PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW DI SD KELAS 3 https://doi. org/10. 38214/jurnalbinaummatstidnatsir. Submitted: 02-04-2025 Reviewed: 15-05-2025 Published: 04-06-2025 Nelsa Nur Helgia nelsanurhelgia@upi. Universitas Pendidikan Indonesia - Indonesia Meri Sulistia merisulistia@upi. Universitas Pendidikan Indonesia - Indonesia Fitria Maulani fitriamaulani24@upi. Universitas Pendidikan Indonesia - Indonesia Ani Nur Aeni aninuraeni@upi. Universitas Pendidikan Indonesia - Indonesia ABSTRACT Currently, the development of digital technology demands innovation in everything, including in the world of education. Technology also demands innovation in the delivery of Islamic Religious Education materials, especially for Elementary School (SD) students. This study aims to develop the SAMAWA website (History of the Beginning of the Prophet Muhammad SAW's Preachin. as an interactive website-based learning media that contains video features of material about the early journey of the Prophet Muhammad's preaching in secret to preaching openly. This website is also equipped with educational games to increase student interest and understanding. The method used by the researcher is the D&D method with the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. This study combines quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained through questionnaires filled out by students after they used the website, while qualitative data were obtained through interviews and observations during the website trial. The results of the trial showed that this media was effective in attracting students' attention and facilitating understanding of the material through a combination of animated videos and interactive quizzes. The implications of this study encourage the use of digital technology in Islamic Religious Education (PAI) learning that is more creative and adaptive. Keywords : preaching, digital media, history of the prophet Muhammad SAW, educational website. ABSTRAK Saat ini perkembangan teknologi digital menuntut inovasi dalam segala hal termasuk dalam dunia Teknologi juga menuntut inovasi dalam penyampaian materi Pendidikan Agama Islam, khususnya bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan situs web SAMAWA (Sejarah Awal Mula Nabi Muhammad SAW Berdakwa. sebagai media pembelajaran interaktif berbasis website yang di dalamnya terdapat fitur video materi mengenai perjalanan awal mula dakwah nabi Muhammad secara sembunyi-sembunyi hingga dakwah secara terang-terangan. Website juga dilengkapi dengan game edukasi untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah metode D&D dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui angket yang diisi oleh siswa setelah mereka menggunakan website, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi selama uji coba website. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media ini efektif dalam menarik perhatian siswa dan memudahkan pemahaman materi melalui kombinasi video animasi dan kuis interaktif. Implikasi penelitian ini mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih kreatif dan adaptif. Kata kunci : dakwah, media digital, sejarah nabi Muhammad SAW, website edukasi. Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License 129 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Aeni. Djuanda, dkk. , pendidikan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak dari perkembangan digital, yang mendorong integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk teknologi yang memiliki manfaat besar dalam pendidikan adalah website. Website merupakan media publikasi elektronik yang terdiri dari halaman-halaman web yang saling terhubung melalui tautan dalam teks atau gambar (Efendi, 2. Website ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik dan efektif bagi siswa. Aeni. Juneli, . juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi dapat digunakan untuk menciptakan media pembelajaran yang beragam guna membantu siswa membangun minat dan bakat mereka dalam belajar. Siswa akan merasa lebih nyaman jika dididik sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga teknologi hadir sebagai solusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik sejak usia dini. Salah satu materi yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD) adalah sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW. Pembelajaran sejarah ini bertujuan agar siswa memahami bagaimana Rasulullah SAW menyebarkan ajaran Islam dengan penuh hikmah, keteladanan, dan