JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Pengaruh Rasio Ketergantungan. Tenaga Kerja dan IPM Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jambi Evi Adriani Universitas Batanghari adriani@unbari. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio ketergantungan, tenaga kerja, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder dari periode Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sementara variabel bebasnya meliputi rasio ketergantungan, jumlah tenaga kerja, dan IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Namun, secara parsial, hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu rasio ketergantungan dan IPM. Variabel rasio ketergantungan menunjukkan pengaruh signifikan negatif, yang berarti bahwa semakin rendah rasio ketergantungan, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, variabel IPM menunjukkan pengaruh signifikan positif, yang menandakan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian ini sudah tepat, dengan sebagian besar variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut. Dengan demikian, rasio ketergantungan. IPM, dan tenaga kerja, meskipun bervariasi dalam pengaruhnya, dapat dipertimbangkan sebagai faktor penting dalam menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Jambi. Kata kunci: Pertumbuhan ekonomi, rasio ketergantungan, tenaga kerja, indeks pembangunan manusia (IPM), regresi linier berganda. PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi yang merujuk pada peningkatan aktivitas dalam memproduksi barang dan jasa yang dapat diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB), merupakan salah satu point penting keberhasilan ekonomi suatu negara. Sebuah negara dianggap mengalami pertumbuhan ekonomi jika kompensasi riil atas penggunaan faktorfaktor produksi pada tahun tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (HM, 2. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi berarti peningkatan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 184 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam periode tertentu (Rofii dan Ardyan. Pertumbuhan ekonomi di daerah erat kaitannya dengan peningkatan produksi barang dan jasa, yang dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Proses pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi saling memengaruhi, di mana pembangunan ekonomi berperan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara pertumbuhan ekonomi juga mendorong keberlanjutan pembangunan ekonomi (Mustain, . Patra. , & Maming. ( 2. Pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dan kemampuan daerah untuk menciptakan nilai tambah. Faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah aspek kependudukan, yang meliputi rasio ketergantungan, tenaga kerja, dan indeks pembangunan manusia (IPM). Ketiga variabel ini saling berkaitan dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, termasuk di Provinsi Jambi. Rasio ketergantungan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia non-produktif . Ae14 tahun dan di atas 65 tahu. terhadap penduduk usia produktif . Ae64 tahu. Rasio ini mencerminkan beban ekonomi yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif. Studi menunjukkan bahwa rasio ketergantungan yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar sumber daya produktif digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelompok non-produktif (HM, 2. Sebaliknya, rasio ketergantungan yang rendah menciptakan peluang bagi peningkatan produktivitas, yang dikenal sebagai bonus demografi. Namun, peluang ini hanya dapat dimanfaatkan jika didukung oleh kualitas tenaga kerja dan pembangunan manusia yang memadai (Bloom et al. , 2. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan pengaruh negatif rasio ketergantungan yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks Provinsi Jambi, pola demografis menunjukkan adanya variasi signifikan dalam rasio ketergantungan di kabupaten/kota, yang memengaruhi pola pertumbuhan ekonomi regional (BPS Jambi. Tenaga kerja juga memainkan peran sentral dalam mendorong pertumbuhan Ketersediaan tenaga kerja yang melimpah dapat menjadi modal utama dalam UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 185 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 meningkatkan produktivitas dan mendorong kegiatan ekonomi (Swastika. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi variabel kunci lainnya yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. IPM mencakup tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. IPM yang tinggi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia untuk berkontribusi secara efektif terhadap ekonomi. Studi menunjukkan bahwa daerah dengan IPM tinggi cenderung memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik, yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi regional (Mustain. Patra. , & Maming. ( 2. Hubungan antara ketiga variabel ini sangat erat. Rasio ketergantungan yang rendah hanya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi jika tenaga kerja yang tersedia memiliki kualitas yang memadai. Dalam hal ini. IPM menjadi faktor penentu dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Pendidikan yang baik akan meningkatkan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja, sementara kesehatan yang baik memastikan bahwa tenaga kerja dapat berkontribusi secara optimal dalam jangka panjang dan berkelanjutan (ResearchGate, 2. Studi oleh Bloom dan Canning . mengonfirmasi bahwa kombinasi antara bonus demografi, tenaga kerja berkualitas, dan pembangunan manusia yang baik dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara Secara keseluruhan, keterkaitan antara rasio ketergantungan, tenaga kerja, dan IPM menciptakan kerangka kerja yang komprehensif dalam menganalisis pertumbuhan ekonomi Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris bagaimana ke 3 variabel tersebut memengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap literatur akademik dan juga memberikan wawasan tentang pentingnya pendekatan holistik dalam mengintegrasikan faktor-faktor kependudukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 186 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan analisis data sekunder. Jenis dan Sumber Data Data yang dijadikan acuan pada penelitian merupakan data runtun waktu dimulai pada tahun 2003 hingga 2022. Periode analisis 2003Ae2022 dipilih untuk mencerminkan tren jangka panjang dalam hubungan antara rasio ketergantungan, tenaga kerja, dan IPM terhadap pertumbuhan ekonomi di Jambi. Dalam kurun waktu tersebut. Jambi telah mengalami berbagai dinamika ekonomi, termasuk dampak krisis ekonomi global dan pandemi COVID-19. Dampak pandemi, misalnya, memperlihatkan bagaimana ketahanan ekonomi daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga kerja dan pembangunan manusia (World Bank, 2. Adapun sumber data yang digunakan pada penelitian ini berupa informasi tertulis yang diperoleh dari Web Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. Data tersebut meliputi : Data Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jambi tahun 2003-202 Data Rasio Ketergantungan di Provinsi Jambi tahun 2003-2022. Data Tenaga Kerja di Provinsi Jambi 2003-2022. Data Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jambi tahun 2003-2022. Metode/Alat Analisis Data Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linear berganda. Menurut Gujarati . , analisis regresi linier berganda adalah alat analisis yang digunakan untuk memprediksi nilai pengaruh dari dua atau lebih variabel independen terhadap variabel Metode ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan fungsional antara dua atau lebih variabel bebas . ndependent variabl. dengan satu variabel terikat . ependent variabl. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu: Rasio Ketergantungan (RK). Tenaga Kerja (TK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Variabel terikatnya adalah Pertumbuhan Ekonomi (PE). Model persamaan regresi berganda yang digunakan untuk melihat pengaruh rasio ketergantungan, tenaga kerja dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi adalah sebagai berikut: UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 187 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PE = 1RK 2TK 3IPM e Untuk menguji signifikan atau tidaknya pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama digunakan alat analisis uji F dan menguji pengaruh variabel bebas secara parsial digunakan uji t. Sebelumnya dilakukan pengujian model persamaan regresi dengan analisis koefisien determinasi (R2 ). Besaran nilai koefisien ini menjelaskan kecocokan model regresi yang dalam penelitian ini untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan variabel bebas (RK. TK dan IPM) dapat menjelaskan perubahan variabel terikat (Pertumbuhan Ekonomi PE). Definisi Operasional Variabel Oe Pertumbuhan ekonomi adalah PDRB ADHK Provinsi Jambi pada periode 2003 hingga 2022 dalam satuan juta rupiah. Oe Rasio Ketergantungan adalah persentase perbandingan antara jumlah penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif di provinsi Jambi periode 2003 hingga 2022 dalam satuan persen. Oe Tenaga Kerja (TK) adalah persentase penduduk usia kerja yang bekerja di Provinsi Jambi periode 2003 hingga 2022 dalam satuan persen. Oe Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah angka IPM Provinsi Jambi yang merupakan ukuran kualitas hidup penduduk di Provinsi Jambi periode 2003 hingga 2022 dalam nilai indeks. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 1: Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi t-test Sig. Konstanta Rasio Ketergantungan Tenaga Kerja Indeks Pembangunan Manusia F-test Sumber: Olah data sekunder . rint out SPSS). UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 188 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Berdasarkan hasil dari estimasi diatas, dihasilkan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: PE = 13. 401 - 0,101 RK 0,035 TK Ae 0,056 IPM Interpretasi dari semua koefisien regresi persamaan diatas yang merupakan nilai marjinal variabel bebas sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini adalah: Nilai koefisien regresi variabel rasio ketergantungan memiliki nilai sebesar . Koefisien regresi bertanda negatif menandakan ada hubungan yang berlawanan arah artinya jika rasio ketergantungan naik sebesar 1% maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi akan turun sebesar 0,101 persen. Nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja memiliki nilai yang positif yaitu sebesar 0,035, artinya terdapat hubungan yang searah antara variabel bebas dengan terikat. Dengan kata lain berarti jika tenaga kerja meningkat sebesar 1%, maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi akan meningkat sebesar 0,035 persen. Nilai koefisien regresi variabel IPM memiliki koefisien regresi sebesar -0,056, yang berarti jika IPM meningkat sebesar 1%, maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi akan menurun sebesar 0,056 persen. Nilai konstanta sebesar 13,401 artinya apabila variabel independen diasumsikan nol . , maka pertumbuhan ekonomi akan naik sebesar 13,401 Hasil olah data sebagaimana terlihat pada tabel 1 di atas, juga menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R. dalam penelitian ini adalah sebesar 0,900. Angka ini menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu rasio ketergantungan, tenaga kerja dan IPM dapat dijelaskan variasi perubahan nilai variabel bebas ( pertumbuhan ekonom. sebesar Hanya sebesar 10% sisanya yang tidak dapat dijelaskan oleh model karena faktorfaktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Oleh karena itu model penelitian sudah tepat sesuai variabel bebas dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai faktorfaktor yang menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Hasil uji hipotesis secara simultan berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh nilai Prob (F- statisti. sebesar 0,000. Menurut Ghozali . , jika nilai nilai Prob (F- statisti. < nilai , dapat diartikan bahwa variabel bebas secara UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 189 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 simultan mempengaruhi secara signifikan terhadap variabelterikat. Pada taraf pengujian yang digunakan sebesar =0,05, dibuktikan bahwa nilai signifikansi F. lebih kecil dari . Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama, faktor rasio ketergantungan, tenaga kerja, dan IPM berpengaruh signifikan pada pertumbuhan ekonomi di provinsi Jambi dalam rentang tahun 2003-2022. Uji-t digunakan untuk membandingkan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dapat diambil dari nilai signifikansi pada tabel Koefisien. Pengujian hasil regresi dapat dilakukan dengan tingkat kebenaran 95% atau taraf signifikan sebesar 5% ( = 0,. (Ghozali, 2. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor rasio ketergantungan memiliki nilai probabilitas (P) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05 (P<0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio ketergantungan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi selama tahun 2003-2022. Pada faktor tenaga kerja, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,164. Nilai ini lebih besar dari 0,05 (P > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi selama tahun 2003-2022. Selanjutnya, untuk faktor IPM, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002. Nilai ini lebih kecil dari 0,05 (P < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa IPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi selama tahun 2003-2022. KESIMPULAN Secara keseluruhan, faktor-faktor rasio ketergantungan, tenaga kerja dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi selama tahun 2003-2022. Secara parsial, variabel rasio ketergantungan menunjukkan pengaruh signifikan negatif, yang berarti bahwa semakin rendah rasio ketergantungan, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, variabel IPM menunjukkan pengaruh signifikan positif, yang menandakan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian ini sudah tepat, dengan sebagian besar variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 190 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 DAFTAR PUSTAKA