi basah yaitu untuk memperbaiki sifat alir granul serta kemampuan kempa jika granul akan dicetak menjadi tablet. Proses pembuatan granul dengan mencampurkan bahan aktif dan bahan tambahan dengan cairan pengikat agar menjadi massa kempal yang mudah digranulasi dan menghasilkan tablet0yang tidak0rapuh . Pada penelitian ini perbedaan formula terletak pada konsentrasi zat aktifnya. F1 dengan kandungan ekstrak kunyit 250 mg. F2 500 mg dan F3 750 mg. evaluasi yang dilakukan terhadap granul effervescent adalah uji organoleptik, uji waktu alir dan sudut diam, uji kadar air, uji distribusi ukuran partikel, uji pH dan uji waktu larut. Gambar 1. Granul Effervescent. Hasil Uji Organoleptik Granul Uji organoleptik dilakukan dengan mengamati granul yang dihasilkan dan mengidentifikasi mulai dari warna granul, bau granul, rasa granul dan bentuk granul. Uji organoleptik ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan konsentrasi zat aktif kunyit asam . Pada tabel 2 menggambarkan hasil uji organoleptik. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Tabel 2. Hasil Evaluasi Organoleptik Uji Evaluasi Organoleptik Warna Aroma Rasa Bentuk Larutan kuning cerah Aroma khas kunyit Rasa manis asam Berbusa Formulasi Larutan kuning muda Aroma khas kunyit Rasa Manis asam Berbusa Syarat Larutan kuning tua Aroma khas kunyit Rasa manis asem Berbusa Warna, aroma, rasa dan bentuk Hasil uji organoleptik dari ketiga formula memiliki rasa manis asam karena penambahan pemanis aspartam dan sukrosa serta asam dari asam tartrat, asam sitrat dan kunyit asam. Warna menunjukkan kepekatan yang berbeda, urutan kepekatan semakin meningkat dari F1,F2 dan F3. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah konsentrasi ekstrak kunyit yang digunakan, semakin banyak ekstrak yang ditambahkan warnanya semakin pekat. Aroma yang muncul adalah aroma khas kunyit yang menyegarkan. Uji Waktu Alir dan Sudut Diam Pada tabel 3 menampilkan hasil uji waktu alit granul effervescent, dimana hasil uji cukup baik. Hal ini dipengaruhi oleh pembuatan granul yang baik yang sehingga memiliki alir granul yang baik pula. Sifat alir granul berdampak saat pengisian granul kedalam ruang cetakan tablet, jika sifat alir bagus akan menghasilkan tablet yang ukurannya seragam. Tabel 3. Hasil Uji waktu dan kecepatan Alir Granul Effervescent kunyit Asam. Formulasi Repetisi Formulasi 1 Formulasi 2 Formulasi 3 Berat Granul Waktu Alir Kecepatan alir 7,05 6,78 6,13 7,68 6,55 6,25 6,18 7,02 7,12 . ram/deti. 14,18 14,75 16,31 13,02 15,27 16,18 14,25 14,04 Rerata A SD 15,08 A 1,10 14,72A 1,55 14,82 A 1,18 Berdasarkan tabel 3, hasil uji waktu alir granul Effervescent Kunyit Asam dengan variasi konsentrasi kunyit asam pada tabel 3. Nilai rata-rata formulasi 1 15,08 A 1,10, formulasi 2 14,72A 1,55, formulasi 3. 14,82 A 1,18, yang telah memenuhi persyaratan kecepatan alir granul yakni lebih dari 10 gram/detik. Berdasarkan pengujian statistic dengan one way annova didapatkan nilai signifikansi 0,291 yang berarti bahwa uji beda annova tidak signifikan karena memiliki nilai > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kunyit tidak mempengaruhi perbedaan kecepatan alir pada Formulasi 1 , formulasi 2 dan formulasi 3. Uji Sudut diam adalah sudut yang terbentuk antara tinggi atau granul yang menyerupai kerucut dengan bidang horizontal. Jika sudut diam yang dihasilkan kurang dari atau sama dengan 30 o menunjukan bahwa granul bersifat very free flowing yaitu dapat mengalir sangat bebas. Jika sudut lebih besar atau sama dengan 40o menunjukkan daya alir yang kurang baik dan memiliki kohesifitas yang cukup tinggi . Sudut diam () dihitung dengan rumus = tan-1 . dengan h adalah tinggi kerucut dan r adalah jari-jari kerucut. Hasil pengamatan uji sudut diam pada sediaan granul pada tabel 4. Diperoleh hasil sudut diam yang memenuhi persyaratan yaitu sudut diam yang baik. Berdasarkan hasil uji sudut diam granul effervescent kunyit asam dengan variasi konsentrasi ekstrak kunyit pada tabel 4. Nilai rata-rata formulasi 1 25,64 A 1,15. formulasi 2 25,92A 