Rini N. Husni T. Ayu KA. Rafysyany HJ. : Motivasi Belajar Pada Murid Motivasi Belajar Pada Murid SDI Al Furqon Bangkalan Madura Rini Nurahaju Program Studi Psikologi. Universitas Hang Tuah. Indonesia E-mail : rini. nurahaju@hangtuah. Husni Tamrin Program Studi Administrasi Publik. Universitas Hang Tuah. Indonesia E-mail : m. husnitamrin@hangtuah. Ayu Komang Ardiana Program Studi Psikologi. Universitas Hang Tuah. Indonesia E-mail : ardiani. ayu@hangtuah. Rafysyany Heksamelia Junia Program Studi Administrasi Publik. Universitas Hang Tuah. Indonesia E-mail : rafysyanyheksameli@gmail. Abstrak Penelitian ini adalah menggambarkan motivasi belajar pada murid SDI Al Furqon Bangkalan Madura. Subjek penelitian sebanyak 30 orang. Alat ukur motivasi belajar berupa kuesioner skala Likert sebanyak 20 item. Hasil validitas alat ukur menunjukkan semua item valid. Reliabilitas menunjukkan skor 0,824. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi belajar pada murid SDI ini tergolong sedang. Temuan lainnya yaitu dimensi pembentuk motivasi ini didominasi keinginan murid untuk berhasil dalam belajar . %), diikuti oleh dimensi penghargaan dalam proses belajar . %) yang sama besarnya dengan dimensi kegiatan belajar yang menarik . %), selanjutnya dimensi kebutuhan dalam belajar . %), dimensi cita-cita masa depan . %), dan yang terkecil adalah dimensi lingkungan yang kondusif untuk belajar . %). Kata Kunci : Motivasi Belajar. Murid SDI Al Furqon Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan di suatu daerah, tak terkecuali di SDI Al Furqon ini. Contoh faktor tersebut meliputi sulitnya rendahnya sarana fisik . rendahnya minat tenaga pendidik . rendahnya minat belajar murid . kurangnya dukungan dan peran keluarga . ekonomi yang kurang mampu . masyarakat dan sebagainya. Sulitnya akses selalu menjadi hambatan beragam masalah di daerah terpencil, termasuk masalah dalam pendidikan. Jika akses sulit maka berbagai usaha pihak sekolah . uru, kepala sekola. maupun pihak luar yang berkeinginan meningkatkan taraf pendidikan di kawasan terpencil cenderung menjadi sulit juga. Selain itu akhirnya tidak banyak yang minat literasi karena bisa disebabkan mulai dari gedung sekolah yang sudah tak layak pakai, penggunaan fasilitas yang tidak optimal, media PENDAHULUAN Lokasi Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Furqon terletak di Kecamatan Konang Bangkalan. Dilihat secara geografis kondisi di Kecamatan Konang relatif terpencil dan terisolir. Lokasi ini jauh dari pusat perkotaan. Fasilitas sarana sosial dan ekonomi seperti kesehatan, pasar, dan pendidikan, terbatas. Kurangnya sarana dan prasarana misalnya ruangruang kelas, tidak adanya perpustakaan sekolah dan serta jauhnya jarak antara sekolah-tempat tinggal murid merupakan beberapa kendala dalam proses pendidikan di SDI Al Furqon tersebut. SDI tersebut tergolong di lokasi 3T (Terdepan. Terpencil dan Tertingga. dimana hal ini menjadikan sebagai salah satu alasan lokasi tempat mahasiswa menjalankan program Kampus Merdeka - Kampus Mengajar angkatan ke-1. Jurnal Pendidikan Modern Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 105 - 111 belajar yang rendah, hingga buku perpustakaan yang tidak lengkap. Kebanyakan tenaga pendidik menolak untuk ditempatkan pada daerah yang tergolong dalam 3T. Tenaga pendidik yang dipekerjakan di sana belum maksimal dalam menjalankan tugasnya. Dengan beberapa masalah yang sudah ada sebelumnya berdampak pada minat belajar murid yang kian menurun yang disebabkan tenaga pendidik yang kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Fenomena yang terjadi akan rendahnya minat belajar murid juga ada pada keluarga. Umumnya daerah 3T masih mengedepankan budaya yang mengakar kuat seperti menikah muda, dan mengesampingkan pendidikan sehingga masyarakat kurang tersentuh edukasi dan menjadikan kurang mendukung putraputrinya untuk bersekolah. Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan minat belajar anak. Anak yang memiliki minat belajar selain terpenuhi kebutuhan pokok juga membutuhkan berbagai fasilitas belajar. Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan berbagai fasilitas belajar dalam proses keberhasilan belajar. Hal ini terkadang tidak ditunjang oleh ekonomi masyarakat yang kurang Hal tersebut terjadi juga di Konang Bangkalan Madura. Kegiatan kehidupan masyarakat di lokasi ini lebih banyak disawah sebagai petani. Alhasil anak-anak mereka menghabiskan banyak waktunya untuk membantu orang tuanya sambil bermain-main, dari pada menuntut ilmu di sekolah. Hal inilah yang menyebabkan anak usia sekolah kurang berminat untuk belajar, karena dengan membantu orang tuanya setiap hari mereka bisa mendapatkan uang meskipun hanya secukupnya yang digunakan untuk jajan makanan sehari-hari. Dari fenomena tersebut memang menjadi suatu problem tersendiri bagaimana meningkatkan minat untuk bersekolah, serta mempunyai motivasi berprestasi bagi muridmurid. Jumlah murid di SDI Al Furqon Bangkalan ini sebanyak 52 orang. Adapun jumlah masing-masing murid dalam kelas ditunjukkan pada tabel 1. Tabel 1 : Data Jumlah Murid SDI Al Furqon Tahun Kelas Total Jumlah Murid Dari observasi yang dilakukan selama 3 bulan dalam program Kampus Mengajar , murid sering tidak masuk sekolah karena berbagai alasan. Dapat dikatakan bahwa motivasi untuk belajar tampaknya masih minim. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri murid yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dalam belajar dapat tercapai (Sadirman, 2. Uno . mengklarifikasi dimensi motivasi dengan adanya hasrat dan keinginan , dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, kegiatan yang menarik dalam belajar dan lingkungan belajar yang Berkaitan dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan ingin mendapatkan informasi secara empiris tentang gambaran motivasi belajar pada murid murid SDI Al Furqon Bangkalan Madura? METODE Dalam penelitan ini digunakan metode kuantitatif Kegiatan penelitian dilaksanakan pada minggu terakhir mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar yakni bulan Juni 2021. Variabel yang digunakan adalah motivasi belajar. Sebagai populasi penelitian ini adalah 52 murid SDI Al Furqon. Menurut (Sugiyono, 2. , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel penelitian adalah bagian dari populasi, dalam hal ini 30 orang murid SDI Al Furqon. Accidental sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel yaitu teknik dimana peneliti mengumpulkan data dari subjek yang ditemuinya Rini N. Husni T. Ayu KA. Rafysyany HJ. : Motivasi Belajar Pada Murid saat itu dan dalam jumlah secukupnya ((Notoatmodjo, 2. Motivasi belajar diukur melalui dimensi-dimensi motivasi yang dikemukakan oleh (Uno, 2. Dimensi motivasi belajar dalam penelitian ini adalah keinginan berhasil dalam belajar, kebutuhan dalam belajar, cita-cita masa depan, penghargaan dalam proses belajar, kegiatan yang menarik dan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Dimensi tersebut digunakan untuk mengetahui seperti apa motivasi belajar murid SDI tersebut. Skala likert berupa 20 item / pernyataan terstruktur / sistematis digunakan sebagai alat pengumpulan data. Skala likert menurut (Supratiknya, 2. untuk mengukur atribut psikologis tertentu. Subjek penelitian diminta menyatakan kesetujuan-ketidaksetujuannya dalam kontinum yang terdiri atas lima respon Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Netral (N). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Nilai skala menggunakan skor mulai 5 untuk SS hingga 1 untuk STS. Apabila subjek mendapat skor total tinggi, maka hal tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki motivasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, apabila subjek mendapat skor total rendah, maka hal tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki motivasi belajar yang rendah. Skor total motivasi belajar dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu Sangat Tinggi (ST). Tinggi (T). Sedang (S). Rendah (R), dan Sangat Rendah (SR). Kategori dilakukan dengan menggunakan rumus distribusi normal (Azwar, 2. sebagai berikut Selain itu untuk memperjelas gambaran motivasi belajar ini, maka secara lebih detil dihitung juga secara persentase kontribusi masing-masing dimensi pembentukan motivasi belajar. Sedangkan untuk persetujuan hingga ketidaksetujuan terhadap masingmasing item dilakukan dengan perhitungan frekuensi HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini disebarkan kuesioner berbentuk skala pada murid yang saat itu sedang masuk sekolah. Subyek penelitian mempunyai karakteristik sebagai berikut : Tabel 4 : Karakteristik Subyek Penelitian Karakte Usia Kelas Jenis Kelamin Tabel 2 : Blue Print Item Motivasi Belajar Dimensi Keinginan dalam belajar Kebutuhan Cita-cita masa depan Penghargaan proses belajar Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Lingkungan kondusif untuk belajar Total Nomer Item 2,8,13,19 Jumlah 1,7,15 4,10,16,18 5,11,14,20 6,12,17 > Mean 1. 5 SD = Mean 0. 5 SD Mean 1. 5 SD = Mean Ae 0. 5 SD------Mean 0. 5 SD = Mean Ae 1. 5 SD ----- Mean Ae 0. 5 SD < Mean Ae1. 5 SD Rincian Jumlah Dibawah 7 11 keatas Laki laki Perempuan Presenta 23,3 % 26,7 % 56,7 % 43,3 % Sebagian besar subyek penelitian ini berjenis kelamin laki-laki . ,7%), dominan mempunyai usia diatas 11 tahun . %). Mereka duduk di kelas 4 hingga kelas 6. Setelah dilakukan pengumpulan kuesioner maka dilakukan analisis dengan alat bantu software Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 23 for windows. Berdasarkan uji validitas diperoleh semua item sahih/valid, tidak ada item yang gugur. Item dikatakan valid jika memiliki indeks Corrected item total correlation > 0,30 (Azwar, 2. Sedangkan reliabilitas skala ini Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi . ontent validit. , dan reliabilitas instrumen yang digunakan adalah Alpha Cronbach. Untuk mengetahui tingkat motivasi belajar digunakan dengan cara membuat distribusi normal. Jurnal Pendidikan Modern Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 105 - 111 ditunjukkan oleh koefisien CronbachAos = 0. =20 ite. Kaidah untuk menentukan alat ukur tersebut dikatakan reliabel, apabila nilai koefisien alpha . > 0,. (Nugroho, 2. Berdasarkan hal tersebut maka skala motivasi belajar ini dapat dikatakan valid dan reliabel sebagai alat ukur. Untuk mengetahui tingkat motivasi belajar, maka dilakukan perhitungan dengan distribusi Diperoleh hasil Standar Deviasi (SD) = 2,75 dan mean 82,47. Berikut tingkat Motivasi Belajar pada murid SDI Al Furqon. Tabel 5 : Tingkat Motivasi Belajar Murid SDI Al Furqon Tingkat Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Frekuensi Persentase Tabel 5 menunjukkan hasil bahwa sebanyak 1 orang murid SDI Al Furqon memiliki kategori motivasi belajar tinggi sebesar . ,3%), lalu 27 orang murid memiliki kategori motivasi belajar sedang sebesar . ,0%), sedangkan 2 orang murid memiliki motivasi belajar sangat rendah sebesar . ,7%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar pada murid SDI Al Furqon lebih banyak berada pada kategori sedang. Selain itu diteliti pula masing-masing kontribusi dimensi pada pembentukan motivasi belajar muridmurid. Jika digambarkan dalam bentuk diagram, maka perhitungan masing-masing dimensi motivasi belajar dapat dilihat sebagai berikut : Dari gambar 1 didapatkan hasil bahwa dalam pembentukan motivasi itu sendiri, dimensi keinginan berhasil dalam pembelajaran adalah yang paling menonjol . %), selanjutnya dimensi penghargaan dalam proses belajar yang sama besarnya dengan dimensi adanya kegiatan yang menarik dalam pembelajaran yakni masing-masing . %), diikuti dimensi kebutuhan dalam belajar . %), setelah itu dimensi lingkungan yang kondusif untuk belajar . %) dan yang terkecil adalah dimensi cita cita masa depan . %). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keinginan berhasil dalam belajar paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum murid SDI Al Furqon memiliki meningkatkan keberhasilan dalam belajar untuk mencapai tujuan. Kemudian, hal-hal apa saja yang terkait dengan keenam dimensi motivasi belajar tersebut dan seberapa jauh tanggapan responden penelitian? Untuk itu hasil penelitian dengan analisis frekuensi ditunjukkan dalam tabel 6,7,8,9,10, sampai 11. Tabel 6 : Jawaban Responden pada Dimensi Keinginan Berhasil dalam Belajar Pernyataan Mengerjakan tugas dari guru sesuai waktu yang Belajar kembali jika hasil belajar atau nilai yang baik Menjawab pertanyaan diberikan guru saat waktu pelajaran Berusaha STS Berdasarkan gambaran respon subyek pada tabel 6 berkaitan dengan keinginan berhasil dalam belajar, dapat dijelaskan bahwa mayoritas murid murid SDI Al Furqon sangat setuju bahwa mereka mampu mengerjakan tugas sesuai dengan tenggat waktu . ,7%), mereka mampu menjawab Gambar 1 : Kontribusi Dimensi Motivasi Belajar Rini N. Husni T. Ayu KA. Rafysyany HJ. : Motivasi Belajar Pada Murid pertanyaan yang diberikan oleh guru . ,3%), mereka juga akan belajar kembali jika belum mendapatkan nilai yang baik . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa murid-murid dominan mempunyai keinginan berhasil dalam belajar. Sedangkan berkaitan dengan dimensi kebutuhan dalam belajar, tanggapan responden dapat digambarkan pada tabel 7 sebagai berikut Selanjutnya pada dimensi keempat yaitu penghargaan dalam belajar, tanggapan dari responden ditunjukkan pada tabel 9 berikut : Tabel 9 : Jawaban Responden pada Dimensi Penghargaan dalam Belajar Tabel 7 : Jawaban Responden pada Dimensi Kebutuhan dalam Belajar Pernyataan Mengikuti pembelajaran sampai tuntas Mengerjakan tugas dari guru dengan sungguhsungguh Selalu penjelasan guru dengan STS STS Tabel 10 : Jawaban Responden pada Dimensi Kegiatan yang menarik dalam pembelajaran Tabel 8 : Jawaban Responden pada Dimensi Cita Cita Masa Depan Pernyataan Tidak mempunyai citacita di masa depan Tidak mempunyai harapan di masa depan STS Berdasarkan tabel 9, dapat dilihat bahwa berkaitan dengan penghargaan dalam belajar, responden sangat menyetujui bahwa mereka tetap belajar walau tidak diberi hadiah . ,3%). Mereka juga setuju akan mendapatkan nilai terbaik karena mengerjakan tugas . ,3%). Selanjutnya pada dimensi kelima yaitu kegiatan yang menarik dalam pembelajaran, tanggapan dari responden ditunjukkan pada tabel 10 berikut : Berkaitan dengan kebutuhan dalam belajar, pada tabel 7 terlihat bahwa responden memberikan respon mampu mengerjakan tugas . ,7%), mereka mengikuti pembelajaran hingga tuntas . ,7%) dan mereka mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas murid-murid telah memiliki kebutuhan dalam belajar. Selanjutnya pada dimensi ketiga yaitu cita cita masa depan, tanggapan dari responden ditunjukkan pada tabel 8 berikut ini : Pernyataan Tidak pernah mendapat Tidak pernah diberi hadiah karena prestasi Diberi hadiah atau tidak, tetap saja belajar Yakin memperoleh nilai dengan baik Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa berkaitan dengan cita cita masa depan mereka tidak menyetujui jika tidak mempunyai harapan dimasa Itu artinya kebanyakan mereka mempunyai harapan dimasa depan . ,3%) dan juga mempunyai cita cita dimasa depan . ,7%). Pernyataan Belajar Merasa cepat bosan saat guru mengajar dengan model ceramah Senang jika mendapat tugas dari guru Merasa untuk mengerjakan soal yang dianggap sulit oleh teman STS Berdasarkan tabel 10, dapat dilihat bahwa berkaitan dengan kegiatan yang menarik dalam pembelajaran, mereka senang jika mendapat tugas dari guru . ,7%) dan merasa tertantang untuk mengerjakan soal yang dianggap sulit oleh teman Jurnal Pendidikan Modern Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 105 - 111 . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa murid-murid Selanjutnya pada diemnsi keenam yaitu lingkungan yang kondusif, tanggapan dari responden ditunjukkan pada tabel 11 berikut : dapat disimpulkan bahwa definisi motivasi belajar yaitu keseluruhan daya penggerak atau dorongan pada murid untuk melakukan kegiatan belajar yang ditandai perubahan energi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Jika melihat pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa murid-murid SDI Al Furqon telah mempunyai dorongan didalam dirinya untuk menjadi lebih baik setelah mendapatkan berbagai pengkayaan antara lain wawasan dari para Kelembagaan penyelenggaraan pendidikan di Madura adalah pendidikan agama. Hal ini dipicu oleh citra masyarakat santri yang begitu kuat (Wahyudi. Pendidikan agama sangat ditekankan oleh masyarakat pada putra-putrinya. Faktor budaya juga sangat memberikan pengaruh terhadap makna pendidikan di kalangan orangtua murid khususnya di SDI Al Furqon. Menurut orangtua, sekolah formal itu tidak penting untuk anak-anaknya, sebab menurut mereka seorang anak harus dididik dan diajarkan untuk bisa menghasilkan uang tanpa harus menempuh pendidikan yang tinggi. Namun dapat diketahui dari gambaran hasil penelitian bahwa dominan motivasi belajar murid SDI Al Furqon tergolong sedang. Motivasi belajar paling besar Hal ini merupakan temuan yang menarik karena walaupun kurangnya sarana prasarana, zorangtua yang kurang mendukung, lokasi sekolah yang jauh dan sebagainya namun murid masih mepunyai daya juang yang tinggi. Pada saat kegiatan belajar dijadikan menarik maka murid akan antusias dalam belajar, apalagi ditunjang dengan adanya apreasiasi / penghargaan jika mereka Pada saat mahasiswa memberikan variasi metode pembelajaran terlihat bahwa muridmurid menjadi antusias dan bersemangat untuk mengulang-ulang melihat metode video, poster, dan sebagainya yang memuat materi pelajaran. Murid merasa termotivasi oleh hadiah atau penghargaan dari guru atau orang-orang disekitarnya atas keberhasilan belajar yang ia capai. Mereka sudah mempunyai kebutuhan belajar dan adanya lingkungan yang kondusif untuk belajar membuat mereka semakin termotivasi. Murid memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil menguasai materi dan mendapatkan nilai yang tinggi dalam Tabel 11 : Jawaban Responden pada Dimensi Lingkungan yang kondusif Pernyataan Selalu bertanya kepada guru mengenai materi yang tidak dipahami Tidak jawaban teman Merasa bosan karena metode mengajar guru hanya mencatat saja STS Berdasarkan tabel 11, dapat dilihat bahwa berkaitan dengan lingkungan yang kondusif, mereka selalu bertanya kepada guru mengenai materi yang mereka tidak pahami . ,3%) dan mereka tidak mudah terpengaruh oleh jawaban teman . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa murid-murid menyukai lingkungan yang kondusif. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa motivasi belajar murid-murid SDI Al Furqon Bangkalan Madura berada pada kategori sedang. Hal ini patut diapresiasi ditengah keterbatasan yang ada. Motivasi belajar menurut (Dalyono, 2. adalah suatu daya penggerak atau dorongan yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan suatu pekerjaan yaitu belajar. Sardiman . berpendapat bahwa dalam aktivitas belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Mc. Donald . alam (Hamalik, 2. menjelaskan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri . seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Uno . hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada murid yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku, umumnya dengan unsur-unsur yang mendukung. Dari beragam penjelasan tersebut Rini N. Husni T. Ayu KA. Rafysyany HJ. : Motivasi Belajar Pada Murid kegiatan belajarnya. Murid merasa senang dan memiliki rasa membutuhkan terhadap kegiatan Cita cita di masa depan juga merupakan daya pendorong atau penggerak didalam diri yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki murid dapat tercapai. Murid memiliki harapan dan cita-cita atas materi yang dipelajarinya. Dalam proses kegiatan Kampus Mengajar, sesekali mahasiswa memberikan video tentang tokoh-tokoh sukses dari putra Madura yang berhasil menyelesaikan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini diyakini bahwa akan ada transfer of knowledge yang bisa mempersuasi murid-murid untuk menjadikan tokoh tersebut menjadi role model sehingga akan mengikuti jejaknya kelak dengan SPSS. Yogyakarta: PT Skripta Media Creative. Sadirman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta. Supratiknya. Pengukuran psikologis. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Uno, . Teori Motivasi Pengukurannya. Jakarta : PT Bumi Aksara. Wahyudi, dkk. Masyarakat. Budaya. Media dan Politik. Madura. Puskakom Publik dengan Penerbit Elmatera. Fisip Universitas Trunojoyo Madura. PENUTUP Simpulan Pada murid SDI Al Furqon masih terlihat bahwa motivasi belajar dalam kategori sedang. Dalam keterbatasan akses lokasi, sarana prasarana mereka masih cukup mempunyai keinginan untuk terus Saran Perlu sosialisasi pada orangtua murid bahwa pendidikan formal juga penting sehingga mereka ikut mendorong dan memberi semangat pada putra putrinya untuk tetap bersekolah dan jika perlu setinggi-tingginya. Kesuksesan putra putri kelak akan memberikan rasa bangga dan diharapkan bisa berdampak positif pada kesejahteraan keluarga. Pada guru-guru yang mengajar juga bisa memberikan psikoeduaksi betapa pentingnya cita-cita dan selalu memberikan pengajaran yang seoptimal mungkin pada murid-muridnya. DAFTAR PUSTAKA