Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) https://ejournal. id/index. php/aijis EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA KONTEMPORER: KONSEP. PRINSIP. METODE. DAN IMPLEMENTASI Achmad IsroAo Kuncoro1*. Maryono2 12 Sekolah Tinggi Agama Islam Syubbanul Wathon (STIS SW) Magelang Keywords: Islamic education, methods, holistic Abstract The evaluation process within Islamic education holds a crucial role, functioning not only as a tool to measure studentsAo academic achievements but also as an instrument to assess their moral, spiritual, and behavioral competencies. As Islamic education aims to develop comprehensive individuals characterized by faith, knowledge, and noble character, evaluation should align with these multidimensional goals. This study aims to elaborate the concepts, guiding principles, evaluation methods, and implementation strategies of educational evaluation in Islamic education, particularly in the context of contemporary challenges. Employing a descriptive qualitative research method through extensive literature review from national and international academic sources within the last five years, this article identifies various techniques applied in Islamic educational settings, ranging from traditional oral and written tests to modern digital-based assessments. The findings highlight that evaluation in Islamic education should be based on Islamic values derived from the Qur'an and Hadith, while also embracing technological innovations. Moreover, the study underscores the importance of implementing a holistic and integrative evaluation system that measures cognitive abilities, moral character, spiritual development, and social skills. This study emphasizes the importance of implementing a holistic evaluation system that includes assessments of studentsAo cognitive abilities, moral character, spirituality, and social skills. This necessity arises from the fact that evaluation systems commonly applied in many Islamic educational institutions still predominantly focus on cognitive achievements, while moral and spiritual aspects are often overlooked. In reality, the challenges of contemporary Islamic education, especially in the digital era, are not limited to academic mastery but are closely related to moral degradation, value disorientation, and the negative influence of instant digital culture on student behavior. Therefore, this article proposes an integrative evaluation model based on Islamic values, which is not only relevant to be applied in the digital era but also essential as a strategic solution for establishing a comprehensive, fair, and technology-adaptive evaluation system for Islamic education that Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) remains grounded in Sharia principles. This model is expected to serve as a reference for Islamic educational institutions in designing a more holistic, balanced, and contextually appropriate evaluation framework in line with the needs of contemporary Islamic education. Kata kunci: pendidikan Islam, prinsip evaluasi, metode evaluasi, evaluasi holistik Abstrak Proses evaluasi dalam pendidikan Islam memiliki peranan penting, tidak hanya sebagai alat ukur capaian akademik peserta didik, tetapi juga sebagai instrumen untuk menilai kompetensi moral, spiritual, dan perilaku individu. Pendidikan Islam bertujuan melahirkan insan kamil yang utuh dalam dimensi intelektual, spiritual, dan sosial. Oleh karena itu, sistem evaluasi dalam pendidikan Islam harus mampu mengukur aspek-aspek multidimensi tersebut secara adil dan Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konsep, prinsip-prinsip, metode, dan implementasi evaluasi dalam pendidikan Islam di era kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir yang relevan dengan topik evaluasi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam harus berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Berbagai metode evaluasi, mulai dari tes lisan, tes tertulis, observasi, portofolio, hingga asesmen berbasis digital telah diterapkan di berbagai lembaga pendidikan Islam modern. Studi ini menegaskan pentingnya penerapan evaluasi holistik yang mencakup penilaian kognitif, akhlak, spiritualitas, dan keterampilan sosial peserta didik. Hal ini didasari oleh fakta bahwa sistem evaluasi yang selama ini diterapkan di banyak lembaga pendidikan Islam masih cenderung berfokus pada aspek kognitif dan capaian akademik semata, sementara dimensi moral dan spiritual sering kali terabaikan. Padahal, di era digital saat ini, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga berkaitan erat dengan degradasi moral, disorientasi nilai, serta ancaman budaya instan yang memengaruhi perilaku peserta didik. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan model evaluasi integratif berbasis nilai-nilai Islam yang tidak hanya relevan diterapkan di era digital, tetapi juga diperlukan sebagai solusi strategis dalam membangun sistem evaluasi pendidikan Islam yang komprehensif, adil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsipprinsip syariat. Model ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang evaluasi yang lebih menyeluruh, seimbang, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. *Penulis Koresponden E-mail: achmadkuncoro3@gmail. This is an open-access article under the CC-BY-SA license. A 2025 Author. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) PENDAHULUAN Pendidikan merupakan unsur mendasar dalam proses pembangunan peradaban Dalam perspektif Islam, pendidikan memiliki kedudukan strategis sebagai media pembinaan individu agar mampu mewujudkan tujuan hakiki kehidupan, yaitu menjadi hamba Allah yang bertakwa dan khalifah di muka bumi. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek kognitif semata, tetapi juga harus menyentuh dimensi afektif, spiritual, dan psikomotorik peserta didik. Dengan demikian, lahirlah generasi muslim yang berkarakter unggul, berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing global (L. Idrus Mukit et al. , 2. Salah satu instrumen penting yang menentukan keberhasilan proses pendidikan adalah sistem evaluasi. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai instrumen penilaian terhadap moralitas, spiritualitas, dan perilaku peserta didik selama proses pendidikan berlangsung. Idrus . menegaskan bahwa dalam konteks pendidikan Islam, evaluasi tidak sebatas pengukuran kognitif, melainkan menjadi proses pengambilan keputusan yang berpijak pada nilai-nilai ilahiyah, guna memastikan aktivitas pendidikan berjalan sesuai dengan prinsip syariat Islam. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem pendidikan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, mengalami transformasi Lembaga pendidikan Islam dituntut untuk beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana merancang sistem evaluasi yang bukan hanya mengukur kompetensi akademik, tetapi juga akhlak, spiritualitas, serta keterampilan sosial peserta didik yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariat (Yusuf & Nata, 2. Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda muslim akibat pengaruh globalisasi, arus informasi bebas, dan disrupsi digital menjadi faktor yang memperkuat urgensi pengembangan sistem evaluasi dalam pendidikan Islam. Berdasarkan penelitian Suryani . , tantangan pendidikan Islam masa kini tidak hanya terletak pada aspek kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga pada sistem evaluasi yang cenderung masih bersifat tekstual, kognitif, dan terpisah dari realitas sosial serta perkembangan Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan sistem evaluasi berbasis nilai-nilai Islami yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Prasetyo & Salabi . mengembangkan Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) instrumen evaluasi berbasis digital di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan aspek akademik, moralitas, spiritualitas, dan keterampilan sosial peserta didik secara Model evaluasi seperti ini dinilai lebih efektif dalam membina karakter peserta didik di tengah tantangan modernitas. Berangkat dari latar belakang dan fenomena tersebut, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis konsep dasar evaluasi dalam pendidikan Islam, prinsip-prinsip pelaksanaannya, ragam metode yang diterapkan, serta implementasi aktual sistem evaluasi di lembaga pendidikan Islam kontemporer. Melalui kajian pustaka terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional terakreditasi dalam lima tahun terakhir, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik evaluasi pendidikan Islam di Indonesia. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian konseptual ini adalah untuk memperkaya khazanah keilmuan dalam bidang evaluasi pendidikan Islam serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang sistem evaluasi yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat. Penelitian ini sekaligus berupaya menjawab kebutuhan dunia pendidikan Islam di era digital yang menuntut sistem evaluasi yang tidak hanya akademik, tetapi juga mampu mengukur moralitas, spiritualitas, dan kompetensi sosial peserta didik secara komprehensif. Berbeda dengan penelitian sebelumnya seperti Prasetyo & Salabi . yang berfokus pada pengembangan instrumen evaluasi berbasis nilai-nilai Islami. Meskipun penelitian tersebut berhasil merumuskan indikator evaluasi akhlak dan spiritualitas dalam pendidikan Islam, namun belum menyentuh aspek integrasi teknologi digital dalam sistem evaluasi secara utuh. Padahal, tantangan utama lembaga pendidikan Islam saat ini adalah bagaimana menerapkan sistem evaluasi berbasis nilai syariat yang tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain itu. Sawaluddin . dalam penelitiannya lebih menekankan pada pelaksanaan evaluasi formatif dan sumatif di lingkungan madrasah. Temuan Sawaluddin menyatakan bahwa meskipun kedua model evaluasi ini efektif dalam mengukur aspek akademik, namun masih lemah dalam menjangkau penilaian karakter moral, akhlak, dan keterampilan sosial peserta didik secara terpadu. Kekurangan inilah yang menjadi alasan pentingnya penelitian ini ditulis, yaitu untuk menghadirkan model evaluasi holistik berbasis digital yang mampu mengintegrasikan dimensi kognitif, moralitas, spiritualitas, dan sosial secara seimbang. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Oleh karena itu, hasil kajian ini tidak hanya memiliki nilai konseptual, tetapi juga berfungsi sebagai rujukan strategis bagi peneliti dan praktisi pendidikan Islam dalam merancang sistem evaluasi yang lebih adil, komprehensif, serta responsif terhadap tantangan modernisasi dan perkembangan teknologi. Dengan pendekatan integratif ini, diharapkan sistem evaluasi pendidikan Islam di masa depan dapat berjalan optimal sesuai prinsip-prinsip syariat dan kebutuhan era digital. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis konsep, prinsip, metode, serta implementasi evaluasi dalam pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur ilmiah yang relevan. Model penelitian kualitatif deskriptif memungkinkan penulis untuk memahami fenomena evaluasi pendidikan Islam secara mendalam melalui penelusuran sumber-sumber tertulis, tanpa melakukan eksperimen langsung di lapangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi pustaka . ibrary researc. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penelaahan dan pengkajian berbagai literatur berupa artikel jurnal nasional dan internasional terakreditasi, prosiding, serta buku-buku ilmiah yang relevan dengan topik evaluasi pendidikan Islam. Data primer dalam penelitian ini terdiri dari artikel-artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, khususnya yang secara langsung membahas konsep, prinsip, metode, dan implementasi evaluasi dalam pendidikan Islam. Sedangkan data sekunder diperoleh dari prosiding, buku referensi ilmiah, laporan hasil penelitian terdahulu, dan dokumen kebijakan pendidikan Islam yang mendukung analisis data primer. Pengumpulan data dilakukan melalui platform digital akademik seperti Google Scholar. ResearchGate, portal jurnal pendidikan Islam terakreditasi nasional, serta perpustakaan digital kampus. Fokus pengambilan data diarahkan pada karya ilmiah yang relevan dengan konteks pendidikan Islam kontemporer guna menjaga validitas dan keterkinian data dalam analisis. Setelah data terkumpul, proses analisis dilakukan dengan menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data . isplay dat. , dan penarikan kesimpulan. Tahap reduksi data dilakukan dengan cara memilih dan memilah data-data penting yang berkaitan Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) langsung dengan fokus penelitian, yaitu konsep dasar, prinsip, metode, dan implementasi evaluasi dalam pendidikan Islam. Selanjutnya, data yang telah direduksi disajikan secara sistematis dalam bentuk uraian naratif tematik agar lebih mudah Pada tahap akhir, penulis melakukan penarikan kesimpulan melalui identifikasi pola, hubungan, dan temuan-temuan penting yang mendukung kerangka teori evaluasi pendidikan Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian hasil dan pembahasan ini menyajikan hasil kajian literatur mengenai konsep, prinsip-prinsip dasar, metode, dan implementasi sistem evaluasi dalam pendidikan Islam di era kontemporer. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai temuan dari penelitian sebelumnya, kemudian dibahas secara mendalam untuk menegaskan relevansi dan kontribusinya terhadap pengembangan sistem pendidikan Islam modern. Konsep Evaluasi dalam Pendidikan Islam Secara terminologi, istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris AuevaluationAy yang bermakna proses sistematis untuk menentukan nilai, mutu, serta keberhasilan suatu kegiatan, program, atau proses pendidikan (L. Idrus Mukit et al. , 2. Dalam lingkup pendidikan Islam, makna evaluasi lebih luas dibandingkan dengan sekadar alat ukur pencapaian akademik semata. Idrus . menyatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai instrumen yang tidak hanya mengukur hasil belajar peserta didik secara kognitif, tetapi juga perkembangan karakter, akhlak, dan Pendidikan Islam menempatkan evaluasi sebagai alat untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Al-QurAoan dan Hadis. Evaluasi berfungsi sebagai kontrol kualitas dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan serta menjadi acuan dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi insan kamil, yakni manusia yang seimbang antara aspek intelektual, moral, spiritual, dan sosialnya (L. Idrus Mukit et al. , 2. Lebih lanjut. Idrus . menegaskan bahwa evaluasi pendidikan Islam harus diarahkan untuk membina akhlak mulia peserta didik, membentuk kepribadian yang Islami, serta menanamkan nilai-nilai moral universal. Oleh karena itu, konsep evaluasi dalam pendidikan Islam tidak boleh hanya berorientasi pada hasil akhir berupa nilai Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) angka, melainkan harus memperhatikan proses perkembangan peserta didik secara Prinsip-Prinsip Evaluasi dalam Pendidikan Islam Agar pelaksanaan evaluasi berjalan efektif, akurat, dan sesuai nilai-nilai Islam, evaluasi pendidikan Islam wajib didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. Hakim . merinci bahwa prinsip utama yang harus diterapkan dalam evaluasi pendidikan Islam meliputi prinsip keadilan . l-Aoad. , objektivitas, edukatif, dan hikmah. Prinsip keadilan, bermakna setiap peserta didik harus dinilai proporsional sesuai kemampuan, usaha, dan kondisinya, tanpa diskriminasi atas dasar apapun. Prinsip objektivitas, menuntut pelaksanaan evaluasi berdasarkan standar dan tolok ukur yang jelas serta bebas dari unsur subjektivitas atau keberpihakan pribadi Prinsip edukatif, mengharuskan hasil evaluasi memberikan motivasi dan umpan balik positif kepada peserta didik, sehingga mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas diri baik dalam aspek akademik maupun akhlak. Prinsip hikmah, sebagaimana ditambahkan oleh Suharjo . , menekankan bahwa evaluasi harus dilakukan dengan bijaksana, mempertimbangkan situasi psikologis, sosial, dan kondisi peserta didik agar hasilnya benar-benar menggambarkan potensi peserta didik secara utuh. Prinsip-prinsip ini dirangkum dalam Tabel 1 berikut:. Tabel 1. Prinsip-Prinsip Evaluasi dalam Pendidikan Islam Prinsip Evaluasi Deskripsi Keadilan (Al-AoAd. Penilaian proporsional sesuai kemampuan dan usaha peserta didik tanpa diskriminasi. Objektivitas Pelaksanaan evaluasi berdasarkan standar yang jelas, bebas dari subjektivitas penilai. Edukatif Hasil evaluasi memberikan motivasi dan umpan balik untuk perbaikan diri peserta didik. Hikmah Pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan bijaksana dan mempertimbangkan situasi peserta didik. Sumber: Idrus . Marzuki & Hakim . Suharjo . Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Metode dan Teknik Evaluasi dalam Pendidikan Islam Metode evaluasi yang digunakan dalam pendidikan Islam sangat beragam dan bersifat fleksibel, sesuai konteks dan tujuan pendidikan. Idrus . mengidentifikasi beberapa metode evaluasi yang umum diterapkan di lembaga pendidikan Islam, antara lain tes lisan, tes tulisan, observasi langsung, penilaian portofolio, dan muhasabah diri. Tes lisan dan tulisan digunakan untuk menilai penguasaan materi ajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Observasi dipakai untuk menilai aspek perilaku, moralitas, dan sikap sosial peserta didik di lingkungan pendidikan. Portofolio merupakan media untuk mendokumentasikan karya dan aktivitas akademik peserta didik yang menunjukkan perkembangan kemampuan secara Muhasabah diri adalah metode introspeksi spiritual yang mendorong peserta didik untuk menilai dan memperbaiki diri. Prasetyo & Salabi . menegaskan bahwa pengembangan instrumen evaluasi berbasis nilai Islami sangat penting untuk memastikan bahwa evaluasi tidak hanya mengukur hasil akademik semata, tetapi juga aspek moralitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial peserta didik. Sementara itu. Sawaluddin . menggarisbawahi pentingnya evaluasi formatif, yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung untuk memantau perkembangan peserta didik, dan evaluasi sumatif yang dilakukan di akhir proses pembelajaran untuk menilai ketercapaian hasil secara menyeluruh. Ragam metode evaluasi tersebut dirangkum dalam Tabel 2 berikut: Tabel 2. Metode Evaluasi dalam Pendidikan Islam Metode Evaluasi Deskripsi Tes Lisan Menguji pemahaman konsep materi dan kemampuan verbal peserta didik. Tes Tertulis Menilai kemampuan konseptual dan analisis peserta didik secara tertulis. Observasi Mengamati perilaku, moral, dan interaksi sosial peserta didik di lingkungan pendidikan. Portofolio Dokumentasi karya peserta didik sebagai bukti perkembangan akademik dan keterampilan. Muhasabah Diri Refleksi spiritual peserta didik terhadap perilaku, akhlak, dan kualitas ibadah. Sumber: Idrus . Prasetyo & Salabi . Sawaluddin . Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Implementasi Evaluasi di Era Kontemporer Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan Islam. Yusuf & Nata . menegaskan bahwa sistem evaluasi pendidikan Islam di era modern harus mampu mengintegrasikan aspek digitalisasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariat Islam. Implementasi sistem evaluasi berbasis digital mulai diterapkan di berbagai pesantren modern dan madrasah berbasis teknologi. Misalnya, penggunaan aplikasi ujian daring untuk menilai kemampuan akademik peserta didik, diiringi dengan observasi langsung untuk menilai aspek moralitas dan spiritualitasnya. Marzuki & Hakim . mengingatkan pentingnya menjaga prinsip keadilan dan objektivitas dalam pelaksanaan evaluasi digital agar hasilnya valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Idrus . menawarkan konsep evaluasi holistik yang dinilai paling relevan diterapkan di era globalisasi. Model ini menilai peserta didik tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kepribadian, akhlak, spiritualitas, dan keterampilan sosial secara Evaluasi holistik dipandang efektif dalam membina generasi muslim yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Model evaluasi holistik ini penting diterapkan di berbagai lembaga pendidikan Islam modern karena dapat memastikan proses pendidikan berjalan secara menyeluruh sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Yusuf & Nata . menyebutkan bahwa keberhasilan sistem pendidikan Islam sangat ditentukan oleh kualitas evaluasinya, karena evaluasi berfungsi sebagai cermin keberhasilan pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan demikian, hasil kajian literatur ini menegaskan pentingnya pengembangan sistem evaluasi pendidikan Islam berbasis nilai-nilai ilahiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Evaluasi pendidikan Islam saat ini tidak dapat lagi hanya mengandalkan metode konvensional yang berorientasi pada capaian akademik, sebab tantangan pendidikan di era digital meliputi problem degradasi moral, ketimpangan sosial, hingga derasnya arus informasi bebas yang memengaruhi karakter generasi muda Oleh karena itu, sistem evaluasi harus dilakukan secara komprehensif, sistematis, dan berlandaskan prinsip keadilan, objektivitas, edukatif, serta hikmah, agar Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) mampu melahirkan generasi muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak, spiritual, dan sosial. Relevansi penelitian ini dengan situasi pendidikan saat ini semakin jelas mengingat lembaga pendidikan Islam, baik pesantren, madrasah, maupun perguruan tinggi keislaman di Indonesia tengah menghadapi tantangan adaptasi teknologi di berbagai lini, termasuk dalam aspek evaluasi pembelajaran. Studi Yusuf & Nata . menunjukkan bahwa sebagian besar lembaga pendidikan Islam masih dominan menggunakan evaluasi konvensional berbasis ujian tulis tanpa menyentuh dimensi karakter dan moralitas secara terpadu, apalagi berbasis digital. Oleh sebab itu, model evaluasi integratif berbasis nilainilai syariat yang diusulkan dalam kajian ini menjadi solusi strategis untuk diimplementasikan, agar pendidikan Islam mampu bersaing sekaligus mempertahankan nilai-nilai fundamental keislaman di tengah derasnya modernisasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Evaluasi pendidikan Islam harus dilaksanakan secara holistik, berlandaskan nilai-nilai Al-QurAoan dan Hadis, serta didasarkan pada prinsip keadilan . lAoad. , objektivitas, edukatif, dan hikmah. Model evaluasi integratif berbasis nilai Islami yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan mendesak di era digital untuk memastikan proses pendidikan Islam tetap relevan, komprehensif, dan seimbang antara aspek akademik dan kepribadian. Sebagai rekomendasi, diperlukan penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitas model evaluasi holistik berbasis digital di berbagai lembaga pendidikan Islam, mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi. Selain itu, pengembangan instrumen evaluasi yang aplikatif dan sesuai nilai-nilai syariat perlu diupayakan guna memperkuat sistem evaluasi yang adil dan adaptif terhadap dinamika pendidikan Islam REFERENSI