ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. Juli 2022 Hal. 137 - 143 e-ISSN: 2723-6269 Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur Nunung Ariandani*1. Sandy Ermanda2. Baiq Fatmawati3 nunung5411@gmail. com*1, sandy. ermanda88@gmail. com2, baiq. fatmawati@hamzanwadi. 1,2,3 Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hamzanwadi Received: 7 February 2022 Accepted: 29 July 2022 Online Published: 31 July 2022 DOI: 10. 29408/ab. Abstrak: Potensi strategis Lingkungan Bagik Longgek Barat dengan potensi sumber daya alam khususnya pertanian menjadi daya tarik ekonomis untuk menambah penghasilan masyarakat. Selama ini, masyarakat belum terbiasa memanfaatkan limbah rumah tangga maupun potensi sumber daya sekitar untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai ekonomis. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan dalam menemukan ide-ide kreatif dalam mengolah limbah rumah tangga khususnya menjadi pupuk Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 4 tahap yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pupuk kompos yang berasal dari limbah rumah tangga berupa air cucian beras, nasi basi dan sisa sayuran dan atau kulit buah, dan ditambhakan pupuk EM4 sebagai katalisator dalam pembuatan pupuk kompos. Limbah rumah tangga yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis akan memiliki nilai yang bermanfaat ketika dapat diolah kembalai menjadi sesuatu yang berguna salah satunya menjandi pupuk Pupuk kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini yaitu berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, tidak larut dalam air dan tidak berbau sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu kompos yang dihasilkan tergolong baik. Kata Kunci: Pelatihan. Pemanfaatan Limbah. Pupuk Kompos. Abstract: The strategic potential of the West Bagik Longgek Environment with the potential of natural resources, especially agriculture, is an economic attraction to increase people's income. So far, people are not used to utilizing household waste and the potential of surrounding resources to produce products that have more economic This Community Service Program aims to provide insight into finding creative ideas for processing household waste, especially natural fertilizer. The method used in this service activity is carried out in 4 stages: observation, preparation, implementation, monitoring, and evaluation. Compost fertilizer from household waste in the form of rice washing water, stale rice and vegetable residues, and or fruit skins, and EM4 fertilizer is added as a catalyst in making compost. Household waste that has no economic value will have a proper value when it can be reprocessed into something useful, one of which is compost. The compost produced from this activity is dark brown to black, similar to the color of the soil, insoluble in water, and odorless, so it can be concluded that the quality of the compost produced is quite good. Keyword: Compost Fertilizer. Training. Waste Utilization. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 137 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. PENDAHULUAN Lombok Timur merupakan kabupaten penghasil sampah terbesar di NTB. Data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menunjukkan bahwa volume sampah yang diangkut rata-rata perhari sebesar 515ton dengan komposisi sampah yang paling banyak yaitu sampah domestik . umah tangg. 11 Kg. Berdasarkan hasil observasi di Lingkungan Bagik Longgek Barat, masyarakat yang bermukim di lingkungan tersebut belum memahami sepenuhnya bagaimana memanfaatkan limbah rumah tangga mereka menjadi sesuatu yang berguna, karena kebanyakan mereka hanya mengumpulkan dan menunggu petugas kebersihan untuk mengambilnya, membuang begitu saja sampah-sampah organik ke tempat pembuangan di halaman rumah masing-masing dan membuangnya ke kali, seperti pernyataan Widiyanto, dkk. bahwa tidak sedikit masyarakat yang membuang sampah atau limbah rumah tangga ke selokan dan badan sungai. Hal ini disebabkan karena masyarakat belum mengetahui cara mengolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomis. Dalam melakukan pengolahan limbah rumah tangga, diperlukan peran aktif semua masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan khususnya limbah rumah