SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : 2775-2054 IMPMENETASI EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN MENDUKUNG PROFIL LULUSAN DI SMPN 6 PALU Article history Received: 05 Mei 2026 Revised: 07 Mei 2026 Accepted: 11 Mei 2026 DOI: 10. 35329/jp. DALAM 1*Alfiana, 1Arifuddin M. Arif, 1Andi Anirah, 2Nurmalasari 1Universitas Islam Negeri Datokarama. Palu. Indonesia, 2Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Indonesia *Corresponding author alfiana010524@gmail. Abstrak Pendidikan di Indonesia tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan aspek spiritual peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam mendukung pencapaian profil Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekstrakurikuler keagamaan dan bentuk ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan di SMPN 6 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu, dilakukan dengan baik, terorganisir, dan berkelanjutan, peserta didik berperan aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga membantu pengembangan profil lulusan dan juga menciptakan suasana belajar yang baik. Kata kunci: ekstrakurikuler keagamaan. pendidikan karakter. profil lulusan Gambar 1. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Keagamaan (Imta. Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Alfiana, dkk. / Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Mendukung Profil LulusanA PENDAHULUAN Pendidikan adalah dasar yang krusial untuk meningkatkan sumber daya manusia. Fokus pendidikan di Indonesia tidak hanya pada pencapaian akademis, melainkan juga pada pembentukan karakter yang baik dan berjiwa spiritual, dalam Undang-undang sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003, tujuan pendidikan Indonesia mencakup lebih dari sekedar peningkatan kecerdasan peserta didik, ini mencakup pula pembentukan sikap, moral, dan karakter yang baik. Untuk mencapai pengembangan sikap positif dan nilai-nilai moral, diperlukan peran lembaga pendidikan yang terencana dan terstruktur. Terdapat tiga jalur utama dalam pendidikan di Indonesia, yaitu pendidikan formal yang meliputi sekolah-sekolah dengan kurikulum yang tersusun, pendidikan non-formal sepertia kursus, bimbingan belajar yang memberikan tambahan luar sekolah, dan pendidikan informal, yang terjadi secara alami melalui interaksi dengan keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Ketiga jalur ini saling melengkapi dalam mendukung perkembangan kompetensi akademik dan karakter peserta didik, sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara menyeluruh. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pengembangan diri. Melalui kegiatan ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengasah bakat, minat, dan kreativitas sesuai bidang yang diminati dengan tetap berada dalam bimbingan pihak sekolah. Ekstrakurikuler keagamaan merupakan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan di luar waktu pelajaran formal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi spiritual peserta didik, membentuk karakter, dan menanamkan akhlak mulia, sekaligus memperdalam pemahaman dan kemampuan berpikir mereka melalui pengalaman belajar yang berlangsung di luar lingkungan kelas. Peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dibimbing untuk mengamalkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini juga menjadi sarana pembinaan minat dan bakat peserta didik di lingkungan sekolah. Dengan penerapan kurikulum merdeka, perhatian sekarang tertuju pada pengembangan 8 dimensi profil lulusan yang meliputi keimanan dan ketakwaan, kewarganegaraan, pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan komunikasi. Pendekatan ini lebih menekankan pada pembelajaran kontekstual, pengalaman nyata, dan proyek-proyek yang berarti untuk mengembangkan karakter dan kopetensi abad 21. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ekstrakurikuler keagamaan berperan penting dalam pengembangan karakter peserta didik. Penelitian ini fokus pada pelaksanaan program keagamaan, tingkat partisipatif siswa dalam kegiatan, serta peran pendidik dan pembina dalam menanamkan nilai-nilai religius. Temuan peneliti menunjukkan bahwa penyelenggaraan ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terstruktur memberikan dampak terhadap penguatan sikap religius, peningkatan kedisiplinan, serta pembentukan perilaku positif peserta didik dalam kehidupan sehar-hari. Hasil pra-observasi di SMPN 6 Palu menunjukkan bahwa sekolah telah mengimplementasikan ekstrakurikuler