JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 IMPLEMENTASI METODE CERTANITY FACTOR UNTUK MENDETEKSI HAMA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS MOBILE Dayat Subekti. Chanief Budi Setiawan. Alfindra Habib Nugroho. Joni Indra Pratama. 1, 3, 4 Informatika Fakultas Teknik dan Teknologi Industri. Universitas Jenderal Achmad Yani. Yogyakarta 2 Teknolofi Informasi Fakultas Teknik dan Teknologi Industri. Universitas Jenderal Achmad Yani. Yogyakarta Co Responden Email: dayat. subekti@gmail. Abstract Article history Received 03 Oct 2025 Revised 30 Dec 2025 Accepted 15 Jan 2026 Available online 31 Jan 2026 Keywords Rice. Pests. Diseases. Certainty factors This research addresses a topic that is relevant and in line with, and supports, the government's food security program. This study discusses a method for detecting and diagnosing rice plant pests and diseases. The purpose of this research is to assist farmers in anticipating pests and diseases, thus achieving optimal harvest The research method uses the Certainty Factor and the waterfall method for the system development stages, which consist of analysis, design, implementation, and testing, while the Certainty Factor is used to calculate the accuracy level. The results of this research are intended to assist farmers and the government in realizing the food security program by increasing harvest yields, especially for rice farmers. Method for system development stages consisting of analysis, design, implementation, and testing while the weighted product method for calculating bonuses. The result of this research is a mobile-based application specifically for farmers and the government to support the food security program by increasing harvest yields, especially for rice farmers Abstrak Riwayat Diterima 03 Okt 2025 Revisi 30 Des 2025 Disetujui 15 Jan 2026 Terbit online 31 Jan 2026 Kata Kunci Padi. Hama. Penyakit. Certainty Factor Penelitian ini megambil topik yang sesuai dan sejalan serta mendukung dengan program pemerintah yaitu tentang ketahanan pangan. Penelitian ini membahas tentang sebuah metode dalam mendeteksi dan mendiagnosa hama dan penyakit tanman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah ikut membantu bagi petani dalam mengantisipasi hama dan dan penyakit sehingga diharapkan hasil panen bisa Jalan penelitian menggunakan metode yaitu Certainty Factor dan metode waterfall untuk tahapan pengembangan sistem yang terdiri dari analisis, desain, implementasi, dan pengujian sedangkan Certainty Factor untuk perhitungan tingkat Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang berbasis mobile diperuntukan bagi petani khususnya dan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan dengan jalan menaikan hasil panen khusunya petani padi. PENDAHULUAN Kebutuhan beras di Indonesia makin lama semakin meningkat karena beras merupakan makanan pokok. Produksi padi di Indonesia JanuariOeSeptember diperkirakan sebesar 45,33 juta ton Gabah Kering Giling(GKG) penurunan sekitar 105,09 ribu ton GKG . ,23 perse. dibandingkan JanuariOeSeptember 2022 yang sebesar 45,43 juta ton GKG. Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2023, potensi produksi padi sepanjang OktoberOeDesember 2023 ialah sebesar 8,30 juta ton GKG. Dengan demikian, total produksi padi pada 2023 diperkirakan sebesar 53,63 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebanyak 1,12 juta ton GKG . ,05 perse. dibandingkan 2022 yang sebesar 54,75 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2022 dan 2023 terjadi pada Maret, sementara produksi padi terendah pada 2023 diperkirakan terjadi pada Desember. Produksi padi pada Maret 2023 sebesar 8,92 juta ton GKG, sedangkan produksi padi pada Desember 2023 diperkirakan sebesar 1,93 juta ton GKG(Badan Pusat Statistik, 2. Dengan adanya data tersebut maka bisa diprediksikan untuk meningkatkan produksi padi harus dilakukan upaya atau usaha diantaranya adalah memanfaatkan lahan tadah JIKA | 36 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 hujan(Kasno et al. , n. Diberbagai daerah di Banyumas dan Daerah Istimewa Yogyakarta banyak memanfaatkan tadah hujan menjadi penyumbang produksi padi nasional tertinggi setelah usahatani padi sawah irigasi. Produksi usaha tani padi sawah tadah hujan menghadapai banyak kendala seperti teknologi budidaya dan perubahan cuaca, serta produksi(Novia et al. , n. )(Mawardi et al. Pemanfaatan lahan tadah hujan juga digunakan sebagai ujicoba untuk tanaman padi yang varietas unggul ini dilakukan di daerah Papua kabupaten Jayapura(Beding & Tiro. Pada saat yang bersamaan bahwa masih banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil panen padi yang berkualitas, hal ini karena padi yang ditanam oleh petani kerap diserang oleh berbagai macam hama tanaman dan penyakit. Salah satu faktornya yang paling merugikan dalam produksi tanaman padi ini adalah hama dan penyakit(Nafisa et al. , n. dengan kurangnya pengetahuan petani terhadap cara mengatasi penyakit padi tesebut maka dapat dipastikan bahwa hasil yang akan diperoleh tidak bisa maksimal(Matias Tobing et , 2. Hal yang sering terjadi, banyak kerugian yang diakibatkan karena adanya penyakit tanaman padi yang terlambat untuk didiagnosis dan sudah mencapai tahap yang parah dan menyebabkan terjadinya gagal panen(Maria et al. , n. Pengenalan terhadap jenis hama yang menyerang merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam usaha pengendaliannya. Hama tanaman padi tersebut dapat menjadi kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi. hama tersebut dapat merusak tanaman padi hingga membuat gagal panen(Sularno & Anggraini, 2. Pada penelitian yang lain disebutkan bagaimana menanggulangi hama yaitu dengan cara untuk membasmi hama wereng yang sedang menyerang tanaman petani dan memberikan subsidi berupa obat pembasmi wereng yang langsung diaplikasikan pada salah satu lahan milik petani(Rahmah & Fitriana. Usaha yang lain untuk memperkuat hasil tanaman padi yaitu dengan paket teknologi budidaya padi ramah lingkungan merupakan salah satu teknologi yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan agroekologi dari P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 gangguan hama penyakit dan meningkatkan produksi padi(Gusti et al. , n. Hama tanaman padi tersebut dapat menjadi kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi, karena hama tersebut dapat merusak tanaman padi hingga membuat gagal panen(Sularno & Anggraini, 2. Peningkatan hasil optimal dan di dapatkan beras sesuai dengan keinginan dari petani serta tidak membutuhkan waktu yang relatif tidak terlalu lama, kondisi Kesehatan tanaman padi mereka, para petani pun dapat mengetahui penjelasan, gejala, serta pengendalian atas penyakit yang menyerang tanaman padi mereka. Permasalahan mengenai serangan hama dan penyakit pada tanaman padi yang dapat menurunkan angka produksi (Kusuma et al. , 2. Sistem pakar adalah cabang dari kecerdasan buatan (AI) dan didefinisikan sebagai sistem yang berusaha untuk mengadopsi pengetahuan atau kemampuan manusia ke dalam komputer sehingga komputer dapat menyelesaikan masalah seperti seorang pakar atau orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, yaitu orang yang memiliki pengetahuan atau kemampuan khusus yang orang lain tidak memiliki(Setyaputri