hlm: 83-92 Pemberdayaan Keluarga dan Penguatan Peran Kader dalam Identifikasi Resiko Tinggi Maternal dan Neonatal sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi di Desa Pucangrejo Shinta Ika Sandhi*. Desi Wijayanti Eko Dewi. Jumiatun. Pujiati Setyaningsih. Shinta Ayu Nani Email: shinta. ika@bku. Universitas Bhakti Kencana. Indonesia Jl. Soekarno Hatta No. 99 Kendal No. HP: 085641424222 DOI: 37402/abdimaship. History artikel: Diterima 2025-02-10 Direvisi 2025-08-07 Diterbitkan 2025-08-13 Abstrak Peran kader kesehatan sebagi mediator antara fasilitas kesehatan primer dan komunitas sangat krusial dalam memperkuat program preventif. Oleh karena itu mengembangkan kompetensi mereka. Disisi lain, upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil perlu di wujudkan melalui pendidikan komprehensif dalam kelas khusus yang membahas manajemen kehamilan, proses persalinan, perawatan postpartum, tatalaksana neonatus, serta skrining kondisi berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkapasitasi kader kesehatan dan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini faktor risiko guna mencegah komplikasi pada periode antenatal, persalinan, pascanatal dan neonatal. Metode implementasi mencakup pelatihan terpisah untuk 19 kader dan 10 ibu hamil menggunakan teknik ceramah interaktif, diskusi partisipatif dan pembelajaran praktis Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukan peningkatan signifikan pemahaman pada kader pada tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 63,2% menjadi 84,2% dan pada ibu hamil tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 90% menjadi Asesmen melalui uji awal dan akhir menunjukan progress pemahaman yang bermakna pada peserta. Hasil ini menunjukan bahwa pelatihan kader dan kelas ibu hamil berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan dan penguatan kader di tingkat desa. Kata kunci: kader. resiko tinggi. : 83-92 Shinta Ika Sandhi* Desi Wijayanti Eko Dewi Jumiatun Pujiati Setyaningsih Shinta Ayu Nani Abstract Community health cadres play a pivotal role as mediators between primary healthcare facilities and the community, particularly in strengthening preventive health programs. Continuous training is essential to enhance their competencies. Additionally, improving maternal health requires comprehensive education through dedicated maternal classes covering pregnancy management, childbirth, postpartum care, neonatal care, and screening for high-risk conditions. This community service program aimed to strengthen the capacity of health cadres and pregnant women in early detection of high-risk factors to prevent maternal and neonatal complications. Separate training sessions were conducted for 19 cadres and 10 pregnant women, using interactive lectures, participatory discussions, and hands-on practice. Pre- and post-training evaluations demonstrated significant improvement: the proportion of cadres with AugoodAy knowledge increased from 63. 2%, while pregnant women improved from 90% to These findings indicate that cadre training and maternal classes effectively enhance health literacy and strengthen the role of community health cadres at the village level. Keywords: health cadres. pregnant women. high risk. early detection. complication prevention. Pendahuluan Status kesehatan ibu dan bayi baru lahir merupakan tolok ukur fundamental dalam mengevaluasi kualitas kesehatan suatu populasi. Tingginya angka kematian ibu (AKI) Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKB) masih menjadi masalah kesehatan utama yang dihadapi banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan Kementerian Kesehatan, penyebab utama tingginya angka kematian maternal dan neonatal mengenali risiko tinggi serta keterlambatan dalam mendapatkan penanganan yang tepat. Sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia yang meliputi fasilitas seperti puskesmas beserta jaringannya . uskesmas pembantu dan posyand. , klinik pratama serta klinik mandiri tenaga medis . okter dan dokter gig. , hingga kini masih memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan memenuhi kriteria Standar Pelayanan Minimal (SPM). Secara umum, layanan kesehatan masih dilakukan secara terpisah dalam memperoleh informasi yang Selain pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat primer juga menghadapi keterbatasan dana, sumber daya manusia di bidang kesehatan, perbekalan medis, ketersediaan obat dan alat kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, serta dukungan teknologi yang memadai. Pemberdayaan keluarga dan penguatan peran kader kesehatan merupakan strategi yang efektif dalam upaya pencegahan komplikasi maternal dan neonatal. Keluarga, masyarakat, memiliki peran krusial dalam pemantauan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir. Dengan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan dan persalinan, diharapkan deteksi dini risiko tinggi dapat dilakukan secara lebih optimal. Sebagai bagian dari Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), posyandu pemberdayaan masyarakat dimana pelaksanaan dan evaluasi dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat dengan pemangku kepentingan Tujuannya dari posyandu masyarakat serta mempermudah akses terhadap pelayanan kesehatan dasar, khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan Pembinaan Posyandu perlu didukung dengan langkah-langkah kapasitas kader melalui pelatihan. Posyandu memiliki peran penting seluruh tahap siklus hidup, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, hingga usia produktif dan lanjut usia. Untuk memastikan layanan Posyandu berjalan optimal, kader harus siap dalam memberikan pelayanan dasar. Selain itu, kader juga perlu memiliki persepsi positif agar pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara maksimal. Kader memiliki banyak beban kerja disetiap wilayahnya seperti pemantauan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, imunisasi, posyandu balita, posyandu remaja dan posyandu lansia, belum lagi beban administrative dalam pembuatan laporan yang harus dilaporkan pada dinas terkait, seorang kader perlu Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 mendapatkan perhatian khusus dalam hal pelatihan penyegaran yang sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkesinambungan untuk dapat menilai hasil kerjanya, ketrampilan maupun wawasan yang diperlukan oleh kader. Peran kader salah satunya adalah melakukan identifikasi resiko tinggi baik pada ibu maupun bayi Posyandu diharapkan dapat meningkatkan dan pembangunan kesehatan. Kader juga perlu bersikap lebih profesional dan menangani berbagai permasalahan kesehatan dengan lebih optimal . Kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat komunitas memiliki peran strategis dalam mengedukasi serta membantu masyarakat dalam mengenali faktor Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas kader, mereka dapat berkontribusi dalam skrining kesehatan, serta merujuk ibu hamil yang berisiko tinggi ke fasilitas kesehatan yang lebih kompeten. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu hamil juga perlu mendapatkan perhatian, pemerintah telah mencanangkan kelas ibu hamil Kelas ibu hamil merupakan wadah pembelajaran bersama bagi ibu hamil dalam bentuk pertemuan kelompok secara tatap muka. Tujuan dari kelas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil terkait kehamilan, persalinan, perawatan masa nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos seputar kehamilan, penyakit menular, serta pembuatan akta kelahiran. Penyelenggaraan kelas ibu hamil menjadi sarana penting dalam edukasi kesehatan ibu hamil, yang dilakukan secara berkelompok untuk memperkuat mereka dalam berbagai aspek kehamilan dan persalinan. Setiap materi yang disampaikan dalam kelas ini disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi ibu hamil agar lebih relevan dan bermanfaat. Desa Pucangrejo termasuk Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal yang memiliki luas wilayah 128,54 Ha secara administrative terbagi dalam 3 dusun, 3 RW dan 14 RT serta terdapat 3 Posyandu dengan jumlah kader kesehatan 18 orang, sasaran bayi balita 157, jumlah sasaran ibu hamil 13 orang, jumlah ibu nifas 3 orang dan jumlah lansia yang berkunjung di Posyandu 40 orang. Pelaksanaan Posyandu dilakukan secara rutin setiap bulan berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Proses transformasi layanan kesehatan diimplementasikan melalui lima tahapan utama: . registrasi peserta, . pengukuran antropometri, . pencatatan