Zeta Ae Math Journal Volume 9 Nomor 2. November 2024, pp. E-ISSN: 2579-5864 P-ISSN: 2459-9948 D https://doi. org/10. 31102/zeta. Preferensi Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square Larisa Mutiara Putri1. Utsna Rosalin Maulidya2. Gaby Valenia Rosa Purba3. Faizah Jauhar Sulaiman4. Fariz Fadillah Mardianto5* 1,2,5 Prodi Statistika. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Airlangga. Indonesia Prodi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Airlangga. Indonesia * Penulis Korespondensi. Email: m. m@fst. ABSTRAK Hasil pemilihan umum menentukan pemimpin yang kebijakannya berpengaruh besar pada Indonesia. Generasi Z akan memegang peran penting dalam pemilu karena diprediksi akan menggantikan dominasi politik Generasi Milenial. Berdasarkan Komisi Pemilihan Umum 2023, jumlah suara Generasi Z mencapai 22,85 persen dari total penduduk Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai provinsi dengan populasi Generasi Z terbesar kedua. Julukan kota metropolitan tidak bisa terlepas dari ibukota Jawa Timur, walaupun peringkatnya masih di urutan kedua, kota Surabaya memiliki Generasi Z mencakup 28,8 persen dari total pemilih pada Pemilu 2024. Sehingga, penting untuk menganalisis preferensi unik Generasi Z dalam pemberian suara pada Pemilu 2024 di Surabaya. Metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dipilih karena kemampuannya menguji hubungan kompleks antara berbagai variabel laten dan indikatornya secara simultan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik preferensi Generasi Z dalam menentukan pilihan suara, mengetahui apa saja faktor yang memengaruhi preferensi tersebut. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor internal seperti pendapatan dan pendidikan, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan tokoh terkenal, berperan penting dalam memengaruhi keputusan pemilih Generasi Z di Pemilu 2024 Surabaya. Maka dari itu, pemerintah dapat merumuskan strategi kampanye yang lebih efektif dan inklusif, dengan mempertimbangkan preferensi dan karakteristik khusus dari Generasi Z. Kata Kunci: Generasi Z. Surabaya. Pemilu. Structural Equation Modeling. Partial Least Squares ABSTRACT The election results determine the leaders whose policies significantly impact Indonesia. Generation Z will play a crucial role in the elections, predicted to replace the Millennial Generation's political dominance. According to the 2023 General Election Commission. Generation Z makes up 22. 85 percent of Indonesia's population, with East Java having the second-largest Generation Z population. The nickname of metropolitan city cannot be the capital of East Java, although it still in second ranks. Surabaya has Generation Z accounting for 28. 8 percent of voters in the 2024 Elections. Therefore, it is essential to analyze Generation Z's unique voting preferences in Surabaya for the 2024 Elections. The Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method was chosen for its ability to test complex relationships between latent variables and their indicators simultaneously. The purpose of this study is to describe the characteristics of Generation Z preferences in determining voting choices, knowing what factors influence these preferences. These findings indicate that internal factors like income and education, and external factors like peer and celebrity influence, significantly affect Generation Z's voting decisions in the 2024 Elections in Surabaya. Hence, the government can formulate more effective and inclusive campaign strategies by considering Generation Z's specific preferences and characteristics. Keyword: Generation Z. Surabaya. Election. Structural Equation Modeling. Partial Least Squares Article info: Submitted: 8 July 2024 Accepted: 29 October 2024 How to cite this article: Putri. Maulidya. Purba. Sulaiman. , & Mardianto. Preferensi Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Zeta - Math Journal, 9. , 6072. https://doi. org/10. 