P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PEREKAM MEDIS DI HERMINA DAAN MOGOT Akka Latifah Jusdienar, 2Indri Astuti, 3Ratnawita, 4Hadi Mulyo Wibowo. Risnawati Manajemen. Universitas Mitra Bangsa. Jakarta E-mail : 1akkalatifahjusdienar@umiba. id 2indriastuti@umiba. ratnawita@umiba. id, 4hadimulyowibowo@umiba. risnawati1106@gmail. ABSTRAK Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami bagaimana stres kerja dan motivasi kerja mempengaruhi kinerja secara sebagian maupun secara bersamaan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan sampel berupa Sampel jenuh. Teknik sampel jenuh adalah metode pengambilan sampel di mana semua individu dalam populasi digunakan sebagai sampel. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan uji hipotesis dengan uji t didapatkan nilai signifikan stress kerja sebesar 0,922 > 5%, . ,922 > 0,. , dan nilai signifikan motivasi sebesar 0. 000 < 5%, . ,000 < 0,. Dengan demikian, kesimpulannya adalah bahwa: stres kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis, akan tetapi motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis. Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji F, diperoleh nilai signifikansi F hitung sebesar 0. 000, yang berarti nilainya kurang dari 5% . 000 < 0. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat Bukti yang memadai untuk menolak hipotesis nol (H. dan menerima Hipotesis alternatif, atau Ha, diterima sementara hipotesis nol, atau Ho, ditolak. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa stres kerja dan motivasi secara bersamaan berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit. Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis. Kata kunci: stress kerja, motivasi kerja, kinerja,karyawan ABSTRACT The objective of this study is to establish the influence of work stress and work motivation, partially and simultaneously on the performance of Hermina Daan Mogot Hospital employees, especially in the medical record section. This research uses a descriptive type of research with a quantitative approach. In this study, the authors used a sampling technique in the form of a saturated sample. A saturated sample is a sample determination The method involves utilizing all members of a population as In accordance with the findings of the conducted research based on hypothesis tests with t tests, significant values of work stress were obtained of 922 > 5%, . 922 > 0. , and significant motivational values of 0. 000 < 5%, . , so it can be concluded that: partial work stres does not have a significant effect on employee performance at Hermina Daan Mogot Hospital. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 especially in the medical record section, however, motivation partially has a significant effect on the performance of employees at Hermina Daan Mogot Hospital, especially in the medical record section. According to the hypothesis test using the F test, the obtained significance value was the calculated F was 000, meaning < 5%, . Dengan demikian, karena nilai signifikansi 0. 000 lebih kecil 05, maka hipotesis alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. Sehingga that It can be inferred that the work. Stres and motivation concurrently exert a significant impact on employee performance at Hermina Daan Mogot Hospital, especially in the medical record section. Keywords: mengalami Stres atau tekanan memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi fisik Stres terjadi ketika lingkungannya atau merasa terbebani oleh Tekanan yang timbul, baik dari internal maupun eksternal. tidak selalu bersifat negatif. Stres juga Tergantung dari pola fikir masing-masing Stres bersifat positif apabila Dengan stres manusia akan berusaha lebih keras dan lebih maksimal dari sebelumnya, kinerja mereka. Tetapi apabila PENDAHULUAN Stress Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 stres berlebihan maka dampak (Cokorda Istri Ari Sintya Dewi, & I Made Artha Wibawa, 2. Stres karyawan merasa tertekan dan Jika kehilangan kemampuan untuk Tingkat stres yang tergantung dari daya tahan P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. lain-lain. Mengklasifikasikan sumbersumber berdasarkan asalnya, yang Begitu pula pada karyawan Rumah Sakit Hermina Daan lingkungan kerja dan yang Mogot khususnya perekam kedua berasal dari faktor di medis yang menjadi objek dalam penelitian ini juga tidak (Siagian, 2. luput dari stres kerja. Menurut John Suprihanto Ciri-ciri sebagaimana dikutip dalam yang mengalami stess adalah Sunyoto mudah marah, emosi yang tidak stabil, sikap tidak mau bekerja sama, tidak dapat itu perusahaan harus mampu Kebisingan, sehingga tidak mengganggu Penyebab fisik, yang kesulitan tidur. Oleh karena dengan konseling, pemberian walaupun tegangan motivasi yang memenuhi rasa yang berlebihan juga suasana