JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Perencanaan Administrasi Sekolah sebagai Upaya Pengembangan Kinerja Tenaga Kependidikan di MTsN 4 Aceh Besar *Yusra Jamali1. Zakky Mubarrak2. Vira Asfarina Yusra3 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Indonesia Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia Email: yusrajamali@yahoo. ABSTRACT School administration management systems and models are solely designed for the development of school resource performance, including educational personnel. The preparation and implementation of activities are carried out sporadically and simultaneously so that all available facilities can be used effectively to improve school administrative services. This study aims to determine the readiness of school administration planning in developing the performance of educational personnel at MTsN 4 Aceh Besar and to identify the strategies prepared to overcome obstacles and challenges in school administration planning in developing the performance of educational personnel at MTsN 4 Aceh Besar. The research uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques carried out through observation, interviews, and documentation The data sources consist of the school principal, school administrative officials, and users of educational services. The results show that school administrative planning is prepared through a system of meetings at the beginning of the year, preparing work references and guidelines, and conducting evaluations at the beginning and end of each Meanwhile, strategies to minimise obstacles are carried out by preparing training schemes for existing resources, improving the functionality of available facilities, and providing adequate funds for the performance of educational personnel at the school. Keywords: Planning. School Administration. Educational Staff Abstrak Sistem dan model Pengelolaan administrasi sekolah semata-mata dipersiapkan untuk pengembangan performance sumber daya sekolah termasuk tenaga kependidikan. Persiapan dan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sporadis dan bersamaan agar semua fasilitas yang tersedia dapat dipergunakan secara baik untuk peningkatan pelayanan administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan perencanaan administrasi sekolah dalam pengembangan performance tenaga kependidikan di MTsN 4 Aceh Besar dan untuk mengetahui strategi yang disiapkan untuk mengatasi hambatan dan tantangan dalam perencanaan administrasi sekolah dalam pengembangan performance kinerja tenaga kependidikan di MTsN 4 Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan diskriptif yang bersifat kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, awancara dan analisis dokumentasi. Sumber data terdiiri dari kepala sekolah, pejabat tata usaha sekolah, dan pengguna jasa layanan kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan administrasi sekolah disiapkan dengan sistem rapat awal tahun, mempersiapkan acuan dan pedoman kerja, disetiap awal tahun dan pada akhir tahun diadakan evaluasi. Sedangkan strategi untuk meminimalisir hambatan dilakukan dengan mempersiapan skema pelatihan bagi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. sumberdaya yang ada, meningkatkan fungsional sarana yang tersedia, dan menyediakan dana yang memadai untuk kegiatan performance tenaga kependidikan di sekolah. Kata Kunci: Perencanaan. Administrasi Sekolah. Tenaga Kependidikan *** PENDAHULUAN Administrasi sekolah merupakan komponen fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi menopang ketercapaian tujuan pendidikan secara efektif dan (Hilal Mahmud, 2015. Mohamad, 2. Administrasi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas teknis pencatatan dan pengarsipan, melainkan sebagai proses manajerial yang terstruktur dan berkesinambungan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi seluruh sumber daya pendidikan. Keberhasilan lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana fungsi-fungsi administrasi tersebut dijalankan secara sistematis dan terkoordinasi untuk mendukung proses pembelajaran serta pelayanan pendidikan. (Jamil et al. , 2. Manajemen sebagai suatu proses kolektif telah lama dipraktikkan dalam berbagai organisasi, termasuk lembaga pendidikan. (Tumanggor et al. , 2. Penerapan manajemen dalam pendidikan menjadi kebutuhan strategis karena tujuan pendidikan hanya dapat dicapai melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya material secara optimal. Terry menjelaskan bahwa manajemen merupakan proses khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien. (Yani & Srimulat, 2. Pandangan ini menegaskan bahwa administrasi sekolah tidak dapat dipisahkan dari kerangka manajemen pendidikan yang menempatkan perencanaan sebagai fungsi awal dan paling menentukan arah kinerja organisasi. Tenaga terselenggaranya pendidikan di madrasah. (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2. menyatakan bahwa tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, serta pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Ketentuan ini menunjukkan bahwa kualitas kinerja tenaga kependidikan berkontribusi langsung terhadap mutu tata kelola sekolah. (Pasaribu Noma Peria Terbit et al. , 2. Kinerja JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. tenaga kependidikan tercermin dari