Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MENUJU KAMPUS MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SORONG (UNAMIN) UMMI HANIFAH MARSHUSHA. RAHFUL AHMAD MADAULA Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Sorong Email: ummihanifah@um-sorong. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstrak: Universitas Muhammadiyah Sorong (Unami. merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Papua Barat Daya dan sekitarnya. Keberadaan kampus ini menjadi faktor penarik mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah untuk datang memenuhi kebutuhan pendidikan. Faktor penarik ini kemudian menimbulkan adanya pergerakan menuju ke Hal ini menuntut ketersediaan beragam moda transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas mereka. Perbedaan pilihan moda transportasi mahasiswa menuju kampus menunjukkan adanya faktor-faktor yang perlu dikaji lebih lanjut. Variable yang digunakan untuk mendukung penelitian ini yaitu karakteristik mahasiswa Unamin yang meliputi lokasi tinggal, uang saku bulanan dan kepemilikan kendaraan pribadi, serta faktor penentu pemilihan moda transportasi yang meliputi jarak menuju ke kampus, waktu tempuh dan biaya perjalanan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian didapatkan 5 moda transportasi yaitu berjalan kaki, menggunakan mobil pribadi, motor pribadi, angkutan umum dan transportasi online. Poporsi alasan pemilihan moda transportasi menuju kampus yaitu faktor biaya perjalanan . %), uang saku bulanan . %), jarak tempuh . %) dan waktu perjalanan . %). Kata Kunci: Transportasi. Mobilisasi. Pergerakan Abstract: Muhammadiyah University of Sorong (Unami. is one of the universities that is much sought after by the people of Southwest Papua Regency and its surroundings. The existence of this campus is an attracting factor for students from various regions to come to meet their educational This pull factor then gives rise to movement towards campus. This requires the availability of various modes of transportation that can meet their mobility needs. Differences in students' choice of transportation modes to campus indicate that there are factors that need to be studied further. The variables used to support this research are the characteristics of Unamin students which include location of residence, monthly pocket money and private vehicle ownership, as well as determining factors in choosing a mode of transportation which include distance to campus, travel time and travel This research was conducted using quantitative methods with frequency distribution analysis From the research results, it was found that there are 5 modes of transportation, namely walking, using a private car, private motorbike, public transportation and online transportation. The majority of reasons for choosing a mode of transportation to campus include travel costs . %), monthly pocket money . %), travel distance . %) and travel time . %). Keywords: Transportation. Mobilization. Movement Pendahuluan Transportasi merupakan urat nadi kehidupan sehari-hari dan sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok karena setiap orang memerlukan transportasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu untuk bekerja, sekolah, rekreasi, maupun berinteraksi sosial. Setiap pergerakan yang dilakukan oleh masyarakat tidak dapat dipenuhi di satu tempat sehingga masyarakat perlu pergi ke suatu tempat yang berbeda untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan alat (Wijaya, 2. Dengan kata lain pergerakan masyarakat dalam memenuhi kubutuhan hidupnya akan menimbulkan permintaan transportasi. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Salah satu aspek yang ditinjau dalam analisis kebutuhan dan pelayanan transportasi adalah pemilihan moda transportasi. Tahap pemilihan moda ini dapat dikatakan sebagai tahap terpenting dalam berbagai perencanaan dan kebijakan transportasi, karena menyangkut efisiensi pergerakan, ruang yang harus disediakan untuk dijadikan prasarana transportasi, dan jumlah moda transportasi yang dapat dipilih penduduk (Tamin dalam Alkan dan Said, 2. Pemilihan moda transportasi menjadi alasan tersendiri oleh masing-masing orang dan akan menggambarkan peminat dari salah satu moda transportasi tersedia (Tamin dalam Imawan dkk. Pemilihan moda transportasi menurut Gunardo . salah satunya disebabkan oleh faktor sosial dan ekonomi. Dapat dikatakan bahwa pemilihan moda transportasi antar satu orang dengan yang lainnya akan berbeda tergantung dari latar belakang masing-masing. Semakin beragamnya faktor penentu pemilihan moda transportasi menyebabkan semakin beragam pula jenis moda transportasi yang tersedia. Tidak hanya yang bersifat pribadi dan umum, tetapi kini juga muncul banyaknya perusahaan jasa online yang menyediakan altarnatif transportasi. Terjadi perkembangan yang signifikan terhadap jumlah permintaan transportasi disetiap tahunnya (Prihatini & parmana, 2. Kota Sorong merupakan Ibu Kota Kabupaten Papua Barat Daya yang menjadi pusat aktivitas setelah terjadinya pemekaran. Kota Sorong memegang peran penting sebagai sentral pendidikan tinggi, dengan kehadiran berbagai institusi akademik dan jumlah mahasiswa yang signifikan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik . , mencatat bahwa Kota Sorong memiliki 13 lembaga pendidikan tinggi, meliputi negeri maupun swasta. Keberagaman dan jumlah institusi pendidikan ini menjadikan Kota Sorong sebagai magnet bagi para pelajar, yang berkontribusi pada populasi mahasiswa yang besar di kota ini. Jumlah mahasiswa yang ada di Kota Sorong pada tahun 2023 yaitu sebanyak 2. orang dan dimungkinkan untuk bertambah setiap tahunnya. Universitas Muhammadiyah Sorong (Unami. merupakan salah satu institusi perguruan tinggi yang banyak diminati oleh masyarakat. Baik yang memilih pada urutan pertama atau karena tidak diterima dikampus negeri, sebab disana mempunyai biaya yang cukup terjangkau serta memiliki akreditasi yang baik. Hal ini menciptakan tarikan bagi mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Papua Barat Daya dan sekitarnya untuk datang dan melakukan perjalanan pendidikan. Hal ini menuntut ketersediaan beragam moda transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas Pilihan moda transportasi yang beragam memungkinkan mahasiswa memilih opsi yang paling cocok dengan keinginan dan keperluan mereka (Eliza, dkk, 2. Banyaknya jumlah mahasiswa tentunya menciptakan pergerakan yang membutuhkan sarana berupa moda transportasi dan pemilihan terhadap moda tersebut bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang telah ditawarkan pada tiap jenis moda angkutan (Saputra, 2. Kepuasan pengguna menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan moda transportasi yang digunakan. Kini moda transportasi sudah sangat luas tidak hanya yang bersifat pribadi dan umum tetapi ada pula yang bersifat online. Menurut Retnowati . Jasa angkutan yang mengintegrasikan teknologi internet dalam seluruh prosesnya dikenal sebagai transportasi online. Mulai dari reservasi, tracking perjalanan, metode pembayaran, hingga pemberian feedback, semuanya dilakukan secara digital. Perbedaan pilihan moda transportasi mahasiswa menuju kampus menunjukkan adanya faktor-faktor yang perlu dikaji lebih lanjut. Dengan demikian, studi ini dimaksudkan untuk menggali karakteristik mahasiswa dan pemilihan mereka terhadap moda transportasi yang digunakan menuju ke kampus Unamin Sorong. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan fokus kepada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah (Unami. Sorong yang mana sebagai lokasi penelitian. Sample mahasiswa yang dipilih yaitu acak atau tidak terpaku pada asal jurusan, asal domisili dan jenis kelamin. Hal ini dikarenakan untuk dapat melihat keberagaman pola pemilihan moda transportasi sesuai dengan karakteristik masing-masing. Berikut merupakan lokasi penelitian. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 1. Ruang Lingkup Lokasi Penelitian Pengumpulan data pada penelitian ini mencakup data primer dan sekunder. Dara primer didapatkan dari menyebar kuesioner kepada 56 mahasiswa dengan menyajikan serangkaian pertanyaan tertulis kepada responden untuk diisi. Sedangkan data sekunder pada penelitian ini menggunakan data jumlah mahasiswa Unamin Sorong yang didapat dari Website Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dicirikan oleh perencanaan dan struktur yang rinci dari awal hingga akhir proses penelitian. Menurut Sugiyono . , metode kuantitatif berakar pada filosofi positivisme. Metode ini diterapkan untuk menginvestigasi kelompok populasi atau sampel spesifik, dengan proses pengambilan data yang memanfaatkan alat ukur terstandar. Analisis data dilakukan secara statistik atau numerik dengan distribusi frekuensi untuk menjelaskan karakteristik mahasiswa dan pemilihan moda transportasi menuju ke kampus. Karakteristik mahasiswa yang akan dijabarkan yaitu meliputi domisili tinggal, uang saku dan kepemilikan kendaraan pribadi. Sedangkan pemilihan moda transportasi menuju ke kampus meliputi moda yang digunakan, jarak tinggal menuju ke kampus, waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan. Pembahasan dan Analisa Lokasi penelitian adalah Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong atau sering dinamakan kampus Unamin, yang terletak di Jl. Pendidikan No. Kelurahan Klabulu. Malaimsimsa. Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan dengan teknik angket, yaitu penyebaran kuesioner kepada mahasiswa, sebagai responden, untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Karakteristik Mahasiswa Kampus Unamin Sorong merupakan salah satu perguruan tinggi yang diminati oleh masyarakat Kabupaten Papua Barat Daya dan sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya berasal dari dalam Kota Sorong saja tetapi juga wilayah sekitarnya. Hal ini menyebabkan keberagaman lokasi tinggal mahasiswa. Berdasarkan pada hasil survey, terdapat beberapa pilihan lokasi tinggal mahasiswa yaitu di rumah keluarga karena asal domisili di Kota Sorong, adapula mahasiswa tinggal di kos dan ada mahasiswa yang tetap tinggal di domisili asal walaupun di luar Kota Sorong. Berikut merupakan karakteristik lokasi tinggal mahasiswa Unamin Sorong. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rumah Keluarga Rumah Kos Domisili di Luar Kota Soorong Gambar 1. Lokasi Tinggal Mahasiswa Unamin Sorong Mahasiswa yang menjadi responden penelitian ini sebanyak 38% berasal dari Kota Sorong dan tetap tinggal di rumah keluarga. Sedangkan 33% tinggal di rumah kos karena berasal dari luar Kota Sorong dan 29% tetap tinggal di rumah keluarga walaupun berasal dari luar Kota Sorong . i Kabupaten Soron. Karakteristik lokasi tinggal ini turut mempengaruhi pemilihan moda transportasi mereka menuju ke kampus. Karakteristik lain yaitu seberapa banyak uang saku mahasiswa tiap bulannya. Uang saku ini juga mempengaruhi dengan moda transportasi apa mereka menuju ke kampus. Semakin besar uang saku maka mahasiswa akan lebih leluasa untuk memilih moda transportasi karena dianggap mampu mengakses seluruh moda. Berikut merupakan karakteristik uang saku mahasiswa Unamin Sorong. < 500,000 500,000 - 1,000,000 >1,000,000 Gambar 2. Uang Saku Mahasiswa Unamin Sorong Pada gambar diatas dapat diketahui bahwa responden mahasiswa sebanyak 62% memiliki uang saku sebanyak 500. 000 rupiah per bulan. Sebanyak 19% memiliki uang saku <500. 