kerja yang nyaman Kelelahan, pembagian beban kerja yang dapat menimbulkan Faktor-faktor menurut Sondang P. Siagian Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 yang pada gilirannya baru dalam pekerjaan menimbulkan stres tanpa disadari. atau organisasi. Ancaman Pergeseran seperti tingkat kontrol yang terlalu ketat dari perubahan pola kerja atasan, dapat membuat yang kontinu, bisa menimbulkan stres menimbulkan stres. telah terbiasa dengan . Percepatan, stres bisa Beban kerja Pekerjaan yang terlalu berat dapat menimbulkan tekanan pada seseorang, kerja yang dituntut. Ambiguitas, dapat menyebabkan stres. Ini terjadi karena adanya harus dilakukan dapat keahlian, kecepatan kerja, dan volume kerja yang keraguan, yang pada terlalu tinggi. menimbulkan stres. Sifat Umpan . Situasi baru dan asing. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 kerja dapat membuat P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Stres Kerja Menurut Quick tidak puas karena tidak mengetahui seberapa baik kinerjanya. menjadi dua, yaitu : (Veithzhal. Kebebasan Kebebasan Eustres . tres positi. Eustres Ini dianggap menyenangkan. Bagi sebagian karyawan, merupakan respons yang Hal mencakup kesejahteraan akhirnya dapat menjadi organisasi yang terkait sumber stres. fleksibilitas, kemampuan Kesulitan kinerja yang tinggi. Masalah-masalah yang dialami di rumah, seperti konflik dalam hubungan Distres . tres negati. Distres Ini adalah hasil keuangan, atau perceraian, stres yang tidak sehat, negatif, dan destruktif. Dampaknya (Sunyoto, 2. individu dan organisasi LANDASAN TEORI Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 pekerjaan dengan tujuan penurunan kinerja, dan bahkan kematian. Motivasi kerja karyawan adalah kondisi Motivasi Kerja Motivasi merupakan faktor yang bersedia bekerja dengan tekun dan antusias untuk mencapai hasil kerja yang (Hasibuan, 2. (Sunyoto. Menjelaskan keadaan yang mendorong keinginan individu untuk Ae kegiatan tertentu untuk mencapai keinginannya. Berdasarkan motivasi kerja merujuk karyawan untuk mencapai pelaksanaan tugas. semangat individu atau Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 Kinerja Karyawan Prestasi seorang karyawan adalah karena setiap karyawan kemampuan yang berbeda tugas-tugasnya. Prestasi kerja merupakan sarana aktivitas dan hasil kerja pegawai sesuai dengan Beberapa karyawan menurut para P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. berikut:"Kinerja karyawan pada dasarnya kesungguhan, dan waktu yang diinvestasikan dalam sehingga indikator yang tersebut (M. Hasibuan. Dengan demikian, sebagai evaluasi terhadap kepentingan organisasi itu perilaku kerja, dan hasil (Suwatno Priansa, 2. kerja yang berkontribusi Menurut A. Anwar pada pencapaian tujuan Prabu Mangkunegara. Kinerja perusahaan. Dalam pada dasarnya, merupakan "Manajemen Sumber hasil dari aktivitas dan Daya Manusia kegiatan yang terjadi di Di Perusahaan", disampaikan pengaruhnya dipengaruhi adalah hasil dari pekerjaan oleh kondisi internal dan eksternal organisasi untuk seorang karyawan dalam mencapai sasaran yang kuantitas, sesuai dengan tugas yang telah diberikan "Ay. (Mangkune kecerdasan, keterampilan, gara, 2. "Prestasi AuPrestasi kerja adalah persepsi peran, kondisi hasil dari tugas-tugas yang kerja, dan lain sebagainya. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 Pengaruh dari luar korelasi saling memengaruhi antara variabel-variabel hubungan sebab dan akibat, atau . stijanto, 2010:. Peneliti menggunakan data kuntitatif persaingan di pasar, nilai- yang diperoleh dari data responden nilai masyarakat, serikat melalui kuisioner untuk menjawab pekerja, kondisi ekonomi, pertanyaan penelitian mengenai stres perubahan lokasi kerja, dan situasi pasar. Prestasi kerja (X. , motivasi kerja (X. dan kinerja karyawan (Y). Variabel X1 dan X2 sebagai variabel kerja karyawan penting bebas . ndependent variabe. , adalah variabel yang diteliti pengaruhnya . ependent variabe. Sedangkan penugasan tugas, promosi, variabe. atau terpengaruh oleh faktor . ependent dan pelatihan, variabel X . ependent variabe. serta berbagai kebutuhan Adapun variabel yang menjadi objek lain yang memengaruhi pengamatan dalam penelitian ini akan didefinisikan dan dijelaskan sebagai indikator penelitian pada masingbagi diantaranya sebagai berikut : Variabel Indepnden (X. = stres kerja, (X. diambil dari teori Sondang P. METODOLOGI Jenis Penelitian Desain Penelitian yang Dalam penelitian ini, pendekatan kausal digunakan Siagian asalnya, yaitu : Sondang P. Siagian Klasifikasi sumber- untuk menguji hubungan sebab-akibat atau hubungan saling mempengaruhi asalnya, yang pertama berasal dari antara variabel-variabel yang sedang lingkungan kerja dan yang kedua Penelitian berasal dari faktor di luar lingkungan Tujuan utama adalah untuk mengonfirmasi Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 (Siagian, 2. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. berdasarkan teori dari A. Anwar Prabu Mangkunegara yaitu: Variabel Indepnden (X. = Motivasi AuKinerja adalah hasil dari pekerjaan Sebagai indikator untuk variabel (X. motivasi diambil berdasarkan teori karyawan, baik dari segi kualitas dari ( M . H a s i b u a n , 2 0 1 2 ) . maupun kuantitas, sesuai dengan Terdapat dua metode motivasi yaitu: Ay. (Mangkunegara,2. Motivasi langsung Motivasi langsung merujuk pada insentif, baik materiil Berdasarkan teori ini maka yang maupun non-materiil. Insentif yang dijadikan sebagai indikator untuk langsung diberikan kepada karyawan kinerja karyawan dapat dilihat dari : Kualitas kerja. Ini dapat meliputi . Kuantitas kerja. pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, bonus, dan pengakuan atas jasa Stres Kerja yang telah diberikan. Ketidak mengertian tanggung jawab. Motivasi tidak langsung adalah bentuk fasilitas-fasilitas motivasi di mana yang diberikan Konflik . Ketidak cukupan waktu dalam melaksanankan perkerjaan. Ruang kerja yang tidak memadai. Penyelesaian pekerjaan dengan segera. termotivasi untuk menjalankan tugas . Tempat kerja yang tidak sehat. Contohnya termasuk fasilitas . Tidak tersediannya layanan yang mendukung pekerjaan. ruang kerja, lingkungan kerja, dan penempatan yang sesuai. Faktor- Kinerja Karyawan faktor ini memiliki pengaruh besar Quality, (Kualita. Quantity, (Kuantita. Timeliness, (Ketepatan Wakt. produktivitas mereka. Cost effectiveness, (Efektivitas Biay. Pengawasa. Variabel Dependen (Y) = kinerja Sebagai indikator untuk variabel (Dampak antar pribad. (Y) Need for supervision, (Keperluan Interpersonal impact. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 Motivasi Kerja menggunakan kuesioner dengan skala Meningkatkan moral Likert. Tabel 1. Meningkatkan produktivitas kerja Mempertahankan Skala Likert Penilaian Sangat Tidak Setuju Meningkatkan kedisiplinan karyawan. Tidak Setuju Mengefektifkan pengadaan karyawan. Netral Meningkatkan loyalitas. Setuju Sangat Setuju Meningkatkan Mempertinggi Populasi dan Sampel Populasi Menurut Menurut Sugiyono . 2, p. AuPopulasi merupakan kumpulan Populasi adalah sekumpulan obyek atau subjek dengan atribut tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti untuk Gambar 1 dipelajari dan kemudian diambil sampelnya. Kerangka Pemikiran objek yang berkaitan dengan penelitian yang stres kerja (X. penulis lakukan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot, khususnya pada staf rekam medis sehingga penulis menentukan populasi data yang ada, yaitu seluruh karyawan yang karyawan(Y) bekerja di unit rekam medis yang berjumlah 50 motivasi kerja (X. Metode Sampel Penngumpulan digunakan adalah kuesioner yang disusun oleh peneliti sendiri. Menurut Sugiyono ( 2020: . , instrument penelitian adalah alat yang digunakan Instrumen Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 Pada umumnya sampel merupakan sebagian dari populasi yang diteliti dan dipandang sebagai wakil dari populasi. Sampel yang diambil harus mempunyai atribut atau ciri atau karakteristik yang ada dalam populasi. Sampel yang akan diambil pengambilan sampel. Teknik yang dipakai untuk menetapkan dan mengambil obyek yang akan dijadikan sampel disebut sampling. Sampel merupakan sebagian dari jumlah dan Untuk menentukan jumlah sampel, digunakan teknik sampling. Teknik sampling P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. merupakan metode yang digunakan teknik pengambilan sampel. (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan teknik pengambilan sampel yang disebut Sampel Jenuh. Sampel jenuh adalah metode penentuan sampel di mana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik ini juga dikenal sebagai sensus, di mana semua anggota (Sugiyono,1999:. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini yang peneliti lakukan pada Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada mengeahui pengaruh Stres kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 Table 12Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin Tabel 2 Jenis Kelamin Persentase Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah Responden Sumber: diolah Uji Reliabilitas mengevaluasi seberapa konsisten sebuah alat ukur dalam memberikan hasil yang seragam ketika digunakan berulang kali atau dalam situasi yang berbeda. Metode yang reliabilitas adalah melalui nilai alpha Cronbach's. Sebuah variabel dianggap reliabel jika nilai alpha Cronbach's nya Ou 0,6. Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dari satu atau lebih variabel independen (X. stres kerja dan variabel X2 motivasi terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis sebagai variabel Y. Table 6 Hasil Determinasi Dari tabel di atas terlihat bahwa yang laki-laki penelitian ini lebih sedikit yaitu 4 orang atau 31% sedangkan responden perempuan sebanyak 9 orang atau 69%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji Validitas digunakan untuk menilai sejauh mana setiap pertanyaan dalam kuesioner secara tepat mencerminkan konsep atau variabel yang diukur. Pertanyaan dikatakan valid jika mereka dapat secara efektif mengukur aspek yang ingin diungkapkan melalui kuesioner. Metode yang diterapkan untuk menguji validitas adalah korelasi product moment dari Pearson, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Model R Pengujian Koefisien Std. Error of Adjusted the Square R Square Estimate Model Summary Predictors: (Constan. Motivasi. Stres Kerja Sumber : Hasil Pengolahan Data Dari data yang tertera pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai koefisien penentu/ determinasi (R. R Square sebesar 0,375, dengan demikian stres kerja dan Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 motivasi memiliki kontribusi sebesar 37,5% terhadap kinerja karyawan di Ruamh Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada karyawan rekam medis, dan sisanya sebesar 62,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak penulis teliti. Hasil Pengujian Hipotesis dengan Uji F dan Uji T Hasil Uji F Uji F dilakukan untuk menentukan apakah terdapat signifikansi dari pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Proses pengujian ini melibatkan perbandingan nilai signifikansi dari F hitung. Adapun rumusan hipotesanya adalah sebagai berikut : Ho = stres kerja serta motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada karyawan rekam medis. Ha = Stres Kerja serta motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis. Sumber : Hasil pengolahan data Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel X1 . tres kerj. dan variabel X2 . memiliki signifikansi yang sangat tinggi, yakni 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, maka Ha . ipotesis alternati. diterima dan Ho . ipotesis nihi. ditolak, artinya secara simultan stres kerja serta motivasi berpengaruh signifikan terhadap pada karyawan Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk mengevaluasi apakah ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya . dalam model regresi linier. Kehadiran korelasi Metode digunakan untuk menguji apakah ada autokorelasi atau tidak adalah uji Durbin-Watson (D-W). Table 10 Hasil Pengujian Autokorelasi Table 7 Hasil Uji F ANOVA Model Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: kinerja karyawan Predictors: (Constan. , motivasi, stres Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 Model Square Adjusted R Square Std. Error of Estimate DurbinWatson Model Summary Predictors: (Constan. , motivasi, stres Dependent Variable: kinerja karyawan Sumber : Hasil Pengolahan Data P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Berdasarkan uji autokorelasi yang telah dilakukan maka didapat nilai DurbinAe Watson sebesar 1,976. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengatahui Aupengaruh stres kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medisAy. Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan Analisa . engan uji . Uji Hipotesis Hasil dari pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan adanya nilai signifikansi yang diperoleh. stres kerja sebesar 0,922 > 5%, . ,922 > 0,. , dan nilai signifikan motivasi Dengan angka 0. 000 kurang dari 5%, . 000 < 0,. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa: stres kerja secara parsial tidak memberikan dampak yang signifikan pada kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis akan tetapi motivasi Secara sebagian. Memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit. Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis. Berdasarkan Analisa . engan uji F) Uji Hipotesis Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji F, diperoleh nilai signifikansi F hitung sebesar 000, yang berarti nilainya kurang Dengan nilai kurang dari 5% . 000 < 0. , maka dapat diambil kesimpulan bahwa bahwa terdapat Bukti yang memadai untuk menolak hipotesis nol (H. dan menerima hipotesis alternatif. Hipotesis alternatif (H. diterima, sementara hipotesis nol (H. Dengan disimpulkan bahwa diambil kesimpulan Artinya, stres kerja serta motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam Berdasarkan Hasil Analisa Penentu (Determinas. Koefisien Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai (R Squar. = 0,375, menunjukkan bahwa stres kerja dan motivasi memberikan kontribusi sebesar 37,5% terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot khususnya pada bagian rekam medis, dan sisanya 62,5% Pengaruhnya juga dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak diselidiki oleh penulis, seperti lingkungan kerja, pelatihan, dan DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA