AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH STRUKTUR MODAL. SALES GROWTH. PROFITABILITAS. DAN OPERATING CAPACITY TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Studi Empiris Perusahaan Sektor Transportasi dan Logistik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2. Nanda Septiani Choiriyah1. Endarwati2 Universitas Cokroaminoto Yogyakarta1,2 nandaseptiani159@gmail. com, ndear. wati@gmail. Abstrak Tingginya jumlah perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan pasca pandemi, seperti PT Sritex. PT Sepatu Bata Tbk. Pegipegi, dan BPR Artafik Indonesia, mencerminkan lemahnya ketahanan keuangan perseroan dalam menghadapi dinamika bisnis yang tidak menentu. Situasi ini menunjukkan pentingnya bagi perusahaan untuk memperkirakan risiko kebangkrutan dengan memahami faktor keuangan yang memicu kesulitan keuangan. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan ketidakpastian pengaruh variabel-variabel tersebut, terutama struktur modal dan pertumbuhan penjualan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh struktur permodalan, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasi terhadap kesulitan keuangan pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang tercatat di BEI periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Kesulitan keuangan diukur menggunakan metode Altman Z-Score yang dimodifikasi. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . struktur modal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesulitan keuangan, . pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh pada kesulitan keuangan, . profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesulitan keuangan, dan . kapasitas operasi tidak berpengaruh pada kesulitan keuangan. Harapan dari penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi perusahaan dalam mengambil keputusan strategis untuk menghindari kesulitan keuangan, sekaligus menjadi acuan bagi investor dan akademisi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penambahan variabel kapasitas operasional dan penggunaan data dari periode terakhir. Kata kunci: Struktur modal. Pertumbuhan Penjualan. Profitabilitas. Kapasitas Operasional. Kesulitan Keuangan. Altman Z-Score Abstract The high number of companies experiencing financial difficulties post-pandemic, such as PT Sritex. PT Sepatu Bata Tbk. Pegipegi, and BPR Artafik Indonesia, reflects the company's weak financial resilience in facing uncertain business dynamics. This situation demonstrates the importance for companies to estimate the risk of bankruptcy by understanding the financial factors that trigger financial stress. However, previous research results indicate uncertainty in the influence of these variables, particularly capital structure and sales growth, so further research is needed. This study aims to examine the influence of capital structure, sales growth, profitability, and operational capacity on the financial difficulties of transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2024 period. This study uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports and AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 the analytical method used is multiple linear regression. Financial distress is measured using the modified Altman Z-Score method. The testing tool used in this study is SPSS The results of the study indicate that: . capital structure has a significant effect on financial distress, . sales growth does not affect financial distress, . profitability has a significant effect on financial distress, and . operational capacity does not affect financial distress. It is hoped that this research can guide companies in making strategic decisions to avoid financial distress, as well as serve as a reference for investors and academics. The novelty of this research lies in the addition of operational capacity variables and the use of more recent data. Keywords: Capital structure, sales growth, profitability, operating capacity, financial distress. Altman Z-Score PENDAHULUAN Perkembangan dan perubahan dinamika dunia bisnis yang semakin kompetitif membawa tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya. Pandemi global, seiring dengan berbagai masalah pasar dan ekonomi, telah memberikan tekanan signifikan pada berbagai industri, seperti transportasi dan logistik. Menhub mengatakan bahwa sektor ini merupakan salah satu yang paling terdampak pandemi. Pembatasan mobilitas selama pandemi telah menyebabkan pengurangan penghentian operasi transportasi, yang mengganggu kelancaran distribusi barang dan jasa. Padahal, sektor ini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tantangan pandemi global menimbulkan risiko keuangan