1,52. formulasi 3 25,45 A 0,08. Nilai yang dihasilkan memenuhi persyaratan sudut diam yang baik yaitu pada rentang 25 o Ae 40o . Berdasarkan pengujian statistik dengan one way annova didapatkan nilai signifikansi 0,874 yang berarti bahwa Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. hasil uji beda annova tidak signifikan karena memiliki nilai > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kunyit tidak mempengaruhi perbedaan sudut diam pada formulasi 1, formulasi 2 dan formulasi 3. Tabel 4. Hasil uji sudut diam Granul Effervescent kunyit Asam. Formulasi Formulasi 1 Formulasi 2 Formulasi 3 Repetisi Tinggi . Jari-jari . 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 Sudut diam ) 26,91 24,67 25,36 25,50 27,61 24,66 25,36 25,50 25,50 Rerata A SD 25,64 A 1,15 25,92 A 1,52 25,45 A 0,08 Uji Kadar Air Perhitungan kadar air granul effervescent adalah dengan menghitung kelembapan granul. Penentuan kadar air granul dilakukan dengan menghitung kadar kelembaban. Granul yang baik untuk dibuat tablet memiliki kandungan kelembaban tidak lebih dari 3-5 % . Kadar air granul akan mempengaruhi waktu alir, sudut diam, keseragaman bobot, serta kerapuhan . Tabel 5. Hasil Uji Kadar Air Granul Effervescent kunyit Asam Formulasi Repetisi Formulasi 1 Formulasi 2 Formulasi 3 Kadar Air (%) 3,96 3,56 2,65 3,18 3,07 3,43 3,24 3,65 4,89 Rerata A SD 3,39 A 0,67 3,23 A0,18 3,92 A0,86 Pengujian kadar air juga bermanfaat untuk menentukan ketahanan dalam penyimpanan sediaan granul kandungan kelembapan juga diperlukan untuk membuat ikatan antar satu partikel dengan partikel lain agar memiliki ikatan dan kompak. kelembapan yang terlalu tinggi pun dapat menjadikan granul mengalami agregasi dan aglomerasi sehingga akan menyebabkan granul sulit mengalir . Berdasarkan hasil pengujian kadar air granul effervescent kunyit Asam dengan variasi konsentrasi kunyit asem pada tabel 5. Nilai rata-rata formulasi 1 3,39 % A 0,67 standart deviasi, formulasi 2 3,23 % A 0,18 SD, formulasi 3. 3,92 % A 0,86 SD, yang telah memenuhi persyaratan kadar air yang baik yaitu pada rentang 3 % Ae 5 % . Berdasarkan pengujian statistic dengan one way annova didapatkan nilai signifikansi 0,426 yang berarti bahwa hasil uji beda annova tidak signifikan karena memiliki nilai > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi granul kunyit asam, tidak mempengaruhi perbedaan antar kelompok terhadap kadar air pada formulasi 1, formulasi 2 dan formulasi 3. Uji Distribusi Ukuran Partikel Granul Pengukuran distribusi ukuran partikel dilakukan untuk mendapatkan data bobot granul yang tertahan pada pengayak dengan berbagai macam ukuran. Granul yang baik memiliki nilai prosentasi fines yang kecil yaitu kurang dari <10% . Uji ini penting dilakukan karena ukuran partikel mempengaruhi kemampuan Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. kecepatan alir serbuk maupun granul. Semakin kecil ukuran partikel mgranul maka kecepatan alir semakin Hal ini disebabkan oleh daya kohesivitas antarpartikel semakin besar . Evaluasi distribusi ukuran partikel dilakukan untuk mengetahui variasi ukuran granul. Bobot granul yang tertinggal dalam tiaptiap ayakan ditimbang dan dihitung prosentasenya. Data kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik untuk melihat variasi ukuran partikel granul . 73,13 Bobot Granul (%) 27,31 27,88 2,85 0,77 0,47 1,55 0,66 0,99 <150 9,92 8,22 4,04 0,51 Ukuran Partikel (AA. Formula 1 Formula 2 Gambar 2. Profil Distribusi Ukuran Partikel Berdasarkan data histogram hasil granul paling banyak tertahan pada mesh ukuran mesh 50 dengan ukuran partikel A 297AAm. Dari ketiga formula % fines yang dihasilkan adalah F1:0,77%. F2: 2,85%. F3: 0,47%. Sehingga dapat disimpulkan ketiga formula memenuhi persyaratan % fines dengan nilai kurang dari 10% . Uji PH Granul Uji pH dilakukan agar dapat diketahui derajat keasaman larutan granul ekstrak kunyit asam, pH larutan effervescent yang terlampau rendah . ersifat asa. dapat menimbulkan iritasi dalam lambung manusia, sedangkan jika pH terlampau tinggi . ersifat bas. akan menyebabkan rasa menjadi pahit . Tabel 6. Hasil Uji PH Granul Effervescent kunyit Asam Formulasi Repitasi pH Granul Rerata A SD Formulasi 1 4,96 5,37 4,89 4,85 5,35 5,51 5,35 6,11 5,63 5,07 A 0,25 Formulasi 2 Formulasi 3 5,23A0,34 5,69 A 0,38 Berdasarkan tabel 7 yang menampilkan hasil uji pH granul effervescent kunyit Asem dengan variasi konsentrasi extract kunyit, didapatkan rerata nilai pH formulasi 1 5,07 A 0,25 standart deviasi, formulasi 2 5,23 A 0,34 SD, formulasi 3. 