et al. Solusi untuk suatu masalah melalui interaksi pengguna diantaranya menggunakan sistem pakar(Irfan Yahya et al. , 2. Dalam sistem pakar komponen yang mempengaruhi hasil adalah basis pengetahuan. Basis pengetahuan berisi pengetahuan -pengetahuan masalah(Adellia et al. , n. Keterbaruan dalam penelitian ini adalah membuat aplikasi yang berkaitan dengan hama dan penyakit pada tanaman padi menggunakan metode CF. Penelitian ini adalah adalah penelitian yang merupakan dasar untuk menentukan hama dan penyakit, yang diambil dari gejala atau tanda tanda yang akan menghasilkan sebuah penyakit tertentu, sedangkan untuk keberlangsungan dari penelitian ini adalah bisa dikembangkan lagi untuk kasus tanaman yang lain yang biasa ditanam di kelompok tani AuTani MakmurAy, diimplemenasikan dalam berbagai kasus. sistem pakar dan sistem pendukung keputusan, sebagai contoh untuk sistem pakar misalnya untuk penangan penyakit pada tanaman padi sedangkan untuk sistem pedukung keputusan seperti sistem pakar untuk mendeteksi penyakit JIKA | 37 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 dan hama tanaman padi berbasis Mobile. Penitian ini juga sejalan dengan ketahan nasional yakni dibidang pertanian dengan penanganan hama dan penyakit pada tanaman padi sedini mungkin diharapkan akan mendapatkan hasil panen yang maksimal, yang pada akhirnya akan mendapatkan kesejahteraan pada khususnya petani dan kesejahteraan pada Dalam perhitungan metode Certainty Factor dengan keilmuan dari pakarnya langsung dapat mempermudah dalam hal mendiagnosa penyakit tanaman dan hasil pengujian yang dihasilkan menunjukkan tingkat akurasi yang lebih tinggi (Meniati et al. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan studi literatur untuk bahan penelitian. Bahan dan Alat Penelitian Bahan dan Alat Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak diantaranya sistem operasi yang dilakukan dengan system operasi windows, bahasa pemrograman python, framework flutter, basis data MYSQL. Jalan penelitian menggunakan 2 metode yaitu metode waterfall dan metode Certanity Factor. Jalan Penelitian Pada penelitian ini menggunakan tahapan-tahapan untuk mencapai hasil akhir. Tahapan-tahapan yang digunakan dapat dilihat pada gambar 1. P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Sistem Pakar Sistem Pakar adalah bagian dari kecerdasan buatan yang dapat bekerja seperti seorang pakar. Mereka tidak dapat menggantikan kecerdasan manusia, tetapi pengetahuan manusia komputer agar komputer dapat menyelesaikan masalah dan mencari kesimpulan seperti seorang Sistem pakar juga dapat memberikan rekomendasi solusi dan memberikan penjelasan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan(Hutabarat F & Nasution. Salah satu keuntungan dari sistem pakar adalah Diagnosa Hama Tanaman Padi yaitu Sistem pakar ini dirancang untuk memberikan dukungan kepada para petani padi dalam memperoleh informasi terkait hama yang menyerang tanaman mereka, tanpa memerlukan konsultasi langsung dengan pakar pertanian. (Aini N Dwi & Rudianto, 2. Certainty Factor Certainty Factor (CF) adalah metode mendefinisikan ukuran kepastian terhadap seorang pakar terhadap masalah yang di Ada dua jenis model yang sering menghitung tingkat keyakinan CF . Faktor kepastian menunjukkan kepastian terhadap suatu fakta. CF (Centrainty Factor H (Hypothesi. E (Evidenc. MB (Measure of Belie. MD (Measure of Disbelie. Niali CF (Rul. diperoleh dari interprestasi AutermAy dari pakar menjadi nilai MD/MB. Seperti terlihat di tabel 1. Tabel 1. Nilai term Gambar 1. Flowchart Sistem Certainty Term Pasti Tidak Hampir Pasti Tidak Kemungkinan Besar Tidak CFakhir -1,0 -0,8 -0,6 JIKA | 38 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 Mungkin Tidak -0,4 Tidak Tahu/Tidak Yakin -0,2 s. d 0,2 Mungkin Kemungkinan Besar Hampir Pasti Pasti Untuk menentukan Certainty Factor menggunakan formula sebagai berikut: CF[H. E]=MB[H. E]OeMD[H. E] Keterangan CF(H. E) : Certainty Factor hipotesa yang pengaruhi oleh eviden E. MB(H,E) : Measure Of Belief terhadap hipotesis H. Jika diberikan eviden E . ntara 0 dan . MD(H,E): Measure Of Desbelief . ilai : Evidence . eristiwa/fakt. : Hipotesis/Anggaran dasar P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 P010 P011 P012 P013 Menentukan Gejala. Pada tahap ini penentuan Gejala yang dihasilkan dari pengambilan data. Adapun jenis gejala yang muncul dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Gejala Kode Deskripsi G001 Memakan batang tumbuhan muda Menghisap butir-butir padi yang masih Kulit biji akan berwarna kehitam-hitaman Memakan biji-bijian yang sudah G002 G003 G004 G008 Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang-lubang Daun dan batang kemudian kering, dan Membuat lubang-lubang pada pematang sawah dan sering berlindung disemak Memakan dedaunan bahkan pangkal G009 Daun hanya tersisa rangka atau tulang daunnya saja G0010 G0011 G0012 Daun timbul bercak-bercak kecil lalu menguning hingga orange Memakan humus dan akar tanaman Pertumbuhan daun padi tidak normal G0013 Pucuk tanaman menjadi kering dan mudah dicabut G0014 G0015 G0016 Daun padi menjadi putih, tinggal kerangka daunnya saja Terdapat gulungan atau kantung di daun Terdapat bintik kehitaman pada daun G0017 G0018 Daun berbentuk belah ketupat dengan ujung meruncing Tanaman kerdil G005 G006 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis kebutuhan sistem sangat penting untuk menentukan apakah sistem baru yang diimplementasikan akan sesuai atau tidak, bahkan apakah tujuannya bisa tercapai atau Maka dari itu pada tahapan ini akan dijelaskan kebutuhan sistem yang akan Sistem dapat mengelola data hama dan Sistem dapat mengelola menganalisa Penentuan Rule atau aturan yang diambil dari sistem pakar. Berikut ini tahapan dalam proses dengan metode Certainty Factor: Menentukan Hama dan Penyakit Pada analisis data ini memiliki data hama dan penyakit sebanyak 13 yang ditampilkan pada tabel 2. Tabel 2. Hama dan Penyakit Kode Nama P001 Tikus P002 Walang Sangit P003 Wereng P004 Ulat P005 Tungau P006 Anjing Tanah P007 Penggorok Daun P008 Blas P009 Hawar Tungro Busuk Batang Bercak Daun Ganjur G007 G0019 G0020 G0021 G0023 G0024 G0025 G0026 G0027 Bercak garis agak basah dan bercak akan membesar menjadi keabu-abuan Daun menjadi keriput dan mengulung Pelepah dan helaian daun memendek Terdapat bintik kehitaman pada daun Batang seperti terbakar Menyebakan biji padi menjadi hampa Tanaman padi dewasa busuk dan kering Biji bercak-bercak coklat tetapi tetap ada JIKA | 39 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Langkah berikutnya adalah penentuan Rule atau aturan yang bisa dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Penentuan Rule/Aturan Aturan IF Memakan batang tumbuhan muda AND Membuat lubang-lubang pematang sawah dan sering berlindung disemak-semak THEN Tikus IF Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang-lubang. AND Daun dan batang kemudian kering dan mati THEN Wereng IF Menghisap butir-butir padi yang masih cair AND Kulit biji akan berwarna kehitamhitaman AND Memakan biji-bijian yang sudah mengeras THEN Walang sangit IF Memakan dedaunan bahkan pangkal batang AND Daun hanya tersisa rangka atau tulang daunnya saja THEN Ulat IF Daun timbul bercak-bercak kecil lalu menguning hingga orange THEN