Excellent Midwifery Journal Volume 6 No. Oktober 2024 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 HUBUNGAN LAMANYA HEMODIALISA DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH SUDIRMAN JAKARTA Windri Taufik1. Lenny Lusia Simatupang2 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh Email: lennylusia30@gmail. ABSTRACT A patient with chronic kidney failure is someone who experiences permanent kidney damage where the patient requires renal replacement therapy, so that they are able to survive independently. The main goal of hemodialysis therapy is to restore the balance of intracellular and extracellular fluids that are disturbed due to damaged kidney function. Anemia experienced by dialysis patients is a common complication whose prevalence increases from 8% grade 1 to 53% grade 5 who do not receive dialysis (Michalopoulos al, 2. The results of a preliminary study conducted in the Hemodialysis Room of Murni Teguh Sudirman Hospital. Jakarta, obtained 28 CKD patients undergoing routine hemodialysis from January to June 2024. The purpose of this study was to determine the relationship between the duration of hemodialysis and the incidence of anemia in chronic kidney failure patients at Murni Teguh Sudirman Hospital. Jakarta. The research design used in this study was an analytical observational study with a cross-sectional approach. analytical observational research. The sample in the study was 28 respondents using total sampling, statistical tests using Spearman rank, the study took place on July 10-August 10, 2024. The results of the study There is a Relationship Between the Duration of Hemodialysis and the Occurrence of Anemia in Chronic Kidney Failure Patients at Murni Teguh Sudirman Hospital. Jakarta with the results of the Spearman rank test data analysis obtained p value = 0. 043 which means it is smaller than = 0. 05 with a correlation confficient level of 0. 826 and a positive relationship direction. Keywords: Long HD. Anemia LATAR BELAKANG Berdasarkan data dari The Global Burden of Chronic Kidney Disease prevalensi penyakit gagal ginjal kronik menjangkau sebanyak 29,3 % dan konsisten mengalami peningkatan sebanyak 42,5% ditahun 2017. Berdasarkan The United States Renal Data System 2018 terdapat prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebanyak 785. ,2%), sedangkan ditahun 2017 sebanyak 761. 9%). Adapun prevalensi penyakit ginjal stadium tahakhir (End Stage Renal Diseas. 2017 333 kasus per juta orang, dimana terjadi kenaikan 4,7% pada tahun 2018 sebanyak 88 per juta orang kasus dengan jumlah kasus sebanyak 7. 421 kasus per juta orang (USRDS, 2. Menurut RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasa. prevalensi penyakit GGK di Indonesia pada tahun 2018 berjumlah Sedangkan prevalensi penderita GGK menurut diagnosa dokter di daerah provinsi DKI Jakarta sebanyak 28. ,45%) dan provinsi dengan proporsi hemodialisa di DKI Jakarta sebanyak . ,71%) (Kemenkes RI. Terapi hemodialisa merupakan suatu terapi yang menggunakan teknologi tinggi sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sampah metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia. Tujuan intraseluler dan ekstraseluler yang terganggu akibat fungsi ginjal yang rusak. Biasanya pasien akan menjalani terapi hemodialisis seumur hidup. Pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa berhubungan dengan gejala fisik dan komplikasi seperti penyakit jantung, anemia, gangguan tidur yang dapat disebabkan oleh uremia, selain itu adanya gastrointestinal menyebabkan dampak bagi kualitas hidup penderita (Sinuraya, 2. Terapi transplantasi Di Indonesia hemodialisa dilakukan 2-3 kali seminggu yang pada tiap hemodialisanya berdurasi kurang lebih 4-5 jam (Fadhilah, 2. Tindakan hemodialisa yang dilakukan oleh pasien bisa menimbulkan masalah Kesehatan yang menyertai yaitu meningkatnya kecendrungan perdarahan dan infeksi serta terjadi anemia. Fatigue dan kelelahan juga merupakan keluaha utama pasien yang menjalani hemodialisa dan bisa diatasi dengan pemberian akupressur dan latihan napas dalam. (Simatupang, 2. Anemia yang dirasakan oleh pasien dialysis adalah komplikasi umum yang prevalensinya meningkat 8% derajat 1 sampai 53% derajat 5 yang tidak menerima dialysis (Michalopoulos al, 2. Pasien gagal ginjal kornik sebanyak 80% sampai 90% mengalami anemia, terutama jika sudah sampai derajat 3. Menurut Kidney Early Evaluation Program (KEEP) and National Health and Nutrition Examinantion Survey (NHANES) tahun 19992004 dijelaskan proporsi populasi anemia pada pasien gagal ginjal kronik sekitar 73,8% (Hidayat, 2. Factor penyebab anemia yang dirasakan oleh pasien gagal ginjal kronik yang pertama terjadi karena penurunan eritropoietin. Penelitian sebelumnya oleh Retni & Ayuba . menunjukan ada hubungan antara lama pasien gagal ginjal kronik menjalani hemodialisis rutin dengan anemia mengungkapkan nilai fisher exact sebesar 0,000 ( < 0,. , lama hemodialisis berperan aktif dengan masalah anemia karena hilangnya darah karena durasi cukup lama dari terapi Hasil penelitian lain terkait dengan anemia yang dijalankan oleh Maqrifah . memperoleh hasil nilai p value 0,138 mengungkapkan tidak ada hubungan antara lama menjalani hemodialisi dengan kadar hemoglobin, tetapi pasien yang telah menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Femomena yang sering ditemui pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis yaitu anemia dan kelelahan. Anemia pada pasien gagal ginjal kronik ini terutama terjadi karena defisiensi hormon hemoglobin menurun sehingga menyebabkan anemia (Suyatno, 2. Selain itu , semakin lama pasien menjalani hemodialisis kadar hemoglobin akan semakin menurun yang juga bisa disebabkan karena luka mekanik sel darah merah sewaktu proses hemodialisis (Agustina & Wardani, 2. Hipotesis pada penelitian ini yaitu ada hubungan lamanya hemodialisa dengan terjadinya anemia pada pasien gagal ginjal di ruang hemodialisa Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien di ruang HD Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta sebanyak 28 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total Total sampling adalah Teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi (Sugiyono, 2. Alasan mengambil total sampling karena menurut Sugiyono . jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 28 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2024 di ruang HD RS Murni Teguh Sudirman Jakarta. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui rekam medis dan lembar observasi yang diisi pada lembar checklist Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman untuk melihat hubungan lamanya Hemodialisa dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. HASIL Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 di ruang HD Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Responden pada penelitian ini berjumlah 28 responden yaitu pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Hasil penelitian ini dianalisis berdasarkan analisis univariat untuk melihat karakteristik responden penelitian dan analisis bivariat untuk melihat hubungan masing-masing variabel penelitian. Dapat dijelaskan bahwa jumlah responden terbanyak berjenis kelamin Perempuan sebanyak 21 responden . 0%), sedangkan responden yang berjenis laki-laki sebanyak 7 responden . 0%). Jumlah responden terbanyak dengan usia > 36 tahun sebanyak 20 responden . 4%), sedangkan responden dengan usia 25-35 tahun sebanyak 8 . 6%). berpendidikan SMA sebanyak 12 responden . 9%), sedangkan responden berpendidikan SMP sebanyak 7 responden . 0%), berpendidikan SD sebanyak 3 responden . 7%) dan perguruan tinggi sebanyak 6 responden . 4%). jumlah responden terbanyak yang bekerja swasta sebanyak 16 responden . 1%), sedangkan responden yang tidak bekerja sebanyak 9 responden . 1%), dan PNS sebanyak 3 . 7%). Sedangkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak dengan lama HD 13-24 bulan sebanyak 19 responden . 9%), sedangkan lama hd > 25 bulan sebanyak 6 . 4%), dan responden dengan lama hd 4-12 bulan sebanyak 3 . 7%). Sedangkan hasil responden terbanyak dengan Anemia sebanyak 27 responden . 