Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Pelatihan Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar pada Guru di SMAK Kab. Kupang Sem Saetban. | Marlen A. Daik. | Yonatan Foeh . | Yanti Y. Sole . | Daud Mambraw. | Imanuel O. Kleing6 1,2,3,4,5,. Institut Agama Kristen Negeri Kupang Semsaetban93@gmail. com | marlenangela@iaknkupang. id | yonatanfoeh@gmail. nitayanti06@gmail. com | daudwambrawdaud@gmail. com | Imanuelkleing27@gmail. Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibingkai dalam bentuk pelatihan ini didasarkan pada kenyataan bahwa salah satu terobosan terbaru dalam dunia pendidikan adalah dengan diluncurkannya kurikulum merdeka belajar oleh Menteri pendidikan yang bertujuan mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah. Namun, permasalahan yang masih dijumpai adalah bahwa hingga saat ini masih ada masih banyak guru-guru yang belum memahami spenuhnya terkait kebijakan kurikulum Merdeka Belajar khususnya dalam komponen penilaian dan administrasi mengajar. Hal ini disebabkan oleh karena mereka belum pernah mengikuti sosialisasi terkait implementasi kurikulum merdeka sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAK Kab. Kupang dan berlangsung selama 2 hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan dan pemahaman kurikulum merdeka belajar yang disasarkan pada guru-guru SMAK Kabupaten Kupang dikatakan berhasil terbukti melalui hasil evaluasi pada nilai pretest dan posttest nilai rata-rata pretest 16,5 dan nilai postest sebesar 21,81 artinya bahwa ada peningkatan nilai sebesar 5,31. Selanjutnya untuk memperoleh kesimpulan yang valid maka diuji rata-rata signifikansi perbedaa kedua data maka dihitung menggunakan persamaan uji t sehingga diperloeh ycEaycnycycycuyci = 8,94 > ycycycaycayceyco = 1,753 artinya bahwa ada perbedaan pemahaman guru sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kata Kunci: Pemahaman. Kurikulum. Merdeka Belajar. Guru Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang berkualitas serta mampu menghadapi tantangan perubahan Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, yakni: AuTujuan pendidikan nasional yang dirumuskan dalam UU SISDIKNAS adalah untuk mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ay Pendidikan sebagai sebuah sistem menuntut kesatuan dari setiap komponen pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Komponen-komponen pendidikan tersebut menurut PH Combs terdiri atas tujuan dan prioritas, peserta didik, manajemen atau pengelolaan, struktur dan jadwal waktu, isi dan bahan pengajaran, guru dan pelaksanaan, alat bantu belajar, fasilitas, teknologi, pengawasan, penelitian dan biaya . alam Koerniantono, 2. Komponen isi dan bahan pengajaran sangat berkaitan erat dengan arah tujuan pembelajaran yang akan dicapai terutama output yang akan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Itulah sebabnya mengapa kurikulum dituntut untuk selalu berkembang seiring dengan perubahan jaman. Sejarah mencatat bahwa sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami beberapa kali pergantian sebagai konsekuensi logis atau dampak dari pada perubahan yang terjadi di masyarakat (Alhamuddin, 2. Perkembangan era industry 5. 0 serta pasca pandemic Covid tahun 2020 mengakibatkan terjadinya perubahan pada tatanan sistem masyarakat. Khususnya dalam dunia pendidikan, terjadi perubahan pada sistem pembelajaran yang mengharuskan tidak saja murid tetapi juga guru-guru untuk mampu menggunakan aplikasi-aplikasi pembejaran secara online. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa walaupun sekolah berusaha tetap menjalankan proses pembelajarannya seefektif mungkin melalui pembelajaran online namun masih terjadi learning loss yang tidak menguntungkan peserta Selain itu, berdasarkan hasil tes PISA (Programme for international students assesmen. Indonesia berada pada urutan ke 72 dari 80 negara peserta tes. hal ini menandakan bahwa perbaikan sistem pendidikan di Indonesia haruslah menjadi prioritas utama. Berangkat dari beberapa permasalahan tersebut itulah maka pemerintah melalui menteri pendidikan menetapkan kurikulum baru, yakni kurikulum merdeka belajar yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2013. Kebijakan tersebut tertuang dalam keputusan Menristek Dikti Nomor 56 tahun 2022 tentang Penerapan Kurikulum dalam Rangka pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdek. sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya. Kurikulum merdeka belajar ini menitik