Ekono Insentif | ISSN . : 1907-0640 | ISSN . : 2654-7163 DOI: https://doi. org/10. 36787/jei. | Vol. 16 | No. 2 | Halaman 109-117 Oktober 2022 PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM Pipit Mutiara1 Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Surya Ramadhan2 Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Faizal Hamzah3 Sekolah Tinggi Pariwisata ARS Internasional Abstrak Sebelum melakukan investasi para investor terlebih dahulu akan melihat laba akuntansi dengan arus kas di perusahaan yang akan dijadikan tempat investasi sehingga apabila para investor sudah merasa cocok dengan perusahaan tersebut lalu para investor akan berinvestasi dan mendapatkan return saham. Penelitian ini mempunyai tujuan agar mengetahui pengaruh laba akuntansi dan juga arus kas pada return saham di perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Sampel di penelitian ini yakni perusahaan manufaktur food and beverage yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia tahun 20182021. Metode penelitian ini ialah penelitian deskriptif asosiatif. Tata cara pemilihan sampel memakai teknik purposive sampling yakni berdasar dari beberapa kategori tertentu kemudian didapatkan 8 perusahaan yang jadi sampel penelitian. Data yang dipakai di penelitian ini yakni data sekunder yakni laporan laba rugi lalu laporan arus kas di perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang terdata dalam Bursa Efek Indonesia di tahun 2018-2021. Hasil pengujian di penelitian ini memperlihatkan bahwa yakni secara parsial laba akuntansi memiliki pengaruh signifikan pada return Tetapi arus kas tidak ada pengaruh signifikan pada return saham. Lalu secara simultan melihatkan laba akuntansi dan arus kas memiliki pengaruh signifikan pada return saham. Kata Kunci: Laba Akuntansi. Arus Kas. Return Saham Abstract The purpose of this study is to determine the influence of accounting profit and cash flow on stock returns in the food and beverage manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2021. Before making an investment, investors will first examine the accounting profit and cash flow of the company they are considering investing in. If they feel comfortable with the company, they will then invest and receive a stock return. This research used an associative descriptive research method and purposive sampling technique based on several specific categories, resulting in a sample of 8 food and beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2021. The data used in this study were secondary data from income statements and cash flow statements. The results of this study show that accounting profit has a significant partial effect on stock returns, while Ekono Insentif - 109 Pipit Mutiara. Surya Ramadhan. Faizal Hamzah cash flow does not have a significant effect on stock returns. Moreover, accounting profit and cash flow have a significant simultaneous effect on stock returns. Keywords: Accounting Profit. Cash Flow. Stock Return PENDAHULUAN Perusahaan sektor food and beverage ialah salah satu sektor unggulan untuk manufaktur dan juga ekonomi nasional (Nasmi & Afriyenti, 2. Perusahaan manufaktur juga ialah perusahaan yang cukup banyak digemari oleh para investor manufaktur setiap tahunnya cenderung meningkat (Kholilik et al. , 2. Para investor pada umumnya akan tertarik dan lebih memilih investasi yang bisa memberikan return yang cenderung lebih Tujuan dari berinvestasi baik itu investasi dalam waktu panjang ataupun dalam waktu pendek yakni untuk meraup keuntungan ataupun dapat dikatakan Return saham ialah suatu keuntungan yang dihasilkan oleh para investor dari dana yang ditanamkan untuk berinvestasi (Stefanie & Setiawati, 2. Return saham dapat diprediksi dengan laba akuntansi dan juga return saham dapat diprediksi oleh laporan keuangan suatu perusahaan yaitu salah satunya laporan arus kas (Ander et al. , 2. Return saham di perusahaan yang menjadi sampel dalam kurun waktu 20182021 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018 PT. Siantar Top Tbk (STTP). PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan PT. Campina Ice Cream Tbk (CAMP) memperoleh return saham negatif. Kemudian pada tahun 2019 PT. Mayor Indah Tbk (MYOR) dan PT. Sekar Bumi Tbk (SKBM) mendapatkan return saham Lalu di tahun 2021 PT. Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). PT. Mayora Indah Tbk (MYOR). PT. Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI). PT. Siantar Top Tbk (STTP). PT. Sekar Bumi Tbk (SKBM) mendapatkan return saham yang negatif namun PT. Campina Ice Cream (CAMP) dan PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) mendapat return saham positif. Kemudian PT. Sekar Bumi Tbk (SKBM) dan PT. Campina Ice Cream (CAMP) Tbk memperoleh peningkatan return saham yang berbeda dengan perusahaan Return saham dapat mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu laba akuntansi dan juga arus kas sesuai dengan penjelasan yang sudah dijelaskan. Arus kas di perusahaan sampel mengalami ketidakstabilan di 3 kurun waktu terakhir. Arus kas CLEO tidak stabil yakni pada tahun 2020 meningkat yakni Rp. 22,8 M tetapi di tahun 2021 arus kas turun terjadi drastis menjadi Rp. 4,7 M. Arus kas ROTI secara terus-menerus turun yakni di tahun 2018 arus kas sebesar Rp. 1,2 T. Arus kas CEKA tidak stabil yakni di tahun 2020 meningkat menjadi Rp. 441,8 M tetapi di tahun 2021 arus kas turun menjadi Rp. 234,8 M. Arus kas MYOR tidak stabil yakni pada tahun 2020 arus kas naik yakni Rp. 3,7 T dan pada tahun 2021 menurun menjadi Rp. Arus kas HOKI turun di tahun 2018 Rp. 42,9 M dan pada tahun 2020 sebesar Rp. 4,7 M tetapi tahun 2021 arus kas meningkat menjadi Rp. 4,8 M. STTP mengalami kenaikan arus kas yakni di tahun 2018 senilai Rp. 64,1 M dan di tahun 2021 senilai Rp. 207 M. Arus kas SKBM tidak stabil yang mana pada tahun 2019 arus kas turun menjadi Rp. 170,6 M lalu di tahun 2020 meningkat menjadi Rp. 176,6 M. CAMP arus kas naik yakni di tahun 2018 Rp. 281,1 M dan tahun 2021 Rp. 610,4 M. Ekono Insentif - 110 PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM Laba akuntansi di perusahaan yang jadi sampel dalam 3 kurun waktu terakhir mengalami fluktuasi. Laba pada CLEO meningkat yakni di tahun 2019 laba menjadi Rp. 130,7 M dan di tahun 2020 laba meningkat sedikit menjadi Rp. Laba ROTI tidak stabil yakni di tahun 2019 meningkat menjadi Rp. 236,5 M tetapi di tahun 2020 turun menjadi Rp. 168,6 M. Laba CEKA tidak stabil yakni di tahun 2019 laba meningkat menjadi Rp. 215,4 M tapi di tahun 2020 laba turun menjadi Rp. 181,8 M. Laba MYOR tidak stabil yakni di tahun 2020 naik yakni Rp. 2 T dan di tahun 2021 laba turun menjadi Rp. 1,2 T. Laba HOKI tidak stabil di tahun 2019 laba naik menjadi Rp. 103,7 M dan di tahun 2020 menurun menjadi Rp. 38 M. Laba STTP juga tidak stabil yakni di tahun 2020 laba naik menjadi Rp. 628,6 M dan di tahun 2021 laba turun menjadi Rp. 617,5 M. Laba SKBM tidak stabil yakni di tahun 2019 laba turun menjadi Rp. juta lalu di tahun 2020 naik menjadi Rp. 5,4 M. Laba CAMP tidak stabil yakni di tahun 2020 laba turun menjadi Rp. dan pada tahun 2021 laba naik menjadi Rp. 100 M. Berdasarkan penjelasan yang sudah dijelaskan, peneliti tertarik untuk mengkaji masalah-masalah yang ada yaitu terjadinya fluktuasi laba akuntansi lalu arus kas kemudian return saham di perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang terdata dalam BEI 20182021 yang mana perubahan return saham bisa terjadi dengan sejumlah faktor yakni faktor laba akuntansi kemudian juga arus kas sesuai dengan teori yang sudah dipaparkan. KAJIAN LITERATUR Laba akuntansi yakni laba bersih yang dihasilkan suatu intansi pada tahun tertentu yang tersaji di laporan keuangan khususnya laporan laba rugi (Nursita. Laba yakni kelebihan dari hasil pendapatan yang diterima kemudian dikurangi dengan dibayarkan oleh suatu perusahaan dalam berpengaruh kepada return saham dalam suatu perusahaan apabila nilai laba yang didapatkan terus mengalami penurunan ataupun negatif. Laba akuntansi ialah salah satu alat untuk memperkirakan return saham yang mengharuskan para memperkirakan tingkat return dari investasi yang sudah ditanam di suatu Laba akuntansi ada kaitan erat bersama return saham dan apabila laba akuntansi semakin besar nilainya sehingga nilai return saham akan ikut menjadi semakin besar juga (Idris & Idrus. Arus kas yakni laporan yang memberi informasi berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan dalam kurun waktu tertentu yang mana jika arus dibandingkan arus kas yang dikeluarkan memperlihatkan arus kas positif (Rahayu et al. , 2. Arus kas memberitahukan informasi akurat mengenai pemasukan dan pengeluaran kas terhadap pihakpihak yang memperlukan informasi agar para pihak-pihak yang memperlukan membayar kewajibannya. Pihak-pihak yang membutuhkan informasi arus kas salah satunya ialah investor yang mana para investor memperlukan informasi memperoleh return saham sehingga investor dapat menyimpulkan dan dapat juga berinvestasi di perusahan tersebut. Arus kas pada suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu memiliki kaitan yang erat terhadap return saham (Stefanie & Setiawati, 2. Ekono Insentif - 111 Pipit Mutiara. Surya Ramadhan. Faizal Hamzah Return saham ialah tingkat pengembalian ataupun suatu laba yang didapat investor atas investasi yang sudah ditanamkan pada suatu intansi selama periode Return saham bisa berbentuk return realisasi yakni return yang sudah terjadi kemudian ada juga return ekspektasi ialah return yang belum terjadi namun return yang diinginkan bisa terjadi di masa depan (Darmayanti, 2. Return yang diperoleh para pemilik saham atau investor bisa berbentuk Capital gain ialah kelebihan yang didapatkan dari sisa lebih pergeseran harga saham di saat waktu membeli dan juga di saat menjual lalu keuntungan yang (Setyawan, 2. Para investor atau pemegang saham tidak mendapatkan return saham apabila return saham bernilai negatif. Laba akuntansi dengan laporan arus kas mempunyai kaitan erat bersama return saham yang akan didapatkan para pemegang saham atau investor (Tumbel et al. , 2. METODE PENELITIAN Di penelitian ini metode yang dipakai yakni deskriptif assosiatif dengan pendekatan kuantitatif yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel dan mencari pengaruh dari beberapa variabel tertentu dengan variabel lainnya. Metode penelitian kuantitatif ialah metode yang didasari kepada filosofi positivis untuk mengkaji beberapa populasi ataupun sampel dimana data yang di kumpulkan dari metode penelitian kuantitatif dianalisis dengan menggunakan alat penelitian dan data kuantitatif mempunyai tujuan agar dapat menguji hipotesis yang sudah ditetapkan (Sugiyono, 2. Deskriptif yakni metode penelitian yang hanya menggambarkan variabel bebas tidak perlu membandingkan dan mencari satu atau lebih variabel hubungan diantara variabel tersebut dengan variabel lainnya (Sugiyono, 2. Sedangkan asosiatif ialah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan diantara suatu (Sugiyono, 2. Pada dipergunakan sebagai sumber data. Data sumber sekunder ialah sumber data yang datanya diberikan secara tidak langsung melalui dokumen atau media lain kepada orang yang membutuhkan informasi (Sugiyono, 2. Data yang dipakai di penelitian ini yakni beberapa data laporan keuangan periode tahunan dalam perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang terdata pada BEI pada kurun waktu 2018-2021. Populasi perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang terdata dalam Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2018-2021. Di penelitian ini sampel yang diambil dengan teknik sampling jenis Purposive Sampling. Purposive Sampling yakni teknik pengumpulan sampel dengan standar terentu (Sugiyono, 2. Sampel di penelitian ini yakni laporan keuangan manufaktur sektor Food and Beverage yang terdata pada BEI dalam kurun waktu 2018-2021 yang mana berikut merupakan perusahaan yang terpilih menjadi sampel: PT. Sariguna Primatirta Tbk. PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk. PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. PT. Mayor Indah Tbk. PT. Buyung Poetra Sembada Tbk. PT. Siantar Top Tbk. PT. Sekar Bumi Tbk. PT. Campina Ice Cream Tbk. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Arus Kas Laba akuntansi dipergunakan sebagai alat ukur atas efesiensi manajemen dan menjadi alat ukur keberhasilan suatu perusahaan dan menjadi pedoman untuk pengambilan keputusan investasi. Dari Ekono Insentif - 112 PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM hasil analisis deskriptif, laba akuntansi di perusahaan yang jadi sampel dalam kurun waktu 2018-2021 mengalami kenaikan walaupun nilainya tidak terlalu Sedangkan pada beberapa perusahaan mengalami penurunan laba Secara garis besar, laba akuntansi pada perusahaan sampel bisa dibilang cukup baik meskipun masih ada akuntansinya menurun. Analisis Deskriptif Return Saham Dari hasil analisis deskriptif arus kas yang mana arus kas di perusahaan yang jadi sampel dalam kurun waktu 2018-2021 walaupun kondisi arus kas tidak stabil. Ada aruskasnya menurun dari tahun ke tahun. Tetapi, secara garis besar arus kas di perusahaan yang menjadi sampel dalam kurun waktu 2018-2021 mengalami kenaikan walaupun nilainya tidak terlalu Arus kas masih dapa dikatakan cukup baik dikarenakan lebih banyak perusahaan yang mengalami naiknya arus kas dibandingkan perusahaan yang mengalami turunnya arus kas. Analisis Deskriptif Return Saham Return saham di perusahaan sampel cenderung lebih menurun di setiap Return perusahaan yang jadi sampel cenderung lebih banyak yang mengalami penurunan. Return saham di perusahaan yang menjadi sampel dalam kurun waktu 20182021 dapat dikatakan cenderung kurang baik dikarenakan return saham di perusahaan sampel lebih banyak perusahaan yang mengalami penurunan setiap tahunnya walaupun ada beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan. Return saham yang baik seharusnya meningkat setiap tahun. Uji Normalitas Gambar. Bisa dilihat di gambar 1, bisa dijelaskan hasil uji normalitas data yang diuji adalah data residual untuk melihat apakah data berdistribusi normal membandingkan nilai JB dan nilai probabilitas yang dihitung menggunakan tingkat alpa 5% yang berarti nilai JB dan probabilitasnya lebih 0,05 berdistribusi normal lalu bila nilai JB dan probabilitasnya lebih rendah dari 0,05 jadi residualnya tidak berdistribusi normal. Kemudian dilihat hasil uji normalitas untuk nilai JB senilai 5. 36893 dan nilai probabilitasnya senilai 0. 068430 yang memiliki arti jika data distribusi normal karena nilai JB dan nilai probabilitasnya > 0,05. Uji Multikolinearitas Tabel 1. Bisa dilihat dari tabel 1, hasil dari uji multikolinearitas dengan melihat hasil korelasi X1 dan X2 sebesar 0,887790 dan apabila hasil korelasi < 0,90 tidak terjadi multikolinearitas sedangkan jika hasil korelasi menunjukan hasil > 0,90 multikolinearitas karena batas nilai korelasi yaitu 0,90. Kemudian dapat korelasi kurang dari 0,90, maka bisa Ekono Insentif - 113 Pipit Mutiara. Surya Ramadhan. Faizal Hamzah multikolinearitas antara variabel bebas atau variabel independen. Uji Heteroskedastisitas Gambar. Bisa dilihat di gambar 2, grafik scartterplor Kemudian apabila hasil dari grafik scartterplor kemudian titik-titik tersebar secara teracak di atas dan juga di bawah dan titik-titik tidak menjadi suatu model spesifik jadi tidak terjadi heteroskedastisitas dikarenakan heteroskedastisitas terjadi apabila bila dilihat pada titik-titik pada grafik scartterpor tidak menyebar dan titik-titik dalam grafik scartterplor membentuk suatu pola tertentu (Sugiyono & Susanto Sehingga bisa dijelaskan jika tidak terjadi heteroskedastisitas dikarenakan titik-titik tidak membuat model spesifiik kemudian titik-titik tersebar secara acak. Uji Autokorelasi Tabel 2. Berdasar tabel 2, dapat dijelaskan bahwa setelah melakukan uji autokorelasi memakai metode Durbin-Watson Test, nilai yang didapatkan yaitu 2,227940 yang kemudian dibandingkan dengan DW tabel dengan mencari nilai DL dan DU. Adapun kriteria untuk mencari tabel DW adalah jumlah variabel independen (K) = 2, jumlah sampel . = 32, tingkat signifikan 95% dan c = 5%. Nilai DL yang didapat dari tabel DW senilai 1,3093 dan nilai DU senilai 1,5736. Dapat dihitung nilai 4-DL lalu 4-DU yaitu: 4-DL = 4 Ae 1,3093 = 2,6907 4-DU = 4 Ae 1,5736 = 2,4264 Berdasarkan data hitung dan data tabel tersebut, bisa diketahui bila nilai DW ada di antara nilai DU dengan 4-DU dan sesuai dengan kriteria Durbin-Watson Test yang mana DU < DW < 4-DU atau 2,4264 < 2,227940 < 1,5736 maka dari itu menggunakan Durbin-Watson dapat Analisis Koefisien Korelasi Tabel 3. Berdasarkan dari tabel 3, hasil analisis koefisien korelasi dapat dijelaskan bahwa hubungan erat diantara variabel bebas dan variabel teikat yakni. Hubungan diantara laba akuntansi dan return saham yaitu sebesar 0,237528 maka memiliki korelasi ke arah positif dan searah artinya ketika laba akuntansi naik sehingga return saham juga naik karena nilai 0,237528 mendekati angka 1 yang artinya apabila r = 1 ataupun mendekati 1 sehingga hubungan diantara variabel independen ada hubungan yang kuat dengan variabel dependen dan memiliki hubungan searah (Sugiyono, 2. Ekono Insentif - 114 PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM Hubungan diantara arus kas dan return saham yaitu senilai -0,107744 maka berlawanan, artinya ketika arus kas naik sehingga return saham turun karena nilai -0,107744 mendekati angka -1 yang berarti apabila nilai r = -1 ataupun mendekati -1 sehingga hubungan diantara variabel independen dan Analisis Koefisien Determinasi Tabel 4. Berdasarkan dari tabel 4, bisa dijelaskan jika analisis koefisien diperoleh nilai RSquare senilai 0,818769 = 0,818 . ,8%) Hal ini menunjukan bahwa persentase sebesar 81,8% menunjukan variabel laba akuntansi (X. bersama arus kas (X. ada pengaruh kuat kepada return saham (Y). Sedangkan sisanya sejumlah 18,2% terpengaruh oleh variabel lain yang tidak dimasukan pada penelitian ini. Sehingga koefisien determinasi variabel laba akuntansi (X. bersama arus kas (X. ada pengaruh kepada return saham (Y). Analisis Regresi Berganda Tabel 5. Berdasar dari tabel 5, bisa dijelaskan bahwa persamaan regresi linier berganda yang dipakai di penelitian ini ialah: Return 0,025853 0,039386. Laba Ae 0,022891. Arus kas Dari persamaan regresi linier berganda yang dipergunakan di penelitian ini bisa diterangkan Konstanta dengan nilai sejumlah 0,025853 menunjukan jika jika seluruh variabel bebas sama dengan nol sehingga return saham bernilai 0,025853. Kemudian Laba akuntansi dengan nilai sebesar 0,039386 artinya menunjukan jika laba akuntansi ada pengaruh positif Hal mendeskripsikan jika laba akuntansi naik satu satuan dan asumsi variabel lain sama sehingga dapat menaikan return saham sejumlah 0,039386. Sedangkan Arus kas bernilai sejumlah -0,022891 memiliki arti yang menujukan jika arus kas mempunyai pengaruh negatif kepada return saham. Hal ini memiliki arti apabila jika arus kas naik satu satuan dan asumsi lain sama sehingga arus kas dapat menyebabkan penurunan pada return saham sebesar -0,022891. Uji T (Parsia. Tabel 6. Berdasar dari tabel 6, maka hasil perhitungan t-hitung, didapat nilai t-hitung sejumlah 2,212715 dengan signifikan senilai 0,0349 yang memiliki arti jika nilai t-hitung laba akuntansi lebih tinggi dari ttabel yakni 2,212715 > 2,045 kemudian nilai signifikan lebih rendah dari kategori signifikan yakni 0,0349 < 0,05. Hasil ini menunjukan jika H0 ditolak lalu Ha diterima bila nilai t-hitung < t-tabel ataupun apabila nilai signifikan > 0,05. Maka dari itu laba akuntansi secara parsial mempunyai pengaruh signifikan kepada return saham. Sedangkan hasil perhitungan t-hitung didapat nilai t-hitung sejumlah -2,229021 dengan signifikan senilai 0,0337 ini menunjukan jika nilai t-hitung arus kas lebih rendah dari t-tabel dua arah ialah 2,229021 < 2,045 kemudian nilai signifikan lebih rendah dari taraf signifikan yaitu 0,0396 < 0,05. Maka dari itu arus kas secara parsial tidak ada pengaruh signifikan kepada return saham. Ekono Insentif - 115 Pipit Mutiara. Surya Ramadhan. Faizal Hamzah Uji F (Simulta. Tabel 7. Berdasar dari tabel 7, didapat nilai Fhitung yaitu senilai 65,50843 dengan nilai signifikan 0,000000. Maka ini memiliki arti bila nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel 65,50843 > 3,34 lalu nilai signifikan lebih rendahhdari taraf signifikan 0,000000 < 0,05. Oleh karena itu H0 ditolak kemudian Ha diterima bila nilai F-hitung > F-tabel ataupun jika nilai signifikan < 0,05 sehingga laba akuntansi bersama arus kas ada pengaruh signifikan kepada return saham secara simultan. PENUTUP Berdasar dari hasil penelitian lalu penjelasan mengenai pengaruh laba akuntansi dan arus kas berpengaruh kepada return saham di perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang tercatat dalam BEI tahun 20182021, maka dapat dibuat kesimpulan Kondisi laba akuntansi pada perusahaan mengalami kondisi yang cukup baik karena laba cenderung meningkat setiap tahunnya walaupun ada beberapa perusahaan yang mengalami penurunan laba akuntansi. Kondisi arus kas pada perusahaan mengalami kondisi yang cukup baik dikarenakan arus kas cenderung lebih naik setiap tahunnya walau ada perusahaan yang arus kas nya Kondisi return saham pada perusahaan mengalami kondisi yang kurang baik karena nilai return saham cenderung menurun setiap tahunnya walaupun ada beberapa perusahaan yang return sahamnya naik. Laba akuntansi memiliki pengaruh kuat dan searah kepada return saham dikarenakan apabila laba akuntansi meningkat return saham ikut meningkat. Arus kas tidak ada disebabkan oleh apabila arus kas meningkat sehingga return saham Laba akuntansi dengan arus kas secara bersamaan ada pengaruh kepada return saham. Pada hal ini perusahaan memakai cara dengan melihat laba dengan arus kas perusahaan yang dijadikan pedoman untuk investasi. DAFTAR PUSTAKA