JPFT - volume 13, nomor 1, pp. April 2025 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access https://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK The Influence Of Brain Based Learning Models On Students' Critical Thinking Tiara Fauzia. Gustina. Wahyuni N. Laratu. Haeruddin. Miftah. Ketut Alit Adi Untara Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Alamat E-mail: tiara. fauzia2002@gmail. Kata Kunci Model Pembelajaran Brain Based Learning Berpikir Kritis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian adalah Quasi-ekperimental, dengan desain penelitian adalah nonequivalent pretest-postest group design. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang peserta didik kelas Ekperimen dan 36 orang peserta didik kelas kontrol. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dilakukan tes uraian berjumlah 6 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas. Uji homogenitas, uji hipotesis dan uji effect Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil postest kelas Ekperimen sebesar 85,50 dan kelas kontrol sebesar 71,06. Uji Normalitas posttest kelas Ekperimen diketahui nilai sig sebesar 0,091 > 0,05 dan kelas kontrol nilai sig sebesar 0,077 > 0,05. Uji homogenitas kelas postest yaitu diketahui nilai signifikansi . sebesar 0,241 > 0,05. Uji Hipotesis (Uji-. kelas postest nilai sig . -sided pro. sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 di terima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Uji effect size diperoleh sebesar 2,61 dengan kategori efek sangat Abstract Keywords Learning Model Brain Based Learning Critical Thinking A2025 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 This study aims to determine whether there is an effect of brain-based learning model on critical thinking skills of students in class XI SMA Negeri 4 Palu. This type of research is quasi-eksperimental, with the research design is nonequivalent pretest-posttest group design. The sample of this study were 36 experimental class students and 36 control class students. The determine the effect of brain-based learning model on critical thinking skills, a description test totaling 6 questions was conducted. Data analysis used in this research is Normality Test. Homogeneity Test. Hypothesis Test and Effect Size Test. The results of this study showed that the experimental class posttest results were 85. 50 and the control class was 71. The normality test of the experimental class posttest showed a sig value of 0. 091 > 0. 05 and the control class sig value of 0. 077 > 0. The posttest class homogeneity test is known that the sig value . -sided pro. 000 < 0. 05, so it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted. This means that there is an effect of the brain-based learning model on studentsAocritical thinking skills. And the effect size test obtained was 2. 61 with a very large effect category. Received 16/01/2025. Revised 24/01/2025. Accepted 14/03/2025. Available Online 30/04/2025 *Corresponding Author: pendidikanfisikauntad2@gmail. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Vol. No. 1, pp. April 2025 kerja otak. Pembelajaran berbasis otak ini tidak berpusat pada kesenangan dan kecintaan peserta didik untuk belajar, sehingga peserta didik dapat memahami materi yang sedang dipelajarinya dengan lebih mudah. Tujuan dalam model ini untuk mengemas pembelajaran yang berfokus kepada usaha memberdayakan potensi otak pada peserta Banyak perhatian yang dapat dilakukan dalam pembelajaran berbasis otak baik itu variable berganda sehingga menjadi lebih komprehensif . Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada guru fisika di sekolah SMA Negeri 4 palu, dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sekolah ini sudah menggunakan kurikulum merdeka pada pelaksanaannya guru menggunakan model problem based learning, penerapan model problem based learning di sekolah ini kurang efektif dalam proses pembelajaran karena peserta didik cenderung menghafal materi dan rumus sehingga rasa ingin tahu peserta didik dalam memahami konsep fisika masih kurang yang menyebabkan kemampuan berpikir kritis peserta didik rendah pada saat menyelesaikan soal terutama pada materi fluida statis. Dari permasalahan yang telah diuraikan dan melihat seberapa penting pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 PaluAy. Penelitian menyatakan bahwa brain based learning dalam peserta didik smp dengan menggunakan metode tindakan kelas . lassroom action researc. dengan penerapan model pembelajaran brain based learning yang diterapkan di kelas Vi-D SMPN 1 Dau Malang. Berdasarkan hasil analisis data oleh peneliti sebanyak dua siklus yang telah dilakukan dan telah selesai diperoleh data kemampuan berpikir kritis matematis peserta peningkatan di setiap siklusnya hal ini dapat rata-rata serap klasikal tes pada tiap siklus . Penelitian lain yang dilakukan menyatakan bahwa pengaruh model brain based learning berbantuan brain gym terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, di mana motivasi belajar berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Akan tetapi, tidak Era revolusi industri 4. 0 ditandai dengan teknologi digital yang berkembang pesat. Hal ini merupakan tantangan bagi pembelajaran pada abad ke-21 agar setiap individu untuk memiliki kemampuan berpikir dan penguasaan teknologi yang siap berkompetisi dan memenangkan persaingan yang semakin ketat dengan negara lain . Permasalahan yang sering terjadi di dalam kelas biasanya proses pembelajaran yang hanya berpusat pada guru . eacher centere. dengan metode ceramah Guru sains fisika cenderung menggunakan metode tersebut disebabkan keterbatasan waktu, mengejar materi dan sarana prasarana yang kurang Guru sebagai fasilitator memiliki kemampuan dalam memilih model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik . Dengan inovasi model pembelajaran diharapkan akan tercipta penguasaan materi, peserta didik lebih kreatif dalam proses pembelajaran, kritis dalam menghadapi persoalan, memiliki keterampilan sosial dan mencapai hasil pembelajaran yang lebih optimal . Salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah learning and innovation skills 4C yang terdiri dari empat aspek, yaitu kemampuan berpikir kritis . ritical thinkin. , kemampuan berkomuniskasi . , bekerja sama dan kolaborasi . , dan kreativitas . Sumber daya manusia yang berkualitas dengan keterampilan berpikir dan penguasaan teknologi dapat ditingkatkan salah satunya melalui Pendidikan. Berpikir pendalaman kesadaran serta ke cerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut. Setiap peserta didik memiliki pola pikir yang berbeda akan tetapi, apabila peserta didik mampu berpikir kritis, masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya . Salah satu model pembelajaran yang dapat mengantisipasi pembelajaran fisika yang pasif adalah model Brain-Based Learning yang disusun dan dipopulerkan oleh Eric Jensen . Yaitu peserta didik untuk menarik pengetahuan pengetahuan baru yang diperoleh sehingga memunculkan suatu pemahaman baru yang menyeluruh . Model brain based learning dirancang secara mudah karena menyesuaikan dengan fungsi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online terdapat interaksi antara model brain based learning berbantuan brain gym dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik . Keistimewaan brain based learning mampu menyeimbangkan seluruh memperhatikan dan mengembangkan potensi otak untuk dapat mengembangkan keterampilan sehingga dapat menemukan langkah-langkah yang tepat untuk memecahkan permasalahan . Disini guru tidak hanya mengacu pada bukubuku pelajaran saja tetapi guru juga harus selektif dalam memilih metode serta memikirkan cara agar dalam proses pembelajaran dapat tercipta suasana yang menyenangkan, sehingga anak didik merasa tidak bosan, model ini dapat memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi berpikir secara alamiah, yaitu berdasarkan fungsi kedua bagian Model BBL mengarahkan peserta didik untuk dapat belajar secara maksimal dengan mengoptimalkan potensi fungsi otak kiri dan otak kanan. Menciptakan proses belajar yang seimbang antara otak kanan dan otak kiri, sehingga materi yang diterima oleh peserta didik dapat diserap menjadi memori jangka panjang dan mereka tidak merasa takut atau malas untuk belajar di kelas ataupun di rumah . Model BBL mengembangkan lima sistem pembelajaran alamiah otak yang dapat mengembangkan suatu potensi otak dengan maksimal, kelima sistem pembelajaran emosional, sosial, kognitif, fisik dan refleksi. Kelima pembelajaran ini saling mempengaruhi dan tidak dapat berdiri sendiri . Dari permasalahan yang telah diuraikan dan melihat seberapa penting pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 PaluAy Vol. No. 1, pp. April 2025 problem based learning . idak diberi perlakua. Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Tes Awal Perlakuan Tes Akhir Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri Palu Jl. Mokolembake No. Lere. Kec. Palu barat, kota palu sulawesi Sedangkan waktu penelitian pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Variabel penelitian, variabel bebas Model pembelajaran brain based learning pada Variabel Kemampuan berpikir kritis peserta didik dikatakan variabel terikat karena kemampuan berpikir kritis peserta didik yang di capai merupakan pengaruh dari penerapan model pembelajaran brain based learning. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas yang di gunakan adalah kelas XI A dan kelas XI D SMA Negeri 4 Palu. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan model random sampling. Tabel 2. Sampel Penelitian Kelas XI A XI D Perlakuan 36 Orang 36 Orang Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Instrumen penelitian. LKPD kemampuan berpikir kritis. Ananlisi data uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan uji effect size. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis data pretest dan posttest Tabel 3. Deskriptif pretest kelas kontrol dan ekperimen Descriptive Statistics Min Max Mean Std. Ideal Deviati Pretest 46,28 7,693 Kontrol METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Quasi-ekperimental. Desain penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran brain based learning . iberi perlakua. dalam kelas tersebut guru menjelaskan materi berkaitan dengan fluida statis sedangkan kelas kontrol guru menjelaskan materi fluida statis dengan menggunakan pembelajaran model Pretest Ekperimen 62,22 8,131 Berdasarkan Tabel 3mengacu pada nilai mean/rata-rata diperoleh hasil pretest kelas kontrol sebesar 46,28 dan nilai pretest kelas eksperimen sebesar 62,22. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 4. Deskriptif postest kelas kontrol dan ekperimen Kelas KolmogorovSmirnova Statistic 0,136 Pretest Ekperimen Pretes 0,139 Kontrol Test of Normality Shapiro-wilk Sig. 0,091 Statistic df 0,077 Sig. 0,075 0,082 Pretest Kontrol 71,06 Std. Deviati 5,850 Pretest Ekperimen 85,50 5,169 Berdasarkan Tabel 4 mengacu pada nilai mean/rata-rata diperoleh hasil postest kontrol sebesar 71,06 dan nilai postest sebesar 85,50. Uji Normalitas Tabel 5. Uji Normalitas pretest kelas Eksperimen dan Kelas kontrol Test of Normality KolmogorovShapiro-wilk Smirnova Statistic df Sig. Statistic df Sig. 0,142 36 0,063 . 36 0,290 0,062 Sig. Keputusan Uji 0,014 0,905 Homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Tabel. 7 diketahui nilai signifikansi . sebesar 0,905 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data pretest kelas ekperimen dan kelas kontrol Tabel 8. Uji homogenitas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol Levene statistic Sig. Keputusan Uji 1,398 0,241 Homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Tabel 8. diketahui nilai signifikansi . sebesar 0,241 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data postest kelas ekperimen dan kelas kontrol Tabel 9. Uji hipotesis nilai pretest kelas ekperimen dan Std. Error Mean Std. D Mean t Sig. Postest ekperimen 15,944 9,535 1,589 10,033 0,000 Tabel 6. Uji normalitas postest kelas eksperimen dan kelas kontrol Levene statistic Uji Hipotesis (Uji-. Berdasarkan menggunakan SPSS SPSSV. 25 dapat diketahui nilai signifikansi . untuk data pretest kelas ekperimen 0,063 > 0,05 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,062 > 0,05. berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa data pretest kelas ekperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Pretest Ekperimen Pretes 0,143 Kontrol Uji Homogenitas Tabel 7. Uji homogenitas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol Descriptive Statistics Min Max Mean Ideal Kelas Vol. No. 1, pp. April 2025 0,157 Berdasarkan menggunakan AoAoSPSS V. 25AoAo dapat diketahui nilai signifikansi . untuk data postest kelas ekperimen 0,091 > 0,05 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,077 > 0,05. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa data postest kelas ekperimen dsn kelas kontrol berdistribusi normal. Dapat diketahui nilai sig . -sided pro. sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 di terima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas XI SMAN 4 Palu. Tabel 10. Uji hipotesis nilai postest kelas ekperimen dan Postest Mean Std. Std. Error Mean t 14,444 8,574 1,429 10,108 Sig. 0,000 Berdasarkan Tabel 10. dapat diketahui Dapat diketahui nilai sig . -sided pro. sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 di terima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas XI SMAN 4 Palu. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Uji effect size SDpooled = SDpooled = nilai rata-rata kelas ekperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Tidak berbeda secara signifikan setelah pemberian pretes dilakukan perlakuan pada kelas ekperimen. Berdasarkan prasayarat analisis uji normalitas menggunakan AoAoSPSS V. 25AoAo diperoleh pada kedua kelas ekperimen dan kelas kontrol berdistribusi Uji normalitas data pretest kelas ekperimen 0,063 > 0,05 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,062 > 0,05. Dan nilai sig dari data posttest kelas ekperimen 0,091> 0,05 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,077> 0,05. Kemudian dilakukan uji homogenitas data menggunakan uji Levene statistic dengan bantuan AoAoSPSS 25AoAo. Pengolahan data pada uji ini terbagi menjadi dua yaitu uji homogenitas pretest kelas homogenitas postest kelas ekperimen dan Nilai sig untuk uji homogenitas pretest kelas ekperimen dan kelas kontrol diperoleh sebesar 0,905 > 0,05. Maka data dinyatakan homogen sedangkan untuk uji homogenitas postest kelas ekperimen dan kontrol sebesar 0,241 > 0,05. Maka dapat dinyatakan kedua kelas homogen. Berdasarkan perhitungan diatas tahap menggunakan teknik statistik uji independent sample T-test dengan bantuan AoAoSPSS V. 25AoAo. Pengolahan data pada uji ini terbagi menjadi dua yaitu uji hipotesis untuk nilai pretest dan uji hipotesis nilai posttest. Nilai pretest didapatkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan nilai postest didapatkan sebesar 0,000 < 0,05 hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data pretest dan postest kelas ekperimen beserta kelas kontrol dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas XI SMAN 4 Palu. Setelah itu uji terkahir adalah uji effect size, berdasarkan perhitungan menggunakan effect size diperoleh sebesar 2,61 dengan kategori efek sangat besar. Pertemuan awal untuk kelas ekperimen, pada pertemuan satu yaitu tahap prapemaparan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa, kemudian melakukan absensi pada peserta didik. Setelah itu peneliti menyampaikan materi yang akan Tahap kedua yaitu tahap pemaparan, tahap ini peneliti menggali pengetahuan awal peserta didik dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi hidrostatis, peneliti menampilkan materi fluida statis menggunakan Oo. cuya Oe. ycIya A . cuya Oe. ycIya A ycuya ycuya Oe2 Oo. cuya Oe. ycIya A . cuya Oe. ycIya A ycuya ycuya Oe2 Oo. Oe. 5,1692 . Oe. 5,850A 36 36 Oe2 Oo35 . 26,71 35 . 34,22 Oo2,132,55 = Oo30,465 = 5,519 D = Vol. No. 1, pp. April 2025 ycA1 OeycA2 ycIyaycEycuycuycoyceycc 85,50Oe71,06 5,519 14,44 = 5,519 = 2,61 Uji dampak digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran brain based learning dalam kemampuan berpikir kritis peserta didik. Uji dampak merupakan uji statistic tindakan lanjut dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh perlakuan. Berdasarkan perhitungan menggunakan effect size diperoleh sebesar 2,61 dengan kategori efek sangat besar. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMAN 4 Palu. Penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai sampel. pada kelas ekperimen menggunakan model pembelajaran brain based learning dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional problem based learning. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Kegiatan pembelajaran diawali dengan pemberian pretest dalam bentuk essai sebanyak 6 soal. Sebelum soal diberikan kepada kelas ekperimen dan kontrol terlebih dahulu sudah dilakukan validasi instrumen ke salah satu dosen pendidikan fisika sebagai validator. Pemberian test awal . kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dari peserta didik mengenai materi fluida statis, kemudian dibandingkan dengan hasil tes akhir . dengan bentuk soal yang sama. Berdasarkan pretest yang telah dilakukan diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis pada peserta didik kedua kelas masih rendah. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh kelas ekperimen 62,22 dan kelas kontrol sebesar 46,28 dimana Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Didalam terdapat gambar orang yang sedang menyelam kemudian peneliti memberikan pertanyaan kepada peserta didik tentang gambar yang Pertanyaan yang diberikan oleh peserta didik yaitu pernahkah kalian mencoba untuk menyelam? ketika menyelam apa yang kalian rasakan? mengapa semakin dalam kita berenang tekanan yang kita rasakan semakiu kuat?Ay. Kemudian peserta didik mengamati dan memberikan tanggapan dari pertanyaan yang diberikan terkait materi hidrostatis. Kemudian peneliti melanjutkan menjelaskan isi materi fluida statis tentang tekanan hidrostatis. Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis pertama yaitu memberikan penjelasan sederhana . lementary clarificatio. Tahap ketiga yaitu tahap inisiasi dan akuisi, pada tahap ini peneliti membentuk kelompok yang beranggotakan 5-6 orang peserta didik. kemudian peneliti menyampaikan kepada peserta didik masalah yang akan di pecahkan secara berkelompok untuk melakukan praktikum sederhana dengan menggunakan botol bekas yang telah di lubangi untuk melihat penerapan tekanan hidrostatis dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peneliti membagikan lembar kerja peserta didik (LKPD)/menjelaskan cara mengisi LKPD. dengan memberikan arahan kepada peserta didik untuk mencatat data hasil ekperimen yang telah dilakukan. Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis kedua yaitu membangun keterampilan dasar . asic suppor. Tahap keempat yaitu tahap elaborasi, pada tahap ini peneliti memberikan arahan pertanyaan terkait ekperimen yang telah dilakukan pada LKPD. Peneliti memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk berdiskusi dan mencari informasi dari berbagai sumber untuk menyelesaikan soal-soal yang ada LKPD. Peneliti mengarahkan untuk melakukan presentasi kelompok di dalam kelas dari hasil diskusi yang telah dilakukan sebelumnya. Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis kedua yaitu membangun keterampilan dasar . asic suppor. Tahap kelima yaitu tahap inkubasi dan pengaturan memory, pada tahap ini penelitian membimbing peserta didik untuk melakukan rileksasi dan peregangan melalui senam otak . rain gy. Dengan cara peneliti mengajak peserta didik untuk melakukan gerakan menyatukan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan dan kiri guna meningkatkan fungsi otak dan daya pikir peserta didik. Setelah selesai melakukan senam otak, peneliti meminta Vol. No. 1, pp. April 2025 peserta didik untuk memberikan kesimpulan terkait kegiatan pada LKPD. Peserta didik memberikan kesimpulan mengenai materi yang ada di LKPD kemudian peneliti menambah hasil kesimpulan yang disampaikan oleh peserta Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis menyimpulkan . Tahap keenam yaitu tahap verifikasi atau memberikan quiz. yang berjumlah dua nomor tentang materi yang telah dipelajari guna mengecek kemampuan siswa mengenai materi yang telah mereka pelajari. Kemudian peserta didik mengerjakan quiz yang diberikan. Tahap ketujuh yaitu tahap selebrasi dan integritas dimana guru memberikan tepuk tangan kepada semua peserta didik dan memberikan penghargaan kepada peserta didik peneliti mengajak karena telah menyelesaikan materi yang telah di pelajari. Pertemuan awal untuk kelas kontrol pada tahap satu memberikan orientasi tentang masalah kepada peserta didik, terlebih dahulu peneliti membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersamasama, kemudian melakukan absensi pada peserta didik kemudian peneliti menampilkan materi fluida statis menggunakan powerpoint. menyuguhkan permasalahan sesuai keadaan nyata untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik dengan menampilkan gambar orang yang sedang menyelam dan memberi pertanyaan Aupernahkah kalian mencoba untuk menyelam? ketika menyelam apa yang kalian rasakan? mengapa semakin dalam kita berenang tekanan yang kita rasakan semakiu kuat?Ay, dilanjutkan dengan peneliti menjelaskan isi materi fluida statis tentang tekanan hidrostatis. Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis pertama yaitu memberikan penjelasan sederhana . lementary clarificatio. Tahap dua mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, pada tahap ini peneliti membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok heterogen yang beranggotakan 5-6 orang kemudian peneliti membagikan LKPD kepada peserta didik, setelah itu peneliti menjelaskan LKPD melalui demonstrasi berupa praktikum sederhana dengan menggunakan botol bekas berisi air yang telah di lubangi untuk melihat penerapan tekanan hidrostatis dalam sehari-hari. Kemudian mengarahkan setiap kelompok untuk mengisi lembar kerja yang telah dibagikan. Tahap ini masuk dalam indikator kemampuan berpikir kritis kedua yaitu membangun keterampilan dasar . asic suppor. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tahap tiga membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, pada tahap ini peserta didik melakukan penyelidikan dengan mencari jawaban dari berbagai referensi/sumber untuk bahan diskusi kelompok kemudian peneliti memantau keterlibatan peserta didik dalam mencari jawaban selama proses penyelidikan. Tahap ini juga masuk dalam indikator keterampilan dasar . asic suppor. Tahap empat mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada tahap ini setiap kelompok melakukan diskusi untuk menemukan jawaban dari soal yang dikerjakan dan hasilnya di presentasikan dalam bentuk powerpoint, kemudian peneliti memantau jalannya diskusi dan mengarahkan peserta didik membuat hasil jawaban melalui powerpoint sehingga jawaban setiap kelompok siap untuk di presentasikan. Tahap mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini peneliti memantau jalannya presentasi dan memberikan penghargaan serta masukkan kepada kelompok yang tampil, setiap kelompok yang tampil melakukan presentasi kemudian kelompok yang lain mengajukan pertanyaan dan mengapresiasi, setelah melakukan presentasi kegiatan dilanjutkan dengan merangkum atau membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang di peroleh dari kelompok lain kemudian peneliti menambahkan hasil kesimpulan dari kelompok pemateri. Tahap ini masuk dalam . , selanjutnya yaitu kedua dan ketiga sama tahapannya seperti pertemuan pertama. Setelah melakukan penelitian dipertemuan peneliti memberikan tes akhir . untuk dilakukan proses pembelajaran. Berdasarkan postest yang telah dilakukan bahwa pada kelas ekperimen dan kontrol memperoleh nilai ratarata yaitu kelas ekperimen kemampuan berpikir kritis 85,50. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 71,06. Dimana nilai ekperimen lebih tinggi dibandingkan nilai kelas kontrol. Peneliti menunjukan, pada pertemuan pertama peserta didik mulai memahami materi yang diajarkan sedangkan pada pertemuan kedua peserta didik menunjukan kemampuan penguasaan terhadap materi pembelajaran yang ditunjukan melalui nilai yang diperoleh peserta didik ketika diberi tugas, kemudian peneliti memberikan quiz kepada peserta didik diakhir proses pembelajaran dan menunjukkan secara keseluruhan bahwa ada pengaruh kemampuan menggunakan model brain based learning. Vol. No. 1, pp. April 2025 Model pembelajaran brain based learning dimana pembelajaran ini lebih menekankan pengolahan otak. Pembelajaran berbasis otak adalah sistem pembelajaran yang bersifat alami bagi otak maksudnya bagaimana seorang guru peserta didiknya agar lebih kreatif dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas berdasarkan hasil penelitian . Hal ini di perkuat oleh Penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan judul AuHasil belajar kognitif siswa pada materi sistem koordinasi dengan model pembelajaran brain based learning (BBL)Ay. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik kelas XI MAN 8 Jakarta dipengaruhi oleh model pembelajaran brain based learning pada materi sistem koordinasi. Nilai rata-rata peserta didik pada kelompok eksperimen yang lebih tinggi dengan adanya tujuh sintaks dari model BBL, pra-pemaparan, persiapan, inisiasi dan akuisisi, elaborasi, inkubasi dan pemasukkan memori, verifikasi dan pengecekan, serta selebrasi dan integrasi . Begitupula sebelumnya dengan judul AuPengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik smpAy. peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas yang mengimplementasikan model pembelajaran brain based learning lebih tinggi dengan rata-rata N-gain sebesar 0,64, dibandingkan dengan kelas kontrol tanpa model pembelajaran tersebut dengan rata-rata N-gain sebesar 0,40. Dari hasil uji menggunakan effect size guna mengetahui besar pengaruh atau hubungan antara variabel atau kelompok. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan, bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Adapun hasil uji hipotesis menyatakan nilai sig . -sided pro. sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning kemampuan berpikir kritis peserta didik. Setelah melakukan uji hipotesis menggunakan uji t, analisis data dilanjutkan dengan Uji effect size diperoleh sebesar 2,61 dengan kategori effect size sangat besar. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 1, pp. April 2025 . Alfina. Asbari, and S. Habibah. AuAnalisis Implementasi Pembelajaran Berbasis Neuroscience,Ay Tidak Diketahui, vol. 3, no. 1, pp. 26Ae29, 2024. Lutfillah. AuPengaruh Model Brain Based Learning Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Ar-Rihlah, vol. 7, no. 1, pp. 65Ae79, 2022. Adiansha and K. Sani. AuPengaruh Model Brain Based Learning dan Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kompleks Matematis ditinjau dari Kreativitas Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bima,Ay Jurnal Pendidikan MIPA, vol. 11, no. 1, pp. 36Ae44, 2021. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010. Siska. Akbar, and A. Dharma. AuHasil Belajar Kongnitif Siswa Pada Materi Sistem Koordinasi Dengan Model Pembelajaran Brain Based Learning (BBL),Ay Tidak Diketahui, 2021. Hesta and K. Siswa. AuPengaruh Model Pembelajaran Brain-Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP,Ay Jurnal Riset Fisika Edukasi Dan Sains, 7, no. 1, pp. 1Ae13, 2020. Saran Berdasarkan hasil penelitian, maka yang telah diperoleh selama melakukan proses belajar Bagi pembelajaran brain based learning dapat peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian tentang pembelajaran brain based learning ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Bagi peneliti, dengan pembelajaran brain based learning yang DAFTAR PUSTAKA