YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HAM -------------------------------------------------------------------------------------------------Syukri Ghozali Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jakarta (Naskah diterima: 10 Agustus 2018, disetujui: 20 Oktober 2. Abstract Changes that occur in the global world have given birth to a number of challenges, including in the world of education. Humanitarian aspects need to be applied and implemented in a human way in the world of education. Education humanization is an educational process aimed at developing the potential of students as whole people, which is done humanely . umanizing human. , so that students can develop both qualitatively and quantitatively towards perfection. Thus human rights violations in education can be prevented so that the human dignity (Human Dignit. will be maintained and protected, and eventually humans will exist with their existence. But all of this really depends on the good intentions of the education managers and educators to humanize students in the educational process. Finally, hopefully this short article can be an inspiration for millions of education managers and educators to be more human in implementing the education system in their environment, of course by prioritizing humanitarian aspects, because students are humans who must be humanized. Changes that occur in the global world have given birth to a number of challenges, including in the world of education. Humanitarian aspects need to be applied and implemented in a human way in the world of education. Education humanization is an educational process aimed at developing the potential of students as whole people, which is done humanely . umanizing human. , so that students can develop both qualitatively and quantitatively towards perfection. Thus human rights violations in education can be prevented so that the human dignity (Human Dignit. will be maintained and protected, and eventually humans will exist with their existence. But all of this really depends on the good intentions of the education managers and educators to humanize students in the educational process. Finally, hopefully this short article can be an inspiration for millions of education managers and educators to be more human in implementing the education system in their environment, of course by prioritizing humanitarian aspects, because students are humans who must be humanized. Keywords: Humanization of education. Human Rights Perspective. Aspects of Humanity. Abstrak Perubahan yang terjadi di dunia global telah melahirkan sejumlah tantangan, termasuk dalam dunia pendidikan. Aspek-aspek kemanusiaan perlu diterapkan dan diselenggarakan secara manusia dalam dunia pendidikan. Humanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi-potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secara manusiawi . emanusiakan manusi. , sehingga peserta didik dapat berkembang YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . baik secara kualitatif maupun kuantitatif menuju kearah kesempurnaan. Dengan demikian pelanggaran HAM dalam pendidikan dapat dicegah sehingga martabat kemanusiaan (Human Dignit. akan tetap terjaga dan terlindungi, dan pada akhirnya manusia akan exist dengan Namun semua ini sangat tergantung pada niat baik para pengelola pendidikan dan pendidik untuk memanusiakan peserta didik dalam proes pendidikan. Akhirnya semoga tulisan pendek ini mampu menjadi inspirasi bagi jutaan pengelola pendidikan dan pendidik untuk lebih manusia dalam menerapkan system pendidikan di lingkungannya, tentunya dengan mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan, karena peserta didik adalah manusia yang harus Kata kunci : Humanisasi pendidikan. Perspektif HAM. Aspek Kemanusiaan. PENDAHULUAN kandungan pun, seorang ibu telah menjaga ada hakekatnya