Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 03 No. 01 (December 2. 47 Ae 70 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Pengaruh Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak Dan Perkembangannya Dewasa Ini Aman. * Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia. *Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, mikaelaman59@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia. AuPengaruh Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak Dan Perkembangannya Dewasa Ini. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 3, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2023, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/43. American Psychological Association 7th edition (Aman et al, 2023, p. Received: 03 March 2022 Accepted: 05 September 2022 Published: 22 December 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Abstract The focus of this research is to recognize and understand the history of the Pontianak Archdiocese Church in the course of Church history. Many people do not know the history of the Pontianak Archdiocese. However, the splendor of the Pontianak Archdiocese Church is well known, even abroad, especially in the Vatican Rome. In this study, the researcher used a qualitative methodology with a literature study approach regarding the Influence of Church History in the History of the Pontianak Archdiocese and current developments. Researchers used book sources, journal sources, and internet sources. History is an event and events that really happened in the past. The church is an association of people who follow Jesus Christ. Church history is a journey of the past of the Church that has occurred after the coming of Jesus Christ. Church history does not just appear but is a legacy of Church Fathers who were willing to be martyred in order to fight for and at the same time defend the truth of the The church's mission is to bring people to God's salvation. The Pontifical Archdiocese Church has a long history, and has faced challenges and obstacles, both internally and What started as the Apostolic Vicariate of Dutch Borneo, changed to the Archdiocese of Pontianak. Studying the history of the Pontianak Archdiocese Church is something that must be continued because that is where researchers get a very meaningful So this article aims to understand how the history of the Church and the history of the Pontifical Archdiocese has grown and developed today. The results of this study indicate that the Historical Journey of the Pontianak Archdiocese follows the journey of early Church history that was championed by the Church Fathers. Thus it can be concluded that the emergence of the history of the Archdiocese of Pontianak came from foreign missionaries. Keywords: History. Church, heritage. History of the Archdiocese of Pontianak Abstrak Fokus penelitian ini adalah mengenal dan memahami sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak dalam perjalanan sejarah Gereja. Banyak sekali umat belum mengenal sejarah Keuskupan Agung Pontianak. Namun Kemegahan Gereja Keuskupan Agung Pontianak sudah dikenal, bahkan sampai keluar negeri terkhusus di Vatikan Roma. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang mengenai Pengaruh Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak dan perkembangan dewasa ini. Peneliti menggunakan sumber-sumber buku, sumber jurnal, dan sumber internet. Sejarah merupakan suatu peristiwa dan kejadian yang sungguh-sungguh terjadi dimasa lampau. Gereja adalah perhimpunan jemaat yang mengikuti Yesus Kristus. Sejarah Gereja merupakan perjalanan masa lampau Gereja yang sudah terjadi setelah kedatangan Yesus Kristus. Sejarah Gereja tidaklah muncul dengan begitu saja tetapi merupakan warisan Bapa-bapa Gereja yang rela menjadi martir demi memperjuangkan dan sekaligus mempertahankan kebenaran iman. Gereja memiliki misi yaitu membawa manusia kepada keselamatan Allah. Gereja Keuskupan Agung Pontianak mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang, dan mendapatkan tantangan dan rintangan, baik dari dalam maupun dari luar. Yang dimulai dari Vikariat Apostolik Borneo Belanda, berubah menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Mempelajari sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak adalah hal yang harus teruskan karena dari situlah peneliti mendapatkan pemahaman yang sangat berarti. Maka artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana perjalanan sejarah Gereja dan sejarah Keskupan Agung Pontianak sehingga bertumbuh dan berkembang sekarang ini. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak mengikuti mengikuti perjalanan sejarah Gereja awal yang diperjuangkan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia oleh Bapa-bapa Gereja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa munculnya sejarah Keuskupan Agung Pontianak itu berasal dari para misionaris asing. Kata Kunci: sejarah. Gereja, warisan, sejarah Keuskupan Agung Pontianak PENDAHULUAN Sejarah Gereja merupakan perjalanan masa lalu Gereja yang sungguh-sungguh terjadi setelah zaman Yesus Kristus yang dimana Para Rasul yang mewartakan tentang kristologi. Soteriologi dan eskatologi. Gereja adalah perkumpulan atau perhimpunan yang mengakui Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Roh Kudus yang menyatukan dan menggerakan. Perjalanan sejarah Gereja bukan hanya dilihat dari Kitab Suci semata, tetapi juga dari Tradisi Bapa-bapa Gereja di masa konsili dan masa patristik. Gereja merupakan warisan Bapa-bapa Gereja yang pada zaman itu di mana mereka memperjuangkan iman dengan rela menjadi Sejarah Gereja adalah sejarah di mana Gereja mengalami masa-masa sulit. Gereja berhadapan dengan bidaah-bidaah dan tradisi menyembah berhala. Gereja Keuskupan Agung Pontianak adalah warisan dari sejarah Gereja awal, bukan tanpa dasar terbentuknya Gereja METODE Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan metodologi kualitatif atau kepustakaan dengan pendekatan studi literatur yang mengenai Pengaruh Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak dan perkembangan dewasa ini. Metode ini menguraikan perjalanan singkat sejarah Gereja dalam perjalanan sejarah Keuskupan Agung Pontianak dan perkembangan sekarang ini. Untuk itu peneliti mengambil judul tentang AuMemahami Sejarah Gereja Dalam Perjalanan Sejarah Keuskupan Agung Pontianak. Dalam pembahasan ini peneliti membatasi sub-sub tema yang akan diuraikan, yaitu: Sejarah. Gereja. Sejarah Gereja. Sejarah Keuskupan Agung Pontianak. Pemimpin yang Pernah Bertugas Di Keuskupan Agung Pontianak. Gambaran Keuskupan Agung Pontianak. Missio Ad intra. Missio Extra Keuskupan Agung Pontianak. Kesimpulan, dan daftar pustaka. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku Kitab Suci, sumber-sumber buku, sumber-sumber internet, sumber-sumber jurnal dan sumber internet. Fokus penelitian ini adalah semua pembaca yang ingin mengenal dan memahami lebih jauh lagi Sejarah Keuskupan Agung Pontianak. Harapan dan peneliti adalah agar para pembaca mengenal sejarah singkat terbentuk Keuskupan Agung pontianak dan perkembangan hingga saat ini. Sehingga para pembaca tahu bahwa siapa misionaris asing dan misionaris lokal yang pernah bertugas di Keuskupan Agung Pontianak. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Sebelum masuk pada pembahasan tentang Sejarah Gereja maupun sejarah Keuskupan Agung Pontianak, terlebih dahulu mengetahui apa itu sejarah? Mengapa ada sejarah pasti ada kejadian dan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi pada masa lampau?. Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa sejarah merupakan ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa dan kejadian yang sungguh-sungguh terjadi di masa lalu. Sejarah bukan suatu opini dari pada pendapat, melainkan suatu yang fakta konkrit yang terjadi dalam kehidupan Gereja dan Arti kata sejarah dalam kamus bahasa Indonesia memberikan arti untuk dua kata sejarah, yaitu pertama sejarah adalah kejadian dan peristiwa masa lalu yang benar-benar Kejadian dan peristiwa fakta, kenyataan dari masa lalu. Kedua, sejarah adalah ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dimasa Dari pengertian ini, mempelajari sejarah tidak lain tidak bukan adalah bergumul dengan fakta konkrit masa lalu dan berusaha untuk menjelaskan fakta tersebut. Dua hal yang tidak diabaikan atau dihilangkan yaitu sejarah Gereja Indonesia (Hutahaean, 2021, hal. Dari pendapat di atas dapat membedakan bahwa sejarah adalah peristiwa dan kejadian karena dilihat berdasarkan urutan waktu. Misalnya sejarah G. 30 SPKI atau sejarah Gereja awal atau sejarah Gereja Indonesia. Sedangkan sejarah berdasarkan ilmu pengetahuan yang dilihat dari objektifnya dan tidak tahu mana itu kejadian konkrit dan mana yang bukan itu membutuhkan penelitian langsung ke narasumber atau saksi matanya sendiri. Christiaan Dr. De Jonge mengatakan bahwa Pada tanggal 31 Oktober 1517. Martin Luther memasang 95 dalil. Sejarah peristiwa ini menunjukan secara objektif dan tidak bermakna jikalau ditinjau tersendiri. Dan baru mendapatkan makna jikalau dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa lain yang terjadi di Jerman, baik dalam bidang gerejawi maupun bidang Dalil-dalil itu baru mendapat arti kalau dibandingkan dengan tulisan-tulisan Luther maupun dari yang memberontaknya. Penyelidikan dan perbandingan ini bisa mendapatkan bahan reformasi sebagai titik balik dalam sejarah Gereja. (Jonge, 1989, hal. Gambarangambaran peristiwa tersebut mendapatkan dasar data sejarah yang tersedia. Hal itu menjadi tugas para ahli-ahli, baik itu ahli teolog, filsafat, maupun ahli-ahli yang lainnya. Gereja Setelah mempelajari sejarah. Gereja juga harus dipelajari karena Gereja adalah bagian dari penting sejarah kehidupan manusia. Muncul pertanyaan apa yang dimaksud dengan Gereja? Mengapa Gereja disebutkan suatu persekutuan atau perhimpunan jemaat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia yang mengakui Yesus Kristus? Mengapa Gereja merujuk bukan pada gedung, tetapi lebih kepada komunitas umat beriman? Buku ajar Antonius Denny Firmanto yang berjudul Eklesiologi Historis menyebutkan bahwa Tulisan yang disebut AuInjil MatiusAy yang diredaksi sekitar tahun 60-65 M menyebut himpunan orang yang hidupnya berpusat pada Yesus ini sebagai AuJemaatAy (Lih. Mat 16:. Kata AuJemaatAy berasal dari kata Yunani aE, ekklesia . k= keluar. kaleo= memanggi. yang berarti suatu kumpulan orang yang berkumpul atas panggilan pembawa berita dari pemerintah. Penyebutan diri sebagai ekklesia dapat ditarik mundur lagi ke permulaan tahun 50 M pada saat penulisan Surat kepada orang Tesalonika (Lih. 1Tes 1:1. Kata gereja dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Portugis igreja yang merupakan pelafalan kata ekklesia (Firmanto, 2018, hal. 16Ae. Dalam buku ajar diatas sudah jelas asal Gereja, baik dari kata Yunani maupun kata dalam Kitab Suci. Jadi dengan kata lain Gereja bukan identik dengan gedung, tetapi Gereja adalah himpunan-himpunan jemaat yang berkumpul beribadah memuji dan memuliakan Allah. Orang-orang yang mewartakan Injil juga dapat disebut dengan Gereja. Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus mengatakan Gereja adalah Tubuh Yesus kristus sendiri (Lih. 1Kor. 12:12-13:. Ada kata ekklesia yang dapat diartikan berkumpul karena ada yang mengajak dan kata ekklesia dipakai oleh ahli-ahli Kitab Perjanjian Baru untuk menunjukan perhimpunanperhimpunan jemaat-jemaat yang diajak oleh Yesus Kristus. Dalam artinya bahwa orang yang percaya kepada kristus. Kata ekklesia menjadi pusat penelitian para teolog yang menghasilkan pergertian yang berkembang dari kata ekklesia (Hutahaean, 2021, hal. Kata gereja dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia digunakan dalam beberapa Seperti Gereja yang merujuk pada gedung atau tempat ibadah orang Kristen. Istiah ini kerap kali digunakan oleh orang-orang yang bukan kristen yang bertanya kepada komunitas Kristen ketika pergi beribadah, atau sembahyang, dan perayaan Ekaristi. Jadi Gereja dipahami sebagai himpunan-himpunan umat Kristen (Hutahaean, 2021, hal. Artinya bahwa Gereja adalah tempat umat untuk berdoa, mendengarkan sabda Tuhan, bernyanyi pujipujian, penerimaan Sakramen-sakramen, termasuk Ekaristi Kudus. Kedua, kata Gereja dalam arti umat Allah atau tempat persekutuan umat Kristen. Jadi arti yang pertama mirip dengan yang kedua. Dengan kata lain Gereja bukan pertamatama sebuah gedung. Gereja juga dapat dipahami sebagai aliran . atau persekutuan agama kristen. Gereja juga dipahami sebagai lembaga daripada sebuah mazhab Kristen. Gereja yang dipahami pertama tadi merupakan terbentuknya Gereja Kristus sesudah lima Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia puluh tahun kebangkitan-Nya. Yaitu pada hari raya pentakosta, di mana Roh kudus Turun atas Para Rasul dalam rupa angin kencang dan lidah-lidah api (. Kisah Para Rasul 2:. Dari hasil tentang Gereja dan sejarahnya maka dapat dikatakan ada Gereja karena Yesus Kristus yang memanggil para rasul pengikut-Nya sehingga Gereja memiliki rupa atau wujud persekutuan dengan-Nya dan dengan manusia lain dan melaksanakan perintah-Nya yaitu mewartakan kabar sukacita Injil (Enklaar, n. Sejarah Gereja Menurut Dr. Enklaar (Enklaar, 2009, hal. mengatakan Sejarah Gereja dapat dipelajari dari Kitab Kisah Para Rasul yang menggambarkan hidup jemaat yang awal-awal itu yang rukun dan dalam suasana gembira dan berbahagia. Setelah itu dapat mengambil contoh dari Cinta-kasih, kegiatan, kerajinan dan keberanian jemaat yang pertama itu. Namun mereka itu tidak lain dari manusia yang lemah dan berdosa juga. Dalam (Kis . , pertikaian tentang pembagian kepada janda-janda dalam pelayanan sehari-hari dan nasihat-nasihat Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus bahwa kesucian atau kekudusan jemaat Kristen tidak terdapat dalam dirinya sendiri, melainkan di dalam nama Tuhannya saja (Lih 1Kor 3:. Pada umumnya sejarah Gereja dapat dilihat dari dua sumber yaitu sumber pengalaman yang dihasilkan dari penemuan para ahli-ahli dan pendapat dari para teolog yang bertitik tolak tentang Gereja itu sendiri. Para ahli yang bertitik tolak dari pengalaman empiris mencatat sejarah Gereja Kristen. Sejarah Gereja dalam pengertian ini menyangkut gejolak agama Kristen yang dinyatakan dalam segala bentuk yang digunakan oleh manusia untuk menyatakan iman termasuk agama Kristen sendiri. Dengan kata lain ilmu agama hendak dikaitkan dengan Sejarah Gereja. Sejarah Gereja adalah himpunan-himpunan jemaat yang mengakui Yesus Kristus. Orang-orang berhimpun dalam nama Yesus Kristus sebagai penyelamat itu disebut sejarah Gereja. Secara logika memang benar karena dilihat dari buku ajar Romo denny Eklesiologi Historis menyebutkan bahwa Gereja berawal dari Kisah Para Rasul tahun 60-70 Para Rasul adalah murid-murid Yesus yang mencatat sejarah iman dari idealnya hidup dalam sebuah perjalanan mengikuti sebuah AuJalan,Ay yakni: AuJalan keselamatanAy (Kis 16:. atau AuJalan AllahAy (Kis 18:. Tokoh utama yang mendirikan Gereja awal adalah Petrus. Stepanus. Paulus dan Yakobus. Walaupun ada masa kelam Gereja, tetapi Gereja tetap bertumbuh dan berkembang sampai sekarang itu karena ada tiang-tiang yang kuat yang menyanggahnya yaitu iman yang hidup (Yesus Kristu. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Menurut Michael Bauman and Martin mengatakan Sejarah GerejaAy (Church Histor. adalah mata pelajaran yang paling luas berkenaan dengan masa lalu Gereja (Bauman. Michael, 1995, hal. Artinya bahwa manusia yang belajar sejarah Gereja dapat memunculkan kembali apa yang buat Gereja pada masa lalu. Dan bahkan dapat mempelajari aturan-aturan ibadat, teologi liturginya, bangunan-bangunannya, letak geografisnya, dan lainlain. Teologi HistorisAy (Historical Theolog. adalah suatu istilah umum yang menunjuk pada wilayah studi yang lebih luas. Bagi beberapa orang istilah itu menunjukkan studi tentang sejarah doktrin Kristen terutama demi kepentingan formulasi teologi masa kini. Sedangkan bagi yang lain, istilah itu berarti analisa-analisa dari dogma-dogma Gereja dalam hubungan yang terpisah dengan peristiwa-peristiwa sejarah Gereja (Bradley, 1995, hal. Menurut ajaran resmi Gereja ini dahulu hanya Gereja Katolik-Roma benar-benar Gereja dan Gerejagereja dan gereja lain tidak boleh menggunakan nama Gereja karena tidak mempunyai corak semua nama Gereja secara nyata tidak mengakui Paus sebagai kepala Gereja yang mewakili Kristus. Dengan kata lain yang menjadi satu-satunya pokok sejarah Gereja adalah Gereja katolik-Roma, sedangkan sejarah Gereja-gereja yang lain menjadi pokok sejarah perhimpunan-perhimpunan Kristen lain yang bukan Gereja. Gereja Adalah Warisan Bapa-Bapa Gereja Kata bapa dalam bahasa Latin itu pater yang berarti ayah. Seorang ayah sangat berperan penting dalam hidup keluarga. Dalam tradisi Romawi, gelar bapa atau ayah ditujukan kepada pemimpin jabatan imam dalam tradisi keluarga. Sedangkan dalam budaya dan Kitab Suci, sebutan bapa menunjukan kepada nenek moyang saksi hidup dan pemilik Perjanjian Lama. Bapa juga disebutkan sebagai pencipta, memberi contoh cara hidup atau guru pembimbing atau pembina spiritualitas (Kel. 2:24. 3:6. Kej 4:20-21. 1Tim 5:. Dalam perkembangan zaman sebutan bapa secara khusus ditujukan kepada Uskup. Gelar Uskup dikhususkan untuk seorang pria yang diberi tanggung jawab untuk memimpin umat Allah dan menjadi penerus Para Rasul dalam pewartaan kabar sukacita Injil. Mulai pertengahan abad ke IV, sebutan bapa diperuntukan bagi tokoh-tokoh pembela Gereja masa lalu khususnya Para Uskup pembela ajaran Kristus yang benar dalam konsili-konsili (Sitomurang, 2011, hal. 63Ae. Dari dapat ini mengambil suatu kesimpulan bahwa Bapa-bapa Gereja adalah Bapabapa Uskup yang membela iman Kristen. Membela iman umat Allah sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Bapa-bapa Gereja. Jemaat pada masa itu menamakan Bapa-bapa Gereja sebagai apologet yang artinya pembela atau pertahankan kebenaran iman dalam suatu ajaran. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Pertahanan atau pembelaan terhadap ajaran-ajaran filsafat Yunani, atau terhadap gagasangagasan agama-agama lain. Dengan kata lain siapa itu bapa-bapa Gereja? Bapa-bapa Gereja adalah seorang ayah yang disebut Uskup dalam bahasa Latin Pater pada masa Patristik. Tugas dari Bapa-bapa Gereja adalah bekerja keras untuk memperkuat, membela, menata, isi ajaran iman Kristiani, juga membela dan melawan ajaran-ajaran sesat . idAoa. , kelompok kafir, orang fasik, dan kelompok Gnosis. Teologi adalah upaya mempelajari dan merefleksikan ilmu tentang iman. Tujuan dan tugas teologi adalah mengutarakan pewahyuan diri Allah dan rencana keselamatan-Nya yang ada dalam diri Yesus Kristus. Teologi meliputi pemikiran dan kehidupan Gereja sepanjang Bapa-bapa Gereja merupakan sumber teologi, karena mereka menggambarkan suatu momen penting yang tidak terlupakan dan terhapuskan dari kehidupan Gereja. Pemikiran Bapa-bapa Gereja yang berusaha untuk bergerak dan melihat semua dalam bingkai historia Suatu kontribusi di zaman sekarang betapa pentingnya mempelajari teologi, karena teologi berkaitan dengan iman seseorang. Dasar dari teologi adalah Kitab Suci dan Tradisi karena Bapa-bapa Gereja menekankan perlunya Tradisi yang hidup di masa kini. Hal itu merupakan warisan masa lalu Bapa-bapa Gereja. Bapa-bapa Gereja berteologi sebagai seorang yang pendoa, rendah hati, mudah merasakan akan Roh Kudus yang membukakan seluruh karunia kasih itu. Selain gagasan teologi yang diwariskan. Bapa-bapa Gereja juga mewariskan terbentuknya satu roh dalam satu tujuan berteologi. Karena isi teologi adalah kebenaran iman yang dipertahankan dengan tetesan darah di tengah situasi yang rumit dan Dalam teologi Bapa-bapa Gereja ditemukan tiga unsur-unsur yang secara erat berkaitan, yakni: auditus fidei yang artinya bertekun dalam mendengarkan sabda Tuhan. Kedua, oboedientia fidei yang artinya kesiapsediaan untuk menginkardinasikan segala tuntutan iman dalam hidup. Dan ketiga, intellectus fidei artinya upaya yang konstan untuk menggali rahasia iman yang lebih dalam, bukan hanya pada tingkat abstrak, tetapi dalam kaitan dengan komunitas saudara seiman (Sitomurang, 2011, hal. Sejarah Keuskupan Agung Pontianak Sembilan tahun kemudian seorang Pastor yang bernama Pater Sanders menginjakkan kakinya di tanah Kalimantan Barat untuk memjajaki kemungkinan pembukaan Misa di Kalimantan Barat. Setelah peninjuan itu ia menyimpulkan bahwa tiba saatnya untuk membuka misi di Kalimantan Barat. Selain itu di tahun 1861-1862, seorang Pastor militer Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia mengadakan relasionalitas dengan masyarakat dayak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, tetapi seperti sebelumnya tanpa hasil. Pada awal abad ke 20. Vikaris Apostolik Jakarta meminta secara teratur ke berbagai tempat di Kalimantan. Pada tanggal 30 November 1905 para misionaris pertama tiba di Singkawang pada tahun 1906. Sejiram mendapat imam lagi, dan pada 1908, dibuka sebuah stasi baru di Laham, di pinggiran Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Pada tahun 1909. Pontianak menjadi tepat kediaman Prefek Apostolik Mgr. Pasificus Bos, dan dengan demikian pusat segala kegiatan misi di pulau Kalimantan. Lini zaman Gereja Katolik di Kalimantan Barat, yaitu: pada 11 Februari 1905, didirikan sebagai Prefektur Apostolik Borneo Belanda, memisahkan