Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Layli Agusti Wachid1*. Decy Situngkir2. Putri Handayani3 Universitas Esa Unggul. Indonesia *Penulis Korespondensi: layliagusti1999@gmail. Abstract. Work accidents remain a significant issue in the construction sector and can be caused by various factors, including basic causes . nowledge and length of servic. , lack of control . , and immediate causes . A preliminary study indicated that 53% of respondents had experienced accidents of varying severity. This study aims to analyze factors related to work accidents in the mal construction project at PT X in 2025. The research employed an analytic cross-sectional design with 84 workers selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed through univariate and bivariate methods with the chi-square test. The study was conducted from May to July 2025. Univariate results showed the highest proportion in workers who had experienced accidents . 9%), had high knowledge . 9%), long work experience . 7%), high supervision . 9%), and conducive housekeeping . 7%). Bivariate analysis revealed significant relationships between knowledge . =0. , supervision . =0. , and housekeeping . =0. with work accidents, while length of service . =0. showed no relationship. These findings are expected to serve as a basis for preventing work accidents at PT X. Keywords: Housekeeping. Knowledge. Length of Service. Supervision. Work Accidents Abstrak. Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan serius di sektor konstruksi dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti basic cause . engetahuan dan masa kerj. , lack of control . , serta immediate cause . Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 53% responden pernah mengalami kecelakaan dengan tingkat keparahan bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 84 pekerja yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian dilaksanakan pada MeiAeJuli 2025. Hasil analisis univariat menunjukkan proporsi tertinggi pada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 57 orang . ,9%), memiliki pengetahuan tinggi 52 orang . ,9%), masa kerja lama 51 orang . ,7%), pengawasan tinggi 52 orang . ,9%), dan housekeeping kondusif 49 orang . ,7%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan . =0,. , pengawasan . =0,. , dan housekeeping . =0,. dengan kecelakaan kerja, sedangkan masa kerja . =0,. tidak berhubungan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT X. Kata kunci: Housekeeping. Kecelakaan Kerja. Masa Kerja. Pengawasan. Pengetahuan LATAR BELAKANG Meningkatnya kebutuhan manusia mendorong perkembangan globalisasi secara pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah secara masif melakukan pembangunan infrastruktur mencakup jasa dan fasilitas fisik seperti transportasi, listrik, jalan, pembangunan gedung perkantoran hingga pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mempermudah aktivitas kehidupan sehari-hari (Siahay et al. , 2. Namun, di balik manfaat tersebut, peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya jenis dan pola bahaya, paparan, dan risiko kecelakaan kerja yang baru (Sholihah, 2. Naskah Masuk: 20 Agustus 2025. Revisi: 01 September 2025. Diterima: 20 September 2025. Tersedia: 23 September 2025 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berdasarkan laporan ILO . , sektor konstruksi termasuk dalam kategori pekerjaan yang paling berbahaya dengan tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi. ILO memperkirakan bahwa satu dari enam kecelakaan fatal di tempat kerja terjadi di sektor ini, dengan jumlah korban jiwa mencapai 60. 000 orang per tahun secara global. Sebesar 0,8% dari 370. 747 kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia pada tahun 2023 merupakan peserta jasa konstruksi (KEMENAKER, 2. Kemudian di tahun berikutnya, meningkat menjadi 0,92% dari 241 kasus kecelakaan kerja adalah peserta dari jasa konstruksi (KEMENAKER, 2. Pekerja konstruksi menghadapi risiko lebih besar dibandingkan dengan sektor lain, mengingat kompleksitas pekerjaan, penggunaan peralatan berat, serta kondisi lingkungan kerja yang dinamis dan sering kali berbahaya. Faktor-faktor ini menjadikan sektor konstruksi sebagai salah satu penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja (Huda et al. , 2. Selain itu, menurut Fairyo & Wahyuningsih . , tingginya angka kecelakaan dalam industri konstruksi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk prosedur kerja yang kompleks, paparan risiko tinggi, serta kurangnya penerapan standar keselamatan yang optimal. Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja. Hal ini dapat terjadi apabila terdapat berbagai faktor penyebab secara bersamaan pada suatu tempat kerja atau proses produksi. Dari beberapa penelitian para ahli memberikan indikasi bahwa suatu kecelakaan kerja tidak dapat terjadi dengan sendirinya, akan tetapi terjadi oleh satu atau beberapa faktor penyebab kecelakaan sekaligus dalam suatu kejadian (Tarwaka, 2. Teori domino menyatakan bahwa kecelakaan kerja terjadi melalui rangkaian penyebab yang saling berkaitan, dimulai dari kurangnya pengendalian manajemen, penyebab dasar, hingga tindakan dan kondisi tidak selamat. Penyebab langsung kecelakaan kerja meliputi tindakan tidak selamat, seperti tidak mengikuti SOP keselamatan, pengoperasian alat tanpa izin, atau bekerja di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan, serta kondisi tidak aman di lingkungan kerja, seperti peralatan yang rusak dan housekeeping yang buruk. Sementara itu, penyebab dasar berasal dari faktor personal atau karakteristik pekerja, seperti kurangnya pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan masa kerja yang masih singkat. Selain itu, lemahnya pengawasan sebagai bagian dari kegagalan manajemen juga menjadi faktor penting yang dapat menyebabkan tidak terkendalinya potensi bahaya di tempat kerja (Ariwati et al. , 2. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putri et al. , . menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja. Pada penelitian yang sama ditemukan juga hubungan antara pengawasan dengan kejadian kecelakaan kerja. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Budiarti et al. , . yang menemukan bahwa pengetahuan pekerja dan pengawasan berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. Pekerja yang memiliki pengetahuan yang tinggi lebih mampu memahami kondisi yang sedang mereka hadapi dan mengetahui prosedur kerja sehingga mereka lebih cenderung berhati-hati dalam bekerja. Sedangkan, pengawasan yang baik akan mendorong pekerja untuk berperilaku aman karena mereka akan merasa diawasi sehingga timbul rasa kepatuhan dalam dirinya yang dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian lain yang dilakukan oleh Puteri & Afrianti, . pada karyawan PT PLN Bangkinang Kota ditemukan bahwa faktor masa kerja berhubungan dengan kecelakaan kerja. Hal yang sama ditemukan pada penelitian Hamudya et al. , . yang menyatakan bahwa masa kerja berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Pekerja dengan masa kerja yang belum lama lebih banyak memiliki pengalaman kecelakaan kerja dari pada pekerja yang masa kerjanya lama. Selain faktor di atas, faktor housekeeping juga menjadi salah faktor penyebab Housekeeping mencakup lebih dari sekedar kebersihan tempat kerja. Ini juga melibatkan penataan peralatan yang tepat untuk mendukung keselamatan, efisiensi, dan efektivitas kerja serta mencegah kecelakaan. Khaqiiqudin et al. , . menyatakan bahwa faktor housekeeping memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan kerja. Hal yang sama juga ditemukan pada penelitian Ardhani et al. , . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara housekeeping dengan kecelakaan kerja. PT X merupakan perusahaan konstruksi yang berlokasi di Jakarta dan bergerak di bidang pembangunan. Dalam proyek pembangunan mal. PT X bertanggung jawab terhadap pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Perusahaan ini merupakan main contractor dengan penanggung jawab lapangan yang terdiri dari 1 orang project manager, 1 orang site manager, 4 orang site engineer, 4 orang supervisor, 2 orang logistik, 1 orang document control, 1 orang HSE supervisor, 2 orang safety man, dan 163 pekerja. Pekerjaan mekanikal meliputi pemasangan sistem hydrant dan lift, sementara pekerjaan elektrikal mencakup instalasi listrik, soket, dan sistem pendingin udara (AC). Adapun pekerjaan plumbing berkaitan dengan pemasangan jaringan pipa plastik untuk sistem air limbah. Seluruh aktivitas tersebut melibatkan berbagai proses kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi, seperti bekerja di ketinggian, pengelasan, pengoperasian alat berat, serta berbagai aktivitas lain yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Januari tahun 2025 melalui kuesioner dan observasi terhadap pekerja PT X dengan karakteristik masa kerja didominasi oleh pekerja dengan masa kerja 3 tahun sebanyak 36% pekerja, diikuti dengan pekerja dengan masa kerja 4 tahun sebanyak 33,3%. 16 dari 30 orang pekerja . %) di PT X mengaku pernah Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 mengalami kecelakaan kerja selama proses pembangunan mal seperti terjatuh dari ketinggian, tertimpa material berat, terpeleset atau tersandung, tersetrum listrik, serta mengalami luka akibat benda tajam. Berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan, aktivitas yang ada pada proyek ini meliputi pengangkatan pipa berukuran besar yang sering melibatkan alat-alat berat, pekerjaan di ketinggian dengan scaffolding, hingga pengelasan dan instalasi listrik. Sejumlah kondisi yang ditemukan di area kerja turut memperbesar risiko kecelakaan seperti peralatan lifting dan scaffolding yang kurang memadai, sampah, kabel dan alat kerja yang berserakan, serta kurangnya perlengkapan pelindung diri (APD) yang digunakan oleh beberapa pekerja seperti fullbody harness dan sarung tangan. Selain itu, pengawasan dari tim HSE juga terbilang minim, terlihat dari banyaknya load pekerjaan dan area kerja yang cukup luas dengan jumlah tim HSE yang terbatas. Beberapa pekerja juga ditemukan bercanda saat melakukan pekerjaan dan merokok di area kerja. Kombinasi antara kondisi teknis yang kurang optimal dan lemahnya kontrol keselamatan ini memperbesar potensi terjadinya kecelakaan kerja di proyek pembangunan mal. PT X telah berupaya untuk menambah jumlah pengawas agar dapat menjangkau area kerja yang luas serta memantau aktivitas pekerja yang cukup banyak. Selain itu, program investigasi dan pelaporan kecelakaan kerja sudah dilakukan namun, ruang lingkupnya masih terbatas pada kecelakaan yang memerlukan penanganan medis lanjutan saja. Sementara itu, kejadian dengan tingkat severity rendah seperti luka lecet, memar, tersetrum atau insiden kecil yang tidak memerlukan tindakan medis lanjutan hanya tercatat pada data kunjungan klinik perusahaan tanpa dilakukan investigasi lebih lanjut. Hal ini mengakibatkan potensi bahaya di lingkungan kerja tidak teridentifikasi secara maksimal sehingga peluang terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari tetap tinggi. Program pelatihan dan edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K. juga belum diterapkan secara rutin bagi seluruh pekerja. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuFaktorFaktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025Ay. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. METODE PENELITIAN Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Pendekatan ini dilakukan dengan cara memilih sampel dari seluruh anggota populasi yang menjadi fokus penelitian secara acak. Teknik ini dipilih karena setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi bagian dari sampel. Adapun langkah dalam melakukan simple random sampling yaitu, menyusun kerangka sampling yang mencakup seluruh 169 pekerja PT X untuk periode Juli 2025, menggunakan fungsi "=RAND()" di Microsoft Excel untuk menghasilkan nomor acak, kemudian mengurutkannya dari yang terkecil hingga terbesar, dan memilih sampel berdasarkan nomor acak tersebut hingga tercapai jumlah responden yang diperlukan, yaitu sebanyak 84 orang. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, yang dijelaskan sebagai berikut metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Data Primer Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data primer ini mencakup variabel independen, yaitu pengetahuan, masa kerja, pengawasan, dan housekeeping. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari data administrasi kecelakaan kerja, data prosedur kerja, dan data lain yang tersedia di PT X. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Gambaran Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Gambaran kejadian kecelakaan kerja pada penelitian ini dikategorikan dalam dua kategori yaitu pernah dan tidak pernah. Berikut merupakan gambaran kejadian kecelakaan kerja yang dialami oleh responden di PT X: Tabel 1. Gambaran Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Riwayat Kecelakaan Kerja Pernah Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 84 pekerja di PT X memiliki proporsi tertinggi sebesar 57 responden . ,9%) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Sedangkan, proporsi terendah adalah responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja adalah 27 responden . ,1%). Gambaran Pengetahuan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun Berdasarkan hasil penelitian variabel pengetahuan dibagi menjadi 2 kategori yaitu, kategori pengetahuan rendah jika < 11 . serta kategori pengetahuan tinggi Ou 11 . Gambaran distribusi pengetahuan dapat dilihat pada tabel 4. 2 sebagai berikut: Tabel 2. Gambaran Pengetahuan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun Pengetahuan Rendah Tinggi Jumlah Frekuensi Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 84 responden di PT X, proporsi tertinggi sebesar 52 responden . ,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Sedangkan, proporsi terendah adalah responden tingkat pengetahuan yang rendah sebanyak 32 responden . ,1%). Gambaran Masa Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Variabel masa kerja dikategorikan menjadi kategori masa kerja baru jika responden sudah bekerja O 3 tahun dan masa kerja lama jika bekerja > 3 tahun (Hamel et al. , 2. Berikut adalah gambaran masa kerja pada proyek pembangunan mal di PT X: Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. Tabel 3. Gambaran Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Frekuensi Masa Kerja Baru Lama Jumlah Tabel 3 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada pekerja dengan masa kerja lama sebanyak 51 responden . ,7%). Sedangkan, proporsi terendah yaitu responden yang memiliki masa kerja baru sebanyak 33 orang . ,3%). Gambaran Pengawasan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian variabel pengawasan dibagi menjadi 2 kategori yaitu, kategori pengawasan rendah jika < 29 . serta kategori pengawasan tinggi Ou29 . Adapun gambaran pengawasan pada proyek pembangunan mal di PT X adalah sebagai berikut: Tabel 4. Gambaran Pengawasan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun Pengawasan Rendah Tinggi Jumlah Frekuensi Tabel 4 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada pengawasan tinggi sebanyak 52 responden . ,9%). Sedangkan, proporsi terendah yaitu pengawasan rendah sebanyak 32 responden . ,1%). Gambaran Housekeeping pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil penelitian variabel housekeeping dikategorikan menjadi 2 yaitu, kategori housekeeping tidak kondusif jika < 29 . serta kategori housekeeping kondusif jika Ou29 . Adapun gambaran housekeeping pada proyek pembangunan mal di PT X adalah sebagai berikut: Tabel 5. Gambaran Housekeeping pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun Housekeeping Tidak Kondusif Kondusif Jumlah Frekuensi Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Tabel 5 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi terdapat pada housekeeping kondusif sebanyak 49 responden . Sedangkan, proporsi terendah yaitu housekeeping tidak kondusif sebanyak 35 responden . ,7%). Analisis Bivariat Analisis bivariat digunakan untuk melihat dan menganalisis hubungan antara variabel independen . engetahuan, masa kerja, pengawasan, dan housekeepin. dengan variabel dependen . ecelakaan kerj. Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berikut merupakan hasil analisis bivariat antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja pada proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025: Tabel 6. Analisis Bivariat Pengetahuan dengan Kecelakaan Kerja Pengetahuan Rendah Tinggi Kecelakaan Kerja Tidak Pernah Jumlah Pernah P value . %) 0,000 4,643 . ,2169,. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa dari 32 responden yang memiliki pengetahuan rendah terdapat proporsi tertinggi adalah pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 20 responden . ,5%). Sementara itu, dari 52 pekerja yang memiliki pengetahuan tinggi terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 45 responden . ,5%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil uji statistik lainnya menunjukkan bahwa nilai PR = 4,643 dengan 95% CI = . ,216-9,. yang artinya pekerja dengan pengetahuan rendah berisiko 4,643 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja yang memiliki pengetahuan tinggi. Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berikut merupakan hasil analisis bivariat antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja pada proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025: Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. Tabel 7. Analisis Bivariat Masa Kerja dengan Kecelakaan Kerja Masa Kerja Kecelakaan Kerja Tidak Pernah Jumlah Pernah Baru Lama P value PR . %) 0,596 0,773 . ,3961,. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 33 responden dengan masa kerja baru terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 24 responden . ,7%). Sedangkan, pada 51 responden dengan masa kerja lama terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 33 responden . ,7%). Ini menunjukkan bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada pekerja dengan masa kerja Hasil uji Chi-Square memberikan nilai p = 0,596 > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil uji statistik lainnya menunjukkan bahwa nilai PR = 0,773 dengan 95% CI = . ,396-1,. yang artinya pekerja dengan masa kerja baru bersifat protektif dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja dengan masa kerja lama. Hubungan Pengawasan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Tabel di bawah ini menunjukkan hasil analisis bivariat antara tingkat pengawasan dengan kejadian kecelakaan kerja pada proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025: Tabel 8. Analisis Bivariat Pengawasan dengan Kecelakaan Kerja Pengawasan Kecelakaan Kerja Tidak Pernah Jumlah Pernah Rendah Tinggi P value . %) 0,043 2,031 . ,0953,. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 32 responden dengan pengawasan rendah terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 17 responden . ,1%). Sementara itu, dari 52 responden yang menilai pengawasan tinggi terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 40 responden . ,9%). Hasil uji Chi-Square memberikan nilai p = 0,043 < 0,05, artinya ada hubungan signifikan antara tingkat pengawasan dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil uji statistik lainnya menunjukkan bahwa nilai PR = 2,031 dengan 95% CI = . ,095-3,. yang artinya pengawasan rendah berisiko 2,031 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pengawasan tinggi. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hubungan Housekeeping dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Untuk melihat apakah kondisi housekeeping berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja, dilakukan analisis bivariat yang hasilnya disajikan dalam tabel berikut: Tabel 9. Analisis Bivariat Housekeeping dan Kecelakaan Kerja Housekeeping Tidak Kondusif Kondusif Kecelakaan Kerja Tidak Pernah Jumlah Pernah P value . %) 0,044 2,036 . ,0813,. Dari Tabel 9 diketahui bahwa dari 35 responden dengan kondisi housekeeping tidak kondusif terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 19 responden . ,3%). Sedangkan dari 49 responden dengan housekeeping kondusif terdapat proporsi tertinggi adalah tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebesar 38 responden . ,6%). Nilai uji Chi-Square yang diperoleh adalah p = 0,044 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara housekeeping dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil uji statistik lainnya menunjukkan bahwa nilai PR = 2,036 dengan 95% CI = . ,081-3,. yang artinya housekeeping tidak kondusif berisiko 2,036 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan housekeeping kondusif. Analisis Univariat Gambaran Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian terhadap 84 pekerja proyek pembangunan mal di PT X, diperoleh bahwa sebanyak 32,1% responden mengaku pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hamudya et al. , . bahwa proporsi riwayat kecelakaan tertinggi yaitu pada pekerja yang tidak pernah kecelakaan kerja sebesar 33 responden . ,1%). Gambaran Pengetahuan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pada pekerja proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025 didapatkan bahwa mayoritas pekerja memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 52 responden . ,9%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wulandari et al. , . yang menyatakan bahwa responden dengan pengetahuan baik memiliki proporsi lebih besar yaitu sebesar 37 responden . ,2%) dibandingkan responden dengan pengetahuan kurang baik yaitu sebesar 30 responden . ,8%). Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. Gambaran Masa Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil penelitian pada pekerja proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025 menunjukkan bahwa responden didominasi oleh pekerja lama sebanyak 51 responden . ,7%). Hal ini sejalan dengan penelitian Syaputra & Nurbaeti . yang menyebutkan bahwa mayoritas responden adalah responden yang memiliki masa kerja lama lebih besar yaitu sebesar 22 responden . ,7%). Gambaran Pengawasan pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, data yang diperoleh menunjukkan bahwa 52 responden . ,9%) menyatakan bahwa pengawasan di PT X tinggi. Hasil penelitian ini tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Budiarti et al. , . yang menyatakan bahwa proporsi tertinggi yaitu sebesar 47 responden . ,3%) menyatakan bahwa pengawasan Gambaran Housekeeping pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sebanyak 49 responden . ,7%) menyatakan bahwa housekeeping di PT X kondusif. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khaqiiqudin et al. , . menyebutkan bahwa proporsi tertinggi yaitu sebesar 34 responden . ,7%) menyatakan bahwa housekeeping kondusif. Housekeeping merupakan upaya menjaga kerapihan, kebersihan, serta kenyamanan area kerja agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan tertib (Agustina, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa housekeeping di PT X dinilai kondusif oleh pekerja. Hal ini kemungkinan dipengaruhi karena pekerja sudah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP terutama yang mengatur tentang housekeeping. Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil uji statistik analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja. Nilai prevalence ratio adalah 4,643 dengan 95% CI = . ,216-9,. yang artinya pekerja dengan pengetahuan rendah berisiko 4,643 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja yang memiliki pengetahuan tinggi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Putri et al. , . dan Terok et al. yang menemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan Pengetahuan yang baik mendorong pekerja lebih waspada dalam mengenali serta menghindari potensi bahaya di tempat kerja. Pekerja dengan tingkat pengetahuan tinggi umumnya mampu membedakan risiko di sekitarnya, bekerja sesuai prosedur, serta menyadari Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 konsekuensi dari setiap tindakan sehingga kecelakaan dapat dicegah. Sebaliknya, pekerja dengan pengetahuan rendah cenderung mengabaikan bahaya, tidak mengikuti prosedur, dan kurang memahami pentingnya aturan keselamatan yang sebenarnya bertujuan melindungi diri mereka sendiri (Latuconsin et al. , 2. Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil uji statistik bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini menunjukkan hasil nilai PR = 0,773 dengan 95% CI = . ,396-1,. yang artinya pekerja dengan masa kerja baru bersifat protektif dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja dengan masa kerja lama. Hasil ini sejalan dengan penelitian Wulandari & Haderiah, . dan Salmawati et al. , . yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja. Hubungan Pengawasan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat pengawasan dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini menunjukkan nilai PR = 2,031 dengan 95% CI = . ,095-3,. yang artinya pengawasan rendah berisiko 2,031 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pengawasan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa semakin rendah pengawasan, semakin tinggi risiko kecelakaan kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Putri et al. , . dan Fajrianti . yang menunjukkan adanya hubungan antara pengawasan dengan kecelakaan kerja. Hubungan Housekeeping dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara housekeeping dengan kejadian kecelakaan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai PR = 2,036 dengan 95% CI = . ,081-3,. yang artinya housekeeping tidak kondusif berisiko 2,036 kali mengalami kecelakaan kerja dibandingkan housekeeping kondusif. Penelitian ini sejalan dengan temuan Singarimbun & Gultom . dan Akmalia & Nawawinetu, . yang menunjukkan bahwa housekeeping berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pekerja proyek pembangunan mal di PT X, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden tidak pernah mengalami kecelakaan kerja, memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, masa kerja yang relatif lama, serta menilai pengawasan dan housekeeping berada dalam kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, pengawasan, dan kondisi housekeeping dengan kejadian kecelakaan kerja. Pekerja dengan pengetahuan rendah, pengawasan yang kurang optimal, serta housekeeping yang tidak kondusif memiliki risiko lebih besar mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja pada kategori Sementara itu, masa kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya pencegahan kecelakaan kerja pada proyek pembangunan mal di PT X tahun 2025 sebaiknya difokuskan pada peningkatan pengetahuan pekerja, penguatan sistem pengawasan, serta perbaikan kondisi housekeeping guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. DAFTAR REFERENSI Agustina. Manajemen hygiene, sanitasi dan keselamatan kerja . st ed. IPB Internasional Press. Agustiya. Listyandini. , & Ginanjar. Faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan tidak aman . nsafe actio. pada pekerja. Promotor, 3. , 473Ae487. https://doi. org/10. 