PENGARUH PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN PERAYAAN EKARISTI TERHADAP ORANG MUDA KATOLIK Veronica Fransilya Oktavia. Ola Rongan Wilhelmus*) STKIP Widya Yuwana oktavero16@gmail. penulis korespondensi, olarongan@widyayuwana. Abstract The celebration of the Eucharist is the culmination and source of Christian life. The Spirit of the Eucharist in the Parish of St. Pius X Karanganyar is always cultivated in every faithful, especially in the Catholic Youth. Through the Eucharistic Celebration, the faith of Catholic Youth can grow and develop, along with the development of the times. The problem to be investigated is the extent to which the Catholic Youth at St. Pius X Karanganyar understands the meaning and meaning of the Eucharistic Celebration?. The research objective was to analyze the extent to which the understanding and appreciation of the St. Catholic Youth at St. Pius X Karanganyar understood the meaning and meaning of the Eucharistic Celebration. In this study, the authors used quantitative research methods using a questionnaire via google form. Respondents in this study were the Catholic Youth of the St. Petersburg parish. Pius X Karanganyar, who is 15 to 35 years old or not married. From the results of the research analysis showed that the Catholic Youth in the Parish of St. Pius X Karanganyar really understands the understanding and appreciation of Catholic Young People in the Parish of St. Pius X Karanganyar towards the Eucharistic Celebration. Keywords: Eucharistic Celebration. Understanding and Living. Catholic Youth PENDAHULUAN Perayaan Ekaristi disebut juga sebagai sakramen yang terluhur, karena dalam Ekaristi itulah Kristus sendiri hadir, dikurbankan, dan juga disantap. Pengorbanan Yesus disalib demi menebus dosa manusia, dirayakan dalam Perayaan Ekaristi. Ekaristi bisa dikatakan sebagai sumber dan puncak dari semua sakramen lainnya dan juga menjadi sumber dan puncak dari pengungkapan iman Gereja. Perwujudan iman dalam Perayaan Ekaristi bisa dilihat dalam kehidupan sehari-harinya yaitu dengan berbuat kasih bagi sesama dan sekitarnya. Perwujudan iman ini dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan susah karena halangan dari diri sendiri dan kondisi sekitar yang menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Sakramen Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup umat beriman Kristiani dimana Yesus Kristus senantiasa hadir di tengah-tengah umat-Nya termasuk anak-anak, orang muda, sampai orang tua atau lansia. Pada zaman sekarang orang muda menjadi perhatian khusus bagi Gereja. Perkembangan zaman membuat kaum muda saat ini tahu banyak hal mengenai teknologi yang semakin maju. Dengan kemajuan teknologi, ternyata masih banyak kaum muda Katolik yang tidak sebegitu tahu tentang apa arti dan makna dari Perayaan Ekaristi yang mereka hadiri paling tidak pada setiap hari Minggu. Selanjutnya, pada zaman sekarang ini banyak juga kaum muda Katolik yang mengenyampingkan Perayaan Ekaristi dihari Minggu dengan kegiatan yang lain seperti kegiatan jalan-jalan, rekreasi, ataupun berkumpul dengan teman-teman. Dari permasalahan diatas timbulah beberapa pertanyaan yang mendasari terkait pemahaman dan penghayatan Orang Muda Katolik: Apa yang dimaksud dengan Perayaan Ekaristi?. Apa saja yang termasuk dalam susunan Perayaan Ekaristi?. Siapa yang dimaksud Orang Muda Katolik?. Sejauh mana Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar memahami arti dan makna Perayaan Ekaristi?. Tujuan dari penelitian ini ialah: Mendeskripsikan arti dan makna Perayaan Ekaristi. Mendeskripsikan susunan Perayaan Ekaristi. Mendeskripsikan Orang Muda Katolik secara umum. Menganalisis sejauh mana pemahaman dan penghayatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar tentang arti dan makna Perayaan Ekaristi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner atau angket. II. PEMBAHASAN Bagian pembahasan ini akan memaparkan mengenai Perayaan Ekaristi, susunan Perayaan Ekaristi, orang muda pada umumnya, keterlibatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi, dan yang terakhir korelasi antara pemahaman dan penghayatan Perayaan Ekaristi dengan Orang Muda Katolik di Paroki St. Pius X Karanganyar. Perayaan Ekaristi Dalam Dokumen Gereja Lumen Gentium 11. Perayaan Ekaristi diartikan sebagai sumber dan puncak seluruh hidup dimana Yesus Kristus sendiri mempersembahkan dirinya sebagai Anak Domba Ilahi kepada Allah. Ekaristi hadir ditengah-tengah Gereja karena adanya penyelamatan yang dilakukan oleh Allah untuk umat-Nya, yaitu dengan pengorbanan diri Yesus untuk penebusan dosa manusia. Yesus melakukan hal yang sedemikian berat karena cinta-Nya kepada umat manusia. Dalam Kanon 899 A 1 dikatakan: Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus sendiri dan Gereja. di dalamnya Kristus Tuhan, melalui pelayanan imam, mempersembahkan diri-Nya kepada Allah Bapa dengan kehadiran-Nya secara subtansial dalam rupa roti dan anggur, serta memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani kepada umat beriman yang menggabungkan diri dalam persembahanNya. Dengan demikian. Ekaristi mengungkapkan pujian syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus yang berpuncak dalam peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus (Martasudjita 2005:. Berikut merupakan hasil analisa data penelitian tentang pemahaman Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar tentang Perayaan Ekaristi. Tabel 1: Pengertian Perayaan Ekaristi Jawaban Pernyataan F % Ekaristi adalah puncak dan sumber hidup umat 6 11 13. 1 70 83. Ekaristi adalah karya atau tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Allah 4 15 17. 9 67 79. bagi manusia melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Ekaristi adalah perayaan pujian dan syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana 0 14 16. 7 65 77. melalui peristiwa hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Ekaristi mengungkapkan cinta Yesus secara total 0 13 15. 5 66 78. kepada manusia dengan Jumlah mengorbankan hidupNya sendiri bagi Ekaristi disebut juga sebagai upacara pemecahan roti yang melambangkan kesatuan manusia dengan Tuhan dan sesama. Berdasarkan teori dan hasil analisa diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas 83,3% Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar memahami Perayaan Ekaristi secara umum. Meskipun demikian masih ada 23. mengatakan belum memahami secara penuh mengenai pemahaman umum tentang Perayaan Ekaristi. Maka, perlu adanya katekese khusus tentang pemahaman umum tentang Perayaan Ekaristi. Hasil analisa data pada bagian ini menyatakan pemahaman Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar tentang Perayaan Ekaristi. Susunan Perayaan Ekaristi Perayaan Ekaristi memiliki tata atau struktur dalam setiap bagiannya. Terdapat dua bagian pokok dari tata Perayaan Ekaristi ini, yaitu Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Selain kedua pokok penting tersebut, terdapat pula Ritus Pembuka dan Ritus Penutup yang mengapit kedua pokok Perayaan Ekaristi. Keempat bagian tersebut memiliki hubungan yang begitu erat, sehingga seluruhnya merupakan satu tindakan ibadat (SC . Berikut merupakan hasil analisa data penelitian tentang pemahaman Orang Muda Katolik tentang susunan Perayaan Ekaristi. Tabel 2: Susunan Perayaan Ekaristi Jawaban Jumlah Pernyataan F % Liturgi pembuka terdiri dari perarakan masuk, salam, kata pengantar, 1 pernyataan tobat. Tuhan 1 1. 2 12 14. 3 71 84. 5 84 100. Kasihanilah kami, kemuliaan, dan doa 2 Liturgi Sabda terdiri dari 2 2. 4 13 15. 5 69 82. 1 84 100. bacaan pertama, mazmur tanggapan, bacaan kedua, bait pengantar Injil, bacaan Injil, homili, syahadat dan doa umat. Liturgi Ekaristi merupakan puncak dari Perayaan Ekaristi Ritus penutup terdiri dari pengumuman, berkat penutup, pengutusan dan perarakan keluar Berdasarkan teori dan hasil analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas 84,5% Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar memahami tentang susunan Perayaan Ekaristi dengan baik. Meskipun demikian masih ada 9. mengatakan belum memahami secara penuh mengenai susunan Perayaan Ekaristi. Maka, perlu adanya katekese khusus tentang susunan Perayaan Ekaristi. Orang Muda pada Umumnya Istilah Orang Muda Katolik sediri telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, mulai dari istilah kaum muda, kawula muda. Mudika . uda-mudi Katoli. sampai yang terakhir menjadi Orang Muda Katolik (OMK). Orang Muda Katolik (OMK) merupakan sebuah organisasi Gereja yang didalamnya terdapat sekumpulan orang muda yang beragama Katolik baik laki-laki maupun perempuan yang berusia 15 sampai 35 tahun dan yang belum menikah (Tangdilintin, 2008:. Menurut definisi ini, kaum muda Katolik adalah mereka yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga yang masih kuliah dan bekerja dengan status belum menikah. Terhadap Orang Muda Katolik (OMK). Gereja memandangnya pertama-tama bukan soal batasan usia melainkan adanya sebuah komunitas yang memiliki potensi untuk bertumbuh dan berkembang, dan juga berperan dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat (Utami dan Antonius Tse, 2018:. Pada bagian ini ditampilkan hasil analisa data penelitian mengenai pemahaman Orang Muda Katolik Paroki St. Karanganyar tentang Orang Muda Katolik. No Tabel 3: Pemahaman Umum Tentang Orang Muda Katolik Jawaban Jumlah Pernyataan F % OMK adalah organisasi 9 84 100. Orang Muda Katolik. Orang Muda Katolik (OMK) merupakan sebuah organisasi Gereja yang didalamnya 4 9 10. 7 73 86. 9 84 100. terhimpun orang muda yang beragama Katolik baik laki-laki maupun Anggota OMK terdiri dari pemuda dan pemudi Katolik yang sudah 3 14 16. 7 63 75. 0 84 100. berusia 13 sampai 35 tahun dan yang belum Gereja memandang Orang Muda Katolik (OMK) pada tempat pertama sebagai suatu komunitas yang memiliki kemampuan 6 11 13. 1 70 83. 3 84 100. untuk bertumbuh dan berkembang, dan berperan aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Orang Muda Katolik (OMK) adalah harapan Gereja pada masa 7 70 83. 3 84 100. sekarang dan pada masa Orang Muda Katolik merupakan komunitas 4 15 17. 9 67 79. 8 84 100. kaum muda Katolik dimana anggota67 anggotanya memiliki kemauan dan kerinduan yang sama untuk bertumbuh dan berkembang menjadi kader-kader Gereja dan Berdasarkan teori dan hasil analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas 86,9% Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar memahami tentang Orang Muda Katolik dengan baik. Meskipun demikian masih ada 38. mengatakan belum memahami secara penuh mengenai pemahaman umum Orang Muda Katolik. Maka, perlu adanya pendampingan khusus tentang siapa itu Orang Muda Katolik. Keterlibatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki St. Pius X Karanganyar, merupakan perkumpulan orang muda baik perempuan maupun laik-laki dalam lingkup Paroki yang berusia 15 sampai 35 tahun dan yang belum menikah. Keterlibatan atau partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam Perayaan Ekaristi sangatlah penting. Dalam PUMR 19, dijelaskan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif umat Katolik dalam Perayaan Ekaristi mengungkapkan bahwa hakekat dari Perayaan Ekaristi adalah perayaan umat. Menghadiri Perayaan Ekaristi bukanlah sekedar datang membawa badan, tetapi datang dengan membawa pikiran dan hati untuk dipersembahkan bersama roti dan anggur yang akan menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Partisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi tidak hanya dinilai dalam menjawab dan ikut bernyanyi dalam Perayaan Ekaristi, melainkan juga sikap tata gerak dan sikap tubuh dalam mengikuti Perayaan Ekaristi. Pada bagian ini dikemukakan hasil analisa data penelitian tentang keterlibatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi. Tabel 4: Keterlibatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi Jawaban Jumlah Pernyataan Orang Muda Katolik 1 Paroki St. Pius X 3 36 42. 9 36 42. 9 84 100. Karanganyar secara rutin melaksanakan Perayaan Ekaristi bersama sebagaimana telah mereka programkan sendiri. Melalui Perayaan Ekaristi. Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar belajar mencintai Perayaan Ekaristi dan menghayati makna Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi mendorong dan memotivasi Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar supaya semakin aktif terlibat dalam kehidupan Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar semakin memahami dan mengimani cinta kasih dan pengorbanan Yesus bagi umat Perayaan Ekaristi membuat Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar semakin memahami dan menghayati makna cinta kasih dan pengorbanan Yesus dalam hidup seharihari. Perayaan Ekaristi mendorong dan memotivasi Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar untuk selalu berbuat baik dan mencintai sesama. Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Pius X Karanganyar semakin mengerti dan menghayati arti dan makna sikap syukur dalam hidup seharihari. Berdasarkan teori dan hasil analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas 72,6% Orang Muda Katolik St. Pius X Karanganyar memahami tentang pemahaman Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi. Meskipun demikian masih ada 39. 3% mengatakan belum memahami secara penuh mengenai pemahaman Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar. Maka. Orang Muda Katolik ini perlu mendapat pendampingan khusus tentang pemahaman Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi. Korelasi Antara Pemahaman dan Penghayatan Perayaan Ekaristi dengan Orang Muda Katolik di Paroki St. Pius X Karanganyar Analisa korelasi ini terdiri dari dua bagian. Analisa korelasi pertama bertujuan untuk menganalisis keikutsertaan kaum muda dalam Perayaan Ekaristi sebagai variabel independen (X) dan dampaknya terhadap pemahaman dan penghayatan Ekaristi, arti dan makna cinta kasih Yesus, serta rahmat dan kebaikan Tuhan sebagai variabel dependen (Y). Analisa korelasi yang kedua berkaitan dengan Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik sebagai variabel indpenden (X) dan ketertarikan dalam Perayaan Ekaristi, upaya memahami dan menghayati Perayaan Ekaristi, keterlibatan dalam kehidupan Gereja, menghayati sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari sebagai variabel dependen (Y). Tabel 5: Korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi dengan pemahaman tentang arti dan makna Perayaan Ekaristi, makna cinta kasih, dan sikap syukur atas kasih dan kebaikan Tuhan Person Signifikan Pertanyaan Korelasi (P) Koefisien Melalui Perayaan Ekaristi. Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar belajar ,380** ,000 mencintai Perayaan Ekaristi dan menghayati makna Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi mendorong dan memotivasi Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X ,459** ,000 Karanganyar supaya semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja. Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar 3 semakin memahami dan mengimani cinta ,359** ,001 kasih dan pengorbanan Yesus bagi umat Perayaan Ekaristi membuat Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar 4 semakin memahami dan menghayati makna ,304** ,005 cinta kasih dan pengorbanan Yesus dalam hidup sehari-hari. Perayaan Ekaristi mendorong dan memotivasi Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X ,374** ,000 Karanganyar untuk selalu berbuat baik dan mencintai sesama. Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Pius X Karanganyar ,369** ,001 semakin mengerti dan menghayati arti dan makna sikap syukur dalam hidup sehari-hari. Hasil analisa korelasi antara kehadiran Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar (X) dengan sikap mencintai Perayaan Ekaristi dan menghayati makna Perayaan Ekaristi (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Analisa korelasi kehdiran Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi (X) dengan keterlibatan orang muda dalam hidup menggereja (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi bagian ketiga terkait korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi (X) dengan pemahaman dan penghayatan dengan pemahaman akan kasih dan pengorbanan Yesus (Y), mengungkapkan adanya korelasi yang signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi bagian keempat terkait dengan korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi (X) dengan pemahaman dan penghayatan Perayaan Ekaristi dengan pemahaman dan penghayatan arti dan makna cinta kasih dan sikap syukur atas kasih dan kebaikan (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi (X) semangat atau motivasi untuk berbuat baik dalam diri Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi (X) dengan semangat menghayati arti dan makna sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari bagi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Pius X Karanganyar (Y), menujukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Berdasarkan hasil analisa korelasi ini maka dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi signifikan dari korelasi antara keterlibatan Orang Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi terhadap pemahaman dengan penghayatan arti dan makna Perayaan Ekaristi, makna cinta kasih, dan sikap syukur atas kasih dan kebaikan Tuhan, hal ini disebabkan karena nilai P semuanya adalah (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Tabel 6: Korelasi antara pemahaman tentang Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong dengan upaya memahami menghayati Perayaan Ekaristi, keterlibatan dalam kehidupan Gereja, menghayati sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar secara rutin melaksanakan Perayaan Ekaristi bersama sebagaimana telah mereka programkan sendiri. Melalui Perayaan Ekaristi. Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar belajar mencintai Perayaan Ekaristi dan menghayati makna Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi mendorong dan memotivasi Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar supaya semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja. Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar semakin memahami dan mengimani cinta kasih dan pengorbanan Yesus bagi umat Perayaan Ekaristi membuat Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar semakin memahami dan menghayati makna cinta kasih dan pengorbanan Yesus dalam hidup sehari-hari. Perayaan Ekaristi mengakibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Pius X Karanganyar semakin mengerti dan menghayati arti dan makna sikap syukur dalam hidup sehari-hari. Person Korelasi Koefisien Signifikan (P) ,374** ,000 ,725** ,000 ,752** ,000 ,774** ,000 ,800** ,000 ,744** ,000 Hasil analisa korelasi antara Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik (X), dengan kebiasaan mengikuti Perayaan Ekaristi (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi antara Ekaristi sebagai sumber motivasi dan daya dorong (X), dengan upaya mencintai dan menghayati Perayaan Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi signifikan antara Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik (X), dengan keterlibatan aktif kaum muda dalam hidup menggereja (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi signifikan antara pemahaman tentang Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik (X), dengan upaya memahami dan mengimani cinta kasih dan pengorbanan Yesus (Y), menujukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena adanya nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi antara Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik (X), dengan semakin memahami dan menghayati makna cinta kasih dan pengorbanan Yesus dalam hidup sehari-hari (Y), menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Hasil analisa korelasi antara Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik (X), dengan pemahaman dan penghayatan sikap syukur (Y). Menunjukkan adanya korelasi signifikan (,. Hal ini disebabkan karena nilai P (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. Berdasarkan hasil analisa korelasi ini maka dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi antara Ekaristi sebagai sumber motivasi atau daya dorong untuk berbuat baik dengan ketertarikan dalam Perayaan Ekaristi, upaya memahami menghayati Perayaan Ekaristi, keterlibatan dalam kehidupan Gereja, menghayati sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari, hal ini disebabkan karena nilai P semuanya adalah (,. lebih kecil dari pada nilai tabel 0,05. KESIMPULAN Perayaan Ekaristi adalah perayaan yang biasanya dirayakan umat pada setiap Minggu bahkan setiap hari di Gereja. Perayaan Ekaristi merupakan sebuah peristiwa yang sangat Agung, karena ada sebuah pengorbanan diri Yesus Kristus yang rela sengsara, wafat dikayu salib demi umat-Nya manusia. Sakramen Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup umat beriman Kristiani dimana Yesus Kristus senantiasa hadir di tengah-tengah umat-Nya termasuk anak-anak, orang muda, sampai orang tua atau lansia. Orang Muda Katolik merupakan penerus Gereja di masa depan. Maka. Orang Muda Katolik diajak untuk menghayati dan mencintai Perayaan Ekaristi secara lebih mendalam. Dengan Orang Muda Katolik mendalami dan memahami Perayaan Ekaristi dengan baik, maka akan membawa dampak baik pula bagi perkembangan iman Orang Muda Katolik untuk masa depan. Sebab. Orang Muda Katolik dikenal sebagai para penerus dan penggerak Gereja di masa yang akan datang. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan proses pengumpulan data kuesioner atau angket dengan jumlah responden 84. Dari hasil analisa data penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memahami Perayaan Ekaristi secara umum. Kedua, mayoritas responden memahami susunan Perayaan Ekaristi dengan baik. Ketiga, mayoritas responden memahami pemahaman umum tentang Orang Muda Katolik. Keempat, mayoritas responden memahami bahwa adanya keterlibatan Orang Muda Katolik Paroki St. Pius X Karanganyar dalam Perayaan Ekaristi. Berdasarkan hasil analisa data penelitian mayoritas Orang Muda Katolik memahami Perayaan Ekaristi secara lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA