P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PELATIHAN DIGITALISASI LAYANAN POSYANDU DENGAN SEHATLINK UNTUK PEMANTAUAN KESEHATAN KELUARGA KELURAHAN RAGUNAN Sukmawati Anggraeni Putri1*. Titin Kristiana1. Setiaji2 1Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Nusa Mandiri 2Program Studi Sains Data. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Nusa Mandiri Jl. Jatiwaringin Raya No. Kel. Cipinang Melayu. Jakarta Timur. Indonesia sukmawati@nusamandiri. id*, titin. tka@nusamandiri. id, setiaji. sej@nusamandiri. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract Posyandu plays a crucial role in promotive and preventive health efforts, particularly in stunting prevention and early detection of chronic diseases, yet challenges remain in data recording and information dissemination. This community service activity aimed to enhance cadre capacity and community participation through digitalizing services using the SehatLink website. The program involved 24 cadres from Posyandu RW 01 Ragunan Village, employing training, technical assistance, and pre-test and post-test evaluations. Results showed significant improvements in cadre management aspects: digital training needs increased by 74%, perceived effectiveness of the application in stunting prevention reached 83%, trust in digital data rose to 80%, and support for data-based decision making reached 81%. Among the community, understanding of healthy eating patterns increased by 73%, effectiveness of digital education by 85%, ease of access to health information by 78%, and family involvement in health monitoring by 73%. These findings confirm that SehatLink effectively strengthens cadre capacity and enhances community engagement in digital health services, especially for stunting prevention and early detection of chronic diseases. Program sustainability requires ongoing training, development of contextual educational content, and integration into regional health information systems. Keywords: chronic diseases. family health. posyandu digitalization. sehatlink application. Abstrak Posyandu berperan penting dalam promotif dan preventif kesehatan, terutama pencegahan stunting dan deteksi dini penyakit kronis, namun masih menghadapi tantangan dalam pencatatan data dan penyebaran Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dan partisipasi masyarakat melalui digitalisasi layanan menggunakan website SehatLink. Kegiatan diikuti oleh 16 kader Posyandu RW 01 Kelurahan Ragunan dengan metode pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi pretest dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek manajerial kader, seperti kebutuhan pelatihan digital naik 74%, persepsi efektivitas aplikasi untuk pencegahan stunting 83%, kepercayaan terhadap data digital 80%, dan dukungan pengambilan keputusan berbasis data 81%. Pada masyarakat, pemahaman pola makan sehat meningkat 73%, efektivitas edukasi digital 85%, kemudahan akses informasi kesehatan 78%, dan keterlibatan keluarga dalam pemantauan kesehatan 73%. Temuan ini menegaskan efektivitas website SehatLink dalam memperkuat kapasitas kader dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam layanan kesehatan digital, khususnya untuk pencegahan stunting dan deteksi dini penyakit kronis. Keberlanjutan program memerlukan pelatihan rutin, pengembangan konten edukasi kontekstual, dan integrasi ke dalam sistem informasi kesehatan daerah. Kata kunci: penyakit kronis. kesehatan keluarga. digitalisasi posyandu. aplikasi sehatlink. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PENDAHULUAN Kesehatan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Namun, tantangan serius masih dihadapi, khususnya dalam isu stunting dan penyakit kronis. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 . , prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%. Meskipun angka ini menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih jauh dari target nasional sebesar 14% pada tahun 2024. Stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, produktivitas jangka panjang, dan risiko penyakit kronis saat dewasa. Di sisi lain, kasus penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung juga terus meningkat, terutama pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia . Kondisi ini juga terjadi di RW 01 Kelurahan Ragunan, di mana kasus stunting dan penyakit kronis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan sistematis dan berkelanjutan, mulai dari deteksi dini hingga pemantauan rutin . Dalam konteks ini, kader Posyandu menjadi ujung tombak layanan kesehatan di tingkat Di RW 01 Kelurahan Ragunan, terdapat 15 kader aktif dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan semangat pengabdian tinggi. Namun, mereka masih menghadapi keterbatasan dalam penggunaan teknologi, dengan sistem pencatatan manual yang menyebabkan data kesehatan menjadi terfragmentasi, sulit dianalisis, serta menghambat pelaporan tepat waktu ke Puskesmas . Padahal, digitalisasi data kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat deteksi dini masalah kesehatan dan pengambilan keputusan berbasis data. Berbagai sistem digital telah dikembangkan di tingkat nasional, namun belum banyak yang disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan dan kemampuan kader Posyandu, apalagi yang terintegrasi langsung dengan sistem pelaporan resmi di Puskesmas . Menjawab dikembangkanlah SehatLink, sebuah inovasi teknologi berbasis website dan aplikasi yang dirancang khusus untuk mendukung kerja kader Posyandu dalam pencatatan dan pemantauan kesehatan keluarga secara terintegrasi dan sistematis . Inovasi ini membawa kebaruan dalam tiga hal utama: pertama, antarmuka aplikasi yang sederhana dan ramah pengguna, sehingga mudah dioperasikan oleh kader dengan keterampilan digital terbatas. kedua, sistem ini terintegrasi langsung dengan sistem pelaporan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Puskesmas Kelurahan Ragunan, memungkinkan data dan laporan kegiatan Posyandu dikirimkan secara real-time sebagai bagian dari pelaporan dan ketiga. SehatLink dilengkapi fitur deteksi dini risiko kesehatan berbasis data yang memudahkan kader dalam menindaklanjuti kasus stunting dan penyakit kronis. Dengan demikian. SehatLink tidak hanya menjadi alat bantu teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas kader, komunitas dan fasilitas kesehatan, serta mendukung pencapaian masyarakat sehat bebas stunting dan penyakit kronis melalui pengelolaan data yang lebih baik. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Kegiatan inovasi teknologi SehatLink di RW 01 Kelurahan Ragunan dilakukan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) . Pendekatan ini menekankan partisipasi aktif kader Posyandu sebagai mitra utama dalam seluruh tahapan kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan, memperkuat rasa kepemilikan kader terhadap teknologi, serta meningkatkan keberlanjutan penggunaan sistem dalam jangka panjang. Kader Posyandu tidak hanya berperan sebagai pengguna akhir, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses identifikasi masalah, evaluasi, dan perbaikan teknologi, melalui dialog dan kolaborasi dengan tim pengembang . Secara umum, kegiatan ini dibagi dalam tiga tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang dijabarkan sebagai berikut: Tahap Perencanaan Identifikasi Masalah Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Survei Kebutuhan dan Kemampuan Digital Kader P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Identifikasi masalah dilakukan melalui pertemuan dengan kader Posyandu RW 01 Kelurahan Ragunan dan tokoh masyarakat, serta melalui survei yang bertujuan untuk mengevaluasi kendala, kebutuhan, dan kesiapan digital kader. Hasil survei ini menjadi dasar dalam penyusunan strategi pelatihan yang disajikan pada Gambar 1, sehingga program pelatihan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan nyata kader di lapangan. Perancangan Teknologi SehatLink Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Pelatihan Penggunaan Aplikasi Dan Dashboard Teknologi Sehatlink Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Perancangan Teknologi SehatLink Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sehat-Link. Setelah pelatihan, aplikasi SehatLink mulai digunakan secara rutin oleh kader dalam kegiatan Posyandu untuk pencatatan dan pemantauan kesehatan keluarga. Penggunaan ini didukung oleh monitoring dan evaluasi mingguan dari tim pengembang guna mengidentifikasi kendala, memberikan dukungan teknis, dan memastikan kelancaran implementasi . , yang dijelaskan pada Gambar 4. Pada Gambar 2, menjelasakan proses tiim merancang aplikasi Android yang ramah pengguna dan sesuai dengan kemampuan kader, dengan fitur pemantauan stunting dan penyakit kronis, termasuk pencatatan, pelaporan, dan notifikasi untuk deteksi dini risiko kesehatan. Tahap Pelaksanaan Pelatihan dan Capacity Building Untuk mendukung pemanfaatan teknologi dalam pemantauan kesehatan, pada Gambar 3 dijelaskan sebanyak 16 kader Posyandu dari RW 01 Kelurahan Ragunan penggunaan aplikasi dan dashboard untuk pemantauan kesehatan, dengan pendekatan praktik agar cepat menguasai fitur . Selain pelatihan teknis, workshop tentang pemahaman indikator kesehatan juga diselenggarakan agar kader tidak hanya mampu memasukkan data, tetapi juga memahami arti serta pentingnya indikator tersebut dalam upaya pencegahan stunting dan penyakit kronis . Kader juga dibekali alat Posyandu seperti timbangan, alat ukur, dan alat pemeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta hemoglobin. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sehat Link Evaluasi dan Pengembangan Lanjutan Pada Gambar 5 dijelaskan proses evaluasi menyeluruh dilakukan melalui pengumpulan survey kader dengan pre-test dan post-test . , selanjutnya analisis data penggunaan aplikasi, yang menjadi dasar perbaikan fitur. Berdasarkan hasil evaluasi, aplikasi dikembangkan lebih lanjut dengan memperbaiki fitur kurang optimal dan merencanakan perluasan penggunaan ke wilayah lain untuk meningkatkan cakupan dan dampak positif bagi kesehatan masyarakat . Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Pengisian Kuesioner sebagai Evaluasi dan Pengembangan Lanjutan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan digitalisasi Posyandu SehatLink menunjukkan hasil yang signifikan dalam berbagai Dampak yang terlihat mencakup peningkatan kualitas pencatatan data kesehatan, penguasaan teknologi oleh kader, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan keberdayaan mitra dan dampak sosial Hasil Pelaksanaan digitalisasi Posyandu melalui implementasi website SehatLink menunjukkan hasil yang signifikan dalam pencatatan data kesehatan, penguasaan teknologi, penguatan kapasitas SDM, serta peningkatan keberdayaan mitra dan dampak sosial kemasyarakatan . Kegiatan pengabdian ini mengusung pendekatan digital untuk mendorong transformasi layanan Posyandu agar lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan keberdayaan masyarakat, khususnya dalam aspek manajerial dan sosial kemasyarakatan. Sebagaimana disajikan pada Gambar 6, aplikasi SehatLink berperan sebagai instrumen utama dalam mendukung proses digitalisasi di tingkat akar rumput. Aplikasi ini dirancang untuk membantu kader Posyandu dalam pencatatan data balita, ibu hamil, dan informasi keluarga secara digital dan terpusat. Selain itu, aplikasi juga memfasilitasi pemantauan tumbuh kembang anak, pencatatan imunisasi, serta deteksi dini risiko stunting berbasis data lapangan. Keberadaan SehatLink terbukti efektif dalam menunjang intervensi pengabdian masyarakat berbasis teknologi untuk peningkatan keberdayaan lokal. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Tampilan Website SehatLink. Aspek Manajemen Pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil signifikan terhadap kapasitas kader Posyandu dalam aspek Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Ringkasan Peningkatan Level Keberdayaan Mitra Aspek Manajemen Pernyataan SehatLink memudahkan pencatatan data kesehatan Akses data kesehatan keluarga membantu pemantauan Pelatihan meningkatkan kemampuan kader Posyandu Pendampingan membuat kader lebih percaya diri Pelatihan digital kesehatan sangat Pencatatan digital meningkatkan akurasi data Posyandu Data riil Posyandu membantu pengambilan keputusan SehatLink efektif mencegah Edukasi digital lebih mudah diakses daripada konvensional PreTest PostTest Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Hasil Pre-Test & Post-Test Pada Aspek Manajemen P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Pada Gambar 7 menjelaskan hasil kuesioner pretest dan post-test. menunjukkan perubahan positif pada seluruh indikator berikut: Kebutuhan Pelatihan Digital: Terdapat Hal mencerminkan meningkatnya kesadaran kader akan pentingnya kompetensi teknologi dalam mendukung tugas mereka. Efektivitas Digitalisasi: Persepsi kader terhadap manfaat aplikasi SehatLink dalam pencegahan stunting mengalami peningkatan dari 42% menjadi 83% ( 41%), menunjukkan keyakinan yang kuat bahwa digitalisasi memberikan dampak nyata terhadap hasil kesehatan Kepercayaan terhadap Data Digital: Persentase kader yang percaya bahwa pencatatan digital meningkatkan akurasi data naik dari 36% menjadi 80% ( 44%). Hal ini menunjukkan keberhasilan edukasi dan pelatihan dalam meningkatkan literasi digital kader. Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Dukungan kader terhadap pemanfaatan data riil dalam pengambilan keputusan meningkat dari 49% menjadi 81% ( 32%). Ini memperkuat pandangan bahwa SehatLink menjadi alat yang mendorong praktik manajemen berbasis bukti di lapangan. Aspek Sosial Masyarakat Aplikasi SehatLink juga berkontribusi dalam memperkuat aspek sosial kemasyarakatan melalui penyediaan akses informasi kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terpercaya. Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 2. Ringkasan Peningkatan Level Keberdayaan Mitra Aspek Sosial Kemasyarakatan Indikator Artikel kesehatan membantu memahami pola makan sehat Edukasi digital lebih mudah dipahami dibanding tatap Aplikasi SehatLink memudahkan akses informasi Sistem pemantauan keluarga membantu peduli kesehatan PreTest PostTest Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Pada Gambar 8 menjelaskan hasil analisis pre-test dan post-test . pada masyarakat memperlihatkan peningkatan pada beberapa indikator berikut: Pemahaman Pola Makan Sehat: Artikel kesehatan digital yang disediakan melalui pemahaman masyarakat sebesar 73%. Efektivitas Edukasi Digital: Materi digital dianggap lebih mudah dipahami oleh masyarakat dibandingkan metode tatap muka, dengan peningkatan efektivitas sebesar 85%. Kemudahan Akses Informasi: Penggunaan aplikasi SehatLink dalam mengakses informasi menunjukkan bahwa teknologi mobile menjadi sarana yang efektif dalam edukasi kesehatan Keterlibatan Keluarga dalam Pemantauan Kesehatan: Terdapat peningkatan sebesar 73% pemantauan keluarga yang disediakan dalam Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 8. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pada Aspek Sosial Kemasyarakatan Secara keseluruhan, hasil-hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SehatLink bukan hanya meningkatkan kapasitas kader dari sisi manajemen, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas. Pembahasan Aspek Manajemen Transformasi digital melalui pemanfaatan aplikasi SehatLink merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas di Posyandu. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan digital yang dilakukan tidak hanya meningkatkan keterampilan kader dalam penggunaan aplikasi, tetapi juga membentuk kepercayaan terhadap validitas data digital. Kepercayaan yang meningkat terhadap sistem pencatatan digital menunjukkan bahwa intervensi edukatif mampu mengubah persepsi kader terhadap teknologi. Selain itu, data digital yang Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. dihasilkan terbukti mendorong kader untuk menggunakan informasi secara lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan yang berbasis bukti . vidence-based decision makin. Untuk diperlukan beberapa strategi berikut: Pelatihan rutin dan terstruktur untuk peningkatan kapasitas kader. Pendampingan teknis berkelanjutan, baik melalui fasilitator maupun sistem bantuan . Integrasi data kesehatan ke dalam sistem informasi manajemen kesehatan daerah. Edukasi publik terkait pentingnya digitalisasi dalam pencegahan stunting. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap penggunaan aplikasi di lapangan. Aspek Sosial Kemasyarkatan Peningkatan dalam aspek sosial kemasyarakatan mencerminkan pergeseran perilaku dan pola pikir masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan informasi kesehatan. Edukasi kesehatan digital, melalui media artikel dan fitur dalam aplikasi SehatLink, berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Peningkatan signifikan dalam persepsi masyarakat terhadap kemudahan akses informasi dan pemantauan kesehatan keluarga menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk dalam lingkup keluarga. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya kepedulian kolektif dan rasa tanggung jawab bersama terhadap isu kesehatan Adapun strategi penguatan yang dapat dilakukan antara lain: Penguatan konten digital, dengan pengemasan materi edukasi yang lebih menarik dan Pengembangan aplikasi SehatLink, agar lebih user-friendly dan responsif terhadap kebutuhan Integrasi sistem pemantauan keluarga dalam kerangka kerja kelembagaan seperti PKK dan perangkat kelurahan. Pelatihan literasi digital kesehatan yang menyasar kelompok masyarakat secara luas untuk meningkatkan keberlanjutan dampak KESIMPULAN Pelaksanaan digitalisasi Posyandu melalui website SehatLink menunjukkan hasil yang signifikan dalam berbagai aspek, terutama dari sisi Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. manajemen dan sosial kemasyarakatan. Dari aspek manajemen, penggunaan aplikasi ini berhasil meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencatatan data kesehatan secara digital, meningkatkan kepercayaan terhadap akurasi data, serta mendorong kader untuk mengambil keputusan berbasis data yang lebih tepat dan Pelatihan dan pendampingan digital yang diberikan juga meningkatkan kesadaran dan keterampilan kader dalam menggunakan teknologi, sehingga transformasi layanan Posyandu menjadi lebih modern dan efisien. Sementara dari aspek sosial kemasyarakatan, aplikasi SehatLink berhasil memperluas akses informasi kesehatan yang mudah dan terpercaya bagi masyarakat, meningkatkan pemahaman pola hidup sehat, serta mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam pemantauan kesehatan. Edukasi digital yang disediakan terbukti lebih efektif dan diterima memperkuat kohesi sosial dan rasa tanggung jawab kolektif terhadap kesehatan komunitas. Untuk menjamin keberlanjutan program, diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan rutin dan pendampingan teknis berkelanjutan bagi kader Posyandu, serta integrasi data digital ke dalam sistem informasi kesehatan daerah. Pengembangan aplikasi SehatLink juga harus terus dilakukan agar lebih user-friendly dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan. Selain itu, penguatan konten edukasi digital yang lebih menarik dan kontekstual sangat penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara luas. Pemberdayaan sosial kemasyarakatan dapat diperkuat melalui pelatihan literasi digital kesehatan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat serta integrasi kelembagaan lokal seperti PKK dan perangkat Dengan langkah-langkah tersebut, digitalisasi Posyandu melalui SehatLink diharapkan dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan komunitas secara berkelanjutan dan berdampak luas. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainte. melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan melalui skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Terima kasih juga disampaikan kepada Ketua PKK RW 01 Kelurahan Ragunan. Ibu Dra. Ike Hertha Viscalia. MM, serta seluruh Kader Posyandu RW 01 Kelurahan Ragunan atas kerja P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. sama selama pelaksanaan program. Selain itu, penulis juga mengapresiasi dukungan dari LPPM Universitas Nusa Mandiri. DAFTAR PUSTAKA