Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT MANIAMOLO KABUPATEN NIAS SELATAN Yentri Susanti Ziraluo Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya yentriziraluo08@gmail. Abstrak Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dan sumber datanya adalah karyawan. Populasi dan sampel penelitian adalah 30 responden. Teknik mengumpulkan data adalah angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian manajemen menunjukkan bahwa nilai t_hitung 10,892 lebih besar daripada nilai t_tabel 1,701. Jadi, gaya kepemimpinan memengaruhi kinerja pegawai di Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut: . Pemimpin Kantor Camat Maniamolo harus terus memberikan motivasi kepada karyawannya agar mereka terus melakukan pekerjaan dengan penuh semangat. Pegawai harus melakukan pekerjaan mereka dengan penuh semangat dan memaksimalkan hasil. Kata Kunci: Gaya. Kepemimpinan. Kinerja Pegawai Abstract The purpose of this study is to ascertain how leadership style affects worker performance in the South Nias Regency's Maniamolo Subdistrict Office. Thirty respondents make up the population and sample in this quantitative study, which uses employees as its data source. A questionnaire is used to collect data. Simple linear regression analysis is the data analysis technique that is applied. Management research findings indicate that t_count value is 10. 892 > t_table 1. Thus, it can be said that the Maniamolo District Head Office in South Nias Regency experiences a correlation between employee performance and leadership style. The findings of this study recommend that: . The Maniamolo Subdistrict Office leader should always inspire and motivate staff members so they would be motivated to work hard and enthusiastically. Workers at the Maniamolo Subdistrict Office aim to do their jobs with zeal and to use their skills to the fullest extent possible to achieve the best possible results. Keywords: Leadership. Style. Employee Performance Pendahuluan Sumber komponen penting dalam menentukan seberapa baik sebuah organisasi beroperasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia harus dibina dengan hati-hati dan cermat untuk memberikan hasil yang optimal untuk perusahaan. Karena ada hubungannya dengan jenis kepemimpinan yang harus diterapkan oleh https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X seorang pemimpin dalam suatu organisasi, para pemimpin harus memiliki sifat kreatif, kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, kemampuan untuk mengatur, dan bawahannya dengan cara yang sesuai Pengembangan pembentukan lingkungan kinerja yang menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi adalah hal yang diperlukan dalam Untuk menggerakkan potensi sumber daya manusia yang diharapkan, pemimpin organisasi harus mampu menerapkan potensi kinerja kepada karyawan mereka agar mereka dapat memaksimalkan potensi Menurut Oemar Hamalik . AuSikap, kepemimpinan dikenal sebagai gaya kepemimpinanAy. Gaya kepemimpinan bawahannya dalam melaksanakan aktivitas dan kegiatannya. Sangat penting bagi seorang pemimpin untuk mendorong dan Semakin kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dalam organisasi, semakin besar kemungkinan karyawan akan merasa puas dengan pekerjaan Kepemimpinan bersama-sama, komunikasi yang baik, memberikan nasihat, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Sebaliknya, kepemimpinan yang lebih buruk akan menyebabkan masalah yang lebih sulit diselesaikan, seperti pimpinan yang terlalu fokus pada penyelesaian masalah masal. Seorang pemimpin harus memimpin dengan baik agar dapat mempengaruhi karyawannya, terutama mereka yang Kinerja pegawai pada dasarnya merupakan sikap mental seseorang yang memiliki pandangan secara optimis dan keyakinan diri terhadap pekerjaan yang dibebankan, bahwa hasil yang baik dan dapat digunakan di masa depan akan dihasilkan dari tindakan yang dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab hari ini. Dengan kata lain, pegawai yang melakukan pekerjaannya dengan efektif dan efisien akan meningkatkan kinerja mereka dan menghasilkan pegawai yang lebih baik dan lebih unggul. Faktor-faktor yang dapat mengurangi kinerja karyawan kemampuan, dan pengalaman dalam pekerjaan, kurangnya perhatian pemimpin terhadap karyawan, dan sikap tidak bertanggung jawab terhadap tugas mereka. Akibatnya, kinerja pegawai dalam suatu organisasi sangat penting dan sangat Kinerja karyawan adalah hasil dari kinerja karyawan yang mencapai standar tertentu di tempat kerja mereka. Organisasi juga dapat membantu kinerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, di mana pemimpin dapat melihat seberapa nyaman karyawan mereka bekerja dan memberikan motivasi yang kuat untuk mencapai target. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja pegawai, penting bagi para pemimpin organisasi untuk memperhatikan gaya kepemimpinan yang mereka gunakan, https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 khususnya bagaimana gaya kepemimpinan ini dapat menunjang kinerja pegawai. Organisasi harus mengetahui informasi tentang gaya kepemimpinan ini karena gaya kepemimpinan ini merupakan komponen penting dari sistem yang Berdasarkan hasil observasi di Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan bahwa pemimpin masih kurang dalam mengambil keputusan, mungkin karena pemimpin kurang dalam mengambil keputusan, kurangnya motivasi untuk pegawai melakukan tugas, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa pegawai yang tidak merasa termotivasi dan kurang bersemangat dalam pekerjaannya, dan kurangnya pengakuan atas kerja pegawai karena pemimpin tidak konsisten dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin menggunakan gaya kepemimpinannya untuk mempengaruhi Menurut Nasution . AuGaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya,Ay Selanjutnya. Menurut Thoha . "Gaya kepemimpinan adalah norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba memengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat". E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dalam bekerja untuk dapat memberikan hasil yang memuaskan ditempatnya bekerja dalam suatu paket atau bagian pekerjaan tertentu atau pada suatu periode waktu tertentuAy. Konsep Kinerja Pegawai (Y) Pada dasarnya, kinerja adalah hasil yang dicapai oleh individu atau kelompok dalam sebuah organisasi dalam jangka waktu tertentu. Menurut Sinambela, dkk AuKinerja kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu menurut keahlian tertentuAy. Selanjutnya menurut Duha . mengatakan Aukinerja dapat diartikan sebagai cara atau kemampuan individu Jenis-Jenis Gaya Kepemimpinan (X) Gaya kepemimpinan adalah suatu cara seseorang dalam memimpin orang lain. Menurut Gatto dalam Mulyan . , ada 4 jenis gaya kepemimpinan, yaitu sebagai berikut : Gaya Direktif Pada umumnya. Pemimpin yang direktif tidak hanya terlibat dalam membuat keputusan penting tetapi juga terlibat dalam melaksanakan keputusan tersebut. Semua tugas dijalankan oleh pemimpin, dan orang lain memiliki sedikit kebebasan untuk Pada dasarnya, gaya ini keras kepala. Gaya Konsultatif Gaya direktif adalah dasar dari gaya tidak otoriter dan lebih banyak berinteraksi dengan karyawan atau anggota organisasi. Untuk mencapai tujuan ini, pemimpin harus lebih banyak berkonsultasi, mendorong, dan memberi saran. Gaya Partisipatif Bermula dari gaya konsultatif, gaya partisipatif dapat berkembang ke arah kepercayaan antara pemimpin dan Pemimpin mempercayai staf untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka. Sementara itu, kontak konsultatif terus Kepemimpinan gaya ini mendorong kelompok untuk membuat keputusan dan bekerja sama dengan mendengar, menerima, dan bekerja Gaya Delegasi https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Gaya karyawan untuk mengambil inisiatif Tidak ada interaksi dan kontrol dari pemimpin, jadi upaya ini hanya menyadari kemampuan mereka dan percaya bahwa mereka akan mencapai tujuan organisasi. Faktor-Faktor Mempengaruhi Kinerja Pegawai (Y) Menurut Suparno Widodo . menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawaiAy yaitu : Sasaran Ada rencana yang jelas untuk tujuan Standar Berhasilnya seseorang mencapai tujuan organisasi diukur dengan standar. Umpan balik Informasi mencapai sasaran sesuai dengan Peluang Beri individu kesempatan untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sarana Memberikan sarana yang diperlukan untuk membantunya menyelesaikan Kompetensi Pelatihan yang efektif berarti bukan hanya belajar tentang sesuatu, tetapi juga belajar bagaimana melakukannya. Motivasi Memotivasi seseorang untuk bertindak atau berpikir dengan alasan, baik secara sadar atau tidak sadar. Menurut Afandi . 