000 dan >1. Uang saku yang mereka miliki harus digunakan untuk membayar biaya transportasi baik yang menggunakan moda pribadi yaitu untuk membeli bahan bakar, maupun moda umum yaitu membayar tarif perjalanan. Karakteristik mahasiswa Unamin Sorong lainnya yaitu kepemilikan kendaraan pribadi. Mahasiswa yang memiliki kendaraan pribadi cenderung akan menggunakan kendaraannya untuk menuju ke kampus. Walaupun ada juga mahasiswa yang memiliki kendaraan pribadi namun tidak digunakan untuk pergi ke kampus, hal ini disebabkan karena jarak lokasi tinggal sangat dekat dengan kampus sehingga lebih memilih berjalan kaki. Ada pula mahasiswa yang tinggal di luar Kota Sorong dan memiliki kendaraan pribadi yang lebih memilih menggunakan angkutan umum karena faktor Berikut merupakan karakteristik kepemilikan kendaraan pribadi mahasiswa Unamin Sorong. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Punya Kendaraan Pribadi Tidak Punya Kendaraan Pribadi Gambar 3. Kepemilikan Kendaraan Pribadi Mahasiswa Unamin Sorong Pada gambar diatas dapat diketahui bahwa mahasiswa yang menjadi responden, sebanyak 67% memiliki kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Sedangkan 33% lainnya tidak memiliki kendaraan pribadi. Kepemilikan kendaraan ini turut menjadi faktor pemilihan moda transportasi mahasiswa menuju ke kampus. Mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi online untuk berangkat ke kampus. Pemilihan Moda Transportasi Menuju Ke Kampus Pemilihan moda transportasi yang dipilih oleh mahasiswa Unamin Sorong menuju ke kampus dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jarak tinggal menuju ke kampus, waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan. Karakteristik masing-masing responden beragam karena latar belakang mereka berbeda-beda. < 10 menit 10 - 20 Menit > 20 menit Gambar 4. Waktu Tempuh Mahasiswa Menuju Ke Kampus Unamin Sorong < 5 Km 5 - 15 Km > 15 Km Gambar 5. Jarak Tempuh Mahasiswa Menuju Ke Kampus Unamin Sorong ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Dua gambar diatas memperlihatkan waktu perjalanan dan jarak tempuh mahasiswa Unamin Sorong menuju ke kampus. Sebagian besar membutuhkan waktu tempuh 10-20 menit dalam menempuh jarak 5-15 km menuju ke kampus. Kemudian waktu tempuh < 10 menit untuk jarak tempuh < 5 km dan waktu tempuh > 20 menit untuk jarak >15 km. Semakin dekat jarak maka waktu tempuhnya akan semakin cepat dan semakin jauh jarak maka waktu tempuhnya akan semakin lama. Ada beberapa responden yang tetap tinggal di domisili asal di Luar Kota Sorong yang harus menempuh jarak 30-40 km untuk menuju ke kampus dan menempuh waktu perjalanan hingga 40 Jarak dan waktu tempuh yang harus dilalui oleh responden menuju ke kampus setiap harinya, berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan. Semakin jauh dan lama perjalanannya, maka biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Sebaliknya, semakin dekat rumah tinggal dengan kampus maka bisa dilalui dengan berjalan kaki dan tidak mengeluarkan biaya perjalanan. Berikut merupakan biaya yang dikeluarkan mahasiswa Unamin Sorong tiap bulan untuk perjalanan menuju ke kampus. 50,000 - 100,000 100,000 - 150,000 > 150,000 Gambar 6. Biaya perjalanan Menuju Ke Kampus Unamin Sorong Gambar diatas dapat terlihat pengeluaran responden untuk perjalanan menuju ke kampus, yaitu sebagian besar 38% mengeluarkan 50. 000 Ae 100. 000 rupiah per bulannya. Sebanyak 33% responden 000 rupiah dan sebanyak 29% mengeluarkan >150. 