SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 03 . LITERATUR REVIEW: HUBUNGAN HOST DAN ENVIRONMENT DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR Khairiyatun Sholihah1*. Muhammad Junaedi 2. Riwayati Malika 3 Administrasi Kesehatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Aspirasi Prodi S1 Kebidanan Universitas Qamarul Huda Badaruddin Article Information ABSTRACT Article history: Received July 20, 2025 Approved Juli 31, 2025 Keywords: Host,Environment. Infectious diseases Infectious diseases are still a public health problem that causes high morbidity, mortality and disability so that it needs to be addressed. In developing countries like Indonesia, the problem of infectious diseases is still a routine problem every year because it often causes Extraordinary Events (KLB) so that it becomes a burden for the government and misery for the community. This research is a descriptive qualitative study using a literature review study design. The results of the literature review state that there are nine journals that state that environmental factors are related to the incidence of infectious diseases such as TB. DHF and ISPA. While the host factor there are ten journals that state that host factors such as education, knowledge, immunization history, smoking behavior and exclusive breastfeeding are closely related to the incidence of infectious diseases. Host and environmental factors greatly influence the incidence of infectious diseases such as TB. ARI, and DHF. The environment that influences the incidence of infectious diseases includes poor ventilation, high density of housing, and low lighting. Meanwhile, from host factors such as a person's knowledge of environmental cleanliness, education level, immunization history, exclusive breastfeeding and smoking behavior. ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kematian dan kecacatan yang tinggi sehingga perlu dilakukan Di negara berkembang seperti Indonesia, permasalahan penyakit menular masih menjadi permasalahan rutin setiap tahunnya karena seringkali menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga menjadi beban bagi pemerintah dan kesengsaraan bagi masyarakat. Penelitian ini bersifat studi kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain studi literature review. Hasil literature review menyebutkan terdapat sembilan jurnal yang menyatakan bahwa faktor Environment . berhubungan terhadap kejadian penyakit menular seperti TB. DBD dan ISPA. Sedangkan faktor host terdapat sepuluh jurnal yang menyatakan bahwa faktor host seperti pendidikan, pengetahuan, riwayat imunisasi, perilaku merokok dan pemberian ASI eksklusif sangat berkaitan dengan kejadian penyakit menular. Faktor host dan Environment . sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit menular seperti TB. ISPA, dan DBD. Lingkungan yang mempengaruhi kejadian penyakit menular tersebut meliputi ventilasi buruk, kepadatan hunian tinggi, dan org/10. 55681/saintekes. SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 pencahayaan rendah. Sedangkan dari faktor host seperti pengetahuan seseorang terhadap kebersihan lingkungan, tingkat pendidikan, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif dan perilaku merokok. A 2025 SAINTEKES *Corresponding author email: bdkhairiyatunsholihah2gmail. PENDAHULUAN Sakit adalah kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan dari fungsi normal tubuh manusia, termasuk sistem biologis dan kondisi Penyakit . adalah suatu kondisi adanya penyimpangan atau gangguan dari struktur atau fungsi normal bagian, organ atau sistem tubuh yang dimanifestasikan dengan sejumlah karakteristik dari tanda dan gejala, baik etiologi, patologi dan prognosis diketahui maupun tidak diketahui. Menurut Last . penyakit merupakan disfungsi fisiologi dan Menurut Hulu Trismanjaya, dkk. suatu penyakit dapat terjadi karena adanya proses interaksi komponen Triad Epidemiologi. Ketiga komponen tersebut adalah agen sebagai penyebab infeksi, manusia sebagai pejamu, dan faktor lingkungan yang mendukung. Penyakit menular merupakan penyakit yang dapat ditularkan . erpindah dari orang yang satu ke orang yang lain, baik secara (Notoatmodjo, 2. Dampak dari penyakit menular ada 2 parameter yang diperhatikan, pertama kemungkinan penularan penyakit . apasitasnya untuk menyeba. dan tingkat keparahan penyakit dan kemampuannya untuk membunuh . tau melumpuhka. orang yang terinfeksi (Hulu Trismanjaya, dkk. Penyakit menular masih menjadi kecacatan yang tinggi sehingga perlu dilakukan Bagi negara berkembang seperti Indonesia, permasalahan penyakit org/10. 