4%) dan tidask anemia sebanyak 1 responden . 6%) dari total 28 Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi karakteristik responden. Jumlah Karakteristik Responden Umur 25 Ae 35 tahun > 36 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Pekerjaan PNS Swasta Tidak Bekerja Lama HD 4-12 bulan 13-24 bulan >25 bulan Anemia Tidak Anemia Anemia Total Sumber : Data Primer, 2024 Analisis Bivariat Tabel 2. Uji Statistik Antara Lamanya Hemodialisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Kualitas Pelayanan Kepuasan Pasien Lama_HD Correlation Coefficient Sig. -taile. Anemia Correlation Coefficient Sig. -taile. Sumber : Data Primer, 2024 Berdasarkan hasil analisa data diatas menggunakan uji Spearman rank diperoleh p value = 0,043 yang berarti lebih kecil dari = 0,05 dengan demikian dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 Diterima yang berarti dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Lamanya Hemodialisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Dengan tingkat correlation confficient 0,826 dan arah hubungan positif. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Hubungan Lamanya Hemodilalisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kroni Di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Berdasarkan table 1, dapat dijelaskan bahwa jumlah responden terbanyak berjenis kelamin Perempuan sebanyak 21 responden . 0%), sedangkan responden yang berjenis laki-laki sebanyak 7 responden . 0%). responden terbanyak dengan usia > 36 tahun sebanyak 20 responden . 4%), sedangkan responden dengan usia 25-35 tahun sebanyak 8 . 6%). berpendidikan SMA sebanyak 12 responden . 9%), sedangkan responden berpendidikan SMP sebanyak 7 responden . 0%), berpendidikan SD sebanyak 3 responden . 7%) dan perguruan tinggi sebanyak 6 responden . 4%). jumlah responden terbanyak yang bekerja swasta sebanyak 16 responden . 1%), sedangkan responden yang tidak bekerja sebanyak 9 responden . 1%), dan PNS sebanyak 3 . 7%). Sedangkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak dengan lama HD 13-24 bulan sebanyak 19 responden . 9%), sedangkan lama hd > 25 bulan sebanyak 6 . 4%), dan responden dengan lama hd 4-12 bulan sebanyak 3 . 7%). Sedangkan hasil responden terbanyak dengan Anemia sebanyak 27 responden . 4%) dan tidask anemia sebanyak 1 responden . 6%) dari total 28 gagal ginjal kronik, sebab jika pasien tidak melakukan cuci darah atau hemodialisa dalam tubuh pasien akan terdapat zat-zat toksik yang bisa meracuni tubuh. Untuk penderita gagal ginjal kronik yang mengalami anemia bisa disiasati dengan asupan gizi yang dianjurkan oleh dokter agar jumlah sel darah merah akan menjadi normal. Menurut Pahrul . lamanya menjalani hemodialisis dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu baru jika terapi hemodialisis O12 bulan, sedang jika terapi hemodialisis 1224 bulan dan lama jika terapi hemodialisis Ou24 Pengobatan yang lama ini dapat memberikan pengaruh bagi penderita seperti tekanan psikologi. Widani . menyatakan prevalensi pasien gagal ginjal kronis cenderung mengalami peningkatan. Lama karakteristik penting dalam pelaksanaan support group. Keseragaman lama dialisis pada anggota peneltian merupakan faktor penentu keberhasilan tindakan. Pengembangan rasa menyatu dan berbagi dalam kelompok akibat meningkatkan kemampuan komunikasi dalam meningkatkan status kesehatan. Pada sebagian besar pasien gagal ginjal kronik mengalami anemia, anemia pada pasien gagal ginjal kronik terjadi terutama karena kekurangan hormon eritropoetin. Eritropoetin merupakan protein yang diproduksi oleh ginjal, hormon ini meningkatkan pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Ginjal merupakan sumber utama eritropoetin, yaitu faktor pertumbuhan hematopoietic yang memacu pembentukan sel darah merah. Eritropoetin meningkatkan produksi retikulosit dan pelepasan dini retikulosit dari sumsum Penyebab anemia pada pasien PGK ini terutama diakibatkan berkurangnya sekresi eritropoietin maupun akibat faktor Iain. Anemia dapat dimulai sejak awal proses terjadinya penyakit ginjal dan disertai dengan penurunan fungsi ginjal. Anemia pada penyakit ginjal kronik terutama disebabkan oleh defisiensi eritropoitin. Hal ini dikarenakan berkurangnya sekresi eritropoetin ginjal yang memproduksi sel darah merah. Sel progenitor ginjal memproduksi 90% eritropoietin, yang akan menstimulasi produksi sel darah merah. Adanya penurunan massa nefron ginjal pada Hubungan Lamanya Hemodialisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Berdasarkan tabel 2 diatas menggunakan uji Spearman rank diperoleh p value = 0,043 yang berarti lebih kecil dari = 0,05 dengan demikian dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 Diterima yang berarti dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Lamanya Hemodialisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta. Dengan tingkat correlation confficient 0,826 dan arah hubungan positif. Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses Meskipun menyebabkan tertinggalnya eritrosit pada alat dialiser atau membrane semipermeabel dan dapat memperparah terjadinya anemia. Hemodialisa sangat diperlukan oleh penderita pasien PGK menyebabkan menurunnya produksi eritropoietin. jika ginjal mengalami kerusakan berat maka ginjal tidak mampu mensekresi eritropoetin dalam jumlah cukup, sehingga mengakibatkan penurunan produksi sel darah merah dan menimbulkan anemia (Sudoyo, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Novi Nurul Khoiria . Hubungan Lama Hemodialisis Dengan Anemia Dan Kelelahan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis, didapatkan hasil penelitian adanya Hubungan lama hemodialisis dengan anemia dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis . =0. dengan arah hubungan positif (R=0,. bermakana semakin lama HD maka semakin tinggi pasien mengalami anemai. Berdasarkan teori dan penelitian terkait maka peneliti berasumsi bahwa semakin lama berpengaruh terhadap anemia pada pasien gagal ginjal meskipun hemodialisa bisa menyebabkan tertinggalnya eritrosit pada alat dialiser atau membrane semipermeabel dan dapat memperparah terjadinya anemia. Hemodialisa sangat diperlukan oleh penderita gagal ginjal kronik, sebab jika pasien tidak melakukan cuci darah atau hemodialisa dalam tubuh pasien akan terdapat zat-zat toksik yang bisa meracuni tubuh. Untuk penderita gagal ginjal kronik yang mengalami anemia bisa disiasati dengan asupan gizi yang dianjurkan oleh dokter agar jumlah sel darah merah akan menjadi normal. dan juga anemia yang terjadi pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang sedang menjalankan hemodialisis dapat menurunkan kualitas hidup dan terjadinya peningkatan mortalitas, karena kekurangan darah bisa mengalami rasa lelah, menurunnya kapasitas untuk berolahraga akibat kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh, berkurangnya imunitas atau sistem kekebalan tubuh dan penurunan kognitif. 12 bulan sebanyak 3 . 7%) dari total 28 Berdasarkan hasil penelitian menunjukan jumlah respondem terbanyak yang mengalami anemia sedang sebanyak 27 responden . , sedangkan responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 1 responden . 6%). Ada Hubungan Lamanya Hemodialisa Dengan Terjadinya Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta dengan hasil analisa data uji Spearman rank diperoleh p value = 0,043 yang berarti lebih kecil dari = 0,05 dengan Tingkat correlation confficient 0,826 dan arah hubungan positif. SARAN Bagi institusi Rumah Sakit Hasil penelitian yang dilakukan ini bisa menjadi sumber informasi bagi pelayanan Kesehatan rumah sakit untuk melakukan penatalaksaan pasien gagal ginjal kronik beserta komplikasi yang menyertainya. Bagi Institusi Pendidikan Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi literatur dan menambah ilmu pengetahuan mengenai anemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Bagi Peneliti Sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan pengalaman baru dalam melakukan penelitian serta dapat mengetahui hubungan lamanya menjalani hemodialisa dengan terjadinya anemia pada pasien gagal ginjal kronik. DAFTAR PUSTAKA