32832/pro. Ardhani. Widajati. , & Ameiliawati. Relationship between OHS compliance and housekeeping implementation with occupational injury risk in a construction company. Journal of Vocational Health Studies, 6. , 56Ae62. https://doi. org/10. 20473/jvhs. Ariwati. Susanto. Salamah. Arif. , & Frianto. Keselamatan dan kesehatan kerja. In Diklat pemeliharaan dan perawatan rusunawa. Future Science Publisher. http://103. 208/epel/edok/49ed0_8_-_Modul_K3L. Ayulestari. Nurgahayu, & Andi. Hubungan pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja di pemadam kebakaran Kabupaten Maros. Window of Public Health Journal, 5. , 295Ae301. https://doi. org/10. 33096/woph. Bahri. Adha. Indah. Ilmi. , & Perdana. Korelasi antara pengetahuan, sikap, dan motivasi dengan perilaku tidak aman . nsafe actio. pada pekerja pengecoran di PT. Totalindo Eka Persada Tbk. Prosiding SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian PkM, 4. , 859Ae870. https://openjournal. id/index. php/Senan/article/view/33485/0 BPJS Ketenagakerjaan. Statistik kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2023. BPJS Ketenagakerjaan. April . Statistik kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 BPJS. https://dataindonesia. id/tenaga-kerja/detail/ri-alami-265334-kasuskecelakaan-kerja-hingga-november-2022 Budiarti. Permatasari. Arbitera. , & Wenny. Hubungan pengetahuan, pengawasan, dan sosialisasi K3 dengan kecelakaan kerja di PT. Tatamulia Nusantara Indah. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 4. , 42Ae57. https://doi. org/10. 21111/jihoh. CCOH. Workplace Ae https://w. ca/oshanswers/hsprograms/housekeeping/house. CCOH. Doda. , & Pangaribuan. Dasar kesehatan dan keselamatan kerja: Hazard/bahaya di tempat kerja . st ed. CV Patra Media Grafindo Bandung. https://scholar. id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=o4oFbuUA aJ&cstart=20&pagesize=80&sortby=pubdate&citation_for_view=o4oFbuUa J:abG-DnoFyZgC Fairyo. , & Wahyuningsih. Kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada pekerja proyek. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 4. , 610Ae Foster. Pembinaan untuk meningkatkan kinerja pegawai. PPM. Goma. Sarman. Akbar. , & Rumaf. Hubungan penerapan standar operasional prosedur dan penggunaan alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja pada karyawan PT. X Kabupaten Bolang Mongondow Utara. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 4. , 35. https://doi. org/10. 24853/eohjs. Huda. Fitri. Buntara. , & Utari. Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja proyek pembangunan gedung di PT. X tahun Jurnal Kesehatan Masyarakat (UNDIP), 625Ae659. https://doi. org/10. 14710/jkm. International Labour Organization. Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja . th ed. International Labour Organization. Occupational safety and health management in the construction sector. International Labour Organization. https://w. org/meetingsand-events/occupational-safety-and-health-management-construction-sector-3 Ismara. , & Irawan. Buku pedoman 5R. Universitas Negeri Yogyakarta. ISO. ISO 45001:2018. BSN. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Data kecelakaan kerja dan PAK di Indonesia pada tahun 2023. https://satudata. id/data/kumpulan-data/1716 Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Data kecelakaan kerja dan PAK di Indonesia pada tahun 2023. Khaqiiqudin. Wahyuni. , & Kurniawan. Hubungan karakteristik pekerja, housekeeping, ketersediaan dan pemakaian alat pelindung diri terhadap kejadian minor Penambahan Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat (Antiinvers. dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 7, 239Ae245. Latuconsin. Yahya Thamrin. , & Fachrin. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan kerja pada karyawan di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14. , 53Ae57. https://doi. org/10. 