diri Vikariat Apostolik Batavia. Setelah itu pada 13 Maret 1918, ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Borneo Belanda. Di 21 Mei 1938, berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Pontianak. Dan pada 3 Januari 1961, ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Pontianak (Sekretariat, 2. Dari perjalanan sejarah di atas dapat disimpulkan bahwa sejarah Keuskupan Agung Pontianak di Kalimantan Barat mengalami begitu banyak tantangan, rintangan, dan Ini dimulai dari tidak ada misionaris yang datang ke Kalimantan Barat, beberapa imam Vikariat Apostolik yang dibunuh oleh Sultan, hingga pengaruh agama protestan yang fanatik dan anti Katolik. Namun dikatakan bahwa setelah Belanda ditaklukkan oleh Perancis, masyarakat di Kalimantan menjadi lega dan bebas melakukan bermacam kegiatan-kegiatan. Patut bersyukur bahwa Vikariat Apostolik di Jakarta tidak tinggal diam, dan berusaha mencari dukungan dari masyarakat dayak walaupun awalnya tidak berhasil. Tetapi berkat penyertaan dari Tuhan. Keuskupan Agung Pontianak terbentuk yang awalnya Vikariat Apostolik Borneo Belanda, berubah menjadi Vikariat Pontianak dan diganti lagi menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Pemimpin Yang Pernah Bertugas Di Keuskupan Agung Pontianak Para Uskup Keuskupan Agung Pontianak yang pernah menjadi pelayan di Keuskupan Agung Pontianak dari pertama sampai sekarang, yaitu: pertama. Giovanni Pacificio Bos. Cap. , sejak 10 April 1905 hingga pensiun pada 1933, sebagai Prefek Dutch Borneo/Vikaris Dutch Borneo. Kedua. Tarcisius Henricus Josephus van Valenberg. Cap. , sejak 10 Desember 1934 hingga pensiun pada 13 Juli 1957, sebagai Vikaris Borneo/Vikaris Pontianak. Ketiga. Herculanus Joannes Maria van der Burgt. Cap. sejak 13 Juli 1957 hingga wafat pada 2 Juli 1976, sebagai Vikaris Pontianak/Uskup Agung Pontianak. Keempat. Hieronymus Herculanus Bumbun. Cap. , sejak 26 Februari 1977 hingga pensiun pada 3 Juni 2014, sebagai Uskup Keuskupan Agung Pontianak. Dan kelima. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Mgr. Agustinus Agus, sejak 3 Juni 2014 sampai sekarang, sebagai Uskup Keuskupan Agung Pontianak (Sekretariat, 2. Dari data diatas mengatakan bahwa ada lima Uskup Keuskupan Agung Pontianak Kalimantan Barat yang melayani umat di Pontianak dan wilayah Pontianak. Dan sekarang yang masih menjadi Uskup Agung Pontianak adalah Mgr. Agustinus Agus yang asal Sanggau dari daya asli. Dan Uskup yang sekarang ini menjadi kesukaan banyak umat, karena selain dekat umat, pandai bernyanyi, main musik gitar, dan kelebihan yang lain yang tidak dapat diungkapkan dalam tulisan ini. Gambaran Keuskupan Agung Pontianak Dalam sub tema ini, kita melihat secara singkat gambaran Keuskupan Agung Pontianak, yakni kemajemukan, memelihara keluarga Injil, dan kemandirian. Gambaran ini diambil dari data tahun 2016-2020. Maka inilah gambarannya serta penjelasannya sebagai berikut: Dalam setiap Keuskupan pasti memiliki kemajemukan atau keanekaragaman, baik dalam budaya, agama, pekerjaan bahasa, sosial, politik, dan ekonomi. Hal itu membuat Kalimantan Barat menjadi harmonis. Tidak dapat dipungkiri juga dalam Keuskupan Agung Pontianak pasti mempunyai tenaga pelayanan yang beragam. Dengan hal itu dapat memperkokoh dan perluasan Gereja-gereja di wilayah Keuskupan Agung Pontianak provinsi Kalimantan Barat. Kemajemukan dalam Keuskupan Kemajemukan sosial dalam Gereja katolik nampak dari latar balik etnis, budaya, bahasa, pekerjaan, peran sosial, serta metode hidup. Tatanan tenaga pelayan imam, religius serta kondisi umat yang berwarna- warni ini jadi modal bawah pembangunan Gereja. Disamping imam- imam Keuskupan, ada 24 Ordo/ Kongregasi yang berkarya di Keuskupan Umat katolik yang majemuk serta berwarna- warni ini tersebar dalam 26 Paroki yang meliputi Kodya Pontianak serta Singkawang. Kabupaten Kubu Raya. Mempawah. Sambas. Bengkayang, serta Landak (Chang, 2. Pernyataan di atas hendak mengatakan bahwa keanekaragaman masyarakat Pontianak yang mempunyai kedudukan dan latar belakang yang bermacam-macam. Dari segi inilah Keuskupan menjadi tumbuh dan berkembang pesat. Tidak hanya itu saja, tetapi juga tenaga dalam pelayanan pun berwarna-warni seperti imam Ordo-ordo/Kongregasi, imam Diosesan, dan Suster-suster. Tidak dipungkiri lagi umat atau katekis juga mengambil bagian dalam pelayanan-pelayanan. Wilayah Keuskupan Agung Pontianak bisa dikatakan cukup luas jangkauannya dari Kabupaten, kota. Kecamatan, dan Daerah-daerah. Namun biarpun wilayah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Pontianak cukup luas, tetapi tenaga pelayan sedikit. Artian bahwa imam-imam terkhusus imam Diosesan sangat minim sekali, kalau dibanding dengan imam-imam tarekat itu lebih banyak imam tarekat. Dengan demikian setiap Paroki pasti ada Imam tarekat, misalnya di kecamatan Monterado itu imam kepala parokinya dari tarekat SMM dan di kecamatan Ledo itu kepala Parokinya diserahkan kepada Ordo Agustian. Hal itu membuktikan bahwa Imam Diosesan atau imam Keuskupan sangat sedikit sekali. Keanekaragaman merupakan harta dalam Gereja Katolik yang diolah terus-menerus dengan baik untuk mewujudkan Gereja sebagai Tubuh Mistik (Yesus Kristu. yang menyatukan semua golongan manusia. Gereja mengikuti Yesus Kristus yang dipersatukan oleh Bapa surgawi sebagai pemilik kebun anggur dan roh Kudus sebagai penolong utama. Gereja adalah ranting-rantingnya. Ranting-ranting yang beraneka ragam ini dipersatukan dan mampu menghasilkan buah-buah kebaikan. Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. " (Lih. Yoh 15:. Perikop diatas menggambar kehidupan Gereja dewasa ini, berhubungan dengan umat, kaum tertahbis, dan kaum religius. Pusat Gereja adalah Yesus Kristus sendiri, seperti yang dikatakan dalam Yoh 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Artian bahwa jika bukan Yesus Pusat iman umat maka itu ibarat ranting yang tidak ada buahnya dirinya sendiri jika tidak berada pada pokok anggur. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Menurut Dr. William Chang Mengatakan bahwa kehadiran Gereja yang sangat majemuk dipersatukan oleh Yesus Kristus melalui sakramen pembaptisan (Ef. Kesatuan dan keanekaragaman ini hendak semakin dihargai oleh segenap umat Katolik dalam keuskupan ini. setiap nafas dan gerak langkah keuskupan ini mencerminkan diri sebagai Tubuh yang terdiri dari pelbagai bagian yang saling tergantung dan saling membutuhkan dalam pelaksanaan tugas misioner. Kesatuan dalam kemajemukan ini menjadi seluruh Gereja untuk meneruskan misi penyelamatan umat manusia dan seluruh jagat dalam Yesus Kristus (Chang, 2. Memelihara Keluarga Injil Sebagai keluarga rohani yang di tengah kemajemukan sosial. Keuskupan Agung Pontianak berusaha terus-menerus menjalin persaudaraan injili berupa Tubuh Kristus. Sistem tersebut yang digunakan untuk mengenal kekeluargaan rohani, yang adalah Yesus Kristus sebagai kepala keluarga dan kita semua ialah sekumpulan anggota dari tubuh yang sama . Kor. Keluarga rohani terlihat dari kesadaran Gereja dalam menghidupi dan mewartakan kabar baik kepada mereka yang miskin, mewartakan kebebasan kepada orangorang