Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X PENGARUH CSR TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI StevenA AUniversitas Katolik Musi Charitas (Stevven065@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2023Ae2024. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan antara CSR dan nilai perusahaan. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa perusahaan perlu meningkatkan kualitas pengungkapan CSR dan kinerja profitabilitas untuk mendorong peningkatan nilai Kata kunci: Corporate Social Responsibility, nilai perusahaan, profitabilitas. ROE. MRA Abstract This study aims to examine the effect of Corporate Social Responsibility (CSR) on firm value with profitability as a moderating variable. The sample consisted of 16 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2023Ae2024 period. The analysis methods used were multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that CSR has no significant effect on firm value. contrast, profitability as measured by Return on Equity (ROE) has a significant impact on firm value. However, profitability does not moderate the relationship between CSR and firm value. These findings suggest that companies should improve the quality of CSR disclosure and enhance profitability performance to support firm value growth. Keywords: Corporate Social Responsibility, firm value, profitability. ROE. MRA PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan baru dan meningkatnya persaingan antar pelaku usaha. Dalam iklim persaingan yang semakin ketat ini, perusahaan dituntut tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan Salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sosial adalah melalui praktik Corporate Social Responsibility (CSR). CSR merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pemangku kepentingan . di luar kepentingan ekonomi semata. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 74 telah mewajibkan perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang sumber daya alam, untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan demikian. CSR menjadi indikator penting dalam menilai tata kelola perusahaan yang baik . ood corporate governanc. 269 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Nilai perusahaan menjadi aspek penting yang menjadi perhatian investor dan pemegang saham, karena mencerminkan sejauh mana perusahaan mampu menciptakan kemakmuran bagi para pemilik Salah satu indikator yang umum digunakan untuk mengukur nilai perusahaan adalah rasio TobinAos Q, yang menilai efisiensi manajemen dalam mengelola aset perusahaan dibandingkan dengan nilai pasar perusahaan tersebut. Namun demikian, implementasi CSR belum tentu secara langsung meningkatkan nilai Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda-beda mengenai hubungan antara CSR dan nilai perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan variabel lain yang dapat memperkuat hubungan Salah satu variabel yang dianggap potensial adalah profitabilitas, yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitabilitas, dalam konteks ini, dapat berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan serta menguji apakah profitabilitas mampu memoderasi hubungan Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen dan keuangan, maupun secara praktis bagi perusahaan dan investor dalam mengambil keputusan strategis. KAJIAN PUSTAKA Teori Stakeholder Teori stakeholder berpendapat bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham, tetapi juga kepada seluruh pihak yang berkepentingan atau memiliki hubungan dengan kegiatan perusahaan, seperti karyawan, masyarakat, pemerintah, dan lingkungan. Freeman et . menjelaskan bahwa keberlangsungan perusahaan sangat bergantung pada kemampuannya dalam memenuhi ekspektasi stakeholder. Dalam konteks ini, pengungkapan CSR menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab sosialnya, sehingga mendapatkan legitimasi sosial dan kepercayaan pasar. Teori Legitimasi Teori legitimasi menyatakan bahwa perusahaan akan berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan dapat diterima oleh masyarakat. CSR berfungsi sebagai alat untuk memperoleh dan mempertahankan legitimasi sosial tersebut. Pengungkapan kegiatan sosial dan lingkungan bertujuan untuk menciptakan citra positif di mata publik yang pada akhirnya berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Deegan, 2. Teori Signaling Teori signaling menyatakan bahwa informasi yang diberikan perusahaan kepada publik dapat menjadi sinyal terhadap kondisi perusahaan. CSR merupakan sinyal positif bahwa perusahaan memiliki tata kelola yang baik, tanggung jawab sosial, dan prospek jangka panjang yang menjanjikan. Sinyal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, yang tercermin dalam peningkatan nilai pasar saham dan nilai perusahaan (Brigham&Houston, 2. Konsep-Konsep Utama Corporate Social Responsibility (CSR) 270 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 CSR adalah komitmen perusahaan untuk berperan dalam pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 pasal 74, perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. CSR tidak hanya dilihat sebagai kewajiban hukum, tetapi juga sebagai strategi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja perusahaan dan potensi keuntungan di masa depan. Nilai ini sering kali diukur dengan rasio TobinAos Q, yaitu rasio antara nilai pasar perusahaan terhadap nilai buku asetnya. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan manajemen yang efisien dan prospek perusahaan yang baik. Profitabilitas Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset atau modal yang digunakan. Salah satu indikator yang umum digunakan adalah Return On Equity (ROE), yaitu rasio antara laba bersih terhadap ekuitas. Profitabilitas yang tinggi dapat memperkuat keyakinan investor dan berpotensi meningkatkan nilai perusahaan. Hubungan Antar Variabel Pengaruh CSR terhadap Nilai Perusahaan CSR dinilai dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menciptakan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan daya tarik investor, sehingga secara tidak langsung dapat menaikkan nilai perusahaan. Namun, dampak ini sangat bergantung pada bagaimana CSR diungkapkan dan persepsi pasar terhadap kegiatan tersebut. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Profitabilitas menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan. Perusahaan dengan ROE tinggi memberikan sinyal bahwa perusahaan dikelola secara efisien, yang pada gilirannya menarik lebih banyak investor dan meningkatkan nilai perusahaan. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian terdahulu, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. H2: Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-komparatif. Pendekatan ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen, yaitu Corporate Social Responsibility (CSR), terhadap variabel dependen, yaitu nilai perusahaan, serta menguji apakah profitabilitas dapat bertindak sebagai variabel moderasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat antar variabel berdasarkan data empiris. 271 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Populasi dan Sampel Penelitian Ferdinand . , populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti karena itu dipandang sebagai sebuah semesta penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang telah gopublic yang mengungkapkan CSR dan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023-2024 Jumlah populasi. Pada penelitian ini adalah 62 perusahaan. Ferdinand . , sampel adalah subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota populasi. Subset ini diambil karena dalam banyak kasus tidak mungkin kita meneliti seluruh anggota populasi, oleh karena itu kita membentuk sebuah perwakilan populasi yang disebut sampel. Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili populasi sebenarnya, dengan kata lain sampel harus representatif. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan . nnual repor. , laporan keberlanjutan . ustainability repor. , serta laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi Bursa Efek Indonesia . dan situs resmi masing-masing perusahaan. Definisi Operasional Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu variabel dependen dan variabel independen Variabel Dependen (Y) Ferdinand . , variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen yang digunakan adalah nilai perusahaan. Pada penelitian ini, nilai perusahaan diukur menggunakan TobinAos Q Agustine . TobinAos Q dihitung dengan formula sebagai berikut: Keterangan: Q = nilai perusahaan EMV = . ilai pasar ekuita. : closing price x jumlah saham yang bereda. D = nilai buku dari total hutang EBV = nilai buku dari total aktiva Variabel Independen Ferdinand . , variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif. Penelitian ini menggunakan variabel corporate social responsibility dan profitabilitas sebagai variabel independen. 272 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Corporate Social Responsibility Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nurlela dan Ishlahuddin . dan Rustiarini . , variabel independennya adalah tingkat pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada laporan tahunan perusahaan yang yang akan dinilai dengan membandingkan jumlah pengungkapan yang dilakukan perusahaan dengan jumlah pengungkapan. Bambang Suripto . dalam Riswari dan Cahyonowati . , pengukuran kemudian dilakukan berdasarkan indeks pengungkapan masing-masing perusahaan yang dihitung melalui jumlah item yang sesungguhnya diungkapkan perusahaan dengan jumlah semua item yang mungkin diungkapkan, yang dinotasikan dalam rumus sebagai berikut: CSR = n / k Keterangan: CSR = indeks pengungkapan CSR perusahaan n = jumlah item pengungkapan CSR yang dipenuhi k = jumlah semua item pengungkapan CSR . Profitabilitas Variabel independen dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity (ROE). Sri Rahayu . , dari semua rasio fundamental yang dilihat oleh investor, salah satu rasio yang terpenting adalah ROE. ROE menunjukkan apakah manajemen meningkatkan nilai perusahaan pada tingkat yang dapat diterima. Untuk memperoleh nilai ROE, dihitung dengan rumus: Teknik Analisis Data Data dalam penelitian ini akan menggunakan uji asumsi klasik di mana terdapat uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, autokorelasi, dan Regresi linear berganda. Sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji t . ji parsia. , uji F . ji simulta. , dan uji koefisien determinasi (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Objek Penelitian Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023-2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan tahunan . nnual repor. perusahaan manufaktur. Sampel yang digunakan sebanyak 16 perusahaan dalam rentang waktu selama 2 . Sehingga total sampel penelitian ini sebanyak 62 sampel. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Tabel 1. Kriteria Sampel Penelitian Kriteria Pengambilan Sampel Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Jumlah 273 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Perusahaan manufaktur yang tidak tercatat di papan perdagangan BEI tahun 2023-2024 Perusahaan manufaktur yang tidak menerbitkan laporan keuangan tahunan selama tahun 2023-2024 Perusahaan manufaktur yang mengalami kerugian selama tahun Jumlah sampel yang digunakan Jumlah tahun penelitian Total sampel penelitian . Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4. 2 menunjukkan bahwa variabel Corporate Social Responsibility (CSR) yang diproksikan dengan Corporate Social Responsibility Disclosure Index (CSRD) memiliki nilai minimum sebesar 0,0440 yang menjelaskan bahwa perusahaan yang dijadikan sampel melakukan pengungkapan paling rendah sebanyak 4. 4 persen dari total pengungkapan yang ada di GRI G4 dan nilai maksimum sebesar 0,9560 yang berarti perusahaan melakukan pengungkapan paling tinggi sebanyak 95,60 persen dari total pengungkapan yang ada di GRI G4, sedangkan nilai ratarata keseluruhan sebesar 0,233345 dengan standar deviasi yang menunjukkan sebaran data sebesar 0,1585068. Hasil analisis tersebut menunjukkan pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur sebesar 23,33 persen. Variabel nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) memiliki nilai minimum 0,2326, nilai maksimum 4,4761. Sedangkan untuk nilai rata-rata keseluruhan sebesar 1,351913 dengan sebaran data sebesar 0,9238113. Variabel profitabilitas yang diproksikan dengan ROA memiliki nilai minimum 0,0002, nilai maksimum 0,3941, nilai rata-rata keseluruhan sebesar 0,97918, dan sebaran rata sebesar 0,1005847. Uji Asumsi Klasik. Uji ini dilakukan untuk menguji kelayakan model regresi yang digunakan, maka harus terlebih dahulu memenuhi uji asumsi klasik. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. 274 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Dari tabel 3 di atas menunjukkan besarnya nilai signifikansi adalah sebesar 0,100 yang berarti bahwa data telah terdistribusi normal karena nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov lebih dari 0. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan tabel 4 di atas diperoleh nilai tolerance untuk masing-masing variabel sebesar 0,958 dan nilai VIF sebesar 1,044. Dari hasil tersebut tidak terjadi gejala multikolinearitas karena sudah memenuhi pedoman model regresi yang bebas multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalah-pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode 1-1 . Cara yang dapat digunakan ada atau tidaknya autokorelasi adalah dengan melakukan uji runtest (Ghozali. Dasar pengambilan keputusan dalam runtest adalah apabila probabilitas 0,05 yang berarti dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi, jika probabilitas < 0,05 dapat disimpulkan bahwa terjadi autokorelasi antar nilai residual. Berdasarkan uji runtest nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,313 lebih besar dari 0,05 sehingga model regresi yang digunakan dalam penelitian tidak terdapat gejala Berdasarkan uji runtest didapatkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,313 lebih besar dari 0,05 sehingga model regresi yang digunakan dalam penelitian tidak terdapat gejala autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance 275 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut. Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas. Untuk mengetahui apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak perlu dilakukan uji glejser, dimana nilai sig variabel independen > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas namun sebaliknya apabila nilai 0,05 maka mengandung heteroskedastisitas. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Dari tabel 5 dapat dijelaskan bahwa angka unstandardized coefficients nilainya sebesar 0,992. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) maka nilai konsisten nilai perusahaan sebesar 0,992. Nilai koefisien regresi Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 0,229. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi Corporate Social Responsibility (CSR) maka nilai perusahaan juga akan semakin tinggi. Tabel 6. Hasil Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 6 di atas, variabel Corporate Social Responsibility (CSR) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,686 dengan nilai signifikansi 0,495 dimana nilai signifikansi 0,495 0. 05 menunjukkan Corporate Social Responsibility (CSR) secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, maka hipotesis 1 ditolak. Moderated Regression Analysis (MRA) Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan uji interaksi dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi perkalian dua atau lebih. Variabel independen (Ghozali, 2. Hasil MRA, maka didapatkan hasil sebagai berikut: Y=0,6370,183 X 1,921 Z-1. 075 XZ c 276 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Berdasarkan hasil uji MRA diperoleh nilai t hitung untuk variabel profitabilitas sebesar 2,104 dengan signifikansi 0,040 dari 0,05 sehingga variabel profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tetapi pada saat profitabilitas digunakan sebagai variabel moderasi diperoleh nilai t hitung sebesar -0,538 dengan signifikansi sebesar 0,592. Karena nilai signifikansi 0,592 > 0. 05 maka variabel profitabilitas tidak mampu mempengaruhi hubungan antara Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas perusahaan tinggi, dengan demikian hipotesis 2 ditolak. Uji Simultan F (Uji-F) Dengan melihat hasil uji F atau ANOVA, diperoleh nilai F hitung sebesar 11,772 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil tersebut berada dibawah tingkat probabilitas yang digunakan yaitu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model ini layak digunakan dalam penelitian karena variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dan profitabilitas secara simultan berpengaruh terhadap nilai Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Berdasarkan tabel 7 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk melihat pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), profitabilitas, dan interaksi antara Corporate Social Responsibility (CSR) dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan yaitu sebesar 0,371 atau 37,1 persen dan sisanya sebesar 62,9 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut: Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa fenomena, yaitu: kecenderungan investor dalam membeli saham, rendahnya pengungkapan CSR pada perusahaan manufaktur tahun 2023-2024, variabel CSR tidak dapat diukur secara langsung dan beberapa perusahaan pertambangantahun 2023-2024 tergolong perusahaan impresif. Profitabilitas sebagai variabel moderating tidak dapat memoderasi pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan. SARAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, masih terdapat banyak kekurangan, sehingga beberapa saran yang dapat peneliti berikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yaitu: Bagi Perusahaan 277 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Perusahaan diharapkan untuk selalu melaksanakan kegiatan CSR bukan hanya sekedar untuk menaati peraturan dari Pemerintah saja tetapi karena memang sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Bagi Investor Investor agar lebih seksama dalam mempertimbangkan aspek-aspek yang perlu diperhitungkan dalam investasi yang tidak hanya memilih perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang tinggi akan tetapi mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai perusahaan seperti kualitas pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh emiten. KETERBATASAN Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik yaitu : Nilai R2 sebesar 0,371 yang berarti bahwa 37,1 persen variabel dependen nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dan profitabilitas. Sementara 62,9 persen dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Perusahaan yang menjadi sampel penelitian hanya dari perusahaan pertambangan yang berjumlah 16 perusahaan dengan tahun pengamatan 2023-2024 Subjektif dalam menilai luas pengungkapan. Hal ini terjadi karena setiap pembaca melihat pengungkapan pertanggungjawaban sosial yang diungkapkan perusahaan dari sudut pandang yang berbeda-beda. DAFTAR PUSTAKA