beratkan pada empat pokok kebijakan, antara lain: . penilaian dan penugasan kepada peserta didik dalam USBN diatur sepenuhnya oleh sekolah, . mengganti Ujian Nasional dengan Assesmen kompetensi minimum dan survey karakter, . penyederhanaan RPP, serta . pemberlakuan Zonasi PPDB (Jonathans. Peggy, 2. Adapun tingkat keberhasilan penerapan sebuah kurikulum baru sangat ditentukan oleh sosialisasi dan pemahaman, sistem implementasi, dukungan kepala sekolah, komitmen guru dan kesiapan satuan pendidikan (Sutaris, 2. Selain itu juga, kurikulum merdeka belajar sangat sangat bergantung pada teknologi serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Salah satu sekolah menengah agama Kristen di Kab. Kupang yang berupaya untuk menerapkan kurikulum merdeka adalah SMAK Kab. Kupang yang berlokasi di Mata Air, kec. Kupang Tengah. Kab. Kupang. NTT. Berdasarkan hasil pra survey, ditemukan bahwa sekolah merencanakan untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar pada tahun ajaran depan atau tahun ajaran 2023/2024 dan hingga saat ini sekolah belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait dengan implementasi kurikulum merdeka belajar. Berkaitan dengan permasalahan yang telah dipaparkan di atas. Tim dari Program studi Manajemen Pendidikan Kristen di Institut Agama Kristen Negeri Kupang melihat bahwa harus ada sebuah kegiatan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru terkait dengan implementasi kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu. Tim dari Program studi Manajemen Pendidikan Kristen dari Institut Agama Kristen Negeri Kupang mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat serta menuangkan dalam karya ilmiah yang berjudul AuPelatihan Pemahaman kurikulum Merdeka Belajar pada Guru di SMAK Kab. KupangAy. Adapun tujuan program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan atau edukasi mengenai pentingnya Pemahaman kurikulum Merdeka Belajar pada Guru serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan Pemahaman kurikulum Merdeka Belajar pada Guru. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat kepada sekolah terutama dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya pemahaman kurikulum merdeka belajar bagi tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah serta membantu sekolah dalam hal mempersiapkan diri sejak awal untuk memberlakukan kurikulum merdeka belajar. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Realisasi Kegiatan Agar pelaksanaan kegiatan tepat sasaran maka diperlukan metode pelaksanaan. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan metode tatap muka yang akan dilakukan oleh Tim dosen dan mahasiswa/i dari program studi Manajemen Pendidikan Kristen IAKN Kupang. Untuk menunjang kegiatan ini, maka tim pertama-tama melakukan survey Lapangan. Survei lapangan ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui permasalahan maupun kebutuhan pada tingkat stakeholder. Setelah melakukan survey lapangan dan mengetahui kebutuhan sekolah, tim kemudian merumuskan tema pengabdian yaitu Pelatihan Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar pada Guru di SMAK Kab. Kupang. Aktifitas ini dilakukan untuk membuat rancangan dan jadwal kegiatan sesuai dengan analisis kebutuhan yang diperoleh. Setelah merumuskan tema kegiatan, tim melakukan studi Pustaka untuk mengumpulkan data referensi dari berbagai bentuk literatur yang relevan dengan pokok permasalahan yang sedang dicarikan solusinya, serta berbagai teori dan implementasi terkait tema yang ditentukan. Kemudian tim menyiapkan materi berupa penyuluhan dan pelatihan sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Setelah menyiapkan materi, tim kemudian menyajikannya melalui metode ceramah dan tanya jawab secara interaktif antara narasumber dan peserta. Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya: Drs. Sem Saetban. Drs. Lukas Manu. Pd. Yonatan Foeh. Pd dan Marlen A Daik. Pd. Hasil Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat prodi Manajemen Pendidikan Kristen dengan Tema AuPelatihan Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru Di Smak Kab. KupangAy dilaksanakan pada tanggal 19-20 Juni 2023. Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut. Kegiatan Hari Pertama Kegiatan ini dimulai jam 08. Tim PkM melaksanakan registrasi peserta dan penyerahan ATK bagi peserta kegiatan. Peserta yang teregistrasi berjumlah 42 orang guru dari unsur sekolah. Selanjutnya dilaksanakan pembukaan kegiatan. Kegiatan pembukaan ini diawali dengan sambutan Kepala sekla SMAK Kabupaten Kupang oleh ibu Amedniada Haekase. Pd sebagai kepala sekolah. Dalam sambutannya Ia mengucapakan terimkasih kepada Lembaga Intitut Agama Kristen Negeri Kupang (IAKN Kupan. terkhususnya program studi manajemen kristen yang menjadikan SMAK Kabupaten Kupang sebagai sekolah binaan sebagai bentuk kerja sama dalam layanan peningkatan mutu pendidikan. Ia juga berterimakasih karena tema pengabdian ini juga sesuai dengan kebutuhan sekolah oleh karena program kurikulum merdeka belajar ini merupakan program baru pemerintah sehingga guru-guru belum memahami konsep serta struktur utama dari program tersebut. Harapannya bahwa setelah kegiatan ini dilaksanakan guru-gur sudah memahami konsep serta struktur pengembangan kurikulum agar mereka dapat mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Sementara itu, ketua tim pengabdian kolaborasi program studi manajemen Pendidikan Kristen Bpk Drs. Sem Saetban. M dalam sambutannya menegaskan bahwa Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam rangka mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh baik dari hasil pembelajaran maupun hasil riset sehingga dapat dipakai oleh masyarakat untuk kepentingan hidup maupun pelayanannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam rangka mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh baik dari hasil pembelajaran maupun hasil riset sehingga dapat dipakai oleh masyarakat untuk kepentingan hidup maupun pelayanannyakanya. Dalam sambutannya ia sampaikan bahwa SMAK Kabupaten Kupang menjadi sasaran dari tim untuk melaksanakan pengabdian oleh karena studi awal oleh tim diperoleh informasi bahwa program Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 kurikulum merdeka belajar sudah sementara berjalan namun sampai saat ini dari dinas terkait belum ada pelatihan atau semacam workshop bagi guru-guru sehingga minimnya pemahaman guru-guru terkait konsep serta struktur kurikulum tersebut. Diakhir sambutannya ketua tim sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi. Materi sesi 1 Setelah kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan paparan materi dari pemateri pertama yaitu Bapak Sem Saetban. M tentang AuPeran Kepala Sekolah Dalam Keberlangsungan KurikulumAyyang dimoderatori oleh Imanuel O. Kleing. Perubahan kurikulum merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, dan dunia pendidikan di Indonesia juga sedang mempersiapkan dan menyambut kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang dicanangkan oleh Kemendikbud Nadiem Makarim yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2024. Ada beberapa perubahan penting dalam kurikulum ini, mulai dari struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus terhadap materi essensial, penggunaan perangkat ajar yang lebih beragam dan pemanfaatan teknologi digital. Untuk menghadapi perubahan kurilum ini dan bisa beradaptas dengan baik maka peran kepala sekolah sangat penting. Kepala sekolah merupakan seseorang yang memimpin suatu lembaga pendidikan formal. Seorang pemimpin menentukan keberhasilan orang-orang yang dipimpinnya. Menurut Soebagio dalam Suwar . kepemimpinan pendidikan membutuhkan perhatian yang baik dan utama, karena dengan kepemimpinan yang baik maka akan lahir tenaga kependidikan yang berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir. pekerja yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, kepala sekolah harus bisa memobilisasi sumber daya sekolah mulai dari perencanaan sampai evaluasi program sekolah, pengelolaan ketenagaan dengan baik, pelayanan siswa, memperhatikan sarana dan sumber belajar, melakukan pengembangan kurikulum hingga memastikan terciptanya hubungan sekolal dengan masyarakat dan penciptaan iklim sekolah yang baik. Sebagai pemimpin, kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberhasilan institusinya . Oleh sebab itu, diharapkan kepala sekolah memiliki kemampuan baik dari segi kepribadian, pengetahuan luas terhadap tenaga kependidikan, menciptakan visi dan misi sekolah, manajemen yang baik, kemampuan komunikasi dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Menurut Wijono, secara garis besar tugas kepala sekolah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: . Administrasi material. Administrasi yang mencakup bidang material seperti pergedungan, keuangan, perlengkapan dan ketatausahaan sekolah. Administrasi personal. Administrasi yang merangkul peran sebagai warga sekolah seperti keguruan, kemuridan, dan