tangga. Penanganan sampah akan efektif jika dimulai dari masing-masing keluarga dalam mengurangi sampah rumah tangga (Nalhadi, dkk. Limbah rumah tangga berupa air cucian beras, sisa sayuran segar maupun kulit buahbuahan, dan sisa nasi basi menjadi hal yang belum termanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, melalui pelatihan pembuatan kompos ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat terkait cara mengolah lombah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tindakan nyata melalui penguatan kapasitas masyarakat agar lebih berdaya dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat dalam rangka membangun komunitas yang lebih partisipatif dan mampu menemukan ide-ide kreatif dalam memecahkan permasalahan di sekitar lingkungan mereka (Hasan, 2. METODE PELAKSANAAN Waktu dan tempat Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 bertempat di lingkungan Bagik Longgek Barat dalam bentuk pemaparan materi ceramah dan diskusi. Peserta berasal dari warga sekitar Bagik Longgek Barat yang kesehariannya sebagai petani yang berjumlah 20 orang, 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa. Prosedur Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap sebagai . Observasi awal. Melakukan identifikasi potensi yang sebagian besar bergerak disektor pertanian. Keluhan masyarakat terkait kenaikan harga pupuk kimia dan kesulitan dalam memperoleh pupuk apalagi dalam jumlah sedikit untuk tanaman sayuran dipekarangan. Persiapan kegiatan pelatihan. Setelah identifikasi potensi, diketahui bahwa dibalik potensi Bagik Longgek Barat terdapat peluang alternatif pengganti pupuk non subsidi yaitu pupuk kompos yang mudah dan murah dalam pembuatannya. Ketersediaan limbah rumah tangga yang ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 138 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. tidak termanfaatkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan. Pelatihan pembuatan pupuk kompos dilaksanakan di rumah kepala lingkungan Bagik Longgek Barat dengan mengundang masyarakat. Pihak kelurahan ikut berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat di lingkungan Bagik Longgek Barat. Monitoring dan Evaluasi. Setelah kegiatan pelatihan, dilakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan pelatihan dan monitoring terkait pemanfaatan pupuk kompos oleh masyarakat di lingkungan Bagik Longgek Barat (Buhani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos dilaksanakan mulai pukul 09. 00 wita sampai selesai diawali dengan sambutan kepala lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pembuatan pupuk kompos. Gambar 1. Pemaparan Materi Pelatihan Pengumpulan sampah rumah tangga berupa sisa sayuran dan kulit buah Penambahan tanah secukupnya, air bekas cucian beras dan EM4 sebagai katalisator Sampah berupa batang, daun sayuran dan kulit buah dirajang terlebih dahulu jika keras Siapkan lubang dengan ukuran 1 m2 dan kedalam 50 cm sebagai tempat pengomposan Pupuk kompos Gambar 2. Alur Pembuatan Pupuk Kompos ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 139 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. Bahan yang digunakan pada pembuatan pupuk kompos yaitu bioaktifator EM4 . ffective Microrganism. , air cucian beras, nasi basi, sisa sayuran dan kulit buah-buahan dari dapur warga. Berdasarkan gambar 2 di atas, materi proses pembutan pupuk kompos yang disampaikan yaitu diuraikan sebagai berikut: Sisa sayuran dan kulit buah dikumpulkan dan dipisahkan dari sampah anorganik berupa sampah plastik. Sampah berupa batang tanaman, sayuran daun, dan kulit buah yang keras dirajang terlebih dahulu. Lubang berukuran 1 m2 dengan kedalaman 50 cm disiapkan sebagai tempat membuat pupuk kompos. Gambar 3. Tempat Pengomposan Sampah organik dimasukkan ke dalam tempat yang sudah disediakan dan ditambahkan tanah secukupnya disesuaikan dengan banyaknya sampah organik. Gambar 4. Sampah organik dimasukkan ke tempat pengomposan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 140 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. Air cucian beras yang sudah dicampur dengan EM4 ditambahkan kedalam sampah organik tersebut. Gambar 5. Penambahan air cucian beras Tempat pengomposan ditutup rapat dan biarkan selama 3 minggu. Memastikan tempat pengomposan tidak terkontaminasi oleh air hujan