Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika. Kebumian dan Angkasa Vol. 2 No. 1 Februari 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389,Hal 01-15 DOI : https://doi. org/10. 62383/bilangan. Available online at: https://journal. id/index. php/Bilangan Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFaE) Terhadap Pemecahan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) Saiful Saiful. Dian Noer Asyari. Siti Lutfiatul Mukaromah Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah. Universitas Ibrahimy Situbondo. Indonesia Alamat : Jl. KHR. Syamsul Arifin No. Sukorejo. Sumberejo. Kec. Banyuputih. Kabupaten Situbondo. Jawa Timur 68374 Korespodensi e-mail: saiful@ibrahimy. ABSTRACT. This study aims to determine the influence of the Student Facilitator and Explaining (SFaE) learning model on solving Higher Order Thingking Skills (HOTS) problems. This research is a quasi-experimental type of quantitative research. The research site is at Al-Irsyad Junior High School Banyuwangi. The research sample is class Vi-B as the experimental class and Vi-D as the control class. The data collection technique uses observation, tests and documentation. Observation is used to observe student activities during the learning process. The research design uses Pre-Test Pos-Test Control Group Design. Sample members were given a Pre-Test with the aim of finding out students' knowledge before learning. Post-Test is given with the aim of finding out students' knowledge after learning. The results showed that there was an influence of the Student Facilitator and Explaining (SFaE) learning model on solving Higher Order Thingking Skills (HOTS) problems. This can be seen from the results of sig 0. 00<0. 05 showing that H0 was rejected and Ha was accepted. Keywords: Student Facilitator and Exsplaining (SFaE). Higher Order Thinking Skill (HOTS) ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) terhadap pemecahan soal Higher Order Thingking Skills (HOTS). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis kuasi eksperimen. Tempat penelitian di SMP Al-Irsyad Banyuwangi. Sampel penelitian adalah kelas Vi-B sebagai kelas eksperimen dan Vi-D sebagai kelas control. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa saat proses Desain penelitian menggunakan Pre-Test Pos-Test Control Group Design. Anggota sampel diberikan Pre-Test dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa sebelum pembelajaran. Pos-Test diberikan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) terhadap pemecahan soal Higher Order Thingking Skills (HOTS). Hal ini terlihat dari hasil sig 0,00<0,05 menunjukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: Student Facilitator and Exsplaining (SFaE). Higher Order Thinking Skill (HOTS) PENDAHULUAN Pendidikan diartikan sebagai salah satu upaya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki serta diarahkan kepada pembentukan karakter dan diarahkan menjadi salah satu pondasi yang dapat memajukan suatu bangsa. Undang-undang No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Maka dengan adanya pendidikan, siswa akan memperoleh pengetahuan. Received: Januari 29, 2024. Revised: Januari 10, 2024. Accepted: Februari 25, 2024. Published: Februari 28, 2024. * Saiful Saiful, saiful@ibrahimy. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) keterampilan, serta pembentukan karakter yang lebih baik dimana semulanya peserta didik yang tidak tahu menjadi tahu. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (Darmawan Harefa: 2. Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang, dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar (Amelia Chairunnisa: 2. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran, penyusunan kurikulum, mengatur materi siswa, serta penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang, dan sesudah pembelajaran yang dilakukan oleh guru serta segala fasilitas yang digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses belajar Pembelajaran matematika adalah salah satu pembelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Padahal matematika merupakan suatu pembelajaran yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena matematika sebagai ilmu dasar yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Penguasaan pembelajaran matematika memudahkan siswa untuk melatih berpikir logis, sistematis, kritis, kreatif, dan inovatif yang difungsikan untuk mendukung pembentukan kompetensi program Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran matematika. Misalnya dalam menyelesaikan beberapa permasalahan, meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan kerja sama antar siswa serta memacu siswa untuk semakin maju dan bekerja keras (Dodo Juanda: 2. Karakteristik model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) yaitu model pembelajaran yang berbentuk secara berkelompok, dengan anggota tiap kelompok 4-6 siswa, menuntut interaksi dan kerja sama antar anggota kelompok, serta membentuk kemandirian anggota kelompok (Dewi Sintya: 2. Higher Order Thinking Skills (HOTS) didefenisikan sebagai kemampuan berfikir dengan membuat keterkaitan antar fakta terhadap sebuah permasalahan. Pemecahan masalah yang dilakukan tidak sekedar melalui proses mengingat atau menghafal saja, namun menuntut untuk BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. membuat hubungan dan kesimpulan dari permasalahan (Saraswati: 2. Sedangkan menurut pendapat yang lain, mengemukakan bahwa. Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah keterampilan berpikir yang lebih dari pada sekedar menghafalkan fakta atau konsep (Hasyim Maylita: 2. Untuk menanggapi permasalahan siswa dalam memecahkan soal HOTS maka dibutuhkan usaha dari guru dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan bervariasi. Model pembelajaran Student Facilitator and Exsplaining (SFaE) dapat meningkatkan keaktifan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, kemampuan siswa ketika memecahkan soal HOTS diharapkan dapat terpecahkan dengan model pembelajaran ini karena Model pembelajaran Student Facilitator and Exsplaining (SFaE) tidak terpusat kepada guru saja melainkan siswa dituntut untuk berpendapat dan bertukar pikiran kepada siswa lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah . Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Membuktikan dan mendeskripsikan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) berpengaruh signifikan terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Mengetahui perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) dengan metode konvensional. METODE Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiono . penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara random dan digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuasi eksperimen atau eksperimen semu. Penelitian ini bertempat di SMP Al-Irsyad yang bertempat di Banyuwangi. Jawa Timur. Penelitian ini melibatkan dua kelas sampel, design penelitian yang digunakan adalah Prettest-Postest Control Group Design. Anggota sampel penelitian di berikan test pada awal perlakuan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa. Adapun sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah sampel kelas Vi-B dan Vi-D dengan jumlah 44 siswa. Adapun kelas eksperimen yaitu kelas Vi-B sedangkan kelas kontrol yaitu kelas Vi-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Metode observasi digunakan oleh peneliti untuk melihat dan mengamati proses aktivitas dan partisipasi siswa ketika proses belajar mengajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS), mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) signifikan terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS), serta mengetahui perbedan yang signifikan antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) dengan metode konvensional pada siswa kelas Vi SMP Al-Irsyad. Berikut adalah hasil dan pembahasan pada penelitian ini : Penerapan Model Student Facilitator and Explaining terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada kelas Vi D sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model Student Facilitator and Explaining dan kelas Vi B sebagai kelas kontrol. Aktivitas siswa dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dinilai menggunakan lembar observasi yang diamati oleh guru mata pelajaran Ustadzah Ismawati. Pada lembar observasi, observer memberikan tanda ceklis sesuai dengan kriteri penilaian. Lembar observasi siswa meliputi persiapan dan pelaksanaan . egiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhi. Observasi aktivitas siswa menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dilakuakan selama proses pembelajaran Observasi dilakukan kepada 22 siswa sebagai sampel dari penelitian. Tabel 1. Observasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) Aspek yang dinilai Nilai . ata-rat. Kategori Kegiatan Pendahuluan Apakah siswa antusias di awal pembelajaran? Apakah siswa membentuk kelompok secara BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 Sangat Baik Sangat Baik e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. Kegiatan Inti Apakah proses siswa belajar dengan memahamkan materi kepada siswa lainnya menggunakan peta Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Apakah siswa berdiskusi dalam kelompok dan memahamkan materi menggunakan peta konsep kepada siswa lainnya? Apakah siswa dapat belajar dengan baik? Apakah membantu siswa yang tidak aktif/tidak dapat belajar dengan baik? Apakah usaha tersebut Apakah jalannya proses siswa belajar berjalan dengan baik? Kegiatan Penutup Apakah siswa merespon guru saat bersama-sama menyimpulkan materi? Apakah pengamatan pembelajaran hari ini terdapat hikmah/ pelajaran berharga yang anda dapatkan ? Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) menunjukkan presentase 70-95% yang berarti rata-rata aktivitas siswa menggunakan model Student Facilitator and Explaining (SFaE) berada pada kategori baik. Deskripsi Hasil Kemampuan Siswa Kelas Eksperimen Tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Adapun hasil perhitungan tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah sebagai berikut. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Tabel 2. Hasil Test Kelas Eksperimen Keterangan Pre-test Post-test Gain Jumlah Rata-rata 54,09 87,72 33,63 Tabel 2 menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebelum dilakukan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah senilai 54,09. Nilai rata-rata posttest setelah dilaksanakan model pembelajaran adalah senilai 87,72. Adapun selisih antara Pretest dan Posttest itu sendiri adalah senilai 33,63. Dibawah ini tabel deskripsi data kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS di kelas eksperimen : Tabel 3. Deskripsi Kemampuan Menyelesaikan Soal HOTS Kelas Eksperimen Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pretest Eksperimen 54,09 12,501 Posttest 87,73 9,223 Eksperimen Valid N . Pada tabel 3 menjelaskan bahwa Pretest kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS didapat mean sebesar 54,09 dengan standart deviasi sebesar 12,501, nilai minimum sebesar 40, nilai maksimum sebesar 75. Sedangkan Posttest kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS didapat mean sebesar 87,73, dengan standart deviasi sebesar 9,223, nilai minimum sebesar 75, nilai maksimum sebesar 100. Kelas Kontrol Adapun hasil perhitungan tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS dengan model pembelajaran konvensional adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Test Kelas Kontrol Keterangan Pre-test BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 Post-test Gain e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. Jumlah Rata-rata 49,77 70,68 20,91 Tabel 4. menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebelum dilakukan model pembelajaran konvensional adalah senilai 49,77. Nilai rata-rata posttest setelah dilaksanakan model pembelajaran konvensional adalah senilai 70,68. Adapun selisih antara Pretest dan Posttest itu sendiri adalah senilai 20,91. Dibawah ini tabel deskripsi data kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS di kelas kontrol: Tabel 5. Deskripsi Kemampuan Menyelesaikan Soal HOTS Kelas Kontrol Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pretest Kontrol 49,77 19,425 Posttest Kontrol 70,68 15,909 Valid N . Pada tabel 5 menjelaskan bahwa Pretest kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS didapat mean sebesar 49,77 dengan standart deviasi sebesar 19,425, nilai minimum sebesar 20, nilai maksimum sebesar 85. Sedangkan Posttest kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS didapat mean sebesar 70,68, dengan standart deviasi sebesar 15,909, nilai minimum sebesar 45, nilai maksimum sebesar 100. Uji Prasyarat Uji Normalitas Adapun tujuan dari pengujian normalitas ini untuk menyatakan hasil pemecahan soal HOTS untuk kelas eksperimen dari populasi apakah berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini menggunakan SPSS 26 melalui uji one-sample kolmogorof-smornov test. Tabel 6. Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Pretest Eksperimen ,176 ,076 ,903 ,034 Posttest Eksperimen ,143 ,200* ,887 ,016 This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction TabeTabel 7. Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. Pretest Kontrol ,132 ,200* ,933 ,141 Posttest Kontrol ,107 ,200* ,967 ,638 This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan pengolahan data diatas maka diperoleh bahwa hasil dari Kolmogrov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi pada Pretest kelas eksperimen 0,76>0,05 dan Posttest kelas eksperimen 0,2>0,05. sedangkan nilai signifikansi pada Pretest kelas kontrol 0,2>0,05 dan Posttest kelas kontrol 0,2>0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa sebaran data kedua kelas tersebut adalah berdistribusi normal. Hasil output diatas menghasilkan nilai sig dari kelas kontrol menghasilkan 0,00<0,05 dan nilai sig dari kelas eksperimen menghasilkan 0,00<0,05. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara model pembelajaran Student Facilitator and Eksplaining terhadap Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan model pembelajaran konvensional terhadap Higher Order Thinking Skill (HOTS). Uji Homogenitas Sebelum melakukan uji hipotesis, lakukanlah terlebih dahulu uji homogenitas. Adapun dasar pengambilan keputusannya adalah sig<0,05 maka data tidak homogen, sedangkan sig>0,05 maka data homogen. Hasil pengujian homogenitas dapat dilihat pada output SPSS 26 berikut: BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. Tabel 8. Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Test of Homogeneity of Variances Levene Sig. Statistic Pretest- Based on Mean 1,898 ,176 Based on Median ,899 ,348 Based on Median and ,899 39,163 ,349 1,656 ,205 with adjusted df Based on trimmed mean Tabel 9. Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Test of Homogeneity of Variances Levene Sig. Statistic Pretest- Based on Mean ,642 ,427 Based on Median ,516 ,476 Based on Median and ,516 37,806 ,477 ,633 ,431 with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan hasil output diatas maka diperoleh nilai sig kelas eksperimen adalah 0,205>0,05 dan kelas kontrol adalah 0,431 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua sebaran data diatas adalah homogen. Pengaruh Model Student Facilitator and Explaining terhadap pemecahan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Pada bagian ini dilakukan pengujian analisis statistik inferensial untuk mengetahui pengaruh hasil pemecahan soal HOTS dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Tabel 10. Hasil Paired Samples Test Paired Samples Test Paired Differences Sig. -taile. Mean Std. Std. 95% Confidence Err Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Hasil Belajar Siswa Pada penelitian ini diketahui bahwa nilai sig 0,00<0,05 menunjukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Selanjutnya hasil uji hipotesis thitung dibandingkan dengan ttabel pada taraf signifikansi 0,05 dan dk = n1 n2 Ae 2 = 42 diperoleh thitung sebesar 23,539 dan ttabel = 2,021 atau thitung > ttabel. menunjukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap pemecahan soal HOTS pada kelas Vi B di SMP Al-Irsyad. Selanjutnya untuk mengetahui besar pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap pemecahan soal HOTS pada kelas Vi B di SMP Al-Irsyad, dilakukan perhitungan sebagai berikut: Grafik Perbandingan Nilai Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Pretest Posttest Kelas Eksperimen Kelas Kontrol BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. Berdasarkan diagram diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS pada kelas eksperimen lebih tinggi karena menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedan yang signifikan antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) dengan metode konvensional Sebelum mengetahui perbedaan antara model pembelajaran maka dilakukan terlebih dahulu uji normalitas untuk mengetahui sebaran data apakah berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 26. 0 Kolmogrov-Smirnov, untuk taraf signifikan >0,05 maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai sig >0,05 menunjukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima dan disimpulkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas selanjutnya dilakukan uji independent. Tabel 11. Hasil Independent Samples Test Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances Hasil Equal Belajar Siswa Equal Sig. Sig. Mean Std. 95% Confidence Differe Error Interval of the Differ Difference Lower Upper PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP PEMECAHAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai sig 0,00 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan model pembelajaran konvensional. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan sebelumnya, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFaE) menunjukkan presentase 70-95% yang berarti rata-rata aktivitas siswa termasuk kategori baik. Penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada pertemuan kedua adalah siswa terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran dikelas. Terdapat pengaruh yang signifkan antara penggunaan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan hasil rata-rata nilai posttest yang diperoleh masing-masing kelas. Kelas eksperimen memperoleh nilai ratarata sebesar 87,73 sedangkan kels kontrol memperoleh nilai rata-rata posttest 70,68 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap pemecahan soal HOTS. hal ini juga dapat dibuktikan dengan analisis hipotesis, menunjukkan nilai sig 0,00<0,05 menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh. Terdapat perbedaan yang signifkan antara penggunaan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig 0,00<0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan model pembelajaran konvensional. Saran Bagi sekolah hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam proses belajar mengajar terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran BILANGAN - VOL. 2 NO. 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN : 3032-7113, dan p-ISSN : 3032-6389. Hal. DAFTAR PUSTAKA