Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 05 No. 01 (Desember 2. 62 Ae 85 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Eksplanatori dan Konfirmatori Pengajaran Rasul Paulus Tentang Manusia Baru Berdasarkan Surat Kolose 3:1-17 Bagi Jemaat GPdI Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, budimareo91@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Budi, et al. AiEksplanatori dan Konfirmatori Pengajaran Rasul Paulus Tentang Manusia Baru Berdasarkan Surat Kolose 3:1-17 Bagi Jemaat GPdI. An Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 5, no. 1 (December 31, 2. : 62-85, accessed December 31, 2024, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Budi, et al. , 2024, p. Received: 29 Oktober 2024 Accepted: 08 Agustus 2025 Published: 31 Desember 2024 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact budimareo91@gmail. Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Abstract It is crucial for everyone who believes in Jesus Christ to understand that He has liberated each individual from their old life and brought them into a new one. The researcher found several misunderstandings regarding the concept of the new man, as referenced in John 3:4 There are also various challenges in this advanced age, such as technological progress and the expanding influence of social media. Congregations are faced with situations and conditions that threaten their thoughts and actions, deviating from the new life, or the new man, as everything is easily accessible to todayAos generation. The aim of this study was to explore the explanatory and confirmatory teaching of the new man based on Colossians 3:1Ae17 among the GPdI congregation in Region 16. Landak Regency. West Kalimantan Province. A quantitative method was used. The results revealed that the first hypothesis was accepted, as the explanatory and confirmatory teaching of the Apostle Paul regarding the new man (Colossians 3:1Ae. in the GPdI congregation of Region 16. Landak Regency, was found to be in the moderate category, consistent with the hypothesis. The second hypothesis was rejected, as the most dominant dimension was found to be "Putting off the old self" (D. , rather than "Living a new life in Christ Jesus" (D. , as proposed. The third hypothesis was accepted, as age proved to be the most influential background factor affecting the teaching, in line with the hypothesis. Keywords: Living in Christ. Putting Off the Old Man. Putting on the New Man Abstrak Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sangat penting mengetahui bahwa Yesus Kristus telah membebaskan setiap pribadi dari kehidupan lama ke kehidupan yang baru. Peneliti menemukan beberapa kesalahpahaman mengenai manusia baru seperti yang terdapat dalam Injil Yohanes 3:4 dan 7. Terdapat juga beberapa hal yang menjadi tantangan di jaman yang serba canggih ini, seperti perkembangan teknologi, meluasnya dan berkembangnya sosial media. Jemaat-jemaat diperhadapkan situasi dan kondisi yang membahayakan pikiran dan tindakan tidak sesuai dengan kehidupan yang baru yaitu manusia baru, karena segala sesuatu dapat di akses secara mudah oleh generasi zaman ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang eksplanatori dan konfirmatori pengajaran manusia baru berdasarkan surat kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI. Wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil dari penelitian adalah hipotesis pertama diterima, karena Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru (Kolose 3:1-. di jemaat GPdI Wilayah 16 Kabupaten Landak berada dalam kategori sedang, sesuai dengan hipotesis. Hipotesis kedua ditolak, karena dimensi yang paling dominan adalah Menanggalkan manusia lama (D. , bukan Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. seperti yang diajukan. Hipotesis ketiga diterima, karena usia terbukti sebagai latar belakang yang paling dominan memengaruhi pengajaran tersebut, sesuai dengan hipotesis. Kata Kunci: Hidup. Manusia Lama. Manusia Baru Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko PENDAHULUAN Setiap orang yang mengaku dan percaya Yesus adalah Tuhan maka harus terus berusaha dalam memahami serta mengetahui bahwa Yesus Kristus telah membebaskan setiap pribadi dari cara hidup yang lama kepada hidup baru. Peneliti menemukan beberapa kesalahpahaman seseorang mengenai manusia baru seperti yang terdapat dalam Injil Yohanes 3:4. 7 (LAI, 2011, p. Ayat diatas menunjukan bahwa tidak semua orang memahami tentan ciptaan baru, lahir baru, baru lahir serta manusia baru. Dalam Surat Kolose ini khususnya pasal 3:1-17 Rasul Paulus berusaha menjelaskan dalam suratnya dan meneguhkan iman orang percaya kepada Yesus Kristus di jemaat Kolose dan Rasul Paulus mendorong jemaat untuk berusaha mendapatkan hal-hal yang sama dengan pikiran Yesus. Dalam perkembangan dan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan tehnologi, ada beberapa hal yang menjadi tantangan yaitu di jaman yang serba canggih ini, seperti perkembangan teknologi, meluasnya dan berkembangnya sosial media (M. Hariansyah, 2018, hal . Jadi Jemaat-jemaat diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang membahayakan pikiran dan tindakan yang tidak sesuai dengan kehidupan yang tidak sesuai manusia baru, karena segala sesuatu dapat di akses secara mudah oleh generasi zaman ini. Alasan inilah yang perlu dipahami, bahwa orang percaya harus berusaha terus menerus untuk memiliki pikiran seperti yang Yesus pikirkan, sehinga setiap orang percaya hidup sebagai manusia baru serta benar - benar merdeka dari manusia lamanya. Dalam hal ini peneliti berusaha menjelaskan hidup yang baru atau manusia baru yang di kenal juga ciptaan baru. Karena hal ini sangat penting pada masa kini bagi orangorang percaya. Kathryn Kuhlman . 0, p. mengatakan orang percaya yang sudah lahir baru, harus menyadari tanggung jawab besar yang menjadi miliknya sekarang. Ada banyak tanggung jawab yang terus di perbaharui sampai menemukan pola hidup sebagai layaknya manusia baru dan berpikir tentang kehidupan di surga. Kehidupan Yesus adalah sebuah pola bagi kehidupan orang percaya (Pantas, 2. Dalam ayat 10 Rasul Paulus menjelaskan agar setiap orang percaya mengenal-Nya dengan sempurna. Maksud Rasul Paulus adalah bahwa setiap orang percaya harus memiliki pikiran seperti Yesus serta berhenti mengikuti keinginan duniawi yang berdosa, karena perbuatan dosa akan membuat orang Kristen tidak mampu konsisten dalam hidup dengan standar manusia baru. Kalimat yang digunakan Rasul Paulus memperkuat pemikiran peneliti, karena tidak ada orang yang bisa mengenakan dua jenis pakaian pada waktu yang sama, ia harus melepas yang satu untuk mengenakan yang lain. Dalam konteks ini. Rasul Paulus menggambarkan orang-orang percaya sebagai umat yang kini mengenakan manusia baru dan tidak lagi hidup dalam aktivitas manusia lama. Setiap orang yang telah mendengar istilah tentang manusia baru akan membuat mereka untuk berpikir bahwa orang tersebut merupakan ciptaan yang baru (Efesus 2:15. Christian & Panggarra, 2. Pada kolose 3 ayat 4b menyatakan bahwa orang pecaya akan mewujudkan dirinya dengan bersama Yesus Kristus dalam kemuliaan Allah. Kalau orang percaya mengerti bahwa Yesus dan tubuhNya tidak dapat dipisahkan, maka sebagai anggota tubuhNya, orang percaya juga pasti memiliki cara hidup yang berbeda dengan hidupnya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko sebelum mengenal Yesus Kristus. Jadi, sebagai orang percaya kepada Kristus maka hidup akan sama dengan Yesus Kristus, sebagaimana Rasul Paulus menjelaskan yang sesuai dengan cara hidup manusia baru. Roida Harianja mengatakan manusia baru adalah bangkit Bersama Kristus dan mempunyai hak untuk menjadi anak anak Allah (Harianja, 2. Jadi Yesuslah manusia baru pertama bukan manusia baru secara individu orang percaya, dalam penelitian dengan judul Eksplanatori dan Konfirmatori Pengajaran Rasul Paulus Tentang Manusia Baru Berdasarkan Surat Kolose 3 :1-17 Bagi Jemaat GPdI Se Wilayah 16 di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Peneliti menemukan tiga dimensi yang perlu di jelaskan dalam penelitian ini, berdasarkan Kolose 3:1-17 yang diambil yaitu: Hidup yang baru dalam Kristus Yesus ayat 14 dalam hal ini Rasul Paulus menantang jemaat Kolose untuk memikirkan pekara yang diatas bukan yang di bumi karena jemaat sudah hidup tersembunyi di dalam Kristus dan harus hidup seperti Yesus, selanjutnya menanggalkan manusia lama ayat 5-9 disini Rasul Paulus menantang hidup di masa kini sebagai manusia baru yang akan datang. Rasul Paulus menggambarkan kelakuan orang percaya waktu itu sebagai manusia lama yang ditandai dengan percabulan, kenajisan, hawa nafsu dan nafsu jahat, serakah, marah, geram, dan fitnah. Sebagai orang percaya pada Yesus atau sebagai orang Kristen manusia lama mereka sudah mati Bersama Yesus di kayu salib dan di gantikan dengan mengenakan manusia baru kepunyaan Yesus yang di tandai dengan Kasih, kemurahan, kerendahan hati, lemah lembut, adil, jujur, saling mengajar, suka memuji Tuhan dan mengucap syukur dan melakukan segala sesuatu karena Tuhan. Manusia baru ini mengatasi batasan yang timbul dalam suku dan Oleh karena itu surat Kolose hadir sebagai jawaban dalam tantangan sekarang dan yang akan datang, surat Kolose membentangkan identitas Yesus kristus yang sebenarnya. TEORI Makna dari istilah manusia baru menurut Kolose 3:1-17 yaitu manusia yang sudah percaya akan Yesus Kristus adalah Tuhan dan penyelamat hidupnya, sehingga dia hidup berdasarkan manusia baru. Manusia baru dalam Kolose ini hampir sama dengan kitab Efesus. Terdapat konsep kesamaan seperti Kolose 3:10 dengan efesus 4:17. John Sriworo (Johan Sriworo 2. mengatakan kitab efesus dan kolose mempunyai latar belakang berbeda tetapi memiliki persamaan pesan dan konsepnya. Duyverman menegaskan Aitidak ada surat Rasul Paulus yang berdampingan seperti dua surat ini yaitu Efesus dan KoloseAn serta Witness Lee mengatakan Aidua kitab yang setaraAn surat ini banyak persamaan sudah wajar karena Paulus mengirim surat itu Bersama-sama hanya berbeda latar belakang dari pendapat diatas peneliti menarik kesimpulan bahwa memang ada kesamaan antara kitab efesus dan kolose namun berbeda latar belakang, di Efesus Rasul Paulus menjelaskan tentang kemuliaan Yesus yang memenuhi segala sesuatu sedangkan di Kolose Rasul Paulus mengirimnya karena melawan pengajaran sesat (M. Duyverman 2008, 125. Lee 2019, 235. Bavinck 2007, . Manusia Baru berdasarkan Kolose 3:1-17 Manusia baru merupakan orang Kristen yang sudah percaya kepada Yesus Kristus dan mengetahui bahwa Yesus Kristus Tuhan telah membebaskan manusia dari hukuman dosa Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko serta orang tersebut menganggap Hidup bukan miliknya lagi. Dalam perjanjian lama ada beberapa janji Allah tentang manusia baru dengan kata lain hidup baru, seperti yang terdapat pada mazmur 40:4a (LAI, 2. Selanjutnya dalam kitab Yesaya 43:19 menunjukan bahwa sejak dalam Perjanjian Lama sudah ada janji, bahwa ada sesuatu yang baru. Dalam perjanjian baru tertulis ajaran baru Markus 1:27. KPR 17:19. Surat Rasul Paulus surat Roma 6:4 hidup yang baru, 2 Korintus 5:17 dan Galatia 6:15 ciptaan baru. Efesus 2: 15 menjadi manusia baru dan dalam surat Kolose 3:1-17 paulus memaparkan tentang manusia baru kepada jemaat Kolose yang sesuai dengan permasalahan dan situasi pada waktu itu di Kota Kolose. Hidup baru dalam Kristus Yesus Ayat 1-4 Hidup baru dalam Kristus Yesus bukan hanya percaya Yesus, menerima Yesus dan dibabtis saja, tetapi karena pengorbanan Yesus yang telah menebus manusia yang telah berdosa, sehingga manusia yang percaya kepada Dia tidak lagi di bawah hukum dosa, demikian juga ayat di atas menjelaskan hidup baru adalah tidak lagi memikirkan perkara duniniawi tetapi memikirkan sorgawi yang ada keselamatan di dalamnya. Inilah yang dikenal dengan istilah manusia baru yang selalu di perbaharui didalam Kristus di aktivitas dunia ini. Dengan kata lain Witness Lee mengatakan tersembunyi Bersama Kristus di Sorga dan tidak lagi memperdulikan segala sesuatu yang ada di bumi melainkan memikirkan hal yang ada di sorga harus menjadi ruang lingkup kehidupan setiap orang percaya kepada Yesus. B Hogue menyebutkan pembebasan dari kuasa dosa, hukum dosa, melalui pengorbanan Yesus Kristus, serta yefta Yan mangoli manyatakan setiap orang percaya harus menanggalkan kebiasaan lama agar dapat hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Gratisman menjelaskan bahwa dalam teks Yunani Kolose 3:1-4 terdapat satu kalimat Struktur kalimat tersebut menunjukkan bahwa kata kerja utama dalam ayat tersebut adalah verba carilah zyteite dan verba pikirkanlah phroneite. Kedua kata kerja tersebut berbentuk perintah. Artinya, kedua perintah yang sejajar ini harus dilakukan terusmenerus tanpa henti (Gratisman Laoli, 2. Jadi dari pendapat diatas bahwa hidup baru dalam Kristus Yesus adalah hidup yang tidak lagi terpengaruh oleh kehidupan yang duniawi melainkan hidup didalam keselamatan yang Yesus berikan kepada setiap orang percaya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh serta memikirkan hidup yang sorgawi. Berdasakan ayat di atas, bahwa Paulus mengajarkan kepada jemaat Kolose harus berhati hati terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Banyak orang, termasuk sebagian orang Kristen, masih beranggapan bahwa keselamatan diperoleh hanya melalui baptisan menurut tradisi, padahal pemahaman ini terlalu Paulus menegaskan bahwa keselamatan sejati diperoleh dari Yesus Kristus, sehingga setiap orang percaya harus senantiasa memikirkan dan mencari hal-hal surgawi, bukan duniawi. Tindakan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir fana menjadi pola pikir ilahi, sehingga manusia dapat mengalami kebangkitan bersama Kristus, diperbarui baik tubuh maupun jiwa, dan akhirnya memperoleh kemuliaan serupa dengan Kristus. Dengan demikian, manusia baru dipahami sebagai identitas baru dari seorang percaya. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Setelah menerima baptisan, seorang percaya memperoleh posisi hidup yang baru, karena ia dipanggil untuk meninggalkan manusia lamanya dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut gambar Allah dalam kebenaran dan kekudusan. Baptisan bukan hanya sebuah simbol, tetapi juga menandai peralihan status rohani: dari hidup lama yang dikuasai dosa menuju hidup baru yang dipimpin oleh Roh Kudus. Rasul Paulus menegaskan dalam Roma 6:3Ae4 bahwa melalui baptisan, setiap orang percaya turut mati bersama Kristus dan bangkit bersama-Nya, sehingga dapat hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus. Kesatuan dengan Kristus inilah yang disebut sebagai kelahiran baru, yaitu hidup yang diperbarui dan tersembunyi di dalam Kristus, yang menjadi jaminan keselamatan dan kedudukan baru orang percaya di hadapan Allah (Tristyanto, 2. Namun, hidup baru ini masih bersifat tersembunyi dan belum sepenuhnya dinyatakan di dunia ini. Paulus dalam Kolose 3:4 mengingatkan bahwa Kristus adalah hidup sejati orang percaya, dan kelak ketika Ia dinyatakan dalam kemuliaan-Nya, umat-Nya pun akan dinyatakan bersama dengan Dia (Donald Guthrie. Alec Motyer. Alan M. Stibbs, 2. Oleh sebab itu, selama masih hidup di dunia, orang percaya dipanggil untuk meninggalkan segala hal yang duniawi (Kol. dan mengarahkan seluruh kehidupannya pada Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup orang Kristen tidak boleh lagi disesuaikan dengan pola dunia, melainkan harus diarahkan kepada Kristus sebagai pusat pertumbuhan rohani. Dengan demikian, pertumbuhan iman hanya dapat terjadi jika seorang percaya benar-benar hidup dalam Kristus, mencintai-Nya, serta mengejar kebahagiaan dan kemuliaan yang kelak akan dinyatakan bersama-Nya. Menangalkan manusia lama ayat 5-9 Berdasarkan ayat di atas Paulus menasihati jemaat Kolose melalui surat yang di tulisnya dalam penjara ini, agar jemaat semangat untuk menghadapi persoalan-persoalan yang di alami dan Rasul Paulus menantang jemaat agar lebih setia kepada Yesus serta menanggalkan manusia lama serta hidup sebagai manusia baru yang sudah datang Bersama Yesus. Hengki Wijaya mengatakan orang Kristen yang meninggalkan dosa adalah orang yang menanggalkan manusia lama, tidak lagi terpengaruh terhadap ajara-ajaran yang lain, ada beberapa hal yang Rasul Paulus rekomendasikan agar di tanggalkan oleh orang Kristen. Dalam Efesus 4:22 Rasul Paulus menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menanggalkan manusia lama. Hal ini berarti seorang yang telah lahir baru dalam Kristus dituntut untuk mengambil tindakan nyata, yaitu meninggalkan segala bentuk kejahatan, kebiasaan lama, serta pola hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Menanggalkan manusia lama bukan hanya sekadar perubahan perilaku lahiriah, melainkan sebuah keputusan rohani untuk tidak lagi hidup dalam cara hidup yang lama. Sebaliknya. Paulus menekankan pentingnya mengenakan manusia baru di dalam Kristus. Kedua kata kerja iniAiAimenanggalkanAn dan AimengenakanAnAimenunjukkan adanya transformasi total yang terjadi pada saat pertobatan, yaitu peralihan dari identitas lama yang dikuasai dosa menuju identitas baru yang serupa dengan Kristus. Namun. Paulus tidak berhenti di sana. Ia juga menambahkan kata kerja lain, yaitu dibaharui, yang menekankan bahwa perubahan hidup orang percaya bukanlah peristiwa Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko sekali jadi, melainkan proses yang berlangsung terus-menerus. Dalam ayat 10Ae17. Paulus menekankan bahwa setelah menanggalkan manusia lama, jemaat harus Aidibaharui dalam roh dan pikiran. An Dengan demikian, tujuan utama dari proses menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru adalah agar pembaruan rohani, baik dalam motivasi, pola pikir, maupun tindakan, dapat berlangsung tanpa hambatan. Menanggalkan manusia lama juga mencakup dimensi yang lebih dalam dari sekadar perbuatan lahiriah. Hal itu merujuk pada seluruh orientasi hidup seseorangAicara pandang, sikap, prioritas, perasaan, hingga tindakannya. Oleh sebab itu, pembaruan yang dikerjakan Roh Kudus tidak hanya menyentuh perilaku, tetapi juga mengubah motivasi terdalam dan arah hidup orang percaya agar semakin serupa dengan Kristus. Dengan demikian, setiap orang yang telah percaya kepada Kristus sejatinya telah mengalami perubahan identitas dan hidup baru di dalam Dia. Namun, dalam Kolose 3:5Ae9 kita menemukan alasan mengapa tidak semua orang Kristen berjalan sepenuhnya dalam kemerdekaan Kristus. Secara ideal, seseorang yang telah menerima Yesus seharusnya hidup di dalam Kristus, mengenakan manusia baru, serta membiarkan Roh Kudus terus-menerus memperbarui pikirannya setiap hari. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak orang percaya yang belum sepenuhnya menjalankan tanggung jawab rohaninya, sehingga mereka terjebak pada pola hidup lama. Orang yang sungguh-sungguh mengenal Kristus akan berusaha menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan duniawi yang bercorak dosa, serta mengarahkan fokus hidupnya pada hal-hal surgawi yang kekal. Pertobatan sejati ditandai dengan perubahan orientasi hidup, di mana perhatian dan prioritas seseorang tidak lagi terikat pada kesenangan dunia, melainkan tertuju pada kehendak Allah. Dalam hal ini. Paulus menasihati jemaat di Kolose agar mematikan segala perbuatan daging yang bersumber dari dunia. Kata "matikanlah" dalam ayat 5 berasal dari istilah Yunani nekrosate . EEA), yang secara harfiah berarti "membuat mati" atau "mematikan. " Istilah ini menegaskan sebuah tindakan yang radikal dan tegas: orang percaya tidak hanya diminta untuk menghindari, tetapi benar-benar meniadakan kuasa dosa dalam hidupnya, sehingga hidup mereka benar-benar mencerminkan identitas sebagai manusia baru dalam Kristus. Oleh karena itu, semua hal yang telah didaftarkan oleh Paulus dalam ayat tersebut, yaitu perbuatan pergaulan bebas, kelainan, hasrat duniawi, nafsu berdosa, serta keserakahan, sama seperti peribadatan berhala, tidak hanya perlu dikendalikan atau dipertahankan, melainkan harus dihilangkan secara tuntas dari kehidupan orang percaya. Mengenakan manusia baru ayat 10-17 Manusia baru dipahami sebagai pribadi yang telah dipilih secara khusus oleh Allah, sehingga memiliki kedudukan istimewa di hadapan-Nya. Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Kolose (Kolose 3:12Ae. , memberikan arahan praktis mengenai bagaimana seharusnya hidup sebagai umat pilihan Allah. Ia menekankan bahwa kehidupan tersebut harus ditandai dengan sikap penuh belas kasihan, kemurahan hati, kerendahan, kelemahlembutan, serta Paulus juga menyoroti pentingnya sikap saling mengampuni, sebagaimana Kristus telah lebih dahulu mengampuni manusia dari dosa-dosa mereka. Lebih jauh. Paulus Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko menegaskan bahwa di atas semua hal tersebut, kasih harus dikenakan sebagai ikatan yang menyatukan dan menyempurnakan kehidupan orang percaya, yang diwujudkan dalam ucapan syukur kepada Tuhan. Allah menghendaki semua umat manusia saling mengasihi serta hidup di dalam kasih Allah, rasul Paulus menasihati jemaat di Kolose agar saling mengasihi serta mengenakan belaskasihan pada semua orang. Rasul Paulus memakai kata agapao atau agape. Agapao adalah kasih tanpa syarat. Agung gunawan mengatakan agape adalah Kasih tanpa pamrih, kasih rela berkorban. Dalam nasihatnya kepada jemaat di Kolose. Rasul Paulus menekankan pentingnya hidup sebagai umat pilihan Allah yang mencerminkan karakter Kristus. Pada bagian ini. Paulus secara khusus menyinggung tentang sikap kemurahan dalam kehidupan sehari-hari, yang dalam bahasa Yunani disebut Chrestotes. Istilah ini secara literal berarti kebaikan, namun dalam berbagai terjemahan juga dimaknai sebagai kemurahan hati. Dengan demikian, konsep kemurahan yang dimaksud bukan sekadar sikap baik secara moral, melainkan lebih dalam, yakni mencerminkan kebaikan Allah sendiri yang dinyatakan kepada manusia. Chrestotes menggambarkan tindakan aktif Allah yang berbelas kasih, penuh kesabaran, dan murah hati terhadap ciptaan-Nya, meskipun manusia seringkali jatuh dalam kelemahan dan Oleh karena itu, ketika Paulus mendorong jemaat Kolose untuk hidup dengan Chrestotes, ia sejatinya mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya harus menjadi saluran kebaikan Tuhan, di mana kemurahan Allah yang telah mereka terima diwujudkan kembali dalam relasi dengan sesama, baik dalam kasih, kesabaran, maupun sikap saling mengampuni. Dengan cara inilah identitas sebagai manusia baru dalam Kristus dapat terlihat secara nyata dalam perilaku sehari-hari. Yesus Kristus menjadi teladan utama dalam mengajarkan bagaimana manusia seharusnya hidup dengan hati yang rendah. Selama menjalani kehidupan-Nya di dunia. Ia senantiasa menunjukkan sikap kerendahan hati, ketaatan penuh kepada kehendak Bapa, serta kesediaan untuk merendahkan diri demi keselamatan umat manusia. Kerendahan hati-Nya inilah yang membuat pelayanan Yesus memiliki pengaruh luar biasa, melampaui semua tokoh atau pemimpin yang pernah ada sepanjang sejarah manusia. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, dunia telah dicemari oleh kesombongan, keangkuhan, dan egoisme yang merusak relasi manusia dengan Allah maupun sesamanya. Kehadiran Yesus membawa nilai yang kontras, yakni kerendahan hati, sebagai sarana untuk menundukkan kuasa kesombongan Hanya melalui kerendahan hati yang sejati, sebagaimana diteladankan Kristus, manusia dapat mengalahkan kesombongan dan kembali kepada kehidupan yang berkenan kepada Allah. METODE Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif (Roseta et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan suatu fenomena secara sistematis, aktual, dan akurat, dengan fokus pada pengamatan terhadap fakta-fakta dan data yang ada. Metode penelitian ini adalah metode Kuantitatif dengan teknik deskriptif atas hasil yang ditemukan. Menurut Ajat Rukajat . 8, p. , deskriptif untuk menggambarkan situasi atau peristiwa, menjelaskan hubunganhubungan yang ada, menguji hipotesa, membuat prediksi, serta mengeksplorasi makna dan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko implikasi dari suatu masalah yang sedang diteliti. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Likert. Alat tersebut berupa daftar pernyataan yang diberikan kepada responden atau sampel penelitian, sehingga dapat mengumpulkan jawaban dan tanggapan melalui wawancara serta kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat (Y) Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. Berdasarkan hasil pengolahan data dari 70 responden, diperoleh skor empiris yang berada dalam rentang nilai antara 25 hingga 35. Nilai rata-rata . dari data tersebut adalah sebesar 31,99, sedangkan nilai tengah . Nilai yang paling sering muncul dalam distribusi data . Selain itu, standar deviasi tercatat sebesar 2,90, yang menunjukkan tingkat variasi atau sebaran data dari nilai rata-ratanya. Rentang nilai . dari data ini adalah 10, yang mengindikasikan selisih antara skor tertinggi dan terendah. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai distribusi frekuensi data, visualisasi atau tabel distribusi frekuensi dapat disajikan pada bagian berikutnya. Menanggalkan manusia lama (D. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data dari sebanyak 70 orang responden, diperoleh skor empiris yang berkisar antara nilai terendah 72 hingga nilai tertinggi 100. Hasil ini menunjukkan bahwa rentang data . mencapai 28 poin. Nilai rata-rata . dari keseluruhan data adalah sebesar 89,79, yang mencerminkan kecenderungan umum skor berada pada tingkat yang relatif Sementara itu, nilai median, yaitu nilai tengah dari distribusi data, tercatat sebesar 90, yang berarti separuh responden memperoleh skor di bawah angka tersebut dan separuh lainnya di atasnya. Nilai modus yang muncul paling sering adalah 100, mengindikasikan bahwa skor maksimum merupakan skor yang paling banyak diperoleh oleh Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Selain itu, standar deviasi sebesar 8,60 menunjukkan tingkat sebaran atau variasi skor responden terhadap nilai rata-ratanya. Untuk memberikan gambaran yang lebih visual dan komprehensif mengenai distribusi frekuensi data, penyajiannya dapat dilihat secara lebih jelas dalam bentuk histogram yang tersedia pada bagian berikut. Mengenakan manusia baru (D. Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang diperoleh dari 70 responden, diketahui bahwa skor empiris yang dihasilkan berada dalam rentang nilai antara 82 hingga 110. Hal ini menunjukkan adanya variasi skor sebesar 28 poin, yang merupakan selisih antara nilai tertinggi dan terendah . Nilai rata-rata . dari keseluruhan data adalah sebesar 100,01, yang mencerminkan bahwa secara umum responden memperoleh skor mendekati angka 100. Selain itu, nilai median, yaitu nilai tengah dari distribusi data, tercatat sebesar 101,5, menandakan bahwa separuh responden memiliki skor di bawah angka tersebut dan separuh lainnya di atasnya. Nilai modus, yaitu nilai yang paling sering muncul dalam data, adalah 110, yang menunjukkan bahwa skor tertinggi merupakan skor yang paling dominan diperoleh. Standar deviasi sebesar 8,94 mengindikasikan adanya sebaran nilai yang cukup signifikan dari rata-rata, sehingga menunjukkan adanya variasi yang cukup besar dalam data responden. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pola distribusi data tersebut, penyajian dalam bentuk histogram dapat digunakan sebagai alat bantu visual yang efektif. Uji Normalitas Berdasarkan visualisasi pada gambar PAeP plot untuk dimensi 1, yaitu Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus, terlihat bahwa titik-titik data tersebar mengikuti pola garis diagonal. Pola ini menunjukkan bahwa distribusi data mendekati distribusi normal. Dengan kata lain, tidak terdapat penyimpangan yang signifikan antara distribusi data empiris dan distribusi teoritis normal, karena mayoritas titik berada di sekitar atau tepat di atas garis diagonal. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa asumsi normalitas terpenuhi untuk dimensi tersebut, sehingga data layak digunakan untuk analisis statistik yang mensyaratkan distribusi normal, seperti uji parametrik. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Berdasarkan hasil visualisasi melalui gambar PAeP plot untuk dimensi 2, yaitu Menanggalkan Manusia Lama, dapat diketahui bahwa data menunjukkan pola distribusi yang mendekati normal. Hal ini ditunjukkan dengan posisi titik-titik pada plot yang sebagian besar mengikuti atau berada di sepanjang garis diagonal. Pola tersebut mencerminkan kesesuaian antara distribusi data empiris dengan distribusi normal teoritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data pada dimensi ini memenuhi asumsi normalitas, yang menjadi syarat penting dalam penerapan berbagai analisis statistik parametrik. Keselarasan ini juga mengindikasikan bahwa tidak terdapat penyimpangan signifikan yang dapat memengaruhi validitas analisis lebih Dari hasil analisis yang ditampilkan melalui gambar PAeP plot pada dimensi 3, yaitu Mengenakan Manusia Baru, dapat dilihat bahwa distribusi data menunjukkan kecenderungan mengikuti pola normal. Hal ini terlihat dari penyebaran titik-titik pada plot yang sebagian besar berada di sepanjang garis diagonal, yang merupakan representasi dari distribusi normal teoritis. Kesesuaian antara titik-titik data dengan garis diagonal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat penyimpangan berarti dari distribusi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data pada dimensi ini memenuhi asumsi normalitas. Pemenuhan asumsi ini penting sebagai dasar validitas dalam melakukan analisis statistik lanjutan, khususnya metode parametrik yang mengharuskan data terdistribusi secara normal. Visualisasi melalui PAeP plot pada variabel endogen menunjukkan bahwa distribusi data mendekati normal. Hal ini ditunjukkan oleh pola titik-titik plot yang sebagian besar mengikuti garis diagonal, yang merepresentasikan distribusi normal teoritis. Kesesuaian ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat penyimpangan signifikan dari normalitas, sehingga data tersebut memenuhi asumsi yang diperlukan untuk analisis statistik lanjutan. Berdasarkan tabel yang disajikan di atas, terlihat bahwa masingmasing dimensi, yaitu D1 hingga D3, memiliki nilai signifikansi . -valu. di atas angka 0,05. Ini menunjukkan tentang data dari ketiga dimensi tersebut terdistribusi secara normal. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian menggunakan metode statistik Adapun penjelasan rinci untuk masing-masing dimensi adalah sebagai berikut: Dimensi 1 Ae Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus menunjukkan nilai statistik uji sebesar 0,199. Karena nilai ini lebih besar dari 0,05, maka bisa disimpulkan bahwa data pada dimensi ini berdistribusi normal. Dimensi 2 Ae Menanggalkan Manusia Lama memiliki nilai statistik uji sebesar 0,142. Nilai ini juga melebihi ambang batas 0,05, sehingga data dinyatakan mengikuti distribusi normal. Dimensi 3 Ae Mengenakan Manusia Baru memperoleh nilai statistik uji sebesar 0,163. Dengan nilai yang berada di atas 0,05, data pada dimensi ini juga dianggap berdistribusi normal. Dengan demikian, ketiga dimensi tersebut memenuhi asumsi normalitas yang menjadi dasar dalam penerapan uji parametrik pada analisis selanjutnya. Uji Linieritas D1AeY Berdasarkan hasil uji linearitas pada Dimensi D1, yaitu AiHidup yang Baru dalam Kristus YesusAn, diperoleh nilai signifikansi untuk uji linearitas sebesar 0,000. Nilai ini berada jauh di bawah ambang batas signifikansi 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan linear yang signifikan antara variabel-variabel yang dianalisis. Sementara itu, nilai Deviation from Linearity sebesar 0,676, yang lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa penyimpangan dari pola linear tidak Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan yang terjalin dalam Dimensi D1 bersifat linear, atau dengan kata lain, variabel-variabel dalam dimensi ini memiliki keterkaitan yang konsisten secara linier. Hal ini menguatkan bahwa konsep "Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus" memiliki struktur hubungan yang dapat dijelaskan secara matematis melalui model linear, yang penting dalam mendukung validitas instrumen atau model penelitian yang digunakan. Uji Linieritas D2AeY Hasil uji linearitas terhadap Dimensi D2, yaitu AiMenanggalkan Manusia LamaAn, menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk uji linearitas adalah 0,000. Nilai ini berada di bawah batas signifikansi 0,05, yang menandakan adanya hubungan linear yang signifikan antar variabel dalam dimensi tersebut. Sementara itu, nilai AiDeviation from LinearityAn sebesar 0,171 yang melebihi nilai 0,05 mengindikasikan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko bahwa tidak terdapat penyimpangan yang signifikan dari pola linear. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Dimensi D2 memenuhi asumsi linearitas. Artinya, hubungan antara variabel-variabel dalam dimensi Menanggalkan Manusia Lama bersifat linier dan dapat dianalisis lebih lanjut menggunakan metode statistik yang mensyaratkan linearitas hubungan. Uji Linieritas D3AeY Berdasarkan hasil uji linearitas untuk Dimensi D3, yaitu Mengenakan Manusia Baru, diperoleh nilai signifikansi linearitas sebesar 0,000. Nilai ini berada di bawah ambang batas 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan linear yang signifikan antara variabel-variabel yang dianalisis. Selain itu, nilai Deviation from Linearity sebesar 0,099 yang lebih besar dari 0,05 mengindikasikan bahwa tidak terdapat penyimpangan yang berarti dari pola hubungan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Dimensi D3 memenuhi asumsi linearitas. Artinya, variabel-variabel dalam dimensi Mengenakan Manusia Baru saling berhubungan secara linier dan dapat dianalisis lebih lanjut menggunakan pendekatan statistik yang relevan untuk data linear. Uji Homogenitas YAeD1- D3 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Pertama, hasil analisis data menggunakan SPSS versi 25 menunjukkan bahwa pada uji homogenitas antara variabel dependen (Y) dengan dimensi Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus (D. diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,079. Karena nilai tersebut lebih besar daripada taraf signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berasal dari kelompok responden yang bersifat homogen, sehingga layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. Kedua, hasil uji homogenitas antara variabel Y dengan dimensi Menanggalkan Manusia Lama (D. menunjukkan nilai p-value sebesar 0,078. Nilai ini juga berada di atas batas signifikansi 0,05, yang berarti bahwa distribusi data dari kelompok responden dapat dikatakan seragam atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara kelompok. Ketiga, pada uji homogenitas antara variabel Y dengan dimensi Mengenakan Manusia Baru (D. diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,190. Angka ini jauh melebihi ambang 0,05, sehingga semakin memperkuat kesimpulan bahwa data berasal dari populasi yang homogen. Secara keseluruhan, hasil uji homogenitas terhadap ketiga dimensi tersebut membuktikan bahwa data penelitian ini memiliki kualitas yang baik karena berasal dari kelompok responden yang relatif seragam. Kondisi ini penting karena homogenitas data merupakan salah satu prasyarat utama dalam uji statistik parametrik, khususnya regresi, sehingga hasil analisis yang dilakukan dapat diinterpretasikan secara lebih sahih dan reliabel. Pengujian Hipotesis pertama Hipotesis pertama menyatakan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru dalam Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak berada pada kategori sedang. Pengujian dilakukan dengan tiga kategori penilaian . endah, sedang, tingg. menggunakan Confidence Interval pada taraf signifikansi Hasil analisis menunjukkan rentang nilai 217,0923Ae222,4791, yang menegaskan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori jemaat berada pada kategori sedang sesuai hipotesis. Interval Kategori 181 - 202 Rendah 202 - 223 Sedang 224 - 245 Tinggi Nilai lower dan Upper Bound variabel Y 217,0923 Ae 222,4791 . Berdasarkan tabel kategori interval yang telah disajikan, dapat disimpulkan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru, sebagaimana tercantum dalam Kolose 3:1Ae17, pada jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y), berada dalam kategori sedang. Dengan demikian, hipotesis pertama yang menyatakan bahwa posisi tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran tersebut berada pada kategori sedang dinyatakan diterima. Kesimpulan ini kemudian dibandingkan dengan hasil analisis masing-masing dimensi (D1AeD. yang berperan sebagai variabel eksogen, yang memberikan gambaran lebih rinci terhadap variabel endogen (Y). Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Tingkat Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (DI-. Analisis statistik dengan menggunakan bantuan SPSS dilakukan terhadap variabel eksogen pertama (D. , yaitu tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru berdasarkan Kolose 3:1Ae17 dalam dimensi Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus (D. bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Hasil perhitungan menunjukkan rentang nilai Lower Bound dan Upper Bound sebesar 30,2938 hingga 31,2776. Berdasarkan tabel interval yang telah disusun serta posisi tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran tersebut dalam dimensi Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus (D. , hasilnya adalah sebagai berikut: Interval Kategori 25 - 28 Rendah 28 - 31 Sedang 32 - 35 Tinggi Nilai lower dan Upper Bound D1-1 30,2938 Ae 31,2776 . Berdasarkan tabel interval tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru dalam dimensi Hidup yang Baru dalam Kristus Yesus (D. , sebagaimana tercantum dalam Kolose 3:1Ae17, bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y), berada dalam kategori AisedangAn. Tingkat Menanggalkan manusia lama (D. Analisis statistik menggunakan SPSS terhadap variabel eksogen kedua (D. , yaitu tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru berdasarkan Kolose 3:1Ae17 dalam dimensi Menanggalkan Manusia Lama (D. , bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y), menunjukkan hasil sebagai berikut: Berdasarkan data dalam tabel, diperoleh rentang nilai Lower Bound dan Upper Bound sebesar 87,7346 hingga 90,8368. Mengacu pada interval yang telah disusun serta posisi tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran Rasul Paulus dalam dimensi Menanggalkan Manusia Lama (D. , hasilnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Interval Kategori 72 - 81 Rendah 81 - 90 Sedang 91 - 100 Tinggi Nilai lower dan Upper Bound D1-2 87,7346 Ae90,8368 . Merujuk pada tabel interval yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko dalam dimensi Menanggalkan Manusia Lama (D. , berdasarkan Kolose 3:1Ae17, bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y), berada dalam kategori AisedangAn. Tingkat Mengenakan manusia baru (D. Analisis statistik menggunakan SPSS terhadap variabel eksogen ketiga (D. , yaitu tingkat penjelasan . dan penegasan . ajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru sebagaimana tertulis dalam Kolose 3:1Ae17, yang ditujukan kepada jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y) dalam hal penerapan konsep manusia baru (D. , menunjukkan hasil sebagai berikut: Berdasarkan data dalam tabel, diperoleh batas bawah (Lower Boun. dan batas atas (Upper Boun. pada rentang 97,8830 hingga 100,1456. Dari tabel interval yang disusun serta posisinya, maka dapat dilihat tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru, berdasarkan Kolose 3:1Ae17, terhadap jemaat GPdI di wilayah tersebut dalam hal penerapan manusia baru (D. sebagaimana dijelaskan. Interval Kategori 82 - 91 Rendah 91 - 100 Sedang 101 - 110 Tinggi Nilai Lower Dan Upper Bound D1-3 97,8830 Ae 100,1456 (Sedan. Berdasarkan tabel interval tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru berdasarkan Kolose 3:1Ae17 terhadap jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y), dalam hal penerapan manusia baru (D. , berada pada kategori "sedang". Adapun rekapitulasi hasil uji hipotesis pertama yang berkaitan dengan tingkat implementasi ajaran Rasul Paulus tentang manusia baru menurut Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di wilayah tersebut, disajikan dalam tabel berikut: Rekap hasil uji hipotesis pertama terkait tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru kepada jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara umum, tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di wilayah tersebut termasuk dalam kategori AisedangAn. Oleh karena itu, hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori ajaran tersebut berada pada kategori sedang dinyatakan diterima. Pengujian hipotesa kedua Hipotesis kedua penelitian ini menyatakan bahwa dimensi yang paling dominan memengaruhi tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru dalam Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak adalah dimensi hidup baru dalam Kristus (D. Untuk menguji hal ini dilakukan dua tahap analisis, dimulai dengan uji signifikansi regresi (F-regressio. guna menilai apakah model regresi yang digunakan berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Uji F ini Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko penting untuk memastikan bahwa seluruh dimensi, termasuk D1, secara bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman jemaat mengenai ajaran Paulus tentang manusia baru. apabila nilai signifikansi berada di bawah 0,05, maka model dinyatakan layak untuk digunakan dalam tahap analisis berikutnya. Kontribusi dimensi Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. terhadap Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat (Y) Dari tabel di atas diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,894 yang berarti hubungan positif dengan tingkat pengaruh sangat kuat karena berada antara 0,800 Ae 1,00. Hal ini menandakan dimensi Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. berpengaruh sangat kuat terhadap Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat (Y). selain itu diperoleh koefisien determinasi varians . sebesar 0,799 yang berarti bahwa dimensi Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. memberikan kontribusi sebesar 79,9 %terhadap Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat (Y). Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Berdasarkan data pada tabel Coefficient, diperoleh nilai t-hitung sebesar 16,464 dengan tingkat signifikansi . ) 0,000. Adapun nilai t-tabel pada derajat kebebasan . = n Ae 2 = 70 Ae 2 = 68 adalah sebesar 1,684. Karena nilai t-hitung . jauh lebih besar daripada t-tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dimensi Hidup Baru dalam Kristus Yesus (D. dan tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru, sebagaimana tercantum dalam Kolose 3:1Ae17, terhadap jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Dengan demikian, dimensi D1 terbukti memiliki pengaruh yang berarti dalam menjelaskan dan menegaskan pemahaman jemaat tentang konsep manusia baru menurut ajaran Paulus. Berdasarkan data pada tabel Coefficient, diperoleh nilai t-hitung sebesar 16,464 dengan tingkat signifikansi . ) 0,000. Adapun nilai t-tabel pada derajat kebebasan . = n Ae 2 = 70 Ae 2 = 68 adalah sebesar 1,684. Karena nilai t-hitung . jauh lebih besar daripada t-tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dimensi Hidup Baru dalam Kristus Yesus (D. dan tingkat eksplanatori dan konfirmatori terhadap pengajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru, sebagaimana tercantum dalam Kolose 3:1Ae17, terhadap jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Dengan demikian, dimensi D1 terbukti memiliki pengaruh yang berarti dalam menjelaskan dan menegaskan pemahaman jemaat tentang konsep manusia baru menurut ajaran Paulus. Kontribusi dimensi Menanggalkan manusia lama (D. terhadap Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko erdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi . yA) sebesar 0,978, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat, karena berada dalam rentang 0,8 hingga 1,0. Nilai ini mengindikasikan bahwa terdapat korelasi yang sangat tinggi antara dimensi AiMenanggalkan Manusia LamaAn (D. dan tingkat eksplanatori serta konfirmatori terhadap ajaran Rasul Paulus mengenai manusia baru sebagaimana tertulis dalam Kolose 3:1Ae 17, khususnya dalam konteks jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Selain itu, nilai koefisien determinasi varians . AiA) sebesar 0,956 menunjukkan bahwa dimensi D2 berkontribusi sebesar 95,6% terhadap variabilitas atau perubahan dalam eksplanasi dan konfirmasi ajaran Paulus tentang manusia baru. Dengan kata lain, hampir seluruh perubahan yang terjadi dalam pemahaman dan penghayatan jemaat terhadap ajaran tersebut dapat dijelaskan oleh peran dari dimensi AiMenanggalkan Manusia Lama. An Temuan ini memperkuat anggapan bahwa proses spiritual dalam meninggalkan pola hidup lama merupakan faktor yang sangat menentukan dalam penerimaan serta pemahaman ajaran Paulus mengenai identitas baru dalam Kristus. Maka, dimensi D2 tidak hanya relevan, tetapi juga krusial dalam mengukur efektivitas pengajaran tersebut di kalangan jemaat GPdI Berdasarkan hasil analisis pada tabel Coefficient, diperoleh nilai t-hitung sebesar 38,401 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Adapun nilai t-tabel dengan derajat kebebasan . = n Ae 2 = 70 Ae 2 = 68 adalah sebesar 1,684. Jika dibandingkan, terlihat bahwa t-hitung . jauh lebih besar daripada t-tabel . Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Menanggalkan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko manusia lama (D. dengan variabel tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru sebagaimana tertuang dalam surat Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Signifikansi yang sangat tinggi . < 0,. mempertegas bahwa hubungan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan memiliki dasar yang kuat secara statistik. Selanjutnya, dari hasil pengolahan data diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai Y = b bCCDCC Y = 20,915 2,237DCC Persamaan regresi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa apabila variabel Menanggalkan manusia lama (D. meningkat sebesar satu unit, maka rata-rata skor eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru akan meningkat sebesar 2,237 dari kondisi sebelumnya. Dengan kata lain, semakin besar upaya jemaat dalam menanggalkan manusia lama, semakin tinggi pula tingkat pemahaman dan penghayatan mereka terhadap ajaran Paulus mengenai manusia baru dalam kehidupan praktis beriman. Temuan ini memberikan implikasi teologis dan praktis bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak. Secara teologis, hal ini menegaskan kebenaran doktrin Paulus dalam Kolose 3:1Ae17 bahwa transformasi hidup orang percaya dimulai dengan menanggalkan manusia lama yang identik dengan pola hidup dosa, kemudian mengenakan manusia baru yang serupa dengan Kristus. Secara praktis, peningkatan nilai pada dimensi menanggalkan manusia lama berbanding lurus dengan semakin kuatnya pemahaman jemaat dalam mengaplikasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam relasi dengan Allah maupun dengan sesama. Kontribusi dimensi Mengenakan manusia baru (D. terhadap Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan surat Kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI di wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat (Y) Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi . ACA) sebesar 0,971. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang positif dengan tingkat keeratan yang sangat kuat, karena berada pada rentang 0,80Ae1,00. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat antara dimensi Mengenakan manusia baru (D. terhadap eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru sebagaimana termaktub dalam surat Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Hubungan positif ini mengandung arti bahwa semakin tinggi penerapan dimensi Mengenakan manusia baru dalam kehidupan jemaat, semakin tinggi pula tingkat pemahaman, penjelasan, dan penguatan ajaran Paulus yang dapat diaplikasikan oleh jemaat tersebut. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi . A D. adalah sebesar 0,943. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa dimensi Mengenakan manusia baru (D. memberikan kontribusi sebesar 94,3% terhadap peningkatan variabel eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru. Dengan kata lain, hampir seluruh variasi dalam variabel Y dapat dijelaskan oleh peran dimensi Mengenakan manusia baru (D. , sedangkan sisanya sebesar 5,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel penelitian ini. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan. Secara teologis, hal ini menegaskan kembali ajaran Paulus dalam Kolose 3:1Ae17 bahwa mengenakan manusia baru merupakan inti dari kehidupan orang percaya, di mana identitas baru dalam Kristus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan. Secara praktis, hasil ini memperlihatkan bahwa upaya jemaat dalam menghidupi identitas baru tersebut tidak hanya berpengaruh pada kehidupan rohani pribadi, tetapi juga memperkuat pemahaman kolektif jemaat dalam menjelaskan dan meneguhkan ajaran rasuli. Dengan kontribusi yang sangat dominan dari dimensi ini, dapat ditegaskan bahwa mengenakan manusia baru merupakan faktor penentu utama dalam menginternalisasi dan mengimplementasikan pengajaran Paulus di tengahtengah jemaat GPdI Wilayah 16 Kabupaten Landak. Berdasarkan hasil analisis pada tabel Coefficient, diperoleh nilai t-hitung sebesar 33,449 dengan tingkat signifikansi 0,000. Adapun nilai t-tabel dengan derajat kebebasan . = n Ae 2 = 70 Ae 2 = 68 adalah sebesar 1,684. Jika dibandingkan, terlihat bahwa t-hitung Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko . jauh lebih besar daripada t-tabel . Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel Mengenakan manusia baru (D. dengan variabel tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru sebagaimana tertulis dalam surat Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Signifikansi yang diperoleh menegaskan bahwa dimensi Mengenakan manusia baru memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan jemaat terhadap ajaran Paulus. Selanjutnya, hasil analisis regresi sederhana menunjukkan persamaan sebagai berikut: Y = b bCADCE Atau Y = 7,947 2,138DCE Persamaan regresi ini dapat diinterpretasikan bahwa apabila dimensi Mengenakan manusia baru (D. meningkat sebesar satu unit, maka rata-rata skor eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru akan meningkat sebesar 2,138 dari kondisi sebelumnya. Artinya, semakin jemaat berupaya untuk mengenakan identitas baru di dalam Kristus, semakin besar pula pengaruhnya terhadap pemahaman yang mendalam serta penguatan ajaran Paulus di tengah-tengah kehidupan bergereja. Lebih jauh lagi, perhitungan kontribusi dari masing-masing dimensi eksogen terhadap variabel endogen menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengaruh yang dapat direkapitulasi dalam bentuk tabel sumbangan kontribusi. Data ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai dimensi mana yang paling dominan dalam mempengaruhi pemahaman jemaat terhadap ajaran Paulus tentang manusia baru. Implikasi dari hasil ini bersifat teologis dan praktis. Secara teologis, temuan ini menegaskan bahwa mengenakan manusia baru merupakan prinsip kunci dalam transformasi hidup orang percaya sebagaimana diajarkan oleh Paulus dalam Kolose 3:1Ae17, yaitu hidup yang ditandai oleh kasih, kerendahan hati, dan keserupaan dengan Kristus. Secara praktis, semakin jemaat mengimplementasikan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin besar pula kemampuan mereka dalam menjelaskan, memahami, dan mengonfirmasi kebenaran ajaran tersebut, baik dalam konteks pribadi, keluarga, maupun pelayanan di lingkungan gereja. Tabel 4. 2 Rekapitulasi Hasil Regresi Linier Dimensi r square Kontribusi Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. 0,894 0,799 79,9 % Menanggalkan manusia lama (D. 0,978 0,956 95,6 % Mengenakan manusia baru (D. 0,971 0,943 94,3 % Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko Berdasarkan hasil analisis yang ditunjukkan pada tabel rekapitulasi mengenai asosiasi dan kontribusi variabel eksogen terhadap variabel endogen, diperoleh informasi bahwa dimensi Menanggalkan manusia lama (D. memiliki nilai koefisien determinasi tertinggi, yakni sebesar 0,978, dengan kontribusi terhadap variabel endogen mencapai 95,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa dimensi D2 merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi variabel endogen, yaitu implementasi pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru sebagaimana termaktub dalam surat Kolose 3:1Ae17 pada jemaat GPdI se-Wilayah 16 Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan Barat (Y). Tingginya nilai determinasi ini memiliki arti penting, karena menunjukkan bahwa hampir seluruh variasi dalam implementasi pengajaran Paulus dapat dijelaskan melalui dimensi Menanggalkan manusia lama. Dengan kata lain, proses transformasi iman dan kehidupan rohani jemaat sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mampu melepaskan identitas lama yang masih terikat pada pola hidup dosa, kebiasaan lama, maupun nilai-nilai duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Secara teologis, temuan ini sejalan dengan ajaran Paulus dalam Kolose 3:1Ae17, di mana langkah awal menuju kehidupan sebagai manusia baru adalah dengan menanggalkan manusia lama, yaitu meninggalkan segala bentuk perbuatan yang tidak sesuai dengan identitas baru di dalam Kristus. Tanpa proses ini, usaha untuk mengenakan manusia baru tidak akan optimal, karena jemaat masih terikat pada perilaku dan cara pandang lama. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan jemaat dalam menghidupi pengajaran Paulus sangat ditentukan oleh keberanian dan ketekunan mereka dalam menanggalkan manusia lama. Hal ini mencakup perubahan pola pikir, sikap, perilaku sehari-hari, serta relasi dengan sesama yang harus semakin mencerminkan kasih dan kekudusan Kristus. Dengan dominasi kontribusi sebesar 95,6%, dimensi ini menjadi faktor kunci yang tidak hanya menopang pemahaman teologis jemaat, tetapi juga membentuk kehidupan beriman yang nyata dalam konteks sosial dan pelayanan di lingkungan gereja. KESIMPULAN Hasil dari data pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa, pertama, tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru berdasarkan Kolose 3:1Ae17 bagi jemaat GPdI di Wilayah 16 Kabupaten Landak berada pada kategori sedang sehingga hipotesis dinyatakan diterima, dengan hasil perhitungan Confidence Interval pada taraf 5% berada pada rentang 217,0923Ae222,4791. Kedua, dimensi yang paling dominan memengaruhi variabel tersebut adalah Menanggalkan manusia lama (D. dengan nilai determinasi 0,978 dan kontribusi 95,6%, berbeda dari hipotesis awal yang mengajukan Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D. , sehingga hipotesis dinyatakan ditolak. temuan ini dikuatkan oleh hasil analisis regresi linier dan pengujian ulang dengan CRT yang menunjukkan bahwa D2 mampu memperbaiki kondisi sebesar 303,292 poin. Ketiga, kategori latar belakang yang paling berpengaruh adalah usia, sesuai dengan hipotesis yang diajukan, sementara latar belakang pendidikan juga berkontribusi meski lebih kecil, yakni sebesar 13,279 poin terhadap peningkatan tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Paulus. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 Desember 2024 Budi. Daniel Suharto. Paulus Sentot Purwoko DAFTAR PUSTAKA