31102/zeta. ataThis article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. PENDAHULUAN Pengertian Generasi Z, dalam Pew Research Center di nyatakan sebagai kelompok yang lahir antara tahun 1997 - 2012. Dalam teori perspektif politik, diprediksikan bahwa pada tahun 2039. Generasi Milenial akan mengakhiri dominasi politik mereka sehingga kekuasaan politik harus beralih ke Generasi Z dan juga Alpha, sehingga Generasi Z menjadi fokus utama dalam Pemilu 2024 (Nurhasim, 2. Menurut laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2023, jumlah suara Generasi Z berjumlah 46,8 juta suara atau sekitar 22,85 persen dari total seluruh populasi di Indonesia (Bangkesbangpol Kota Surabaya, 2. Berdasarkan DataIndonesia. Jawa Timur menempati posisi kedua dengan jumlah penduduk Generasi Z terbesar, yakni 385 jiwa (Widi, 2. Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur dan juga kota metropolitan dengan jumlah penduduk terbanyak kedua setelah DKI Jakarta menunjukkan hal yang selaras untuk persentase populasi Generasi Z, yang menyatakan bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Surabaya pada pemilihan umum tahun 2024. Generasi Z mencakup 28,8 persen dari total pemilih. Seorang pemilih yang memberikan suara dalam proses pemilihan umum cenderung melewati proses perenungan dan pertimbangan sebelum menentukan satu pilihan. Terlebih karena Generasi Z adalah generasi yang kompleks dikarenakan ciri-ciri dan dinamika yang membedakannya dari generasi sebelumnya, juga pasti melalui proses yang biasa dikenal dengan decision making dalam pengambilan suara pemilu. Menurut Margaret Matlin, seorang ahli psikologi kognitif, decision making adalah keterampilan untuk mengevaluasi dan memilih di antara berbagai opsi yang tersedia. Dalam konteks politik, keputusan ini menjadi sangat penting karena mengingat hasil pemilu menjadi penentu pemimpin negara yang kebijakannya berpengaruh besar pada Indonesia. Oleh karena itu, partisipasi pemilih menjadi topik sentral dalam studi mengenai perilaku pemilih (Ramadhan, 2. Terdapat banyak penelitian yang mengulas faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi Oleh karena itu, untuk membantu mempercepat pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDG. nomor 16 poin ke-7, yakni tentang penjaminan pengambilan keputusan yang responsif, inklusif, partisipatif dan representatif di setiap tingkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi unik Generasi Z dalam pemberian suara atau memilih pemimpin, perwakilan, atau kebijakan tertentu dalam suatu pemilihan umum dengan pendalaman faktor-faktor psychology decision making. Penelitian serupa yang membahas tentang pola bermedia dilakukan oleh Evita . dan budaya politik Generasi Z oleh Mustafa et al. dalam kontestasi pemilu. Namun, studi-studi tersebut hanya memperhatikan tingkat partisipasi Generasi Z dan faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut, preferensi Generasi Z kurang dieksplorasi lebih lanjut mengenai isu-isu spesifik, nilai-nilai, dan elemen lain yang memainkan peran kunci di dalamnya. Keterbaruan dari penelitian kami akan ditekankan pada penggunaan metode statistika, yaitu metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) yang belum pernah digunakan dalam konteks pemilu analisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi dalam suara pemilu bukan hanya partisipasinya. Melalui metode ini, dapat menganalisis banyak faktor sekaligus yang kemungkinan memiliki pengaruh terhadap preferensi Generasi Z dari perspektif psikologis dalam membuat keputusan pilihan suara terhadap Pemilu 2024. Metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) adalah teknik statistik multivariat yang menguji dan memperkirakan hubungan antara satu atau lebih variabel dependen dengan beberapa faktor secara simultan (Musyaffi et al. , 2. Metode SEM-PLS dipilih karena memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adalah menggunakan asumsi non-parametrik tanpa mengikuti pola distribusi data tertentu sehingga tidak memerlukan asumsi distribusi normal pada data, efisien untuk sampel kecil, fleksibel pada skala pengukuran, mampu mengakomodasi sampel kompleks dengan banyak variabel laten dan indikator, dan menghasilkan estimasi parameter yang lebih akurat dengan menggunakan pendekatan bootstrap atau resampling meskipun data tidak mengikuti distribusi tertentu (Rigdon et al. , 2. Selain itu, karena penelitian ini bersifat explanatory yang berfokus pada mengeksplorasi dan memahami hubungan antara variabel, sehingga SEM-PLS memungkinkan analisis hubungan yang kompleks secara simultan antara variabel laten dan indikatornya (Rigdon et al. , 2. Banyak penelitian yang telah menerapkan metode SEM-PLS, sebagai contoh adalah analisis evaluasi kepuasan masyarakat terhadap sistem e-toll di Indonesia oleh Mardianto et al. Penerapan terbaru dari metode ini digunakan untuk menganalisis pengaruh keseimbangan kerja dan kehidupan terhadap komitmen organisasi pada dosen yang bekerja secara hybrid (Choeriyah, 2. Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square Putri, dll. Berdasarkan permasalahan tersebut, diharapkan dengan lebih memahami preferensi Generasi Z, penelitian ini dapat dijadikan acuan referensi pembuatan strategi kampanye yang lebih efektif dengan mengoptimalkan alokasi sumber daya, termasuk waktu dan anggaran, untuk mencapai dampak maksimal di kalangan Generasi Dengan demikian, pemilihan umum menjadi lebih akurat dalam mencerminkan keinginan masyarakat secara keseluruhan dan memperkuat dasar demokratis. Hal ini dapat membangun pemerintahan yang kuat dan inklusif serta peningkatan akses terhadap hukum. METODE PENELITIAN 1 Sumber Data dan Teknik Pengumpulann Data Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei secara offline dari Mei hingga Juni 2024. Pada survei ini, digunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data, dengan menyasar Generasi Z berusia 17 hingga 27 tahun dan tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024 di Surabaya. Pembagian sampel per kecamatan dilakukan menggunakan teknik sampling statistika. Teknik sampling merupakan serangkaian teknik kegiatan yang biasanya dipergunakan untuk pengambilan sampel dalam suatu penelitian (Septiani et al. , 2. Sampel dipilih dengan teknik quota sampling berdasarkan jumlah pemilih Generasi Z di Kota Surabaya menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu sebanyak 466. 102 pemilih tetap. Menurut Septiani et al. pula, quota sampling adalah salah satu teknik sampling non-probabilitas dengan jumlah sampel dari suatu populasi yang memiliki ciri tertentu akan diambil dalam beberapa tahap perulangan sampai memenuhi jumlah kuota yang diinginkan. Jumlah sampel sebanyak 204 responden diambil menggunakan rumus Slovin. Dalam menentukan ukuran sampel minimal pada SEM-PLS, setidaknya sama dengan atau lebih besar dari sepuluh kali dari jumlah terbanyak indikator formatif yang digunakan dalam suatu penelitian (Musyaffi, et al. Oleh karena dalam penelitian ini digunakan 8 indikator, untuk itu jumlah sampel minimal adalah 10x8, artinya jumlah sampel yang ditentukan dengan rumus Slovin telah memenuhi syarat. Distribusi jumlah sampel per kecamatan di Surabaya berdasarkan teknik quota sampling ditunjukkan dalam Gambar 1 sebagai berikut. WONOKROMO WONOCOLO WIYUNG TENGGILIS MEJOYO TEGALSARI TANDES TAMBAKSARI SUKOMANUNGGAL SUKOLILO SIMOKERTO SEMAMPIR SAWAHAN SAMBIKEREP RUNGKUT PAKAL PABEAN CANTIAN MULYOREJO LAKARSANTRI KREMBANGAN KENJERAN KARANG PILANG JAMBANGAN GUNUNG ANYAR GUBENG GENTENG GAYUNGAN DUKUH PAKIS BULAK BUBUTAN BENOWO ASEM ROWO Gambar 1. Jumlah Sampel Per Kecamatan Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. 2 Variabel Penelitian Menurut Haryanto . , preferensi dapat memengaruhi Generasi Z dalam memutuskan untuk membuat keputusan pilihan suara pada Pemilu 2024. Ketika seseorang membuat keputusan, seseorang akan dipengaruhi oleh faktor psikologis, yaitu faktor internal dan eksternal (Harman et al. , 2. Berikut adalah nama variabel, indikator, sumber, dan skala data yang digunakan dalam penelitian disajikan pada Tabel 1. Nama Variabel Voting Choices (Y) Preferensi (Z) Faktor internal (X. Faktor eksternal (X. Tabel 1. Variabel Penelitian Indikator Pasangan Presiden dan Wakil Presiden (Y. DPR-RI (Y. DPD-RI (Y. DPRD Provinsi (Y. DPRD Kota (Y. Gubernur dan Wakil Gubernur (Y. Walikota dan Wakil Walikota (Y. Visi, misi, dan program kerja (Z. Partai politik (Z. Penampilan kandidat (Z. Kedaerahan atau etnis (Z. Kepercayaan (Z. Strategi kampanye (Z. Popularitas (Z. Rekam jejak (Z. Kecerdasan Emosional (X. Pendapatan (X. Pendidikan (X. Idola (X. Motif tulus (X. Keluarga (X. Teman dekat (X. Tokoh terkenal (X. Pengaruh media massa (X. Jaringan sosial (X. Sumber (Subiyanto, 2. (Azmi, 2. (Kulachai et al. , 2. (Aditya, 2. (Kulachai et al. , 2. (Azizurrahman, 2. (Muzakkir, 2. (Azmi, 2. (Kulachai et al. , 2. 3 Tahapan Penelitian Data yang diperoleh melalui pengujian diolah dan dianalisis menggunakan software SmartPLS. Penelitian ini menerapkan teknik analisis data menggunakan metode statistik deskriptif, serta analisis struktural dengan metode statistik Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Tahapan Penyusunan Kuesioner Menentukan variabel dan membuat model berdasarkan konsep maupun teori perancangan model Menggambarkan susunan variabel-variabel dengan diagram jalur . ath diagra. untuk memvisualisasikan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Menyusun kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan yang relevan terkait dengan variabel-variabel yang telah ditentukan. Tahapan Pra-Survei dan Survei Melakukan pengumpulan data awal yang diperlukan untuk keperluan pra-survei, dengan tujuan untuk menguji dan menyempurnakan instrumen penelitian sebelum digunakan secara luas. Melakukan uji validitas dan reliabilitas pada data hasil pra-survei yaitu sebanyak 80 responden. Adapun rumus untuk uji validitas ditunjukkan pada persamaan . dan uji reliabilitas ditunjukkan pada persamaan . sebagai berikut. Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square Putri, dll. ycycuyc = ycu ycu ycu Ocycu ycn=1 ycuycnyc ycycn Oe(Ocycn=1 ycuycnyc )(Ocycn=1 ycycnyc ) ycu ycu ycu Oo. cu Ocycu ycn=1 ycuycnyc Oe(Ocycn=1 ycuycnyc ) ]. cu Ocycn=1 ycycnyc Oe(Ocycn=1 ycycnyc ) ] . Keterangan : ycycuyc : koefisien korelasi pearson untuk setiap item pertanyaan ycu : jumlah data yang digunakan, dengan ycn = 1,2, . : jumlah item pertanyaan, dengan yc = 1,2. A , yco : nilai skor item pertanyaan ke-j pada data ke-i ycycn : total skor pertanyaan untuk data ke-i yco ycyca = . coOe. Ocyco yc=1 yuayc Keterangan : ycyca : nilai reliabilitas cronbachAos alpha yuayc : variansi dari nilai item pertanyaan ke-j yuayc : variansi dari total skor pertanyaan Melakukan pengumpulan data utama untuk keperluan survei, dengan target sampel yang telah ditentukan sebelumnya guna memperoleh data yang representatif. Tahapan Analisis Data Mendeskripsikan data untuk mengidentifikasi karakteristik dari data tersebut dengan menggunakan statistika deskriptif. Mengubah path diagram menjadi sistem persamaan struktural sebagai estimasi parameter (Supandi, 2. , yaitu . Estimasi bobot sebagai pengukuran skor variabel laten. Estimasi jalur sebagai penghitung koefisien jalur dan faktor muatan. Estimasi rata-rata dan parameter lokasi sebagai indikator dan variabel laten. Evaluasi outer model dengan uji validitas dan reliabilitas. Pengujian validitas konvergen . onvergent validit. A Pada penelitian dengan sifat konfirmatori, nilai loading factor harus lebih dari 0,7. Sedangkan, untuk penelitian dengan sifat eksplanatori, nilai loading factor yang diterima berkisar antara 0,6 hingga 0,7 (Ghozali, 2. A Untuk menunjukkan validitas konvergen yang baik, nilai Average Variance Extracted (AVE) harus lebih dari 0,5 (Ghozali, 2. Adapun perhitungan nilai AVE diperoleh melalui persamaan . sebagai berikut. Ocycu yco=1 yuIycnyco yco=1 yuIycnyco Ocyco ycycayc. uAyco ) yaycOyaycn = Ocycu Keterangan : yaycOyaycn : nilai AVE pada variabel laten ke-i yuIycnyco : nilai loading factor indikator ke-k pada variabel laten ke-i ycycayc. uAyco ) : 1 Oe yuI2ycnyco . Pengujian validitas diskriminan . iscriminant validit. A Metode kriteria Fornell-Larcker membandingkan akar kuadrat dari AVE dengan korelasi antar konstruk laten. Untuk memenuhi syarat, akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk harus lebih besar daripada korelasi antara konstruk laten tersebut dengan konstruk laten lainnya (Hamid et al. , 2. A Cross loadings, nilai loading factor indikator pada konstruk yang ditugaskan harus lebih tinggi dibandingkan dengan semua konstruk loading factor lainnya. Syaratnya, nilai cut-off dari loading factor harus lebih dari 0,7 (Hamid et al. , 2. Pengujian reliabilitas A Nilai composite reliability di atas 0,7 dianggap memadai. Adapun rumus untuk menghitung composite reliability ditunjukkan pada persamaan . sebagai berikut. Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. yuUyca. = (Ocycu yco=1 yuIycnyco ) (Ocycu yco=1 yuIycnyco ) Ocyco ycycayc. uAyco ) . Keterangan : yuUyca. : nilai composite reliability untuk variabel laten ke-i yuIycnyco : nilai loading factor indikator ke-k pada variabel laten ke-i ycycayc. uAyco ) : 1 Oe yuI2ycnyco A Nilai cronbachAos alpha antara 0,6 dan 0,7 dianggap dapat diterima dalam explanatory research (Hair et al. , 2. Dalam pengujian reliabilitas penggunaan composite reliability dianggap lebih akurat daripada cronbachAos alpha karena mempertimbangkan bobot dari masing-masing indikator Composite reliability cenderung memberikan estimasi yang lebih tinggi, tetapi nilai yang terlalu tinggi . ,95 atau lebi. dapat menandakan adanya redundansi item yang dapat mengurangi validitas konstruk. Oleh karena itu, penggunaan composite reliability dianggap pilihan yang memadai untuk mengukur konsistensi internal dalam analisis ini (Hair et al. Evaluasi inner model . Pengujian multikolinearitas VIF untuk mengidentifikasi multikolinearitas antar variabel VIF kurang dari 5 menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas yang signifikan (Purwanto & Sudargini, 2. Evaluasi lebih lanjut dengan melihat signifikansi hubungan antar variabel laten melalui path coefficients, yang diperoleh dari proses bootstrapping untuk menentukan tingkat signifikansi statistik hubungan tersebut (Hair et al. , 2. Adapun bootstrap standard error diperoleh dengan menggunakan persamaan . sebagai berikut. C O CO Ocyc=1. uEyc OeyuE ) ycyce uECycI ) = Oo ycIOe1 Keterangan: yuECyc : estimasi yuE yang berasal dari metode bootstrapping ke-r yuEC O OcycI yc=1 yuEyc ycI ycI : jumlah pengulangan metode bootstrapping Melakukan evaluasi pada keseluruhan model Untuk menilai validitas keseluruhan dari model struktural, digunakan Goodness of Fit (GoF). Nilai GoF dihitung dengan menggunakan persamaan . yaycuya = Ooycaycuyco i y II Keterangan yaycuya : indeks goodness of fit (GoF) ycaycuyco i : rata-rata dari seluruh nilai AVE yci2 : rata-rata dari seluruh nilai R-Square Rentang nilai GoF adalah 0 hingga 1, dengan 0,1 (GoF renda. , 0. 25 (GoF modera. , dan 0,36 (GoF tingg. (Purwanto & Sudargini, 2. Menginterpretasikan hasil pemodelan. Menyimpulkan rekomendasi berdasarkan temuan dari analisis tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan analisis statistika deskriptif berguna untuk memberikan informasi mengenai karakteristik umum data dan variabel yang diduga berpengaruh terhadap hasil keputusan pemilih Generasi Z di Surabaya. Ringkasan data jawaban responden yang terpilih sebagai sampel dalam penelitian kali ini terdiri atas 68,14 persen perempuan sedangkan 31,86 persen lainnya laki-laki. Karakteristik responden berdasarkan profesi Putri, dll. Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square terdiri atas 77,94 persen berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, 20,58 persen merupakan pegawai swasta dan l,47 persen lainnya berprofesi sebagai wirausaha, guru dan ASN/pegawai negeri. Dari beberapa uraian indikator psychology decision making yang dicantumkan sebagai sub bab kategori pertanyaan dalam kuisoner yang diisikan responden, didapatkan sebaran tingkat persepsi responden yang sebagian besar merupakan pemilih pertama dalam pemilu yaitu sebanyak 77,45 persen. Mayoritas generasi Z yang merupakan pemilih pertama pada pemilu 2024 setuju bahwa indikator dari variabel faktor internal yang mempengaruhi paling banyak mempengaruhi putusan suara pemilih adalah tingkat pendidikan dan pendapatan, selain itu terdapat pula faktor ekternal yaitu media massa disetujui merupakan indikator yang paling mempengaruhi putusan suara Hal ini mempengaruhi preferensi pemilih generasi Z dalam hal melihat visi, misi dan program kerja serta rekam jejak dan juga strategi kampanye dari pasangan calon sebelum menentukan putusan suara dalam pemilu 2024 di Kota Surabaya Berikut pada Gambar 2 disajikan data responden berdasarkan masing-masing Gambar 2. Tingkat Persepsi Generasi Z terhadap Sentimen Berdasarkan Tiap Indikator Psychology Decision Making yang Menghasilkan Putusan Suara Selain itu, dapat dilihat pula dari Gambar 3 bahwa sebagian besar Generasi Z mengaku telah setuju dapat membuat putusan suara atau memilih para calon wakil rakyat dengan tepat dengan rata-rata persentase sebesar 75,77 persen dari total 204 responden yang mengisi kuesioner survei untuk masyarakat Kota Surabaya. Gambar 3. Tingkat Persepsi Generasi Z Surabaya Terhadap Keputusan Pemilu 2024 Berdasarkan variabel dan indikator riset yang telah disajikkan pada sub bab metode maka diperoleh diagram jalur untuk riset ini yang ditunjukkan pada Gambar 4 sebagai berikut. Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. Gambar 4. Model Struktural Estimasi Awal Tabel 2. Nilai Outer Loading pada Evaluasi Awal dan Akhir Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Indikator Evaluasi Awal Evaluasi Akhir 0,654 0,708 0,828 0,867 0,797 0,800 0,786 0,781 0,825 0,802 0,733 -0,590 0,506 0,491 0,790 0,879 0,581 0,721 0,092 0,725 0,821 -0,297 X11 0,643 X12 0,707 0,853 X13 0,645 0,787 X14 -0,060 X15 0,577 X21 0,515 X22 0,621 0,716 X23 0,782 0,883 X24 -0,117 X25 -0,352 Berdasarkan Tabel 2 di atas, nilai outer loading awal menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa indikator yang tidak memenuhi syarat validitas karena riset ini bersifat explanatory research, maka dapat digunakan nilai antara 0,6 hingga 0,7 sebagai acuan, sehingga nilai outer loading yang kurang dari 0,6 dianggap tidak valid (Ghozali, 2. Dengan pertimbangan untuk mempertahankan variabel Presiden dan Wakil Presiden sebagai variabel utama yang ingin diteliti, maka, diperoleh estimasi akhir pada model struktural dengan hanya menggunakan indikator-indikator valid. Tahap ini melibatkan penghapusan indikator yang tidak valid satu per satu, dimulai dari yang mempunyai nilai outer loading paling rendah, hingga diperoleh model akhir di mana semua yang tersisa merupakan indikator valid dengan nilai loading factor yang lebih dari 0,7. Putri, dll. Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square Oleh karena itu, variabel voting choices . uCC 1 ) mempunyai empat indikator yang valid, variabel preferensi . uCC 2 ) mempunyai tiga indikator yang valid, variabel faktor internal . uOC1 ) mempunyai dua indikator yang valid, dan variabel faktor eksternal . uOC2 ) mempunyai dua indikator yang valid. Hasil estimasi akhir menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan pada setiap variabel telah memenuhi syarat validitas yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 3. Fornell-Larcker Criterion yuCC 1 yuCC 2 yuOC1 yuOC2 yuCC 1 0,775 0,006 0,296 -0,058 yuCC 2 0,006 0,810 -0,198 0,565 CyuO1 0,296 -0,198 0,821 -0,157 CyuO2 -0,058 0,565 -0,157 0,804 Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan bahwa model telah memenuhi kriteria fornell-larcker untuk validitas Pada tabel tersebut, nilai diagonal menunjukkan akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk, yaitu yuOC1 sebesar 0,775, yuOC2 sebesar 0,810, yuCC 1 sebesar 0,821, dan yuCC 2 sebesar 0,804. Nilai-nilai ini lebih besar daripada korelasi antara konstruk yang lainnya pada baris dan kolom yang sama, menunjukkan bahwa setiap konstruk lebih baik menjelaskan varians indikatornya sendiri dibandingkan dengan varians indikator konstruk laten lainnya. Dengan demikian, kriteria fornell-larcker untuk validitas diskriminan telah dipenuhi. Tabel 4. Nilai Cross Loadings yuCC 2 yuCC 1 yuOC1 yuOC2 X12 0,853 -0,190 -0,177 0,235 X13 0,787 -0,058 -0,146 0,255 X22 -0,138 0,716 0,337 -0,121 X23 -0,121 0,883 0,544 0,002 -0,198 0,483 0,879 -0,010 -0,121 0,357 0,721 0,014 -0,154 0,512 0,821 0,014 0,293 -0,124 -0,129 0,708 0,258 -0,015 0,058 0,867 0,137 0,018 0,101 0,781 0,179 -0,031 0,036 0,733 Berdasarkan Tabel 4 di atas, menunjukkan bahwa kriteria validitas diskriminan berdasarkan metode cross loadings terpenuhi karena setiap indikator memiliki nilai loading factor pada konstruk yang