55681/saintekes. menular masih menjadi permasalahan rutin setiap tahunnya karena seringkali menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga menjadi beban bagi pemerintah dan kesengsaraan bagi Penyakit menular diakibatkan oleh beroperasinya berbagai faktor baik dari agen, induk semang atau lingkungan. Penyakit Menular . omunicable Diseass. merupakan penyakit yang disebabkan oleh transmisi agent/produk seseorang/reservoir ke orang lain/susceptable host (Irawan, 2. Tulchinsky dkk . , menjelaskan bagaimana pendekatan teori triad epidemiologi untuk menjelaskan proses terjadinya penyakit yaitu dipengaruhi faktor penjamu yaitu host atau orang yang terjangkit penyakit. Perubahan pada faktor environment dapat mempengaruhi perilaku host sehingga berakibat pada timbulnya suatu penyakit yang dapat menyerang individu maupun keseluruhan populasi. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan . iterature revie. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari database Science and Technology Index (SINTA). Google Scholar. Penelitian ini menggunakan strategi pencarian artikel yang komprehensif di database jurnal penelitian dan Penelitian menggunakan sampel jurnal penelitian yang ada di google scholar dengan kategori: Jurnal SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 Publikasi Nasional, publikasi dalam 10 tahun terakhir . dan memiliki variable yang berhubungan dengan penyakit-penyakit menular dan hubungannya dengan triad epidemiologi terutama hubungannya dengan host dan environment. HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuatu penyakit timbul oleh karena akibat beroperasinya berbagai faktor baik dari agent, host . dan lingkungan. Dulu dikenal pendapat bahawa penyakit terjadi karena penyebab tunggal . ingle causatio. , dengan perkembangnya penyakit maka pendapat ini tidak bisa diterima. Dewasa ini berkembang pendapat bahwa penyakit terjadi dikarenakan ada penyebab yang majemuk . ultiple causatio. Tabel 1 Kelengkapan Laporan Penting Nama peneliti Prasetio. Fadhila. Amirus. , & Nurhalina Judul Penelitian Tahun Pengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Medula, 12. , 508518. Rismawati. Hubungan perilaku 2017 & Nurmala. DBD Wonokusumo Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5. , 383Ae392. org/10. 55681/saintekes. Metode Penelitian Desain: Crosectional Pendekatan: Kuantitatif Populasi: 484 pasien berobat di Puskesmas Panjang. Bandar Lampung, tahun 2022. Sampel: 94 responden, diambil dengan teknik Analisis: Uji bivariat Desain: Crosectional Sampel: 78 responden, dipilih dengan simple Data: Primer . uesioner, observasi . aporan Puskesmas Dinke. Analisis: Uji chisquare untuk hubungan Hasil Penelitian Ada faktor host . tatus gizi, penyakit penyert. epadatan TB. Status gizi kurang dominan (OR tertinggi = 9,. , diikuti oleh (OR=9,. Perilaku . engetahuan, sikap, tindaka. dan faktor hubungan signifikan DBD, menunjukkan perlunya pendekatan intervensi perilaku dan perbaikan lingkungan untuk menekan kasus DBD. SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 Maulana. Irawan. Nugraheni. Nabilah. & Akbar. Host factors as risk factors for ARI in toddlers at the Tulis Health Center. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12. Desain: Case-control Populasi: Balita di Desa Tulis. Sampel: 86 responden . kasus dan 43 kontro. , dengan teknik consecutive sampling Analisis: Chi-square dan regresi logistik analisis multivariat. Hudmawan. Abdurrahmat. , & Annashr. Hubungan antara 2023 faktor host dan balita di wilayah UPTD Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya. Desain: Case-control Populasi: 2. 