Wakhibah Dwi Khusnah JURNAL STUDI. SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. DIGITALISASI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK Wakhibah Dwi Khusnah (Ekonomi Syariah. STAI Sabilul Muttaqi. , wakhibahdwikhusnah@staisam. Abstrak Digitalisasi media telah mengubah paradigma pembelajaran tradisional dengan memberikan peluang baru bagi peserta didik untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak digitalisasi media pembalajaran pada hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualititif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi media pembelajaran memiliki dampak yang positif terhadap hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Hasil belajar peserta didik meningkat mulai 60% sampai 90%. Hasil aktivitas peserta didik juga sangat baik. Digitalisasi media pembelajaran membantu peserta didik mempelajari keterampilan seperti kolaborasi, komunikasi, kemandirian dan disiplin. Selain itu, penggunaan media digital membuat peserta didik dapat mampu memecahkan masalah dan mengatur Kata Kunci: Digitalisasi, media pembelajran, hasil belajar, aktivitas peserta Abstract Media digitalization has changed the traditional learning paradigm by providing new opportunities for students to acquire skills and knowledge. This research aims to determine the impact of the digitalization of learning media on learning outcomes and student activities. The method used is descriptive qualitative. The research results show that the digitalization of learning media has a positive impact on learning outcomes and student activities. Student learning outcomes increased from 60% to 90%. The results of student activities are also very good. The digitalization of learning media helps students learn skills such as collaboration, communication, independence, and discipline. Apart from that, the use of digital media enables students to be able to solve problems and manage Keywords: Digitalization, learning media, learning results, student activities. Hal 133 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah Hal 134 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah PENDAHULUAN Teknologi digital dalam pembelajaran menjadi semakin penting dalam dunia Cara kita mendapatkan, mengakses, dan berbagi data telah sangat diubah oleh teknologi digital. Era digital membuka cakrawala belajar yang lebih luas bagi peserta didik. Tak lagi terpaku pada buku teks dan papan tulis, mereka kini memiliki akses ke berbagai metode dan media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, mendorong proses belajar yang lebih efektif dan efisien. Kemajuan teknologi di bidang pendidikan membuka peluang bagi guru untuk melampaui batas ruang kelas tradisional. Kini, guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi untuk membantu peserta didik mencapai potensi belajar mereka secara maksimal. Media pembelajaran berbasis teknologi ini disukai oleh peserta didik karena kemudahan aksesnya yang fleksibel, kapan pun dan di mana Di era digital ini, informasi dapat diakses dengan mudah dan komunikasi jarak jauh menjadi hal yang lumrah, membuka berbagai kemungkinan baru dalam proses belajar mengajar. (Aeni dkk. , 2. Digitalisasi media pembelajaran membawa angin segar bagi proses belajar mengajar. Transfer informasi kini dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, membuka jalan bagi layanan yang lebih maksimal untuk peserta didik (Visnhu Pradana & Mario Pratama, 2. Digitalisasi media pembelajaran membuka gerbang pengetahuan yang luas bagi peserta didik. Akses mudah ke berbagai sumber informasi memungkinkan mereka untuk membangun pemahaman yang beragam dan mempertajam kemampuan berpikir kritis. Selain itu, pembelajaran digital juga berperan penting dalam mengasah keterampilan teknologi informasi para peserta didik (Sakti, 2. Baik guru maupun peserta didik mendapat manfaat dari digitalisasi media Guru percaya bahwa pemanfataan digitalisasi media pembelajaran ini membuat pengajaran lebih mudah dan efektif. Berbagai media pembelajaran digital dapat dikembangkan dan diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Media yang dapat digunakan antara lain video pembelajaran. Wordwall. Canva. Kahoot. Quizizz. Padlet. Media sosial. E-Learning dan lain Video pembelajaran adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan pendengaran dan penglihatan dengan menyampaikan materi melalui tampilan audiovisual. Pemanfaatan video pembelajaran terbukti meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran, seperti yang ditunjukkan oleh hasil tes peserta didik yang mencapai nilai di atas KKM (Yuanta, 2. Wordwall adalah aplikasi web yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan kelas seperti permainan dan membuat kelas menjadi lebih interaktif. Selain itu, media ini membuat peserta didik lebih disiplin dan mudah diatur (Sinaga & Soesanto, 2. Canva dapat digunakan untuk