Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 PENGARUH PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL. AUDIT INVESTIGASI DAN AKUNTANSI FORENSIK TERHADAP PENGUNGKAPAN KECURANGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN PALI Rizki Novia Ramadhana Politeknik Negeri Sriwijaya rizkinovia28@gmail. Kartika Rachma Sari Politeknik Negeri Sriwijaya kartikasyahrul@yahoo. Riza Wahyudi Politeknik Negeri Sriwijaya rizawahyudi70@gmail. ABSTRACT Fraudulent activities are ones that people plan to take in order to benefit more than Early fraud disclosure is crucial to lower the level of fraud. Investigative auditing, forensic accounting, and internal controls are all techniques for spotting fraud early on. This studyAos objective is to evaluate the efficiency of internal controls, forensic accounting, and investigative audits in identifying fraud. Surveys were used to collect the data, and multiple regression analysis methods as well as the SPSS version 26 program were used to analyze it. The findings of this research, forensic accounting had no impact on fraud disclosure, but internal control and investigative audits had a favorable and considerable impact. However, overall . , forensic accounting, investigative auditing, and internal control all contributed to he disclosure of conditions in the PALI Regency government. Keywords: Internal Control. Investigative Audit. Forensic Accounting. Fraud. ABSTRAK Tindak kecurangan merupakan tindakan yang telah dirancang individu guna mendapatkan keuntungan lebih daripada yang lain. Untuk mengurangi tingkat kecurangan maka diperlukan pengungkapan kecurangan secara dini. Pengendalian internal, akuntansi forensik dan audit investigasi termasuk pada metode Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 mengungkapkan kecurangan sedari dini. Penelitian ini diharapkan untuk mengukur bagaimana pengaruh penerapan pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik dalam mengungkapkan suatu tindak kecurangan. Pengumpulan data dengan penyebaran angket dan data diolah dengan aplikasi SPSS versi 26 dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengendalian internal dan audit investigasi berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan kecurangan, sedangkan akuntansi forensik tidak berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan. Namun secara keseluruhan . pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan pada pemerintah Kabupaten PALI. Kata kunci: Pengendalian Internal. Audit Investigasi. Akuntansi Forensik. Kecurangan. PENDAHULUAN Menurut Association of Certified Examiners (ACFE), kecurangan diklasifikasikan menjadi tiga yakni penyalahgunaan aset, kecurangan laporan keuangan, dan Dengan hasil survey sebanyak 167 kasus atau setara 69,9% yang memilih Lalu diikuti dengan penyalahgunaan asset . issappropriation asse. di urutan kedua, dengan hasil sebanyak 50 kasus atau 20,9%. Dan urutan ketiga yakni fraud laporan keuangan . raudelent statemen. yang dipilih sebanyak 22 kasus atau persentase mencapai 9. Kasus korupsi di Indonesia termasuk permasalahan yang sangat serius dan tidak pernah sepi dari pembicaraan ataupun perdebatan. Berdasarkan Tindak Pidana Korupsi (TPK) berdasarkan wilayah tahun 2017-2021. Provinsi Sumatera Selatan memiliki jumlah kasus korupsi sebanyak 39 kasus (KPK. Pengungkapkan kasus kecurangan dilaksanakan oleh pihak audit internal maupun audit eksternal yang mempunyai tugas untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan pada lembaga maupun perusahaan dan juga berperan dalam pengawasan/investigasi lebih lanjut apabila terindikasi terjadinya kasus-kasus Pihak BPK selaku auditor eksternal pemerintah setiap tahunnya menyampaikan hasil penilaian opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Berdasarkan hasil penilaian BPK tersebut, perkembangan opini audit kabupaten PALI dari tahun 2017-2021 menunjukkan bahwa Kabupaten PALI mengalami naik turun terhadap opini yang diperoleh selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2017 dan 2020 mendapatkan opini WDP. Namun tahun 2018 dan 2019 Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 mengalami peningkatan menjadi WTP. Sedangkan pada tahun 2021, kabupaten PALI mendapatkan opini WTP PSH. Opini yang disampaikan oleh BPK pada tahun 2021, didukung dengan temuan-temuan yang dapat menjadi awal tanda-tanda Adapun temuan BPK dilampirkan pada tabel sebagai berikut: Berdasarkan data di atas, menunjukkan bahwa upaya meminimalisir dan menekan kejahatan yang berasal dari kecurangan . harus dilaksanakan dengan optimal oleh internal audit pada sektor pemerintah pusat maupun daerah. Tindak kasus kecurangan yang terjadi dapat merugikan keuangan negara dan juga menghambat proses infrastruktur yang sedang berjalan. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu penerapan pengendalian internal, audit investigasi maupun akuntansi forensik dalam mengungkapkan kecurangan . Ziah et al . menyatakan bahwa dengan penerapan tujuan pengendalian internal yang efektif, maka organisasi pemerintahan memiliki sistem pengendalian internal yang berkualitas untuk mengendalikan resiko kecurangan dan menurunkan tingkat terjadinya kecurangan. Faktor selanjutnya adalah audit investigasi. Audit investigatif adalah jenis audit khusus yang dilakukan ketika ada tanda-tanda Menurut Anggraini et al . , audit investigasi merupakan Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 pemeriksaan guna mengidentifikasi maupun mengungkapkan kecurangan dengan menggunakan prosedural dan metode investigasi yang digunakan dalam suatu Faktor mempengaruhi proses pengungkapan kecurangan yakni akuntansi forensik. (Citra Mulyandini et al . mengemukakan, tolak ukur keberhasilan penerapan akuntansi forensik dapat dilihat ketika auditor dapat menemukan maupun mengungkapkan temuan-temuan serta bukti-bukti tindak kasus kecurangan. Penelitian terdahulu terkait dengan variabel-variabel dalam penelitian ini dilakukan oleh (Carla, 2. dan (Ziah et al, 2. temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor pengendalian internal memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Variabel audit investigatif merupakan variabel kedua. Penelitian dilakukan oleh (Kristanti et al, 2. (Lestari et al, 2. menunjukkan bahwa audit investigasi berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan, namun berbeda dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh (Batubara, 2. menunjukkan bahwa audit investigasi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Selanjutnya variabel akuntansi forensik dilakukan penelitian oleh (Ziah & Kuntadi, 2. menunjukkan bahwa akuntansi forensik mempengaruhi variabel pengungkapan kecurangan, namun berbeda dengan hasil penelitian (Cintya et al, 2. dan (Pamungkas et al, 2. tidak menunjukkan pengaruh akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadinya ketidak konsistenan pada variabel audit investigasi dan akuntansi forensik, sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji ulang penerapan pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan. TELAAH LITERATUR Fraud Menurut Statement of Auditing Standards (SAS) No. Penipuan digambarkan sebagai tindakan yang disengaja yang dilakukan dengan maksud untuk menipu dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain, biasanya kerugian finansial. Penipuan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan finansial dan material, menghindari Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 hutang atau pajak, atau untuk melindungi kepentingan pribadi atau kepentingan bisnis tertentu. Menurut Kurniawan (Kurniawan, 2. , mengemukakan bahwasannya teori segitiga fraud . heory triangle frau. didukung dengan 3 unsur diantaranya, tekanan . , kesempatan . , dan pembenaran . Tekanan (Pressur. Tekanan yaitu sesuatu yang dilakukan oleh pelaku kecurangan . dikarenakan kebutuhan mendesak sehingga berakibat melakukan kecurangan . Situasi yang sering terjadi pada pelaku kecurangan yang diakibatkan oleh tekanan, misalnya tuntutan gaya hidup hedonisme namun tidak sesuai dengan kemampuan keuangan, mengkonsumsi obat Ae obatan terlarang . Kesempatan . Kesempatan berkenaan dengan situasi yang memungkinkan seseorang dalam melakukan tindakan