perjuangan. Pembelajaran sejarah Islam yang menyoroti nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan keteguhan hati Nabi Muhammad SAW sangat mempengaruhi pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai tersebut dapat menanamkan sifat religius, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, serta semangat kerja keras dalam diri siswa (Rusydi, 2. Oleh karena itu, pengintegrasian materi sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di jenjang Sekolah Dasar tidak hanya menambah wawasan keilmuan, tetapi juga turut mendidik siswa agar memiliki kepribadian yang mulia dan mencerminkan karakter Islami. Namun, metode pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan buku teks dan ceramah dianggap kurang menarik bagi siswa kelas 3 SD. Jika dilihat dari pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan buku konvensional dianggap kurang relevan dengan tuntutan zaman karena tidak menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam penggunaannya (Aeni. Erlina, dkk. , 2. Anak-anak pada usia ini juga cenderung lebih responsif terhadap pembelajaran berbasis visual dan interaktif dibandingkan dengan metode membaca teks yang bersifat statis. Kurangnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar, dapat menyebabkan pemahaman yang kurang serta menurunkan minat mereka dalam mempelajari sejarah Islam. Oleh karena itu, diperlukan inovasi baru dalam penyampaian materi agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif bagi siswa. Berdasarkan data yang ditemukan, faktanya masih banyak pendidik khususnya guru PAI yang belum pernah menggunakan website sebagai media pembelajaran (Nurhayati , 2. Sebagai respon terhadap tantangan ini, pengembangan website SAMAWA (Sejarah Awal Mula Nabi Muhammad SAW Berdakwa. diusulkan sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran sejarah Islam bagi siswa kelas 3 SD. Website ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang tidak hanya menyajikan materi dalam bentuk teks, tetapi juga menghadirkan fitur menarik seperti video animasi, game edukasi untuk individu & kelompok, serta berbagai fitur lainnya yang dikemas secara menarik dan mudah diakses. Dengan adanya website ini, diharapkan siswa dapat lebih tertarik dalam mempelajari sejarah mengenai awal mulanya dakwah Nabi Muhammad SAW, dan diharapkan guru mendapatkan alat bantu yang efektif dalam mengajarkan materi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 130 efektivitas website dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah awal mula dakwah Nabi Muhammad SAW serta mengetahui respon siswa dan guru terhadap penggunaannya dalam pembelajaran. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi di dunia pendidikan Islam, khususnya di jenjang sekolah dasar. HASIL DAN DISKUSI Penelitian ini memanfaatkan metode D&D atau design and development. Dalam Bahasa Indonesia biasa dikenal dengan metode desain dan pengembangan (Aeni. Aprilia, , 2. Metode ini bertujuan untuk mengembangkan produk atau media pembelajaran melalui proses yang sistematis dan terstruktur. Metode D&D adalah studi sistematis tentang desain, pengembangan, dan evaluasi yang bertujuan untuk memberikan dasar empiris untuk penciptaan produk, alat pengajaran dan non-pengajaran, serta model yang diperbaiki. Peneliti menggunakan metode D&D dengan pendekatan mixed methods research lalu dikolaborasikan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian D&D mencakup beberapa hal yaitu yang pertama identifikasi masalah, kedua mendeskripsikan tujuan, ketiga desain dan pengembangan produk, keempat uji coba produk, kelima evaluasi hasil uji coba dan yang keenam komunikasi hasil uji coba (Aeni dkk. , 2. Kemudian model D&D memiliki dua kategori, yaitu yang pertama penelitian produk dan alat, dan yang kedua yaitu model Jenis penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode pengembangan ADDIE. Model ADDIE merupakan salah satu model yang paling sering digunakan dalam desain instruksional sebagai pedoman dalam menciptakan desain atau produk yang efektif (Yulia dkk. , 2. Menurut Inayah dkk. dalam (Suhartini & Yudiana, 2. model ADDIE ini memiliki lima tahap kegiatan didalamnya, yang pertema tahap Analyze, kedua tahap Design, ketiga tahap Development, keempat tahap Implementation, dan terakhir tahap Evaluation. Alat pengumpulan data yang digunakan diselaraskan dengan kebutuhan data yang ingin diperoleh dan jenis penelitiannya. Alat pengumpulan data memiliki pengertian sebagai alat yang dipakai oleh peneliti untuk memperoleh data (Aeni. Aprilia, dkk. , 2. Adapun alat pengumpul data yang digunakan adalah instrumen penilaian, wawancara dan angket. Selain itu. Teknik analisis data kualitatif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi data (Yulia dkk. , 2. Data dikumpulkan melalui pemberian angket kepada peserta didik, ahli media pembelajaran, dan ahli isi materi pelajaran. Analisis data validasi ahli dilakukan berdasarkan penilaian yang diberikan oleh ahli media pembelajaran dan ahli isi materi pelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus: ycyycuycnycu ycycaycuyci yccycnyccycaycyycayc x 100 Kualifikasil Tingkat Pencapaianl = yaycycoycoycaEa yaycycoycoycaEa ycyycuycnycu ycoycaycoycycnycoycayco yes yes yes yes Tabel 1. Kategori Kelayakan Website SAMAWA Tingkat Kecapaian Kualifikasi 0% - 20% Sangat Tidak Layak 21% - 40% Tidak Layak 41% - 60% Cukup Layak 131 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 61% - 80% Layak 81% - 100% Sangat Layak Sasaran produk yang dikembangkan diperuntukkan bagi guru PAI dan siswa Sekolah Dasar kelas 3. Penelitian ini dilakukan kepada para siswa SD Negeri Panyingkiran i yang beralamatkan di Desa Situ. Kecamatan Sumedang Utara. Kabupaten Sumedang, dengan siswa yang berjumlah 32 orang terdiri dari 12 orang perempuan dan 20 orang laki Ae Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 bulan Maret tahun 2025 dengan memilih siswa kelas 3 SD Negeri Panyingkiran i agar menyesuaikan dengan subjek yang diteliti yakni siswa kelas 3 pada Sekolah Dasar. Angket digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini agar mengetahui kelayakan pada produk. Angket yang digunakan akan dinilai oleh ahli materi dan ahli media yang bertujuan untuk mengukur kelayakan media yang dirancang. Sementara itu untuk peserta didik juga akan diberikan angket yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan penilaian mereka terhadap website SAMAWA. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan dari media pembelajaran berupa Website SAMAWA (Sejarah Awal Mula Nabi Muhammad SAW Berdakwa. pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar mengenai Dakwah Nabi Muhammadl SAW secara sembunyi Ae sembunyi dan secara terang Ae terangan. Berdasarkan pada metode penelitian yang telah dijabarkan, tahap awal pengembangan media ini dimulai dengan beberapa tahapan diantaranya : Identifikasi Masalah Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada siswa SD Negeri Panyingkiran i, terungkap bahwa mereka lebih menyukai metode pembelajaran yang menggunakan media visual. Sebagian besar siswa menyatakan ketertarikan yang tinggi terhadap penggunaan video Visual. Visual yang interaktif akan membantu memfokuskan perhatian siswa sehingga informasi yang disampaikan guru dapat diterima oleh siswa dengan tepat (Khotimah dkk. Sementara pada saat wawancara kepada guru PAI di SD tersebut, terungkap bahwa memang benar siswa lebih menyukai metode pembelajaran Visual. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang konvensional saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan preferensi siswa. Untuk menjawab tantangan ini, kami akan mengembangkan website yang dilengkapi dengan konten-konten visual, seperti video pembelajaran dan game edukasi. Dengan adanya media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, diharapkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, terutama tentang dakwah, dapat meningkat secara signifikan. Hal ini juga dilakukan agar dapat memberikan fasilitas atau penunjang yang nantinya dapat memudahkan siswa dalam mengolah ilmu pengetahuan yang guru berikan. Sehingga, pengembangan media pembelajaran berbasis website ini cukup urgensi untuk dilakukan. Mendeskripsikan Tujuan Membahas mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis website, website SAMAWA (Sejarah awal mula dakwah nabi Muhammad SAW Berdakwa. digunakan sebagai media dalam pembelajaran PAI. Pembelajaran berbasis media ini juga dapat menyajikan aktivitas siswa yang lebih menarik dan dapat mengasah terjadinya proses pembelajaran (Amreta & SafaAoah, 2. Website ini merupakan sebuah media pendukung kegiatan belajar yang dibuat untuk membantu siswa kelas 3 sekolah dasar dalam mempelajari materi kisah dakwah nabi Muhammad menurut perspektif Islam. Dimana, materi ini telah disesuaikan dengan CP dan TP mata pelajaran PAI yang tersedia pada kurikulum Merdeka. Materi yang disajikan antara lain . kisah awal mula nabi Muhammad SAW berdakwah secara PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 132 sembunyi-sembunyi dan . kisah dakwah nabi Muhammad SAW secara terang-terangan. Materi-materi tersebut dikemas dalam beberapa bentuk seperti, video animasi pembelajaran dan juga game edukasi. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan perbedaan gaya belajar yang dimiliki oleh para siswa. Sehingga seluruh siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran ini. Desain dan Pengembangan Tahapan desain dan pengembangan website SAMAWA dilakukan secara sistematis menggunakan platform Canva. Platform Canva dipilih karena memiliki kemudahan akses dan memiliki kelengkapan fitur desain visual. Tahapan pembuatan website di Canva dilakukan sebagai berikut: Proses dimulai dengan menentukan berbagai elemen utama yang akan dimasukkan dalam website, misalnya seperti menu navigasi, halaman beranda, video animasi pembelajaran, serta tampilan-tampilan lainnya yang mendukung alur pembelajaran yang menarik dan Elemen-elemen ini digunakan untuk menunjan pemahaman materi dakwah Nabi Muhammad SAW dengan cara yang menyenangkan bagi siswa kelas 3 SD. Gambar 1. Tampilan Elemen di APK Canva Langkah selanjutnya adalah memilih opsi "Situs Web" pada Canva, pada halaman ini digunakan untuk merancang sebuah halaman website dengan struktur yang dapat diakses secara online. Perancangan desain dimulai dari pembuatan halaman beranda yang dirancang untuk memberikan kesan pertama yang menarik, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan menu interaktif dan konten pendukung lainnya. Dalam proses ini, penggunaan warna, tipografi, serta tata letak visual harus disesuain dengan karakteristik dan kebutuhan siswa usia sekolah dasar. 133 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Gambar 2. Tampilan Pilihan Desain Gambar 3. Tampilan Rancangan Desain Setiap halaman dirancang secara terpisah, lalu disalin dan disesuaikan sesuai dengan fungsi masing-masing. Misalnya, halaman utama difokuskan untuk menampilkan pengantar dan tombol "start", sedangkan halaman-halaman lainnya berisi video pembelajaran, permainan edukatif, refleksi, serta informasi tambahan. Gambar 4. Tampilan Beranda Canva Gambar 6. Tampilan Publikasi PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 134 Setelah desain setiap bagian selesai, dilakukan proses penyambungan tautan antarhalaman agar seluruh bagian dapat terhubung dan berfungsi sebagai satu kesatuan website yang utuh dan mudah dinavigasi. Gambar 7. Tampilan Tautan antarhalaman Website yang telah dirancang ini dapat di akses melalui link berikut : https://samawaclass3. Proses pengembangan tidak hanya berfokus pada aspek tampilan, tetapi juga memastikan bahwa setiap fitur yang disediakan dapat berfungsi dengan baik, seperti tombol-tombol navigasi, video yang dapat diputar, dan game edukatif yang dapat dijalankan dengan lancar. Gambar 8. Tampilan website Gambar 8 memperlihatkan tampilan halaman awal atau beranda dari website SAMAWA. Terdapat tombol AuStartAy yang menjadi pintu awal menuju menu utama. Desain ini dibuat sederhana namun menarik agar siswa langsung tertarik untuk mengeksplorasi lebih 135 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Gambar 9. Tampilan Menu website Setelah menekan AuStartAy, pengguna diarahkan ke halaman menu utama yang terdiri dari beberapa pilihan, yaitu: Capaian Pembelajaran. Video Animasi. Game Edukasi. Refleksi, dan Informasi. Tampilan ini disusun dengan ikon dan warna yang menarik untuk memudahkan siswa dalam memilih fitur yang diinginkan. Gambar 10. Tampilan Menu Capaian Pembelajaran Halaman ini menyajikan tujuan dan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai setelah siswa menggunakan website ini. Informasi ini penting agar guru dan siswa memahami arah dari proses belajar yang difasilitasi oleh website. Gambar 11. Tampilan Menu Menonton Pada menu ini, siswa dapat menonton video animasi pembelajaran yang membahas kisah dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi hingga terangterangan. Visualisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa melalui pendekatan audio-visual. PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 136 Gambar 12. Tampilan Menu Bermain Gambar 13. Tampilan Menu Bermain Sendiri Gambar 14. Tampilan Menu Bermain Kelompok 137 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Gambar 15. Tampilan Menu Bermain Puzzle Gambar 12 hingga gambar 15 menampilkan game edukatif. Seluruh permainan dirancang agar siswa tetap belajar sambil bermain, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan Gambar 16. Tampilan Menu Refleksi