MALLOMO: Journal of Community Service https://jurnal. id/mallomo/index Vol 2. No, 1. Desember 2021, pp 10-16 ISSN: 2774-7220 . Pelatihan Menyelesaikan Soal-soal Ujian Masuk PTN dan Sekolah Kedinasan Melalui Trik 3M di Kabupaten Jayapura. Ruth Megawati Pendidikan Biologi. Universitas Cenderawasih Email: ruthmegawati@yahoo. Abstact. The selection of the new student in university is like specter for most hight school students who will continue their education to One of the causes is because the lack of studentsAo readiness, as well as the selection techniques that have selective screening Which the test is carried out through CAT (Computer Assisted Tes. with the provisions of passing Grade. This is the reason for carrying out this service. Namely training to high school student specially for students at GKI Yoanibi Doyo Baru, in Jayapura Regency, in preparing themselves to join the selection. This training is carried out for a week with a meeting duration of 2 hours every day. Through practicing to solve the questions with 3M tricks . enganalisis/ analyzing, menentukan/determining, and mengerjakan/doin. The result is their knowledge are increased and ready for compete the Furthermore, we are suggested to collaborate with other fields of course in providing acomplete materials. Abstrak. Seleksi penerimaan mahasiswa baru menjadi momok bagi Sebagian besar siswa SMA/ sederajat yang akan melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu penyebab hal ini menjadi momok yaitu karena kurangnya kesiapan siswa, serta Teknik seleksi yang memiliki kriteria penjaringan yang selektif. Dimana tes dilakukan melalui CAT . omputer Asid Te. dengan ketentuan passing Grade. Hal inilah yang menjadi alasan dilaksanakannya pengabdian ini. Yaitu memberikan pelatihan kepada siswa / siswi SMA khusus yang berada pada GKI Yoanibi kabupaten jayapura, dalam mempersiapkan diri saat menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN maupun sekolah kedinasan. Pelatihan ini dilakukan selama 1 minggu dengan durasi pertemuan selama 2 jam setiap harinya. melalui latihan menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M (Menganalisis, menentukan, dan mengerjaka. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN maupun sekolah kedinasan. Pelatihan Menyelesaikan Soal-soal A. (Ruth Megawat. | 11 Selanjutnya disarankan perlu kolaborasi dengan pemateri pada bidang kajian lain agar khasanah materi yang diberikan semakin Keywords: Training, questions. College. Kata Kunci: Pelatihan. Soal-soal. Perguruan Tinggi Coresponden author: Email: ruthmegawati@yahoo. artikel dengan akses terbuka di bawah lisensi CC BY -4. PENDAHULUAN Proses belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pendidikan. Dimana Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidkan merupakan salah satu tonggak kemajuan suatu bangsa. Pelaksanaan pendidikan diatur dalam sistem Pendidikan secara berjenjang mulai dari Taman Kanak-kanak (TK). Sekolah Dasar (SD). SMP. SMA hingga perguruan tinggi. Perguruan tinggi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan salah satu Lembaga Pendidikan formal yang didirikan dan atau diselenggarakan maupun dikelola oleh instansi pemerintah PTN menyelenggarakan Pendidikan dengan berbagai rumpun ilmu. PTN menjadi incaran siswa-siswa SMA / sederajat untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan Permendikbud nomor 6 tahun 2020 tentang penerimaan mahasiswa baru pada Pendidikan tinggi negeri, jalur penerimaan mahasiswa program sarjana melalui 2 cara yaitu : Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang dilakukan berdasarkan penelusuran prestasi akademik, nonakademik dan atau portopolio calon mahasiswa, dan Seleksi Bersama Masuk (SBMPTN) yang dilakukan berdasarkan hasil UTBK dan dapat ditambah dengan kriteria lain sesuai dengan talenta khusus yang diterapkan PTN yang bersangkutan. Tidak dapat dipungkiri seleksi penerimaan mahasiswa baru menjadi momok bagi sebagian besar siswa/ siswi SMA/ sederajat yang akan melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu penyebab hal ini yaitu