merancang kegiatan belajar yang menarik dan interaktif (Agustini, 2. Dengan menggunakan Canva dan Wordwall, guru dapat menyajikan materi matematika dan pola bilangan dengan cara yang lebih interaktif dan menarik, sehingga mendorong partisipasi aktif peserta didik dan meningkatkan hasil Hal 135 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah belajar mereka (Wardani & Putri, 2. Kahoot! adalah platform pembelajaran berbasis game online. Kahoot! berasal dari Norwegia pada tahun 2013, sedangkan Quizziz berasal dari India pada tahun 2015. Quizizz dan Kahoot! adalah platform pembelajaran dengan berbagai alat yang membuat kelas menjadi menyenangkan, interaktif, dan menarik. Penggunaan aplikasi tersebut terbukti meningkatkan hasil belajar dan motivasi peserta didik selama proses pembelajaran (Tumurang & Chandra, 2. Padlet adalah platform kolaborasi digital yang memungkinkan penggunanya untuk membuat dan berbagi papan tulis virtual dengan beragam konten seperti teks, gambar, tautan, dan lainnya. Padlet dan Quizizz menawarkan cara yang menyenangkan dan menarik untuk membuat kegiatan belajar mengajar dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Hal ini juga terlihat dari antusiasme peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Quizizz berfungsi sebagai alat evaluasi terstruktur, sedangkan Padlet berfungsi sebagai dasar pemahaman materi (Sulasmi & Fitriani, 2. Media sosial merupakan wadah digital yang memfasilitasi penggunanya untuk saling terhubung dan berbagi konten dalam bentuk teks, gambar, dan video. Selain sebagai hiburan, media sosial bermanfaat untuk forum diskusi dan mencari refrensi tugas (Apriansyah & Antoni, 2. E-Learning adalah bentuk pembelajaran yang menfaatkan jaringan internet seperti WhatsApp. WhatsApp menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran karena kemudahan penggunannya dan ragam fitur yang ditawarkan. Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga untuk mengajar, mengevaluasi, menyebarkan informasi, konsultasi, dan membangun hubungan (Magdalena dkk. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa digitalisasi media pembelajaran dapat membantu peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya digitalisasi media pembelajaran diharapkan untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas peserta didik. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus terkait digitalisasi media pembelajaran dalam meningkatakan aktivitas peserta didik. Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah membuat instrument penelitian yang diadaptasi dari penelitian Melita Efrianti (Efrianti, 2. Peneliti mengumpulkan data melalui survey google form. Google form disebarkan melalui WhatsApp. Ada 31 guru yang mengisi survey tersebut. Guru yang mengisi survey berasal dari Indonesia mulai tinggat SD/MI sampai SMA/MA. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random Data untuk penelitian ini diperoleh dari dua sumber, yaitu data primer yang dikumpulkan dari guru yang menggunakan media digital dalam pembelajaran, dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen penting, foto-foto pelaksanaan Hal 136 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah pembelajaran, data-data penting lainnya, dan penelitian terdahulu yang relevan. Untuk analisis data yang terkumpul, peneliti mengunakan teknik analisis deskriptif. Sedangkan untuk menghitung hasil belajar dan aktivitas peserta didik menggunakan Prestasi Belajar Pada setiap akhir siklus, guru memberika tes untuk mengukur hasil belajar peserta didik dengan menggunakan rumus (Purwanto, 2. S = R x 100 Keterangan: S : Nilai yang dicari R : Skor yang diperoleh setiap peserta didik N : Jumlah seluruh skor/skor maksimum Aktivitas Belajar Peserta Didik Data aktivitas belajar peserta didik yang diperoleh dari setiap guru, dianalis menggunakan rumus (Trianto, 2. Tabel 1. Kriteria Aktivitas Peserta didik Aktivitas (%) Kriteria 76 Ae 100 51 Ae 75 26 Ae 50 O 25 Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi media digital dalam proses belajar mengajar memiliki pengaruh signifikan terhadap pencapaian hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Berikut, peneliti mengkaji bagaimana media digital secara signifikan mampu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Berdasarkan hasil angket yang disebar menunjukkan bahwa setelah menggunakan media digital, 100% guru menjawab hasil belajar peserta didik Peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 60 % sampai 90%. Hasil ini selaras dengan penelitian yang dilakukan (Tumurang & Chandra, 2023. Yuanta, 2. Mereka menyatakan bahwa penggunaan media digital meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik juga termotivasi selama proses pembelajaran. Sedangkan hasil aktivitas peserta didik sangat baik setelah menggunakan media Hal ini dapat dilihat dari hasil kriteria aktivitas peserta didik (Trianto, 2. Hasil ini selaras dengan penelitian yang dilakukan (Apriansyah & Antoni, 2020. Sinaga & Soesanto, 2022. Sulasmi & Fitriani, 2024. Wardani & Putri, 2. Mereka menyataan bahwa selama penggunaan media digital dalam proses pembelajaran Hal 137 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah meningkatkan aktivitas peserta didik seperti mereka lebih antusias, aktif diskusi,dan mudah memahami materi. Adapaun hasil angket aktivitas peserta didik sebagai berikut: Kegiatan visual: Mayoritas peserta didik . %) menunjukkan fokus dan perhatian yang tinggi saat guru menyampaikan penjelasan. Hampir semua peserta didik . %) mampu mengikuti penjelasan guru dengan seksama melalui pengamatan visual. Kegiatan oral: Kemampuan komunikasi lisan peserta didik menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 89% peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dengan jelas dan tepat terkait topik pembahasan, dan 90% peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan antusiasme dalam kegiatan kelompok. Partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan oral terlihat jelas. 89% peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dengan lugas dan relevan, dan 90% peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan semangat tinggi dalam berkolaborasi. Kegiatan mendengarkan: Peserta didik menunjukkan sikap sopan dan fokus saat mendengarkan. Sebanyak 81% peserta didik mampu mendengarkan dengan penuh perhatian ketika teman kelompok sedang berdiskusi tanpa instruksi khusus dari guru. Kemampuan mendengarkan peserta didik patut diapresiasi. 81% peserta didik mampu mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian saat teman kelompok berdiskusi tanpa perlu diingatkan oleh guru. Kegiatan Metrik: Kesadaran dan disiplin peserta didik dalam menyelesaikan tugas kelompok terlihat baik. Sebanyak 72% peserta didik mampu menyelesaikan dan mengumpulkan tugas kelompok sebelum batas waktu yang ditentukan. Tingkat tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas kelompok cukup tinggi. 72% peserta didik mampu menyelesaikan dan menyerahkan tugas kelompok tepat waktu. Kegiatan mental: Keterampilan presentasi dan komunikasi peserta didik menunjukkan perkembangan yang positif. Sebanyak 75% peserta didik mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan audiens . iswa lai. sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, dan 89% peserta didik mampu menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat tanpa perlu diminta. Kemampuan berpikir kritis dan komunikasi peserta didik terasah dengan baik. 75% peserta didik mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara sistematis dan terstruktur, dan 89% peserta didik mampu menjawab pertanyaan serta menyampaikan pendapat dengan penuh rasa percaya diri. Hal 138 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah Kegiatan emosional: Suasana kelas yang positif dan saling menghormati tercipta dengan baik. Sebanyak 94% peserta didik menunjukkan sikap saling menghargai pendapat teman lain, baik melalui kalimat maupun gestur yang sopan. Nilai-nilai positif seperti saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain tertanam dengan baik pada diri peserta didik. Sebanyak 94% peserta didik menunjukkan sikap saling menghargai pendapat teman lain dengan cara yang sopan dan santun. Tabel 2 Hasil Angket Aktivitas Peserta Didik Indikator Aspek Yang Akan Jenis Aktivitas Dinilai Kegiatan Visiual Memperhatikan pelajaran 18 13 Mengajukan pertanyaan 21 10 Kegiatan lisan . Mengerjakan tugas dalam Kegiatan Mendengarkan diskusi kelompok Kegiatan metrik Memecahkan masalah Kegiatan mental Mempresentasikan hasil kerjakelompok Menanggapi pertanyaan 22 Kegiatan Menghargai dan Jumlah Persentase PENUTUP Simpulan Digitalisasi media pembelajaran memberikan kontribusi yang postif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Hasil belajar peserta didik meningkat mulai 60% sampai 90%. Hasil aktivitas peserta didik juga sangat baik. Digitalisasi media pembelajaran membantu peserta didik mempelajari keterampilan seperti kolaborasi, komunikasi, kemandirian dan disiplin. Selain itu, penggunaan media digital membuat peserta didik dapat mampu memecahkan masalah dan mengatur waktu. Oleh karena itu. Penting bagi pendidik dan instansi pendidikan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mereka dapat menggunakan media digital dengan bijak dan bertanggung jawab. Hal 139 Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wakhibah Dwi Khusnah Saran Pendidik perlu terus berinovasi dalam mengintegrasikan media digital ke dalam Hal ini harus diiringi dengan edukasi dan pelatihan karakter bagi peserta didik agar mereka bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Dengan demikian, media digital dapat menjadi alat yang optimal untuk mendukung perkembangan holistik peserta didik dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA