Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian1. Mugiyono2 Universitas Islam Jakarta1, 2 Email: ihsanharits3071@gmail. mugiyonompdi@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) memengaruhi pengembangan karakter peserta didik di SMKN 14 Jakarta Pusat. Dengan menggunakan pendekatan survey dan kuesioner, metodologi penelitian kuantitatif digunakan. Dari 317 peserta didik dalam populasi, 48 peserta didik kelas X dipilih secara acak untuk menjadi sampel penelitian. Kuesioner skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data, dan metode korelasi product moment digunakan untuk analisis. Menurut penelitian ini, pendidikan agama Islam meningkatkan karakter peserta didik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,704. Data ini menunjukkan bagaimana pendidikan agama Islam membentuk karakter peserta didik, terutama dalam hal nilai-nilai luhur seperti kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Penelitian tambahan menemukan bahwa karakter peserta didik bervariasi sebesar 50% karena variabel di luar cakupan penelitian dan 49% karena pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggambarkan pentingnya menjadikan Pendidikan Agama Islam (PAI) lebih menarik dan relevan di sekolah serta mendorong peran serta guru, orang tua, dan masyarakat. Hal ini akan membantu peserta didik membangun karakter yang baik. Penelitian ini berkontribusi pada terciptanya program pendidikan karakter untuk sekolah kejuruan yang dibangun di atas nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Karakter Peserta Didik. SMKN 14 Jakarta Pusat. Pembentukan Karakter http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Peserta didik yang jujur sungguh ingin belajar lebih banyak. Mereka tidak hanya sebaliknya, mereka secara aktif mencarinya dan mengajukan pertanyaan. Peserta didik biasanya sangat peduli terhadap orang lain dan dunia. Karena tidak mementingkan diri sendiri dan sadar akan lingkungan sekitar, mereka selalu memberikan sesuatu yang baik bagi dunia. Peserta didik menggunakan meningkatkan pemikiran kritis dan kreatif mereka karena mereka tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Peserta didik mampu mengendalikan perasaan mereka dan berperilaku baik di sekitar orang dewasa dan peserta didik lain. Realisme lapangan menunjukkan bahwa tidak setiap peserta didik berkembang seperti yang diharapkan. Banyak dari mereka Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 21 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono berjuang dengan masalah pengembangan karakter termasuk berkelahi atau berkelahi, membolos sekolah, tidak mematuhi aturan, merokok, minum, mengonsumsi materi pornografi, pemerkosaan, dan pembunuhan. Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah menanamkan kepada generasi mendatang rasa takut yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, disertai standar moral yang tinggi, kecintaan terhadap studi, rasa haus akan ilmu pengetahuan, jiwa mandiri, serta kemampuan berpikir kritis dan Masyarakat yakin Indonesia akan menjadi kuat dan berdaya saing jika tujuantujuan ini tercapai. Karakter dan akidah agama, atau akhlak yang menjadikan seseorang berbeda dengan yang lain, berjalan Karakter menunjukkan apa yang diyakini seseorang, bagaimana ia bersikap, dan bagaimana ia bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa nilai tersebut adalah kejujuran, tanggung jawab, kebaikan, pengendalian diri, taat aturan, dan berlaku Dalam lingkungan pendidikan, membangun karakter berarti mengajarkan cita-cita tersebut kepada peserta didik METODE Peserta didik kelas X di SMKN 14 JAKARTA PUSAT disurvei sebagai bagian dari metodologi penelitian kuantitatif penelitian ini. Menurut Darmawan dalam (Purwanza dkk. , 2022, hlm. Dalam suatu penelitian, populasi menggambarkan banyak Jumlah peserta didik yang terdaftar di SMKN 14 JAKARTA adalah 972 peserta Subjek penelitian ini adalah kelompok peserta didik kelas X yang berjumlah 318 peserta didik. AKL1 X AKL2 X BR 1 X BR 2 X DKV 1 X DKV 2 X DKV 3X MPLB. MPLB 2. Definisi sampel Arikunto dalam (Chandra Sari dkk. , 2022, Populasi secara keseluruhan menjadi sampel penelitian apabila jumlah subjek kurang dari 100 sampai 150. Sampel merupakan bagian dari ukuran dan karakteristik populasi. Meskipun demikian, 10-15% atau 25-30% dapat diambil apabila subjek lebih dari 100. Berdasarkan hipotesis tersebut dan 317 peserta didik yang tergabung dalam kelas X, maka peneliti memilih 15% dari 317 peserta didik kelas X sebagai sampel penelitian. Dengan demikian, terpilihlah 48 peserta didik sebagai sampel penelitian. Beberapa cara pengumpulan informasi ini adalah melalui survei penelitian, wawancara, dan observasi. Observasi Data penelitian dikumpulkan dengan cara mengamati dan mendokumentasikan. Angket Karena mudah, lugas, dan berguna untuk kuesioner sering digunakan sebagai alat Setiap kuesioner dalam penelitian ini tunduk pada bobot peneliti, khususnya menggunakan pedoman pengukuran skala Likert. Point pada item positif Poin pada item negative : Wawancara Wawancara komunikasi atau kontak antara dua orang Biasanya, mengajukan pertanyaan kepada pihak lain, sumber, atau narasumber untuk mendapatkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 22 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono klarifikasi atau informasi. Data untuk penelitian ini berasal dari kuesioner yang diisi oleh peserta didik kelas X DKV 2 dan X AKL1 Data sekunder dikumpulkan oleh orang Untuk melengkapi dan memperkuat data primer yang dibutuhkan untuk penelitian, rincian tentang profil sekolah kemudian diberikan dan dikumpulkan dari arsip sekolah. Mencari angka korelasi, dengan rumus : Keterangan : Memberikan interpretasi terhadap rxy. Tabel 3. Langkah-langkah berikut diambil untuk menafsirkan hasil rxy: Buatlah hipotesis (H. dan hipotesis alternatif (H. Berikut cara mencari derajat kebebasan . atau derajat kebebasan . sebelum menguji teori tersebut untuk melihat apakah teori tersebut benar atau salah: Keterangan: Interpretasi Data Menghitung dba atau df pada tingkat signifikansi 5% dan 1% menghasilkan product moment value "r". HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahun ajaran 2024Ae2025, peneliti memberikan pernyataan atau survey kepada 48 peserta didik kelas X untuk menentukan bagaimana Pendidikan Agama Islam Dua pernyataan pada variabel Y membahas tentang karakter peserta didik, dan 20 pernyataan pada variabel X membahas tentang bagaimana Pendidikan Agama Islam telah mengubah peserta didik. Bobot berikut digunakan ketika metode skala Likert Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 23 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono C Point pada item positif C Poin pada item negative : Selama tahun ajaran 2024Ae2025, 48 peserta didik kelas 10 mengisi survei untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Agama Islam mengubah jenis peserta didik yang Peneliti mengolah kuesioner yang dibagikan pada hari Jumat, 16 Mei 2025, menjumlahkannya untuk setiap kuesioner. Tabel data berikut menampilkan jumlah skor dari setiap kuesioner yang diisi peserta didik: Tabel ini menunjukkan studi tentang hubungan pendidikan agama Islam dan karakter peserta didik. Peneliti membuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 4. 1 Hasil Skor Angket Variabel (X) Pendidikan Agama Islam Terhadap Variabel (Y) Karakter Peserta Didik Langkah 1 : Mencari Skor Terbesar dan Skor Terkecil Dari Variabel X dan Y Skor terbesar Variabel X : 99 dan Y : 97 Skor terkecil Variabel X : 58 dan Y : 59 Langkah 2 : Mencari Rentang Kelas ( R ) Pengurangan skor terendah dari skor tertinggi pada variabel X dan Y menghasilkan rentang kelas. Oleh karena itu, rentang kelas dapat dituliskan seperti ini: Tabel 4. 2 Rentang Kelas (R) Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 24 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono Berdasarkan rumus yang telah diolah sebelumnya, diperoleh nilai rentang kelas 41 dan 38 untuk variabel X dan Y. Langkah 3 : Mencari Banyak Kelas Interval (BK) Variabel X dan Y Jumlah kelas interval (BK) untuk variabel X (Pendidikan Agama Isla. dan Y (Karakter Peserta Didi. Tabel 4. 3 Banyak Kelas Interval (BK) Variabel X dan Y Setelah perhitungan selesai, hasilnya menunjukkan bahwa variabel X dan Y memiliki tujuh kelas interval (BK). Ada empat orang yang memperoleh skor antara 94 dan 99, dengan skor rata-rata 96,5, dan lima belas orang yang memperoleh skor antara 88 dan 93, dengan skor rata-rata 90,5. Dengan rata-rata 60,5, rentang dari 58 hingga 63 memiliki satu responden pada frekuensi terendah. Berikut ini adalah grafik seberapa sering kesenjangan untuk masing-masing kelas ini Grafik 4. 1 Frekuensi Variabel X (Pendidikan Agama Isla. Langkah 4 : Mencari Panjang Kelas Interval . Jika sudah terdapat banyak kelas, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode berikut untuk menemukan panjang interval kelas . Tabel 4. 4 Panjang Kelas Interval . Tabel 4. 6 Distribusi Frekuensi Variabel Y Langkah 5 : Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X dan Variabel Y Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi Variabel X Berdasarkan tabel skor di atas, terdapat tiga responden dalam rentang skor 95Ae100 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 25 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono dengan frekuensi tertinggi . ilai rata-rata 97,. , dan delapan responden dalam rentang skor 89Ae94 . ilai rata-rata 91,. Interval antara 59 dan 64, dengan nilai rata-rata 61,5, memiliki dua responden pada frekuensi Berikut ini adalah grafik frekuensi interval untuk masing-masing kelas tersebut: Tabel 4. 9 Indeks Korelasi Antara Variabel X dan Y . Grafik 4. 2 Frekuensi Varibel Y (Karakter Peserta Didi. Korelasi antara variabel X (Pendidikan Agama Isla. dan Y (Karakter Peserta Didi. adalah 0,704. Dalam Islam, pendidikan agama membentuk karakter peserta didik. Terdapat korelasi 0,704 antara karakter peserta didik dan paparan mereka terhadap pendidikan agama Islam, menurut grafik Teknik Analisis Data. Jika nilai rxy berada di antara 0,70 dan 0,90, berarti hubungan X-Y Langkah 6 : Mencari Rata Ae Rata (Mea. Tabel 4. 10 Hasil Deskriptif Statistik Variabel X Terhadap Variabel Y Tabel 4. 7 Jumlah Variabel X dan Y Tabel ini menunjukkan rata-rata X 82,90 dan rata-rata Y 79,94. Langkah 6 dan menghasilkan temuan yang identik. Rumus berikut menghitung nilai ratarata variabel X dan Y dari data di atas: Tabel 4. 8 Rata Ae Rata Variabel X dan Langkah 7 : Mencari Angka Indeks Korelasi Antara Variabel X dan Y . Tabel 4. 11 Analisa Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y R disebut juga sebagai koefisien Seperti yang ditunjukkan di atas. R menunjukkan kekuatan hubungan X-Y. Dari Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 26 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono tabel sebelumnya, koefisien korelasinya adalah 0,704. Data pada tabel terakhir cocok dengan apa yang ditemukan menggunakan statistik parametrik. Langkah 7 menunjukkan cara melakukannya. Hasilnya, kita dapat mengatakan bahwa 70% anak-anak di SMKN 14 Jakarta berubah karena Pendidikan Agama Islam mereka. R square disebut sebagai koefisien Ini menunjukkan seberapa besar X memengaruhi Y. Ini disebut koefisien R2 sama dengan 0,704 dikalikan 0,704, yaitu 0,495. Tabel di atas menunjukkan hal ini. Untuk mendapatkan koefisien determinasi 0,495, atau 49%, kuadratkan nilai korelasi 0,704. Hal ini menunjukkan bahwa 49% pertumbuhan peserta didik dipengaruhi oleh Pendidikan Agama Islam. Faktor-faktor yang tidak dievaluasi berdampak pada 50% sisanya. Tabel 4. 12 Hasil Analisis Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y Berdasarkan apa yang dilihat pada tabel di atas, angka korelasinya adalah 0,704, atau 0,70. Fakta bahwa hal-hal ini terjadi menunjukkan bahwa anak-anak di SMKN 14 Jakarta berubah karena pendidikan agama Islam mereka. Angka 70% untuk koefisien korelasi yang disesuaikan . mendukung hal ini. Perhitungan terdapat hubungan sebesar 0,704 antara pengaruh pengajaran agama Islam dengan karakter peserta didik. Pengaruh kedua faktor yang diteliti dapat diketahui dengan memberikan penjelasan sederhana tentang angka indeks korelasi momen produk. Tabel 4. 13 Angka Indeks Korelasi Product Moment Rxy = 0,704 setelah perhitungan. Indeks tersebut bukan nol karena Y (Karakter Peserta Didi. dan X (Pendidikan Agama Isla. saling berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berdampak pada karakter peserta didik. Tabel di atas menunjukkan bahwa rxy sebesar 0,704 berada di antara 0,70 dan 0,90. Dapat dikatakan bahwa faktor X dan Y saling terkait erat. Lihat tabel angka untuk indeks korelasi momen produk "r" dan jelaskan artinya. Untuk mengetahui apa arti model dua variabel, gunakan metode berikut dengan hipotesis alternatif (H. dan hipotesis nol (H. Hipotesis Nihil (H. : Masyarakat beranggapan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak mengubah akhlak anak. Hipotesis Alternative (H. : Orang beranggapan bahwa Pendidikan Agama Islam mengubah cara anak bertindak. Untuk membuktikan hipotesis tersebut. AurAy dari Tabel Nilai prduct moment AurAy . harus dibandingkan dengan AurAy dari hasil perhitungan atau pengamatan AurAy . Pertama, gunakan rumus berikut untuk menentukan derajat kebebasan . , yang sering dikenal sebagai derajat kebebasan: Keterangan: Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 21-30, 2025 | 27 Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Karakter Peserta Didik Ihsan Harits Rustian. Mugiyono Total ada 48 peserta didik, dan N di antaranya dijadikan sampel penelitian. X dan Y adalah variabel yang perlu dihubungkan agar nr = 1. Ini menghasilkan df, yaitu df = 48 - 1= 47. Tabel Nilai product moment "r" menunjukkan bahwa df = 47 menghasilkan momen produk "r" pada tingkat signifikansi 5% = 0,284 dan pada tingkat signifikansi 1% = 0,368. Saat "ro" dan "rt" dibandingkan, "ro" diketahui memperoleh 0,704. Namun, "rt" menghasilkan 0,284 dan 0,368 untuk masingmasing. Dengan demikian, pada tingkat substansial 5% dan 1%, diketahui bahwa ro > Meskipun Hipotesis Nol ditolak. Hipotesis Alternatif diterima. Di SMKN 14 Jakarta. Pendidikan Agama Islam membentuk karakter peserta didik. Pengumpulan dan pengolahan data yang cermat dan akurat digunakan untuk menulis deskripsi analisis data yang lebih rinci. Pandangan peneliti mengawali pembahasan ini dengan membandingkan teori dengan cara penggunaannya dalam bentuk deskripsi. Peserta didik SMKN 14 Jakarta 0,704 kali lebih mungkin menjadi orang baik karena Pendidikan Agama Islam, menurut Hal ini bergantung pada interpretasi data. Karena korelasinya yang substansial . ,70Ae0,. Pendidikan Agama Islam memengaruhi karakter peserta didik sebesar 70%. Peserta didik SMKN 14 Jakarta mendapatkan manfaat dari Pendidikan Agama Islam. Peserta didik Pendidikan Agama Islam belajar bagaimana meneladani ajaran Nabi Muhammad . melalui Para peserta didik berdoa kepada Allah SWT. Mereka tahu cara salat, berpuasa, dan membedakan ibadah sunah dan ibadah Islam. Pendidikan agama yang diperoleh peserta didik di sekolah Islam membentuk karakter mereka dan membuat mereka Penelitian ini membuktikan bahwa mengajarkan Islam kepada anak-anak muda memiliki dampak besar pada perkembangan Pelajaran agama, moral, dan doa mengajarkan peserta didik untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, dan disiplin. Sejalan dengan keyakinan Islam, pendidikan membedakan antara perilaku baik dan buruk dengan membuat mereka lebih sadar secara Moral seperti kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap orang lain diajarkan kepada peserta didik sehingga mereka dapat bersikap sopan dan hormat kepada orang lain di sekolah dan di Pendidikan Agama Islam pengetahuan agama peserta didik. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bahwa pendidikan Islam membentuk karakter peserta didik. Simpulannya, mengajarkan pendidikan agama Islam kepada peserta didik . ariabel X) dapat meningkatkan karakter peserta didik . ariabel Y), yang ditunjukkan dengan nilai 0,704. Selisih antara ro dan rt, yaitu 0,704 pada tingkat signifikansi 5% dan 0,284 pada tingkat signifikansi 1%, menunjukkan hal Ketika ro melampaui rt pada signifikansi 5% dan 1%. Hipotesis Alternatif diterima dan Hipotesis Nol ditolak. Karakter peserta didik dibentuk melalui Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam membantu peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengajarkan mereka tanggung jawab dan kejujuran. Demi memuliakan Allah SWT, peserta didik juga harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang diberikan guru, menjaga kebersihan kelas dan sekolah, serta melaksanakan ibadah sesuai jadwal. Hal ini tidak boleh dilakukan di bawah tekanan. DAFTAR PUSTAKA