008 balita Sampel: 165 . kasus, 110 kontro. proportional random sampling . Analisis: Chi-square dan regresi logistik Rizki. Literatur review: 2024 Faktor Desain: Literature review . tudi kualitatif Sumber data: 10 jurnal . nasional, 5 diterbitkan dalam 5 menggunakan database Google Scholar. PubMed, dan Scopus. Analisis: Mengidentifikasi kejadian tuberkulosis. Maria Lambertina Faktor Lingkungan 2020 Dan Perilaku Desain: menggunakan Desain org/10. 55681/saintekes. Pencahayaan ISPA (OR=31,. Sedangkan perilaku meningkatkan risiko ISPA hingga 22 kali Serta pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu juga Faktor host . enis ASI imunisasi, pendidikan lingkungan . aparan hubungan signifikan pneumonia pada balita usia 6Ae59 bulan Faktor . elembaban, pencahayaan, dll. ) dan faktor iklim . uhu, curah hujan, radiasi UV, dll. ) memainkan peran penting dalam Penelitian Faktor kejadian DBD di dusun Kampung SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 Barek Aran. Yuliani Pitang. Adelheid Herminsih Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Kampung Baru Desa Magepanda Wilayah Kerja Puskesmas Magepanda Kabupaten Sikka Meta-Analysis Study: Environmental Risk Factors Tuberculosis (TB). Jurnal Kesehatan Lingkungan Jannah. Azizah. Jalaludin. Sulistyorini. & Lestari. Rahayu. , & Pengaruh Sodik. terhadap kejadian TB paru Mushidah. Pengaruh kondisi 2022 Widiastut. , sanitasi & Puryati. terhadap kejadian penyakit TB paru org/10. 55681/saintekes. cross sectional, dengan jumlah sampel 90 purposive sampling. Desain: Meta-analisis PICOS. Sumber data: 11 artikel dari Google Scholar dan Science Direct . Analisis: Menggunakan Fixed Effect Model Random Effect Model lunak JASP. Desain: Observasional analisis faktor risiko. Data: Observasi ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, dan kondisi sanitasi rumah. Desain: Deskriptif Populasi: Pasien TB paru di Puskesmas Rowosari II . Sampel: Total Analisis: Chi-square Baru Desa Magepanda Magepanda kabupaten sikka adalah faktor perilaku . dan tidak ada hubungan kejadian DBD. Faktor faktor dominan dalam TB. Pencahayaan ventilasi yang tidak memiliki kontribusi risiko TB. Kondisi rumah yang . entilasi pencahayaan minim, terhadap kejadian TB Penting untuk meningkatkan kualitas sanitasi rumah guna penyebaran TB. Tidak ada hubungan signifikan antara luas ventilasi rumah dan pencahayaan dengan kejadian TB paru di Puskesmas Rowosari II. Kondisi rumah yang tidak sehat tetap berpotensi meningkatkan risiko SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 dan FisherAos Test. Kusumaningrum. Tuberkulosis . Wulandari. Indonesia: Apakah , & Kautsar. Status SosialEkonomi Faktor Lingkungan Penting Hasil review yang dilakukan terhadap 10 artikel jurnal host dan environment sangat berhubungan terhadap penularan berbagai penyakit menular. Interaksi agent penyakit, pejamu . dan lingkungan Suatu keadaan saling mempengaruhi antara agen penyakit, manusia dan lingkungan secara bersama-sama dan keadaan tersebut memperberat satu sama lain sehingga memudahkan agen penyakit baik secara tidak langsung maupun langsung masuk ke dalam tubuh manusia (Irwan, 2. Penelitian Prasetio et al. mengidentifikasi faktor host . tatus gizi, riwayat kontak TB, dan penyakit penyert. dan faktor lingkungan . entilasi buruk, pencahayaan rendah, kepadatan hunia. sebagai determinan utama salah satu penyakit menular seperti TB. Penelitian Rizki . dan Jannah et al. mengungkapkan bahwa kelembaban rumah dan ventilasi yang buruk dapat meningkatkan risiko Mycobacterium Darmawan . pentingnya memahami interaksi antara agen penyakit, host manusia, dan lingkungan dalam epidemiologi penyakit menular. Namun, hasil dari Mushidah et al. menunjukkan bahwa ventilasi dan pencahayaan tidak selalu signifikan di semua wilayah. org/10. 