Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3007-3016 Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai (Studi Kasus: Toko Irfan Jaya Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalonga. Analysis of Soybean Consumer Satisfaction Level (Case Study: Irfan Jaya Store Wiradesa District Pekalongan Regenc. Brillianti Sekar Ayu Purnomo*. Migie Handayani. Titik Ekowati Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto No. Tembalang. Kec. Tembalang. Kota Semarang. Jawa Tengah *Email: brilliantisekarayupurnomo@gmail. (Diterima 28-04-2025. Disetujui 04-07-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen kedelai dan memetakan hubungan antara kepentingan suatu atribut produk dan kinerja yang diberikan bagi konsumen di pelaku usaha kedelai Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan. Lokasi Penelitian yaitu di Toko Irfan Jaya. Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan penentuan jumlah sampel menggunakan quota sampling dan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan kriteria responden yaitu pria dan wanita usia 18 Ae 67 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik responden/konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya paling banyak berjenis kelamin laki-laki, berusia 28 Ae 37 tahun, memiliki pendikan terakhir SMP, mayoritas konsumen kedelai merupakan pedagang. Konsumen memiliki penghasilan yaitu Rp. 001 Ae 2. dan memiliki anggota keluarga empat hingga enam orang. Hasil dari analisis CSI bernilai 81,59% yang dapat diartikan bahwa konsumen kedelai merasa sangat puas. Hasil dari analisis IPA didapat hasil Kuadran I terdapat atribut rasa kedelai, kesegaran kedelai, warna kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya dan kesesuaian harga dengan kualitas yang didapat. Atribut pada Kuadran II yaitu ketersediaan kedelai, lokasi toko dipinggir jalan, dan lokasi toko yang mudah dijangkau dan strategis. Atribut pada Kuadran i yaitu tekstur kedelai, varietas kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya dibanding toko lain, dan informasi tentang ketersediaan kedelai. Atribut pada Kuadran IV yaitu kelengkapan variasi kedelai dan waktu tunggu dari ketersediaan kedelai. Kata kunci: CSI. IPA. Kedelai. Konsumen ABSTRACT This study aims to analyse the level of soybean consumer satisfaction and map the relationship between the importance of a product attribute and the performance provided to consumers in the soybean business sector in Wiradesa District. Pekalongan Regency. The research location was Irfan Jaya Store. Wiradesa District. Pekalongan Regency. The research method used is a case study method, with the sample size determined using quota sampling. The sampling technique applied is accidental sampling, with respondent criteria including men and women aged 18Ae67 years. The analytical methods used are the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA). The study showed that most soybean consumers at Irfan Jaya Store are male, aged 28Ae37 years, with junior high school as their highest level of education. The majority of soybean consumers are traders, with an income ranging from Rp. 1,000,001 Ae 2,000,000, and have four to six family members. The CSI analysis results in a value of 81. 63%, indicating that soybean consumers are very The IPA analysis results show: Quadrant I: Soybean taste, freshness, colour, price at Irfan Jaya Store, and price-quality suitability. Quadrant II: Soybean availability, store location on the roadside, and accessibility of the store. Quadrant i: Soybean texture, soybean variety, price comparison between Irfan Jaya Store and other stores, and information about soybean availability. Quadrant IV: Completeness of soybean variety and waiting time for soybean availability. Keyword: Consumers. CSI. IPA. Soybeans Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai Brillianti Sekar Ayu Purnomo. Migie Handayani. Titik Ekowati PENDAHULUAN Kedelai merupakan komoditas pertanian yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kedelai sendiri menjadi bahan pangan yang penting untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dan meningkatkan gizi masyarakat, selain itu kedelai juga menjadi sumber nabati yang terjangkau dibandingkan dengan sumber protein lainnya (Bantacut, 2. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang digunakan sebagai bahan pangan maupun bahan Kedelai banyak digunakan sebagai bahan olahan tempe, tahu, susu kedelai, dll (Idris, 2. Meningkatkan konsumsi kedelai juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, menurut data Badan Pusat Statistik . konsumsi kedelai di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi dan selalu mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Pada tahun 2021 kebutuhan konsumsi kedelai mencapai 8. ton/tahun dan mengalami peningkatan pada tahun 2022 dan 2023 yaitu sebesar 8. 969 dan 9. ton/tahun. Hal ini terjadi karena kebutuhan masyarakat di Kabupaten Pekalongan akan kedelai terus Seperti hal nya di Kecamatan Wiradesa yang terletak di Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi dalam penyediaan komoditas kedelai. Hal tersebut terjadi karena terdapat kampung tahu yang kebanyakan masyarakatnya memproduksi olahan Para pelaku usaha kedelai di wilayah ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal dan sekitarnya. Salah satu toko yang aktif dalam perdagangan kedelai di Kecamatan Wiradesa adalah Toko Irfan Jaya. Toko Irfan Jaya sendiri menjadi sampel yang dipilih untuk pengumpulan data stok dan pasokan di pelaku usaha kedelai baik tingkat Kabupaten Pekalongan maupun Provinsi Jawa Tengah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan. Era globalisasi, tingkat persaingan akan suatu usaha menjadi semakin ketat, masing-masing usaha mulai meningkatkan produk yang mereka pasarkan. Kepuasan konsumen menjadi hal yang utama bagi para pelaku industri hal ini dikarenakan kepuasan konsumen sebagai evaluasi pasca konsumsi bagi konsumen. Tingkat kepuasan konsumen tinggi maka ada kemungkinan bahwa mereka akan membeli kembali produk sehingga pendapatan pelaku industri atau pelaku usaha tetap stabil atau bahkan meningkat (Hermansyah et al. , 2. Pengukuran tingkat kepuasan konsumen terhadap keputusan pembelian dapat dilihat dari atribut produk yang dapat menggambarkan dengan jelas mengenai produk yang akan mereka beli (Sari et al. , 2. Atribut produk pada dasarnya merupakan keunggulan produk yang dimiliki oleh produk dan yang merupakan pembeda antara produk sejenis yang ditawarkan oleh suatu pelaku usaha dengan produk sejenis yang ditawarkan oleh pelaku usaha lain. Atribut kedelai di Toko Irfan Jaya berupa kualitas . asa, tekstur, kesegara. kedelai, harga kedelai juga merupakan atribut penting dalam membeli kedelai, pastinya konsumen akan membandingkan harga yang dijual oleh pelaku usaha lainnya, ketersediaan produk menjadi atribut produk kedelai juga karena jika suatu pelaku usaha tidak menyediakan produk yang banyak diminati konsumen akan mengurangi loyalitas konsumen dan lokasi toko juga menjadi komponen penting dalam kepuasan konsumen, dan lokasi toko termasuk dalam atribut karena lokasi toko juga berpengaruh dalam kepuasan konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya. Kepuasan konsumen menjadi indikator utama dalam menentukan keberhasilan suatu usaha karena pelanggan yang puas akan cenderung menjadi pelanggan setia dan memberikan rekomendasi positif. Penting untuk melakukan analisis kepuasan konsumen yang dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai persepsi pelanggan terhadap produk kedelai yang dijual. Tingkat kepentingan . dan tingkat kepuasan . diukur menggunakan metode Customer Satisfaction index (CSI) yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan Importance Performance Analysis (IPA) yang digunakan untuk memetakan hubungan antara pentingnya suatu atribut produk atau layanan bagi konsumen dan kinerja yang diberikan oleh perusahaan terhadap atribut tersebut (Nudin et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen kedelai di pelaku usaha kedelai Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan dan memetakan hubungan antara kepentingan suatu atribut produk dan kinerja yang diberikan bagi konsumen di pelaku usaha kedelai Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3007-3016 METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dilakukan di pelaku usaha kedelai Toko Irfan Jaya Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan pada bulan Januari 2025. Peneltian ini menggunakan metode penelitian studi Metode studi kasus merupakan metode yang digunakan untuk mempelajari secara intensif atau mendalam dari suatu anggota kelompok sasaran suatu objek penelitian (Juansah et al. , 2. Penentuan sampel menggunakan quota sampling yang merupakan teknik dalam penentuan sampel dari populasi dengan kriteria yang ditentukan hingga jumlah yang dibutuhkan (Aulia et al. , 2. Jumlah responden ini sebanyak 100 responden yang ada di tempat pelaku usaha tersebut. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Accidental sampling merupakan 3009eknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja konsumen yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti. Responden yang dipilih sebagai sumber data yaitu reponden yang pernah membeli kedelai di Toko Irfan Jaya dengan kriteria Pria dan Wanita usia 18 Ae 67 Tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari hasil jawaban responden pada saat wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain. Data sekunder yang digunakan berasal dari buku, jurnal, literatur, dan referensi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Uji Validitas Uji validitas digunakan pada penelitian ini untuk menguji valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam suatu kuesioner dinyatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu dalam mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner (Elvera & Astarina, 2. Jika r hitung Ou r tabel . ji 2 sisi dengan sig. maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total . inyatakan vali. Uji validitas dilakukan menggunakan alat bantu SPPS 26. Uji Reliabilitas Reliabilitas diartikan sebagai suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Dalam penelitian ini, 3009 eknik pengukuran reliabilitas yang digunakan adalah 3009eknik CronbachAos Alpha. Teknik CronbachAos Alpha dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu instrument penelitian reliabel atau tidak (Elvera & Astarina, 2. Uji reliabilitas dilakukan dengan alat bantu SPSS 26. Customer Satisfaction Index (CSI) Customer Satisfaction Index (CSI) atau metode indeks kepuasan merupakan metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Hal ini tergantung pada kebutuhan informasi yang ingin didapatkan. CSI memberikan data yang jelas mengenai tingkat kepuasan konsumen. Pengukuran CSI merupakan indeks untuk menentukan tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dengan mengukur tingkat kepentingan dan kinerja dari atribut-atribut. Customer Satisfaction Index dapat dihitung dengan tahapan berikut: CSI = Oc y 100% Tabel 1. Kriteria Tingkat Kepuasan No. Nilai CSI (%) Keterangan 1 81% - 100% Sangat Puas 2 66% - 80,99% Puas 3 51% - 65,99% Cukup Puas 4 35% - 50,99% Tidak Puas 5 0% - 34,99% Sangat Tidak Puas Sumber: Widodo & Sutopo . Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai Brillianti Sekar Ayu Purnomo. Migie Handayani. Titik Ekowati Importance Performance Analysis (IPA) Metode IPA digunakan untuk mengetahui atribut mana saja yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan dan item mana saja yang harus dipertahankan berdasarkan sudut pandang konsumen (Nudin et al. , 2. Tahapan analisis IPA sebagai berikut: Menentukan tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja melalui perbandingannya keduanya menggunakan rumus: ycuycn ycNycoycn = y 100% ycycn Keterangan: Tki = Tingkat Kesesuaian xi = Skor Kinerja Atribut yi = Skor Kepentingan Atribut Menghitung rata-rata kinerja . dan tingkat kepentingan . untuk setiap atribut yang akan memengaruhi persepsi konsumen dengan rumus: ycui = Oc yci= Oc Keterangan: ycu I = Skor Rata-rata Tingkat Kinerja yI = Skor Rata-rata Tingkat Kepentingan n = Jumlah Responden Menghitung rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kinerja keseluruhan atribut menggunakan rumus berikut: ycu= Oc yc= Oc Keterangan: ycu = Nilai Rata-rata Tingkat Kinerja y = Nilai Rata-rata Tingkat Kepentingan n = Jumlah Responden Melakukan pemetaan ke dalam diagram kartesius untuk melihat posisi masing-masing atribut sayuran kangkung. Diagram kartesius merupakan suatu bangun yang dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh garis yang perpotongan tegak lurus dengan titik-titik. Gambar 1. Diagram Kartesius Sumber: Setiawan et al. , . Menentukan kuadran tiap atribut dengan pembagian sebagai berikut: (Hermansyah et al. , 2. Kuadran I (Prioritas Utam. Pada kuadran I atribut-atribut menunjukan atribut-atribut yang memiliki kualitas dengan tingkat kepentingan yang tinggi tetapi memiliki tingkat kepuasan pada kinerja toko yang rendah. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3007-3016 Kuadran II (Pertahankan Prestas. Kuadran II terletak sebelah kanan atas memuat atribut yang memiliki tingkat harapan dan kinerja yang tinggi. Atribut tersebut wajib dipertahankan karena dianggap sangat penting dan hasilnya sangat memuaskan. Kuadran i (Prioritas Renda. Kuadran i terletak sebelah kiri bawah memuat atribut yang dianggap kurang penting oleh konsumen dan kinerjanya kurang baik dinilai oleh konsumen. Kuadran IV (Berlebiha. Kuadran IV terletak sebelah kanan bawah memuat atribut yang memiliki tingkat harapan rendah akan tetapi memiliki kinerja yang baik sehingga dianggap berlebihan oleh konsumen. Atribut-atribut yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting tetapi toko memiliki kinerja yang tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 responden yang merupakan konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya didapatkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan per bulan, dan jumlah anggota keluarga. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2. Jenis Kelamin Responden No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) (Oran. 1 Laki-laki 2 Perempuan Jumlah 100,00 Sumber: Data Primer Diolah . Jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan dikarenakan banyaknya konsumen kedelai merupakan pedagang yang mana biasanya pedagang membeli dengan jumlah yang banyak sehingga hal ini memengaruhi jumlah konsumen laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 3. Usia Responden Usia Jumlah (Oran. Persentase (%) 1 18 Ae 27 2 28 Ae 37 3 38 Ae 47 4 48 Ae 57 5 58 Ae 67 Jumlah Sumber: Data Primer Diolah . Konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya paling banyak pada rentang usia 28 Ae 37 tahun yang itu sebesar 32% dari total seluruh responden. Pada urutan kedua hanya selisih 2% yaitu sebesar 30% pada rentang usia 38 Ae 47 tahun. Banyaknya usia tersebut dikarenakan pada usia tersebut merupakan usia yang produktif bagi pelaku industri olahan kedelai. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tabel 4. Pendidikan Terakhir Pendidikan Jumlah Persentase (%) Terakhir (Oran. 1 SD 2 SMP 3 SMA 4 D3/D4/S1 Jumlah Sumber: Data Primer Diolah . Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai Brillianti Sekar Ayu Purnomo. Migie Handayani. Titik Ekowati Responden atau konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya memiliki pendidikan terakhir yang yang tergolong masih rendah, 50% dari konsumen kedelai memiliki pendidikan terakhir SMP, mayoritas dari mereka lebih memilih berdagang dibandingkan melanjutkan pendidikannya. Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan Responden Tabel 5. Kategori Partisipasi Responden No Pekerjaan Jumlah Persentase (%) (Oran. 1 Pedagang 2 Wiraswasta Jumlah Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa mayoritas pekerjaan responden merupakan seorang pedagang yaitu sebedar 96% hal tersebut dikarenakan kedelai merupakan sumber pangan yang dapat diolah menjadi bahan makanan seperti tempe, tahu, hingga susu kedelai. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Tabel 6. Pendapatan Responden Pendapatan Jumlah (R. (Oran. O1. > 1. 000 - 2. > 2. 000 - 3. > 3. 000 - 4. > 4. 000- 5. > 5. Jumlah Sumber: Data Primer Diolah . Persentase (%) Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pendapatan responden paling tinggi berada pada kisaran > Rp. 000 Ae Rp. 000 yaitu sebesar 47% dari jumlah seluruh responden. Sebagian besar responden merupakan pedagang kecil olahan kedelai seperti pedagang tahu, tempe, dll. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Tabel 7. Jumlah Anggota Keluarga No Anggota Keluarga Jumlah Persentase (%) (Oran. 1 2 Ae 3 orang 2 4 Ae 6 orang 3 >6 orang Jumlah Sumber: Data Primer Diolah . Sebagian besar konsumen kedelai Toko Irfan Jaya memiliki jumlah anggota keluarga 4 Ae 6 orang yaitu sebesar 64% dari jumlah responden. Disusul dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 2 Ae 3 orang yaitu sebesar 24%, sedangkan paling rendah yaitu dengan jumlah anggota keluarga >6 orang yaitu sebesar 12% dari jumlah responden. Uji Validitas Uji Validitas dilakukan pada setiap item-item pertanyaan pada tingkat kinerja dan tingkat Jika r hitung Ou r tabel . ji 2 sisi dengan sig. maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total . inyatakan vali. Pada penelitian ini uji validitas dilakukan pada setiap item pertanyaan dari tingkat kinerja dan tingkat kepentingan. Itemitem pertanyaan diberikan kepada 30 responden dari toko lain yang bukan merupakan konsumen dari Toko Irfan Jaya. Seluruh butir pernyataan tentang kepuasan konsumen kedelai yang diuji dinyatakan Uji Reliabilitas Reliabilitas diartikan sebagai suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Dalam penelitian ini, teknik pengukuran reliabilitas yang digunakan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3007-3016 adalah teknik Cronbach's Alpha. Uji reliabilitas pada tingkat kinerja menyatakan bahwa 14 item pertanyaan dapat dikatakan reliabel karena memiliki nilai 0,674 dimana nilai tersebut lebih besar dari CronchbachAos Alpha 0,60. Uji reliabilitas pada tingkat kepentingan menyatakan bahwa 14 instrumen pertanyaan dapat dikatakan reliabel karena memiliki nilai 0,772 dimana nilai tersebut lebih besar dari CronchbachAos Alpha 0,60. Hal ini sesuai dengan pendapat Nudin et al. , . yang menyatakan bahwa seluruh atribut yang memiliki nilai CronbachAos alpha yaitu > 0,60 maka dapat dikatakan pertanyaan dari kuesioner tersebut reliabel. Customer Satisfaction Index (CSI) Pada penelitian ini untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Metode CSI dapat mengetahui presentase kepuasan konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya melalui kuesioner yang telah diberikan kepada responden. Tabel 8. Perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) Atribut MIS MSS Rasa kedelai di toko irfan jaya 4,23 7,41 4,04 Tekstur kedelai di toko irfan jaya 4,01 7,02 3,89 Kesegaran kedelai di toko irfan jaya 4,38 7,67 3,91 Varietas kedelai di toko irfan jaya 4,07 7,13 3,80 Warna kedelai di toko irfan jaya 4,26 7,46 3,86 Harga kedelai di toko irfan Jaya 4,47 7,83 3,94 Kesesuaian harga dengan kualitas kedelai 4,18 7,32 3,86 Harga di toko irfan jaya dibanding toko lain 3,56 6,23 3,92 Ketersediaan kedelai di toko irfan jaya 4,32 7,56 4,38 Kelengkapan variasi kedelai di toko Irfan jaya 3,96 6,93 4,26 Waktu tunggu ketersediaan kedelai 3,65 6,39 4,19 Informasi tentang ketersediaan kedelai 3,58 6,27 4,07 Lokasi toko dipinggir jalan raya 4,23 7,41 4,45 Lokasi Toko yang mudah dijangkau dan 4,22 7,39 4,52 Total 57,12 57,10 Sumber: Data Primer Diolah . No. CSI = CSI = 29,99 27,31 29,98 27,08 28,79 30,83 28,25 24,43 33,13 29,53 26,77 25,51 32,95 33,39 407,95 y 100% y 100% CSI = 81,59% (Sangat Pua. Berdasarkan hasil perhitungan kepuasan konsumen kedelai di Toko Irfan Jaya didapatkan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) yaitu sebesar 81,59% dapat dikatakan bahwa konsumen kedelai merasa sangat puas dengan kinerja kedelai di Toko Irfan Jaya. Hal ini sesuai dengan pendapat Ilahi et al. , . yang menyatakan bahwa Nilai CSI yang terdapat pada rentang 81% hingga 100% yang artinya konsumen merasa sangat puas dengan kinerja dari toko tersebut dan perusahaan perlu mempertahankan kinerja yang sudah baik. Hal ini dilakukan agar konsumen tetap puas dengan kinerja perusahaan atau perusahan perlu meningkatkan kualitas kinerja agar mencapai indeks yang Importance Performance Analysis (IPA) Pada penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja dan tingkat kepentingan menggunakan metode analisis Importance Performance Analysis (IPA). Importannce Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja yang diberikan oleh toko. Penilaian tingkat kinerja dan kepentingan konsumen terhadap atribut-atribut kedelai di Toko Irfan Jaya akan diolah menggunakan analisis IPA yang akan mendapatkan hasil seberapa persen tingkat kesesuaian antara kinerja dengan harapan konsumen kedelai. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai Brillianti Sekar Ayu Purnomo. Migie Handayani. Titik Ekowati No. Tabel 9. Analisis Importance Performance Analysis (IPA) Kinerja Kepentingan Atribut (X) (Y) Rasa kedelai di toko irfan jaya 4,05 Tekstur kedelai di toko irfan jaya 3,89 Kesegaran kedelai di toko irfan jaya 3,91 Varietas kedelai di toko irfan jaya 3,80 Warna kedelai di toko irfan jaya 3,86 Harga kedelai di toko irfan Jaya 3,94 Kesesuaian harga dengan kualitas kedelai 3,86 Harga di toko irfan jaya dibanding toko 3,92 Ketersediaan kedelai di toko irfan jaya 4,38 Kelengkapan variasi kedelai di toko Irfan 4,26 Waktu tunggu ketersediaan kedelai 4,19 Informasi tentang ketersediaan kedelai 4,07 Lokasi toko di pinggir jalan raya 4,45 Lokasi toko yang mudah dijangkau dan 4,52 TOTAL 57,13 Sumber: Data Primer Diolah . TK Total = Oc y 100% TK Total = y 100% 4,23 4,01 4,38 4,07 4,26 4,47 4,18 3,56 TK* --%-95,74 97,01 89,27 93,37 90,61 88,14 92,34 110,11 4,32 3,96 101,39 107,58 3,65 3,58 4,23 4,22 114,79 113,69 105,20 107,11 57,12 99,96 TK Total = 99,96% Hasil yang didapat pada tingkat kesesuaian menentukan atribut mana yang menjadi prioritas utama bagi konsumen dalam membeli kedelai. Berdasarkan lampiran 11. Hasil tingkat kesesuian dapat diketahui bahwa tingkat kesesuaian total yaitu 99,96% dimana hal ini menunjukan bahwa kinerja kedelai dari Toko Irfan Jaya sudah sesuai dengan harapan konsumen. Hal ini sesuai dengan pendapat Ilahi et al. , . yang menyatakan bahwa jika presentase 80 - 100% maka kesesuaian tersebut dapat dikatakan kinerja dari masing-masing atribut telah dapat memenuhi harapan dari konsumen. Titik Potong Sumbu X X = 4,078 Titik Potong Sumbu Y Y = 4,080 Setelah mendapatkan hasil dari garis batas X yaitu 4,078 dan Y yaitu 4,080 didapatkan hasil diagram kartesius dengan menggunakan SPSS Statistic 26. Diagram kartesius digunakan untuk memetakan hubungan antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan pada atribut kedelai. Diagram kartesius juga dapat mengetahui atribut-atribut mana saja yang dianggap penting yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen yang mana nantinya hasil hasil tiap atribut akan berada pada tiap kuadran yang berbeda yaitu pada kuadran I, kuadran II, kuadran i, dan kuadran IV. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3007-3016 Gambar 2. Diagram Kartesius IPA Keterangan: Rasa kedelai di toko irfan jaya Tekstur kedelai di toko irfan jaya Kesegaran kedelai di toko irfan jaya Varietas kedelai di toko irfan jaya Warna kedelai di toko irfan jaya Harga kedelai di toko irfan Jaya Kesesuaian harga dengan kualitas kedelai Harga di toko irfan jaya dibanding toko lain Ketersediaan kedelai di toko irfan jaya Kelengkapan variasi kedelai di toko Irfan jaya Waktu tunggu ketersediaan kedelai Informasi tentang ketersediaan kedelai Lokasi toko dipinggir jalan raya Lokasi yoko yang mudah dijangkau dan strategis Bedasarkan diagram kartesius dapat diketahui persebaran atribut di dalam keempat kuadran yaitu Kuadran I. Kuadran II. Kuadran i, dan Kuadran IV. Di dalam Kuadran I terdapat lima atribut. Kuadran II terdapat tiga atribut. Kuadran i terdapat empat atribut, dan Kuadran IV terdapat dua Penjabaran penjelasan mengenai posisi dari masing-masing atribut dapat dijadikan acuan pemilik usaha untuk terus meningkatkan usaha dan memperbaiki kinerja pada setiap atribut agar nantinya dapat memenuhi harapan konsumen. Kuadran I (Prioritas Utam. kuadran I atribut-atribut menunjukan atribut-atribut yang memiliki kualitas dengan tingkat kepentingan yang tinggi tetapi memiliki tingkat kepuasan pada kinerja toko yang rendah. Pada atribut-atribut tersebut yaitu rasa kedelai, kesegaran kedelai, warna kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya, dan kesesuaian harga dengan kualitas yang didapat perlu diperhatikan lebih dalam atau menjadi prioritas utama karena dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Tambunan & Yudha . yang mengatakan bahwa atribut-atribut pada kuadran I dinilai sangat penting tetapi nilai kinerja belum memadai. Kuadran II (Pertahankan Prestas. Kuadran II tingkat kinerja dari pelaku usaha dianggap sesuai dengan tingkat kepentingan, sehingga perlaku usaha cukup dengan mempertahankan kinerja dari atribut-atribut kedelai. Atribut-atribu pada kuadran II yaitu ketersediaan kedelai, lokasi toko dipinggir jalan, dan lokasi toko yang mudah dijangkau dan strategis. Hal ini sesuai dengan pendapat Azwan et al. , . yang menyatakan bahwa atribut-atribut pada kuadran II merupakan atribut yang sangat penting dan memiliki nilai kinerja yang sangat puas. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kedelai Brillianti Sekar Ayu Purnomo. Migie Handayani. Titik Ekowati Kuadran i (Prioritas Renda. Kuadran i tingkat kinerja dan tingkat kepentingan tergolong relatif rendah sehingga toko perlu memperhatikan dan mengelola lebih mengenai atribut-atribut tersebut. atribut-atribut pada kuadran i yaitu tekstur kedelai, varietas kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya disbanding toko lain, dan informasi tentang ketersediaan kedelai. Kuadran IV (Berlebiha. Kuadran IV ini tingkat kepentingan dari konsumen pada atribut-atribut tersebut relatif rendah namun tingkat kinerja pada atribut ini tergolong tinggi. Atribut-atribut pada kuadran IV yaitu kelengkapan variasi kedelai dan waktu tunggu dari ketersediaan kedelai. KESIMPULAN Diperoleh hasil analisis CSI yaitu 81,59% yang dapat diartikan bahwa konsumen kedelai merasa sangat puas terhadap kinerja atribut-atribut kedelai yang dijual di Toko Irfan Jaya. Hasil dari analisis IPA didapat hasil pemetaan antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan pada setiap kuadran. Kuadran I terdapat atribut rasa kedelai, kesegaran kedelai, warna kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya dan kesesuaian harga dengan kualitas yang didapat. Atribut pada Kuadran II yaitu ketersediaan kedelai, lokasi toko dipinggir jalan, dan lokasi toko yang mudah dijangkau dan strategis. Atribut pada Kuadran i yaitu tekstur kedelai, varietas kedelai, harga kedelai di Toko Irfan Jaya dibanding toko lain, dan informasi tentang ketersediaan kedelai. Atribut pada Kuadran IV yaitu kelengkapan variasi kedelai dan waktu tunggu dari ketersediaan kedelai. DAFTAR PUSTAKA