Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2 Ae Nomor 2. Oktober 2021,212-224 ISSN 2721-8112 . ISSN 2722-4899 . https://doi. org/10. 37478/jpm. Available online at: https://e-journal. id/index. php/JPM/article/view/1035 PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MELALUI MOTIVASI BELAJAR Dewi Sartika Rahayu1*. Novi Trisnawati2 Universitas Negeri Surabaya *Corresponding Author: Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima: 22/06/2021 Direvisi: 29/06/2021 Disetujui:04/07/2021 Keywords: Family environment. Learning Facilities. Learning outcomes. Motivation to learn Kata Kunci: Lingkungan Keluarga. Fasilitas Belajar. Hasil Belajar. Motivasi Belajar dewisartikarahayu10@gmail. Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of the family environment and learning facilities at school on learning outcomes through learning motivation as an intervening variable at SMKN 10 Surabaya This type of causal associative research with a quantitative approach. Sampling using random sampling technique. Collecting data through observation techniques, interviews, questionnaires and documentation. The results of the study are: . there is no significant effect of the family environment on learning outcomes. there is no significant effect of learning facilities on learning outcomes. there is a significant effect of learning motivation on learning outcomes. there is a significant influence of the family environment on learning motivation . there is no significant effect of learning facilities on learning motivation. there is a significant influence of the family environment through learning motivation on learning outcomes. there is no significant effect of learning facilities through learning motivation on learning outcomes. Abstrak. Tujuan riset untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel intervening di SMKN 10 Surabaya. Riset ini masuk kedalam jenis riset asosiatif kausal menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil dari riset yaitu: . tidak terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar. tidak terdapat pengaruh signifikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar. terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar. terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar . tidak terdapat pengaruh signifikan fasilitas belajar terhadap motivasi belajar. terdapat pengaruh signifikan lingkungan keluarga melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar. tidak terdapat pengaruh signifikan fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar. How to Cite: Rahayu. , & Trisnawati. PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MELALUI MOTIVASI BELAJAR. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2. , 212224. https://doi. org/10. 37478/jpm. Alamat korespondensi: Penerbit: Universitas Negeri Surabaya. Jln. Ketintang. Ketintang Gayungan. Surabaya. Jawa Timur dewisartikarahayu10@gmail. Program Studi PGSD Universitas Flores. primagistrauniflor@gmail. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas SDM di Indonesia. Dengan adanya pendidikan yang baik maka akan terciptanya pula SDM yang Pendidikan dapat diartikan suatu bentuk dari usaha yang dilaksanakan secara sadar serta terencana dengan tujuan untuk memberikan suatu bimbingan dengan pengembangan potensi jasmani maupun rohani yang diberikan kepada anak oleh orang dewasa agar dapat tercapai kedewasaanya supaya anak dapat terlaksanakan tugas hidupnya dengan mandiri. Menurut Dalyono . , pendidikan merupakan proses yang menggunakan suatu metode tertentu agar orang dapat mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan cara berperilaku yang sesuai dengan keperluannya. Pada saat ini tingkat pendidikan yang ada di Indonesia termasuk di Jawa Timur masih sangat rendah dibuktikannya dengan data Statistik Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang menunjukkan bahwa banyaknya siswa putus sekolah baik jenjang SD. SMP. SMA ataupun SMK. Hal tersebut menandakan bahwa belum tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia dengan maksimal. Untuk mencapai tujuan dari pendidikan, motivasi belajar dari diri peserta didik sangat diperlukan pada proses belajar. Motivasi belajar menurut Widiasih et al. dalam penelitiannya yaitu hasrat pada diri seseorang agar berubahnya tingkah laku menjadi lebih baik pada kehidupannya. Perihal ini sejalan dengan riset Chulsum . yaitu adanya dampak signifikan positif