Halaman ini memuat pertanyaan reflektif yang mendorong siswa untuk merenungkan kembali isi materi dan nilai-nilai yang dapat diambil dari kisah dakwah Nabi Muhammad SAW. Hal ini membantu siswa dalam memperkuat pemahaman dan membentuk karakter siswa. Gambar 17. Tampilan Menu Informasi PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 138 Menu ini menyajikan informasi penting mengenai latar belakang pembuatan website, cara penggunaan, profil tim pengembang, serta sumber referensi materi pembelajaran. Halaman ini berguna sebagai penjelasan tambahan bagi guru maupun siswa. Website diuji secara internal dengan melakukan uji coba kepada beberapa siswa kelas 3 SD untuk memastikan kemudahan dalam menggunakan dan efektivitas dalam Setelah pengembangan selesai, dilakukan validasi oleh ahli media dan ahli materi untukl menilai kelayakan website sebagai media pembelajaran. Uji Coba Produk Website SAMAWA (Sejarah Awal Mula Nabi Muhammad SAW Berdakwa. ini telah melalui tahap uji coba di SD Negeri Panyingkiran i. Sekitar 32 siswa dari kelas 3 SD tersebut berpartisipasi di dalam kegiatannya. Sehingga, setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasi dari sampel sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Penilaian Angket Siswa Pertanyaan Jumlah Siswa Setuju Jumlah Siswa Hasil Tidak Setuju Persentase Saya merasa video animasi yang ditonton menarik. Saya memahami isi video tentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tentang dakwah sembunyi Ae sembunyi dan terang Ae terangan sangat jelas. Game edukasi yang dimainkan mudah dan menyenangkan. Saya ingin belajar lebih banyak tentang nabi Muhammad SAW SAMAWA. Skor Rata Ae rata Persentase Kategori Sangat Layak Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran website SAMAWA mendapatkan respons positif dari siswa. Rata-rata persentase penilaian siswa terhadap video animasi, pemahaman konten, kejelasan penjelasan, game edukasi, dan minat belajar mencapai skor tinggi . %). Tabel diatas menunjukan bahwa dari 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini, 32 siswa . %) setuju bahwa video animasi dalam website SAMAWA memikat perhatian siswa, sehingga membuat mereka tertarik untuk mengikuti materi pembelajaran, sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Oktaviani dkk. mengemukakan bahwa video animasi mampu meningkatkan minat belajar dan motivasi siswa. Lalu 30 siswa menyatakan 139 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 setuju memahami isi video tentang dakwah Nabi Muhammad SAW, hal ini menunjukkan bahwa materi yang disajikan dalam video animasi telah terstruktur dengan baik dan mudah Selain itu, 31 siswa . %) menilai penjelasan tentang dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan sangat jelas. Game edukasi yang dirancang dalam website SAMAWA juga dinilai mudah dan menyenangkan oleh 32 siswa . %) yang menunjukkan bahwa elemen game dalam pembelajaran mampu meningkatkan minat belajar dan motivasi, seperti yang dikemukakan Aeni. Djuanda, dkk. dalam penelitiannya tentang pembelajaran berbasis Sebagian besar siswa . %) ingin belajar lebih banyak tentang Nabi Muhammad SAW setelah melihat website SAMAWA, hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran website SAMAWA berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat belajar siswa terhadap materi sejarah awal mula Nabi Muhammad SAW berdakwah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran website SAMAWA merupakan media pembelajaran yang efektif dan menarik bagi siswa. Media pembelajaran ini mampu meningkatkan minat belajar, pemahaman konten, dan motivasi belajar siswa. Selain siswa, website SAMAWA ini juga akan melalui proses validasi oleh ahli media dan ahli materi untuk menilai kelayakan produk. Guru PAI di sekolah tersebut berperan sebagai validator ahli materi. Sedangkan untuk validator ahli media dilakukan oleh dosen Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang yang ahli di bidang media Validasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai kualitas website SAMAWA. Para ahli akan mengevaluasi website SAMAWA berdasarkan instrumen validasi yang telah disiapkan. Setelah proses penilaian awal, mereka akan memberikan masukan dan saran perbaikan. Peneliti kemudian merevisi media pembelajaran sesuai dengan umpan balik yang diterima. Setelah revisi selesai, validator kembali menilai website SAMAWA menggunakan pedoman yang telah ditetapkan. Setelah itu, hasil penilaian daril validator dilanjutkan ke langkah menganalisis data dengan teknik skor rata-rata keseluruhan (Yulia , 2. Tabel 3. Validasi Ahli Materi dan Ahli Media Validator Nilai Persentase Kategori Ahli Materi Sangat Layak Ahli Media Sangat Layak Penilaian terhadap media pembelajaran berbasis website SAMAWA dilakukan oleh ahli materi dan ahli media menggunakan skala likert dengan rentang skor maksimal 4 dan skor minimal l. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini memenuhi kriteria "Sangat Layak" untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil uji validasi, kelayakan media pembelajaran berbasis website SAMAWA dalam materi Pembelajaran PAI untuk kelas 3 memperoleh rata-rata 94% dari ahli materi. Penilaian ini mempertimbangkan aspek kelayakan isi, bahasa, serta penyajian materi. Sementara itu, hasil validasi ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran website SAMAWA Ausangat layakAy digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan aspek desain dan fungsionalitas. Poin utama yang dinilai adalah kesesuaian desain dengan karakteristik siswa, termasuk penggunaan warna, ukuran huruf, dan jenis font yang sesuai. Kejelasan dan daya tarik visual, termasuk gambar, komposisi warna, dan tata letak. Kualitas elemen multimedia, seperti kejernihan audio dan tampilan interaktif yang menarik. Kemudahan akses dan navigasi, di mana produk ini memiliki tombol yang berfungsi dengan baik, beragam menu interaktif, serta ramah anak. PENGEMBANGAN WEBSITE AuSAMAWAAy | 140 Dampak positif desain terhadap motivasi siswa untuk belajar, berbuat baik, serta meningkatkan kesadaran sosial dan religius. Tabel 4. Hasil Kategori Kelayakan Produk Oleh Ahli Materi dan Ahli Media Validator Hasil Ahli Materi Ahli Media Rata Ae rata Kategori Sangat Layak Berdasarkan tabel 4 di atas, bisa dilihat bahwa hasil presentase kelayakan produk oleh ahli materi adalah 94% dan oleh ahli media adalah 100%. Maka Rata-Rata persentase kelayakan produk yaitu 97%. Peneliti menyimpulkan bahwa produk media pembelajaran website SAMAWA sangat layak untuk di gunakan sebagai media pembelajaran PAI di SD kelas . Evaluasi Hasil Uji Coba Berdasarkan hasil perolehan nilai di atas, hal yang harus kembali dikembangkan dalam produk ini antara lain website SAMAWA perlu diperkaya dengan konten yang lebih beragam serta fitur-fitur interaktif yang lebih menantang untuk meningkatkan keterlibatan Sehingga, nantinya didapatkan hasil yang lebih baik lagi. Selain itu, kondisi internet dan perangkat keras yang akan digunakan untuk mengakses website ini harus dipastikan seoptima Dikarenakan, pada saat uji coba berlangsung, hal tersebut menjadi sebuah Namun, sepertil yang kita tahu, media pembelajaran ini berbasis website, hal tersebut memungkinkan para peserta didik dapat mengakses kembali website ini di rumah sehingga produk ini memiliki nilai keberlanjutan. Mengomunikasikan Selain disusun dalam bentuk artikel ilmiah, materi ini juga akan disampaikan secara lisan melalui kegiatan presentasi berbentuk webinar yang dilaksanakan dalam ruang lingkup perkuliahan mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam (SPAI). Penyampaian ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mahasiswa serta menjadi sarana diskusi interaktif mengenai topik yang dibahas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual, khususnya video dan game edukasi, sangat disukai oleh siswa SD Negeri Panyingkiran i dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa lebih mampu memahami materi PAI, khususnya tentang dakwah Nabi Muhammad SAW, ketika disajikan dalam format yang interaktif dan menarik. Pengembangan website SAMAWA yang berisi konten video animasi dan game edukatif telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa SD kelas 3, sesuai dengan kurikulum Merdeka. Selain itu, validasi dari ahli media dan materi menunjukkan bahwa website ini layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif. 141 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar pengembangan media pembelajaran terus dilakukan dengan melibatkan umpan balik dari siswa dan guru secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas konten dan pengalaman pengguna. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi lain, seperti aplikasi mobile, untuk meningkatkan interaktivitas. Kendala yang dihadapi selama penelitian, seperti keterbatasan akses internet di sekolah, perlu menjadi perhatian, sehingga solusi yang tepat dapat diterapkan untuk memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses media pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA