MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia HEDONISME DALAM SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI Erly Rizky Kamalia STAI Nahdlatul Ulama Madiun erlykamalia0@gmail. Abstract Islam menolak tegas perilaku hedonisme yang berbentuk larangan sifat boros serta kikir karena bertolakbelakang dengan konsep kesederhanaan dalam Islam. Penelitian ini tidak hanya menyajikan hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam tapi juga kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini mencoba menggali kesesuaian antara hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam dan kesejahteraan ekonomi. Sebagai bagian dari studi Ekonomi SyariAoah, penelitian ini mengupas hedonisme dalam Islam dan kesejahteraan ekonomi sehingga dapat menjadi kontribusi bagi keilmuan yang sesuai. Metodologi penelitian dalam kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan . ibrary researc. dengan memanfaatkan sumber primer berupa Al-QurAoan, hadis, dan kitab tafsir, serta literatur ekonomi Islam. Sedangkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian terkait hedonisme, perilaku konsumtif, dan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup serta tindakan insan. Pada umumnya kaum hedonisme ini menganggap bahwa hidup ini hanya satu kali. Hedonisme adalah suatu hal yang sangat dilarang dilakukan dalam Islam. Islam mengajarkan halhal kesederhanaan di dalam kehidupan. Maka dari itu sikap hedonisme sangat bertolak belakang dengan agama Islam. Jika dipandang dalam sudut pandang ekonomi, hedonisme memiliki sisi positif dan memiliki sisi negatif. Namun, hendaklah kita sebagai manusia untuk tidak bersifat menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak penting. Keywords: Hedonisme. Islam. Kesejahteraan Ekonomi. Pendahuluan Hedonisme merupakan sebuah pandangan hidup yang berasumsi bahwa seorang akan bahagia dengan mencari kebahagiaan sebesar mungkin serta menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup serta tindakan insan. Pandangan hidup ini hanya ingin memperoleh laba sebanyakbanyaknya dan hanya berlandaskan kepada keuntungan materi semata. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 57 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Perilaku hedonis atau konsumtif dapat muncul akibat berbagai faktor pribadi, seperti minimnya pemahaman dan pengetahuan agama. Selain itu, kondisi ekonomi serta lingkungan sosial, termasuk status dan citra sosial seseorang, juga berperan dalam membentuk kecenderungan perilaku tersebut (Hujaimah dkk. Hedonisme dalam konsumsi tampak dalam berbagai bentuk aktivitas sehari-hari, seperti kebiasaan membeli barang mewah yang tidak esensial, mengikuti tren fashion semata-mata demi gaya tanpa memikirkan kebutuhan, atau mengeluarkan uang berlebihan untuk hiburan dan gaya hidup. Tindakan-tindakan tersebut umumnya dipicu oleh dorongan untuk memperoleh pengakuan sosial atau menaikkan status di hadapan orang lain (Nadhifah & Syakur, 2. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis tidak sekadar menjadi cara pandang, tetapi juga berfungsi sebagai simbol atau penanda status sosial di tengah masyarakat (Herlina, 2. Hedonisme pada diri seorang Muslim terlihat ketika kehidupannya berpusat pada pemuasan keinginan dan pencarian kenikmatan duniawi yang sifatnya Cara pandang ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam, karena hedonisme mengabaikan keyakinan tentang hari pembalasan dan menganggap bahwa kebahagiaan sepenuhnya dapat diraih di dunia tanpa menunggu kehidupan akhirat yang belum pasti. Islam tidak menutup peluang bagi umatnya untuk memperoleh kesejahteraan materi, namun tetap menegaskan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir (Elfira dkk. , 2. Islam menolak tegas perilaku hedonisme yang berbentuk larangan sifat boros disatu sisi serta kikir disisi lainnya. Karena kedua sifat ini bertolak belakang dengan konsep kesederhanaan dalam Islam. Prinsip sederhana ini juga berlaku dalam pembelanjaan, manusia dilarang berlaku kikir dan boros. Dalam firman Allah QS. Al-A'raaf . : 31. QS. Al-Maidah . : 87, serta QS. Al-Furqan . Al-QurAoan dan hadis menjelaskan, seorang Muslim sepantasnya memakai kekayaannya dalam hal yang berguna serta tidak digunakan dalam hal yang siasia. Kebutuhan manusia itu tidak terbatas, karena kebutuhan berhubungan erat bersama kepuasan yang pada intinya juga tak terbatas. Kebutuhan insan berkaitan Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 58 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia erat dengan menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk kepuasan Selama hidupnya, manusia akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan tadi, apabila semakin terpenuhi maka kebutuhan tadi juga semakin bertambah. Dalam ajaran konsumsi Islam, kebutuhan harus diutamakan daripada sekadar keinginan, dan pemenuhan kebutuhan tersebut berlandaskan pada prinsip Setiap individu wajib memenuhi kebutuhan pokoknya seperti sandang, pangan, dan papan. Maslahah sendiri mencakup segala kondisi baik material maupun nonmaterial yang dapat mengangkat dan menjaga martabat manusia sebagai makhluk yang mulia (Suryani, 2. Dalam ekonomi Islam, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya berorientasi pada aspek material. Sistem ini berlandaskan konsep khas tentang kesejahteraan dan kehidupan yang baik, yang menekankan pentingnya persaudaraan serta keadilan sosial-ekonomi. Karena itu, ekonomi Islam menuntut terpenuhinya kepuasan secara seimbang antara kebutuhan material dan spiritual bagi seluruh umat manusia (Fuadi, 2. Kesejahteraan dalam ekonomi syariah diarahkan untuk mewujudkan kemakmuran manusia secara holistik, mencakup aspek material, spiritual, dan moral. Oleh karena itu, konsep kesejahteraan syariah tidak hanya bertumpu pada nilai-nilai ekonomi, tetapi juga pada nilai moral dan spiritual yang menyertainya (Suardi. Kajian terhadap gaya hidup hedonisme dilihat dari sudut pandang agama Islam beberapa kali dibahas oleh peneliti sebelumnya seperti Razali . Fitria & Prastiwi . , dan lainnya. Namun, penelitian ini tidak hanya menyajikan hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam tapi juga kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini mencoba menggali kesesuaian antara hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam dan kesejahteraan ekonomi. Sebagai bagian dari studi Ekonomi SyariAoah, penelitian ini mengupas keduanya sehingga dapat menjadi kontribusi bagi keilmuan yang sesuai. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 59 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Pengertian Hedonisme Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitas untuk mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, lebih banyak bermain, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian (Priansa, 2. Hedonisme berasal dari bahasa Yunani AoHedoneAo yang berarti kesenangan, kenikmatan, bersenang-senang. Hedonisme adalah sebuah kepercayaan bahwa kesenangan harus merupakan tujuan utama dalam hidup. Sedangkan dalam bahasa Arab AuhedonismeAy disebut dalam istilah AuMadzhab Al MutAoahAy atau AuMadzhab Al Ladzzdzah Au. Dalam kamus Al-Munawwir disebutkan sebagai berikut: Hedonisme adalah sebuah aliran yang mengatakan bahwa sesungguhnya kelezatan dan kebahagiaan adalah tujuan utama dalam hidup (Fitria & Prastiwi, 2. Sederhananya pengertian hedonisme mengacu kepada suatu pemahaman untuk bermegah-megahan dan kesenangan terhadap kenikmatan, jadi penganut pemahaman ini menganggap bahwa kebahagiaan dan kesenangan dapat diraih dengan melakukan banyak hal-hal menyakitkan hidup di dunia (Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, 2. Gaya hidup hedonisme sudah menjadi semangat pada zaman ini. pola hidup yang aktivitasnya hanya untuk mencari kesenangan dan kenikmatan materi, berkeyakinan akan pentingnya harta dalam hidup dan menjadikan materi sebagai sumber kepuasan dan ketidakpuasan. Orang-orang yang menganut aliran hedonis umumnya memiliki penampilan yang modis, dan sangat memperhatikan penampilan serta boros. Penganut hedonisme berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidupnya. Gaya hidup hedonis, konsumtif dan fantatif ini akibat dari pengaruh era globalisasi dan era informasi (Priansa, 2. Hedonisme merupakan sebuah pandangan hidup yang menyatakan kesenangan untuk menikmati segalanya adalah tujuan hidup manusia di dunia ini. Kondisi hedonisme banyak ditemukan dilingkungan masyarakat bukan hanya pada pelajar, dan anak-anak muda atau mahasiswa, nampaknya sudah menjangkiti di semua lapisan atau menyeluruh dalam berbagai kalangan masyarakat. Awalnya Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 60 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia gaya hidup ini hanya dilakukan oleh kebanyakan dari orang-orang berduit yang selalu memperhatikan penampilan luar dan menikmati hidup ini sesuai dengan keinginannya atau mengikuti tren yanga ada. Selanjutnya gaya hidup ini dirasa dampak hedonisme tidak selalu positif. Budaya hedonisme saat ini marak terjadi di Indonesia dan menjangkit semua kalangan (Choliq, 2. Sebagaimana kita ketahui, dewasa ini manusia sangat antusias dengan hal-hal yang baru. Hal itu disebabkan oleh daya pikatnya yang luar biasa, sehingga ada kecenderungan untuk memilih kehidupan yang enak, mewah dan serba berkecukupan tanpa bekerja keras. Seolah Aopola hidup gaul, hits dan kekinianAo merupakan predikat yang harus diraih dan baru akan melekat bila ia mampu memenuhi predikat tsersebut. Sikap dan sifat inilah yang dikenal dengan istilah budaya hedonisme. Faktor hidup hedonisme ini dipengaruhi oleh beberapa hal misalnya pengaruh kerabat atau teman, faktor bacaan, tontonan dan lain sebagainya (Yunus, 2. Sejarah Kemunculan Hedonisme Secara umum hedonisme mempunyai arti pandangan hidup yang beranggapan bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan hidup Pada umumnya kaum hedonisme ini menganggap bahwa hidup ini hanya satu kali. Oleh karena itu, mereka ingin menikmati hidup itu dengan senikmatnikmatnya dan sebebas-bebasnya tanpa adanya batasan. Pandangan mereka sudah muncul sejak zaman Yunani Kuno yakni pandangan Epikuros. Epikuros menyatakan pertanyaan: AuBergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu karena esok engkau akan matiAy. Pandangan Epikuros tersebut bukan pandangan pertama mengenai hedonisme, melainkan pandangan yang paling rinci mengenai hal ini (Dewojati, 2. Epikorus . -272 SM) adalah salah satu filsuf Yunani yang menganggap bahwa pengajaran kesenangan, kenikmatan dan kegembiraan adalah sesuatu yang sangat alamiah. Tokoh inilah yang kemudian memunculkan aliran baru dalam filsafat yang disebut sebagai epikurenisme,salah satu aliran filsafat yang sangat Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 61 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia berpengaruh di Roma setelah Plato dan Aristoteles. Menurut Epikorus, orangorang yang bijaksana tidak takut pada kehidupan karena Dewa tidak memperhatikan manusia. Filsafat Epikorus mengarah kepada satu tujuan yaitu memberikan jaminan kebahagiaan pada manusia (Dewojati, 2. Ajaran Epikorus menitikberatkan persoalan kenikmatan. Apa yang tidak baik adalah segala sesuatu yang mendatangkan kenikmatan, dan apa yang buruk adalah segala sesuatu yang menghasilkan ketidaknikmatan. Namun demikian, bukanlah kenikmatan yang tanpa adanya aturan yang dijunjung kaum Epikuream, melainkan kenikmatan yang dipahami secara mendalam. Kaum Epikuream membedakan keinginan alami yang perlu . isalnya maka. dan keinginan alami yang tidak perlu . eperti makan yang ena. , serta keinginan yang sia-sia . eperti kekayaan/harta yang berlebih-lebiha. Keinginan pertama harus dipuaskan dan pemuasnya secara terbatas menyebabkan kesenangan paling besar. Oleh sebab itu, kehidupan sederhana disarankan oleh Epikorus. Tujuannya untuk mencapai ketentraman jiwa yang tenang, kebebasan dari rasa risau dan kehidupan yang seimbang. Hedonisme sudah muncul sejak awal munculnya filsafat, atau saat manusia mulai berfilsafat yaitu pada tahun 433 sebelum masehi (Ismail, 2. Ciri-ciri Hedonisme Berikut ini adalah ciri-ciri dari hedonisme, yaitu: Kesenangan pribadi adalah tujuan hidup Tujuan utama hidupnya menjadi sebatas kesenangan dan kepuasan Mereka akan menghindari rasa sakit dengan menciptakan rasa senang Kenikmatan dan kesenangan pribadi menjadi di atas segala-galanya. Berperilaku konsumtif Cara membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang memuaskan diri. Misalnya membeli barang yang tidak dibutuhkan, selalu memilih makanan-makanan mewah, sering mentraktir teman, dan lainnya. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 62 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Perilaku ini termasuk konsumtif yang berlebihan ini tidak berdasarkan kebutuhan melainkan gaya hidup dan keinginan belaka. Mereka bahkan bisa membelanjakan uangnya lebih banyak untuk hal-hal yang tidak terlalu Gaya hidup seperti ini dapat dikatakan sebagai pemborosan. Egois Mereka cenderung memiliki sifat individualis dan tidak memedulikan Kebahagiaan sendiri lah yang patut diperjuangkan. Sayangnya, untuk mendapatkan kebahagiaan semu itu mereka bisa mengorbankan orang lain. Orang-orang dengan gaya hidup seperti ini juga bisa mengorbankan kebutuhan penting mereka. Misalnya, lebih baik belanja ke mall dengan teman komunitas dan rela hanya makan mie instan hingga beberapa hari. Mereka cenderung egois dan tidak bertanggungjawab. Sombong Ciri-ciri lainnya adalah sifat sombong karena menilai penampilan mereka yang paling baik dibandingkan orang lain. Mereka bisa diskriminatif dan memandang orang lain hanya dari harta kekayaan atau penampilan luarnya saja. Tidak pernah merasa puas Saat memanjakan diri memang dapat memberikan kepuasan batin. Namun, pada orang-orang yang sudah terjebak di gaya hidup ini tidak pernah merasa puas. Mereka akan terus mencari apa yang membuatnya senang dan bahagia (RHB Tradesmart, 2. Faktor Penyebab Hedonisme Adapun faktor-faktor penyebab hedonisme dapat dikelompokkan menjadi dua Perlu kita sadari bahwa gaya hidup hedonisme tidak terjadi begitu saja, paham hedonisme, baik itu faktor dari dalam diri sendiri AuinternalAy ataupun dari luar AueksternalAy. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 63 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang didasarkan pada keyakinan diri sendiri untuk bergaya hidup sesuai keinginannya, hal ini penyebab hedonisme yang paling utama. Sudah menjadi sifat dasar manusia ingin memiliki kesenangan dengan bekerja seringan mungkin, pada umumnya berperilaku berbelanja secara boros dengan membeli apa yang diinginkan. Sifat dasar yang lain adalah rasa tidak puas manusia yang tidak berujung. Hal inilah yang kemudian menjadikan manusia sebagai makhluk yang serakah dan cenderung materialistik. Kecenderungan inilah, yang apabila tidak dikendalikan dengan baik akan menyebabkan perilaku konsumerisme, yang berujung kemudian kepada hedonisme. Faktor Eksternal Pengaruh dari lingkungan secara langsung atau tidak langsung bisa hidup hedonisme. Faktor penyebab hedonisme dari luar yang paling utama ialah arus informasi dari luar yang sangat besar atau globalisasi. Kebiasaan-kebiasaan dan paham orang dari luar negeri atau budaya asing yang dianggap bisa membuat senang kemudian diadaptasi tanpa difilter lebih dahulu oleh masyarakat Indonesia. Adapun faktor eksternal yang lain menjadi penyebab hedonisme yang paling Media menyebabkan arus informasi mengalir begitu derasnya, informasi yang ada di satu belahan dunia secara langsung dapat dinikmati di belahan dunia lainnya. Ada banyak faktor ekstrinsik . aktor yang datang dari luar dir. yang memicu atau mendorong emosi mereka menjadi manusia hedonisme, antara Orang tua dan kerabat atau lingkaran pertemanan adalah penyebab utama generasi mereka menjadi hedonisme. Orangtua lalai untuk mewarisi anak dengan norma dan gaya hidup timur yang punya spiritual. Orang tua tidak banyak mencampurtangankan anak tentang hal spiritual. Sebagian orang tua jarang yang ambil pusing apakah anak sudah melakukan perintah agama atau Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 64 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia dan tidak sedih melihat mereka kalau tidak mengerti dengan nilai puasa atau nilai agama. Faktor bacaan memang dapat mempengaruhi bahkan mencuci otak seseorang maupun mahasiswa maupun masyarakat untuk menjadi orang yang prinsip hedonisme. Kebiasaan-kebiasaan mahasiswa kalau pulang kampus pergi dulu ketempat keramaian, pasar, atau mampir di kios penjualan majalah dan tabloid. Mereka senang dengan bacaan mengenai trend atau gaya hidup terbaru dan entertainment sehingga timbul keinginan untuk mengikuti atau menirunya yang ujung-ujung kearah yang Pengaruh siaran atau tontonan melalui tayangan televisi seperti: profil sinetron, liputan tokoh selebriti dan iklan, juga mengundang mahasiswa untuk mengejar hedonisme. Majalah remaja dan kebanyakan tema televisi bisa sama saja mempunyai pengaruh yang negatif. Isinya banyak mengupas tema tema berpacaran, ciuman, pelukan, perceraian, pernikahan, hamil di luar nikah dan bermesraan di muka publik sudah tidak menjadi masalah, seolah-olah beginilah ajakan misi televisi dan majalah yang tidak banyak mendidik, kecuali hanya banyak menghibur. Majalah dan tema televisi komersil di negara kita yang hanya mementingkan keuntungan tanpa mempertimbangkan budaya timur memang sedang konsumerisme bukan memotivasi mereka untuk menjadi generasi produktif. Tema iklannya adalah Aumanjakanlah kulitmuAy. Andaikata semua mahasiswa dan kemudian mahasiswa melakukan hal yang demikian, memanjakan atau memuja kulitnya. Pastilah sawah dan ladang, serta lahan-lahan subur makin banyak yang tidak terurus. Karena mereka semua takut jadi hitam. Padahal untuk manusia yang patut dimuliakan adalah kualitas intelektual, kualitas spiritual dan kualitas hubungan dengan manusia . ualitas fikiran dan keimana. (Choliq, 2. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 65 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Dampak Hedonisme Perilaku hedonisme ini sangat mudah kita temukan di tengah masyarakat baik melalui media sosial ataupun kita lihat sendiri secara langsung di berbagai tempat, namun banyak yang tidak menyadari bahwa mereka tengah terjerumus dalam hedonism. Perilaku hedonisme pada umumnya lebih cenderung ke arah Berikut ini adalah masyarakat atau seseorang yang sedang terjangkit gaya hidup seperti ini, beberapa dampak hedonisme pada masyarakat, antara lain: Individualisme, berperilaku hedonisme cenderung individualis atau menganggap diri sendiri lebih penting dari orang lain. Konsumtif, kebiasaan membeli barang-barang yang tak dibutuhkan, hal ini dilakukan hanya untuk kesenangan semata-mata karena untuk kesenangan Egois, masih berhubungan dengan individualis mereka yang berperilaku hedonisme biasanya lebih mementingkan diri sendiri tanpa peduli orang lain. Cenderung pemalas, sebagian orang yang terjerumus hedonisme biasanya cenderung menjadi orang pemalas dan tidak menghargai waktu. Kurang bertanggung jawab, selain menjadi pemalas, penganut hedonisme biasanya kurang bertanggung jawab, bahkan kepada dirinya sendiri. Boros, hidup hedonisme biasanya sangat boros. Mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk hal-hal yang membuat senang tanpa perduli manfaat dan kegunaan barang yang dibeli. Korupsi, salah satu dampak hedonisme yang sering terjadi pada seseorang adalah kebiasaan korupsi, bukan hanya korupsi uang, namun juga hal lain, seperti korupsi waktu, korupsi pekerjaan dan lain sebagainya (Choliq, 2. Metodologi Metodologi penelitian dalam kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan . ibrary researc. Penelitian ini menelaah konsep hedonisme, pandangan Islam, serta implikasinya terhadap kesejahteraan ekonomi Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 66 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia dengan memanfaatkan sumber primer berupa Al-QurAoan, hadis, dan kitab tafsir, serta literatur ekonomi Islam. Sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian terkait hedonisme, perilaku konsumtif, dan kesejahteraan ekonomi. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema pokok, dilengkapi analisis komparatif untuk melihat perbedaan dan kesesuaian antara konsep hedonisme modern dan prinsip Islam, serta analisis induktif-deduktif untuk menarik kesimpulan sistematis. Pendekatan normatif-teologis dipadukan dengan perspektif sosiologis-ekonomi guna memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana Islam memandang gaya hidup hedonis dan bagaimana perilaku tersebut berdampak pada kesejahteraan ekonomi individu maupun masyarakat. Hedonisme dalam Islam Fitrah manusia selalu menginginkan kehidupannya lebih cenderung mengarah kepada kesenangan. Setiap manusia menginginkan menjadi orang yang selalu dalam keadaan senang. Dan tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan kesenangan. Kesenangan itu tidak lepas dari beberapa hal, yaitu harta, tahta, jabatan dan wanita, sehingga mereka lebih cenderung mencintai kehidupan keduniawian serta menjadikannya berperilaku gaya hidup bermegahmegahan demi memenuhi kesenangan atau kepuasannya serta kenikmatan di atas segala-galanya atau yang lebih dikenal dengan sebutan hedonisme. Allah Subhanahu Wa TaAoala berfirman dalam Al Quran, a AO ace eE aICa eIA ca A aac EA ca A aN OA ca aA ac aO eE a acI eOIa aO eECaIA ca aA acIIA ca A a ac acIIa Eac aNA ca ca acOIa acEEIA a AEIA AcEEa ac eIaNA a A acE aE aIaA ca A acO aI ac aOeEa eI a acI aO eE a eA ca AaO eE acAA A eE a OO ac Eac eI aO aOA a A ac aO eE a eO acE eE aIA ca Aa aeI eE aI A Artinya: AuDijadikan indah pada . manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 67 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . Ay (QS. Ali Imron: . Kesenangan hidup adalah salah satu gaya hidup hedonis yang selalu diprioritaskan oleh manusia, yaitu dengan kesenangan hidup berupa harta, jabatan, dan keturunan itulah manusia diuji oleh Allah SWT. Orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya serta tempat untuk saling bermegahmegahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak, harta-benda, kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya (Mulyawati, 2. Dalam Al-QurAoan suatu kalimat yang menjelaskan atau yang memiliki arti sama dengan hedonisme adalah At-Takathur sebagaimana yang diterjemahkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia, yang artinya bermegah-megahan, yaitu bermegah-megahan dalam soal harta, jabatan, pangkat atau kedudukan, kemuliaan dan seumpamanya (Manan, 2. Islam melarang umatnya dari hal bermegah-megahan. Al-QurAoan telah memperingatkan umat manusia agar senantiasa waspada terhadap penyakit ini dengan sangat keras dengan ancaman siksaan yang amat pedih, baik ketika berada di alam barzakh maupun di alam akhirat kelak. Hal ini terlihat jelas bahwa maksud dari firman Allah SWT. AuAlhakumuttakathurAy adalah waAoid atau ancaman terhadap orang-orang yang selama hidupnya hanya sibuk mengurusi urusanurusan duniawi sampai mereka masuk ke liang lahat sedang mereka tidak sempat Mereka pasti akan mengetahui akibat perbuatan mereka itu dengan Auainul yaqinAy. Menurut sebagian pendapat ulama bahwa tidak ada keraguan lagi bahwa di alam barzakh manusia dihidupkan lagi sebagaimana mereka hidup di dunia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Munkar dan Nakir serta menjalani apa-apa yang telah dipersiapkan Allah baik berupa kemuliaam maupun siksa akibat perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Huzzli menjelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk mencapai kebahagian di dalam Akan tetapi, mengejar kebahagian akan membuatnya lupa dalam beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, kebahagian dunia bersifat sementara. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 68 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Bermegah-megahan adalah salah satu jalan umat manusia untuk mengikuti hawa Qurtuby mengatakan bahwa hawa nafsu adalah perusak dan jikalau kita mengikutinya, akan membahayakan pribadi tersebut (Razali, 2. Berikut ini merupakan cara-cara Islam untuk menangkal perilaku Kuatkan Iman dan Pengendalian diri Untuk menikmati sesuatu muncul dari hawa nafsu yang sulit merasa Akan cendrung tidak mengetahui aturan halal ataupun haram. Yang dapat mengendalikan hanyalah kekuatan iman. Bersyukur Memperbanyak rasa syukur Bersyukur kepada Allah berarti menyadari betapa banyaknya nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia. Walau dalam keterbatasan materi kita harus tetap bersyukur karena ada kenikmatan lain berupa non-materi yang begitu banyak Allah berikan, trutama nikmat Iman dan Islam. QanaAoah Merupakan sikap yang rela menerima dan selalu merasa cukup dengan apa yang sudah dilakukan dengan maksimal, serta menerima dengan lapang dada atas hasil yang diperoleh. Baik ataupun buruk yang diterima, merupakan sifat QanaAoah dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah dan merasa puas dengan apa yang didapatkan. Beramal dan Bersedekah Beramal dan bersedekah dapat menghindari manusia dari perilaku Manusia dapat berpikir bahwa masih banyak orang yang tak seberuntung dengannya. Hal ini dapat membuat berpikir untuk menghamburhambur uang. Hidup Sederhana dan Jangan Boros Dengan memulai hidup sederhana, maka seseorang akan memulai hidup dengan mengutamakan kebutuhan bukan keinginan atau mengikuti hawa nafsu semata. Dengan menanamkan gaya hidup yang sederhana dan tidak boros seseorang bisa terhindar dari perilaku hedon (Ismail, 2. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 69 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Hedonisme dalam Kesejahteraan Ekonomi Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, hedonisme memiliki sisi positif dan memiliki sisi negatif. Dampak positif hedonisme dalam sudut pandang Berikut adalah beberapa dampak positif hedonisme yang dapat Pengaruh positif terhadap perilaku konsumtif: Hedonisme dapat mendorong individu untuk lebih fokus pada kenyamanan mereka dan mengurangi keberlanjutan, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada ekonomi. Hal ini karena konsumsi yang tinggi dapat membantu menjimpan ekonomi. Pengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan pribadi: Gaya hidup hedonisme berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan pribadi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian yang menemukan bahwa gaya hidup hedonisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa di Kota Makassar (Rumianti & Launtu, 2. Pengaruh positif terhadap kegiatan ekstrakurikuler: Hedonisme juga dapat mendorong individu untuk lebih banyak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menarik, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada ekonomi. Kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu mengembangkan keterampilan dan meningkatkan peluang pekerjaan. Pengaruh positif terhadap kesejahteraan mental: Hedonisme dapat membantu individu mencapai kesejahteraan mental dengan menghindari penderitaan dan fokus pada kenyamanan hidup (Superyou, 2. Kesejahteraan mental dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk beradaptasi dan mencapai tujuan dalam kehidupan. Namun, perlu diingat bahwa dampak hedonisme juga dapat negatif, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi dan perilaku konsumtif yang berlebihan. Berikut adalah beberapa dampak negatif hedonisme: Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 70 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Pengaruh pada konsumsi: Hedonisme mendorong individu untuk lebih fokus pada kebahagiaan. Gaya hidup hedonis memiliki sifat dan karakteristik perilaku atau budaya yang menginginkan pembelian impulsif dan konsumsi yang tidak seimbang. Hal ini dapat mengarah pada kenaikan permintaan dan penyerapan, yang pada gilirannya dapat mengancam kesejahteraan ekonomi. Pengaruh pada keuangan pribadi: Studi menunjukkan bahwa hedonisme mengarah pada perilaku keuangan pribadi yang tidak seimbang, seperti belanja berlebihan dan mengundang tagihan. Hal ini dapat mengakui penggunaan keuangan dan menguntungkan kesejahteraan ekonomi secara Pengaruh pada literasi keuangan: Faktor lain yang mempengaruhi hedonisme adalah literasi keuangan. Individu yang memiliki literasi keuangan yang baik dapat lebih memantau dan mengendalikan perilaku hedonisme mereka, sehingga mengurangi dampak negatif pada kesejahteraan ekonomi. Rendahnya literasi keuangan dapat berdampak pada perencanaan masa depan dan kebiasaan belanja yang berlebihan, menjadikannya menjadi hedon sehingga mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi (Manik & Dalimunthe, 2. Secara keseluruhan, hedonisme memiliki beberapa dampak terhadap kesejahteraan ekonomi, yang mencakup pengaruh pada konsumsi, keuangan pribadi, literasi keuangan, dan perilaku konsumtif. Dalam hal ini, penting untuk memperhatikan peran literasi keuangan dan mengendalikan perilaku hedonisme untuk mengurangi dampak negatif pada kesejahteraan ekonomi. Kesesuaian Hedonisme Sudut Pandang Agama Islam Kesejahteraan Ekonomi Hedonisme juga didefinisikan sebagai pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin salah satunya dengan membelanjakan atau mengkonsumsi barang secara Seharusnya kita sadar akan pemenuhan kebutuhan manusia dapat Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 71 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia dipenuhi dengan kesederhanaan tanpa perlu berperilaku konsumtif. Tujuan konsumsi dalam islam adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Pemenuhan kebutuhan . untuk pengabdian kepada Allah akan menjadikannya bernilai ibadah yang berpahala. Dalam kenyatannya, manusia dituntut untuk mencari rezeki, mengkonsumsi sesuatu yang halal dan tidak boleh berlebihan dalam membelanjakan sesuatu . Perilaku konsumsi yang sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-nya akan menjamin kehidupan manusia menjadi adil dan sejahtera didunia maupun diakhirat. Paham ini perlu diwaspadai, karena bisa merusak gaya hidup seseorang dengan menghalalkan segala cara untuk kenikmatan dan kesenangan saja. Sementara kebahagiaan dalam ajaran Islam bukan hanya mengejar kebahagiaan dan kenikmatan lahir yang sesaat, tetapi kebahagiaan adalah keseimbangan lahir dan batin yang dapat dinikmati dunia dan akhirat setelah berhasil mendapatkan ridha Allah SWT. Dalam sudut pandang agama Islam, hedonisme dianggap bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya didapatkan dari kesenangan duniawi semata, tetapi juga dari kebahagiaan spiritual dan ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, hedonisme dapat dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam sudut pandang kesejahteraan ekonomi, dampak hedonisme dapat Beberapa sumber menyebutkan bahwa perilaku hedonisme dapat berdampak positif terhadap ekonomi, karena dapat menggerakkan perputaran ekonomi melalui konsumsi yang tinggi. Namun, sumber lain menyebutkan bahwa dampaknya dapat negatif, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi. Misalnya, gaya hidup hedonisme dapat berpengaruh negatif terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa. Oleh karena itu, dampak hedonisme terhadap implementasinya (Rahma, 2. Macrovia Vol. 1 No. 1 Juni 2025 72 MACROVIA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. No. 1 Juni . DOI: x P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x https://ejournal. id/index. php/macrovia Kesimpulan Hedonisme merupakan sebuah pandangan hidup yang berasumsi bahwa seorang akan bahagia dengan mencari kebahagiaan sebesar mungkin serta menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup serta tindakan insan. Pada umumnya kaum hedonisme ini menganggap bahwa hidup ini hanya satu kali. Oleh karena itu, mereka ingin menikmati hidup itu dengan senikmat-nikmatnya dan sebebas-bebasnya tanpa adanya batasan. Pandangan mereka sudah muncul sejak zaman Yunani Kuno yakni pandangan Epikuros. Hedonisme adalah suatu hal yang sangat dilarang dilakukan dalam Islam. Islam mengajarkan hal-hal kesederhanaan di dalam kehidupan. Maka dari itu sikap hedonisme sangat bertolak belakang dengan agama Islam. Jika dipandang dalam sudut pandang ekonomi, hedonisme memiliki sisi positif dan memiliki sisi negatif. Namun, hendaklah kita sebagai manusia untuk tidak bersifat menghamburhamburkan harta untuk hal-hal yang tidak penting. Referensi