tawanan, memperlihatkan kepada orang-orang buta, pembebasan bagi orang-orang yang tertindas, dan pemberitaan bahwa rahmat Tuhan sudah datang . Luk. 4:19-. Keuskupan sebagai wadah keluarga rohani menjunjung tinggi Katolisitas, kerukunan antar anggota keluarga kerjasama yang baik, ketangguhan dalam menghayati dan menghidupi iman-kepercayaan, kemandirian, rasa memiliki, kerja keras, keterampilan, percaya diri atau optimis, terbuka, dialog, sikap mau mendengarkan, perubahan yang berkelanjutan, ringan tangan, rasa inkulturatif, dan kritis dan tanggap mengenai tanda-tanda zaman. Penting kesejahteraan semua anggota Gereja yang tergambar dalam semangat pembaharuan diri yang berkelanjutan, sikap ingin mencari kebenaran, kebaikan, dan kerukunan antara semua keluarga rohani. William Chang mengatakan bahwa Sikap Gereja dalam hidup bermasyarakat tercermin dari semangat keluarga rohani. Gereja tetap merasa diri dipanggil untuk siap beraksi di tengah masyarakat, seperti mengadakan bingkai kerjasama, mengadakan penginjilan kembali . di lingkaran umat, memperhatikan keluarga-keluarga Katolik, meningkatkan talenta kaum perempuan, menjunjung keutuhan ciptaan dan siap melayani jiwa misioner. Gereja Katolik mendorong semangat kekeluargaan untuk saling gotong-royong dalam aspek pelayanan pastoral, pendidikan, karya sosial, dan karya amal Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia yang membantu mereka yang berada dalam kesusahan dan keadaan hidup yang memilukan (Chang, 2. Menurut Paulus dalam (Suwito, 2. mengatakan bahwa Santo Paulus VI dalam audiensi 11 Agustus 1976 memberikan penjelasan mengapa keluarga itu bisa disebut Auecclesia domesticaAy menurutnya, keluarga adalah ecclesia domestica karena keluarga memiliki dimensi sakramental yang dihidupi dengan kasih manusiawi yang rapuh tetapi diarahkan menuju kepada kasih ilahi. Selain itu Paus mengatakan keluarga sebagai ecclesia domestica karena memiliki ikatan dengan Gereja yang satu dan universal, serta merupakan Tubuh Mistik Kristus. Dari pandangan diatas mengatakan bahwa keluarga itu ecclesia domestica karena keluarga mempunyai dimensi sakramental yang hidup dalam kasih manusiawi yang lemah, tetapi arah menuju kepada kasih ilahi. Dia juga mengatakan bahwa keluarga seperti ecclesia domestica karena mempunyai hubungan dengan Gereja yang utuh dan menyeluruh yang merupakan Tubuh Mistik Kristus. Sepaham dengan pendapat Santo Yohanes Paulus II dalam anjuran Apostolik Familiaris Consortio yang mengatakan bahwa keluarga Kristiani membentuk pewahyuan khusus dan penyataan komunio gerejawi, dan karena alasan itu pula keluarga bisa dan sepantasnya dinamakan AuGereja keluargaAy (DOKPEN, 2011, hal. 36Ae. Paus ingin pemahaman tentang keluarga tidak hanya semacam persatuan keluarga berencana (KB), namun sejak semua telah direncanakan untuk hidup dalam persatuan dengan Allah. Ketika Yesus datang dan membentuk perkawinan sebagai sakramen. Gereja itu menggambarkan keluarga rohani yang Yesus Kristus sendiri mempelainya bagaimana yang dikatakan Rasul Paulus kepada umat di Efesus bahwa cinta suami dan istri didirikan dan dibentuk seperti kasih Kristus yang adalah Gereja itu sendiri. Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Efesus 5:22-33 mengatakan bahwa Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatnya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya. Keutama seorang suami dan istri mengenai ikatan cinta kasih yang hendaknya dimiliki oleh Gereja keluarga rohani. Yang menjadi pusat atau pokok utama dalam kerluarga rohani ialah Kasih Yesus Kristus sendiri. Ikatan suami istri . tidak lepas dari Kristus, jadi tidak ada berat sebelah atau lebih antara suami dan istri. Gereja adalah jemaat dan Kristus adalah Tubuh Gereja. Gereja . tunduk dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus, seperti istri tunduk dan taat kepada. Gereja juga menghormati, memuji dan memuliakan Tuhan, seperti istri yang menghormati suaminya. Kesetiaan Gereja kepada Kristus untuk sepanjang segala abad, walaupun mengalami banyak penganiayaan, penderitaan, penindasan, dan lain-lain tetapi tetapi karena kasih itu Gereja tetap setia. Yesus Kristus selalu dan tetap setia mengasihi Gereja, suami mengasihi Yesus yang rela menderita, sengsara, bahkan wafat di kayu salib itu demi cinta-Nya kepada umat manusia, seperti juga pengorbanan suami untuk menghidupi keluarga berusaha kerja keras untuk keluarganya. Maka cinta dan kasih manusia kepada keluarga mereka masing-masing mengarah pada Cinta dan Kasih Kristus sendiri. Cinta dan Kasih Yesus Kristus kepada Gereja itu tiada berkesudahan, ibarat air yang mengalir sepanjang waktu tanpa ada kekeringan yang melanda. Sampai sekarang dan selama-lamanya Yesus Kristus tetap mencintai, mengasihi, dan memelihara Gereja. Gereja adalah anggota Tubuh Kristus . 1Kor 12:12-13:. Gereja satu di dalam Kristus atau di dalam satu Roh. Maka sebagai keluarga rohani tidak akan mengkhawatirkan akan kehidupannya, karena keluarga rohani hidup di dalam Tuhan. Namun jika sebaliknya tanpa melibatkan Tuhan dalam hidup, maka akan tidak ada kasih dalam keluarga rohani. Biarpun disebut dengan keluarga rohani, tetapi keluarga rohani yang tanpa kasih Kristus yang menjadi pokok kasih utama keluarga rohani . 1Kor 13:. Benny Suwito mengatakan Keluarga sebagai ecclesia domestica secara hakiki berarti Auambil bagianAy dalam mempelai Kristus. Gereja universal yang keduanya diarahkan pada pembangunan Tubuh Mistik Kristus dan karena hubungan yang sakral antara keluarga dan kemempelaian Kristus tersebut, maka panggilan pernikahan antara keluarga Kristiani itu Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia berkembang sepenuhnya (Paus Benediktus XVI). Ausebab dari persatuan suami istri itu tumbuhlah keluarga, tempat lahirnya warga-warga baru masyarakat manusia, yang berkat rahmat Roh Kudus karena Baptis diangkat menjadi anak-anak Allah dari masa ke masaAy (DOKPEN, 1990, hal. 23 art. Keluarga sebagai ecclesia domestica dikarenakan dua hal pokok yaitu keluarga yang berpusat pada Kristus (Kristosentri. , keluarga yang berpusat pada keselamatan . , dalam hubungan dengan Gereja. Tubuh Kristus dan berdimensi sakramental (Suwito, 2. Paus Yohanes Paulus II dalam Benny Suwito menegaskan bahwa Aukeluarga merupakan sel dasar dari masyarakatAy. Artian bahwa keluarga yang merupakan persekutuan atau perhimpunan wajib untuk menerima perhatian besar dalam karya pastoral sebagai keluarga Kristiani yang dipahami sebagai rupa Trinitas suatu perhimpunan cinta kasih. Dalam berpastoral keluarga rohani merupakan bagian dari pastoral keluarga Injili. Dalam arti Keluarga yang berpusat pada Injil (Kristu. Dengan kata lain pastoral juga bagian dari sel dasar utama keluarga Kristiani. Karena Kristus yang menjadi pusat, berarti segala tindakan, perbuatan, sikap, dan lain-lain harus tercerminkan dalam keluarga rohani sendiri. Namun jika sebalik, maka keluarga rohani tidak memiliki arah dan tujuan yang akan dicapai dalam kehidupan (Suwito, 2. Kemandirian Keuskupan Agung Pontianak Kemandirian merupakan suatu sikap yang didapatkan secara kumulatif melalui proses yang dialami oleh individu, kelompok, komunitas, atau