pegawai sekolah lainnya. Administrasi kurikulum. Aministrasi untuk mengatur pelaksanaan kegiatan disekolah seperti penyusunan kurikulum, pembinaan serta pelaksanaan kurikulum. Peran Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Merujuk pada peran dan tugas kepala sekolah secara umum dari Wijono dan Depdiknas, . , yang sudah dituliskan di atas, maka kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan pengimplementasian kurikulum baru. Kurikulum Merdeka. Pasalnya kepala sekolah yang baik akan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 membantu peningkatan kualitas mengajar dan kompetensi guru, sehingga gurunya pun siap untuk beradaptasi dengan perubahan kurikulum. Adapun berikut ini merupakan uraian 7 peran kepala sekolah dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, yaitu: Mendidik Guru terkait Kurikulum Merdeka Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa kepala sekolah memiliki peran sebagai educator atau pendidik, dalam hal ini, kepala sekolah harus mendidik dan membina guru-guru berkaitan dengan kurikulum merdeka. Pasalnya, guru memiliki tugas utama untuk melaksanakan dan mengembangkan kurikulum yang ada di sekolah. Kepala sekolah yang baik tidak membiarkan gurunya kehilangan arah, sehingga hal yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, memberikan arahan, memfasilitasi kebutuhan guru dan mendorong guru agar bisa meningkatkan kompetensinya dengan baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan kepala sekolah dalam hal ini yaitu dengan memberikan pelatihan guru berkaitan dengan kurikulum merdeka. Kejarcita. id memiliki program pelatihan kurikulum merdeka untuk membantu guru dan sekolah beradaptasi dengan perubahan kurikulum dengan baik dan cepat. Manajemen kegiatan sekolah Kepala sekolah juga memiliki peran sebagai manajer. Dalam hal ini mak kepala sekolah harus turut memanajemen kegiatan sekolah dan memastikan bahwa kegiatan berlangsung dengan baik. Kepala sekolah juga perlu melaksanakan kegiatan pemeliharaan serta pengembangan profesi guru. Sebagai Administrator Sebagai kepala sekolah mestinya turut dalam pengelolaan keuangan dan bisa mengalokasikan anggaran dengan tepat sesuai kebutuhan guru dan sekolah. Supervisi Secara Berkala Kepala sekolah juga memiliki peran sebagai supervisor, sehingga perlu supervisi guru secara berkala misalnya dengan mengikuti dan mengamati proses pembelajaran di kelas secara langsung, terutama dalam hal memilih dan penggunaan media pembelajaran, metode ajar dan keterlibatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini kepala sekolah perlu memastikan bahwa guru sudah mulai belajar mengimplementasikan gaya mengajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka misalnya mulai menerapkan metode pembelajaran diferensiasi, memanfaatkan digital dalam proses KBM dan memasukan profil belajar pancasila diintrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dari hasil supervisi ini maka akan ditemukan kelemahan dan kelebihan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, sehingga kepala sekolah bisa mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat untuk menciptakan program yang membangun. Pemimpin Kepala sekolah memiliki peran sebagai pemimpin. Berdasarkan teori kepemimpinan ada 2 gaya kepemimpinan yaitu berorientasi pada tugas dan berorientasi pada manusia. Untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya berkaitan dengan kurikulum merdeka, maka kepala sekolah harus menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut dengan tepat dan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Kepribadian yang diperlukan sebagai seorang pemimpin yang baik yaitu percaya dan jujur, beranggungjawab, emosi dan stabil , berjiwa besar, berani mengambil resiko, mampu mengambil keputusan dan teladan. Menciptakan Iklim Kerja Yang Baik Agar guru bisa memberikan kinerjanya yang unggul, maka perlu menciptakan iklim kerja yang baik dan nyaman. Untuk menciptakan iklim kerja yang baik, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip berikut, yaitu: . Guru akan bekerja dengan baik apabila pekerjaanya menarik dan menyenangkan. Menyusun tujuan kegiatan sekolah dengan jelas dan diinformasikan kepada guru agar mereka tahu maksud dan tujuan dia bekerja, serta melibatkan guru dalam pembuatan atau penyusunan kegiatan sekolah. Memberitahu guru makna atau arti dari setiap pekerjaannya. Menerapkan sistem gift and punishment. Namun memberikan hadiah sebagai apresiasi dari kerjaan guru