Copyright A 2023 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. Februari 2023 [SOSIALISASI PENANGANAN SAMPAH DAN PEMANFAATANNYA BAGI LINGKUNGAN DI MEDANG. KECAMATAN PAGEDANGAN, TANGERANG. BANTEN] [ANNISA BHIKUNING1. ROSYIDA PERMATASARI2. CHALILULLAH RANGKUTI3. WAWAN KURNIAWAN. ,2,3 Jurusan Teknik Mesin. Universitas Trisakti. Jakarta 4 Jurusan Teknik Industri. Universitas Trisakti. Jakart. annisabhi@trisakti. id, 2rosyida@trisakti. id, 3chalil@trisakti. kurniawan@trisakti. Abstrak [Sampah merupakan hal yang selalu dihadapi oleh masyarakat setiap hari. Pengelolaan sampah harus dilakukan pada setiap individu bukan hanya diserahkan ke dinas kebersihan. Dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa sampah nasional pada tahun 2021 sudah mencapai 21,88 juta Ton. Sampah yang dihasilkan di Tangerang pada tahun 2020 sudah mencapai 534. 313 ton. Penanganannya pun harus segara ditindaklanjuti di setiap daerah pada umunya dan masyarakat pada khususnya. Salah satu penanganan yang harus dilakukan adalah pemilahan sampah dari warga agar sampah dapat di Kelola dengan baik. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi mengenai penanganan sampah rumah tangga dan pemanfaatannya di lingkungan daerah Medang. Kecamatan Pagedangan. Tangerang Banten. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan atau sosialisasi terhadap ibu-ibu rumah tangga agar dapat melakukan pemilahan sampah secara mandiri dan mengetahui pemanfaatan sampah rumah tangga untuk menambah pengetahuan. Metode yang dilakukan yaitu observasi lingkungan sekitar, melakukan wawancara dan penyuluhan langsung di Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu rumah tangga. Hasil yang didapat yaitu warga sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Warga mengetahui pentingnya memilah sampah yang harus dimulai dari diri sendiri. Selain itu, warga mengetahui pemanfaatan dari sampah itu sendiri. Sehingga dengan kegiatan ini, warga akan memilah sampah dan mencoba untuk dapat mengolah sampah sehingga akan mengurangi sampah yang dihasilkan setiap hari. Kata Kunci: [Sampah. Pemilahan. Pemanfaatan. Medang. Tangeran. Pendahuluan [Sampah merupakan masalah yang terus dihadapi oleh penduduk Indonesia. Dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didapat bahwa sampah yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 21,88 juta ton . Sampah yang dihasilkan adalah mayoritas berasal dari rumah tangga. Propinsi Jawa Tengah 3,65 juta Ton, disusul oleh Jawa Timur yaitu sebanyak 2,64 juta ton, dan DKI Jakarta menduduki peringkat ketiga yaitu 2,59 juta ton. Sampah terbesar yang dihasilkan adalah berasal dari rumah tangga. Sehingga karena berawal dari sampah https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. Februari 2023 ISSN 2776-7477 (Onlin. rumah tangga maka pengetahuan terhadap sampah kepada masyarakat di rumah adalah hal yang sangat penting. Sampah yang ada di tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) adalah heterogen yaitu sampah yang masih belum dipilah. Setiap sampah memiliki material yang berbeda dan tentunya memerlukan penanganan yang berbeda di setiap material sampah. Sebagai contoh bahwa sampah plastik yang tidak tertangani akan berpotensi menghasilkan dioksin (Bhikuning, 2002 & Bhikuning, 2. yang tentunya akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan yang tercemar. Kondisi lingkungan di daerah Medang. Kecamatan Pagedangan yaitu sampah yang masih berserakan dan sampah yang masih heterogen. Sampah- sampah tersebut dibuang menjadi satu tanpa penanganan yang baik. Dengan latar belakang tersebut maka sangat penting jika dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah. Selain itu diperlukan juga pemahaman mengenai pemanfaatan limbah sampah yang dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah dapat diturunkan. Kegiatan mengenai penanganan masalah sampah ini telah dilakukan oleh beberapa peneliti yaitu melakukan sosialisasi mengenai sampah mengenai bank sampah di Desa Truko. Jawa Tengah. Hasil yang didapat yaitu masyarakat dapat mengetahui manfaat bank sampah di lingkungannya (Siregar, et al. Selain itu telah dilakukkan penyuluhan mengenai sampah non organic di SMPN 2 Blahbatuh Gianyar. Bali. Hasil yang didapat yaitu kegiatan ini bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik dan memberikan info mengenai manajemen sampah (Winatha, et al. Selain itu telah dilakukan sosialisai masyakarat mengenai bank sampah (Putra & Ismaniar, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat mengenai bank sampah sehingga lingkungan bersih dapat diwujudkan. Program penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga juga sudah dilakukan di Desa Kalipang Kabupaten Kediri. Tujuannya yaitu agar warga dapat membuang sampah pada tempatnya sehingga meminimalisasikan bajir dan tanah longsor di daerah tersebut (Restuaji, et Pada kegiatan sosialisasi penanganan sampah dan pemanfaatannya kepada masyarakat kali ini bertujuan agar masyarakat mengerti cara penanganan sampah yang baik di lingkungan rumahnya dan sampah yang ada di lingkungan atau di rumahnya yang dapat didaur ulang dapat dimanfaatkan Kembali sehingga akan mengurangi penumpukkan sampah Metode Pelaksanaan [Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 April 2022 di Medang. Kecamatan Pagedangan. Tangerang Banten. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang mengetahui banyaknya sampah yang dihasilkan per hari di Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah . Melakukan survey lokasi. Saat survey dilakukan maka dapat dilihat bahwa lokasi tempat kegiatan terlihat sampah yang masih tidak dikelola dengan baik. Sampah organik dan non organik masih disatukan dan dibuang tidak pada tempatnya. Melakukan survey kepada warga Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui kebiasaan yang dilakukan setiap hari oleh warga terutama ibu rumah tangga terhadap sampah yang dihasilkan setiap . Kegiatan penyuluhan penanganan dan pemanfaatan sampah kepada warga. Hal ini dilakukan agar warga dapat mengetahui perbedaan sampah organik dan non Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. organik serta mengetahui pemanfaatan sampah rumah tangga sehingga jumlah sampah dapat diturunkan. Pengisian kuisioner dari kegiatan ini. Kuisioner ini diperlukan untuk dapat mengetahui pemahaman masyarakat mengenai kegiatan ini. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat yaitu ibu rumah tangga dan warga telah memilah sampah organik dan non organik di sekitar rumahnya. Di tempat atau wilayah Medang telah dibuat tempat sampah yang membedakan sampah organik dan non Sehingga memudahkan warga untuk dapat membuang sampah pada Hasil dan Pembahasan [Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta ibu rumah tangga di Kecamatan Medang. Tangerang. Banten. Sosialisasi dilakukan dengan menerapkan 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas dikarenakan saat itu masih mewabahnya pandemi CovidAo19. Dari hasil kuisioner maka didapat data seperti digambarkan pada Gambar 1 yaitu sebanyak 73,3% warga telah melakukan pemilahan sampah dirumah masing-masing, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 26,7% tidak melakukan pemilahan sampah di Dari wawancara kepada warga didapat bahwa para tim kebersihan atau penangkutan sampah terkadang mereka menyatukan antara sampah organik dan non organik, sehingga perlu diadakan penyuluhan kepada tim kebersihan pengangkutan sampah agar pemilahan sampah harus diterapkan untuk lingkungan yang bersih. Gambar 1. Persentase Warga yang Telah Memilah Sampah Selain itu pada Gambar 2 dapat disimpulkan bahwa di lingkungan Kecamatan Medang telah menerapkan pemisahan sampah organic dan non organic, yaitu sebanyak 46,7% warga yang menyatakan bahwa di sekitar rumahnya telah menerapkan pemilahan sampah. Sedangkan sisanya yaitu 53,3% yang menyatakan bahwa di lingkungan rumahnya tidak menerapkan pemilahan sampah. Vol. No. Februari 2023 ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 2. Penerapan Pemisahan Sampah di Lingkungan Warga Gambar 3. Pengetahuan Sampah Organik. Non Organik dan B3 Pada Gambar 3 yaitu mengenai pengetahuan sampah organic, non organic dan B3 untuk warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Dari Gambar 3 didapat yaitu sebanyak 60% atau sekitar 9 orang warga yang tidak mengerti perbedaan antara sampah organic, non organic dan B3. Selain itu hanya 40% warga yang mengerti Dengan diadakannya sosialisai ini diharapkan warga dapat mengetahui perbedaannya. Selain itu sosialisai ini diberikan brosur mengenai perbedaan sampah-sampah tersebut beserta gambarnya. Brosur dapat dilihat pada Gambar 4 dibawah ini. Selain itu pada sosialisasi kali ini, dalam rangka upaya pengurangan sampah di lingkungan rumah tangga maka diberikan pemaparan mengenai pemanfaatan sampah yang dapat digunakan kembali. Pemanfaatannya yaitu: Pemanfaatan sampah organic yaitu dapat digunakan sebagai kompos, dapat dijadikan pakan ternak, membuat bahan kerajinan tangan, dan membuat biogas untuk listrik. Pemanfaatan sampah non organic yaitu dapat didaur ulang kembali, dapat menghasilkan kerajinan tangan, dapat dijadikan tempat atau wadah makanan dan dapat dijadikan bahan energi alternatif yang berasal dari plastic. Pemanfaatan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracu. yaitu dapat didaur ulang kembali dan mengubah produk menjadi bahan baku kembali. Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Dalam hasil survey kepada warga didapat bahwa warga yang mengerti jika sampah dapat digunakan kembali yaitu sebesar 60% atau sekitar 9 orang dan yang tidak mengerti sekitar 40% atau 6 orang. Survei ini dapat dilihat pada Gambar 5 dibawah Gambar 4. Brosur Pemilahan Sampah Gambar 5. Pengetahuan Pemanfaatan Sampah Dari hasil kegiatan sosialisasi ini, warga menilai bahwa program ini sangat postif dan berguna. Warga yang ikut sosialisasi akan melakukan pemilahan sampah di rumah dan lingkungan. Selain itu, sampah yang dapat didaur ulang hendaknya didaur sendiri sehingga akan mengurangi sampah di lingkungan rumah. Kesimpulan [Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi pengabdian ini yaitu warga mengetahui betapa pentingnya pemilahan sampah di rumah tinggal dan lingkungannya. Warga juga mengetahui perbedaan sampah antara organic, non organic dan B3. Sehingga diharapkan warga tidak salah dalam membuang sampah di lingkungan rumahnya. Vol. No. Februari 2023 ISSN 2776-7477 (Onlin. Warga juga mengetahui pemanfaatan sampah yang dapat digunakan Kembali. Menggunakan sampah kembali dapat mengurangi pembuangan sampah dan dapat mengurangi polusi lingkungan akibat sampah yang dibuang sembarangan. Ucapan Terimakasih [ Penulis megucapkan terimakasih kepada warga di lingkungan Kecamatan Medang, selain itu ucapan terimakasih kepada Jurusan Teknik Mesin. Universitas Trisakti dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat Universitas Trisakti atas segala supportnya. Referensi