Journal of Community Engagement in Health | Vol. 2 No. 2 September 2019 | pp. 14 Ae 18 p-ISSN: 2620-3758 | e-ISSN: 2620-3766 DOI: 10. 30994/jceh. Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan Balita dalam meningkatkan Pengetahuan tentang Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Apri Sulistianingsih1* 1 Program Studi Di Kebidanan. STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung apri@gmail. Received 21 August 2019. Accepted 28 August 2019. Published 5 September 2019 ABSTRAK Pengetahuan ibu tentang gizi balita memberikan kontribusi dalam perilaku ibu memberikan makanan pada balita. Sampai saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi ganda. Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuat program kesehatan dengan melibatkan mahasiswa untuk penangan masalah kesehatan yang dikenal dengan One Student One Client (OSOC). Salah satu program OSOC adalah dengan memberikan edukasi konseling kepada ibu balita secara door to door ke rumah ibu. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode yang diberikan menggunakan konseling dengan media buku KIA. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh ibu memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena ibu balita didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan konseling, ibu lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah gizi pada balita. Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengentaskan masalah kesehatan. Kata kunci: Gizi balita, pengetahuan, one student one client This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Indonesia menghadapi beban ganda gizi buruk pada anak balita. Untuk mengatasi masalah ini. Gerakan Nasional Percepatan Program Peningkatan Gizi dilakukan dalam bentuk Seribu Hari Pertama Kehidupan . 0 HPK) melalui intervensi nutrisi spesifik dan sensitif yang dilakukan oleh sektor kesehatan dan non-kesehatan. Intervensi gizi khusus untuk anak . emantauan Posyandu, imunisasi, vitamin A, dan makanan tambaha. Sedangkan intervensi nutrisi sensitif adalah melalui program dari pemerintah. Kesimpulannya, intervensi spesifik dan sensitif harus diintegrasikan sehingga penanganan masalah gizi dapat dilakukan secara berkelanjutan. (Rosha. Sari. SP. Amaliah, & Utami, 2. Bayi Dibawah Lima Tahun (Balit. disebut zaman keemasan yaitu individu yang aktif dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga kebutuhan nutrisi harus dipenuhi dan Setiap orang tua pasti menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yang optimal pada anak mereka. Pada kenyataannya, masih ada beberapa kasus kekurangan gizi, terhambatnya pertumbuhan, dan pemborosan. Ini tentu saja merupakan tantangan bagi pemerintah, terutama penyedia layanan kesehatan untuk mengurangi dan mencegah situasi itu karena kekurangan nutrisi yang terjadi pada periode emas ini tidak dapat dipulihkan. Website: http://strada. id/jceh | Email: jceh@strada. Apri Sulistianingsih | Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan BalitaA. Status gizi kurang akan mengurangi perkembangan kemampuan kognitif, anak mudah sakit dan daya saing rendah(Putu. Sugiani, & Suarni, 2. Menurut laporan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016. Data gizi buruk pada balita 0-59 bulan di Indonesia, gizi buruk 3,4%, gizi kurang 14,43%, gizi baik 80,70% dan gizi lebih 1,47 %. Tahun 2017 yaitu gizi buruk 3,8% gizi kurang 14,0%, gizi baik 80,40% dan gizi lebih 1,8%. Sedangkan pada Provinsi lampung tahun 2016 didapatkan gizi buruk 1,63%, gizi kurang 12,36%, gizi baik 84,46% dan gizi lebih 1,55%. Tahun 2017 didapatkan gizi buruk 3,5%, gizi kurang 15%, gizi baik 79,9%, dan gizi lebih 1,6% (Kemenkes RI. , 2. Di Kabupaten Pringsewu sendiri Kasus Gizi buruk tahun 2014 sebanyak 5 kasus, tahun 2015 sebanyak 9 kasus dan tahun 2016 sebanyak 3 kasus (Dinkes Pringsewu, 2. Salah satu program dinas kesehatan kabupaten Pringsewu adalah menyiapkan dan merencanakan kegiatan program gizi, upaya-upaya perbaikan gizi masayarakat dengan standar pelayanan program gizi berdasarkan laporan evaluasi kegiatan program gizi puskesmas dan institusi yang terkait sehingga masalah gizi yang ada dapat teratasi. Pendidikan gizi didefinisikan sebagai instruksi atau pelatihan yang dimaksudkan untuk menghasilkan pengetahuan terkait gizi dan / atau keterampilan terkait gizi dan diberikan secara Untuk mendapatkan makanan yang baik, individu membutuhkan akses ke makanan yang cukup, aman dan berkualitas baik. Tetapi berfokus hanya pada ketahanan pangan tidak mungkin menyelesaikan malnutrisi global: peningkatan dalam produksi pangan saja tidak harus berarti peningkatan status gizi. Orang-orang perlu tahu apa yang merupakan diet sehat dan bagaimana membuat pilihan makanan yang baik. Pendidikan gizi juga menjadi pusat perhatian. Sekarang diakui sebagai katalis penting untuk dampak gizi dalam ketahanan pangan, gizi masyarakat dan intervensi kesehatan. Ini juga terbukti mampu memperbaiki perilaku diet dan status gizi (Meena & Meena, 2. Dari beberapa program untuk menangani masalah di masyarakat salah satu program yang dilakukan adalah mengajak kerja sama perguruan tinggi kesehatan untuk mengentaskan permasalahan pada ibu hamil, balita dan lansia, dengan program One Student One Client (OSOC). Program studi D i Kebidanan STIKes Muhammadiyah Pringsewu turut andil dalam program OSOC sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari dosen dan mahasiswa. Salah satu program dari OSOC adalah peningkatan pengetahuan gizi pada ibu dan balita sebagai upaya pencegahan gizi buruk pada balita. Oleh sebab itu sebagai salah satu tugas dosen dalam melaksanakan Catur dharma perguruan tinggi, maka kami akan melakukan pendampingan OSOC pada balita dalam memberikan edukasi pada ibu dan balita untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita di wilayah kerja Kabupaten Pringsewu. Luaran yang diharapkan adalah ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengetahuan gizi balita dan pengelolaan makanan sehari-hari balita untuk mencegah gizi buruk pada balita. Tujuan Umum Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengetahuan gizi balita dan pengelolaan makanan sehari-hari balita untuk mencegah gizi buruk pada balita. Tujuan Khusus Adapun tujuan khsusus dari kegiatan ini adalah : Menambah pengetahuan ibu tentang gizi balita Memperbaiki sikap ibu untuk meningkatkan pengelolaan makan gizi balita Meningkatkan pengetahuan siswa dalam memberikan edukasi pada balita dan penggunaan buku KIA agar memudahkan ibu meningkatkan pengetahuan gizi balita Journal of Community Engagement in Health Apri Sulistianingsih | Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan BalitaA. Sasaran Sasaran dalam kegiatan ini adalah Ibu dan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu lampung. BAHAN DAN METODE Strategi pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara sistematis. Kegiatan ini dimulai dari kegiatan besar OSOC yang merupakan program Dinas Kabupaten Pringsewu. Dalam kegiatan tersebut kemudian dibagi-bagi menjadi berbagai kegiatan yang salah satunya adalah edukasi pengetahuan ibu balita tentang gizi balita. Desain yang digunakan adalah model edukasi tatap muka dengan system konseling setiap satu ibu balita mendapatkan pendampingan edukasi oleh satu mahasiswa. Waktu pelaksanaannya dilakukan pada bulan Oktober 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu. Pada awal kegiatan mahasiswa diberikan pendampingan oleh Dosen untuk belajar memberikan penyuluhan tentang gizi balita di masyarakat. Mahasiswa dan dosen pengabdian kemudian melakukan survey jumlah subjek ibu balita yang akan diberikan edukasi. Mahasiswa melakukan kontak dengan ibu balita dan melakukan penjadwalan edukasi. Pada saat pelaksanaan, mahasiswa didampingi oleh dosen dalam melakukan edukasi. Dosen menilai apakah edukasi yang telah diberikan sudah sesuai atau perlu ditambahkan lagi. Edukasi yang dilakukan sebanyak dua kali menggunakan media yang ada di dalam buku KIA. HASIL Pendampingan OSOC pada ibu dan balita untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita dilaksanakan pada tanggal 6-31 Oktober 2018. Proses pelaksanaan bersama dengan Mahasiswa yang ikut dalam pengabdian. Mahasiswa lebih berperan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan pada ibu dan balita. Sebelum diberikan materi, ibu balita kuesioner tentang pengetahuan gizi balita. Berikut merupakan hasil dari pengukuran pengetahuan gizi balita pada ibu balita di Puskesmas Pringsewu: Tabel 1. Hasil pengukuran pengetahuan tentang gizi balita pada ibu balita sebelum dilakukan edukasi di Wilayah Puskesmas Pringsewu Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Pada tabel 1 didapatkan bahwa sebagian besar ibu balita berpengetahuan menengah 20 orang . %) , sedangkan sisanya berpengetahuan rendah 5 orang . %). Materi disampaikan sesuai dengan yang terdapat di dalam buku KIA. Kegiatan ini door to door /dikunjungi oleh tim untuk diberikan penyuluhan di rumah. Di akhir sesi edukasi ibu balita di minta mengisi kuesioner pengetahuan tentang gizi balita dan diberikan lembar evaluasi program yang telah dilaksanakan di rumah dan mudah dilihat. Berikut merupakah hasil pengetahuan setelah edukasi yang diberikan: Journal of Community Engagement in Health Apri Sulistianingsih | Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan BalitaA. Tabel 2. Hasil pengukuran pengetahuan tentang gizi balita pada ibu balita setelah dilakukan edukasi di Wilayah Puskesmas Pringsewu Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Pada tabel 2 didapatkan bahwa semua ibu balita berpengetahuan baik 25 orang . %). Hasil ini kemudian dilakukan evaluasi pertemuan dengan program OSOC lainnya di Puskesmas Pringsewu. Gambar 1. Pelaksanaan edukasi pada ibu balita dengan menggunakan buku KIA di Rumah Ibu Balita Pada gambar 1 merupakan kegiatan edukasi konseling yang dilakukan di rumah ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang gizi balita. PEMBAHASAN Materi yang diberikan dari buku KIA adalah pemenuhan gizi bayi sesuai umur, pembuatan makanan Pendamping Air susu IBu (MP ASI) yang baik dan disukai anak, cara pemberian MPASI, cara membuat MP ASI dari beberapa menu. Cara penyajian MP ASI dan pemberian makanan yang beranneka ragam(Kemenkes RI. , 2. Pendampingan OSOC adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang gizi balita. Dasar dilakukan kegiatan ini karena selama ini gangguan gizi balita masih menjadi masalah yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu dalam memberikan makanan yang tepat pada bayi dan balitanya. Hal ini sesuai dengan penelitian Subarkah . pola makan dengan benar adalah salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi dengan memenuhi kebutuhan gizi anak. Ada hubungan yang kuat antara pola makan dan status gizi. Upaya untuk meningkatkan status gizi anak-anak berusia 1-3 tahun yang berkaitan dengan pola makan harus ditingkatkan untuk mencapai status gizi (Subarkah & Rachmawati, 2. Dinas Kesehatan memiliki program OSOC yang salah satunya adalah menjembatani pengetahuan gizi ibu balita melalui edukasi dari memberdayakan calon tenaga kesehatan khususnya mahasiswa kebidanan. Adanya program ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan balita dan juga menambah pengalaman belajar mahasiswa. Dosen berperan sebagai pendamping dalam pelaksanaanya. Hasil yang diperoleh bahwa pada akhir konseling didapatkan seluruh ibu balita meningkat pengetahuannya menjadi baik . %). Hal ini menunjukkan kegiatan OSOC terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Journal of Community Engagement in Health Apri Sulistianingsih | Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan BalitaA. KESIMPULAN Kegiatan pedampingan OSOC mahasiswa pada ibu balita merupakan suatu sarana bagi dosen mahasiswa, dan masyarakat untuk menjembatani teori tentang gizi dan praktik pemberian makan pada belita. Kegiatan ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar memberikan edukasi yang tepat langsung pada klien. Sedangkan pada ibu balita mendapatkan pengetahuan langsung dan didampingi oleh calon tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita. Diharapkan kedepannya kegiatan pendampingan OSOC ini dapat berlajut dan menjadi program rutin memberdayakan calon tenaga kesehatan untuk terjun langsung membantu masalah kesehatan di Kabupaten Pringsewu, sehingga permasalahan yang ada di Kabupaten Pringsewu dapat diatasi. REFERENSI