EDUKASI TEKNOLOGI ZERO WATER DISCHARGE BERBASIS SOLAR PANEL DALAM BUDIDAYA UDANG VANAME DI PESANTREN BUSTAN ASSOFA KOTA BANDA ACEH EDUCATION ON ZERO WATER DISCHARGE TECHNOLOGY BASED ON SOLAR PANELS IN VANAME SHRIMP CULTIVATION AT BUSTAN ASSOFA ISLAMIC BOARDING SCHOOL. BANDA ACEH CITY Dedi Fazriansyah Putra1*. Gunawan Abdul Wahab1 . Zulkarnain Jalil2 1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2 Program Studi Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: dfputra@usk. Abstrak Tekonologi zero water discharge (ZWD) sangat efektif untuk penggunaan air yang sangat efisien, mengurangi bahkan menghilangkan pembuangan air yang biasanya terjadi dalam budidaya udang. Air bekas dari kolam udang dapat diolah dan didaur ulang, sehingga tidak ada limbah cair yang dibuang ke lingkungan. Dengan menggunakan energi yang dihasilkan dari solar panel (SP), kegiatan budidaya udang ini juga menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sumber daya alam yang terbarukan, yaitu sinar matahari, dimanfaatkan untuk menjalankan sistem tanpa meningkatkan jejak karbon. Tujuan dari pengabdian ini adalah transfer teknologi tepat guna ZWD berbasis SP dalam budidaya udang vaname kepada masyarakat Gampong Alue Naga khususnya Dayah Bustan Assofa. Metode pelaksanaan mulai observasi awal tim pengabdi ke pembudidayaan udang di dayah yang sering mengalami berbagai kendala seperti air kolam yang sering berbau busuk dikarenakan kualitas air budidaya yang buruk. Selain itu mahalnya biaya listrik juga turut menjadi penghambat dalam budidaya udang di dayah tersebut. Selanjutnya untuk memecahkan permasalahan tersebut diaplikasikan teknologi ZWD berbasis SP. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan teknologi ZWD berbasis SP dalam budidaya udang vaname di Kota Banda Aceh berlangsung sesuai dengan rencana dan tidak menemui kendala apa pun di lapangan. Para mitra sangat mendukung dan antusias sehingga meminta daerah mereka dijadikan desa mitra binaan oleh FKP USK. Rekomendasi ke depannya adalah perlunya peningkatan kapasitas aspek pemasaran terutama pemasaran digital yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya jangkau pasar oleh pembudidaya sehingga pembudidaya dapat memasarkan produknya ke konsumen yang lebih luas dan harga yang lebih baik. Kata kunci: teknologi. buangan air kosong. panel surya. Litopenaeus vannamei. masyarakat pesisir Abstract The Zero Water Discharge (ZWD) technology is highly effective for efficient water usage, reducing or even eliminating wastewater discharge typically associated with shrimp farming. Used water from shrimp ponds can be treated and recycled, preventing any liquid waste from being released into the environment. By utilizing energy generated from solar panels (SP), this shrimp farming practice becomes more environmentally friendly and sustainable. Renewable natural resources, specifically sunlight, are harnessed to operate the system without increasing the carbon footprint. The objective of this initiative is to transfer the appropriate ZWD technology based on SP in shrimp farming to the community of Gampong Alue Naga, particularly Dayah Bustan Assofa. The implementation method began with the initial observation by the team of volunteers of the shrimp farming practices in the dayah, which often faced various challenges, such as foul-smelling pond water due to poor water quality. Additionally, high electricity costs also hindered shrimp farming in the dayah. address these issues. ZWD technology based on SP was applied. The results of the initiative indicate that the implementation of SP-based ZWD technology in vaname shrimp farming in Banda Aceh proceeded as planned, without encountering any significant obstacles in the field. The partners were very supportive and enthusiastic, requesting that their area be designated as a mentoring village by FKP USK. Future recommendations include enhancing capacity in marketing, particularly digital marketing, which is beneficial for expanding the market reach of farmers, enabling them to sell their products to a wider consumer base at better prices. Keywords: technology. zero water discharge. solar panels. Litopenaeus vannamei. coastal community Submitted 26-02-2025 | Revision 04-05-2025 | Accepted 18-05-2025 | Published 26-02-2025 Article ID 44818 | Copyright . 2025 Bull. Community. Serv. :117-125 https://doi. org/10. 24815/bulpen. Putra et al. Pendahuluan Desa (Gampon. Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala merupakan gampong pesisir yang berjarak sekitar hampir 5 Km dari Universitas Syiah Kuala. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat di gampong ini adalah nelayan, pembudidaya udang, pencari tiram dan berdagang (Putra et al. Budidaya udang di Gampong Alue Naga masih didominasi budidaya tradisional yang bercirikan tambak tanah yang tidak terlalu rapi, pintu masuk dan keluar air tambak masih menjadi satu, teknik budidaya masih sederhana dan tidak tersedia instalasi pembuangan limbah tambak. Salah satu kelompok masyarakat Gampong Alue Naga yang melakukan budidaya udang vaname adalah Dayah Bustan Assofa. Dayah yang berbasiskan wirausaha ini telah lama melakukan kegiatan budidaya perikanan sejak beberapa tahun yang lalu. Sejak tahun 2021 hingga 2023, dayah ini telah melakukan budidaya ikan nila dan udang vaname pada kolam budidaya. Dayah ini merupakan dayah binaan Yayasan Imam Ahmad bin Idris yang bergerak pada bidang pemberdayaan masyarakat kota Banda Aceh. Yayasan Imam Ahmad bin Idris adalah sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan umat. Sejak tahun 2020, yayasan ini telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial di Kota Banda Aceh, mencakup bidang pendidikan, keagamaan, serta pembinaan masyarakat. Kantor yayasan berlokasi di Perumahan Genting Biru. Dusun Kayee Adang Barat. Gampong Lamgugob. Kecamatan Syiah Kuala. Banda Aceh. Yayasan ini telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor registrasi AHU0004173. AG. 12 tahun 2020, tertanggal 19 Februari 2020 (Putra et al. Putra et al. Beberapa permasalahan dihadapi oleh pembudidaya udang di dayah antara lain kualitas air budidaya yang buruk, serangan penyakit yang membuat ikan mengalami kematian. Faktor kualitas air merupakan sebagai indikator utama dalam keberhasilan atau kegagalan dalam kegiatan budidaya udang vaname (Arsad et al. Lingkungan budidaya yang baik bagi kehidupan udang akan berpengaruh positif terhadap tingkat pertumbuhan (Arisa et al. Dachi et al. Muhammadar et al. Rakhfid dan Mauga 2. Pertumbuhan udang sangat dipengaruhi oleh Menurunnya kualitas air tambak akan berakibat pada nafsu makan, konversi pakan, pertumbuhan dan kesehatan ikan budidaya (Putra 2. Dalam mengatasi menurunnya kualitas air budidaya udang, sebuah solusi inovasi teknologi Bull. Community. Serv. : 117-125 terbaru adalah yaitu teknologi zero water discharge (ZWD). Teknologi ini dipadukan dengan penggunaan energi terbarukan berupa solar panel (SP) untuk menghemat penggunaan listrik pada dayah tersebut tahun terakhir. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah upaya untuk transfer teknologi budidaya udang vaname dengan menggunakan teknologi panel surya di Dayah Gampong Alue Naga Kota Banda Aceh. Teknologi ZWD berbasis SP pada budidaya udang vaname adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan sumber energi terbarukan dengan prinsip pengelolaan air yang efisien (Rahim 2022. Asfani et al. Dalam sistem ini, energi matahari dikonversi menjadi listrik oleh panel surya, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan berbagai komponen dalam budidaya udang vaname (Harisjon et al. Beberapa keuntungan dalam teknologi ini adalah adanya keberlanjutan air budidaya udang, penggunaan energi terbarukan yang menghemat penghematan biaya, manajemen kualitas air yang optimal dan dampak mencemari lingkungan yang lebih rendah (Chuyen et al. MatuliN et al. Vo et al. Metode Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 . bulan mulai bulan Juni 2024 Ae Desember 2024 bertempat di Gampong Alue Naga. Kota Banda Aceh. Mitra kegiatan ini adalah Dayah Bustan Assofa Alue Naga. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan pasca Penentuan lokasi penerapan teknologi ZWD - SP sesuai dengan yang disepakati sehingga bersama mitra yang mana lokasi tersebut akan dibangun budidaya udang vaname dengan menerapkan teknologi ZWD berbasiskan SP. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi berupa pretest dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan Kegiatan pendahuluan Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pengabdi dan mitra sehingga pada saat kegiatan nantinya mitra memiliki pandangan dan kesepakatan yang sama terhadap apa yang akan dilakukan serta kemampuan untuk melakukan penerapan teknologi budidaya udang. Adapun rincian kegiatan awal terdiri dari: Pengabdi dan mitra duduk bersama permasalahan, apa yang dibutuhkan mitra dan persamaan persepsi kegiatan. Page 118 Putra et al. Menyelenggarakan pembekalan yang mencakup pemahaman dasar mengenai budidaya perikanan, perancangan teknologi pakan, konstruksi tempat pemeliharaan, teknik perawatan ikan, serta pengenalan berbagai bahan yang dapat digunakan untuk meracik ransum pakan yang sesuai bagi ikan peliharaan. Pembekalan dalam aspek manajemen usaha adalah pendampingan mitra dalam melakukan pencatatan biaya modal dan mencakup NVP Net Present Value (Nilai Sekarang Bersi. BEP Break-Even Point (Titik Impa. dan lainnya, pencatatan pengeluaran pakan, pembuatan database produksi dan pemasaran digital. Parameter Pengamatan Kegiatan. Parameter pertama adalah tingkat pemahaman dan penerimaan peserta terhadap konsep ZWD dan pemanfaatan energi terbarukan melalui SP. Hal ini dapat diukur melalui pre-test dan post-test, serta observasi partisipasi aktif selama Parameter kedua berkaitan dengan efektivitas implementasi teknologi, yang mencakup efisiensi penggunaan air, performa sistem ZWD dalam mengelola kualitas air, serta keandalan SP dalam mendukung operasional alat-alat budidaya seperti pompa dan aerator. Selanjutnya, dampak penerapan teknologi terhadap keberhasilan budidaya udang juga menjadi perhatian utama, yang dapat dilihat dari indikator kualitas air, tingkat kelangsungan hidup udang, serta rasio konversi pakan (FCR). Terakhir, kesiapan dan kemandirian pihak pesantren dalam mengoperasikan dan merawat sistem menjadi indikator penting untuk menjamin keberlanjutan program. Hal ini komitmen institusi dalam melanjutkan dan mengembangkan sistem yang telah diterapkan. Kegiatan utama Kegiatan utama adalah penerapan instalasi teknologi ZWD berbasiskan SP ke kolam udang vaname yang bertujuan untuk melatih dan keterlibatan mitra secara langsung mulai dari mengoperasionalkan, monitoring, problem solving yang berkenaan dengan teknologi ZWD berbasiskan SP (Gambar 1. Adapun teknis kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini Kontruksi kolam budidaya: Kontruksi kolam budidaya yang akan dilakukan adalah kolam terpal bundar dengan diameter 4 m Bull. Community. Serv. : 117-125 yang digunakan sebagai wadah budidaya udang vaname. Instalasi panel surya: Sistem dimulai dengan pemasangan panel surya yang terletak strategis di sekitar area budidaya Panel-panel mengumpulkan energi matahari dan mengonversinya menjadi listrik. Instalasi pompa air dan aerasi: Listrik yang dihasilkan oleh panel surya digunakan untuk mengoperasikan pompa air. Pompa ini memompa air laut segar ke dalam tambak udang dengan efisiensi tinggi, meminimalkan kebutuhan air baru dari sumber luar. Sistem aerasi yang juga ditenagai oleh energi surya membantu meningkatkan kadar oksigen di dalam air, mendukung pertumbuhan udang yang Kegiatan pengelolaan air: Teknologi ZWD berfokus pada penggunaan air secara Sistem ini dilengkapi dengan sensor-sensor yang memantau kualitas air, termasuk suhu, salinitas, dan kandungan Data ini digunakan untuk mengoptimalkan kondisi air di dalam tambak, menjaga lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan udang. Sistem Kontrol Otomatis: Sebagai bagian integral dari teknologi ini, terdapat sistem kontrol otomatis yang mengelola operasi pompa, aerasi, dan faktor-faktor lainnya. Sistem ini dapat diatur untuk menjaga kondisi optimal di dalam tambak secara otomatis, mengurangi intervensi manual. ZWD: Konsep ZWD bertujuan untuk pembuangan air dari kolam. Dengan menggunakan air secara efisien dan memaksimalkan siklus air internal, keberlanjutan budidaya udang. Kegiatan budidaya udang vaname: Kegiatan ini mencakup manajemen pakan, mengendalikan hama dan penyakit, manajemen panen dan Pemasangan SP sederhana yang terbuat dari tiang kayu dan perangkat baterai, desain kolam, instalasi pipa pembuangan dan pipa Adapun untuk teknologi ZWD pada udang vaname, berikut beberapa gambaran yang dapat dijelaskan: Kolam bundar: Udang vaname dipelihara dalam kolam yang dirancang khusus dengan sistem SP (Gambar 1. Page 119 Putra et al. Bull. Community. Serv. : 117-125 Gambar 1. Desain rencana budidaya udang berbasis SP (Odhiambo 2. Ukuran kolam yang cukup besar dan dilengkapi dengan aerasi yang memadai agar bakteri dapat berkembang dengan baik. Selain itu, kolam ZWD juga dilengkapi dengan filter untuk menjaga kualitas air di dalamnya. Bakteri probiotik: Bakteri probiotik diperlukan sebagai sumber pakan udang. Bakteri ini mampu memecah bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap oleh udang. Untuk mendapatkan bakteri yang baik, dapat dilakukan dengan menginokulasi bakteri pada media substrat seperti kapas, serat kelapa atau media lainnya. Pemberian Pakan: Pakan pada teknologi ZWD lebih difokuskan pada pemberian bahan organik seperti limbah ternak, limbah sayuran, dan lain Pasca Kegiatan Kegiatan edukasi mengenai penerapan teknologi ZWD berbasis SP dalam budidaya udang vaname di Pesantren Bustan Assofa telah berjalan dengan sukses, meninggalkan dampak positif bagi para santri dan pengelola tambak. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami meminimalkan limbah air dengan sistem resirkulasi, sekaligus memanfaatkan energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional. Antusiasme terlihat dari diskusi interaktif, di mana para santri aktif menanyakan teknis penerapan sistem filtrasi, penggunaan biofilter, serta efisiensi panel surya dalam operasional tambak. Selain teori, kegiatan pembuatan instalasi sederhana, memudahkan peserta memvisualisasikan implementasinya di Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terbentuknya model budidaya udang vaname ramah lingkungan di lingkungan pesantren, sekaligus menciptakan sumber ekonomi mandiri yang hemat energi. depannya, tim fasilitator akan melakukan pendampingan berkala untuk memastikan teknologi ini dapat diadopsi secara optimal. Sinergi antara prinsip ekonomi syariah, kelestarian lingkungan, dan inovasi teknologi diharapkan mampu menjadi contoh bagi pesantren lain di Aceh dalam mengembangkan akuakultur berkelanjutan. Hasil dan Pembahasan Gambaran Ipteks yang diterapkan Teknologi ZWD pada budidaya udang vaname sudah diterapkan oleh beberapa pembudidaya dan peneliti sehingga sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya udang (Lumbantoruan et al. Suantika et al. Selain itu teknologi ini sangat berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi buangan limbah udang di lingkungan sekitar budidaya udang (Rahim 2021. Yuvaraj dan Karthik 2. Dalam pengabdian ini penerapan teknologi budidaya meliputi pemasangan SP sederhana yang terbuat dari tiang kayu dan perangkat baterai, desain kolam, instalasi pipa pembuangan dan pipa Adapun untuk teknologi ZWD pada udang vaname, berikut beberapa gambaran yang dapat dijelaskan: Kolam bundar: Udang vaname dipelihara dalam kolam yang dirancang khusus dengan sistem SP (Gambar . Ukuran kolam yang cukup besar dan dilengkapi dengan aerasi yang memadai agar bakteri dapat berkembang dengan baik. Selain itu, kolam ZWD juga dilengkapi dengan filter untuk menjaga kualitas air di dalamnya. Bakteri probiotik: Bakteri probiotik diperlukan sebagai sumber pakan udang (Yuvaraj dan Karthik 2. Bakteri ini mampu memecah bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap oleh udang (Suantika et al. Untuk mendapatkan bakteri yang baik, dapat dilakukan dengan menginokulasi bakteri pada media substrat seperti kapas, serat kelapa atau media lainnya. Pemberian Pakan: Pakan pada teknologi ZWD lebih difokuskan pada pemberian bahan organik seperti limbah ternak, limbah sayuran, dan lain Selain itu, pakan juga diberikan dalam jumlah yang lebih sedikit dan lebih sering dibandingkan dengan teknik budidaya udang Page 120 Putra et al. Bull. Community. Serv. : 117-125 Pemeliharaan Kolam: Kolam ZWD harus selalu dalam kondisi bersih dan terjaga kebersihannya agar bakteri bioflok dapat berkembang dengan baik. Pemeliharaan kolam dapat dilakukan dengan melakukan penggantian air secara berkala serta pengaturan kadar oksigen di dalam kolam. Dengan teknologi ZWD, diharapkan budidaya udang vaname dapat dilakukan secara lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha (Haris et al. Uraian Pelaksanaan Kegiatan Telah terlaksana 2 . buah tahapan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna (PKMBP TTG) Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatankegiatan tersebut diantarnya adalah: Observasi dan sosialisasi kegiatan bersama mitra yaitu dayah Bustan Assofa Alue Naga. Dalam kegiatan ini para mitra diberikan penjelasan mengenai tahapan kegiatan dan para mitra akan diberikan waktu untuk berdiskusi bersama apa saja permasalahan yang terjadi di lokasi budidaya mereka. Setelah berdiskusi maka ditemukan bahwa pembudidaya adalah masalah pakan, kualitas air dan biaya listrik. Belum adanya perhitungan pakan yang tepat sehingga mereka tidak terlalu detil mengetahui berapa jumlah pengeluaran pakan persiklus (Gambar . Gambar 2. Survey lokasi dan identifikasi permasalahan budidaya udang vaname bersama mitra dayah dan Yayasan Imam Ahmad bin Idris. Pelatihan dan penyuluhan cara budidaya udang yang baik dan benar. Pelatihan ini dihadiri oleh mitra dengan mengundang narasumber dari Balai Budidaya Air Perikanan Payau Ujung Batee Bapak Muhammad. Pi. Si dan narasumber Fakultas Kelautan dan perikanan USK yaitu Bapak Gunawan. S,Pi. MM. materi yang disampaikan adalah tentang CBIB (Cara Budidaya udang yang Bai. Digitalisasi perikanan dan manfaat serta penerapan merancang kontruksi teknologi, mengoperasionalkan, monitoring, problem solving yang berkenaan dengan teknologi ZWD berbasiskan SP. Dalam kegiatan ini para peserta sangat antusias dan saling berdiskusi dalam memecahkan masalah terkait budidaya udang di gampong mereka (Gambar . Dari hasil sharing dan diskusi diperoleh bahwa masalah pakan sangat mendominasi dalam budidaya udang dan para peserta sepakat bahwa salah satu solusi pemecahan masalah ini adalah dengan menggunakan ZWD dan SP. Dalam pelatihan ini juga para peserta diberikan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui sejauh mana pemberian materi memberikan manfaat kepada peserta mitra PKMBP TTG ini (Gambar . Gambar 3. Peserta berdiskusi dalam memecahkan masalah terkait budidaya udang Page 121 Putra et al. Bull. Community. Serv. : 117-125 Gambar 4. Kegiatan pelatihan budidaya udang vaname berbasis SP di Kota Banda Aceh. Adapun teknis kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah: Kontruksi kolam budidaya: Kontruksi kolam budidaya yang akan dilakukan adalah kolam terpal bundar dengan diameter 4 m yang digunakan sebagai wadah budidaya udang vaname (Gambar . Gambar 5. Kontruksi wadah budidaya udang vaname di dayah bustan assofa. Instalasi pompa air dan aerasi: Listrik yang dihasilkan oleh panel surya digunakan untuk mengoperasikan pompa air. Pompa ini memompa air laut segar ke dalam tambak udang dengan efisiensi tinggi, meminimalkan kebutuhan air baru dari sumber luar. Sistem aerasi yang juga ditenagai oleh energi surya membantu meningkatkan kadar oksigen di dalam air, mendukung pertumbuhan udang yang Kegiatan pengelolaan air: Teknologi ZWD berfokus pada penggunaan air secara Sistem ini dilengkapi dengan sensor-sensor yang memantau kualitas air, termasuk suhu, salinitas, dan kandungan Data ini digunakan untuk mengoptimalkan kondisi air di dalam tambak, menjaga lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan udang. Sistem Kontrol Otomatis: Sebagai bagian integral dari teknologi ini, terdapat sistem kontrol otomatis yang mengelola operasi pompa, aerasi, dan faktor-faktor lainnya. Sistem ini dapat diatur untuk menjaga kondisi optimal di dalam tambak secara otomatis, mengurangi intervensi manual. ZWD: Konsep ZWD bertujuan untuk pembuangan air dari kolam (Gambar . Dengan menggunakan air secara efisien dan memaksimalkan siklus air internal, keberlanjutan budidaya udang. Kegiatan budidaya udang vaname: Kegiatan mengendalikan hama dan penyakit, manajemen panen dan pemasaran. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian skema PKMBP TTG ini dilihat secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan budidaya udang vaname berbasis solar vaname secara signifikan meningkatkan level keberdayaan mitra melalui berbagai dampak positif, termasuk penghematan biaya, peningkatan Page 122 Putra et al. Bull. Community. Serv. : 117-125 produktivitas, dan pengurangan dampak Kombinasi dari manfaat pengurangan biaya operasional membuat model budidaya ini sangat menjanjikan untuk keberlanjutan jangka panjang dan kesejahteraan mitra Dayah Bustan Assofa Gampong Alue Naga Banda Aceh. Gambar 6. Alur proses budidaya udang vaname di dayah bustan assofa. Berikut adalah grafik rerata pengetahuan mitra sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian dalam aspek teknis, manfaat ketertarikan dan kepuasan yang diberikan dalam bentuk pretest dan post test kepada peserta pengabdian (Gambar . Kepuasan Ketertarikan Manfaat Teknis Gambar 7. Aspek manfaat dan impact kegiatan terhadap mitra Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa kegiatan pengabdian ini sangat berdampak signifikan terhadap mitra Dayah Bustan Assofa. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan teknis mitra terhadap teknologi ZWD berbasis SP yang bernilai sangat tinggi yaitu sebesar 90%. Kemudian manfaat teknologi ini sangat dirasakan dengan menghemat listrik hingga 90% dan aspek ketertarikan dan kepuasan terhadap pelaksanaan dan penerapan kegiatan ini sangat dirasakan oleh mitra Dayah Bustan Assofa. Keberlanjutan Program Dalam kegiatan pengabdian ini mitra Dayah Bustan Assofa Gampong Alue Naga Banda Aceh sangat berminat untuk keberlanjutan program. Salah satu caranya adalah dengan membuat grup media sosial agar semua permasalahan dan kendala dapat dikomunikasikan lebih lanjut. Page 123 Putra et al. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai penerapan teknologi Zero Water Discharge (ZWD) berbasis SP dalam budidaya udang vaname di Pesantren Bustan Assofa. Banda Aceh, telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola budidaya udang yang efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ZWD yang diintegrasikan dengan energi surya terbukti mampu mengurangi limbah air, menekan biaya operasional . erutama produktivitas udang vaname melalui sistem resirkulasi air, biofilter, dan manajemen pakan yang optimal. Pelatihan dan pendampingan teknis, termasuk konstruksi kolam terpal, instalasi pompa bertenaga surya, serta pemantauan kualitas air, telah memberikan dampak signifikan bagi mitra, dengan peningkatan pengetahuan teknis mencapai 90% berdasarkan hasil post-test. Selain itu, adopsi teknologi ini juga mendorong keberlanjutan ekonomi pesantren melalui penghematan biaya produksi dan potensi peningkatan hasil panen. Ke depan, program ini akan terus didukung melalui komunikasi berkelanjutan dalam grup media sosial serta pengembangan model budidaya serupa di lokasi lain, menjadikannya contoh sukses integrasi ipteks berbasis energi terbarukan dalam akuakultur berkelanjutan di Aceh. Ucapan Terima Kasih Penulis Ucapan terima kasih kepada LPPM Universitas Syiah Kuala Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Pengabdian PKMBP-TTG Tahun Anggaran 2024 Nomor: 556/UN/11. 1/PM. 01/SPK/PTNBH/2024 Tanggal 03 Mei 2024. Daftar Pustaka