dan hewan serta tidak terkena paparan sinar matahari (Agromedia, 2. Setelah selesai pengomposan maka perlu dilihat mutu kompos tersebut agar dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap tanaman. Mutu kompos yang baik tersebut antara lain berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, tidak larut dalam air, berefek baik jika diaplikasikan, suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan dan tidak berbau (Widiyanto, dkk. , 2. Adapun hasil pengomposan terlihat pada gambar 6 berikut ini: Gambar 6. Hasil pembuatan pupuk kompos ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 141 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan setelah 3 minggu diperoleh warna dari kompos cokelat kehitaman, tidak berbau dan suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan, ini berarti kompos sudah matang. Kompos yang sudah jadi . dicirikan dengan terjadinya perubahan warna menjadi coklat kehitaman, suhu turun dan mendekati suhu awal proses pengomposan, terjadi penyusutan berat bahan kompos, dan kadar air kompos berkisar 50-60% (Sulaiman, 2. Kandungan atau kadar air yang terkandung pada pupuk kompos sangat berpengaruh terhadap reaksi biologis mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik (Saraswati, 2. Oleh sebab itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengajak warga di Bagik Longgek Barat untuk memanfaatkan air cucian beras yang selama ini dibuang begitu saja untuk digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan pupuk kompos. Penambahan air cucian beras selain dapat mengatur kelembapan juga berguna untuk memberikan energi bagi mikroorganisme karena di dalam air cucian beras mengandung banyak nutrisi sehingga dapat membantu proses Air cucian beras yang pertama kali dibuang berwarna putih susu banyak mengandung nutrisi terutama karbohidrat, protein dan vitamin B1, karena nutrisi dari beras terdapat pada kulit arinya. Vitamin B1 merupakan kelompok vitamin B yang mempunyai peranan di dalam metabolisme tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas didalam tanaman. Karena banyaknya nutrisi yang terkandung dalam air cucian beras ini maka akan memaksimalkan kerja dari fermentator yang ditambahkan ke dalam campuran bahan pembuatan pupuk kompos yaitu EM4 (Sundari, dkk. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mutu kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini tergolong baik. Hal ini ditandai dengan kompos yang dihasilkan berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, tidak larut dalam air dan tidak Pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos dengan memanfaatkan air cucian beras memiliki banyak manfaat salah satu diantaranya menjadi pupuk organik yang sangat Syarat utama dalam pengolahan sampah/limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos adalah pemilahan sampah/limbah. Sampah rumah tangga harus selalu dipilah menjadi sampah organik dan anorganik sehingga hanya sampah organik yang dapat diolah menjadi SIMPULAN Pupuk kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini yaitu berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, tidak larut dalam air dan tidak berbau sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu kompos yang dihasilkan tergolong baik. Potensi Kelurahan Bagik Longgek Barat sebagai salah satu pusat produksi pangan khususnya padi menjadi peluang untuk memanfaatkan pupuk kompos. Selain mudah dalam proses pengolahannya, penggunaan pupuk kompos dapat menghemat pengeluaran karena harga pupuk kimia lebih mahal. Selain itu juga pupuk kompos perlu digalakkan dalam pemanfaatannya karena tidak memberikan efek buruk bagi lingkungan. Diharapkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pemahaman, dan menambah wawasan kepada masyarakat terkait pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi lebih bernilai ekonomis melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 142 Ariandani. Ermanda. Fatmawati. Pelatihan pembuatan Pupuk Kompos dengan memanfaatkan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Bagik Longgek. Lombok Timur. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 137-143. doi:10. 29408/ab. PERNYATAAN PENULIS Artikel yang disusun oleh Tim PKM ini merupakan artikel baru dan belum pernah diterbitkan pada jurnal lain. DAFTAR PUSTAKA