35892/jikd. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. Listiany. Alini. , & Z. Hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pandai besi di Sentra Besi Desa Teratak. Jurnal Ners, 9. , 4004Ae4009. https://doi. org/10. 31004/jn. Mahawati. Fitriyatinur. Yanti. Rahayu. Aprilliani. Chaerul. Hartini, . Sari. Marzuki. Sitorus. Jamaludin, & Susilawaty. Keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan industri. Yayasan Kita Menulis. Notoatmodjo. Metodelogi penelitian kesehatan. Rineka Cipta. Pane. Siahaan. , & Siallagan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pengangkut kayu di penggergajian kayu CV. Citra Saur Samosir tahun 2021. Journal of Healthcare and Medicine, 8. , 876Ae886. Pratama. Harianto. , & Aulady. Hubungan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung di Surabaya. Jurnal Teknik Sipil ITP, 11. , 70Ae76. https://doi. org/10. 21063/JTS. V1101. Puteri. , & Afrianti. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada karyawan unit pelayanan teknik di PT PLN Bangkinang Kota. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3. , 23Ae34. https://repo. id/handle/123456789/2294 Putri. Irfandi. Sagadji. , & Nitami. Tingkat pengetahuan, beban kerja, pengawasan, dan penerapan SOP dengan kejadian kecelakaan kerja di PT X. Sehat Rakyat: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3. , 232Ae239. https://doi. org/10. 54259/sehatrakyat. Salmawati. Rasul. , & Napirah. Factors associated with occupational accidents to nurses in emergency room of Anutapura General Hospital Palu City. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10. , 104Ae112. https://doi. org/10. 22487/preventif. Saputra. Arifia. , & Tohir. Analisa faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K. yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada pekerjaan pembangunan SMPN 038 Samarinda. Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil, 1. , 1Ae13. http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/TEK/article/view/3957 Sari. Hariani. , & Muhammad. Dampak pengetahuan, sikap dan masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di PT X Palembang tahun 2024. Jurnal Kesehatan Terapan, 11. , 148Ae155. https://doi. org/10. 54816/jk. Setiawan. Metodologi penelitian kesehatan dan analisis data. Pustaka Baru Press. Sholihah. Keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi . st ed. UB Press. Siahay. Ahmad. , & Gusty. Pembangunan infrastruktur di Indonesia . st ed. CV Tohar Media. Silalahi. Hubungan penerangan dan housekeeping terhadap kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi bangunan PT. DAP di Perumahan Citra Land Bagya City Medan Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat, 4. , 45Ae53. http://e-journal. id/index. php/JMKM/article/view/835 Sugiyono. Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta. Suharni. Hardi. , & Samsualam. Pelayanan kesehatan & keselamatan kerja. Deepublish. https://repository. id/2142/1/Pelayanan Kesehatan_v. 2_Unesco_Suharni. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Mal di PT X Tahun 2025 Sultan. Kecelakaan kerja: Mengapa masih terjadi di tempat kerja? . st ed. Uwais Inspirasi Indonesia. Sutrisno. , & Fitriani. Analisis dampak lamanya masa kerja terhadap kinerja dan efektivitas pelayanan publik di Dinas Pendidikan Kabupaten Kentingan. Jurnal Paris Langkis, 5. , 353Ae366. https://doi. org/10. 37304/paris. Swarjana. Konsep pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, stres, kecemasan. Andi Offset. Syaputra. , & Nurbaeti. Masa kerja dengan perilaku aman pada pekerja bagian workshop di PT. X Indramayu. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6. , 1Ae4. https://doi. org/10. 31943/afiasi. Tarwaka. Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja . nd ed. Harapan Press Surakarta. Terok. Doda. , & Adam. Hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala. Jurnal Kesmas, 9. , 114Ae121. Wulandari. Wuni. , & Sugiarto. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja pembangunan gedung di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi tahun 2022. Sehatmas: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2. , 311Ae324. https://doi. org/10. 55123/sehatmas. Yoe. Principles of risk analysis. International Journal of Risk and Safety in Medicine, 3. Ae. , 610. CRC Press. https://doi. org/10. 3233/JRS-1992-35-610 Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025