yang cukup tinggi bagi perusahaan, salah satunya adalah risiko kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan terjadi ketika perusahaan mengalami kesulitan membayar utangnya tepat waktu (Marbun & Masyitah, 2. Jika masalah ini tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan kebangkrutan, yang tidak hanya mempengaruhi perusahaan tetapi juga ekonomi secara Menurut data Bloomberg pada tahun 2023, banyak perusahaan yang masih menghadapi masalah keuangan bahkan setelah pandemi, menunjukkan bahwa masalah keuangan masih menjadi masalah besar saat ini. Di Indonesia, sejumlah perusahaan besar yang sudah tidak asing lagi di masyarakat seperti Spirit Airlanes. Tupperware. PT Sritex. JD. ID. PT Sepatu Bata Tbk. PT Kusumaputra Santosa. PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Arafak Indonesia. Net Visi Media, hingga PegiPegi dan Zenius dikabarkan bangkrut pada tahun 2024. Berdasarkan fenomena ini, penting bagi perusahaan untuk mengenali faktorfaktor yang dapat memicu terjadinya kesulitan keuangan. Salah satu faktor utama yang banyak dibahas dalam penelitian adalah struktur modal, yaitu proporsi penggunaan utang terhadap modalnya sendiri. Dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Lidah & Ritonga, 2. Data tersebut diperoleh bahwa cara perusahaan mendanai dirinya sendiri, baik melalui utang maupun ekuitas, berdampak besar pada masalah keuangannya. Namun, penelitian lain yang dilakukan oleh (Indrawan, 2. menemukan bahwa cara perusahaan mendanai dirinya sendiri tidak terlalu mempengaruhi masalah keuangannya. Hal lain yang dapat mempengaruhi kesulitan keuangan adalah seberapa besar pertumbuhan penjualan (Yuhartati, 2. Secara umum, ketika penjualan meningkat pesat, biasanya berarti bisnis berjalan dengan baik dan cenderung tidak menghadapi AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 kesulitan keuangan. Namun, sebuah studi oleh (Safitri & Retnani, 2. menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan tidak banyak berdampak pada kesulitan keuangan. Hasil ini berbeda dengan penelitian oleh (Yuhartati, 2. yang menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh besar terhadap kesulitan keuangan. Banyak penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa berbagai faktor mempengaruhi masalah keuangan dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini penting. Studi ini melihat profitabilitas dan kemampuan operasional sebagai faktor kunci, yang penting tetapi belum diteliti secara menyeluruh, terutama di industri transportasi dan logistik selama pandemi dan ketika ekonomi mulai pulih. Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk melakukan kajian berjudul "Pengaruh Struktur Modal. Sales Growth. Profitabilitas, dan Operating Capacity terhadap Financial Distress (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Transportasi dan Logistik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2. TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Teori Trade-Off Teori trade-off muncul sebagai hasil dari ide yang dikembangkan oleh Modigliani dan Miller pada tahun 1963. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Kraus dan Litzenberger pada tahun 1973, yang menekankan bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan manfaat menggunakan utang dalam bentuk penghematan pajak (Perlindungan paja. , serta risiko terkait, seperti biaya kebangkrutan . iaya Dalam penelitian ini, teori trade-off digunakan untuk memahami bagaimana komposisi utang dan ekuitas perusahaan mempengaruhi risiko kesulitan keuangan. Jika sebuah perusahaan menggunakan terlalu banyak utang dalam komposisi pendanaannya, perusahaan dapat mengalami kesulitan membayar tagihan dan memenuhi tanggung jawab keuangannya, yang dapat menyebabkan kesulitan keuangan yang serius. Sebaliknya, jika struktur modal terlalu berhati-hati . , perusahaan dapat kehilangan peluang penghematan pajak yang berasal dari bunga utang, yang pada akhirnya akan membatasi ruang untuk pertumbuhan. Teori Sinyal Teori sinyal pertama kali diciptakan oleh Michael Spence pada tahun 1973. Spence menjelaskan bagaimana suatu pihak . iasanya pemilik informas. memberi sinyal kepada pihak lain . untuk menyampaikan informasi yang mungkin sulit atau tidak mungkin diketahui secara langsung. Sinyal-sinyal ini dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan informasi dan membantu penerima membuat keputusan yang lebih tepat. Dalam penelitian ini, teori sinyal digunakan untuk memahami bagaimana struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasional berfungsi sebagai sinyal bagi investor. Sinyal-sinyal ini membantu investor menilai risiko yang dihadapi perusahaan dalam kesulitan keuangan. Dengan mengamati sinyal-sinyal tersebut, kita dapat memeriksa bagaimana masing-masing faktor mempengaruhi kemungkinan kesulitan keuangan pada perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di BEI. Struktur Modal Struktur modal mengacu pada bagaimana perusahaan mengumpulkan dana untuk operasi sehari-hari dan proyek jangka panjangnya. Ini biasanya dilakukan dengan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 menggabungkan dua sumber pendanaan utama: ekuitas dan utang. Ekuitas berasal dari kas perusahaan sendiri, seperti laba ditahan, sedangkan utang berasal dari pinjaman, seperti pinjaman atau obligasi. Dalam teori struktur modal, menemukan kombinasi utang dan ekuitas yang tepat sangat penting karena mempengaruhi risiko keuangan yang dihadapi perusahaan. Salah satu cara umum untuk menilai struktur modal perusahaan adalah dengan menggunakan Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER), yang dapat dihitung dengan: DER = Total Kewajiban / Total Ekuitas Pertumbuhan Penjualan Pertumbuhan penjualan adalah salah satu indikator utama untuk melihat seberapa jauh pertumbuhan bisnis, karena menggambarkan perubahan volume penjualan dari waktu ke waktu (Dila & Ritonga, 2. Peningkatan penjualan dari tahun ke tahun biasanya menandakan kinerja perusahaan yang baik dan implementasi yang tepat. Ini membantu bisnis menghasilkan lebih banyak uang dan menutupi pengeluaran. Untuk mengetahui pertumbuhan penjualan. Anda dapat menggunakan rumus berikut: Pertumbuhan Penjualan = (Penjualan tahun ini Ae Penjualan tahun sebelumny. / Penjualan tahun sebelumnya y 100% Profitabilitas Profitabilitas menunjukkan seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dengan sumber daya yang dimilikinya saat ini (Yuliana et al. , 2. Profitabilitas merupakan indikator penting dari kinerja keuangan perusahaan karena laba menunjukkan seberapa efisien perusahaan menjalankan operasinya dan juga memberikan gambaran lengkap tentang kesehatan keuangannya. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan menggunakan Pengembalian Aset (ROA). ROA adalah jenis rasio profitabilitas yang menunjukkan seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan keuntungan (Devi et al. , 2. Rumus untuk menghitung ROA ada: ROA = Laba Bersih / Total Aset Kapasitas Operasi Kapasitas operasional adalah cara untuk memeriksa seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk melakukan penjualan. Jika aset dapat dimanfaatkan secara optimal, hal ini merupakan indikasi bahwa proses operasional perusahaan berjalan dengan baik dan efisien. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dari aset yang digunakan dalam kegiatan bisnisnya (Novitasari & Miswaty, 2. Dalam penelitian ini, efisiensi penggunaan aset diukur melalui rasio Total Perputaran Aset (TATO). Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat mengubah total asetnya menjadi Nisbah TATO Lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan lebih baik dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Rumus untuk menghitung TATO ada: Total Perputaran Aset = Penjualan / Total Aset Kesulitan Keuangan (Financial Distres. Kesulitan keuangan terjadi ketika perusahaan menghadapi masalah keuangan besar, seperti kesulitan membayar hutang atau memenuhi tanggung jawab keuangan Situasi ini dapat timbul karena berbagai penyebab, seperti penggunaan struktur modal yang tidak seimbang, penurunan pendapatan, penurunan keuntungan, dan operasi yang tidak efisien. Jika tidak segera ditangani, kesulitan keuangan dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan dan merugikan berbagai pihak. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 termasuk pemegang saham, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya. Sangat penting bagi bisnis untuk mengenali tanda-tanda awal masalah keuangan sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah keadaan memburuk dan menghindari kebangkrutan (Novitasari & Miswaty, 2023 Salah satu cara umum untuk memprediksi hal ini adalah dengan menggunakan Altman Z-Skor. Altman Z- Skor Altman Z-Score adalah alat populer yang digunakan dalam keuangan untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Alat ini dibuat oleh Edward I. Altman pada tahun 1968 dan telah diperbarui dari waktu ke waktu untuk membuatnya lebih efektif untuk berbagai jenis bisnis. Awalnya, alat ini ditujukan untuk perusahaan manufaktur publik, tetapi pada tahun 1993. Altman mengubahnya agar sesuai dengan perusahaan non-manufaktur dan bisnis publik lainnya. Versi terbaru ini disebut Altman Z-Skor Dimodifikasi atau skor prima Z-ganda. Altman ZSkor Yang dimodifikasi membantu memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan dengan menggunakan empat rasio