dan skrining kesehatan, . pemberian intervensi kesehatan, serta . edukasi kesehatan. Seluruh tahapan ini dilengkapi dengan proses verifikasi dan harmonisasi data hasil pelayanan. Inovasi layanan ini diperkuat dengan program pendukung seperti home visit, edukasi khusus bagi ibu hamil, serta pembinaan bagi ibu dengan balita dalam forum Posyandu. Untuk mendukung transformasi pelayanan kesehatan di Posyandu, kader perlu mendapatkan pembinaan teknis terkait kompetensi dasar yang terdiri dari 25 kompetensi, yang dibagi sesuai dengan siklus hidup. Namun, kader kesehatan di Desa Pucangrejo mengenai Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 pelayanan Posyandu, sehingga pada hari pelaksanaan Posyandu, peran menjalankan tugasnya. Pemberian Pendidikan kesehatan pada ibu hamil dilakukan setiap bulan melalui kelas ibu hamil dengan media Buku KIA sebagai standar baku yang wajib dimiliki oleh setiap ibu hamil. Evaluasi peningkatan pengetahuan terhadap edukasi melalui kelas ibu hamil juga mengetahui apakah ibu sudah membaca dan memahami materi, namun bidan desa merasa bahwa penjelasan yang diberikan hanya garis besar, terutama penjelasan tentang tanda bahaya kehamilan sehingga bidan perlu memberikan edukasi yang lebih detail, kendala lain yang dihadapi adalah kurangnya perhatian dan minat ibu hamil untuk membaca buku KIA karena berbagai factor penyebab sehingga belum optimal dalam pencegahan resiko Metode Hari Pertama Fase pengabdian diawali dengan melibatkan perwakilan dari unsur pemerintah desa dan akademisi, dimana masingmasing memberikan sambutan resmi sebagai bentuk komitmen terhadap kegiatan ini. Pada sambutannya. Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat mendukung upaya pemerintah mewujudkan generasi penerus yang unggul. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebelum materi disampaikan, peserta pre-test mengukur pemahaman awal. Setelah selesai, dilakukan post-test guna mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran yang digunakan. Materi pada hari pertama difokuskan untuk kelas kader, yang mencakup demonstrasi dan praktik langsung tentang cara Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu kader dalam mengidentifikasi masalah gizi, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara Kegiatan ini diikuti oleh 19 Kader kesehatan di desa Hari Kedua Pada hari kedua, kegiatan dikombinasikan dengan diskusi interaktif mengenai deteksi dini Sebagai langkah awal, seluruh menggunakan kuesioner pra-tes yang terdiri dari 20 item Instrumen dirancang untuk mengukur penting pemantauan kesehatan selama tiga fase kritis yaitu masa kehamilan . , proses persalinan, dan masa nifas . , termasuk kemampuan mengenali tandatanda bahaya dini yang mungkin muncul pada setiap fase tersebut Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 Materi disampaikan oleh dosen dari Program Studi Di Kebidanan Universitas Bhakti Kencana Kampus Kendal. Sesi dengan diskusi interaktif dan Kegiatan berlangsung dengan lancar, diikuti dengan antusias oleh 11 ibu hamil yang hadir dari awal hingga akhir Tahap penutup meliputi pelaksanaan asesmen akhir . ost-tes. edukatif yang diberikan. Berikut adalah kerangka kegiatan pengabdian masyarakat Pekerjaan Kader IRT Swasta Perangkat Desa PNS Jumlah Lama Menjadi Kader Kurang 3 Tahun Lebih 3 Tahun Jumlah Tabel 2. Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Resiko Tinggi Maternal dan Neonatal Desa Pucangrejo Kec. Pegandon Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Pretest Post Test Gambar 1. Kegiatan Pemberian Materi kepada kader Hasil dan Pembahasan Kegiatan pada hari pertama (Kelas kade. Tabel 1 Karakteristik Kader Karakteristik Kader Usia Kader Dewasa Jumlah Tingkat Pendidikan Kader Dasar Menengah Tinggi Jumlah Gambar 2. Kegiatan Demonstrasi Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 Peran strategis kader pelaksanaan edukasi kesehatan untuk meningkatkan health literacy masyarakat, khususnya kelompok ibu hamil. Program penyadaran ini dirancang untuk membekali ibu dan keluarga dengan kompetensi kognitif memahami esensi pemeliharaan kesehatan maternal dan fetal. Penyuluhan ini bertujuan agar ibu dan keluarga memperoleh pengetahuan serta informasi yang dapat membantu mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin. Materi penyuluhan yang disampaikan meliputi informasi mengenai tanda-tanda bahaya dan risiko komplikasi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan (ANC) kesehatan ibu dan bayi pada masa nifas, serta mendorong ibu makanan bergizi dan suplemen tambahan seperti tablet zat besi (FE). Deteksi dini tanda bahaya kehamilan merupakan kompetensi kritis yang harus Ketidakmampuan kader dalam mengidentifikasi secara tepat komplikasi kehamilan dapat berpotensi meningkatkan risiko progresivitas komplikasi pada seluruh fase perinatal - mulai dari masa gestasi, proses Kondisi ini pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal serta Kematian umumnya disebabkan oleh kehamilan, seperti perdarahan, . Pemerintah merekomendasikan agar setiap kader menggunakan Buku KIA sebagai alat untuk mendeteksi komplikasi kesehatan ibu dan Buku KIA perlu dibaca dan dipahami oleh ibu serta keluarga, kemudian ditunjukkan kepada petugas kesehatan di setiap layanan kesehatan yang dikunjungi, agar tindakan yang diberikan dapat dicatat. Selain itu, informasi terkait kesehatan serta catatan khusus mengenai kelainan pada ibu dan anak juga harus terdokumentasi dalam Buku KIA. Kegiatan pada hari kedua (Kelas Ibu Hami. Tabel 3. Karakteristik Ibu Hamil Desa Pucangrejo Kec. Pegandon Karakteristik Ibu Hamil Usia Ibu Hamil Reproduksi Tidak Sehat Reproduksi Sehat Jumlah Tingkat Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Pekerjaan IRT Swasta Jumlah Usia Kehamilan Trimester I Trimester II Trimester i Jumlah Paritas Primigravida Multigravida Jumlah Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 Tabel 4 Pengetahuan Ibu Hamil Pre Test Post Test Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah 10 100 10 Gambar 3. Pemberian Materi Pada Ibu Hamil Kehamilan memiliki potensi berkembang menjadi komplikasi. Setiap ibu kondisi yang berkaitan dengan disebabkan oleh faktor fisik maupun masalah kesehatan seperti penyakit atau komplikasi langsung dari kehamilan. Dalam hal ini. Buku KIA menjadi salah satu solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader mengenai berbagai komplikasi serta risiko tinggi pada ibu dan bayi yang baru lahir. Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi kehamilan kemungkinan terjadinya bahaya dan komplikasi baik bagi ibu maupun janin yang kemudian dapat berpotensi menyebabkan kematian, penyakit, kecacatan. Perlu langkah Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 83-92 melalui upaya promotif serta adanya kehamilan dengan resiko Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Ana. menjadi elemen penting yang harus dimiliki setiap ibu hamil, karena kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga setelah . Ibu hamil perlu memahami tanda-tanda bahaya tanda-tanda tersebut bisa menjadi indikasi adanya risiko yang dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Pengetahuan adalah hasil dari informasi yang dipadukan kemampuan untuk bertindak, yang kemudian tersimpan dalam Tanpa pengetahuan, seseorang tidak memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah dalam . Keluarga memegang peran krusial dalam emergensi maternal. Kolaborasi pemantauan status kesehatan ibu intrapartum, dan postnatal dapat Kapasitas keluarga dalam mengenali warning signs obstetric secara mandiri menjadi pengambilan keputusan klinis untuk segera mengakses fasilitas indikasi kegawatdaruratan. Kegiatan masyarakat ini sesuai dengan tujuan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam deteksi dini kegawatdaruratan dimana hal ini dapat dilihat dari hasil pretes dan posttes yang didapatkan adanya kenaikan tingkat pengetahuan pada ibu hamil mengenai identifikasi resiko tinggi. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa program pengabdian masyarakat ini berhasil menjawab permasalahan kurangnya pengetahuan kader dan ibu hamil terkait deteksi dini resiko tinggi maternal dan neonatal. Pelatihan kader dan kelas ibu hamil pengetahuan dan keterampilan yang post-test dibandingkan pre-test hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam memperkuat peran kader dan meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil sehingga diharapkan dapat berdampak pada pencegahan komplikasi maternal dan neonatal di Desa Pucangrejo. Daftar Pustaka