000 rupiah per bulan. Biaya ini dikeluarkan untuk membeli bahan bakar atau membayar tarif transportasi online. Keberagaman biaya yang dikeluarkan oleh responden dalam perjalanannya ke kampus memengaruhi pemilihan moda transportasi oleh responden. Selain itu, biaya transportasi yang dikeluarkan oleh responden memiliki kaitan dengan jumlah uang saku yang dimilikinya. Berdasarkan pada karakteristik responden dan faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi menuju ke kampus, maka terdapat lima pilihan moda transportasi menuju ke kempus, yaitu sebagai berikut. Tabel 1. Pemilihan Moda Transportasi Menuju Ke Kampus Unamin Sorong Mobil Motor Angkutan Transportasi Jenis Kelamin Jalan kaki Total Pribadi Pribadi Umum Laki-Laki 5,4 % 1,8 % 23,2 % 5,4 % 3,6 % 39,3 % Perempuan 10,7 % 3,6 % 14,3 % 10,7 % 21,4 % 60,7 % Sumber : Hasil Survey, 2024 Table diatas dapat dilihat bahwa pilihan moda transportasi yang terbentuk yaitu berjalan kaki, menggunakan mobil pribadi, motor pribadi, angkutan umum dan transportasi online. Moda transportasi yang digunakan dibentuk dari faktor karakteristik responden yaitu lokasi tinggal responden yang berkorelasi dengan jarak dan waktu tempuh perjalanan, faktor uang saku yang berkorelasi dengan biaya yang dikeluarkan responden untuk perjalanan per bulan serta faktor ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kepemilikan kendaraan pribadi. Berdasarkan pada alasan diatas, didapatkan proporsi faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi menuju ke kampus Unamin Sorong yaitu sebagai berikut. Gambar 7. Proporsi Faktor Berpengaruh dalam Pemilihan Moda Tranportasi Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data faktor yang memengaruhi responden dalam memilih moda transportasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi pemilihan moda transportasi. Gambar diatas menunjukkan proporsi responden yang dengan faktor yang paling memengaruhinya untuk memilih moda transportasi menuju kampus. Terlihat bahwa kepemilikan kendaraan pribadi menjadi faktor utama dalam menentukan moda transportasi menuju ke kampus. Kemudian faktor biaya perjalanan . %), uang saku bulanan . %), jarak tempuh . %) dan waktu perjalanan . %). Responden yang memiliki kendaraan pribadi baik mobil dan motor cenderung akan menggunakannya untuk perjalanan menuju ke kampus. Responden yang tinggal dekat dengan kampus, lebih memilih untuk berjalan kaki. Sedangkan respondenyang tidak memiliki kendaraan pribadi lebih memilih menggunakan angkutan umum dan transportasi Penutup Penelitian dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian yaitu karakteristik mahasiswa dan pemilihan mereka terhadap moda transportasi yang digunakan menuju ke kampus Unamin Sorong. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu : Karakter responden mahasiswa Unamin Sorong yaitu sebagian besar . %) berasal dari Kota Sorong dan tetap tinggal di rumah keluarga. Sebanyak 33% tinggal di rumah kos dan 29% tetap tinggal di rumah keluarga walaupun berasal dari luar Kota Sorong . i Kabupaten Soron. Uang saku mereka yaitu 62% sebanyak 500. 000 rupiah per bulan, 19% memiliki uang saku <500. 000 dan >1. Untuk kepemilikan kendaraan pribadi sebanyak 67% memiliki kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Sedangkan 33% lainnya tidak memiliki kendaraan pribadi. Waktu perjalanan dan jarak tempuh menuju ke kampus sebagian besar 10-20 menit dalam menempuh jarak 5-15 km, waktu tempuh < 10 menit untuk jarak tempuh < 5 km dan waktu tempuh > 20 menit untuk jarak >15 km. Pengeluaran responden untuk perjalanan menuju ke kampus, yaitu sebagian besar 38% mengeluarkan 50. 000 Ae 100. 000 rupiah per bulannya. Sebanyak 33% responden mengeluarkan 100. 000 rupiah dan sebanyak 29% mengeluarkan >150. 000 rupiah per bulan. Biaya ini dikeluarkan untuk membeli bahan bakar atau membayar tarif transportasi online Pilihan moda transportasi yang terbentuk dari penelitian ini adalah berjalan kaki, menggunakan mobil pribadi, motor pribadi, angkutan umum dan transportasi online. Poporsi pemilihan moda ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL transportasi menuju kampus yaitu faktor biaya perjalanan . %), uang saku bulanan . %), jarak tempuh . %) dan waktu perjalanan . %). Ucapan Terima Kasih Saya sebagai peneliti tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Sorong dan mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan laporan ini. Daftar Pustaka