pendidikan adalah dirinya dengan harapa akan berdampak positif pertahankan sifat kemanusiaan nya Pendidikan datang dari manusia, dilakukan . aca: Humanisas. Kita tahu, bahwa hanya oleh manusia dan ditujukan untuk menjaga Manusia dan mempertahankan eksistensi kemanusiaan memiliki keunggulan jauh diatas mahluk- Ketika eksistensi kemanusiaannya hilang, mahluk ciptaan tuhan lain nya. Manusia maka sesungguhnya ia bukanlah manusia, memiliki akal dan naluri yang berfungsi untuk karena sifat-sifatnya sebagai manusia tidak mengangkat derajat kemanusiaanya. Dengan akal pikirannya, manusia mampu menciptakan demikian, masih pantas kah ia dikatakan segala sesuatu untuk memudahkan hidupnya, sebagai manusia? Manusia adalah mahluk dan dengan naluri kemanusiaanya, ia mampu ciptaan Tuhan yang paling mulia, namun berinteraksi dan menjalankan kehidupannya ketika ia sudah mengabaikan kemanusiaanya, antar sesama manusia dan alam sekitarnya. maka derajatnya tidak lebih tinggi dari seekor Sejarah mencatat bahwa seseorang Hal Hal ini telah diterangkan dalam al- qurAoan surat At-Tin ayat 4-5. AuSesungguhnya Ia membutuhkan proses, dan telah kami ciptakan manusia dalam bentuk proses itu adalah pendidikan. Sejak masih yang sebaik-baiknya dan kemudian kami bayi, seseorang sudah dididik melalui kasih kembalikan dia ke tempat yang serendah- rendahnya . Ay. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Sebenarnya sangat sulit memberikan memiliki berbagai macam keunikan dan ke sebenarnya manusia. Para pakarpun tidak khasan sendiri. Hal ini akan sangat berbeda memiliki kesepakatan tentang hal itu. Bahkan Bloch. Sebagaimana dikutip oleh H. Manusia juga dapat dilihat dari dimensi Tilaar, menyatakan bahwa manusia belum historis, hanya manusia yang dapat dikatakan Ini mahkluk yang menyejarah. Oleh karena itu berarti, kita belum memiliki pengetahuan yang manusia akan terus Ae menerus berkembang konfrehensip tentang manusia. Ada yang selama keberadaannya didunia ini. 2 (H. mengatakan bahwa manusia adalah sejarah Tilaar, yang memiliki masa silam, masa kini dan cita masyarakat madani Indonesia : Strategi Ae citanya di masa depan ( baca : historisasi Reformasi pendidikan Nasional, ( Bandung : Oleh sebab itu, manusia bukanlah Remaja Rosdakarya,2. , cet. Ke-2, h. suatu diktum atau suatu titik yang telah Manusia adalah mahkluk monodualis, menjadi dan telah sempurna, tetapi sesuatu artinya manusia yang nampaknya satu tapi yang secara terus Ae menerus menjadi. Oleh sebenarnya terdiri dari dua unsur yaitu jiwa sebab itu, dapat pula dimengerti mengapa dan raga, dikatakan bahwa manusia belum mengetahui Sebenarnya, tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak hakekat manusia dapat dilihat dari berbagai dapat dipisahkan. Manusia akan tetap disebut Dimensi religius terlihat, bahwa manusia jika kedua unsur tersebut masih manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling melekat padanya. Kedua unsur tersebut akan sempurna, dari dimensi sosiologis ia adalah Karena itu, manusia adalah komunitas atau masyarakat. Selanjutya ia mahkluk satuAesatunya yang dapat berkembang dapat dilihat dari dimensi simbolis, yakni baik secara kualitatif maupun kuantitatif. mahkluk yang mengenal dan memiliki nilai Ae Dalam kedua unsur tersebut, terdapat potensi nilai estetika, etika,ilmu pengetahuan dan potensi yang dapat dikembangkan, dan hal itu, teknologi,dsb. individualnya ia merupakan sosok yang Sedangkan Pendidikan, jasmani dan rohani. Disebut YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . mempertahankan eksistensi kemanusiaannya sebagai fungsi sosial . ducation as social di dunia ini. Ia juga memiliki budaya yang function ), sebagai pedoman atau bimbingan akan terus berkembang mengisi ruang Ae ruang . ducation as Dengan begitu, manusia dapat pertumbuhan ( education as growt. , yang disebut sebagai mahkluk berbudaya dan