lebih baik dibandingkan dengan . Dapat memenuhi kebutuhan sosiologi, psikologi dan fisik guru agar mencapai . Kepala Sekolah sebagai Wirausahawan Berperan sebagai kewirausahaan artinya kepala sekolah mampu menerapkan prinsip kewirausahaan dalam peningkatan kompetensi guru, misalnya dengan menciptakan pembaharuan, memanfaatkan berbagi peluang serta keunggulan komperatif. Kepala sekolah yang memiliki sikap kewirausahaan yang berani mampu melakukan perubahan yang inovatif di sekolahnya, termasuk perubahan dalam hal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Gambar 1. Materi Sesi 1 Materi sesi 2 Materi sesi 2 ini disampaikan oleh Bpk Drs. Lukas Manu. Pd dengan topik Struktur Kurikulum Merdeka Belajar yang dimoderatori oleh Yonatan Foeh. Pd. Kurikulum Merdeka belajar merupakan suatu konsep kurikulum yang dipakai untuk menyebut penyempurnaan konsep model kurikulum 2013. Konsep kurikulum merdeka belajar juga sama maknanya dengan kurikulum Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Model kurikulum prototipe atau kurikulum merdeka belajar yang dikembangkan dengan pilihan materi pembelajaran yang esensial merupakan desain kurikulum yang disebut subject centered designs atau desain terpusat mata pelajaran (Ansyar, 2015:. Kurikulum Merdeka Belajar dirumuskan dengan menggunakan istilah-istilah baru yang terdapat pada setiap komponen kurikulum 2013 yang meliputi : Capaian Pembelajaran (CP) sebagai pengganti istilah Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. Capaian Pembelajaran (CP) sebenarnya merupakan sasaran yang merupakan arah dari seluruh jenis kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa sebagai peserta didik di bawah dorongan/motivasi, bimbingan dan latihan/arahan guru sebagai pendidik. CP merupakan pengintegrasian antara pengetahuan/kognitif, sikap/afektif dan ketrampilan/psikomotorik sebagai kesatuan proses yang berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga dapat membangun kompetensi yang utuh. Capaian pembelajaran (CP) ditempatkan dalam fase-fase menurut usia dan jenjang pendidikan yang dikelompokkan dalam kelas mulai dari fase A hingga fase F. Fase A (Umumnya untuk kelas I dan II SD/Program Paket A) Fase B (Umumnya untuk kelas i dan IV SD/Program Paket A) Fase C (Umumnya untuk kelas V dan VI SD/Program Paket A) Fase D (Umumnya untuk kelas VII. Vi dan IX SMP/Program Paket B) Fase E (Umumnya untuk kelas X SMA/Program Paket C) Fase F (Umumnya untuk kelas XI dan XII SMA/Program Paket C). Setiap fase dirumuskan elemen dan sub elemen dengan capaian fase tersebut. Elemen sebenarnya merupakan rumusan pokok materi pembelajaran yang menjadi dasar pengembangan sub elemennya masing-masing. Sedangkan sub elemen merupakan rumusan sub pokok bahasan materi pembelajaran yang menjadi dasar pengembangan isi materi pembelajaran. Fungsi elemen dan sub elemen adalah sebagai alat untuk mencapai pembentukan dan pengembangan kompetensi diri peserta didik yang menjadi capaian pembelajaran pada setiap fase sesuai tingkat perkembangan aspek-aspek kepribadian peserta didik yang diukur bersadarkan tingkatan usia masing-masing. Struktur program kurikulum merdeka belajar pada SMA pada Fase E (Umumnya untuk kelas X SMA/Program Paket C) dan Fase F (Umumnya untuk kelas XI dan XII SMA/Program Paket C) ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi (Permendikbudriste. RI nomor 7 tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar. Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pasal 2 ayat . Gambar 2. Materi Sesi 2 Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Kegiatan Hari Kedua Meteri sesi 3 Materi sesi pertama pada hari ke 2 disampaikan oleh Yonatan Foeh. Pd dengan topik AuImplementasi Asesmen Dalam Kurikulum Merdeka BelajarAy yang dimoderatori oleh Marlen Daik. Pd. Asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian hasil belajar siswa yang hasilnya kemudian digunakan sebagai bahan refleksi serta landasan untuk mutu pembelajaran. Asesmen . ialah suatu proses pengumpulan data secara sistematis dengan menggunakan instrumen yang tepat untuk memperoleh informasi terkait dengan perilaku belajar siswa, dari informasi yang diperoleh kemudian menjadi dasar dan acuan bagi guru sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan program pembelajaran anak. Asesmen dalam kurikulum merdeka belajar dirancang sesuai dengan fungsi asesmen tersebut. Dengan keleluasan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan Pelaksanaan asesmen dalam kurikum merdeka belajar mestinya harus memperhatikan beberapa prinsip yaitu: Asesmen Merupakan Bagian Terpadu. Salah satu yang bisa dilakukan oleh pendidik adalah dengan melakukan asesmen di awal sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan rancangan pembelajaran. Peserta didik pun dapat dilibatkan dalam proses asesmen seperti melalui penilaian diri, penilaian antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman. Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen. Asesmen perlu dirancang dan juga dilaksanakan sesuai dengan fungsi asesmen itu Namun, terdapat keleluasaan pada segi teknik dan juga waktu pelaksanaannya agar bisa efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik dalam hal ini perlu memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran. Teknik dari asesmen yang beragam sendiri bisa digunakan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Misal hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar. Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya . Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Pada dasarnya, asesmen harus dirancang dengan adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya . untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya. Untuk itu, pendidik perlu menyiapkan waktu dan durasi yang cukup agar asesmen tidak hanya menjadi sistem penilaian semata, namun juga sebagai bagian dari proses pembelajaran. Hasil dari asesmen bisa digunakan oleh pendidik sebagai bahan penyusunan rencana tindak lanjut. Laporan bersifat sederhana dan informatif Laporan dari asesmen yang telah dilakukan sebaiknya disajikan secara sederhana dan seinformatif mungkin agar peserta didik maupun orang tua murid bisa memahaminya. Informasi yang ada bisa berupa penilaian karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut ke depannya. Selain penyajian laporan dalam bentuk yang mudah dimengerti, pendidik juga perlu memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersama-sama beserta orang tua. Hasil asesmen digunakan sebagai bahan refleksi Seperti yang tadi telah disinggung, asesmen tidak hanya dilakukan sebatas untuk penilaian peserta didik saja. Namun, asesmen juga sangat bermanfaat sebagai bahan refleksi dari capaian pembelajaran peserta didik dalam menentukan rencana tindak lanjut. Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain prinsip diatas, aseemen pada kurikulum merdeka juga memiliki tujuan yaitu : Memberikan informasi kepada guru mengenai gaya belajar siswa. Memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kemajuan siswa dalam . Memperlihatkan kemajuan hasil belajar siswa secara individual dari proses pembelajaran yang diikutinya. Memberikan ruang kepada guru untuk dapat memberikan umpan balik kepada siswa. Memudahkan guru untuk mengetahui potensi dan minat siswa . Memotivasi siswa untuk meningkatkan atau mempertahankan hasil belajarnya. Langkah-langkah dalam menyusun asesmen dalam kurikulum merdeka belajar yang perlu diketahui oleh guru diantaranya yaitu: Guru merumuskan tujuan asesmen Guru memilih atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Guru menyusun instrumen yang akan digunakan untuk menilai proses dan hasil belajar siswa. Guru juga harus menentukan skor, kriteria tercapainya tujuan pembelajaran. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Guru akan memeriksa tugas atau tes yang sudah dikerjakan siswa sehingga diperoleh sebuah data yang dapat diolah dan dianalisis. Guru menginterpretasikan dan menarik kesimpulan data tersebut Pemateri dalam pemaparan materinya ia juga memberika tips atau cara dalam mengembangkan asesmen pada kurikukum merdeka belajar yaitu: pertama. memilih teknik atau instrumen yang sesuai dengan kebutuhan. Kedua. gunakan teknik asesmen yang bervariatif. Ketiga. manfaatkan teknologi Gambar 3. Materi Sesi 3 Materi Sesi 4 Materi sesi kedua pada hari ke dua ini disampaikan oleh Marlen Daik. Pd dengan topik AuManajemen Sarana Dan Prasara Dalam Implementasi KurikulumAy dengan moderator Yonatan Foeh. Pd. Manajemen sarana prasarana dalam implementasi kurikulum merdeka di lembaga pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Pengelolaan yang efektif terhadap sarana prasarana pendidikan akan berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran Kurikulum Merdeka. Manajemen sarana prasarana dapat diartikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien (Sulistyorini 2. Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan bahwa semua satuan pendidikan harus mempunyai fasilitas, antara lain perabot, perlengkapan pembelajaran, buku dan bahan pembelajaran lainnya, bahan habis pakai, dan perlengkapan lain yang diperlukan. Setiap satuan pendidikan harus mempunyai sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang tertib dan berkelanjutan. Prasarana ini terdiri atas lahan, ruang kelas, ruang pendidik, ruang administrasi, ruang perpustakaan, ruang lab, ruang bengkel, ruang unit produksi, kantin, instalasi listrik dan pelayanan, sarana olah raga, tempat ibadah, area bermain, ruang kreasi, dan area lainnya. (Setyaningsih 2. Manajemen sarana dan prasarana mencakup perencanaan. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 pengelolaan, serta pemeliharaan semua fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Ini termasuk gedung, ruang kelas, perpustakaan, serta peralatan teknologi yang mendukung kurikulum merdeka. Dalam implementasi kurikulum merdeka, sarana dan prasarana pendidikan tentunya memegang peran yang cukup penting. Peran tersebut diantaranya: Pertama. lingkungan belajar manajemen sarana dan prasarana bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi keterlibatan dan interaksi siswa dengan teknologi dan peralatan modern. Kedua. pendukung inovasi metode pembelajaran dengan manajemen yang efisien, kurikulum merdeka dapat didukung dengan metode pengajaran inovatif dan teknologi yang relevan. Ketiga. pembelajaran kolaboratif Memastikan sarana dan prasarana yang memadai dapat mendorong pembelajaran kolaboratif dan pemecahan masalah secara kreatif. Adapun langkah-langkah atau bidang garapan manajemen sarana dan prasarana yang perlu diperhatikan dan diterapkan secara berkelanjutan oleh pengelola sekolah yakni: Identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana Pada tahap identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana dalam sebuah lembaga pendidikan, pihak sekolah perlu memperhatikan dan melaksanakan langkah- langkah atau tahapan berikut ini : Pertama. Comprehensive Assesment yakni Melakukan audit menyeluruh untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang spesifik dan Kedua. Stakeholder Consultation yaitu melibatkan para pemangku kepentingan untuk memahami kebutuhan dan harapan yang beragam terkait sarana dan prasarana Ketiga. Long-Term Planning dimana sekolah perlu mengembangkan rencana strategis untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dalam mendukung kurikulum merdeka. Perencanaan sarana dan prasarana Selanjutnya pada tahapan perencanaan sarana dan prasarana, sedikitnya terdapat 3 hal yang perlu untuk diperhatikan juga oleh lembaga sekolah, yakni : Pertama. Designing Sustainable Structure artinya Merencanakan infrastruktur yang ramah lingkungan untuk mendukung prinsip kurikulum merdeka yang berkelanjutan. Kedua. Utilizing Advanced Tecnology artinya Memanfaatkan teknologi mutakhir dalam perencanaan dan konstruksi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang modern. Ketiga. Creating Inclusive Spaces artinya Mendesain fasilitas yang inklusif, memperhatikan kebutuhan beragam siswa dan staf . Pengelolaan sarana dan prasarana Pihak sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana terkait dengan implementasi kurikulum merdeka secara optimal juga perlu memperhatikan : Pertama. Optimal Space Utilization (Memastikan penggunaan ruang yang efisien untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar yang produkti. Kedua. Eco- Friendly Practices (Menerapkan praktik ramah lingkungan dalam pengelolaan sarana pendidika. Ketiga. Efficient Maintanance (Menjaga fasilitas agar selalu dalam kondisi optimal untuk kebutuhan pendidikan dan pengajaran. Pemeliharaan dan Perawatan Pada tahapan ini, sekolah dapat melakukan pemeliharaan dan perawatan melalui : Pertama. Routine Inspections artinya melakukan pemeriksaan rutin fasilitas untuk mendeteksi Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. dan menangani masalah kecil sebelum menjadi masalah besar. Kedua. Preventif Maintanance artinya menjalankan perawatan preventif untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan tetap beroperasi dengan baik dan aman. Ketiga. Maintanance Schedule artinya mengatur jadwal pemeliharaan teratur untuk menjaga fasilitas dalam kondisi prima sepanjang . Evaluasi dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Dalam tahapan ini, sekolah perlu terus menjaga dan menjamin bahwa sarana dan prasarana pendidikan yang ada di lingkungan lembaganya dalam kondisi baik dan siap untuk