Copyright A 2022 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 1, 2022 Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium di SMK Dewantara Adriani *1. Dedy Abdianto Nggego 2. Risal Mantofani Arpin 3 1 Ae 3 Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo *1 adriani@atidewantara. 2 dedyabdianto@atidewantara. risalmantofani@atidewantara. Abstrak Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini sebagai bentuk optimalisasi terhadap pengelolaan laboratorium. Laboratorium sebagai sarana dan prasarana pembelajaran yang penting pada pendidikan kejuruan untuk mendukung pengalaman langsung terhadap pengaplikasian teori. Kegiatan pengabdian dilakukan di SMK Dewantara dengan tujuan membenahi berbagai hal berkaitan manajemen laboratorium. Kegiatan diawali dengan observasi yang dilanjutkan kegiatan pendampingan, pembenahan, dan inventarisasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu agar mampu mendukung kegiatan pembelajaran sehingga praktikum dapat berjalan lebih kondusif. Pengabdian yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan diharapkan setelahnya, pihak sekolah dapat menerapkan proses manajamen laboratorium yang lebih baik. Kata Kunci: laboratorium, optimalisasi, manajemen laboratorium Pendahuluan Sebagai bentuk upaya penyiapan sumber daya manusia yang siap kerja, maka dibentuklah sistem pendidikan kejuruan yang berorientasi pada keterampilan peserta Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 15 menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didiknya bekerja dalam bidang tertentu untuk mengisi kebutuhan dunia kerja. Dijelaskan pula mengenai standar sarana dan prasarana dalam Lampiran Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008 bahwa standar sarana dan prasarana untuk lingkup pendidikan formal yaitu pendidikan menengah kejuruan mencakup: . kriteria minimum sarana meliputi perabot, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap SMK/MAK, dan . kriteria minimum prasarana meliputi lahan, bangunan, ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki olah setiap SMK/MAK. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah penyiapan dan pengelolaan ruang akademik khusus atau laboratorium sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Menurut Rasyid dan Nasir yang dikutip dari (Nisa et al. , 2. , laboratorium merupakan tempat pengaplikasian teori, pengujian, pembuktian, penelitian dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang Menurut Arikunto dalam (Putro & Triyono, 2. , pengelolaan prasarana ruang laboratorium meliputi. perencanaan ruang, organisasi prasarana ruang, koordinasi prasarana ruang, pelaksanaan prasarana ruang dan pengendalian https://jurnal. id/index. php/singkerru/article/view/130 Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. prasarana ruang laboratorium. Sementara itu, pengelolaan secara umum terdiri atas empat aspek yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Berdasarkan observasi awal pada SMK Dewantara, diketahui bahwa saat ini, laboratorium SMK Dewantara belum dikelola dengan optimal sehingga dalam pemanfaatannya belum mampu mendukung pembelajaran secara komprehensif. Menurut Indrawan et al. , manajemen lab yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, pemanfataan fasilitas yang efektif dan efisien, serta administrasi lab yang Masalah umum yang dihadapi oleh SMK Dewantara antara lain ketersediaan sarana laboratorium yang belum lengkap, perawatan dan perbaikan yang belum maksimal. SOP penggunaan lab masih belum teratur, pemeriksaan alat dan bahan secara berkala tidak dapat dilaksanakan karena belum adanya tenaga laboran, dan pembersihan serta perawatan alat yang telah digunakan untuk praktikum masih belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukanlah pengabdian sebagai bentuk optimalisasi pengelolaan laboratorium di SMK Dewantara yang bertujuan untuk membenahi berbagai hal yang dianggap perlu seperti inventarisasi/database alat dan bahan laboratorium, serta meningkatkan kinerja pengelolaan dan penggunaan laboratorium. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada bulan Januari yang berlokasi di SMK Dewantara dan dilaksanakan oleh dosen Akademi teknologi Industri Dewantara Palopo dengan melibatkan mahasiswa selama kegiatan Pengabdian yang dilakukan ditujukan untuk laboratorium dan pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan terhadap laboratorium di SMK Dewantara. Kegiatan diawali melalui proses observasi berupa diskusi dan survei untuk mengetahui kondisi secara umum serta langkah-langkah yang perlu dilakuka selanjutnya. Dalam hal pelaksanaannya, kegiatan pengabdian untuk optimalisasi pengelolaan laboratorium dilakukan melalui pendampingan, pembenahan, dan inventarisasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu. Gambar 1. Lokasi Kegiatan Vol. No. 1, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai bentuk optimalisasi terhadap pengelolaan laboratorium agar mampu mendukung proses pembelajaran secara Berdasarkan observasi awal yang dilakukan melalui diskusi dan survei diketahui ketersediaan sarana laboratorium belum lengkap, perawatan dan perbaikan yang belum maksimal. SOP penggunaan lab masih belum teratur, pemeriksaan alat dan bahan secara berkala tidak dapat dilaksanakan karena belum adanya tenaga laboran, model layout dari laboratorium belum tertata dengan baik, dan pembersihan serta perawatan alat digunakan untuk praktikum masih belum Pengelolaannya dan pemanfaatan laboratorium yang belum optimal tersebut tentunya berpengaruh dalam mendukung tujuan pembelajaran secara Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Berdasarkan permasalahan dan gambaran yang diperoleh pada tahap observasi, kemudian dipilihlah langkah pendampingan dengan melakukan beberapa pembenahan yang diperlukan agar laboratorium serta manajemennya lebih tertata. Dalam pendampingan, dilakukan kegiatan bersih dan penataan laboratorium. Kemudian membuat pemodelan atau pengaturan ulang terhadap layout laboratorium agar kegiatan praktikum dapat berjalan lebih kondusif. Di saat yang bersamaan dilakukan inventarisasi terhadap alat dan bahan untuk mengidentifikasi layak tidaknya digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Hasil inventarisasi kemudian digunakan sebagai database laboratorium. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Kesimpulan Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini berupa kegiatan pendampingan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dengan melakukan optimalisasi pengelolaan terhadap laboratorium. Selanjutnya, diharapkan pihak sekolah dapat menerapkan proses manajamen laboratorium yang baik sehingga proses pembelajaran khususnya kegiatan praktikum dapat berjalan lebih kondusif dan kinerja pengelolaan laboratorium dapat lebih ditingkatkan. Referensi