ditugaskan lebih tinggi daripada nilai pada konstruk lain, dengan nilai cut-off lebih tinggi dari 0,7. Dengan demikian, karena telah memenuhi kriteria fornell-larcker dan cross loadings sehingga model ini valid secara diskriminan. Tabel 5. Nilai AVE dan Composite Reliability Indikator AVE Composite Reliability yuCC 1 0,856 0,600 yuCC 2 0,850 0,655 CyuO1 0,805 0,674 CyuO2 0,783 0,646 Menurut Tabel 5, indikator-indikator di atas mempunyai nilai AVE lebih dari 0,5 yang menunjukkan bahwa convergent validity dari model telah terpenuhi. Selain itu, nilai composite reliability untuk setiap indikator juga memenuhi kriteria karena nilai dari setiap indikator lebih dari 0,6, yang mana masih dapat diterima dalam explanatory research. Oleh karena itu, model ini memenuhi kriteria convergent validity dan reliabilitas yang memadai. Tabel 6. Nilai VIF Indikator Nilai VIF 1,373 2,974 3,055 Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. 1,592 1,850 1,422 1,476 X12 1,140 X13 1,140 X22 1,102 X23 1,102 Berdasarkan Tabel 6, semua indikator menunjukkan nilai VIF di bawah 5 sehingga tidak ada masalah multikolinearitas yang signifikan antara variabel independen. Tahap berikutnya adalah pengujian hipotesis untuk menilai signifikansi hubungan antara variabel laten. Hubungan antara variabel laten didasarkan pada model struktural seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 5. Model Struktural Estimasi Akhir Hasil dari analisis SEM-PLS disajikan dalam Gambar 5. Menurut Hair et al. ,2019 secara matematis, hasil tersebut dapat dituliskan dalam model yang disajikan pada persamaan . , sebagai berikut. yuOC2 = Oe0,157 yuOC1 yuCC 2 = Oe0,112 yuOC1 0,547 yuOC2 yuCC 1 = 0,107 yuCC 2 0,306 yuOC1 Oe 0,070 yuOC2 Dengan menggunakan proses bootstrapping, diperoleh nilai path coefficient yang disajikan dalam Tabel 7 sebagai berikut. Tabel 7. Nilai Path Coeffient Variabel Keterangan Original Sample T -Statistics P-Value 0,107 1,002 0,317 yuCC 2 Ie yuCC 1 Preferensi Generasi Z Ie Voting Choices Pemilu 2024 di Surabaya -0,112 1,725 0,085 Faktor Internal Ie Preferensi Generasi Z pada yuOC1 Ie yuCC 2 Pemilu 2024 di Surabaya 0,306 3,478 0,001 CyuO1 Ie yuCC 1 Faktor Internal Ie Voting Choices Pemilu 2024 di Surabaya -0,157 1,923 0,055 Faktor Eksternal Ie Faktor Internal yuOC2 Ie yuOC1 0,547 10,390 0,000 Faktor EksternalIe Preferensi Generasi Z pada yuOC2 Ie yuCC 2 Pemilu 2024 di Surabaya -0,070 0,783 0,434 Faktor eksternal Ie Voting Choices Pemilu yuOC2 Ie yuCC 1 2024 di Surabaya Putri, dll. Generasi Z Surabaya dalam Keputusan Pemilihan Umum 2024 Berdasarkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode SEM-PLS pada Tabel 7, dengan tingkat signifikansi alpha 10 persen, diperoleh keputusan untuk menolak H0 dalam tiga kasus berbeda. Pertama, terdapat pengaruh signifikan antara faktor internal terhadap voting choices dalam Pemilu 2024 di Surabaya dengan nilai p-value sebesar 0,001, menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pilihan suara pemilih. Hal ini selaras dengan pernyataan Harman et al. bahwa ketika seseorang membuat keputusan, seseorang tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis, yaitu faktor internal dan eksternal. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara faktor eksternal dengan faktor internal dengan p-value sebesar 0,055, mengindikasikan bahwa faktor eksternal memengaruhi faktor internal. Hasil dari analisis variabel ini sedikit berbeda bila dibandingkan dengan pengujian variabel pada konteks di luar pemilihan umum, seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Sentiago dan Hidayatulloh . bahwa faktor internal tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ketiga, terdapat pengaruh signifikan antara faktor eksternal terhadap preferensi Generasi Z pada Pemilu 2024 di Surabaya dengan nilai p-value sebesar 0,000, menunjukkan bahwa faktor eksternal secara signifikan memengaruhi preferensi Generasi Z dalam memilih. Pernyataan ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh AAoyunin et al. , yang menyatakan bahwa faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap preferensi seseorang. Selanjutnya, dari model tersebut