Dengan demikian sekolah perlu melakukan evaluasi dan pengembangan sarana dan prasarana melalui: Pertama. Data Analysis. Menganalisis kinerja infrastruktur pendidikan untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas. Kedua. Collaborative Improveme, melakukan perbaikan yang kolaboratif berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik dari para pemangku Ketiga. Futuristic Development. Mengembangkan konsep desain masa depan yang memungkinkan peningkatan inovasi dalam sarana dan prasarana pendidikan. Gambar 4. Materi Sesi 4 Analisis Data Kuantitatif Menggunakan Nilai Pretest Dan Postest Pada bagian ini akan dipaparkan pengujian data kuantitatif yang diperoleh melalui penyebaran angket sebelum dan sesuda kegiatan pengabdian di lakukan. Point penting dari analisis ini ialah untuk mengetahui perbedaan antara pemahaman guru terkait implementasi kurikulum merdeka Sebelum kegiatan berlangsung peserta diminta untuk mengisi pernyataan berupa angket untuk mengetahui pemahaman awal mereka setelah itu akan diukur lagi pemahamn mereka setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan sehingga kita mendapatkan informasi terkait keberhasilan dari kegiatan Dibawah ini akan dipaparkan analisis data kuantitatif nilai pretest dan posttest. Table 1. Rekapitulasi Nilai Pretest dan Posttest Pemaham Guru Terkait Kurikulum Merdeka Belajar Test Skore Rata-rata Pre Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Post 21,81 Tabel diatas menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian pada Masyarakat terbukti melalui nilai rata-rata pretest 16,5 dan nilai postest sebesar 21,81 artinya bahwa ada peningkatan nilai sebesar 5,31. Untuk menguji signifikansi perbedaan rata-rata nilai pretest dan postest digunakan rumus sebagai berikut: = mean dari perbedaan antara Pretest (X) dan Posttest (Y) = deviasi masing-masing subjek . Ae M. ycu2ycc = jumlah kuadrat deviasi n N = subjek pada sampel df= atau db adalah n Ae 1 Perhitungan dalam tabel disajikan sebagai berikut: Tabel 2. Nilai Pretets. Postest dan Gain Skor Pretest Sampel n=16 (X) Ocx=264 Postetst (Y) Ocy=349 Gain skor . = . Ocd=85 Untuk mengetahui deviasi masing-masing subjek, maka terlebih dahulu dicari mean dari perbedaan pretest dan posttest dengan rumus sebagai berikut: Dari perhitungan di atas, diketahui mean dari pretest dan posttest sebesar 5,66. Kemudian dicari jumlah kuadrat deviasi masing-masing subjek . yang disajikan dalam tabel berikut: Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 01. April 2024 Submitted : 2024-07-02 Accepted : 2024-07-08 Published : 2024-07-08 Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Tabel 3. Tabel Kuadrad Deviasi Setiab Subjek Sampel n=16 Ocd=85 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 Xd=. -m. 3,34 -0,66 3,34 -1,66 -0,66 -1,66 0,34 -0,66 -1,66 -1,66 -0,66 0,34 -1,66 -4,66 -2,66 5,34 Ocxd=-5,56 XAd 11,16 0,44 11,16 2,76 0,44 2,76 0,12 0,44 2,76 2,76 0,44 0,12 2,76 21,72 7,08 28,52 Oc XAd =95,3696 Berdasarkan table diatas diketahui : Ocd=85 Ocmd=5,66 Ocxd=-5,56 Oc XAd =95,3696 Dengan mengetahui nilai diatas maka Langkah selanjutnya menghitung nilai t sebagai berikut: Mencari ycycycaycayceyco dengan yu = 0,05 dan dk =16-1= 15 . = 1,753 karena ycEaycnycycycuyci = 8,94 > ycycycaycayceyco = 1,753. Dengan demikian terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil pretest dan posttest artinya bahwa ada perbedaan pemahaman hasil pengabdian bagi guru-guru di SMAK Kabupaten Kupang sebelum dan sesudah dilakukannya kegiatan pengabdian pada Masyarakat. Kesimpulan Kegiatan pelatihan dan pemahaman kurikulum merdeka belajar yang disasarkan pada guru-guru SMAK Kabupaten Kupang dikatakan berhasil terbukti melalui hasil evaluasi pada nilai pretest dan posttest nilai rata-rata pretest 16,5 dan nilai postest sebesar 21,81 artinya bahwa ada peningkatan nilai sebesar 5,31. Selanjutnya untuk memperoleh kesimpulan yang valid maka diuji rata-rata signifikansi perbedaa kedua data maka dihitung menggunakan persamaan uji t sehingga diperloeh ycEaycnycycycuyci = 8,94 > ycycycaycayceyco = 1,753 artinya bahwa ada perbedaan pemahaman guru sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Saran dari kegiatan ini ialah diharapkan bagi pemangku kepentingan dalam hal ini dinas terkait agar terus melaksanakan kegiatan sejenis terus menerus agar guru-guru dapat memahami benar karakteristik dari kurikulum merdeka belajar agar implementasinya sesuai dengan lingkup kurikulum itu sendiri. Daftar Pustaka