lembaga dalam perkembangan dan pertumbuhan untuk menuju kemandirian. Program kemandirian Gereja merupakan sebuah program yang dibuat dan disetujui oleh semua pihak dalam rapat program untuk menentukan apa yang dikerjakan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Salah satu upaya kemandirian Gereja yang terancang dengan baik hendak dikerjakan secara transparan sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baik sesuai yang dirancang. Dalam kemandirian Gereja yang didahulukan dan diutamakan dalam memberi sumbangsih sangat positif dan signifikan adalah kemandirian Gereja merupakan usaha dalam meningkatkan pendapatan Gereja yang tidak tergantung pada donatur. Upaya Gereja dalam kemandirian bisa disesuaikan dengan keadaan atau situasi ekonomi umat yang diberdayakan, misalnya pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, wirausaha, yang dapat dijadikan modal awal untuk membangun Gereja mandiri (Junaidi, 2. Dalam perkembangan dan kedewasaan Gereja juga spirit kemandirian seperti yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya, itu mencari ciri dan karakter Gereja masa kini Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia terkhusus Gereja Keuskupan Agung Pontianak. Kemandirian itu tentu berkaitan dengan tindakan, perbuatan, dan usaha keras terpencar-pencar wilayah masing-masing dalam setiap Paroki. Keuskupan Agung Pontianak mempunyai kemandirian dalam beberapa bidang, seperti bidang tenaga kerja, bidang keuangan, bidang pelayanan, dan bidang komunitaskomunitas kerohanian. Namun kemandirian dapat tercapai dan terlaksanakan itu jika bidangbidang tersebut saling mendukung dan membantu, sehingga menjadi Gereja yang bertumbuh dan berkembang. Kemandirian dalam bidang tenaga kerja pelayanan Gereja. Sejak tahun 1949. Keuskupan Agung Pontianak mempunyai sekolah Seminari Menengah Nyarumkop yang bercita-cita untuk mempersiapkan calon-calon imam yang nantinya akan melayani keperluan dan kebutuhan umat. Di tahun 1998, telah didirikannya Sekolah Tinggi Teologi Pastor bonus, yang dirintis oleh para Uskup di Kalimantan Barat terkhusus di Pontianak, dengan tujuan agar para calon imam bisa mempersiapkan diri sebelum berpastoral di tengah-tengah Dalam perkembangan dan pertumbuhan. Seminari perlu dibenahi agar para calon imam semakin semangat dalam menjalankan formatio mereka. Dalam hal itu, kerja sama itu sangat diperlukan dari kedua belah pihak, baik pihak kaum tertahbis maupun pihak kaum awam sendiri. Pendidikan menjadi berkualitas karena stafnya yang berkualitas juga serta sarana-sarana yang mendukung dalam pembinaan tersebut (Chang, 2. Kemandirian dalam bidang keuangan, dalam setiap Paroki memiliki ekonomi masing-masing. Dalam hal itu, ketelibatan umat sangat dibutuhkan, seperti melibatkan umat . dalam kegiatan berpastoral. Dalam komputerisasi pengelolaan keuangan diawali dari Tingkat keuangan Keuskupan setelah itu baru keuangan di Paroki-Paroki yang Tuntutan Gereja sekarang ini adalah Pengelolaan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab. Pembentukan dewan keuangan pada taraf Keuskupan dan paroki akan membantu proses perkembangan ke arah yang lebih profesional. Ahli keuangan dapat dimintai pendapatpendapat yang bijaksana sebelum ditetapkan keputusan yang menyangkut taraf hidup seluruh Pembangunan-pembangunan fisik sedapat mungkin melibatkan dan peran umat di dalamnya sehingga umat ikut bertanggung jawab sebagai warga Gereja Gereja dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Keterlibatan umat menggambarkan panggilan dan tanggung jawab Gereja dalam proses pewartaan Injil di tengah-tengah masyarakat kita. Kemandirian dalam bidang program terpadu setiap komisi, paroki dan komunitas-komunitas doa dalam Keuskupan Agung Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Pontianak masih harus ditingkatkan lagi terus-menerus, sehingga kerjasama antar komisi, antar warga. Paroki, antar paroki, dan antar komunitas doa dapat berjalan dengan baik. Rancangan-rancangan yang telah disatukan ini akan menuntun umat katolik mengikuti arah dasar seluruh kegiatan dalam keuskupan Agung Pontianak. Misio Ad Intra Pada bagian ini peneliti mengajak kita untuk melihat bagaimana misi atau dari dalam Keuskupan Agung Pontianak dalam mensejahterakan umat Allah dari berbagai bidang atas aspek, yaitu bidang ekonomi, budaya, sosial, dan politik. Dalam pembahasan ini peneliti menguraikan secara singkat garis besar misi tersebut. Tidak diuraikan semuanya dalam misi Struktur Organisasi Keuskupan Agung Pontianak Struktur organisasi ialah sesuatu totalitas dari tugas- tugas yang dibagikan ke dalam guna serta tujuan yang terdapat sehingga menjadi satu kesatuan yang baik ialah ditunjukan serta dibesarkan secara berkepanjangan pada suatu visi tertentu menuju pada keadaan maksimal, skema oranisasi ditafsirkan pada sesuatu wujud struktur organisasi. Struktur organisasi dikembang buat menetapkan metode bisnis beroperasi dalam menolong usaha buat menggapai tujuan di masa berikutnya. Dalam mengembankan tugas yang efisien, sangat diperlukan struktur organisasi pada tingkatan keuskupan, paroki, stasi, serta organisasi Job description ataupun penjabaran tugas yang jelas serta terpantau dengan baik hendak menunjang seluruh wujud tugas pelayanan dalam setiap bidang. Hendaknya meningkatnya kualitas pelayanan untuk seluruh umat Katolik, bila terjalinnya silih transparansi serta kerjasama yang baik serta sehat antar organ struktur organisasi tersebut. Pihak keuskupan serta paroki berupaya mengadakan sensus tentang banyaknya serta keadaan serta suasana umat dalam tiap bidang pelayanan. Berartinya bank informasi serta media komunikasi modern dalam menyusun perencanaan tugas hendak memudahkan proses pelayanan umat saat ini. Tujuan universal organisasi gereja Katolik keuskupan Agung pontianak ialah berangkat dari visi keuskupan Agung Pontianak sendiri ialahAu Gereja Keuskupan Agung Pontianak selaku keluarga Injili yang mengakar, mandiri, peduli, misioner, serta dalam binaan Roh Kudus mewujudkan keadilan, damai, serta keutuhan ciptaan di tengah warga yang beragam (Chang, 2. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Keuskupan adalah suatu wilayah atau daerah yang menjadi wewenang Uskup. Artinya bahwa Keuskupan merupakan suatu wilayah administratif gerejawi serta kumpulan umat Katolik yang tinggal di dalam suatu daerah dengan batas-batas tertentu yang dipimpin oleh seorang bapa Uskup. Di dalam keuskupan terdapat suatu organisasi yang membantu uskup dalam melayani umat keuskupan tersebut, seperti dewan karya pastoral. Dewan ini yang terdiri dari biro komisi yang masing-masing mempunyai peran kerja yang dikepalai oleh ketua komisi tersebut. Keuskupan( Diose. merupakan sebagian umat yang dipercayakan kepada Uskup dalam kerjasama dengan dewan imamnya . guna digembalakan. Dengan begitu umat yang taat pada gembalanya, serta yang dikumpulkan olehnya dalam Roh Kudus lewat Injil serta Ekaristi ialah Gereja spesial. Disana sangat muncul serta berkarya Gereja yang satu, kudus. Katolik, dan Apostolik. Tiap- tiap uskup yang diserahi reksa pastoral atas gereja spesial di dasar kewibawaan imam Agung paling tinggi mengembalakan kawanannya atas nama Tuhan, sebagi gembalanya sendiri yang dapat serta langsung menunaikan tugas mengajar, menguduskan, serta mengetuai terhadapnya (DOKPEN, 2021, n. 16 art. Organisasi Pelayanan Sosial Keuskupan Agung Pontianak Organisasi pelayanan sosial merupakan sekumpulan orang yang bergabung dalam suatu organisasi yang tugas utamanya merupakan guna melindungi, memelihara, ataupun tingkatkan kesejahteraan dengan metode memutuskan, menetapkan merubah, ataupun membentuk kepribadian individu mereka. Pelayanan sosial adalah suatu wujud aktivitas yang dilaksanakan oleh orang yang pakar dalam bidang tertentu sehingga bisa menolong menuntaskan problem yang dirasakan oleh masyarakat, baik itu individu, kelompok, maupun Karya pelayanan sosial paling utama untuk mereka yang miskin, lemah, serta tersingkir sangat berarti dicermati. Lembaga- lembaga pelayanan sosial yang bergerak dalam bidang pertolongan korban bencana alam, bencana, serta penyembuhan free ditingkatkan terus, baik pada tingkatan parokial ataupun stasi- stasi. Kebutuhan- kebutuhan bawah umat simpel sepatutnya lebih dicermati serta ditanggapi kerja sama serta keterlibatan dengan segenap susunan umat hendak memastikan perwujudan pelayanan sosial sampai saat ini. Keringanan bayaran penyembuhan serta pembelajaran untuk mereka yang sangat berekonomi lemah serta dipinggirkan merupakan zona pelayanan utama yang masih aktif hingga saat ini. Pemakaian dana APP yang cocok serta pas sasaran dengan kebutuhan umat buat mewujudkan pelayanan sosial (Chang, 2. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan sosial sangat amat penting bagi mereka yang tidak mampu dalam segi ekonomi. Namun dalam pelayanan sosial ini tenaga dan bantuan umat . dibutuhkan baik itu dengan materi maupun non materi. Dikatakan bahwa keperluan-keperluan umat sederhana hendaknya lebih diperhatikan dan anggap kerjasama dan kelibatan umat dapat menentukan pencapainya pelayanan sosial hingga sekarang. Artinya bahwa pentingnya memperhatikan ekonomi terkhusus dalam kebutuhan umat yang mendesak seperti pengobatan rumah sakit dan bantuan sarana lainnya seperti, memudahkan peminjaman mobil ambulan Paroki untuk umat yang sakit kerumah Misio Ad Extra Setelah melihat misi kedalam, peneliti mengajak kita untuk melihat misi ke luar. Bagaimana peran dan tugas Keuskupan Agung Pontianak dalam umat Allah ke luar? Misio Ad Extra juga menyangkut bidang-bidang yang telah diuraikan pada misio Ad Intra di atas. Dalam menguraikan itu tidak secara mendetail dan mengambil sebagian subtema saja. Dan diuraikan secara singkat dari pokok-pokok misi Keuskupan Agung Pontianak. Keadilan. Kedamaian dan Keutuhan Salah satu tugas hidup menggereja ialah menyadari kalau perjuangan guna mewujudkan keadilan, kedamaian, serta keutuhan Gereja Katolik. Sesudah kemerdekaan Indonesia hingga saat ini, keadilan sosial belum dinikmati oleh kanak- kanak bangsa tercantum pula Gereja Katolik. Jumlah kemiskinan umat Katolik bukanlah sedikit baik itu di paroki- paroki ataupun di stasi- stasi. Terdapat CU perekonomian umat nyatanya bisa membantu umat dalam mewujudkan kesejahteraan rumah tangga. Perilaku bersama tolongmenolong antar umat butuh diwujudnyatakan dalam kehidupan tiap hari. Dari pernyataan diatas dapat suatu gambaran bahwa bagaimana Keuskupan dalam menegakan keadilan, kedamaian, dan keutuhan umat katolik. Namun tidaklah mudah hingga saat ini jumlah angka kemiskinan semakin meningkat, ditambah lagi di masa pandemi sekarang ini perekonomian umat semakin merosot. Maka satu-satunya usaha Gereja untuk mensejahterakan umat manusia adalah membangun koperasi CU. Pinjaman CU ini digunakan Gereja untuk mempermudahkan umat membuka usaha usaha kecil-kecilan. Dalam arti bahwa meningkatkan perekonomian rumah tangga sehingga umat dapat mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan umat katolik. William Chang berkata kalau kedamaian tercantum salah satu faktor berarti dalam kehidupan menggereja. Dalam kurun waktu satu dekade lebih. Gereja katolik di wilayah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia Kalbar terletak dalam hawa damai serta nyaman. Konflik individual, horizontal, vertikal serta sektoral dalam warga terkadang timbul selaku respon atas ketidakadilan dalam bidang penegakan hukum positif. Sebaliknya secara universal. Gereja Katolik terletak dalam kondisi damai serta terluput dari konflik- konflik terbuka serta terselubung yang merugikan orang Siasat buat melindungi serta melestarikan damai sangat diperlukan supaya Gereja serta warga bisa tumbuh dengan baik dari waktu ke waktu (Chang, 2. Dalam pendapat diatas bisa dikatakan kalau suasana ataupun keadaan di Kalbar masih terletak dalam kondisi suasana damai serta nyaman. Memanglah tidak bisa dipungkiri konflik- konflik dalam sektoral warga ialah hasil kesenjangan sosial dalam mempertahankan hukum positif. Dikatakan kalau Gereja katolik dalam suasana damai dan hindar dari konflikkonflik terbuka terselubung yang merugikan banyak orang. Artian kalau dikala ini Gereja katolik dalam suasana damai serta nyaman. Buat itu Gereja berupaya melestarikan damai biar warga bisa bertumbuh serta tumbuh dari era ke era. William Chang pula berkata keutuhan ciptaan lagi hadapi krisis. Tanah warga lokal dilepas ataupun dijual pula tanpa memikirkan masa depan anak cucu. Pelepasan tanah berarti membebaskan diri dari kesempatan serta mungkin buat meningkatkan usaha produk lokal. Mentalitas buat melindungi serta mencerna tanah secara intensif butuh dipupuk terus. Hutan yang diganti jadi kawasan perkebunan monokultur hendak mendatangkan akibat ekologis untuk warga area hidup. Tipe tanaman yang bisa disantap warga selaku sayur mulai punah dari perkebunan monokultur dalam dimensi raksasa. Penyeimbang alam tersendat semenjak pembukaan lahan dengan sistem pembakaran sampai pemakaian pupuk kimia yang mengganggu struktur tanah pertanian di wilayah Kalbar. Langkah- langkah nyata serta bijaksana yang memikirkan masa depan diperlukan dalam proses menyejahterakan kehidupan sosial serta ekonomi warga (Chang, 2. Pernyataan di atas itu berkaitan cara penjualan tanah lokal masyarakat tanpa memperhitungkan matang-matang terlebih dahulu. Ini kerap kali terjadi di masyarakat mempertimbangkan efek sampingnya kedepan. Tentu efek samping terutama pada kerusakan jalan, dan tanaman lain tidak dapat tumbuh lagi sehingga terjadi pemansan Global, maupun kerusakan pada alam lingkungan hidup. Penggunaan pupuk kimia dapat merusak struktur tanah pertanian. Gereja Keuskupan Agung Pontianak mengajak untuk menjaga dan mengolah tanah secara sungguh-sungguh sehingga dapat memperoleh hasil secara maksimal. Masyarakat diajak bagaimana memanfaat tanah agar menghasilkan pendapatan untuk Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia memenuhi kebutuhan hidup. Dengan begitu kehidupan sosial dan ekonomi pasti akan meningkat sejahtera. Jejaring Dialog Dialog merupakan suatu percakapan atau komunikasi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Isi dari dialog adalah suatu perencanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Dialog tidak hanya untuk memecahkan