mempersiapkan dan membentuk peserta didik menjadi sempurna, sehingga pada akhirnya inovasiAeinovasi untuk kelanjutan hidupnya yang lebih baik. Dengan demikian, terdapat depan, dan proses ini hanya dapat dicapai suatu gambaran tentang hakekat manusia dan aspek Aeaspek kemanusiaannya. (John Dewey, 1. Dalam kapasitasnya sebagai homo sebagai sarana Dari sini, (Renewal edukandum . ahkluk yang harus dididi. , hubungan antar manusia dan pendidikan. atau ia bisa disebut animal educabil . ahkluk Manusia tanpa pendidikan akan kehilangan sebangsa binatang yang bisa dididi. , 3 Prof. eksistensinya sebagai manusia, dan pendi- Arifin. Ed. Filsafat pendidikan, dikan tanpa manusia tidak akan berjalan, (Jakarta : Bina Aksara, 1. , cet. Ke-1, karena hanya manusia lah mahkluk yang dapat Manusia memiliki potensi besar dalam dididik dan mendidik. Oleh karena itu pendidikan, ia adalah mahkluk yang bisa pendidikan harus mengerti manusia dengan mendidik dan bisa dididik. Potensiya dalam segala sisi Ae sisi kemanusiaannya. Karena itu, pendidikan menjadikan dirinya terus exist dan Dengan pendidikan, manusia manusia, karena hakekat pendidikan adalah dapat mempertahankan dirinya dari segala memanusiakan manusia . trategi humanisas. menghantui eksistensinya. II. HASIL DAN PEMBAHASAN Namun, 1 HAM Dan Pendidikan mempertahankan eksistensi manusia? Ketika manusia meyakini pendidikan sebagai strategi untuk mempertahankan eksistensinya Austrategi humanisasi,Aytanpa disadari bahwa pendidikan sebagai salah satu kebutuhan telah terjadi pelanggaran HAM yang paling hidup manusia . duction as necessity of lif. , substansial pada kehidupan peserta didik, dan John Dewey YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . hal itu terjadi pada proses pendidikan. Hak gard. dalam pendidikan telah menjadi Aurobot asasi manusia ( HAM ) adalah hak yang Ae robot besarAu yang kendalinya dipegang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia Kebebasan adalah hal yang paling semata Ae mata karena ia manusia. Hak ini substansi dalam HAM, dan hal itu telah sangat mendasar dan bersifat inalienable dan Apakah ini bukan pelanggaran Oleh karena itu, keterbatasan ruang HAM?. dan waktu tidak dapat dijadikan justifier atas pelanggaran HAM. Proses pendidikan seperti yang banyak Kondisi lebih parah terjadi pada peserta didik, mereka menjadi korban dari sistem ini ketika kaum pendidik tidak terjadi di negeri ini tanpa disadari telah mengabaikan HAM peserta didik. Sentralisasi pelajaran sesuai dengan kualitas dan kuantitas merupakan pucuk dari praktek ini, karena dari sinilah diberlakukannya rigid sistem. Sistem peserta didik sering dijadikan objek pasif, dan yang tidak memberikan ruang pada kaum pendidik dan pengelola pendidikan serta kepada peserta didik untu berekspresi secara mampu membebaskan peserta didik karena Padahal kebebasan berekspresi adalah pendidiknya pun tidak dibebaskan. Bagaimana bagian dari HAM mereka. mau membebaskan orang lain sementara yang dimilikinya ,maka kreatifitas Sehingga pendidikan tidak Kaum pendidik meraa tertekan, karena dirinya sendiri tidak terbebaskan. Peserta aksesnya terhadap pelajaran telah tertutup oleh didik hanya menerima dari para pendidiknya, sebuah AupaketAy yang di drop dari pusat. laksana botol kosong yang setiap hari diisi Kondisi ini menyebabkan kaum pendidik terpaksa Au setia Aukepada penguasa,dalam hal mengekspresikan potensi Ae potensi yang ini Departmen Pendidikan Nasional. Disadari dimilikinya sehingga yang terjadi adalah atau tidak, bahwa kreatifitas guru untuk proses indoktrinasi . berkreasi dan bereksperimen telah mati karena Realitas yang sering terjadi adalah dmatikan oleh sistem ini. Dari sinilah Aukrisis sikap AuotoriterAy guru. Guru mendudukan inovasiAy dalam pendidikan itu Aomuncul, dirinya sebagai AupenguasaAy dalam kelas karena guru sebagai garda terdepan . vant- Aumentang-mentang