keagamaan untuk mendukung pencapaian profil Sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan keberagaman peserta didik. Kegiatan dirancang untuk memperkuat pemahaman keagamaan, menanamkan nilai moral dan spiritual serta karakter religius, disiplin, dan bertanggung jawab Berangkat dari adanya perbedaan dan keterbatasan temuan pada penelitian sebelumnya, kajian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai bagaimana implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berkontribusi dalam mendukung pencapaian profil lulusan, serta jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dan Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Alfiana, dkk. / Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Mendukung Profil LulusanA menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan profil lulusan peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang menelaah implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah menengah pertama negeri dengan mengaitkannya secara langsung pada dimensi profil lulusan dalam kerangka Kurikulum Merdeka. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan studi kasus. Rancangan penelitian deskriptif dimanfaatkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan pengaruhnya terhadap penguatan profil lulusan di SMPN 6 Palu. Fokus penelitian adalah untuk memahami konteks, proses, makna, dan pengalaman subjek secara mendetail, sehingga informasi yang diperoleh adalah kontekstual dan faktual Penentuan objek penelitian dilakukan dengan metode purposive, meliputi staf bagian kurikulum, guru pendidikan agama Islam, serta siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Proses pemilihan narasumber ini bertujuan untuk mendapatkan beragam perspektif terkait pelaksanaan program, dan dampaknya terhadap pencapaian profil lulusan. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang kontribusi ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk sikap, nilai, dan kompetensi yang menjadi ciri khas lulusan ideal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga metode utama, yaitu . observasi, yang bertujuan untuk melihat secara langsung kegiatan ekstrakurikuler, interaksi antar siswa, dan konteks aktivitas tanpa adanya campur tangan, . wawancara, dengan individu kunci untuk mendapatkan wawasan, pandangan, dan pemahaman mereka mengenai kegiatan ekstrakurikuler, dan . dokumentasi, yang mencakup cacatan administratif, fotofoto, laporan kegiatan, serta dokumen sekolah lainnya yang relevan untuk memperkuat dan memvalidasi hasil dari observasi dan wawancara. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis secara induktif dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles. Huberman, dan Saldana, yang terdiri dari tiga langkah: . reduksi data, yaitu memilah, mengelompokkan, dan menyederhanakan data agar fokus penelitian menjadi lebih jelas, . Penyajian data, yaitu menyusun data dalam format naratif dan deskriptif agar lebih mudah dianalisis, dan . penarikan dan verifikasi kesimpulan, yakni menafsirkan data berdasarkan pola, tema, dan hubungan antara data. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi, yang melibatkan triangulasi sumber . embandingkan data yang dikumpulkan dari staf sekolah, guru, dan sisw. serta triangulasi metode . embandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentas. , sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah Proses penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah: . pemilihan topik studi. kajian literatur. penentuan fokus penelitian dan perumusan pertanyaan. pengumpulan data. penyempurnaan data. pengolahan data. analisis data. dialog teoritis dengan konsep profil lulusan. triangulasi hasil. penarikan kesimpulan. penyusunan laporan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di SMPN 6 Palu Kegiatan ekstrakurikuler perlu dirancang dan dijalankan secara terstruktur, terencana, dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, terutama dalm aspek pengembangan karakter peserta didik. Pengelolaan yang baik menjadikan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan bukan hanya sekedar kegiatan tambahan, tetapi juga menjadi alat strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika, sepertia disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, dan integritas. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengindikasikan bahwa keterlibatan siswa secara teratur dalam ekstrakurikuler keagamaan dapat memperkuat pendidikan karakter Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Alfiana, dkk. / Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Mendukung Profil LulusanA religius melalui pembiasaan nilai dan penerapan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan penguatan dimensi profil lulusan, khususnya pada aspek keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemandirian, serta kemampuan peserta didik dalam menjalin interaksi sosial di lingkungan maupun di masyarakat luas. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran krusial dalam membimbing dan memandu peserta didik agar nilai-nilai religius dan karakter positif dapat diserap secara maksimal. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berperan tidak hanya sebagai sarana pembelajaran tambahan, melainkan juga sebagai elemen penting dalam membentuk kepribadian yang seimbang, religius, dan beretika, yang mendukung pencapaian profil lulusan serta tujuan pendidikan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan. SMPN 6 Palu menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam pengelolaan dan pengembangan program ekstrakurikuler Sekolah ini paham akan keberagaman latar belakang agama para peserta didik, sehingga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dirancang agar inklusif dan menyesuaikan keyakinan masing-masing peserta didik. Dengan strategi ini, setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengoptimalkan potensi spiritual mereka dalam rangka ajaran agama yang di anut. pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu dilakukan dengan perencanaan yang baik dan berkelanjutan, didasarkan pada penjadwalan yang teratur. Sekolah telah menetapkan ekstrakurikuler keagamaan tetap, yaitu BTQ. IMTAK, dan pembiasaan sholat berjamaah yang dijadwalkan secara spesifik agar sesuai dengan waktu belajar peserta didik, sehingga tidak mengganggu kegiatan intrakurikuler. Pelaksanaan kegiatan sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif lembaga dan tenaga pengajar. Peran guru dan dan lingkungan sekolah yang mendukung menjadi faktor dalam membantu pengembangan sikap disiplin, rasa tanggung jawab, dan kemandirian peserta didik, yang merupakan bagian dari ciri-ciri profil lulusan. Kepala sekolah memiliki peran manajerial vital dalam menciptakan minat dan kemampuan peserta didik melalui ekstrakurikuler, termasuk aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru pendidikan agama Islam berperan sebagai pendidik sekaligus teladan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa dukungan sekolah dan budaya sekolah yang kondusif sangat menentukan efektivitas penguatan karakter melalui ekstrakurikuler. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu menunjukkan efek yang signifikan karena dilakukan secara terstruktur, terencana, dan berkelanjutan. Dengan adanya jadwal yang konsisten serta dukungan dari pihak sekolah dan guru pendamping, terwujudlah suasana pembinaan yang mendukung perkembangan peserta didik. Alhasil, peserta didik menunjukkan perubahan sikap dan perilaku positif yang terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan di luar ruang kelas memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan sosial dan emosional mereka, termasuk keterampilan untuk berkolaborasi, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan membangun hubungan sosial yang harmonis melalui pengalaman langsung. Temuan ini sejalan dengan studi-studi sebelumnya yang menekankan bahwa partisipasi aktif siswa dalam aktivitas keagamaan secara rutin bukan hanya memperkuat karakter religius mereka, tetapi juga berdampak positif terhadap pembentukan moral dan nilai-nilai sosial yang lebih luas. Bentuk-bentuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu Baca Tulis Quran (BTQ) Kegiatan Baca Tulis Al-QurAoan (BTQ) dilaksanakan di luar jam pembelajaran formal dan diawasi langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam, sehingga peserta didik dapat membiasakan diri membaca Al-QurAoan secara fokus, terarah, dan berkelanjutan. Program Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Alfiana, dkk. / Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Mendukung Profil LulusanA ini tidak hanya menitik beratkan pada peningkatan kemampuan teknis membaca Al-QurAoan secara benar, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan aktivitas keagamaan secara rutin. Selain itu. BTQ mengedepankan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. misalnya, peserta didik diwajibkan melaksanakan sholat lima waktu yang dipantau secara berkala melalui buku kontrol serta laporan pengawasan dari orang tua. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana yang efektif dalam membangun karakter religius peserta didik sekaligus mengintegrasikan praktik ibadah sehari-hari dengan pembelajaran keagamaan yang sistematis. Sebagai bentuk penghargaan kepada pencapaian peserta didik, sekolah menerapkan sistem penghargaan bagi peserta didik yang menunjukkan perkembangan dan komitmen dalam mengikuti kegiatan BTQ. Pemberian penghargaan tersebut berfungsi sebagai strategi motivasi yang mendorong siswa untuk terus meningkatkan kemampuan serta disiplin Hasil dari wawancara menunjukkan adanya perubahan perilaku positif yang signifikan, terutama dalam hal disiplin dan tanggung jawab, yang tidak hanya terlihat dalam aktivitas peserta didik di sekolah, tetapi juga terbawa ke kehidupan sehari-hari mereka di rumah. Iman dan Takwa (IMTAK) Kegiatan Iman dan Takwa (IMTAK) merupakan salah satu bentuk ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu yang dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali pada hari Jumat. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui partisipasi aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan di sekolah. Dalam pelaksanaannya, setiap kelas secara bergiliran ditugaskan penuh untuk memimpin kegiatan IMTAK setiap pekan. Peserta didik yang bertugas melaksanakan beragam peran, antara lain sebagai pembawa acara (MC), pemimpin pembacaan Asmaul Husna, penghafal surah, pembawa kultum dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta sebagai pemimpin doa. Sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta didik yang mendapat tugas diberikan pembinaan dan arahan oleh guru agar setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Sekolah juga memberikan penghargaan atau reward kepada kelas yang melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai bentuk motivasi dan apresiasi. Selain itu, kegiatan IMTAK dilengkapi dengan program penggalangan dana sukarela dari peserta didik, yang hasilnya disalurkan kepada peserta didik yang membutuhkan. Melalui mekanisme ini, siswa diajak untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta akhlak mulia, sekaligus membina hubungan harmonis antar sesama. Keterlibatan dalam berbagai peran selama kegiatan IMTAK juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter positif yang sejalan dengan dimensi profil lulusan, seperti kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian berbicara di depan umum. Hal ini diperkuat dari hasil wawancara, di mana beberapa siswa mengaku merasakan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan perubahan perilaku yang lebih positif setelah aktif mengikuti kegiatan IMTAK secara rutin. Pembiasaan Sholat Kegiatan shalat wajib berjamaah yang dilaksanakan secara rutin oleh seluruh peserta didik dan dipimpin langsung oleh guru merupakan salah satu bentuk nyata dalam upaya pembinaan karakter peserta didik. Aktivitas ini biasanya dilaksanakan pada waktu dzuhur di musholla sekolah dan diikuti oleh peserta didik secara umum. Dengan keterlibatan aktif dalam salat berjamaah dan doa bersama, peserta didk secara bertahap terbiasa menempatkan diri dalam ibadah yang tertib, khusyuk, serta mengikuti prosedur yang benar. Selain sebagai praktik ibadah, kegiatan ini secara implisit menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, dan kesopanan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam bertindak Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Alfiana, dkk. / Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Mendukung Profil LulusanA maupun bertutur kata. Kebiasaan mengikuti sholat berjamaah mengajarkan peserta didik untuk menghargai waktu, mematuhi aturan, serta menyesuaikan diri dengan suasana kolektif yang teratur. Nilai-nilai ini tidak hanya muncul selama kegiatan ibadah berlangsung, tetapi perlahan membentuk kebiasaan positif yang terbawa dalam interaksi mereka di sekolah, lingkungan rumah, maupun masyarakat luas, sehingga turut membangun karakter yang berintegritas dan beretika. SIMPULAN Pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan di SMPN 6 Palu melalui program BTQ. IMTAK, dan pembiasaan sholat dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan serta berkontribusi dalam mendukung penguatan profil lulusan peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler keagamaan menjadi sarana penting dalam mendukung pembentukan peserta didik yang berkarakter dan berintegritas sesuai dengan tujuan murikulum Merdeka. DAFTAR PUSTAKA