NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 156-167 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Analisis Film dalam Ranah Sastra Improving Critical Thinking Skills through Film Analysis in Literature Ratu Prayuana 1*. Diyah Iis Andriani 2 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan dosen01443@unpam. Article History: Received: 29 Maret 2023 Revised: 28 April 2023 Accepted: 30 Mei 2023 Keywords: critical thinking, film, film elements Abstract: In Indonesia, science has been taught from an early age, starting from kindergarten to university, which emphasizes on critical thinking skills. Short film is one of the literary works in the form of audiovisual which is considered capable of helping improve students' critical thinking skills. collaboration with the Dialectika Institute, a mass media institution engaged in civil society studies, research and development, especially focusing on the fields of religion, culture and democracy, this Community Service (PkM) activity was carried out for 3 days starting from the 22nd until February 24, 2023 which aims to improve participantsAo critical thinking skills through training related to narrative and cinematographic elements in short films. In order to maximize training results, this PkM activity used several methods, including the Lecture-based Teaching style and the mentoring method in delivering training materials. In addition, the PkM team delivered questionnaires containing questions about the training material and opinions regarding the PkM to the participants in order to measure and see the results before and after the training. The results of the activity showed that this PkM activity was able to attract enthusiasm and was also able to improve the participants' critical thinking skills as seen from the results of the questionnaires delivered. In addition, this activity is able to make them see works from different perspectives than just seeing them as a means of entertainment. Abstrak Di Indonesia, ilmu pengetahuan sudah diajarkan sedari dini, mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai universitas yang mengedepankan pada kemampuan berpikir kritis. Film pendek adalah salah satu karya sastra yang berbentuk audiovisual yang dianggap mampu membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta Bekerja sama dengan Dialektika Institute, salah satu lembaga media massa yang bergerak di bidang kajian, penelitian, dan pengembangan civil society, terutama berfokus pada bidang agama, budaya dan demokrasi, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui pelatihan terkait unsur-unsur naratif dan sinematografi yang ada di dalam film pendek. Guna memaksimalkan hasil pelatihan, kegiatan PkM ini menggunakan beberapa metode, diantaranya adalah metode ceramah (Lecture-based teaching styl. dan metode mentoring dalam penyampaian materi pelatihan. Selain itu, tim PkM memberikan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang materi pelatihan serta opini terkait PkM yang dilakukan kepada peserta didik guna mengukur dan melihat hasil sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menyatakan bahwa kegiatan PkM ini mampu menarik antusiasme dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang dilihat dari hasil nilai kuesioner yang diberikan. Selain itu, kegiatan ini mampu membuat mereka melihat karya dari perspektif yang berbeda dibanding hanya melihatnya sebagai sarana Kata Kunci: berpikir kritis, film, unsur film. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Analisis Film dalam Ranah Sastra PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan banyaknya ilmu pengetahuan di era sekarang ini menjadi salah satu faktor terpenting berkembangnya suatu negara. Dengan adanya kedua faktor ini, dapat membuat suatu negara berkembang lebih pesat. Di Indonesia, ilmu pengetahuan sudah mulai diajarkan sedari dini, dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai level tertinggi yaitu universitas yang mengedepankan konsep berpikir kritis. Menurut Ruggiero dalam Faturohman . yang mengartikan konsep berpikir kritis sebagai aktivitas mental yang dapat membantu merumuskan dan memecahkan masalah, membuat suatu keputusan, serta memenuhi keinginan untuk memahami. Sedangkan menurut Paul dalam Fisher . , berpikir kritis adalah mode berpikir mengenai hal, substansi atau masalah apa saja, di mana pemikir meningkatkan kualitasnya dengan menangani secara terampil strukturstruktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar-standar intelektual. Jadi dapat dikatakan bahwa berpikir kritis adalah cara berpikir secara intelektual, di mana pemikir menggunakan pemikiran yang jauh lebih independen, rasional, dan reflektif. Berpikir kritis merupakan salah satu aspek penting untuk membentuk karakter diri, sehingga keterampilan dalam berpikir kritis harus dilatih sedari dini dalam proses Menurut Ennis . aspek indikator dalam berpikir kritis diklasifikasikan menjadi lima, yaitu: . memberikan penjelasan sederhana . lementary clarificatio. , . membangun keterampilan dasar . asic suppor. , . penarikan kesimpulan . , . memberikan penjelasan lebih lanjut . dvanced clarificatio. , dan . mengatur strategi dan taktik . trategies and tactic. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa berpikir kritis merupakan salah satu tahap untuk pemikir mencerna dan menggali informasi yang dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil keputusan. Sehingga konsep berpikir kritis ini menjadi faktor penting bagi siswa untuk senantiasa mengembangkan potensi diri, khususnya bagi siswa di tahap universitas yang sering berhadapan dengan situasi kompleks yang memerlukan pengambilan keputusan yang tepat. Di mana selama proses berpikir kritis, mahasiswa dituntut untuk dapat mengidentifikasi masalah, menemukan dan juga memecahkan masalah. Namun, dalam beberapa kasus dapat dilihat bahwa masih banyak juga mahasiswa yang belum bisa menunjukkan sikap kritis saat sedang dihadapkan pada suatu masalah, khususnya pada media Hal ini bisa dilihat dengan rendahnya kemampuan dalam menyikapi berita di media massa, seperti dari judul, kalimat, maupun kata. Mahasiswa cenderung mudah menerima apa yang disampaikan oleh media. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa NUSANTARA - VOLUME 3. NO. MEI 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 156-167 adalah melalui film. Film adalah salah satu karya sastra yang berbentuk audiovisual. Menurut Klarer dalam Narudin . film termasuk ke dalam jenis karya sastra karena segala macam mode presentasi film sesuai dengan fitur-fitur teks sastra dan dapat dijelaskan dalam kerangka tekstual. Lebih lanjut. Sasono dalam Irwansyah . menulis, dibandingkan media lain, film memiliki kemampuan untuk meniru kenyataan sedekat mungkin dengan kenyataan sehari-hari. Sehingga dapat dikatakan bahwa film merupakan karya sastra yang menyuguhkan realita yang dapat diterima penonton sehingga mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis yang mereka miliki. Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui film pada mahasiswa tidak hanya terpaku pada film saja, melainkan aspek penting seperti membaca, menganalisa, dan menyusun informasi guna mendeskripsikan suatu pengetahuan. Bagaimanapun juga, di dalam film secara umum dapat dibagi atas dua unsur yaitu unsur naratif dan unsur sinematik Pratista . Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa unsur naratif adalah bahan . yang akan diolah, sementara unsur sinematik adalah cara . untuk mengolahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kedua unsur tersebut merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dan saling berkesinambungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa film memiliki komponen yang mampu membantu mahasiswa membangun dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang mereka miliki. Demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui film, tim PkM bekerja sama dengan lembaga Dialektika. Dialetika Institute merupakan salah satu lembaga media massa yang bergerak di bidang kajian, penelitian, dan pengembangan civil society, terutama berfokus pada bidang agama, budaya dan demokrasi. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2014 dan dikepalai oleh direktur eksekutif bapak Muhammad Khutub. Lembaga Dialektika sendiri bekerja sama dengan lembaga, sekolah, universitas, serta masyarakat umum lain untuk membahas issue yang sedang naik daun, berbagi informasi dan ilmu pengetahuan dalam bentuk dialog dan seminar, bahkan menerbitkan beberapa hasil karya ilmiah para anggotanya. Berdasarkan alasan di atas, lembaga Dialektika dianggap tempat yang tepat untuk melakukan kegiatan pengabdian di mana tim PkM dapat berbagi ilmu dan mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sesuai bidang keahilan, yaitu sastra Inggris melalui cara yang menarik, yakni film. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2023 ini menemukan permasalahan utama yang terjadi. Pada pembahasan kali ini adalah bahwa peserta didik, khususnya mahasiswa, masih tergantung pada dosen karena mereka menganggap bahwa dosen merupakan satu-satunya sumber keilmuan. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Analisis Film dalam Ranah Sastra Masalah lain adalah, kemandirian belajar belum berkembang dan tersosialisasi dengan baik. Selain itu, metode belajar yang monoton membuat peserta didik kurang termotivasi untuk belajar dan cenderung mengandalkan. Berdasarkan penelitian, minat belajar dan kemampuan berpikir memiliki hubungan di mana siswa dengan minat belajar yang tinggi, juga akan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi (Menhard, 2022. Ilmiah & Siliwangi, 2. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah demi terciptanya alur pemahaman yang terorganisisr dan terintegrasi dengan baik. Sementara itu, tujuan khusus dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui analisis film dalam ranah Salah satu upaya meningkatkan sebuah kemampuan berpikir kritis kali ini adalah melalui kajian film yaitu naratif dan sinematografi yang dipilih sebagai salah satu sarana untuk pembelajaran metode berpikir kritis dengan cara menarik dan mampu memotivasi peserta didik untuk belajar lebih dalam. Selain itu, tujuan dari kegiatan PkM ini adalah untuk menunjukkan bahwa film, dalam hal ini adalah film pendek, dapat digunakan sebagai media Film pendek tidak hanya menyuguhkan hiburan semata, namun juga terdapat unsur-unsur penting sebagai upaya pembinaan generasi muda dalam membangun karakter Adapun manfaat kegiatan pengabdian ini adalah: peserta didik didominasi oleh mahasiswa yang diharapkan memiliki sifat kritis terhadap situasi yang terjadi di sekeliling mereka, terutama sangat memecahkan suatu masalah. Selain itu, kegiatan PkM ini juga memberikan kesempatan dan dapat menjadi tempat mahasiswa dan mahasiswi Sastra Inggris di Universitas Pamulang untuk meningkatkan kemampuan analisis film agar lebih kritis dalam ranah sastra. Khususnya menganalisis film dalam bidang kajian naratif dan sinematografi. Juga agar mereka memahami bahwa selain dijadikan sebagai media hiburan, film juga dapat dijadikan sebagai medium untuk pembinaan dan membangun karakter setiap orang. METODE Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu program yang telah dibedah oleh tim PkM adalah Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui analisis film dalam ranah sastra. Berpikir kritis bagi mahasiswa merupakan komponen yang harus mereka miliki. Sehingga menjadi penting bagi tim PkM untuk membantu masyarakat sekitar, khususnya mahasiswa memperkenalkan unsur-unsur dalam film kepada mereka dengan menggunakan media yang menarik dan familiar, yakni film. NUSANTARA - VOLUME 3. NO. MEI 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 156-167 Adapun kerangka tahapan pemecahan masalah pada PkM ini adalah sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah PkM Berdasarkan gambar tersebut, dapat terlihat bahwa kegiatan diawali dengan membahas tentang tujuan pembelajaran untuk menentukan tema. Kemudian, setelah tema dipilih dan judul terbentuk, pemilihan jenis dan kategori film pendek merupakan poin penting dalam kegiatan ini karena film harus memenuhi standar yang baik yakni memiliki bahasa elemen naratif yang kuat serta sinematografi yang mumpuni agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Setelah itu, pengadaan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan yang bertujuan mengukur pemahaman peserta didik terkait materi yang disampaikan. Tahap berikutnya adalah mempersiapkan permainan . untuk menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Permainan yang dipilih juga berupa tanya jawab terkait topik yang berfungsi sekaligus untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik. Kegiatan ini mampu menjadi stimulasi bagi peserta agar tetap fokus menyerap materi dan informasi selama pembelajaran. Tahapan yang terakhir adalah membuat rancangan evaluasi. Demi tercapainya tujuan pembelajaran, tim PkM sebagai narasumber menggunakan beberapa metode yang dianggap tepat dan sesuai selama kegiatan. Salah satu metode yang dianggap mampu membuat peserta memahami materi yang disampaikan dengan maksimal adalah metode ceramah. Lecture-based teaching style atau dikenal dengan metode ceramah adalah salah satu metode mengajar konvensional di mana narasumber menjelaskan materi secara langsung kepada peserta didik (Nata, 2. Roestiyah . menambahkan bahwa metode ini membantu pendidik atau narasumber mengatur dan mengawasi ketertiban proses pembelajaran karena baik pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan yang sama secara bersamaan sehingga perhatian tidak terpecah. Sehingga proses belajar mengajar menjadi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Analisis Film dalam Ranah Sastra lebih fokus dan terarah. Selain itu, metode lain yang digunakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para peserta adalah metode mentoring. Pada dasarnya, metode mentoring bersifat timbal balik antara mentor dan peserta. Menurut Mc Creath . , mentoring merupakan sebuah pendekatan yang lebih bersifat persabatan. Di mana dalam proses persahabatan tersebut ada visi untuk meningkatkan kualitas diri antara sesama baik secara pemikiran maupun emosional. Dengan menggunakan metode belajar yang disebutkan di atas, diharapkan materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan maksimal. Tempat dan Waktu Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada tanggal 22 Februari sampai dengan 24 Februari 2023 melalui online Zoom meeting yang disediakan oleh pihak mitra. Dialektika. Setidaknya terdapat sekitar 100 peserta dalam kegiatan PkM ini yang berasal dari berbagai usia, mulai dari siswa tingkat sekolah menengah, universitas, bahkan guru dan dosen. Namun, kegiatan ini lebih di fokuskan ke peserta tingkat universitas yang juga merupakan sasaran utama peserta. DISKUSI Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 3 hari. Adapun rincian urutan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Table 1. Susunan kegiatan Pengabdian No. No. No. SUSUNAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Rabu, 22 Februari 2023 Waktu Kegiatan 09-00Ae10. Briefing kegiatan pembukaan PkM Pembukaan: 00Ae10. Perkenalan tim PkM Perkenalan pengurus Lembaga AuDialektikaAy Sambutan: Ketua PkM 30Ae10. Sambutan perwakilan dari Lembaga Mitra AuDialektikaAy 45Ae12. Wawancara peserta Lembaga Mitra AuDialektikaAy Kamis, 23 Februari 2023 Waktu Kegiatan Pembukaan: Perkenalan anggota pkm kepada audience zoom meeting 00Ae10. sekaligus peserta mengerjakan kuesioner yang Penyampaian materi tentang unsur naratif dan 10Ae10. sinematigrafi film. Penayangan film pendek berjudul AuSalah SiapaAy karya 25Ae10. Chandra Timothy Liow. Dahny Putra & Christabel Fortunatus. Penjelasan unsur naratif dan sinematografi dalam film 35Ae10. pendek AuSalah SiapaAy. 55Ae11. Diskusi dan tanya jawab. Ice breaking 35Ae11. Kuesioner melalui google form dan kahoot. 45Ae12. Evaluasi dan game 00 s/d selesai Penutupan Jumyt, 24 Februari 2023 Waktu Kegiatan 00Ae10. Evaluasi dan review kegiatan 30Ae11. Diskusi