keuangan dari model aslinya. Cara ini telah terbukti akurat dan banyak digunakan di berbagai industri, termasuk di negaranegara seperti Indonesia. Jadi Altman Z-Skor Modifikasi adalah pilihan yang baik untuk penelitian ini. Rumusnya adalah: ZAA=6,56X1 3,26X2 6,72X3 1,05X4 Penjelasan Rumus : XCA = Modal Kerja dibagi dengan Total Aset XCC = Laba Ditahan dibagi dengan Total Aset XCE = EBIT dibagi dengan Total Aset XCE = Nilai Buku Ekuitas dibagi dengan Total Kewajiban Hipotesis Pengaruh Struktur Modal terhadap Kesulitan Keuangan Ketergantungan perusahaan yang berlebihan pada utang dapat meningkatkan tekanan keuangan, terutama karena kewajiban membayar bunga dan pokok pinjaman. Jika utang tidak diimbangi dengan pendapatan yang cukup, perusahaan berpotensi mengalami kesulitan likuiditas yang pada akhirnya dapat memicu kondisi Kesulitan keuangan. Ide ini sejalan dengan teori trade-off, yang menyatakan bahwa perusahaan harus menemukan keseimbangan yang baik dalam penggunaan utang agar penghematan pajak dari utang tidak lebih besar daripada risiko kebangkrutan. Penelitian dari beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh (Amaliyah & Nurcholisah, 2023. Lidah & Lidah, 2024. Kusnadi et al. , 2024. Safitri & Retnani, 2024 menunjukkan bahwa struktur permodalan berdampak besar pada kesulitan keuangan. Studi ini menemukan bahwa perusahaan dengan tingkat utang yang lebih tinggi seringkali lebih baik dalam menghindari kesulitan keuangan, mungkin karena mereka dapat memanfaatkan manfaat pajak dari pembayaran Berdasarkan hal tersebut, hipotesis penelitian ini adalah: H1 : Struktur modal memiliki efek yang signifikan terhadap kesulitan keuangan Pengaruh Pertumbuhan Penjualan terhadap Kesulitan Keuangan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Mempertahankan pertumbuhan penjualan yang konsisten menunjukkan bahwa perusahaan masih dapat berkinerja baik bahkan ketika pasar berubah. Biasanya, ketika penjualan meningkat, itu membantu perusahaan memiliki lebih banyak uang tunai dan keuntungan yang lebih tinggi, yang membuat situasi keuangan perusahaan lebih baik dan menurunkan kemungkinan masalah Di sisi lain, jika penjualan turun, perusahaan lebih mungkin menghadapi kesulitan keuangan. Sebuah studi yang dilakukan oleh (Yuhartati, 2. , menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis untuk penelitian ini adalah: H2 : Pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan pada kesulitan keuangan Pengaruh Profitabilitas terhadap Kesulitan Keuangan Profitabilitas menunjukkan seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari asetnya. Perusahaan yang lebih menguntungkan biasanya memiliki kondisi keuangan yang lebih baik karena lebih mampu membayar tagihan dan cenderung tidak menghadapi masalah keuangan. Di sisi lain, jika perusahaan tidak menguntungkan, kemungkinan besar akan mengalami masalah keuangan yang dapat membuat bisnisnya tidak stabil. Studi oleh (Indrawan, 2023. Putri & Hendrani, 2. menemukan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh besar terhadap kesulitan keuangan. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis untuk penelitian ini adalah: H3 : Profitabilitas memiliki efek yang signifikan pada kesulitan keuangan Pengaruh Kapasitas Operasi terhadap Kesulitan Keuangan Kapasitas operasional menunjukkan seberapa baik perusahaan menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan uang. Seberapa baik kinerja aset ini penting untuk seberapa baik perusahaan dapat menangani perubahan ekonomi. Perusahaan yang mengelola dan menggunakan aset mereka dengan baik biasanya berkinerja lebih baik dalam operasi mereka dan cenderung tidak menghadapi masalah keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh (Novitasari & Miswaty, 2. menunjukkan bahwa kapasitas operasional memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesulitan keuangan. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis penelitian adalah: H4 : Kapasitas Operasi berpengaruh signifikan terhadap kesulitan keuangan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Riset kuantitatif melibatkan pengumpulan dan analisis data menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, interpretasi, hingga penyajian hasil (Sugiyono, 2. Metode ini dipilih untuk melihat bagaimana variabel independen seperti struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasional mempengaruhi variabel dependen, yaitu kesulitan keuangan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang berarti mengandalkan informasi yang tersedia, terutama laporan keuangan tahunan dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Populasi penelitian ini mencakup seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di bidang transportasi dan logistik, sejak tahun 2020 hingga 2024, sehingga totalnya menjadi 37 perusahaan. Sampel penelitian ini mencakup 11 perusahaan selama lima periode waktu yang berbeda, sehingga total sampel menjadi HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, data diolah menggunakan SPSS versi 30, dengan variabel dependen yaitu financial distress dan variabel independen yaitu struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasional. Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber : Data sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Dari hasil uji statistik deskriptif, struktur modal variabel (X. memiliki nilai terendah 0,12 dan nilai tertinggi 3,66. Nilai standar deviasi adalah 0,83937 dan nilai ratarata (Berart. 0,9042. Variabel pertumbuhan penjualan (X. memiliki nilai rendah -49,44 dan nilai tinggi 89,45. Deviasi nilai standar 29,51074 dan nilai rata-rata (Berart. 15,2918. Variabel profitabilitas (X. memiliki nilai terendah -0,10 dan nilai tertinggi 0,32. Deviasi nilai standar 0,09069 dan nilai rata-rata (Berart. 0,0605. Variabel kapasitas operasi (X. memiliki nilai rendah 0,25 dan nilai tinggi 1,64. Nilai standar deviasi 0,35249 dan nilai rata-rata (Berart. 0,7544. Variabel kesulitan keuangan (Y) memiliki nilai rendah -0,39 dan nilai tinggi 13,02. Nilai standar deviasi adalah 3. 30748 dan nilai rata-rata (Berart. Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Sumber : Data sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Berdasarkan hasil tes statistik Kolmogorov-Smirnov, nilai signifikansinya adalah 0,066. Karena nilai ini lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini mengikuti distribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Melihat hasil pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada Nilai dan toleransi VIF untuk setiap variabel adalah sebagai berikut: struktur modal (X. memiliki VIF 1,306 dan toleransi 0,7. pertumbuhan penjualan (X. memiliki VIF 1. 470 dan toleransi 0. profitabilitas (X. memiliki VIF 1,346 dan toleransi 0,743. dan kapasitas operasional (X. memiliki VIF 1. 324 dan toleransi 0. Dari nilai-nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel independenAistruktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasionalAitidak memiliki multikolinearitas karena nilai VIF semuanya di bawah 10 dan nilai toleransi semuanya di atas 0,1. Tes Heteroscedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heteroscedastisitas Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Berdasarkan hasil analisis heteroscedastisitas dengan Uji Glejser di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi variabel struktur modal adalah 0,321. penjualan sebesar 0,885. profitabilitas 0,311. dan kapasitas operasi sebesar 0,080, yang AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 berarti bahwa nilai signifikansi semua variabel > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang diuji tidak memiliki heteroscedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Dari hasil pengolahan data, terlihat bahwa nilai Durbin-Watson adalah 1,726. Berdasarkan tabel Durbin-Watson dengan tingkat signifikansi 5%, ukuran sampel 55, dan empat variabel independenAistruktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasionalAinilai dL dan dU masing-masing adalah 1,4136 dan 1,7240. Karena nilai DW 1,726 lebih besar dari nilai dU 1,7240 tetapi lebih kecil dari nilai 4 minus dU, yaitu 2,276, dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model regresi ini. Uji Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Dari hasil analisis regresi, persamaan yang digunakan dalam penelitian ini untuk regresi linier berganda adalah: Y= 1X1 2X2 3X3 4X4 e = 2,998 - 2,248 0,004 14,370 0,039 e Persamaan regresi menunjukkan arah pengaruh variabel independen dari struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasi melawan kesulitan Koefisien regresi variabel bebas yang ditandai positif berarti memiliki AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 pengaruh yang seragam pada kesulitan keuangan, sedangkan koefisien regresi variabel independen yang ditandai negatif berarti memiliki efek sebaliknya pada kesulitan Hasil analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai Nilai konstan 2. 998 berarti bahwa jika semua faktor lain tetap sama, tingkat kesulitan keuangan diperkirakan menjadi 2. Koefisien untuk struktur modal (X. adalah -2,248, yang berarti bahwa untuk setiap 1 unit peningkatan dalam struktur modal, tingkat kesulitan keuangan kemungkinan akan menurun sebesar 2,248 unit, dengan asumsi semua faktor lainnya tetap sama. Koefisien pertumbuhan penjualan (X. adalah 0,004, yang berarti bahwa untuk setiap 1 unit peningkatan pertumbuhan penjualan, tingkat kesulitan keuangan diperkirakan akan meningkat sebesar 0,004 unit, selama faktor lain tetap tidak Koefisien profitabilitas (X. 370, yang menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan profitabilitas sebesar 1 unit, kesulitan keuangan diprediksi akan meningkat sebesar 14. 370 unit, dengan asumsi variabel lainnya tetap sama. Koefisien kapasitas operasional (X. adalah 0,039, yang menunjukkan bahwa untuk setiap 1 unit peningkatan kapasitas operasional, kesulitan keuangan kemungkinan akan meningkat sebesar 0,039 unit, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Dari hasil penelitian pada tabel di atas, nilai R Square yang Disesuaikan adalah 0,591, yang berarti bahwa 59,1% kesulitan keuangan dijelaskan oleh faktor-faktor seperti struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasional. Sisanya, 40,9%, disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, hasil penelitian menunjukkan tingkat pengaruh sedang . Uji Signifikansi Parsial (Uji T) Tabel 8 Hasil Tes Signifikansi Parsial (Uji T) AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Sumber : Data Sekunder yang diolah. SPSS versi 30 . Berdasarkan perhitungan dan analisis data regresi, nilai-t yang kami temukan adalah 5,634, lebih tinggi dari nilai-t 2,009. Tingkat signifikansi adalah 0,001, lebih kecil dari 0,05. Artinya, struktur modal memiliki efek yang signifikan terhadap kesulitan Sebuah studi tentang pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap kesulitan keuangan menemukan nilai-t 0,501, lebih rendah dari 2,009. Tingkat signifikansi adalah 0,619, lebih tinggi dari 0,05. Jadi, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan pada kesulitan keuangan. Penelitian tentang dampak profitabilitas terhadap kesulitan keuangan menunjukkan nilai-t 4. 298, lebih tinggi dari 2. Tingkat signifikansi adalah 0,001, lebih kecil dari 0,05. Artinya, profitabilitas memiliki efek yang signifikan pada kesulitan Di sisi lain, studi tentang kapasitas operasional dan kesulitan keuangan menemukan nilai-t 0,044, yang lebih rendah dari 2,009. Tingkat signifikansi adalah 0,965, yang lebih tinggi dari 0,05. Jadi, kapasitas operasional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesulitan keuangan. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis regresi dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Struktur Modal memiliki efek yang signifikan terhadap Kesulitan Keuangan Variabel struktur modal (X. diperoleh sebagai hasil dari nilai perhitungan-t 5,634 lebih tinggi dari nilai tabel-t 2,009 dan tingkat signifikansi 0,001, lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu hipotesis (H. Ini berarti bahwa struktur modal berpengaruh pada kesulitan keuangan . Pertumbuhan Penjualan Tidak Berpengaruh pada Kesulitan Keuangan Variabel pertumbuhan penjualan (X. memiliki nilai perhitungan-t 0,501 lebih rendah dari nilai tabel-t 2,009 dan tingkat signifikansi 0,619, lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis (H. Artinya, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh pada kesulitan keuangan. Profitabilitas memiliki efek signifikan pada Kesulitan Keuangan Variabel profitabilitas (X. memiliki nilai t yang dihitung sebesar 4,298, yang lebih tinggi dari nilai t tabel 2,009 dan tingkat signifikansi 0,001, yang lebih kecil AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis (H. Ini berarti profitabilitas memengaruhi kesulitan keuangan. Kapasitas Operasi tidak berpengaruh pada Kesulitan Keuangan Kapasitas operasional ariabel (X. memiliki nilai t yang dihitung 0,044, yang lebih rendah dari nilai t tabel 2,009 dan tingkat signifikansi 0,965, yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis (H. Artinya, kapasitas operasional tidak mempengaruhi kesulitan keuangan. Koefisien penentuan (Kuadrat R yang Disesuaika. adalah 0,591. Artinya, 59,1% variasi kesulitan keuangan dapat dijelaskan oleh empat variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini: struktur modal, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasional. Sisanya, 40,9%, dijelaskan oleh faktorfaktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Karena koefisien penentuan menunjukkan bahwa 59,1% kesulitan keuangan dijelaskan oleh keempat variabel ini, penelitian lebih lanjut disarankan. Variabel lain seperti likuiditas, arus kas operasional, ukuran perusahaan, atau efisiensi manajerial dapat dimasukkan untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap dan akurat. Peneliti juga disarankan untuk menggunakan jangka waktu yang lebih lama atau membandingkan sektor industri yang berbeda. Ini akan membantu dalam mendapatkan hasil yang lebih umum dan relevan. DAFTAR PUSTAKA