Tungau. IF memakan humus dan akar tanaman. THEN Anjing tanah atau orong-orong. IF Pertumbuhan daun padi jadi tidak normal AND Pucuk tanaman menjadi kering dan mudah dicabut THEN Ganjur IF Daun padi menjadi putih, tinggal kerangka daun nya saja AND Daun keriput dan menggulung THEN Pengorok daun atau hama putih. IF Terlihat bintik kehitaman pada daun AND Daun berbentuk belah ketupat dengan ujung meruncing AND Tanaman kerdil. THEN Blas. IF Bercak garis agak basah dan bercak akan membesar menjadi keabu-abuan AND Daun keriput dan THEN Hawar daun bakteri / penyakit kresek IF Tanaman Kerdil AND Pelepah helaian daun memendek AND Daun timbul bercak-bercak kecil lalu mnguning hingga orange THEN Tungro. IF Terlihat bintik kehitaman pada daun AND Batang seperti terbakar AND Menyebabkan biji padi menjadi hampa THEN Busuk batang. IF Tanaman padi dewasa busuk dan kering AND Biji bercak-bercak coklat tetapi tetap ada isinya THEN Penyakit Bercak daun. Gambar 2. Halaman Login Halaman Dasboard Pada halaman ini berisi dari menu yang ada pada sistem pakar dari aplikasi Agripadi berisi Jenis Hama dan Penyakit. Trend Penyakit. Diagnosa dan User manual. Untuk tampilan ada di gambar 3. IMPLEMENTASI DESAIN INTERFACE Halaman Login Pada halaman login ini sistem akan menampilkan form untuk memasukan username dan password yang sudah tersimpan dan nantinya sistem akan menampilkan halaman dashboard jika login berhasil. Tampilannya dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 3. Halaman Menu Untuk daftar hama dan penyakit sudah ada seperti yang ada pada tabel 2. Halaman diagnosa Pada halaman ini digunakan untuk mendiagnosa gejala yang berupa pilihan beberapa gejala dan hasil outputnya berupa hama dan penyakit yang muncul berdasarkan nilai adalah, dapat dilihat pada Gambar 4. JIKA | 40 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 36-42 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Tabel 5. Pengujian Fungsi Login dan membuat Fungsi Skenario Login Memasukan username dan pasword valid Login Memasukan username dan tidak valid Memb User Memasukan Mengklik Logout Logout Gambar 4. Halaman hasil dari diagnosa Halaman Trend penyakit Pada halaman ini menampilkan penyakit yang sering muncul di daerah dan menduduki rangking yang peling tinggi. Pada data sangat membantu khususnya bagi Petugas penyuluh pertanian atau PPL dalam memberikan antsipasi baik hama dan penyakit. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 5. Hasil yang Berhasil akan masuk ke dalam Keteran Berhasil Akan keterangan login eror dan tidak kedalam sistem. Usernam berhasil dibuat Berhasil Berhasil akan kembali ke login Berhasil Tabel 6. Pengujian Fungsi Diagnosa Fungsi Skenario Memilih area/keca Memilih Menampilkan daftar list Memilih gejala dengan men Hasil yang PENGUJIAN SISTEM Pengujian sistem ini menggunakan blackbox testing dengan jenis functional testing berfokus pada pengujian dengan cara menguji setiap fitur dengan lebih spesifik agar pengembang sistem dapat mengetahui apakah program yang dibuat telah memenuhi persyaratan fungsional sistem atau tidak. Keterangan Menampilkan Berhasil Berhasil data Berhasil Mendiag Mengklik Berhasil nosa dari tombol diagnosa dipilih Gambar 5. Halaman output Trend penyakit Berhasil Berhasil KESIMPULAN Implementasi metode Certainty Factor menghasilkan diagnosis penyakit dan hama padi dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Sistem ini dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan bagi petani dan penyuluh pertanian untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama dan penyakit, serta mendukung produktivitas dan ketahanan pangan nasional. REFERENSI