suatu problem-problem, tetapi juga berkaitan dengan program kerja yang akan dikerjakan oleh suatu kelompok, misalnya dalam Gereja Keuskupan Agung Pontianak ada kelompok khusus, seperti PSE. KKM. LSM, dan Komsos. Itu juga disebut komisi-komisi Keuskupan Agung Pontianak. Dengan adanya itu dapat membuat kesejahteraan masyarakat banyak. Sebuah dialog yang menjunjung keterlibatan Gereja sangat tepat untuk daerah Kalbar, sehingga bisa aktif mengambil bagian dalam menegakkan keadilan, mengentaskan kemiskinan, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Keterlibatan Gereja sejauh ini telah melibatkan kegiatan-kegiatan dalam komisi-komisi keuskupan Agung Pontianak, seperti PSE, kateketik. Komsos. KKM. Pendidikan Kepemudaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang berkehendak baik, seperti LSM dalam dan luar negeri yang sungguh-sungguh memperjuangkan kesejahteraan masyarakat banyak (Chang, 2. Prinsip dasar dialog ini menjunjung nilai kebenaran, kejujuran, kebaikan, dan kesejahteraan umum. Sikap dasar sopan santun dan saling menghargai mencerminkan sikap Gereja yang mengakui kesederajatan setiap manusia dan lembaga agama yang dianut. Dialog yang sedang berjalan diteruskan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan konkrit yang menyentuh kemanusiaan, keadilan, kedamaian, dan keutuhan ciptaan. Hubungan Antar Agama Dialog kehidupan sebagai umat beriman jauh lebih penting daripada dialog dengan kata-kata dan melalui forum pertemuan artifisial yang terkadang bersifat forma. Pertemuan dan rapat-rapat terkait dengan masalah hubungan antaragama perlu dihadiri dapat mungkin, sehingga Gereja kita memiliki informasi terkini dan memadai dalam dunia hubungan Situasi dan kondisi setiap agama akan menolong kita untuk langkah-langkah yang tepat dalam pewartaan kabar baik. Unsur dan jenis kerja sama yang dapat digalang dalam proses membangun sebuah masyarakat yang lebih adil, damai, dan sejahtera. Tujuan dialog antar agama di Indonesia yang baik adalah menciptakan kerukunan dan kedamaian hidup beragama (Anwar, 2. Dialog antar agama itu sangatlah penting Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia karena tujuannya adalah perdamaian dan kerukunan. Dialog tidak digunakan untuk memenangkan lawan, melainkan untuk mencari solusi dalam permasalahan antar agama. Indonesia akan aman, damai, sejahtera, bahagia, rukun, dan sebagainya itu, baik antar manusia, budaya, sosial, politik, ekonomi, dan agama jika ada kerja sama antar umat Menurut William Chang mengatakan bahwa jejaring kerja sama yang berdasarkan keterbukaan dan kejujuran akan menolong kita untuk saling mengenal dan mendukung dalam memajukan kehidupan rohani masyarakat. Sikap toleran dipupuk dan dikembangkan terus menerus dalam kalangan masyarakat terkecil dulu, sehingga bisa merambat ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Nilai-nilai dasar dalam falsafah hidup bangsa, yaitu. Pancasila, menjadi acuan utama dalam membangun hubungan persaudaraan lintas agama (Chang. Hal yang ditekankan dalam hubungan antaragama adalah keterbukaan dan kejujuran. Dengan demikian dapat membantu dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan rohani Dikatakan sikap dipupuk dan dikembangkan terus menerus dalam kalangan masyarakat terkecil dulu, hingga menjalar di kalangan masyarakat yang lebih luas. Artinya bahwa sikap menghargai dalam hubungan antaragama harus dipelihara dan dibuka lebar terus menerus terutama pada masyarakat kecil, setelah itu baru kepada masyarakat luas. Falsafah Pancasila sebagai tolak ukur dan membangun dan menjalin relasionalitas persaudaraan lintas agama, bukan hanya pada agama tertentu saja, melainkan seluruh agama yang ada di dunia, seperti agama hindu. Budha. Protestan, katolik. Islam. Konghucu, dan agama kepercayaan, termasuk Atheis. REKOMENDASI PENGENBANGAN PENELITIAN Harapan dari peneliti adalah agar para pembaca mengenal sejarah singkat terbentuknya Keuskupan Agung pontianak dan perkembangan hingga saat ini. Sehingga para pembaca mengetahui persoalan dan misionaris asing dan misionaris lokal yang pernah bertugas di Keuskupan Agung Pontianak. Harapan peneliti juga agar dapat berguna dan bermanfaat bagi pendidikan agama, masyarakat, lembaga, keluarga, dan Gereja. Jika penelitian kurang sempurna, hendaknya ada kritik dan saran yang bisa diberikan untuk peneliti dalam mengembangkan talenta yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk menulis. Penelitian ini dapat dilanjutkan oleh para pembaca yang ingin menulis dan berharap bisa menjadi sumber rujukan terkhusus tema-tema seputar yang ada di artikel ini. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia KESIMPULAN Pembahasan tentang sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak adalah tidak lepas dari pengaruh sejarah Gereja. Sejarah merupakan suatu kejadian atau peristiwa fakta dan nyata yang terjadi pada masa lampau. Gereja adalah merupakan perhimpunan orang-orang yang percaya dan mengakui Yesus Kristus sebagai penyelamat. Atau yang hidup orang-orang yang berpusat pada Yesus kristus. Jadi sejarah Gereja adalah suatu bentuk kritikan yang menyangkut iman Kristen itu sendiri. Permulaan perjalanan seorang Belanda yang datang ke Kalimantan, yaitu Pastor Pater Sanders yang membuka Misa di Kalimantan Barat. Setelah melihat ada kemajuan beliau memutuskan untuk mengadakan Misi Kal-Bar. Dalam misinya itu tanpa membuahkan hasil. Pada awal Abad ke 20. Vikaris Apostolik Jakarta memohon secara teratur ke berbagai lingkungan di Kalimantan. Para misionaris pertama tiba di Singkawang pada 30 November 1905-1906, daerah Sejiram mendapatkan imam lagi dan membuka stasi baru di Laham pinggiran sungai Mahakam Kalimantan Timur pada tahun Di tahun 1909. Pontianak menjadi tempat kediaman Prefek Apostolik Mgr. Pasificus Bos, yang menjadi tempat pusat misi di wilayah Kalimantan. Lini zaman Gereja Katolik di Kalimantan Barat, yaitu: pada 11 Februari 1905, didirikan sebagai Prefektur Apostolik Borneo Belanda, memisahkan diri Vikariat Apostolik Batavia. Setelah itu pada 13 Maret 1918, ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Borneo Belanda. Di 21 Mei 1938, berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Pontianak. Dan pada 3 Januari 1961, ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Dengan demikian kita mengetahui dan mempelajari bahwa pengaruh sejarah Gereja dalam Perjalanan Sejarah Gereja Keuskupan Agung Pontianak sangatlah berdampak pada dewasa ini. Baik dalam segi politik, sosial, budaya dan ekonomi. Namun yang lebih disorot adalah masalah sosial dan masalah ekonomi. Bagaimana Gereja Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus sekarang lebih banyak kemajuan dari sebelumnya, dan tidak sedikit umat yang menyukai kinerja dan pelayanan Bapak Uskup tersebut, termasuk dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat. Apapun yang menjadi tantangan dan rintangan dewasa ini. Gereja Keuskupan Agung Pontianak Tetap tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan zaman ke zaman. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Aman. Antonius Denny Firmanto. Nanik Wijiyati Aluwesia DAFTAR PUSTAKA