JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 9 Ae 11 Sosialisasi Blended Learning Sebagai Media Pembelajaran Daring Cian Ramadhona Hassolthine1#. Syahid Abdullah2#. Endang Yosa3# 1,2,3 PJJ Informatika. Universitas Siber Asia Jl. Harsono RM No. 1 Jakarta Selatan, . 27806189 cianhassolthine@lecturer. id1, syahidabdullah@lecturer. Abstrak Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti untuk melihat permasalahan pada saat pembelajaran online berlangsung. Banyak hasil pembelajaran siswa yang rendah karena banyaknya tugas yang diberikan oleh guru pada semua mata pelajaran sehingga menumpuk yang mengakibatkan siswa menjadi lelah, tidak antusias dalam belajar dan menjadikan hasil belajar siswa menjadi menurun. Tujuan dari pengabdian ini adalah menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana penerapan metode blended learning di SMA Islam Al Khalidin dan apa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan blended learning di SMA Islam Al Khalidin. Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan materi tentang blended learning kepada para peseta. Dengan diadakannya sosialisasi ini, guru dan siswa mengerti model pembelajaran lain yang lebih menyenangkan, guru juga dapat menyusun pembelajaran menjadi komponen ajar yang berkesinambungan antara materi yang diajar secara daring maupun Dari pelatihan yang sudah dilaksanakan, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai blended learning dilihat dari pretest sebesar 72% dan posttest sebesar 78%. Kata Kunci: blended learning, pembelajaran, sosialisasi, pelatihan PENDAHULUAN Pendidik di zaman modern harus lebih imajinatif dan inventif dalam cara mereka menyajikan konten kepada siswa untuk menjaga proses pembelajaran tetap menarik dan mencegah siswa kehilangan minat. Tidak hanya ini tugas yang menantang, tetapi juga pelatihan dan pengembangan pengetahuan bagi guru untuk berhasil menerapkan pendidikan online. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa guru mempertahankan standar pendidikan yang tinggi bahkan di tengah-tengah krisis. Kita hidup dalam periode inovasi dan gangguan yang cepat, dengan implikasi signifikan bagi pendidikan, khususnya penggunaan teknologi digital di kelas, yang dapat memberikan pembelajaran berkelanjutan tanpa dibatasi oleh lokasi atau waktu. Guru harus memiliki memenuhi harapan tersebut. Hal ini sesuai dengan pandangan yang dipegang oleh instruktur di SMA Islam Al https://jurnal. id/index. php/jms/index Kholidin Jakarta, yang mengaku tidak terbiasa dan tidak memenuhi syarat untuk menggunakan teknologi blended learning seperti Google classroom dan program zoom meeting untuk web conference. Guru menghadapi kesulitan dalam menerapkan kegiatan pembelajaran campuran, dan mereka membutuhkan platform yang memfasilitasi komunikasi tatap muka antara mereka dan siswa mereka di luar kelas. Guru memerlukan lingkungan belajar virtual sehingga siswa dapat memiliki akses ke rencana pelajaran, tugas individu, dan diskusi kelas kapan saja. Blended learning adalah strategi untuk pendidikan yang memadukan instruksi tradisional . aitu, berbasis kela. dengan instruksi digital . aitu, virtua. Blended learning, seperti yang dijelaskan oleh Thorne . alam Sjukur, 2012: . , memungkinkan siswa untuk memanfaatkan keuntungan dari pengaturan kelas online dan tradisional. Blended learning menggabungkan instruksi kelas tradisional dengan sumber daya digital. Tujuan JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 9 Ae 11 menginformasikan bagaimana hal itu Google kelas dan zoom meeting adalah dua alat yang digunakan dalam lingkungan belajar campuran. Tujuan dari perangkat lunak ini adalah untuk memfasilitasi kolaborasi online antara instruktur dan siswa mereka dengan merampingkan berbagi sumber daya dan informasi . II. METODE PELAKSANAAN Kegiatan sosialisasi dilakukan sebanyak satu kali petemuan. Adapun kegiatan pengabdian secara detail adalah sebagai Tahap persiapan, pada tahap ini, kerja sama antara pengampu kebijakan di SMA Islam Al Khalidin dengan ketua pelaksana PKM yaitu mempersiapkan instrumental pelaksana kegiatan seperti modul yang akan digunakan untuk sosialisasi, soal yang digunakan untuk pretest dan posttest, serta spanduk untuk tahap Tim PKM tiba di lokasi sekitar pukul 9:00 WIB dan di sambut oleh kepala sekolah beserta guru-guru dan para siswa. Tim pengabdian melakukan briefing awal dengan kepala sekolah sambal menunggu spanduk dipasang dan mempersiapkan peserta didik dan para guru untuk datang ke Peserta didik yang hadir terdiri dari kelas 7 dan kelas 8 beserta seluruh guru yang Tahap pelaksanaan, pembukaan acara sosialisasi dimulai dengan sambutan oleh kepala sekolah SMA Islam Al Khalidin kemudian dilanjutkan dengan memberikan pretest mengenai blended learning. Setelah pretest dikumpulkan, kemudian dimulai presentasi dengan menjelaskan dasar-dasar pengetahuan mengenai blended learning beserta hubungannya dengan model pembelajaran daring dan luring. Penggunaan bahan ajar dengan menggunakan learning management system (LMS). Google Drive sebagai tempat penyimpanan, dan Google Classroom. Gambar 2. Sosialisasi Pembelajaran Blended Learning i. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANALISA Pada test awal setelah dirata-ratakan mendapatkan nilai 72 sedangkan test akhir mendapat nilai rata-rata 78. Setelah tim selesai memberikan sosialisasi, tim lebih menyarankan ke kepala sekolah lebih cocok dengan model flipped classroom karena lebih cocok dengan environment di SMA Islam Al Khalidin. Sosialisasi model pembelajaran blended learning di SMA Islam Al Khalidin sudah terlaksana dengan baik dan sangat bermanfaat bagi guru dan peserta didik dengan total peserta sebanyak 25 orang siswa dan 8 orang guru yang hadir. Dengan diadakannya sosialisasi ini, guru dan siswa mengerti model pembelajaran lain yang lebih menyenangkan, guru juga dapat menyusun pembelajaran menjadi komponen ajar yang berkesinambungan antara materi yang diajar secara daring maupun luring. Gambar 1. Pengerjaan pretest https://jurnal. id/index. php/jms/index JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 9 Ae 11 IV. KESIMPULAN Sosialisasi model pembelajaran blended learning di SMA Islam Al Khalidin sudah dilakukan dengan sangat baik dan bermanfaat bagi guru dan peserta didik dengan total peserta sebanyak 30 orang siswa dan 7 orang guru yang hadir. Selain itu, guru telah mampu memajukan keterampilan atau kompetensi terkait TIK Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan model blended learning dimana guru dapat menggunakan sumber belajar baik online maupun offline dalam upaya meningkatkan kaliber proses belajar mengajar. UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas kehendakNya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pelaksana dengan judul AuSosialisasi Blended Learning Sebagai Media Pembelajaran DaringAy telah diselesaikan dengan baik. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap guru besar sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi. VI. PERNYATAAN TIDAK ADA KONFLIK KEPENTINGAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak memiliki kepentingan tertentu selain untuk melakukan bimbingan dan sosialisasi kepada anggota mitra PkM. https://jurnal. id/index. php/jms/index VII. DAFTAR PUSTAKA