55681/saintekes. Exact TB, pentingnya intervensi berbasis lingkungan tetap relevan. Desain: Studi Faktor sosial ekonomi dengan seperti regresi logistik multi- rendah dan pendidikan tinggi lebih signifikan Sumber data: dibandingkan faktor Indonesian Family Life lingkungan Survey (IFLS) 2014. dalam meningkatkan Sampel: 180 risiko individu berusia Ou15 Pendidikan menjadi Dalam penelitian penyakit menular seperti TB, lingkungan rumah yang tidak sehat, seperti ventilasi buruk, kepadatan hunian tinggi, dan pencahayaan rendah, terus menjadi perhatian utama dalam penelitian TB. Penelitian Jannah et . menunjukkan bahwa ventilasi buruk meningkatkan risiko TB hingga 2,509 kali, dan kepadatan hunian berkontribusi pada risiko yang lebih besar (PR=3,. Hal serupa diungkapkan oleh Rahayu dan Sodik . , yang menemukan bahwa pencahayaan buruk memengaruhi kelembaban rumah yang mendukung penyebaran TB. Selain itu, pengetahuan ibu dan perilaku host, seperti merokok, turut menjadi faktor risiko Penelitian Maulana et al. menujukkan bahwa pencahayaan buruk di rumah meningkatkan risiko penyakit menular seperti ISPA pada balita hingga 31,71 kali, yang juga relevan untuk kasus penyakit menular seperti TB. Selain itu. Rismawati dan Nurmala . menemukan bahwa perilaku host, seperti lingkungan, berkontribusi pada penyebaran penyakit menular lainnya, seperti DBD. Hasilhasil ini mendukung pentingnya integrasi faktor lingkungan fisik dan perilaku dalam upaya pencegahan TB dan penyakit menular lainnya. SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 Temuan dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa upaya pengendalian penyakit menular memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan faktor sosial ekonomi, perilaku, dan kondisi lingkungan. Program mengedukasi masyarakat tentang ventilasi rumah yang memadai, pentingnya pencahayaan, dan kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit menular seperti TB (Prasetio et al. , 2022. Rizki, 2. Selain mengembangkan kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas rumah layak huni di wilayah padat penduduk, seperti yang disarankan oleh Kusumaningrum et al. dan Rahayu dan Sodik . Intervensi berbasis komunitas, seperti pelibatan kader kesehatan dalam sosialisasi kebersihan lingkungan dan perbaikan sanitasi, juga sangat penting (Rismawati & Nurmala, 2017. Maulana et al. , 2. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran faktor iklim, seperti kelembaban dan suhu, terhadap penyebaran penyakit menular seperti TB, seperti yang diusulkan oleh Rizki . dan Darmawan . , serta mengukur efektivitas intervensi berbasis lingkungan yang diidentifikasi oleh Jannah et al. SIMPULAN Triad epidemiologi atau segitiga epidemiologi adalah suatu model yang mengilustrasikan bagaimana penyakit menular Triad epidemiologi terdiri dari agen, pejamu . dan lingkungan. Ketiga faktor ini saling terkait dan bersinergi satu sama lain. Ketika salah satu dimensi tidak seimbang, misal ketika imunitas pejamu rentan atau lingkungan cuaca berubah, atau jumlah sumber penyakit ketidakseimbangan kesehatan seseorang yang akan menyebabkan sakit, namun dalam org/10. 55681/saintekes. penelitian ini peneliti membatasi atau hanya membahas mengenai hubungan host dan environment terhadap kejadian penyakit Host adalah organisme, biasanya manusia atau hewan yang menjadi tempat persinggahan penyakit. Pejamu memberikan tempat dan penghidupan kepada suatu patogen . ikroorganisme penyebab penyaki. dan dia bisa saja terkena atau tidak terkena penyakit. Efek yang ditimbulkan organisme penyebab penyakit terhadap tubuh juga ditentukan oleh tingkat imunitas, susunan genetic, tingkat pajanan, status kesehatan, dan kebugaran tubuh Pejamu juga dapat berupa kelompok atau populasi dan karakteristiknya. Environment adalah segala sesuatu yang mengelilingi dan juga kondisi luar manusia atau hewan yang menyebabkan atau memungkinkan penularan penyakit. Faktor-faktor lingkungan dapat mencakup aspek biologis, sosial, budaya, dan aspek fisik lingkungan. Lingkungan dapat berada di dalam atau di luar pejamu . alam masyaraka. , berada di sekitar tempat hidup organisme dan efek dari lingkungan terhadap organisme itu. Dari hasil literatur review yang telah dilakukan penulis diperoleh hasil bahwa faktor host dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit menular seperti TB. ISPA. DBD. Lingkungan mempengaruhi kejadian penyakit menular tersebut meliputi ventilasi buruk, kepadatan hunian tinggi, dan pencahayaan rendah. Sedangkan dari faktor host seperti pengetahuan seseorang terhadap kebersihan lingkungan, pemberian ASI eksklusif dan perilaku merokok. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada setiap yang terlibat dalam proses percobaan penelitian dan penerbitan artikel ini SHOLIHAH ET AL - VOLUME 04 NOMOR 03 . 147 - 154 DAFTAR PUSTAKA