motivasi belajar terhadap hasil belajar. Muhsin & Rozi . dalam penelitiannya menyebutkan indikator dari motivasi belajar yaitu: tidak cepat menyerah dan ulet ketika mengalami kesulitan, tekun dalam mengerjakan tugas, lebih suka bekerja sendiri/mandiri, tidak cepat bosan terhadap tugas yang diberikan, suka mencari serta memecahkan permasalahan, menunjukkan minat dari adanya masalah, serta dapat mempertahankan pendapatnya. Berdasarkan wawancara oleh guru mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Keuangan (OTKK), diketahui bahwa motivasi belajar siswa Kelas XI OTKP pada mata pelajaran OTKK bervariasi, terdapat beberapa siswa yang nampak aktif saat proses belajar. Namun, juga terdapat banyak siswa yang kurang semangat dan pasif saat proses belajar Hal tersebut ditunjukkan siswa pada saat pengumpulan tugas banyak siswa yang mengumpulkan tidak sesuai dengan batas waktu pengerjaan serta kurangnya perhatian siswa saat mendengarkan penjelasan materi dari guru ketika proses dari belajar mengajar berlangsung di kelas dan kurang semangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar serta siswa mudah bosan dengan penjelasan guru ketika menyampaikan materi di kelas. Saputra et al. mengatakan bahwa bila motivasi belajar siswa tinggi, maka akan besar kemungkinan hasil belajar siswapun akan meningkat. Sedangkan bila motivasi belajar dari siswa rendah, maka nantinya hasil belajar yang akan dicapaipun kurang optimal. Hasil belajar yaitu dicapainya suatu perubahan pada tingkah laku siswa yang bersifat menetap baik dari ranah, afektif, kognitif maupun psikomotoris pada kegiatan belajar siswa dalam kurun waktu tertentu. Menurut Chulsum . , motivasi belajar memiliki dampak signifikan serta positif terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan didapatkan dari guru mata pelajaran OTKK, menunjukkan bahwa nilai Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 siswa kelas XI OTKP 1 sampai dengan XI OTKP 4 masih terdapat siswa yang Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 72. Berikut hasil belajar siswa kelas XI OTKP SMK Negeri 10 Surabaya. Tabel 1. Data nilai PAS Otomatisasi Tata Kelola Keuangan semester ganjil Kelas XI OTKP XI OTKP XI OTKP XI OTKP Total Siswa Jumlah Jumlah Tuntas Presentase Tidak Tuntas Jumlah Presentase Sumber : Guru Mata Pelajaran OTKK SMKN 10 Surabaya. Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 Berdasarkan Tabel ditunjukkan bahwa terdapat siswa kelas XI OTKP yang belum tuntas dalam menempuh mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Keuangan. Terdapat sebanyak 89 . %) siswa dari 140 siswa yang memperoleh nilai PAS belum mencapai KKM yaitu 72. Sehingga hasil belajar siswa mata pelajaran OTKK kelas XI OTKP belum maksimum. Hal tersebut disebabkan karena minimnya motivasi belajar siswa yang mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Menurut Saputra et al. , motivasi belajar meniliki keterkaitan positif signifikan terhadap hasil Widiasih et al. , mengatakan terdapat dampak signifikan motivasi terhadap hasil belajar . Lingkungan belajar dibedakan atas tiga lingkungan, yaitu lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah. Penyebab yang mempengaruhi motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran salah satunya yaitu lingkungan dari keluarga. Tidak hanya hal itu, lingkungan keluarga adalah lingkungan utama bagi siswa dalam memperoleh pendidikan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar waktu dalam keseharian peserta didik adalah bersama dengan keluarga, sehingga keluarga merupakan komunitas yang pertama bagi peserta didik dalam berinteraksi. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama pada anak, karena didalam keluargalah anak pertama kali menerima pembelajaran sebelum mengetahui lembaga pendidikan yang lain. Sehingga apabila dalam lingkungan keluarga peserta didik berjalan dengan baik, maka pengaruhnya yaitu pada proses belajar anak yang nantinya juga dapat berjalan dengan baik serta optimal. Lingkungan keluargapun memiliki pengaruh pada perkembangan kepribadian peserta didik. Peserta didik mendapatkan pengaruh dari keluarganya dengan cara orang tua dari peserta didik tersebut mendidiknya , suasana rumah dan relasi dari anggota keluarganya serta kondisi ekonomi dari keluarga. Dalam penelitian Muhsin & Rozi . , lingkungan keluarga mempunyai dampak signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Muhsin & Rozi . menjelaskan indikator dari lingkungan keluarga yaitu: pengertian dari orang tua, cara dari orang tua memberikan didikan, situasi dirumah, kondisi ekonomi dari keluarganya serta latar belakang dan budaya keluarga serta relasi dari anggota keluarga. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas XI OTKP yang menunjukkan bahwa suasana rumah peserta didik dan cara dari orang tua memberi didikan serta keadaan dari ekonomi keluarga memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Fasilitas belajar siswapun amat berpengaruh pada motivasi belajar dalam kegiatan belajar mengajar. Fasilitas belajar diartikan sebagai segala perlengkapan atau peralatan yang dipergunakan agar menunjang proses belajar supaya tercapainya tujuan dari Fasilitas belajar yaitu peralatan maupun perlengkapan yang digunakan langsung dalam menunjang kegiatan belajar, contohnya yaitu kursi, gedung atau ruang . Hal ini sejalan dengan riset Permana et al. yang menunjukkan adanya dampak signifikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan fasilitas belajar di SMK Negeri 10 Surabaya khususnya Program Keahlian OTKP memiliki 2 Laboratorium. Laboratorium Perkantoran memiliki jumlah komputer yang terbatas, sehingga satu komputer harus digunakan dua siswa secara Selain itu, ruang kelas di SMK Negeri 10 juga masih kurang, sehingga siswa harus berpindah-pindah ruang kelas untuk bergantian menggunakan ruang kelas dan tidak memiliki ruang kelas yang menetap. Tidak hanya itu, fasilitas belajar berupa media pembelajaran LCD Proyektor juga ada yang tidak bisa digunakan dengan baik sehingga guru tidak bisa menggunakan media pembelajaran tersebut. Berdasarkan masalah dan penjelasan dari latar belakang diatas, maka dilakukannya riset dengan judul AuPengaruh lingkungan keluarga dan fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel intervening di SMKN 10 SurabayaAy. Adapun hipotesis dari penelitian ini yaitu: (H. diduga terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar (H. diduga terdapat pengaruh fasilitas Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 belajar terhadap hasil belajar siswa. (H. diduga terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. (H. diduga terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa. (H. diduga terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap motivasi belajar siswa. (H. diduga secara tidak langsung terdapat pengaruh lingkungan keluarga melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. dan (H. diduga secara tidak langsung terdapat pengaruh fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian merupakan asosiatif kausal menggunakan pendekatan kuantitatif. Asosiatif kausal yaitu penelitian dengan tujuan agar diketahuinya keterkaitan antara dua variabel atau lebih. Keterkaitan kausal merupakan keterkaitan yang bersifat sebabakibat, dimana variabel dependen dipengaruhi oleh salah satu dari variabel independen. Lokasi riset ini di SMKN 10 Surabaya. Populasi riset yaitu siswa kelas XI OTKP SMKN 10 Surabaya Tahun Ajaran 2020/2021 yang terdiri atas empat kelas yaitu berjumlah 140 siswa. Sampel diambil sampling melalui purposive sampling. Pertimbangan dalam penentuan sampel pada penelitian adalah dengan kriteria: . Siswa SMKN 10 Surabaya kelas XI OTKP. Siswa yang usai mengambil mata pelajaran OTKK. Penentuan sampel pada penelitian dilakukan dengan rumus Slovin. Rumus Slovin dalam penentuan sampel yaitu : Penghitungan jumlah sampel yaitu : Dari penghitungan tersebut didapatkan jumlah sampel sebanyak 104 siwa dari total populasi sebanyak 140 siswa. Sampel diambil secara random dari empat kelas XI OTKP sebanyak 104 sampel. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta dokumentasi. Teknik observasi bertujuan untuk mengetahui fasilitas belajar yang terdapat di SMKN 10 Surabaya. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran OTKK agar diketahuinya motivasi belajar siswa Kelas XI OTKP pada mata pelajaran OTKK yang tergolong masih rendah dan wawancara kepada siswa kelas XI OTKP mengenai lingkungan keluarganya. Kuesioner merupakan jenis kuesioner skala likert menggunakan lima opsi jawaban: sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RR), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) untuk mengumpulkan keterangan responden tentang lingkungan keluarga, fasilitas belajar dan Teknik dilakukan agar diperolehnya data hasil belajar siswa kelas XI OTKP pada mata pelajaran OTKK. Metode yang digunakan untuk analisis data dan pengujian hipotesis yaitu Structural Equation Model-Partial Least Square (SEMPLS) dengan memakai inner model dan outer model berbantuan software SmartPLS 3. Penelitian ini terdapat independent. Lingkungan Keluarga (X. dan Fasilitas Belajar (X. , variabel dependent Hasil Belajar (Y) dan variabel intervening Motivasi Belajar (Z). Indikator Lingkungan Keluarga menurut Muhsin & Rozi . yaitu terdiri dari bagaimana cara orang tua siswa mendidik, suasana di rumah siswa, pengertian dari orang tua siswa, keadaan dari ekonomi keluarga siswa, relasi dari antar anggota keluarga siswa, serta latar belakang dari kebudayaan siswa. Indikator Fasilitas Belajar yaitu meja dan kursi, gedung ruang, dan peralatan media pembelajaran. Sedangkan Hasil Belajar menggunakan nilai PAS siswa kelas XI OTKP semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 yang telah didapatkan dari guru mata pelajara OTKK. Indikator variabel Motivasi Belajar yaitu giat mengerjakan tugas. Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 Tabel 2. Nilai Convergent Validity gigih pada saat mengalami kerumitan dan tidak cepat putus asa, ditunjukkannya minat terhadap suatu masalah, lebih menyukai bekerja sendiri, tidak mudah bosan dengan suatu pekerjaan yang diberikan guru, mampu mempertahankan pendapat, serta gemar mencari masalah dan dipecahkannya masalah Berikut merupakan gambar model Gambar 1. Model penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Model Pengukuran (Outer Mode. Analisis Outer Model bertujuan supaya diketahuinya hasil dari uji validitas beserta uji reliabilitas pada konstruk. Pada analisa outer model terdapat analisis convergent serta discriminant validity . Pada analisis convergent validity angka dari composite reliability dan Cronbach Alpha tiap konstruk harus mempunyai nilai diatas 0,7. Sedangkan angka Average Variance Extracted (AVE) wajib mempunyai angka lebih dari 0,5 sedangkan untuk outer loading harus mempunyai` angka lebih dari 0,7. Tabel 2 di bawah ini merupakan hasil dari pengolahan data menggunakan aplikasi SmartPLS 3. 0 yang menunjukkan bahwa terdapat 22 nilai korelasi antara konstruk melalui variabel yang sudah mencukupi convergent validity dikarenakan indikator yang mempunyai angka loading factor diatas 0,7. Sedangkan terdapat 19 nilai korelasi terhadap konstruknya kurang dari 0,7 yang menunjukkan apabila nilai convergent validity yang belum dipenuhi. Oleh sebab itu, dilakukan modifikasi supaya terbentuknya model reliabel, dengan cara dikeluarkannya indikator yang mempunyai angka loading factor kurang dari 0,7. Sumber: Data diolah . Tabel 3. Nilai Convergent Validity setelah di Sumber :Data diolah . Setelah dilakukannya modifikasi dengan melakukan pengeluaran indikator yang mempunyai angka kurang dari 0,7, masih terdapat indikator yang mempunyai angka loading factor kurang dari 0,7 yaitu indikator X2. Sehingga perlu dilakukannya modifikasi lagi dengan mengeluaran indikator X2. Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 Tabel 4. Nilai Covergent Validity setelah di modifikasi II Tabel 5. Construct Reliability and Validity Sumber: Data diolah . Sumber: Data diolah . Setelah dilakukannya modifikasi yang kedua dengan dikeluarkannya indikator yang mempunyai angka dibawah 0,7 diperolehlah hasil lebih baik pada Tabel 4 diatas yang menunjukkan seluruh loading faktor memiliki angka diatas dari 0,7 sehingga seluruh variabel tidak harus dilakukan eliminasi dari Tabel 5 tersebut memperlihatkan angka construct reliability pada semua konstruk memiliki angka diatas 0,7. Sehingga, tidak adanya masalah pada reliabilitas model yang telah dibentuk. Begitupun juga dengan angka Average Variance Extracted (AVE) dari tiap konstruk diketahui mempunyai nilai diatas 0,5. Sehingga ditarik kesimpulan seluruh konstruk sudah mencukupi standart reliabel yang sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Tabel 6. Discriminant Validity Sumber: Data diolah . Pada tabel 6 ditunjukkannya angka loading dari tiap butir indikator pada konstruk dari nilai cross loading. Bisa diketahui seluruh konstruk sudah memilki discriminant validity lebih teratur dibandingkan indikator di blok Hasil Model Struktural (Inner Mode. Inner Model yaitu model yang mengaitkan tiap variabel laten, agar dapat diketahui kekuatan dalam memprediksi model Pengujian inner model dapat dilihat pada R-Square yang terdapat pada konstruk Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 dependen dan pengujian hipotesis yang bisa dilihat juga dari angka P Value dalam Angka R-Square dipakai sebagai ukuran tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila angka R-Square besar, maka model prediksi model penelitian yang diajukan juga akan semakin baik. Gambar 2. Inner Model (Output SmartPLS 3. Berikut ini merupakan nilai R square: Tabel. 