Auia memiiki wewenang YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . mutlak memberikan nilai pada siswa yang pengetahuan komprehenshif terhadap kondisi dikehendakinya, lantas ia dengan seenaknya kejiwaan dan background kehidupan peserta memperlakukan siswa. Peserta didik harus sayang,kejujuran. Guru sering mengumbar keikhlasan AukeridhoanAy dan dalam suasana emosi Aumarah-marahAy dalam kelas, karena kekeluargaan, bukan kekuasaan. Sehingga guru menganggap bodoh muridnya padahal baik pendidik,peserta didik maupun pengelola yang bodoh bukan peserta didik, tapi gurunya pendidikan tidak ada yang merasa tertekan, yang tidak mau mengerti muridnya sendiri, serta penyampaian materiyang mungkin tidak demokratis dan humanis. sesuai dengan yang dikehendaki dengan Sangat menarik dengan apa yang peserta didik. Ini adalah arogansi yang telah diungkapkan oleh paulo freire, bahwa proses membunuh kreatifitas dan rasa ingin tahu pendidikan adalah proses yang membebaskan. peserta didik terhadap materi-materi yang Dimana pendidikan mengkondisikan peserta menyangkut realitas kehidupannya. didik untuk mengenal dan mengungkap Guru masih sering menganggap bahwa kehidupan yang senyatanya secara kritis. pendidikan adalah transfer of knowledge Dalam pendidikan yang membebaskan tidak ada subjek yang membebaskan dan objek AuprosesAy. yang dibebaskan, oleh karena itu proses ini Padahal guru seharusnya melakukan hal-hal bersifat dialogis. 5 Paulo Freire. Politik yang jauh lebih pendting selain meneruskan Pendidikan. Kebudayaan. Kekuasaan dan Pembebasan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar moralitas, pengembangan diri, rasa simpati, ,2. , cet. Ke-2, h. Tidak ada lagi empati, dan mengungkap kualitas-kualitas dikotomi antara guru dan peserta didik, karena lainnya yang dibutuhkan peserta didik untuk kedudukan mereka adalah partner. Proses menjadi seorang yang utuh. 4 (Sayling Wen, seperti inilah yang lebih memanusiakan Future pengejaranAyhasilAy Ini (Batam: Lucky manusia, karena itu pelanggaran HAM lebih Publishers. Proses dapat dicegah. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . peserta didik hendaknya disikapi secara arif 2 Peserta Didik Adalah Manusia Pendidikan dan bijaksana, karena hal itu merupakan keniscayaan yang tidak bisa diseragamkan. garakan secara manusiawi, pendidikan juga Lagi pula keseragaman . bukanlah harus mampu mengenali, mengungkap dan satu-satuya jalan untuk mendapatkan hasil aspek-aspek tersembunyi-dimilki Karena keseragaman . Jadi, sangat berpotensi menghilangkan perbedaan pendidikan tidak hanya transfer of knowledge, yang telah menjadi sunnatullah. hanya sekedar memindahkan ilmu penge- Pandangan bahwa peserta didik adalah tahuan yang saat itu dimiliki pendidik kepada AumanusiaAy merupakan tonggak awl perlakuan peserta didik. Pandangan seperti ini tentunya manusiawi terhadap peserta didik dalam sangat disayangkan karena begitu seder- lingkungan pendidikan. Banyak kalangan pendidik, khususnya yang menganggap bahwa Padahal yang dikembangkan oleh peserta didik adalah mahkluk yang harus selalu patuh dengan AutitahAy pendidiknya, intelektualitas semata, namun yang lebih selayaknya ia tidak mengerti apa-apa. Setiap hari dia harus datang, duduk, dengarkan, catat, . , dan menuruti apa yang dititahkan oleh guruya. pengembangan karakter dan cara pandang Ia seperti AyrobotAy yang Auremot controlAy nya peserta terhadap kehidupan masa depannya. dipegang oleh sang guru. Pendidikan harus melihat manusia Kebebasan peserta didiktelah dipasung dengan segala perbedaan yang dimilikinya. oleh sebuah sistem yang kaku . igid syste. Karena peserta didik bukanlah hasil kloning yang semuanya sama . Peserta Sebenarnya sistem ini telah mematikan bukan didik datang dari berbagai latar belakang hanya kreatifitas siswa semata melainkan . kehidupan yang berbeda bahkan kreatifitas