Jurnal Infortech Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN: 2715-8160 Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Alpukat Betawi Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) Sayid Ghiazzuddin Ahmad1. Tika Adilah M2* Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: sayid. sloow@gmail. com, 2tika. tam@bsi. Diterima 02-05-2025 Direvisi 04-06-2025 Disetujui 15-06-2025 Abstrak - Layanan administrasi dan informasi berbasis daring kini menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat perkotaan, termasuk penduduk DKI Jakarta. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar dalam menyediakan akses layanan administrasi publik yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Salah satu bentuk layanan tersebut adalah aplikasi Alpukat Betawi, yang memberikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta untuk mengajukan layanan administrasi kependudukan secara langsung. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah kendala dan permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih mendalam guna mengevaluasi sejauh mana aplikasi Alpukat Betawi mampu memenuhi kebutuhan penggunanya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan secara kuantitatif untuk menghimpun dan menganalisis data secara objektif, serta untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Pengukuran dilakukan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS), yang menunjukkan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000. Karena nilai tersebut lebih kecil dari ambang batas 0,05, maka hipotesis nol (H. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel Content (X. Accuracy (X. Format (X. Ease of Use (X. , dan Timeliness (X. secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi (Y). Kata Kunci: End User Computing Satisfication. Kepuasan Pengguna. Alpukat Betawi. Abstract - Online-based administration and information services are now an essential need for urban communities, including residents of DKI Jakarta. The development of technology presents a great opportunity in providing access to public administration services that are faster, more practical and efficient. One of these services is the Alpukat Betawi application, which makes it easy for DKI Jakarta residents to apply for population administration services directly. However, in its implementation, a number of obstacles and problems are still Therefore, a more in-depth analysis is needed to evaluate the extent to which the Alpukat Betawi application is able to meet the needs of its users. This research was conducted using a quantitative approach to collect and analyze data objectively, and to measure the level of user satisfaction with the Alpukat Betawi application. Measurements were made using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method, which showed an F test significance value of 0. Because the value is smaller than the threshold of 0. 05, the null hypothesis (H. is Thus, it can be concluded that the variables Content (X. Accuracy (X. Format (X. Ease of Use (X. , and Timeliness (X. simultaneously affect the user satisfaction of the Betawi Avocado application (Y). Keywords: End User Computing Satisfication. User Satisfaction. Alpukat Betawi. PENDAHULUAN Layanan administrasi dan informasi secara daring telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan bagi masyarakat perkotaan, termasuk warga DKI Jakarta (Antoni et al. , 2. Kemajuan teknologi memberikan peluang besar untuk menghadirkan akses yang lebih mudah, cepat dan efisien terhadap layanan administrasi publik (Nurul et al. , 2. tengah dinamika urbanisasi dan perkembangan infrastruktur digital, pemerintah dan berbagai instansi publik merespons tantangan tersebut dengan memperkenalkan salah satu aplikasi Alpukat Betawi (Mokobombang et al. , 2. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Alpukat administrasi dalam hal kependudukan bagi warga DKI Jakarta yang dikemas dalam bentuk aplikasi. Warga DKI Jakarta dapat memanfaatkan layanan ini untuk meminta berbagai layanan administrasi (Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, 2. Proses pelayananan kependudukan dan pencatatan sipil di Provinsi DKI Jakarta melakukan perubahan yang sebelumnya bertatap muka secara langsung lalu berubah menjadi berbasis online menggunakan aplikasi Alpukat Betawi. Perubahan ini dilakukan dimulai pada tahun 2020 (Rahman et al. Alpukat Betawi adalah salah satu bentuk dari Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 terobosan baru dalam mengurus administrasi kependudukan secara online yang di perkenalkan pada tahun 2019. Penerapan Aplikasi ini dimulai pada masa pandemi COVID-19 dengan maksud membutuhkan layanan administrasi kependudukan serta pencatatan sipil di Kelurahan. Alpukat Betawi menyediakan berbagai layanan yang dapat dipilih oleh pengguna. Aplikasi ini bisa di download melalui perangkat mobile Android (Play Stor. dan iOS (App Stor. Prosesnya cukup sederhana, yaitu pengguna hanya perlu memilih jenis layanan yang diinginkan, lalu menginput data pribadi untuk keperluan pendataan dalam pengajuan layanan tersebut (Herlina & Santoso, 2. Alpukat Betawi dihadirkan sebagai solusi kependudukan dan memberikan akses informasi kepada warga Jakarta. Dalam proses penerapannya, masih terdapat berbagai permasalahan dan hambatan yang muncul. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan sebuah analisa lebih lanjut untuk mengkaji ulang bagaimana aplikasi Alpukat Betawi dapat memenuhi kebutuhan para penggunanya. Analisa ini diperlukan untuk melihat dan mengetahui persepsi seperti apa yang muncul dari segi pengguna aplikasi. Analisa kepuasan tersebut dilakukan dengan mencari informasi untuk menakar sejauh mana fitur dalam aplikasi Alpukat Betawi telah dapat memenuhi kebutuhan penggunanya, apakah fitur yang dihadirkan dalam aplikasi tersebut telah sesuai dengan harapan pengguna, serta melihat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kepuasan dari pengguna aplikasi tersebut. Ketika melakukan evaluasi kepuasan pengguna, terdapat berbagai metode yang bisa Pendekatan yang dapat dimanfaatkan adalah metode End User Computing Satisfaction atau disingkat EUCS. Metode ini pertama kali dikemukakan oleh Doll & Torkzadeh pada tahun 1988 (Pujana et al. , 2. EUCS yaitu piranti yang berguna dalam menilai level kepuasan pengguna pada aplikasi tertentu (Gunawan et al. , 2. Variabel EUCS terdiri dari lima elemen, yaitu: Content. , yang mengukur kepuasan pengguna terhadap isi aplikasi atau sistem. Accuracy. , adalah aspek yang menilai kepuasan pengguna terkait ketepatan data yang ditampilkan oleh aplikasi. Format. , yaitu aspek yang menilai kepuasan pengguna dari desain bentuk sistem. Ease of use. , adalah aspek lainnya yang mengukur seberapa mudah pengguna dapat memahami dan menggunakan aplikasi secara efisien. Terakhir, ada Timeliness. , yang menilai kepuasan pengguna terhadap kecepatan aplikasi dalam penyajian informasi yang diperlukan serta mengevaluasi kepuasan pengguna berdasarkan desain dan tampilan antarmuka sistem. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech METODE PENELITIAN Pada penelitian ini diterapkan metode kuantitatif untuk menghimpun dan menganalisis data. Pendekatan ini berguna dalam memperoleh pemahaman yang obyektif dan mengukur tingkat kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi melalui metode EUCS. Tahap Penelitian Sumber: Hasil Penelitian Gambar 1. Tahapan Penelitian Tahap penelitian merupakan serangkaian langkah atau proses yang dijalankan oleh peneliti, dimulai dari perencanaan hingga tahap penarikan Pada tahap penelitian ini terdapat serangkaian langkah atau tahapan yang harus ditempuh dan disiapkan secara terstruktur. Berikut tujuh penjelasan dari tahapan tersebut: Pada tahap identifikasi masalah, penelitian melibatkan pencarian permasalahan dengan menganalisis studi-studi sebelumnya yang telah menggunakan model serupa. Pada tahap studi literatur, penelitian ini melibatkan pengumpulan teori-teori. Pada langkah penentuan model penelitian, dilakukan pemilihan metode. Dalam konteks ini, metode yang dipilih yaitu EUCS. Pada langkah pengumpulan data, peneliti memanfaatkan kuesioner untuk menggumpulkan informasi yang diperlukan. Kuesioner berisi pertanyaan yang disesuaikan dengan model, pendekatan, dan strategi penelitian, dan kemudian disebar kepada responden yang menggunakan aplikasi Alpukat Betwai melalui Google Form. Pada tahap Pengelolaan Data, dilakukan pengolahan informasi yang diperoleh melalui kuesioner, di mana data diolah melalui aplikasi SPSS. Pada tahap Pembahasan, hasil data yang telah diolah dijelaskan secara rinci melalui penyusunan tulisan. Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Pada bagian Kesimpulan, berisi rangkuman berdasarkan hasil pembahasan yang telah Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) Pada penelitian (Pujana et al. , 2. dijelaskan bahwa End-User Computing Satisfaction atau EUCS didefinisikan sebagai model pengukuran yang dimanfaatkan dalam mengevaluasi presentase kinerja aktual sebuah sistem informasi dapat memenuhi ekspektasi penggunanya, dengan tujuan menilai tingkat kepuasan mereka terhadap suatu aplikasi. Pada 1988. Doll & Torkzadeh mengembangkan metode EUCS. Variabel EUCS dikelompokkan menjadi lima aspek yang dapat dilihat pada gambar 2. (Rahmawita et al. , 2. Sumber: (Doll & Torkzadeh, 1. Gambar 2. Model EUCS Instrumen Penelitian Menurut (Darwati, 2. Instrumen penelitian mengacu pada peralatan ataupun sesuatu yang mengumpulkan data. Instrumen penelitian berfungsi sebagai alat untuk mengukur signifikansi variabelvariabel yang menjadi titik fokus penyelidikan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner tertutup, yang dirancang sedemikian rupa sehingga mengharuskan responden memilih jawaban dari pilihan yang ditawarkan. Proses pengumpulan data dilaksanakan secara daring melalui Google Forms. Kuesioner tersebut menggunakan skala Likert untuk mengukur tanggapan responden terhadap berbagai pernyataan mengenai perilaku, sikap, dan keadaan tertentu. Skala Likert mewakili setiap kategori jawaban memiliki tingkat intensitas yang setara, mulai dari "tidak" hingga "sangat". Kelebihan dari skala ini adalah adanya urutan yang jelas dalam kategorinya. Model pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden, yang merupakan pengguna Aplikasi Alpukat Betawi. Penting untuk dicatat bahwa jawaban yang pasti atau mendesak tidak diperlukan dalam penelitian ini. Indikator tersebut menjadi dasar dalam penyusunan aitem instrument berupa pernyataan ataupun pertanyaan yang menggunakan skala lima poin. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech SKALA Tabel 1. Skor Skala Likert KETERANGAN Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Netral (N) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Sumber: Hasil Penelitian Tabel 2. Daftar Pertanyaan Questioner X1. Variable Content Variabel yang berguna dalam menilai kepuasan pengguna dari konten sebuah aplikasi Skor Pertanyaan STS Menurut saya Content . pada aplikasi Alpukat XI. Betawi sudah sesuai dengan Menurut saya Content. pada aplikasi X1. 2 Alpukat Betawi Menurut saya Alpukat betawi sudah X1. (Tentang Pelayana. X2. Variable Accuracy Variabel kepuasan yang dievaluasi dari segi ketepatan data yang direpresentasikan oleh sebuah aplikasi. Skor Pertanyaan STS Menurut saya. Alpukat Betawi telah X2. yang tepat dan Saya merasa puas dengan X2. 2 hasil keluaran dari aplikasi Alpukat Betawi. X3. Variable Format Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Variabel yang berguna dalam menilai kepuasan pengguna dari aspek antarmuka tampilan aplikasi. Skor Pertanyaan STS Menurut saya. X3. Alpukat Betawi cukup Menurut saya, desain menu dalam X3. Alpukat Betawi sudah dengan baik X4. Variable Ease of Use Variabel yang dipakai untuk menilai sejauh mana aplikasi mudah dipelajari dan digunakan dengan efektif oleh pengguna. Skor Pertanyaan STS Menurut Saya Alpukat X4. Betawi Menurut saya, aplikasi Alpukat X4. 2 Betawi kapanpun dan X5. Variable Timeliness Variabel yang dimanfaatkan untuk menilai tingkat kepuasan pengguna terkait dengan ketepatan waktu dalam penggunaan aplikasi. Skor Pertanyaan STS Saya X5. 1 dengan Alpukat Betawi. Menurut saya. X5. 2 aplikasi Alpukat http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Betawi secara yang terkini. Y6. Variabel User Satisfaction Kepuasan pengguna dalam pemakaian aplikasi Alpukat Betawi Skor Pertanyaan STS Saya Y6. 1 menggunakan Alpukat Betawi Saya merasa Y6. 2 Alpukat Betawi sudah Sumber: Hasil Penelitian Metode Pengumpulan Data. Populasi dan Sampel penelitian Metode Pengumpulan Data Tujuan dari metode pengumpulan data ini yakni untuk mengumpulkan dan memperoleh data yang dapat secara efektif menjawab dan menjelaskan pertanyaan penelitian. Penelitian ini termasuk dalam pendekatan pengumpulan data kuantitatif yang mencakup uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji regresi linier berganda. Populasi Populasi dalam riset ini mencakup masyarakat Kelurahan Duren Tiga yang telah menggunakan aplikasi Alpukat Betawi untuk layanan administrasi DUKCAPIL. Jumlah total populasi dalam penelitian ini sekitar 421 orang. Setelah perhitungan, jumlah sampel yang diambil yaitu sejumlah 81 orang dari populasi tersebut. Sample Strategi yang digunkana untuk pengambilan Sampel dalam penelitian ini yakni probability sampling, yakni sampel diambil secara acak . imple random samplin. , dengan tetap mempertimbangkan karakteristik anggota sampel sesuai dengan tujuan Rumus Slovin digunakan peneliti untuk memastikan jumlah responden atau sampel. ycu= ycA 1 ycAyce 2 Keterangan: N = Populasi n n = Sampel e = Toleransi terhadap kesalahan pengambilan sample yang masih dapat diterima adalah sekitar 10%. Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Maka: eA = 10% = 0. n = 421/. 10A)) n = 421/. 10 x 0. n = 421/. n = 421/. n = 421/5. n = 80. 9 di bulatkan 81. Berdasarkan hitungan tersebut, penelitian ini melibatkan sejumlah sampel yakni 81 orang. Metode random sampling . ecara aca. diterapkan dalam pemilihan sampel dari semua populasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reabilitas . Uji Validitas Pengujian instrumen dalam riset ini dilaksanakan melalui software SPSS versi 25. Pengujian dilakukan dengan memeriksa nilai r hitung untuk setiap pertanyaan. Dimana suatu item pernyataan dikatakan valid bila nilai r hitung signifikan dan melebihi nilai r tabel. Untuk menghitung r table dapat ditentukan dengan menghitung degree of freedom menggunakan rumus n-2, dimana . = total sampel pada penelitia. Diketahui derajat kebebasan . sebesar 79 dan signifikansi level () 0,05 sehingga nilai r tabel yang dihasilkan yaitu 0,218 untuk pengujian dua sisi. Oleh karena itu, dalam uji validitas ini, sebuah item pertanyaan dianggap sah jika estimasi nilai r signifikan secara statistik dan melampaui 0,218. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Content (X. Accuracy (X. Format (X. ease of Use (X. Timeliness (X. Kepuasan Pengguna (Y) Pertan r Hitung r tabel Validi X1. Valid X1. Valid X1. Valid X2. Valid X2. Valid X3. Valid X3. Valid X4. Valid X4. Valid X5. Valid X5. Valid Y1. Valid Y1. Valid Data yang dianalisis dalam Tabel 3 menunjukkan bahwa keseluruhan item pernyataan dalam kuesioner terbukti valid. Oleh karena itu, seluruh pertanyaan dapat dianggap sebagai instrumen yang sesuai untuk diaplikasikan dalam riset ini. Keterangan . Uji Reabilitas Setelah memastikan bahwa semua item pernyataan dianggap valid, selanjutnya, penting untuk melakukan penilaian reliabilitas. Uji reliabilitas yang diterapkan yaitu CronbachAos Alpha, di mana instrumen dianggap reliable bila nilai CronbachAos Alpha melebihi 0,6. Hasil pengujian reliabilitas setiap instrumen disajikan dalam tabel 4: Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Variabel Jumla h Item Valid Cronbach s Alpha Cut Valu Reliabilita Content (X. Reliable Accuracy (X. Reliable Format (X. Reliable Ease of Use (X. Reliable Timelines s (X. Reliable Reliable Kepuasan Pelanggan (Y) Sumber: Hasil Penelitian Tabel 4 merupakan hasil olah data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh instrumen dianggap reliable karena nilai Cronbach's Alpha untuk keseluruhan instrumen melebihi 0,6. Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Pengujian ini dilaksanakan dalam mengevaluasi persebaran residu yang diperoleh dari model regresi. Analisis regresi dapat diterapkan pada model jika residunya berdistribusi normal. Jika distribusi residu menyimpang dari normalitas, analisis regresi tidak dapat diterapkan untuk menganalisis model. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov (KS) merupakan metode statistik yang dimanfaatkan dalam pelaksanaan uji normalitas. Dalam pengujian ini, residu hasil regresi dianggap mengikuti distribusi normal jika p-value uji normalitas melebihi 0,05. Berikut temuan uji normalitas KS dilakukan melalui SPSS yaitu: Sumber: Hasil Penelitian http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Ease of use (X. 0,240 40,159 Timeliness (X. 0,147 60,806 Sumber: Hasil Penelitian Temuan pada tabel 5 mengindikasikan bahwa nilai toleransi lebih besar dari 0,1 serta nilai VIF lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tak mengalami multikolinearitas. Sumber: Hasil Penelitian Gambar 3. Hasil Kolmogrov-Smirnov Temuan uji normalitas tersebut menyajikan bahwa nilai signifikansi uji normalitas KS yaitu 0,200. Dikarenakan nilai signifikansinya melebihi 0,05, penulis dapat menyimpulkan bahwa distribusi data residu regresi sesuai dengan distribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini berguna mengevaluasi apakah ditemukan disparitas variansi residual antar observasi pada model regresi. Metode statistik seperti Uji Glejser dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian Dalam pengujian ini model dianggap bebas dari heteroskedastisitas jika p-value seluruh variabel independen melebihi 0,05. Tabel 6. Hasil Uji Gletsjer Variabel t hitung Uji Gletsjer Uji Gletsjer Content -0,118 0,907 (X. Accuracy 10,162 0,249 (X. Format -10,245 0,217 (X. Ease -0,945 0,348 use (X. Timeliness 0,955 0,343 (X. Sumber: Hasil Penelitian Sumber: Hasil Penelitian Gambar 4. Grafik PP Plot . Uji Multikolienaritas Uji multikolinearitas berguna dalam menilai adanya multikolinearitas pada model regresi. Terdapatnya multikolinearitas bisa dinilai dengan memeriksa nilai VIF atau Variance Inflation Factor dan Tolerance yang dikaitkan dengan variabel Suatu variabel dianggap bebas multikolinearitas dengan variabel lain bila nilai VIF lebih kecil dari 10 serta nilai Tolerance lebih besar dari 0,1. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF Content (X. 0,146 60,861 Accuracy (X. 0,234 40,278 Format (X. 0,215 40,645 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Hasil Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Temuan uji Glejser pada Tabel 6 menyajikan bahwa keseluruhan variabel independen dalam model regresi mempunyai nilai signifikansi melebihi 0,05. Perihal ini menunjukkan dalam model regresi tak adanya heteroskedastisitas. Berdasarkan pada uji asumsi klasik secara komprehensif dapat diartikan bahwa seluruh asumsi klasik dalam pada regresi sudah terpenuhi. Sehingga, model regresi ini dirasa tepat dalam menilai dampak variabel-variabel dalam riset ini. Uji Regresi Linear Berganda . Uji T . Pengujian ini sering disebut dengan uji t berguna untuk mengevaluasi pengaruh spesifik setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis yang diterapkan di uji ini dapat Ho : variabel independent memengaruhi variabel Ha : variabel independent tak memengaruhi variabel Berdasrkan nilai sig lebih kecil dari 0,05 atau nilai thitung lebih besar dari t-tabel, maka Ho ditolak dan Ha Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 diterima, sebaliknya Jika nilai sig lebih besar dari 0,05 atau nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Untuk menentukan t tabel menggunakan degree of freedom dimana df=. maka didapatkan maka didapatkan nilai t tabel dengan cara df=. -5-1=. =1. Tabel 7. Hasil Uji Parsial (Uji . Variabel Sig. Content (X. 0,011 Accuracy (X. 0,034 Format (X. 0,000 Ease of use (X. 0,004 Timeliness (X. 0,099 Tabel 8. Hasil Uji F Pengujian Hitung F Tabel Sig. Simpulan Uji F 0,000 Pengaruh Sumber: Hasil Penelitian Hasil Berpengaruh positif dan Berpengaruh positif dan Berpengaruh positif dan Berpengaruh positif dan Tidak Sumber: Hasil Penelitian Analisis regresi pada tabel 7. interpretasi Berikut: Berdasarkan hasil uji t, dapat diketahui bahwa variabel Content (X. memiliki nilai t hitung sebesar 2,609 dengan signifikansi 0,011, lebih besar dari t tabel . dan di bawah ambang signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Content berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan Demikian pula, variabel Accuracy (X. menunjukkan t hitung 2,164 dengan nilai signifikansi 0,034, yang berarti variabel ini juga memberikan pengaruh positif dan signifikan. Variabel Format (X. memiliki t hitung tertinggi, yaitu 4,480 dengan signifikansi 0,000, sehingga dipastikan memberikan pengaruh positif yang sangat signifikan terhadap kepuasan pengguna. Untuk variabel Ease of Use (X. , nilai t hitung adalah 3,001 dan signifikansi 0,004, yang juga menunjukkan adanya pengaruh positif dan Sebaliknya, variabel Timeliness (X. memiliki nilai t hitung negatif -1,673 dengan signifikansi 0,099, yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian. Timeliness tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Uji F (Simulta. Uji F berguna dalam menguji pengaruh simultan seluruh faktor independen pada variabel Berdasarkan tingkat kepercayaan 95%, maka kesimpulannya seluruh variabel independen berpengaruh secara simultan kepada variabel dependen jika nilai signifikannya < 0,05. Sementara apabila nilai signifikannya > 0,05 sehingga kesimpulannya tidak adanya dampak simultan. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung 122 lebih besar dari F tabel sebesar 57. dengan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen yang diuji yaitu Content. Accuracy. Format. Ease of Use, dan Timeliness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Uji Koefisien Determinasi (R-square. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur dampak kolektif faktor-faktor independen terhadap variabel dependen. Nilai R Square memberikan koefisien determinasi ketika hanya ada satu variabel Namun pada model regresi yang melibatkan beberapa variabel independen, sebaiknya fokus pada nilai Adjusted R Square agar diperoleh pemahaman yang lebih tepat mengenai sejauh mana kontribusi variabel independen terhadap variabel Tabel 9. Judul Tabel Square Adjusted R Square 1 - Adj R2 0,926 0,857 0,848 0,152 Sumber: Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel di atas, nilai adjusted R Square dari model regresi adalah 0,848. Hal ini mengindikasikan bahwa sekitar 84,8% dari variasi kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi (Y) dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel Content (X. Accuracy (X. Format (X. Ease of use (X. , dan Timeliness (X. Sementara itu, sekitar 15,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar kelima variabel bebas tersebut. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dimensi dalam metode End User Computing Satisfaction (EUCS) yakni Content. Accuracy. Format, dan Ease of Use terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Sementara itu, dimensi Timeliness tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individu. Meski demikian, jika kelima dimensi tersebut Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 dianalisis secara bersamaan, tetap memberikan dampak yang signifikan terhadap kepuasan Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar peneliti menggunakan pendekatan atau metode lain guna memperoleh perbandingan hasil dengan pendekatan EUCS. Alternatif lainnya adalah tetap menggunakan model yang sama, namun diterapkan pada kasus berbeda serta melibatkan cakupan sampel dan populasi yang lebih luas. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat memperkaya wawasan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kerangka teori yang digunakan. REFERENSI