7 Nilai R Square Sumber: Data diolah . mampu menjelaskan variabel konstruk Motivasi Belajar sebesar 26%, dan sisanya diterangkan pada konstruk lain diluar yang diteliti dalam penelitian. Selanjutnya yaitu melakukan Uji hipotesis bootstrapping yang dilakukan dengan melihat nilai dari T-Statistics dan P-Values. Hipotesis dari penelitian dapat diterima dan memiliki nilai yang positif dan signifikan apabila nilai dari T-Statistics > 1,96 dan nilai dari P-Values < 0,05. Begitupun sebaliknya, apabila nilai dari T-Statistics <1,96 dan nilai dari P-Values>0,05 maka hipotesis dari penelitian ditolak dan tidak memiliki Berikut output yang dihasilkan dari uji hipotesis bootstrapping : Pada tabel 7 diketahui bahwa nilai konstruk hasil belajar yaitu 0. 911 yang menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar mampu menjelaskan variabel dari hasil belajar sebesar 91 % dan kurangnya dijelaskan konstruk lainnya diluar yang dianalisis pada penelitian Sedangkan variable Hasil Belajar dan Lingkungan keluarga serta Fasilitas Belajar Tabel. 8 Path Analysis Sumber: Data diolah . Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 Pembahasan H1 : Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh hasil variabel lingkungan keluarga terhadap variabel hasil belajar dengan angka T-Statistics sebesar 0. 645 < 1. 96 dan angka PValues 0. 519 > 0. 05 yang memiliki arti tidak adanya pengaruh yang positif dan signifikan, sehingga hipotesis (H. Penyebabnya karena hasil dari wawancara dengan guru mata pelajaran OTKK, diberlakukannya sistem full day school , sehingga waktu siswa di rumah atau di lingkungan keluarga sangat minim karena waktu siswa lebih banyak Selain itu, waktu yang dimiliki siswa dirumah juga dipergunakan untuk istirahat karena siswa sudah lelah disekolah mulai dari pagi hingga sore untuk belajar. Tidak hanya itu, siswa yang berasal dari keluarga dengan penghasilan yang tinggi tidak menjamin siswa memiliki daya ingat yang Sehingga lingkungan keluarga tidak mempengaruhi hasil belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya. Perihal ini sejalur dengan riset Mwebu et al. , . yang signifikan pendapatan keluarga terhadap hasil belajar siswa. Hasil dari riset ini tidak sesuai dengan Chulsum . yang menyatakan adanya dampak positif signifikan lingkungan keluraga terhadap hasil belajar. Hasil dari riset Yuliani & Sucihatiningsih . juga menunjukkan lingkungan keluarga memiliki dampak secara parsial terhadap hasil belajar. H2 : Pengaruh Fasilitas Belajar di Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa. Pengujian hipotesis menunjukkan variabel fasilitas belajar terhadap variabel hasil belajar menunjukkan angka T-Statistics 553 < 1. 96 dan angka P-Values 0. Artinya bahwa tidak adanya pengaruh positif dan signifikan, sehingga hipotesis (H. Hal ini dikarenakan pada saat mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Keuangan berlangsung, siswa tidak menggunakan Laboratorium Perkantoran melainkan hanya belajar didalam kelas. Hal ini terjadi karena hanya terdapat dua fasilitas Laboratorium Perkantoran di SMKN 10 Surabaya yang digunakan secara bergantian mulai dari kelas X hingga kelas XII serta terdapat beberapa kelas yang tidak menggunakan media LCD Proyektor dikarenakan LCD Proyektor sudah tidak dapat digunakan lagi. Sehingga tidak adanya dampak fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya. Penelitian penelitian Anggrayawan . yaitu tidak adanya dampak positif signifikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar. Riset Siahaan & Pramusinto . juga menyatakan fasilitas belajar tidak mempunyai dampak pada hasil serta pada penelitian Sahita & Rachmawati . bahwa tidak ada dampak signifikan fasilitas terhadap hasil belajar. H3 : Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan pengujian hipotesis, diketahui bahwa variabel motivasi belajar terhadap variabel hasil belajar menunjukkan angka T-Statistics 48. 685 > 1. 96 dengan PValues 0. 