karena kurangnya kesiapan siswa / siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, serta Teknik seleksi yang memiliki kriteria penjaringan yang selektif. Dimana tes dilakukan melalui CAT . omputer Asid Te. dengan ketentuan passing Grade. Hal inilah yang menjadi alasan dilaksanakannya pengabdian ini. Yaitu memberikan pelatihan kepada siswa / siswi SMA dalam mempersiapkan diri khususnya dalam menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN maupun sekolah Sehingga diharapkan dengan adanya pengabdian ini, siswa / siswa akan terbantu dalam menyelesaikan soal-soal yang diterima saat seleksi penerimaan mahasiswa baru yang mereka hadapi, baik pada PTN maupun pada sekolah-sekolah kedinasan. Berdasarkan analisis situasi yang dipaparkan di atas tujuan pengabdian ini yaitu : Membantu PAM GKI yoanibi dalam meningkatkan pengetahuan 12 | MALLOMO: Journal of Community Service mereka dalam menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN maupun sekolah kedinasan melalui trik 3M (Menganalisis. Menentukan dan Mengerjaka. Sasaran pada pengabdian ini adalah siswa / siswa SMA kelas i yang menjadi anggota PAM GKI Yoanibi. Kabupaten Jayapura yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN dan Seleksi masuk sekolah kedinasan yang berjumlah 12 orang. Langkah yang dilakukan sebagai bentuk pemecahan masalah guna mencapai tujuan yaitu memberikan pelatihan dalam menyelesaikan soalsoal tes masuk PTN dan sekolah kedinasan melalui trik 3M (Menganalisis. Menentukan, dan Mengerjaka. dengan memberikan pelatihan secara komprehensif diharapkan peserta pelatihan mengetahui cara menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN maupun sekolah kedinasan tepat waktu. Kajian Literatur Belajar merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan dorongan baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Tanggung jawab pembelajaran bagi anak-anak adalah keluarga sebelum mereka mampu untuk belajar secara mandiri. Dalam upaya pembelajaran tersebut. Selain organgtua, teman, guru, ataupun dosen bisa memberikan pendampingan (Suardi, 2. Jenis-jenis pendampingan yang dapat diberikan kepada pebelajar bermacam-macam. Seperti pelatihan, pembekalan, bimbingan dan lain sebagainya. Tentu dalam pemilihan pendampingan harus mengutamakan karakteristik pebelajar, agar penerapannya lebih efektif. Tujuan dari pemberian pendampingan ini tentunya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi pebelajar, mempersiapkan pebelajar lebih baik, dan membantu meyelesaikan masalah secara operasional. Menurut Locke dan Lathan . dalam Fauzia dan Kurniawati . tujuan erat kaitannya dengan performas dengan mekanisme . Tujaun mengarahkan atensi. Tujuan memberikan energi. tujuan mempengaruhi persistensi. Tujuan dapat memotivasi. Hal ini berarti dalam menerapkan tujuan dalam hal pemberian bimbingan, sebaiknya mempertimbangkan hal-hal tersebut agar apa yang menjadi tujuan benar-benar dapat dicapai secara efektif. Jenis pendampingan yang diterapkan pada pengabdian ini berupa pelatihan langsung kepada peserta dalam hal menyelesaikan soal-soal tes masuk PTN dan sekolah kedinasan. Menurut Hadipoerwono, . dalam Rusdin . Pelatihan merupakan pembinaan kecakapan, kemahiran, dan ketangkasan (Skil Buildin. Pelatihan menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Berdasarkan paparan diatas jelaslah bahwa pelatihan penting dilakukan untuk suatu tujuan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati dkk . menyimpulkan bahwa pemberian training motivasi/pelatihan dapat membantu siswa mengenali diri dan potensinya yang nantinya akan memudahkan mereka menentukan goal setting kedepannya. Metode Pengabdian ini dilakukan selama 1 minggu, senin Ae sabtu. Dengan tahapan secara umum yaitu penyampaian materi, diskusi dan Latihan menyelesaikan soal-soal. Dengan durasi pertemuan selama 2 jam setiap harinya. Teknik pelaksanaannya melalui ceramah yaitu memberikan penjelasan awal kepada Peserta . iswa/siswi SMA sebanyak 12 orang yang tergabung dalam PAM GKI Yoanib. , selanjutnya ada forum diskusi, dan Latihan menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M. setalah itu peserta akan diberi kuesioner dikotom . awaban ya dan tida. untuk menjaring peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan ini. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini jika 70 % Pelatihan Menyelesaikan Soal-soal A. (Ruth Megawat. | 13 peserta menjawab ya dari angket yang diberikan. Adapun tahapan pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada flowchart berikut: PEMBERIAN MATERI Hari 1: Sistem Penerimaan MABA pada PTN maupun sekolah kedinasan Hari 2: Jenis-jenis soal CAT. TPA. TKD. TWK. TIU Hari 3: Pembahasa Trik 3M LATIHAN 1 DENGAN TRIK 3M Hari 4: Menyelsaikan soal latihan dengan menggunakan trik 3M LATIHAN 2 DENGAN TRIK 3M DURASI WAKTU Gambar 1. Flowchart Kegiatan Hari 5: Menyelsaikan soal latihan menggunakan trik 3M durasi waktu yang panjang Hari 6: Menyelsaikan soal latihan dengan menggunakan trik 3M durasi waktu yang pendek Gambar 1 Flowchart Kegiatan Pengabdian Hasil Dan Pembahasan Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilakukan selayaknya proses belajar mengajar (PBM) namun lebih fleksibel dan diupayakan bernuansa kekeluargaan agar peserta merasa lebih leluasa dalam bertanya maupun dalam memberikan argument jika memiliki jawaban sendiri. Diawali dengan pembukaan doa oleh pemateri, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi. Adapun materi yang diberikan tiap harinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Pelaksanaan pengabdian Hari Materi Kegiatan peserta Penjelasan sistem penerimanaan maba pada PTN Diskusi, tanya jawab langsung maupun sekolah kedinasan . assing grade dl. dan Penjelasan tentang jenis-jenis soal pada CAT (TPA Mencatat, diskusi, dan tanya jawab TKD. TWK. TIU) dan trik mengetahuinya , dan 14 | MALLOMO: Journal of Community Service i VII Penjelasan TRIK 3 M (Menganalisis Jenis Soal. Mencatat, diskusi dan tanya jawab Menentukan jenis soal (TPA TKD. TWK. TIU) dan langsung Mengerjakan soa. dan diskusi Latihan menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M Berlatih Bersama-sama menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M Latihan menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M Berlatih Bersama-sama menyelesaikan menggunakan durasi waktu Panjang soal-soal dengan trik 3M Latihan menyelesaikan soal-soal dengan trik 3M Berlatih Bersama-sama menyelesaikan menggunakan durasi waktu pendek soal-soal dengan trik 3M Trik yang ajarkan pada pengabdian ini adalah 3M yaitu: . Menganalisis jenis soal : berdasarkan soal yang ada peserta bisa mengalisis jenis soal nantinya apakah soal tersebut merupakan soal penalaran, aritmatika, dan sebagainya. Menentukan jenis soal (TPA TKD. TWK. TIU). peserta mampu menganalisis jenis soal maka mereka selanjutnya mengetahui jenis soal yang ada, misalkan tes penalaran merupakan jenis soal TIU, atau soal merupakan jenis TWK. dan langkah trakhir Mengerjakan soal: setelah mengetahui jenis soal maka mereka akan lebih muda mengerjakan soal yang ada. Dalam hal ini dibutuhkan latihan berulang-ulang untuk menanamkan konsep pada peserta. Kombinasi pelaksanaan khususnya saat latihan mengerjakan soal dibuat dengan 3 cara yaitu : latihan dengan menggunakan trik tanpa durasi waktu. Latihan dengan menggunakan trik dengan durasi waktu panjang . Latihan mengerjakan soal dengan durasi pendek . Adanya kombinasi waktu pengerjaan soal in I dimaksudkan untuk melatih peserta agar lebih terbiasa dalam mengerjakan soal dan tepat waktu dalam menyelesaikannya. Selanjutnya kegiatan ini dapat digambarkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang diberikan. Sejak hari pertama hingga hari terakhir mereka tetap baik, semua hadir dan tepat waktu. Berikut akan ditampilkan dalam bentuk diagram hasil yang diperoleh. Grafik 1. Keikutsertaan Peserta seperti Kegiatan ini Sebelumnya Berdasarkan kuesioner yang diberikan 88% peserta menyatakan tidak / belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini yaitu pelatihan menyelesaikan soal-soal dengan bantuan trik yang Sedangkan sisanya sebanyak 12% sudah pernah mengikuti pelatihan