guru ikut dimatikan. Guru tidak tidak menutup kemungkinan tujuan mereka memiliki akses intelektual sama sekali dengan untuk memperoleh pendidikan juga berbeda. sistem ini. Sedangkan kondisi siswa lebih Heterogenitas background dan personality AumenderitaAy karena daya kreatifitasnya telah YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Hal ini disebabkan oleh kegiatan Kebebasannya pendidikan guru yang hanya mengejar AutargetAy berkreasi dan bereksperimen telah dipasung, yang telah dipaketkan oleh para penguasa. hal ini akan sangat merugikan pengembangan Guru tidak melihat sejauh mana daya serap mutu pendidikan itu sendiri, karena praktek peserta didik terhadap materi yang diajarkan, seperti ini telah menghilangkan penghidupan karena yang terpenting baginya adalah target persaingan mutu yang memicu Audinamisasi kurikulum dapat tercapai. pembelajaranAy. Sehingga lagi-lagi peserta Kondisi diatas menunjukan bahwa didik yang jadi korban. Guru hanya menerima peran seorang guru dalam mendidik sangat AupaketanAy mata pelajaran dari pusat, tanpa mempengaruhi peserta didik. Warna peserta diberikannya kekuasaan dan kekuatan untuk didik adalah bagian goresan sang pendidik. Peran vital dan strategis ini seharusnya bisa suaikannya dengan realitas disekelilingnya. dimainkan oleh guru dengan sebaik mungkin. Kondisi diatas telah mengubur Guru dituntut untuk mampu mempasilitasi alternasiAy dari proses pembelajaran. menyeAubudaya Sistem AupaketanAy tersebut telah dibuat perkembangan peserta didik sesuai dengan potensi-potensi yang ada. Karena pendidikan adalah media dan aktifitas membangun dan dilaknsanakan diberbagai pelosok tanah air. mengembangkan potensi peserta didik. Ironisnya sang pembuat tersebut belum, 3 Memerdekakan sang guru bahkan tidak Seperti dikemukakan diatas, kota AuJakartaAy sedangkan untuk kondisi dae- rah,tempat paketan tersebut dilaksanakan. bahwa sistem yang kaku . igid syste. dapat Sehingga mematikan daya kreatifitas guru. Rigid system bersangkutan menjadi tidak tersentu. Maka tidak heran jika out put dan kebutuhan masyarakat tidak sesuai, sehingga lulusan Auprogram paketanAy yang telah ditentukan pendidikan tidak dipakai oleh masyarakat, pemerintah tanpa adanya pemberian alternatif, bahkan hanya menimbulkan pengangguran secara langsung telah menghilangkan otonomi Karena itu sekolah bukan lagi sebagai guru sebagai pendidik. Ia kehilangan akses produsen Sumber Daya Manusia (SDM) intelektualnya terhadap mata pelajaran yang handal, melainkan Auprodusen pengangguranAy. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Untuk itu akses guru dalam mengembangkan guru menjadi fasilitator kreatif. Dengan mata pelajaran sangat dibutuhkan, karena demikian, akan melahirkan out put yang dengan begitu ia akan lebih dituntut untuk mampu bersaing dengan out put dari negara dapat menyajikan materi yang dibawanya laindalam menghadapi era globalisasi. menjadi kemasaan yang menarik dengan 4 Pendidikan dan Globalisasi tambahan berbagai inormasi yang ada. Perkembangan manusia yang terus Pemberian kebebasan kepada guru beriringan dengan perkembangan zaman, telah untuk mengembangkan materi pelajaran yang menuntutnya untuk menjadi lebih dewasa dan akan dibawanya bukan hanya merupakan lebih mampu menempatkan dirinya pada keniscayaan tapi juga harus muncul dari political will pemerintah. Guru akan mengkaji perubahan dan perkembangan zaman yang dan menganalisa materi pelajaran sesuai Perkembangan zaman sekarang dengan kualifikasinya pada mata pelajaran Dengan begitu guru akan lebih globalisasi yang telah membuat manusia terpacu untuk memberikan yang terbaik pada mencari jati dirinya dan memposisikannya Ia tidak merasa tertekan dalam dengan benar. Perkembangan globalisasi tidak menyampaikan materi yang diajarkannya. dapat disangka lagi, karena keberadaannya Pemberian kebebasan pada guru untuk mengembangkan