000 < 0. Artinya adanya pengaruh positif signifikan, sehingga hipotesis (H. Hal ini selaras dengan penelitian di lapangan yang menunjukkan motivasi belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya nampak bervariasi. Ada sejumlah siswa yang sudah mempunyai motivasi untuk belajar yang bisa dilihat pada sikap aktif peserta ketika berada dikelas dan pada saat pengumpulan tugas dengan tepat waktu. Namun, terdapat banyak pula siswa yang kurang aktif dikelas meskipun siswa mau mengikuti pembelajaran dikelas dengan tertib. Hasil riset ini sejalur dengan penelitian Chulsum . yaitu adanya dampak positif signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Widiasih et al. mengatakan motivasi belajar memiliki pengaruh positif signifikan. Pada penelitian Nurmala et al. motivasi belajar berdampak kepada hasil belajar. Serta Dedi et . motivasi belajar berdampak kepada hasil belajar. H4 : Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya. Dari hasil uji hipotesis, diketahui variabel lingkungan keluarga terhadap variabel motivasi belajar menunjukkan angka Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 T-Statistics 3. 419 > 1,96 dan angka P-Values 001 < 0. 05 yang memiliki arti adanya pengaruh positif signifikan, sehingga hipotesis (H. Hal tersebut sesuai berdasarkan kondisi lingkungan keluarga siswa yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya. Siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran disekolah, namun siswa juga memerlukan belajar Karena pendidikan pertama dan utama yang didapatkan siswa diperoleh dari lingkungan keluarga atau orang tua. Dalam lingkungan keluarga yang dipelajari siswa merupakan nilai-nilai yang nampak di keluarga siswa serta yang akan diterapkan siswa nantinya. Dari nilai-nilai yang ada di lingkungan keluarga tersebutlah yang akan mempengaruhi semangat belajar siswa. Apabila keluarga memberikan nilai-nilai yang positif dan memberikan dorongan kepada siswa, maka siswa akan memiliki semangat yang lebih maksimal dalam belajar. Keluarga yaitu pusat pendidikan siswa yang utama dan Namun, keluarga juga dapat sebagai faktor penyebab dari kesulitan belajar siswa. Lingkungan keluarga juga dapat menentukan pendidikan bangsa dan dunia. Penelitian ini sependapat dengan Muhsin & Rozi . yaitu lingkungan keluarga mempengaruhi motivasi belajar siswa pada jurusan Administrsai Perkantoran. Dalam penelitian Syukuri et al. lingkungan keluarga memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar. Serta penelitian Descals-Tomys et al. dukungan keluarga mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap motivasi. H5 : Pengaruh Fasilitas Belajar di Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas XI OTKP di SMKN10 Surabaya. Dari hasil pengujian hipotesis ditunjukkan bahwa fasilitas belajar terhadap motivasi belajar memiliki angka T-Statistics 263 < 1. 96 dengan angka P-Values 207 > 0. 05 yang memiliki makna tidak adanya dampak positif dan signifikan (H. Hal ini dikarenakan pada saat mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Keuangan berlangsung, siswa tidak menggunakan fasilitas belajar yang ada disekolah, seperti tidak menggunakan media pembelajaran LCD Proyektor. Jadi ketika kegiatan belajar mengajar terjadi, pendidik menerangkan secara langsung kepada siswa tanpa menggunakan media pembelajaran dikelas. Sehingga fasilitas belajar tidak mempengaruhi motivasi belajar siswa OTKP di SMKN 10 Surabaya. Media perangkat dari sumber belajar siswa dan juga merupakan sarana fisik dimana didalamnya terdapat teori instruksional pada lingkungan siswa sehingga bisa memberikan stimulus kepada siswa dalam pembelajaran. Hasil riset ini tidak sejalur dengan Pambudi . , tidak adanya hubungan sarana belajar dengan motivasi belajar. Siregar et al. juga mengemukakan tidak adanya dampak positif signifikan fasilitas belajar terhadap motivasi belajar. Selain itu. Yulyani . mengatakan tidak terdapat hubungan signifikan fasilitas terhadap motivasi belajar. Serta Damanik . menjelaskan bahwa tidak adanya dampak positif fasilitas pembelajaran terhadap motivasi belajar. H6 : Pengaruh Lingkungan Keluarga Melalui Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa. Hasil dari pengujian hipotesis menjelaskan pengaruh lingkungan keluarga melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa memiliki angka T-Statistics 3. 96 dan P-Values 0. 001 < 0. 