kemampuan melaksanakan tugas administrasi, pengelolaan data, pelayanan akademik, serta dukungan teknis lain yang memastikan proses pendidikan berjalan tertib dan berkelanjutan. Kinerja tenaga kependidikan tidak terlepas dari kualitas perencanaan administrasi Perencanaan administrasi menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kerja, menetapkan kebijakan, menyusun prosedur, serta membagi tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing personel. (Mohamad, 2. Armstrong dalam (Azizah, 2. menegaskan bahwa kinerja tidak hanya diukur dari hasil akhir yang dicapai, tetapi juga dari proses bagaimana hasil tersebut diperoleh. Oleh karena itu, perencanaan administrasi yang jelas dan partisipatif akan mendorong proses kerja yang lebih terarah, disiplin, dan akuntabel sehingga berdampak pada peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Secara empiris, dokumen penelitian menunjukkan bahwa MTsN 4 Aceh Besar sebagai madrasah yang telah terakreditasi A menerapkan sistem perencanaan administrasi yang dilakukan melalui rapat kerja awal tahun dan evaluasi pada akhir tahun. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan pedoman kerja, pembagian tugas berdasarkan tupoksi, serta identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang administrasi sekolah. Praktik ini menunjukkan adanya kesadaran institusional bahwa perencanaan administrasi merupakan instrumen penting dalam pengembangan performance tenaga kependidikan, sekaligus menjadi upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah. Sejumlah kajian terdahulu yang dirujuk dalam dokumen juga menguatkan relevansi penelitian ini. Indahsari . menemukan bahwa pengelolaan administrasi madrasah yang sistematis, terarah, dan sesuai prosedur berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui kejelasan tugas dan tanggung jawab tenaga administrasi. Temuan lain menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan dan manajemen administrasi memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kinerja sumber daya manusia (Abrori & Muali, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa perencanaan administrasi sekolah merupakan variabel penting yang memengaruhi kinerja tenaga Berdasarkan uraian tersebut, penelitian mengenai perencanaan administrasi sekolah dalam pengembangan performance tenaga kependidikan menjadi relevan dan penting untuk dikaji secara ilmiah. Kajian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. akademik dalam pengembangan teori manajemen administrasi pendidikan serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola madrasah dalam merancang sistem perencanaan administrasi yang lebih efektif, terstruktur, dan berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam fenomena pengelolaan dan perencanaan administrasi sekolah dalam pengembangan kinerja tenaga kependidikan sebagaimana terjadi secara alamiah di Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai kondisi, proses, serta praktik perencanaan administrasi sekolah tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel yang diteliti. Pendekatan ini relevan untuk mengungkap makna, pola, dan dinamika pengelolaan administrasi madrasah berdasarkan perspektif para pelaku yang terlibat langsung dalam aktivitas tersebut (Creswell, 2009. Sugiyono, 2. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa subjek memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam pengelolaan administrasi sekolah. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, kepala tata usaha, serta tenaga kependidikan atau staf tata usaha di MTsN 4 Aceh Besar. Pemilihan subjek ini didasarkan pada peran strategis masing-masing dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi administrasi sekolah serta keterkaitannya dengan kinerja tenaga kependidikan. Penentuan subjek secara purposive dinilai sesuai dalam penelitian kualitatif karena memungkinkan peneliti memperoleh data yang kaya dan mendalam sesuai dengan fokus penelitian. (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara nonpartisipan dengan cara mengamati secara langsung aktivitas administrasi sekolah, pola kerja tenaga kependidikan, serta pelaksanaan perencanaan administrasi tanpa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur kepada subjek penelitian untuk menggali informasi terkait perencanaan, pelaksanaan, serta kendala administrasi sekolah dalam pengembangan kinerja tenaga kependidikan. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pendukung berupa arsip sekolah, program kerja, notulen rapat, serta dokumen administrasi lain yang relevan dengan fokus penelitian. Penggunaan kombinasi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. teknik ini bertujuan meningkatkan kelengkapan dan kedalaman data yang diperoleh. (Lexy, 2. Analisis data dilakukan secara berkesinambungan sejak awal hingga akhir proses Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman . , yang meliputi empat tahapan utama, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan cara memilah, memfokuskan, dan menyederhanakan data mentah yang diperoleh dari lapangan agar sesuai dengan tujuan Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif yang sistematis sehingga memudahkan pemahaman terhadap pola dan hubungan antar data. Tahap akhir berupa penarikan kesimpulan dilakukan dengan menafsirkan makna data dan memverifikasi temuan secara terus-menerus hingga diperoleh kesimpulan yang kredibel. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode, serta melakukan pengecekan ulang data kepada subjek penelitian. Keabsahan data didasarkan pada kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas sebagaimana dikemukakan oleh Lincoln dan Guba, sehingga hasil penelitian diharapkan memiliki tingkat kepercayaan dan objektivitas yang memadai. (Lincoln & Guba, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Administrasi Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan administrasi di MTsN 4 Aceh Besar dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Perencanaan dilakukan melalui rapat kerja pada awal tahun pelajaran yang melibatkan kepala madrasah, kepala tata usaha, serta tenaga kependidikan. Rapat tersebut menghasilkan program kerja administrasi yang menjadi acuan pelaksanaan tugas selama satu tahun, mencakup pembagian tugas sesuai tupoksi, penetapan target kinerja, serta identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang administrasi. Selain itu, pada akhir tahun dilakukan evaluasi untuk menilai ketercapaian rencana yang telah disusun. Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan administrasi telah diarahkan sebagai instrumen pengembangan kinerja tenaga kependidikan secara sistematis. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Pelaksanaan Administrasi dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan Pelaksanaan administrasi sekolah di MTsN 4 Aceh Besar berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tenaga kependidikan melaksanakan tugas berdasarkan pembagian kerja yang jelas dan terukur, seperti pengelolaan persuratan, kearsipan, administrasi keuangan, serta pengelolaan data akademik dan sarana prasarana. Kepala madrasah dan kepala tata usaha berperan aktif dalam mengoordinasikan pelaksanaan administrasi melalui rapat rutin bulanan dan evaluasi berkala. Keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam pelaksanaan administrasi menciptakan iklim kerja yang relatif kondusif dan mendukung peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Kendala Pengelolaan Administrasi dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan Hasil penelitian juga mengungkap adanya beberapa kendala dalam pengelolaan administrasi sekolah. Kendala utama yang ditemukan berkaitan dengan kedisiplinan sebagian tenaga kependidikan, terutama terkait kehadiran dan ketepatan waktu pelayanan Selain itu, keterbatasan anggaran untuk pengembangan kompetensi dan pelatihan tenaga kependidikan menjadi hambatan dalam peningkatan kinerja secara Upaya yang dilakukan pihak madrasah untuk mengatasi kendala tersebut berupa pemberian teguran, penguatan pengawasan, serta pengajuan pelatihan secara terbatas sesuai dengan ketersediaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan administrasi sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Perencanaan yang dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan memungkinkan sekolah memiliki arah kerja yang jelas dan terukur. Temuan ini sejalan dengan pandangan Terry . yang menyatakan bahwa perencanaan merupakan fungsi manajemen yang menentukan keberhasilan fungsi manajemen lainnya. Tanpa perencanaan yang matang, pelaksanaan administrasi cenderung berjalan tidak terarah dan sulit mencapai tujuan organisasi Pelaksanaan administrasi yang berjalan sesuai dengan pembagian tugas dan prosedur kerja yang jelas terbukti mendukung peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Armstrong menegaskan bahwa kinerja tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses pencapaiannya. Proses kerja yang terorganisasi, didukung oleh koordinasi dan evaluasi berkala, akan mendorong tenaga kependidikan bekerja lebih efektif dan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. bertanggung jawab (Armstrong, 2. Temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian Maulana & Suryana, . yang menyatakan bahwa pengelolaan administrasi yang sistematis dan sesuai prosedur berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan Kendala yang ditemukan dalam penelitian ini, khususnya yang berkaitan dengan kedisiplinan dan keterbatasan anggaran, memberikan gambaran bahwa peningkatan kinerja tenaga kependidikan tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor yang saling Perencanaan dan pelaksanaan administrasi sekolah memang merupakan fondasi penting dalam mendukung kinerja tenaga kependidikan, namun keduanya belum sepenuhnya menjamin tercapainya kinerja yang optimal apabila tidak didukung oleh faktor individu serta sistem organisasi yang memadai. Kedisiplinan, misalnya, masih menjadi tantangan yang memengaruhi efektivitas kerja tenaga kependidikan, baik dalam hal ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur administrasi, maupun konsistensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala signifikan dalam pelaksanaan administrasi sekolah. Anggaran yang terbatas berdampak pada minimnya fasilitas pendukung kerja, terbatasnya program pelatihan, serta kurang optimalnya pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengaturan dokumen dan layanan, tetapi juga menyentuh aspek manajerial yang lebih luas, termasuk pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan sekolah. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, berbagai program peningkatan kinerja cenderung sulit untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Mulyasa . menegaskan bahwa kinerja sumber daya manusia dalam bidang pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan, motivasi kerja, serta kesempatan untuk pengembangan profesional. Dalam konteks ini, peran kepala sekolah dan pimpinan madrasah menjadi sangat strategis. Kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif, menumbuhkan motivasi intrinsik tenaga kependidikan, serta mendorong kedisiplinan melalui keteladanan dan pengawasan yang konsisten. Sebaliknya, lemahnya pengawasan dan pembinaan dapat menyebabkan menurunnya komitmen kerja, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas layanan administrasi JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Oleh karena itu, pengelolaan administrasi sekolah perlu disertai dengan upaya penguatan pengawasan dan pembinaan kedisiplinan secara berkelanjutan. Pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kontrol, tetapi juga sebagai sarana pembinaan untuk membantu tenaga kependidikan memahami standar kerja, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan profesionalisme. Pembinaan kedisiplinan yang dilakukan secara persuasif dan berkesinambungan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran individu akan pentingnya tanggung jawab dan etos kerja dalam mendukung pencapaian tujuan Di samping itu, perencanaan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, maupun kegiatan peningkatan kapasitas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan tuntutan administrasi pendidikan. Dengan kompetensi yang memadai, tenaga kependidikan akan lebih mampu melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, meskipun dihadapkan pada berbagai Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa investasi pada pengembangan sumber daya manusia merupakan strategi jangka panjang yang berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan administrasi sekolah di MTsN 4 Aceh Besar telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Administrasi sekolah yang direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara terkoordinasi, serta dievaluasi secara berkala terbukti mampu membantu tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya dengan lebih terarah. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang memerlukan perhatian lebih lanjut, terutama terkait kedisiplinan dan keterbatasan anggaran. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan administrasi sekolah yang tidak hanya berfokus pada aspek prosedural, tetapi juga memperhatikan dimensi manusia dan organisasi. Administrasi sekolah yang efektif harus didukung oleh kepemimpinan yang kuat, budaya kerja yang disiplin, serta komitmen terhadap pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Dengan demikian, peningkatan kinerja tenaga kependidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan hasil dari sinergi antara perencanaan administrasi yang baik, dukungan organisasi, dan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. kesadaran profesional seluruh warga sekolah. Upaya strategis ini pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai perencanaan administrasi sekolah dalam pengembangan kinerja tenaga kependidikan di MTsN 4 Aceh Besar, dapat disimpulkan bahwa perencanaan administrasi telah dilaksanakan secara terstruktur dan Perencanaan dilakukan melalui rapat kerja awal tahun yang melibatkan unsur pimpinan madrasah dan tenaga kependidikan, disertai dengan evaluasi pada akhir tahun. Pola perencanaan ini memberikan arah kerja yang jelas, menjadi pedoman pelaksanaan tugas administrasi, serta mendorong keteraturan dan akuntabilitas kinerja tenaga kependidikan. Pelaksanaan administrasi sekolah berjalan selaras dengan perencanaan yang telah Pembagian tugas berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing tenaga kependidikan mampu menciptakan kejelasan peran dan tanggung jawab, sehingga pekerjaan administrasi dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Koordinasi yang dilakukan melalui rapat rutin dan evaluasi berkala turut mendukung terciptanya iklim kerja yang kondusif dan berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja tenaga Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi sekolah masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait kedisiplinan sebagian tenaga kependidikan serta keterbatasan anggaran untuk pengembangan kompetensi dan Kendala tersebut memerlukan perhatian berkelanjutan melalui penguatan pengawasan, pembinaan kedisiplinan, serta perencanaan pengembangan sumber daya manusia yang lebih terarah dan realistis sesuai dengan kemampuan lembaga. Secara keseluruhan, perencanaan dan pelaksanaan administrasi sekolah di MTsN 4 Aceh Besar terbukti memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kinerja tenaga Pengelolaan administrasi yang terencana, terkoordinasi, dan dievaluasi secara berkala menjadi faktor strategis dalam mendukung mutu layanan pendidikan di Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perencanaan administrasi sekolah merupakan langkah esensial dalam upaya peningkatan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan kualitas pengelolaan pendidikan secara berkelanjutan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. *** DAFTAR PUSTAKA