kecurangan. Kesempatan timbul dikarenakan pengendalian intern yang lemah, sehingga untuk mencegah, mendeteksi, maupun pengungkapan kecurangan juga menjadi kurang terlaksana dengan baik. Pembenaran . Rasionalisasi yaitu pola pikir seseorang yang melakukan kecurangan yang menjadikan pola pikir tersebut alasan untuk membenarkan tindakan yang dilakukan. Hal ini biasanya muncul untuk mengurangi rasa bersalah karena telah melakukan kecurangan . Pengendalian Internal Menurut Tuanakotta . menjelaskan bahwa seorang auditor diwajibkan mempunyai pemahaman terkait pengendalian internal yang signifikan terhadap Berlaku bagi semua entitas, termasuk auditor yang telah menetapkan untuk memakai sepenuhnya pendekatan substantif dalam menanggapi resiko salah saji yang material dikarenakan kecurangan maupun kesalahan. Sedangkan definisi pengendalian internal menurut COSO dalam bukunya Agoes Sukrisno . Pengendalian internal adalah suatu proses yang digunakan pihak internal maupun eksternal suatu organisasi guna menawarkan kepercayaan yang cukup atas pencapaian tujuan operasional, keakuratan data keuangan, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. Dari pengertian Ae pengertian diatas dapat disimpulkan. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 pengendalian internal adalah prosedur atau metode dalam melaksanakan pengawasan manajemen, mengamankan asset berwujud maupun tidak berwujud dengan menaati kebijakan peraturan yang berlaku demi tercapainya tujuan dalam pencegahan, pengidentifikasian maupun pengungkapan pengungkapan kecurangan . Jika pengendalian intern sudah diterapkan maka memungkinkan kecurangan akuntansi yang terjadi akan diminimalisir. Audit Investigasi Menurut Indra Bastian . Audit investigatif adalah kegiatan dalam rangka pemeriksaan ruang lingkup tertentu tanpa batas waktu, bahkan lebih spesifik dan rinci pada bidang tanggung jawab yang diduga memiliki tanda-tanda penyalahgunaan wewenang. Audit investigasi menghasilkan audit berupa rekomendasi guna menindaklanjuti sesuai dengan tingkat penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang yang ditemukan. Faktor-faktor berikut membantu pemeriksa forensik mendeteksi pengungkapan fraud (Indra Bastian, 2. Tempat terjadinya fraud. Mengetahui di mana penipuan terjadi dapat sangat membantu penyelidik saat menyelidiki dan menafsirkan penipuan. Sehingga kita bisa menarik kesimpulan dan merekonstruksi jalannya penipuan. Kemampuan auditor untuk merekonstruksi kasus fraud. Pengetahuan sangat penting bagi peneliti untuk melihat kesenjangan informasi. Penyelidik berpengalaman biasanya dapat mengidentifikasi bukti penipuan dan mengungkap sifat dan motifnya. Informasi dari orang yang mengetahuii fraud. Informasi ini sangat penting untuk menggali lebih dalam dan kebenaran faktanya. Akuntansi Forensik Menurut Tuanakotta . 6:12-. , akuntansi forensik terbagi dalam istilah akuntansi secara luas yakni disiplin akuntansi yang meliputi auditing, sedangkan istilah forensik merupakan penyelesaian masalah secara hukum. Maka dengan kata lain. Akuntansi forensik menggunakan konsep akuntansi untuk menangani masalah hukum yang muncul di dalam dan di luar ruang persidangan. Harvindo dalam Pramesti et al. mengemukakan bahwa akuntansi forensik merupakan praktik akuntansi khusus mempertimbangkan keterlibatan yang timbul dari perselisihan Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 dan litigasi yang sebenarnya atau yang diantisipasi. Akuntansi forensik dapat diterapkan pada sektor privat . erseorangan, perusahaan swasta, yayasan swasta, dan lain-lia. ataupun sektor publik . Pengungkapan Kecurangan (Frau. Menurut Cintya Nari Ratih et al. , pengungkapan kecurangan merupakan tindakan auditor apabila terdapat pengaduan dari masyarakat atau pihak organisasi . dan terdapat dasar yang legal, sehingga auditor melaksanakan pemeriksaan dengan menguraikan apa, mengapa, bagaimana, siapa, dan pertanyaan lain yang terkait. Kristanti et al . mengemukakan bahwa pengungkapan kecurangan merupakan auditor forensik maupun investigasi melakukan metode pemeriksaan guna menemukan tindakan kecurangan, dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja guna memperoleh suatu keuntungan secara pribadi dengan cara melakukan penipuan juga kecurangan. Pengungkapan kecurangan terdapat prosedur pemeriksaan yang telah diatur pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) dengan bentuk Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT). METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan cara menganalisis informasi yang diperoleh dari hasil penyebaran angket kepada Auditor pada Inspektorat Daerah Kabupaten PALI, penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 96 responden dengan total 12 responden yang tidak kembali. Penelitian ini mempunyai beberapa uji statistik yaitu uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis, pengujian tersebut menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Reliabilitas Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 Pada tabel 3 di atas menyatakan bahwa koefisien croncbach alpha > 0,70, dengan demikian menyatakan bahwa seluruh instrumen reliabel dan layak untuk diujikan. Uji Validitas Pengecekan setiap item instrument pada kuesioner penelitian dapat menunjukkan valid apabila rhitung melebihi dari rtabel. Pada penelitian ini r tabel mempunyai nilai sebesar 0,1986 dari hasil persamaan N-2 = 99 . , dan juga tingkat Sig. Berdasarkan angka rtabel tersebut, maka seluruh item pernyataan pada kuesioner dinyatakan valid, dikarenakan rhitung melebihi dari nilai 0,1986. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 Uji Normalitas Pengujian pada tabel 4 memberikan hasil bahwa nilai (Sig. ) sebesar 0,076. Nilai signifikansi tersebut melebihi 5% artinya data penelitian tersebut berdistribusi normal dan layak digunakan pada pengujian statistik. Uji Multikolinearitas Data keluaran dari uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai toleransi masing-masing variabel melebihi 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Hasil ini menunjukkan bahwa gejala multikolinearitas tidak ada dalam penelitian ini. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan data output pada tabel 6 menunjukkan bahwa hasil nilai signifikansi pada setiap variabel lebih dari 0,05. Dengan rincian, variabel pengendalian internal memperoleh nilai sebesar 0,556>0,05, variabel audit investigasi diperoleh 0,938>0,05, variabel akuntansi forensik diperoleh nilai 0,221>0,05 dan variabel pengungkapan kecurangan diperoleh sebesar 0,166>0,05. Grafik di atas menunjukkan bahwa pola tersebut menyebar secara acak dan terdapat pada bawah angka 0 di sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan, hasil data pada diagram tersebut tidak terdapat pola yang jelas dan tidak terjadi Analsis Regresi Berganda Tabel 7 di atas menunjukkan hasil dari perhitungan didapatkan, maka persamaan untuk regresi linier berganda dapat diatur sebagai berikut: Y = 2700 0,173 X1 0,239 X2 0,196 X3 e Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 Uji Koefisien Determinasi (R. Nilai R sebesar 0,703 tersebut mendekati 1 maka pengendalian internal, audit investigasi dan akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan terjadi hubungan yang sangat erat. Hasil uji koef. determinasi tersebut menjelaskan nilai R Square diperoleh sebesar 0,478 atau sebesar 47,8% oleh variabel pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik. Sedangkan faktor variabel di luar penelitian ini mempunyai pengaruh sebesar 52,2%. Uji F Tabel 9 uji F menjelaskan bahwa nominal F sebesar 29,964 dengan taraf Sig. 0,000. Artinya nilai Fhitung sebesar 29,964 lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 2,70 . f = 964 = . Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan kecurangan. Tingat Sig. 0,000 kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan atau simultan variabel independen yakni pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik mempunyai dampak yang signifikan terhadap variabel dependen yakni pengungkapan Maka dari itu, hipotesis keempat (H. dapat diterima. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 Uji t Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal Terhadap Pengungkapan Kecurangan H1 pada penelitian ini yaitu pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Dari hasil pengujian diperoleh koefisien sebesar 0,173, nilai positif menunjukkan adanya hubungan searah antara faktor pengendalian internal dengan variabel pengungkapan kecurangan, sesuai dengan temuan pengujian hipotesis parsial . yang telah dilakukan. Artinya apabila pengendalian internal mengalami peningkatan maupun penurunan maka akan berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan pada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab (PALI). Koefisien regresi tersebut bertanda positif menjelaskan bahwa semakin tinggi penerapan pengendalian internal yang dilaksanakan oleh organisasi, maka pengungkapan kecurangan semakin tinggi juga dikarenakan auditor lebih mudah mendeteksi maupun mengungkapkan kecurangan tersebut. Pengaruh Penerapan Audit Investigasi Terhadap Pengungkapan Kecurangan H2 yang diajukan peneliti pada penelitian ini yaitu audit investigasi berpengaruh positif signifikan pada pengungkapan kecurangan. Dari hasil pengujian hipotesis secara parsial . yang telah dilakukan menjelaskan terkait koefisien sebesar 0,239, nilai yang positif menunjukkan bahwa adanya hubungan yang searah antara variabel audit investigasi dengan variabel pengungkapan kecurangan. Artinya apabila audit investigasi mengalami peningkatan maupun penurunan maka akan berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan pada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab (PALI). Koefisien regresi tersebut bertanda positif menjelaskan bahwa semakin baik penerapan audit investigasi yang dilaksanakan oleh organisasi, maka pengungkapan kecurangan semakin baik juga dikarenakan auditor lebih Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 mudah mendeteksi maupun mengungkapkan kecurangan tersebut. Pengaruh Penerapan Akuntansi Forensik Terhadap Pengungkapan Kecurangan H3 yang diajukan peneliti pada penelitian ini yaitu akuntansi forensik berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Dari hasil pengujian hipotesis secara parsial . yang telah dilakukan memaparkan bahwa koefisien sebesar 0,196, nilai yang positif menunjukkan bahwa adanya hubungan yang searah antara variabel akuntansi forensik dengan variabel pengungkapan kecurangan. Artinya apabila akuntansi forensik mengalami peningkatan maupun penurunan maka akan berpengaruh terhadap pengungkapan kecurangan pada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab (PALI). Koefisien regresi tersebut bertanda positif menjelaskan bahwa semakin baik penerapan akuntansi forensik yang dilaksanakan oleh organisasi, maka pengungkapan kecurangan semakin baik juga dikarenakan pegawai lebih mudah mendeteksi maupun mengungkapkan kecurangan tersebut. SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan terkait pengaruh penerapan pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan pada pemerintah kabupaten PALI, dapat dikatakan bahwa audit investigatif dan pengungkapan kecurangan di Kabupaten PALI. Variabel akuntansi forensik tidak berdampak pada pengungkapan kecurangan. Namun secara simultan berpengaruh secara signifikan pada variabel pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan. Adapun dalam penelitian ini penulis memiliki beberapa saran yaitu bagi akademisi, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memasukkan unsur-unsur tambahan yang memiliki dampak lebih besar dalam mempengaruhi pengungkapan kecurangan. Untuk meningkatkan keseriusan responden dalam menanggapi semua pertanyaan penting dan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan, wawancara juga dimaksudkan untuk melengkapi pendekatan survei. Kajian ini juga menjadi landasan bagi penyelidikan selanjutnya, yang harus mampu melakukan eksperimen moderasi Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 18-32 dengan adanya peristiwa intervensi. Bagi Instansi, auditor diharapkan terus meningkatkan pengendalian internal, melakukan audit investigatif, dan melakukan akuntansi forensik sesuai dengan protokol pengungkapan kecurangan pada Inspektorat Daerah Kabupaten PALI. DAFTAR PUSTAKA