05 yang memiliki arti lingkungan keluarga secara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP melalui motivasi belajar, sehingga hipotesis (H. Hal ini dikarenakan dari lingkungan keluarga siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya mempengaruhi hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa. Apabila dalam lingkungan keluarga siswa terdapat masalah maka konsentrasi belajar dari siswa akan terganggu pada saat proses belajar berlangsung sehingga menyebabkan motivasi belajar siswa turun yang berakibat kepada hasil belajar siswa . Hasil riset ini sejalur dengan Hidayat . yang menyebutkan adanya dampak langsung dan tidak langsung antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar. Ismail et al. menjelaskan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi Sebagai mediator dalam hubungan komunikasi non verbal guru bahasa Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 arab dengan hasil belajar siswa. Prabasari & Subowo . pengaruh positif signifikan antara pola asuh orang tua kepada siswa terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel intervening. Serta Tirtiana . menyebutkan terdapat dampak antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar. H7 : Pengaruh fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya. Dari ditunjukkan bahwa pengaruh fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya mempunyai angka T-Statistics 1. 265 < 1. dengan angka P-Values 0. 206 > 0. Artinya berarti secara tidak langsung tidak adanya pengaruh positif signifikan fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. Hal ini terjadi karena pada mata pelajaran OTKK tidak menggunakan fasilitas belajar yang ada menggunakan laboratorium administrasi yang ada pada saat pembelajaran berlangsung dan guru tidak menggunakan fasilitas LCD Proyektor sebagai media pembelajaran, sehingga fasilitas belajar melalui motivasi belajar tidak mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa kelas XI OTKP pada mata pelajaran OTKK di SMKN 10 Surabaya. Fungsi dari media dalam pembelajaran yaitu agar dapat memperjelas penyajian pesan, untuk mengurangi terbatasnya waktu, daya indra dan ruang, serta adanya media pembelajaran juga dapat meminimalisir adanya sifat pasif yang terdapat dalam diri Hal ini tidak sependapat dengan penelitian Susanti & Wahyudin . yang mengatakan terjadi dampak positif signifikan secara langsung ataupun tidak langsung antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel intervening. Rahayu & Thomas . terjadi dampak minat belajar terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar. Wahyuni et al. ada pengaruh langsung maupun tidak langsung antara system belajar full day school dan budaya literasi di sekolah terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar. serta Ju Wu & Nan Tai . mengatakan adanya pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan diuraikan, ditarik simpulan yaitu tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. tidak terdapat dampak positif signifikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. terdapat dampak positif signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. tidak terdapat dampak positif signifikan fasilitas belajar terhadap motivasi belajar siswa di SMKN10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. tidak terdapat dampak positif signifikan lingkungan keluarga melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. tidak terdapat dampak positif signifikan antara fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SMKN 10 Surabaya, sehingga hipotesis (H. Dikarenakan hal tersebut, guru perlu memanfaatkan fasilitas belajar yang telah disediakan disekolah dengan baik serta kreatif dan inovatif saat memilih serta memakai media belajar supaya motivasi dan hasil belajar siswa naik. Sampel yang digunakan pada riset ini amat terbatas serta hanya mempertimbangkan tiga variabel yaitu lingkungan keluarga, fasilitas belajar dan motivasi belajar yang hanya komponen sempit dari totalitas variabel yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Maka sebab itu, harapan pada penelitian selanjutnya yaitu agar menambah variabel yang dijadikan penelitian. Copyright . 2021 Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dewi Sartika Rahayu. Novi Trisnawati Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar melalui Motivasi Belajar Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 212-224 Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif Siswa Kelas Xi Ap Smk N 2 Magelang. Economic Education Analysis Journal, 3. , 537Ae543. https://journal. id/sju/index. /eeaj/article/view/4508 DAFTAR PUSTAKA