5,69 A 0,38 SD, hasil yang didapatkan belum memenuhi persyaratan pH yaitu 46 . Berdasarkan pengujian statistic dengan One Way Annova didapatkan nilai signifikansi 0,137 yang berarti bahwa hasil uji beda annova tidak signifikan karena memiliki nilai > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi granul kunyit asem, tidak mempengaruhi perbedaan antar kelompok terhadap pH pada formulasi 1, formulasi 2 dan formulasi 3. Asam pada granul effervescent disebabkan karena penambahan asam sitrat, asam tartrat dan asam jawa untuk membentuk reaksi asam basa pada granul effervescent. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Uji Waktu Larut Uji waktu larut granul dilakukan agar dapat diketahu berapa waktu yang diperlukan granul effervescent larut dalam air dengan indikator berhentinya produksi gas CO 2 dalam air. Komposisi granul effervencent mengandung asam dan basa, jika komponen basa dan asam bereaksi dengan air maka akan terbentuk gelembung yang menandakan terbentuknya gas CO2 akibat dari larutan yang melepaskan dua senyawa asam dan basa. Hasil analisis evaluasi waktu larut menunjukkan ketiga formula memiliki waktu larut kurang dari 5 menit, sehingga dapat disimpulkan waktu larut memenuhi persyaratan . Tabel 7. Hasil Uji Waktu Larut Granul Effervescent kunyit Asem Formulasi Repetisi Formulasi 1 Formulasi 2 Formulasi 3 Waktu Larut Rata-rata A SD 157 A 25,87 145,33 A 5,86 152,33 A 25,93 Berdasarkan hasil pengujian waktu larut granul effervescent kunyit asam dengan variasi konsentrasi kunyit asam pada tabel 8. Didapatkan nilai rata-rata formulasi 1 157 A 25,87 standar deviasi, formulasi 2 145,33 A 5,86 SD, formulasi 3. 152,33A 25,93 SD, hasil yang didapatkan uji waktu larut telah memenuhi persyaratan yang baik yaitu berkisar pada rentang waktu larut <5 menit. Berdasarkan pengujian statistik SPSS dengan One Way Annova didapatkan nilai signifikansi 0,805 yang berarti bahwa hasil uji beda annova tidak signifikan karena memiliki nilai > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi granul kunyit asam, tidak mempengaruhi perbedaan antar kelompok terhadap waktu larut granul pada formulasi 1, formulasi 2 dan Karena yang menjadi pembeda antar formula adalah jumlah ekstrak kunyitnya bukan bahan pengisi dari granul effervescent. Kesimpulan Ekstrak kunyit (Curcuma long. dan serbuk asam jawa (Tamarindus indic. dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent. Dari ketiga formula dengan berbagai macam variasi ekstrak kunyit yaitu F1 250 mg. F2 500 mg dan F3 750 mg menghasilkan uji mutu pada uji organoleptik uji kadar air, uji sudut diam, uji kecepatan alir, uji waktu larut dan uji pH. Variasi konsentrasi ekstrak kunyit tidak mempengaruhi hasil uji mutu fisik granul. Conflict of Interest Penulis menyatakan bahwa tidak ada potensi konflik kepentingan yang terkait dengan penelitian, penulisan, atau publikasi artikel ini. Seluruh data, analisis, dan interpretasi disampaikan secara objektif dan bebas dari pengaruh pihak ketiga. Acknowledgment Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan pendanaan melalui hibah penelitian dengan Nomor Kontrak : 0605,34/LL5INT/AL. 04/2024, 001/HE. P-P2M/SM/VI/2024 sehingga penelitian dapat terlaksana. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Madani dan Laboratorium Teknologi Universitas Ahmad Dahlan atas Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. dukungan fasilitas dan Kerjasama yang telah membantu kelancaran penelitian ini. Bantuan dan dukungan dari semua pihak sangat dihargai dalam mendukung keberhasilan penelitian ini. Referensi