materi yang diajarkannya merupakan suatu keniscayaan sejarah, dimana setiap orang tidak akan mampu menahannya. Glelombang globalisasi yang ditandai pembelajaran dalam kelas, khususnya pada dengan pasar bebas . ree marke. dan ledakan peserta didik karena ia juga akan ikut informasi mulai merangkak ke berbagai Peserta didik akan diberikan pelosok dunia. Bagian dunia mana yang lolos keleluasaan untuk berkembang sesuai jati dari cengkraman globalisasi?laksana angin dirinya, sehingga ia akan mampu belajar yang maha dahsyat, ia menjalar menjelajahi secara mandiri Auindependent learningAy. setiap celah dan relung kehidupan manusia. akan aktif mencari dan mengolah informasi Tetapi globalisasi bukanlah AuhantuAy yang harus ditakuti, karena ia datang dengan bermakna Auvaluable knowledgeAy sedangkan menawarkan peluang sekaligus tantangan. Ini YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . berarti sisi positif dari globalisasi sangatlah ruang untuk campur tangan didalamnya. rasional untuk diharapkan. Walaupun sisi Akibatnya negatifnya selalu mengintai setiap celah kelemahan yang tidak kalah besarnya. pendidikan terjadi. Dalam era globalisasi yang ditandai Implikasi pasar bebas pada pendidikan. dengan menguatnya pasar bebas merupakan Pertama, pemerintah harus melepaskan semua pendidikan pada swasta. Ini akibat dari adanya Karena pendidikan bagi sebagaian tuntutan bahwa campur tangan pemerintah orang dapat digunakan sebagai capital untuk harus dilepaskan. Dan membiarkan semuanya memperoleh provit yang sebesar-besarnya. terserah pasar. Dalam hal ini swastalah yang Visi eksistensi manusia dapat diganti oleh suatu Kedua, visi yang meletakan pendidikan sebagai AukomoditiAy, sehingga terjadilah komoditisasi diyakini hal itu bertentangan dengan prinsip manusia karena eksistensinya terancam. Komoditisasi pasar bebas dan persaingan bebas serta dinilainya akan menghambat persaingan bebas merupakan suatu keniscayaan dari adanya dalam pendidikan. Dan lebih parah lagi ketika ideologi pendidikan sebagai menuntut agar pemerintah Aukompetisi bebasAy yang seakan semuanya manusia dianggap menghalangi pertumbuhan menjadi halal, tidak ada batas haram. Paham ekonomi paa sektor pendidikan. pasar bebas didalamnya berusaha membatasi Ketika pendidikan yang merupakan peran pemerintah dan memberikan ruang yang hak asasi manusia dijadikan penghalang bagi seluas-luasnya pada sektor swasta. Dalam pertumbuhan ekonomi dan subsdi pendidikan pasar bebas, asarlah yang menentukan segala dihapus serta menyerahkan mekanismenya Harga pada pasar, maka pendidikan sudah menjadi AukomoditiAy akibatnya, pendidikan hanya dapat pendidikan, dimana pemerintah tidak memiliki diakses oleh kaum ningrat dan orang-orang YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . yang memiliki tingkat ekonomi tinggi saja, mengalami pergeseran visi, misi dan orientasi, ekonominya lemah, ia tidak dapat mengakses 6 Francis Wahono. Kapitalisme Pendidikan yang sejak lama Pendidikan Keadilan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kompetisi mempertahankan eksistensinya saat ini mulai 2. , cet. Ke-1, h . METODE PENELITIAN didik dapat berkembang baik secara kualitatif Metode pengkajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan demikian pelanggaran Menurut HAM Rachmat Kriyantono sedalam-dalamnya (Human Dignit. akan tetap terjaga dan melalui pengumpulan data sedalam-dalamya. terlindungi, dan pada akhirnya manusia akan Penelitian ini tidak mengutamakan besarnya exist dengan eksistensinya. Namun semua ini populasi atau sampling bahkan populasi atau sangat tergntung pada niat baik para pengelola samplingnya sangat terbatas. Jika data yang pendidikan dan pendidik untuk memanusiakan ,martabat menjelaskan fenomena yang diteliti, maka Akhirnya semoga tulisan pendek ini mampu. tidak perlu mencari sampling lainnya. Disini DAFTAR PUSTAKA