berupa pelatihan mengerjakan soal-soal dari sekolah. Pelatihan yang diberikan merupakan bagian dari belajar penanaman konsep dan bagaimana Karena teori saja tidak cukup tetapi lebih kepada bagaimana strategi dalam menghadapi ujian seleksi nantinya. Seperti yang dikemukakan oleh Yuberti . bahwa belajar Pelatihan Menyelesaikan Soal-soal A. (Ruth Megawat. | 15 adalah sebuah proses yang kompleks yang didalamnya mengandung aspek seperti: bertambahnya jumlah pengetahuan adanya kemampuan mengingat, dan menafsirkan dan mengaitkannya dengan Kesiapan yang matang diharapkan dapat memberikan dampak baik bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi nantinya. Selain itu pelatihan yang dilakukan secara continue akan memberikan motivasi tersendiri bagi peserta, hal ini nampak dari keikut sertaan peserta dalam mengikuti pelatihan yang diberikan. Dan secara tidak langsung meningkatkan motivasi peserta dalam mempersiapkan diri untuk bersaing pada seleksi penerimaan MABA nantinya. Selanjutnya untuk menjaring peningkatan pengetahuan peserta, berikut disajikan hasil kuesioner yang diberikan. Grafik 2 Peningkatan Pengetahuan Peserta setelah Mengikuti Pelatihan Berdasarkan kuesioner yang diberikan diketahui ada 97% peserta mendapatkan pengetahuan baru dari materi pelatihan yang diberikan. Dan 3% lainnya sudah menetahui walau dengan cara belajar yang berbeda. anpa trik-trik seperti yang didapatkan pada pelatihan in. Pelatihan ini diajarkan secara terstruktur mulai dari pemberian konsep hingga penyelesaian soal-soal dengan trik yang telah Manfaat latihan soal-soal bagi peserta yaitu: membantu memahami materi dengan baik, lebih percaya diri dengan persiapan yang dilakukan, melatih managemen waktu, meningkatkan kemahiran dalam mengerjakan soal-soal. Interaksi langsung berupa latihan bersama-sama menyelesaikan soal-soal, memberikan nilai positif bagi peserta. Dimana memudahkan mereka untuk bertanya jika masih bingung dan membantu berdiskusi langsung dengan sesama teman maupun kepada pemateri. (Sardiman, 2. Dengan keterlibatan langsung peserta dalam berlatih menyelesaikan soal sesuai dengan trik yang sudah diberikan membantu peserta dalam belajar meningkatkan pengetahuan. Rusman . mengemukakan prinsip belajar relative berlaku umum berkaitan dengan perhatian, keaktifan, maupun keterlibatan langsung / pengalaman, serta pengulangan. 16 | MALLOMO: Journal of Community Service Gambar 2. Pemberian Materi kepada Peserta Pelatihan Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan dalam hal ini anak PAM GKI Yoanibi. Kabupaten Jayapura. Oleh karena itu, disarankan perlunya kolaborasi dengan pemateri pada bidang kajian lain agar khasanah materi yang diberikan semakin baik. Daftar Rujukan Damayanti. , & Lasminiasih. Kegiatan bimbingan belajar pada siswa SMAN 69 Kakarta di Pulau pramuka kepulauan seribu DKI jakarta tahun 2019. Jurnal Inovasi Pendidikan, 16271636. Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan . Jakarta: Rajagrafindo Persada. Fauzia. , & Kurniawati. Efektifitas Program Pelatihan Tugas Tujuan pada Siswa Sekolah MEnengah Atas . Jurnal PSikologi Teori dan Terapan, 1-6. Juwita. Analisis Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM terhaadap Kinerja para PEgawaai BPS kabupaten Ogan Ilir . Jurnal JIMB, 1-11. Rahmawati. Imawati. , & Firmiana. Pelatihan Motivasi Bagi Siswa Kelas XI SMA dalam Mempersiapkan Diri Menghadapi Ujian Nasional. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, 34-40. Rusdin. Pendidikan dan Pelatihan sebagai Sarana Peningkatan Kompetensi Guru di SMP Negeri 2 Linggang Bigung. Jurnal Admiistrative Reform, 200-212. Rusman. Belajar dan Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sanjaya. Penelitian Pendidikan (Jenin, metode dan prosedu. Jakarta: Prenamedia Group. Sardiman. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Press. Suardi. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama. Widoyoko. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yuberti. Teori Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Ajar dalam Pendidikan. Bandar Lampung: Aura.