Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui Media Visual dan Lagu Islami Asmi Masbila. Bimo Hadi Witjaksono. Jeshira Andini. Putri Rahmadhani. Saidah Nafisah Rahayu. Waffa Saphira Izzati Wijaya. Shanty Komalasari. Mahdia Fadhila. Yulia Hairina* Universitas Islam Negeri Antasari. Banjarmasin. Indonesia *Coresponding Author: yhairina@gmail. Dikirim: 04-06-2025. Direvisi: 01-07-2025. Diterima: 03-07-2025 Abstrak: Pengelolaan emosi pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan kepribadian yang sehat bagi seorang individu. Pendidikan di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) perlu mengintegrasikan pembelajaran pengenalan emosi dasar dengan nilai-nilai keislaman agar anak mampu mengekspresikan perasaan mereka secara positif dan sesuai ajaran agama Islam. Kegiatan ni bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengenalan emosi dasar kepada murid TPA Baiturrahman dengan menggunakan media gambar ekspresi emosi dan lagu anak-anak yang memuat kalimat Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikoedukasi berbais media visual dan service learning. Program psikoedukasi Islami yang diselenggarakan di TPA Baiturrahman oleh mahasiswa Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin terbukti mampu membantu anak-anak dalam memahami serta mengendalikan emosi dasar melalui pendekatan lagu-lagu Islami, permainan edukatif, dan interaksi langsung. Kegiatan ini memadukan konsep psikologi perkembangan dengan nilai-nilai spiritual Islam, sehingga efektif dalam menumbuhkan kecerdasan emosional, kemampuan sosial, dan kedekatan anak dengan nilai-nilai keagamaan. Program ini menjadi contoh pembelajaran menyeluruh yang patut diterapkan di berbagai lembaga pendidikan informal. Kata Kunci: Emosi. TPA. Pendidikan Anak Usia Dini. Media Visual. Lagu Islami Abstract: Emotional management in early childhood is an important aspect in healthy social and personality development for an individual. Education in the Al-Qur'an Education Park (TPA) needs to integrate learning to recognize basic emotions with Islamic values so that children are able to express their feelings positively and in accordance with Islamic teachings. This activity aims to describe the process of introducing basic emotions to students of TPA Baiturrahman using emotional expression pictures and children's songs containing Islamic The method used in this study is visual media-based psychoeducation and service The Islamic psychoeducation program held at TPA Baiturrahman by Islamic Psychology students of UIN Antasari Banjarmasin has proven to be able to help children understand and control basic emotions through the approach of Islamic songs, educational games, and direct interaction. This activity combines the concept of developmental psychology with Islamic spiritual values, so that it is effective in fostering emotional intelligence, social skills, and children's closeness to religious values. This program is an example of comprehensive learning that should be applied in various informal educational Keywords: Emotion. TPA. Early Childhood Education. Visual Media. Islamic Song PENDAHULUAN Emosi merupakan perasaan yang dapat mempengaruhi cara seseorang dalam Emosi dikenal sebagai respons yang berasal dari dorongan eksternal @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Masbila, dkk. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui MediaA maupun internal individu dan seringkali timbul dengan disertai adanya perubahan fisiologis hingga aktivitas kognitif tertentu (Sukatin dkk. , 2. Sebagai reaksi psikologis yang mendasar dalam kehidupan manusia, tentunya emosi juga berperan penting dalam perkembangan sosial serta pengambilan keputusan sejak seseorang menginjak usia dini (Ekman, 1. Anak usia dini sangat membutuhkan bimbingan lebih lanjut dalam mengenali dan mengelola berbagai emosi seperti senang, sedih, marah, dan takut agar tumbuh menjadi individu yang seimbang secara emosional dan social (Saarni, 1. Ketidakmampuan mengenali emosi dapat berpengaruh negatif pada interaksi sosial dan perkembangan karakter anak (Denham, 2. Dalam perspektif pendidikan Islam, pengelolaan emosi juga memerlukan adanya integrasi dengan nilai-nilai agama seperti kesabaran, rasa syukur, dan kesadaran spiritual (Al-Ghazali, 1. Taman Pendidikan Al-QurAoan sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kecerdasan emosional anak sekaligus pembentukan akhlak mulia tersebut (Hurlock, 1. TPA Baiturrahman dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan karena memiliki peserta didik usia dini yang sesuai dengan target program. Selain itu. TPA ini merupakan lembaga pendidikan Islam yang aktif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan mengajarkan Al-QurAoan. Lokasinya yang berada di Kecamatan Landasan Ulin juga dianggap strategis karena dekat dengan Kampus 2 UIN Antasari Banjarmasin, sehingga memudahkan mahasiswa dalam hal koordinasi, mobilisasi, dan pelaksanaan Akses yang mudah ini turut menunjang kelancaran dan efektivitas program pengabdian masyarakat berbasis psikoedukasi Islami. Namun, pembelajaran tentang emosi di TPA seringkali masih bersifat teoritis dan kurang menarik sehingga