diperoleh nilai GoF sebesar 0,3114. Menurut Purwanto dan Sudargini . , nilai GoF tersebut dapat dikategorikan sebagai moderat karena nilai yang mendekati 0,36, yang menunjukkan bahwa model ini cukup baik dalam menjelaskan data empiris. Faktor internal seperti pendapatan dan pendidikan memberikan kontribusi signifikan terhadap voting choices dalam Pemilu 2024 di Surabaya, dengan indikator pendapatan memberikan kontribusi terbesar terhadap faktor internal, yaitu sebesar 85,3 persen. Sementara itu, indikator pendidikan memberikan kontribusi sebesar 78,7 persen. Selain itu, faktor eksternal juga berperan penting dalam memengaruhi faktor internal di mana indikator teman dekat memberikan kontribusi sebesar 88,3 persen dan tokoh terkenal sebesar 71,6 Adapun preferensi Generasi Z dalam Pemilu 2024 di Surabaya dengan indikator kedaerahan atau etnis memberikan kontribusi sebesar 87,9 persen, diikuti oleh popularitas sebesar 82,1 persen, dan kepercayaan sebesar 72,1 persen. Berdasarkan temuan-temuan di atas, terdapat beberapa saran kebijakan yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan partisipasi Generasi Z dalam Pemilu 2024 di Surabaya. Pertama, sosialisasi melalui media sosial perlu ditingkatkan dengan menggunakan platform seperti Instagram dan Twitter/X, serta menyajikan konten yang menarik dan relevan bagi Generasi Z. Kedua, meningkatkan integritas dan transparansi kandidat adalah hal yang penting, dengan memastikan kandidat memiliki rekam jejak yang baik dan transparan, serta menggunakan teknologi untuk memastikan keadilan dalam proses pemilihan. Ketiga, memperbaiki fasilitas TPS dengan memastikan kenyamanan, mengurangi antrian panjang, serta meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan sistem pemilu. Keempat, mendorong kampanye positif dengan mengurangi drama politik dan negativitas dalam kampanye. Terakhir, edukasi politik dan partisipasi perlu diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dan universitas, dapat juga dengan mengadakan seminar, workshop, dan diskusi politik di kalangan pemuda untuk membangun pemuda yang dapat berpikir kritis dan melek politik sehingga Generasi Z tertarik untuk berpartisipasi dalam pemilu. Sehingga hasil pemilihan suara untuk Presiden dan Wakil Presiden. DPRRI. DPRD-RI, serta Walikota dan Wakil Walikota sebagai wakil rakyat yang dipilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh masyarakat dapat dengan tepat mewakili suara rakyat termasuk Generasi Z. KESIMPULAN Faktor eksternal mempunyai pengaruh signifikan terhadap preferensi pemilih Generasi Z dalam Pemilu 2024 di Surabaya. Faktor-faktor eksternal seperti pengaruh teman dekat dan tokoh idola memainkan peran penting dalam keputusan pemilih Generasi Z. Selain itu, faktor internal juga berpengaruh signifikan terhadap hasil pilihan suara, menunjukkan bahwa preferensi pribadi seperti pendapatan dan pendidikan dari pemilih Generasi Z sangat menentukan dalam proses pemilihan. Selain itu, juga mengindikasikan bahwa faktor eksternal berpengaruh terhadap faktor internal. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk dapat menggunakan variabel yang sama tetapi dapat diterapkan di kota lain. Hal ini penting karena preferensi pemilih dapat berbeda berdasarkan lokasi geografis dan karakteristik demografis yang unik di setiap kota. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait disarankan untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang akan meningkatkan partisipasi aktif pemilih Generasi Z di masa depan. Strategi yang baik diharapkan dapat menarik lebih banyak pemilih muda untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu dan memastikan bahwa hasil pemilihan benar-benar mewakili suara rakyat terutama Generasi Z. Zeta Ae Math Journal, vol. 9, no. 2, pp. 60 - 72. November, 2024. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur dan hormat, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmaw. Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Riste. , serta Universitas Airlangga atas dukungan dan pendanaan yang diberikan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial dan Humaniora (PKM RSH) 2024. DAFTAR PUSTAKA