8:86-. faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja adalah: Keahlian dan kemampuan Pegawai yang menyelesaikan latihan mereka https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dengan akurat akan melakukan lebih banyak dan menghasilkan hasil kerja yang lebih baik untuk organisasi. Pengetahuan: Seseorang yang memiliki pengetahuan pasti akan bekerja sesuai dengan harapan organisasi. Mereka tahu bagaimana menyelesaikan tugas sehingga menghasilkan output yang Kepribadian: Seseorang yang memiliki kepribadian yang baik tentunya akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan mencapai hasil terbaik. Kepemimpinan: Kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif karena anggotanya dengan lebih baik. Bugaya Organisasi: Ide-ide seperti disiplin kerja dan saling memotivasi. Lingkungan kerja: Organisasi harus dapat menciptakan lingkungan kerja yang ideal untuk karyawan. Disiplin mematuhi aturan di tempat kerja. Indikator Gaya Kepemimpinan (X) Indikator berfungsi sebagai alat untuk kepemimpinan mereka di dalam organisasi. Menurut Arpandi, dkk . , indikator gaya kepemimpinan antara lain sebagai berikut : Kematangan spiritual, sosial, dan fisik Menunjukkan keteladanan Dapat memecahkan masalah dengan Jujur Memiliki keterampilan komunikasi dan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Selanjutnya, menurut Kartono dalam Setiawan . menyatakan sebagai Kemampuan mengambil keputusan Keputusan pendekatan sistematis terhadap fakta pilihan yang dihadapi dan penentuan tindakan terbaik. Kemampuan Memotivasi Kemampuan kekuatan yang mendorong seorang keterampilan dan keahliannya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi Kemampuan Komunikasi Kemampuan kemampuan seseorang untuk secara menyampaikan ide, pesan, atau pikiran dengan baik kepada orang lain. Kemampuan memberikan arahan Seorang pemimpin memberikan arahan dan petunjuk kepada karyawannya untuk memastikan bahwa mereka bekerja sesuai dengan rencana. Indikator Kinerja Pegawai (Y) Menurut Duha . indikator kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Kuantitas Standar sebenarnya dengan volume kerja yang seharusnya . tandard kerja norma. Kualitas Standar ini menekankan pada kualitas kerja yang dihasilkan dibandingkan dengan volume kerja yang dihasilkan. Ketepatan waktu Ketepatan waktu adalah penggunaan jam kerja yang diatur oleh organisasi. Kehadiran https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kehadiran pegawai untuk mematuhi peraturan organisasi tentang waktu masuk dan keluar kerja, jumlah kehadiran, dan keluar bukan untuk urusan dinas. Kemampuan Kerja sama Kemampuan membuat konsep dan tindakan baru yang membantu menyelesaikan tugas. Selanjutnya menurut Mangkunegara . antara lain sebagai berikut: Kualitas kerja Seberapa baik seorang karyawan melakukan tugas yang seharusnya. Kuantitas kerja Seberapa lama seorang karyawan bekerja dalam sehari Kecepatan kerja setiap karyawan menunjukkan jumlah kerja ini. Tanggung jawab Kesadaran bahwa karyawan memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas yang diberikan perusahaan. Kerjasama Seberapa menyelesaikan tugas mereka dengan bekerja sama dengan tim yang akurat dan tidak melakukan kesalahan. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat kausal. Menurut Sugiyono . "penelitian kuantitatif yang menyelidiki populasi dan sampel tertentu". Peneliti memilih jenis penelitian kuantitatif karena mereka dapat mengetahui bagaimana dua variabel atau lebih mempengaruhi fenomena tertentu. Populasi dan Sampel Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah semua pegawai yang sedang bekerja atau pernah bekerja di Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Kantor Camat Maniamolo yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai di Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan yang berjumlah 30 orang. E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Memotivasi 4,5,6 Komunikasi 7,8,9 Pengarahan 10,11,12 Jumlah Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan mengirimkan kuesioner atau angket langsung kepada peserta untuk mendapatkan data yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggung Angket penelitian terdiri dari dua variabel: gaya kepemimpinan dan kinerja pegawai. Alternatif jawaban dari menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono . AuSkala Likert digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, dan penerimaan seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena Ay. Jawaban dapat diberi skor jika diperlukan analisis kuantitatif. Sumber : Desain Penulis, 2024 Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang dicapai oleh seorang karyawan saat melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya. Indikator kinerja pegawai dapat dilihat dibawah ini : Tabel 3. Indikator Kinerja Pegawai (Y) Indikator Nomor Item Jumlah Kualitas 1,2,3 Kuantitas 4,5,6 Tanggung 7,8,9 10,11,12 Jawab (Sugiyono, 2018:. Sangat Setuju (SS) = Skor 5 Setuju (S) = Skor 4 Ragu-ragu (RR) = Skor 3 Tidak Setuju (TS) = Skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = Skor 1 Definisi Operasional Variabel Penelitian Pada dasarnya, gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya untuk mencapai tujuan mereka. Dalam hal ini, gaya kepemimpinan dapat diukur melalui indikator yang akan di tunjukkan dibawah Tabel 1. Indikator Gaya Kepemimpinan (X) Indikator Nomor Item Jumlah Pengambilan 1,2,3 Keputusan https://jurnal. id/index. php/JIM Kerjasama Jumlah Sumber : Desain Penulis, 2024 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Tabel 3. UjiValiditas Gaya Kepemimpinan (X) Pada Saat Uji Pada Saat Coba Penelitian Ket. N= 15 N=15 N=30 N=30 0,795 0, 514 0,720 0,355 Valid 0,833 0, 514 0,586 0,355 Valid 0,867 0, 514 0,718 0,355 Valid 0,923 0, 514 0,584 0,355 Valid 0,823 0, 514 0,629 0,355 Valid 0,881 0, 514 0,369 0,355 Valid Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X 0,823 0, 514 0,760 0,355 Valid 0,923 0, 514 0,584 0,355 Valid 0,923 0, 514 0,471 0,355 Valid 0,823 0,823 0, 514 0,719 0,518 0,652 0,355 0,355 0,355 Valid Valid Valid 0, 514 0, 514 Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Tabel 3 di atas menunjukkan perhitungan validitas item-total statistic. Ini terjadi baik saat uji coba instrumen penelitian dilakukan pada 15 responden di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan, di mana semua butir pernyataan menunjukkan nilai R hitung yang lebih besar dari R tabel. Hal ini juga terjadi pada 30 responden di Kantor Camat Maniamolo, di mana semua butir pernyataan menunjukkan nilai R hitung yang lebih besar dari R tabel. Kemudian disimpulkan bahwa item nomor 1Ae12 valid dengan rhitung > rtabel. Tabel 4. Hasil Validitas Kinerja Pegawai (Y) Pada Saat Uji Pada Saat Coba Penelitian Ket. N= 15 N=15 N=30 N=30 0,893 0, 514 0,763 0,355 Valid 0,893 0, 514 0,583 0,355 Valid 0,885 0, 514 0,757 0,355 Valid 0,962 0, 514 0,627 0,355 Valid 0,962 0, 514 0,660 0,355 Valid 0,893 0, 514 0,691 0,355 Valid 0,838 0, 514 0,554 0,355 Valid 0,885 0, 514 0,706 0,355 Valid 0,893 0, 514 0,433 0,355 Valid https://jurnal. id/index. php/JIM 0,962 0,885 0, 514 0, 514 0,622 0,547 0,664 0,355 0,355 0,355 Valid Valid Valid 0, 514 Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Tabel 4. di atas menunjukkan perhitungan validitas item-total statistic. Dalam kasus di mana uji coba instrumen penelitian dilakukan pada 15 responden di Kantor Camat Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan, semua butir pernyataan menunjukkan nilai R hitung yang lebih besar dari R tabel. Dalam kasus lain, ketika uji coba instrumen penelitian dilakukan pada 30 responden di Kantor Camat Maniamolo, semua butir pernyataan menunjukkan nilai R hitung yang lebih besar dari R tabel. Uji Reliabilitas Tabel 5. Uji Reliabilitas Gaya Kepemimpinan Kerja (X) Pada Saat Uji Coba Pada Saat Penelitian (N=. (N=. Reliability Reliability Statistics Statistics CronbachAos N of CronbachAos N of Alpha Items Alpha Item ,966 ,824 Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Berdasarkan Tabel 5, konstruk atau variabel dianggap realibel jika memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,976 . ji cob. dan 0,866 . enelitian sebenarny. yang lebih besar dari 0,60. Disimpulkan bahwa komponen penelitian tersebut Tabel 6. Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Pada Saat Uji Coba (N=. Reliability Statistics CronbachAos N of Alpha Items Pada Saat Penelitian (N=. Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Item Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X ,966 ,824 Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Berdasarkan Tabel 6, konstruk atau variabel dianggap realibel jika memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,60. Nilai 0,976 untuk uji coba dan 0,866 untuk penelitian sebenarnya adalah masingmasing lebih dari 0,60. Disimpulkan bahwa komponen penelitian tersebut reliabel. Uji Normalitas Data Tabel 7. Uji Normalitas Data Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Menurut tabel 8, variabel Gaya Kepemimpinan (X) memiliki nilai t_hitung 10,892 dan tingkat signifikan 0,000. Sementara itu, nilai t_tabel pada = 0,05 adalah 1,701. Dengan tingkat kebebasan . -k-. = 28. Secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap variabel terikat, karena nilai t_hitung . lebih besar dari nilai t_tabel . dan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean ,0000000 Parametersa,b Std. Deviation ,90068815 Most Extreme Absolute Differences ,175 Positive ,175 Negative -,080 Test Statistic ,175 Asymp. Sig. -taile. ,019c Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Error Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Data residual berdistribusi normal, seperti yang ditunjukkan oleh tabel 7, karena nilai Tes Satu Sampel KolmogorovSmirnov sebesar 0,019 lebih besar dari 0,5. UJiParsial (Uji . Tabel 8. Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta (Consta 4,660 Gaya Kepemi ,991 ,091 ,899 Dependent Variable: Kinerja Pegawai ,899a Adjusted of the Durbin- Square R Square Estimate Watson ,735 ,802 3,257 1,839 Predictors: (Constan. Gaya Kepemimpinan Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber :Hasil Olahan Penelitian 2024 dengan alat bantu SPSS Version 21. Hasil pengolahan data menunjukkan koefisien determinasi (R^. sebesar 0,802, yang menunjukkan bahwa variabel bebas . aya kepemimpina. bertanggung jawab atas 73,5% keragaman variabel terikat . inerja pegawa. , dan variabel lain yang tidak dikenal sebagai variabel penelitian memengaruhi 26,5% dari variabel lain. Sig. ,194 ,848 ,000 Metode Analisis Data Berdasarkan hasil analisis dan melalui pengujian validitas dan reliabilitas variabel Gaya Kepemipinan (X) dan kinerja pegawai (Y), data dikumpulkan yang https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 menunjukkan bahwa item yang telah disusun oleh penulis dapat digunakan sebagai alat penelitian. Y = bX Y= 10,677 0,991 X Keterangan : = Variabel Terikat = 10,677 = 0,991 = Variabel bebas Menurut model regresi sebelumnya, koefisien variabel bebas menunjukkan tanda positif. Ini menunjukkan bahwa variabel terikat, kinerja pegawai, akan meningkat ketika variabel bebas, gaya Persamaan regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai konstanta 10,677 adalah nilai variabel kinerja pegawai, dan ketika variabel gaya kepemimpinan bernilai . , nilai variabel kinerja pegawai akan berdampak pada kinerja pegawai. Satuan ini menunjukkan bahwa adanya gaya kepemimpinan berdampak pada kinerja pegawai. Untuk meningkatkan kinerja mereka, organisasi harus menjaga memberikan gaya kepemimpinan yang instensif kepada anggota staf untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam Ini harus diukur sebagai ukuran atau kualitas keberhasilan kerja yang dicapai oleh anggota staf, sehingga mereka ditunjukkan mampu mencapai tujuannya. Penutup Hasil penelitian dan diskusi yang telah diuraikan memungkinkan kita untuk pegawai di Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Persamaan regresi sederhana menunjukkan bahwa Y= 10,677 https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X 0,991 X, hal ini didukung beberapa hasil pengujian yaitu : Terdapat pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Kantor Camat Maniamolo Kabupate Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan, peneliti menyarankan beberapa hal berikut ini : Pemimpin Kantor Camat Maniamolo harus terus memberikan motivasi kepada karyawan organisasi untuk terus Pegawai yang bekerja di Kantor Camat Maniamolo harus melakukan tugas mereka dengan penuh semangat dan memaksimalkan hasil pekerjaan mereka dengan cara terbaik sesuai dengan kemampuan mereka. Daftar Pustaka