anak sulit memahami (Izard, 2. Untuk itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai karakter anak usia dini. Pengenalan emosi dasar melalui media gambar ekspresi wajah, lagu anakanak dengan kalimat islami sebagai ungkapan emosi, serta permainan edukatif interaktif dapat menjadi solusi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Media visual membantu anak mengenali dan membedakan ekspresi emosi, lagu islami mengajarkan pengucapan kalimat positif yang sesuai saat mengalami emosi tertentu dan mendorong anak untuk berpikir dan berkomunikasi mengenai perasaan mereka (Sabilla dkk. , 2019. Sirih & Sari, 2. Berbagai penelitian mendukung efektivitas penggunaan media visual dan lagu dalam pembelajaran emosi anak, dan penelitian lain juga menunjukkan bahwa permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan ekspresi dan regulasi emosi. Namun, penggabungan ketiganya dalam konteks pembelajaran di TPA masih sangat sedikit dijumpai. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengenalan emosi dasar di TPA Baiturrahman melalui media gambar ekspresi dan lagu anak-anak tentang ucapan kalimat islami. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan ini menggunakan metode psikoedukasi berbasis media visual dengan subjek murid TPA Baiturrahman yang berusia sekitar 5 hingga 7 tahun. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 hari. Tahap persiapan dilakukan pada hari pertama, yakni Kamis, 15 Mei 2025, yang meliputi kegiatan seperti koordinasi dengan pihak terkait TPA Baiturrahman, pengecekan lokasi, serta persiapan alat dan bahan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada hari @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Masbila, dkk. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui MediaA kedua, yaitu Jumat, 16 Mei 2025, di Kota Banjarbaru. Kegiatan dimulai dengan perkenalan dan penyampaian materi secara teori serta praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak di TPA. Metode psikoedukasi berbasis media visual merupakan pendekatan edukatif yang berfokus untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu psikologis dengan menggunakan alat bantu visual seperti animasi. Metode ini mengkolaborasikan prinsip psikoedukasiAiyaitu pemaparan informasi psikologis secara sistematis dan mudah dipahamiAidengan kekuatan media visual dalam menarik atensi, memudahkan pemahaman, serta meningkatkan daya ingat audiens. Dengan metode ini, kegiatan pengabdian yang mencakup kegiatan ajar mengajar akan menjadi lebih menyenangkan dan lebih diterima oleh anak-anak. Karena metode psikoedukasi sendiri telah terbukti efektif oleh suatu penelitian dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa ataupun anak (Ecep Supriatna, 2. Adapun metode Service Learning, yang mana juga dipakai oleh mahasiswa dalam menerapkan materi-materi yang telah dipelajari di kelas dalam kehidupan Metode Service Learning sendiri merupakan salah satu metode experiential learning, yang menyiratkan bahwa apa yang ditemukan di kelas diterapkan dalam latihan nyata di depan umum (Junaidah & Qadrianti, 2. Pada intinya, metode ini memungkinkan siswa atau anak untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks nyata, sambil memberikan manfaat bagi Kegiatan dilakukan selama 60 menit dalam sesi pembelajaran. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Di Kecamatan Landasa Ulin. Kota Banjarbaru, mahasiswa Psikologi Islam Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin mengadakan program bakti sosial bertajuk Psikoedukasi Berbasis Islami yang menyasar murid TPA Baiturrahman sebagai bentuk nyata dari pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis untuk membantu anak-anak mengenali dan mengelola emosi dasar senang, sedih, marah, dan takut yang selama ini masih sulit mereka identifikasi dan ekspresikan secara tepat. Pengelolaan emosi menjadi penting karena emosi adalah bagian dari perkembangan psikososial anak yang akan berdampak terhadap pembentukan karakter dan interaksi sosial mereka di kemudian hari. Menurut Daniel Goleman . dalam konsep Emotional Intelligence, pengenalan dan pengelolaan emosi sejak usia dini sangat penting untuk membangun emotional literacy, yakni kecakapan memahami dan mengekspresikan perasaan secara Anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan lebih siap menghadapi tantangan, mampu menjalin hubungan sosial yang baik, serta cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih stabil. Oleh karena itu, pengenalan emosi sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna seperti yang dilakukan dalam program ini menjadi sangat relevan. Lebih lanjut, pendekatan pembelajaran yang dilakukan juga sesuai dengan teori sosial-kognitif dari Albert Bandura . , yang menyatakan bahwa anak-anak belajar melalui observasi, imitasi, dan modeling. Dalam konteks ini, anak-anak belajar dengan meniru sikap dan ekspresi mahasiswa yang memberikan teladan dalam mengekspresikan dan merespons emosi sesuai nilai-nilai Islam. Proses pembelajaran menjadi lebih efektif karena tidak hanya kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Masbila, dkk. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui MediaA Gambar 1. Pemaparan Materi Dari Mahasiswa Mahasiswa mengajak anak untuk menyanyikan lagu bertema Islam. Di dalam lagu tersebut memuat kalimat-kalimat spiritual yang biasanya diucapkan ketika menerima berbagai emosi, seperti: Saat senang, mengucapkan AuAlhamdulillahAy Saat marah, mengucapkan AuAAoudzubillahAy Saat sedih, mengucapkan AuInnalillahiAy Saat terkejut, mengucapkan AuSubhanallahAy Lagu ini tidak hanya disampaikan secara verbal, namun juga disertai dengan gerakan tubuh yang sederhana dan ekspresif. Pendekatan ini selaras dengan teori konstruktivisme dari Jean Piaget dan Jerome Bruner, yang menyebutkan bahwa anak usia praoperasional . ekitar 2Ae7 tahu. belajar lebih baik melalui kegiatan konkret dan simbolik, seperti lagu dan gerakan . epresentasi enaktif dan ikoni. Melalui pengalaman ini, anak-anak dapat lebih mudah menyerap makna emosi dan respons spiritual yang sesuai. Dukungan dari penelitian Rozali & Komalasari . menegaskan bahwa pembelajaran berbasis lagu Islami dapat meningkatkan fokus, mengurangi agresivitas, dan menumbuhkan semangat dalam proses belajar anak usia dini. Hal ini semakin menunjukkan bahwa metode yang diterapkan bukan hanya mendidik tetapi juga bersifat menyenangkan . oyful learnin. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking berupa permainan interaktif, kuis cepat, dan tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk membuat suasana menjadi lebih santai, tetapi juga berfungsi sebagai sarana membangun relasi yang sehat antara mahasiswa dan anak-anak dengan bantuan dari orang lain. Dalam program ini, mahasiswa bertindak sebagai scaffolding, memberikan bimbingan secara bertahap untuk membantu anak memahami dan mengelola emosi. Gambar 2. Antusiasme Siswa Saat Menjawab Pertanyaan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Masbila, dkk. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui MediaA Interaksi hangat dan penuh empati antara mahasiswa dan anak juga menciptakan bentuk kelekatan positif . ecure attachmen. , sebagaimana diungkap oleh John Bowlby . Attachment yang sehat memberikan dasar psikologis bagi anak untuk merasa aman, percaya diri, dan terbuka dalam menyampaikan pikiran maupun Gambar 3. Interaksi Langsung Antara Mahasiswa Dengan Anak TPA Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek psikologis semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa setiap emosi yang muncul merupakan bagian dari fitrah manusia dan bisa diarahkan kepada Allah sebagai bentuk kedekatan spiritual. Dalam Islam, emosi seperti marah, sedih, dan senang tidak dihindari tetapi dimaknai dan diarahkan. Hal ini sejalan dengan konsep tazkiyatun nafs . enyucian jiw. , di mana setiap individu dididik untuk mampu mengendalikan nafsu dan menjaga hatinya dari pengaruh negatif. Imam al-Ghazali . dalam IhyaAo Ulumuddin menekankan pentingnya pendidikan akhlak sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beradab dan berakhlak mulia. Penggunaan kalimat thayyibah sebagai respons terhadap emosi merupakan bentuk internalisasi nilai-nilai dzikir dalam kehidupan sehari-hari Melalui pendekatan pembelajaran yang menyeluruh memadukan teori psikologi, nilai Islam, dan metode interaktif program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif sebagai berikut: Anak mengenali dan menyebutkan emosi dasar secara akurat dan sadar (Goleman. Anak terbiasa merespons emosi dengan kalimat Islami yang memperkuat spiritualitas dan ketenangan batin . l-Ghazali, 2. Anak mampu mengekspresikan emosi secara tepat dalam interaksi sosial, memperkuat empati dan komunikasi (Bandura, 1. Anak mengembangkan kemampuan regulasi emosi dan pengendalian diri, yang menjadi fondasi keberhasilan sosial, akademik, dan spiritual. Anak belajar menyelesaikan konflik secara damai melalui permainan dan kerja sama (Vygotsky, 1. Dengan landasan teori psikologi modern dan nilai-nilai ajaran Islam, kegiatan psikoedukasi ini menjadi salah satu contoh program pengabdian masyarakat yang tidak hanya membentuk kecerdasan emosional anak, tetapi juga menanamkan nilainilai religius dan moral yang akan membekas dalam jangka panjang. Pendekatan semacam ini patut dikembangkan lebih lanjut di berbagai lembaga pendidikan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Masbila, dkk. Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui MediaA informal seperti TPA, karena mampu menjawab kebutuhan emosional dan spiritual anak secara seimbang. KESIMPULAN Program psikoedukasi berbasis Islami yang dilaksanakan di TPA Baiturrahman oleh mahasiswa Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang memadukan prinsip-prinsip psikologi dengan nilai-nilai keislaman. Melalui media lagu, permainan, dan interaksi langsung, anakanak diajarkan untuk mengenali dan mengelola emosi dengan tepat serta meresponsnya menggunakan kalimat-kalimat thayyibah. Pendekatan ini sejalan dengan teori psikologi perkembangan dan konsep spiritualitas dalam Islam, serta terbukti mampu meningkatkan kecerdasan emosional, kemampuan bersosialisasi, dan hubungan spiritual anak. Program ini menjadi contoh model pembelajaran menyeluruh yang patut diterapkan lebih luas di berbagai lembaga pendidikan nonformal. DAFTAR PUSTAKA