JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 OPTIMALISASI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPERAWATAN MELALUI PENGEMBANGAN SOP DAN SEMINAR DI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN OPTIMIZING NURSING SUPERVISION IMPLEMENTATION THROUGH STANDARD OPERATING PROCEDURE DEVELOPMENT AND SEMINARS AT SUAKA INSAN HOSPITAL. BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari1. Septi Machelia CN2. Anastasia Maratning3 Departement of Management in Nursing. Faculty of Nursing Sciences. STIKES Suaka Insan. Banjarmasin City. Indonesia Departemant of Gerontic in Nursing. Faculty of Nursing Sciences. STIKES Suaka Insan. Banjarmasin City. Indonesia Article Info Article history: Received April 15, 2025 Accepted Mei 26, 2025 Publised Mei 27, 2025 Corresponding Author: Lucia Andi Chrismilasari Faculty of Nursing Sciences. STIKES Suaka Insan Gedung STIKES Suaka Insan. Zafri zam-zam. No. Banjarmasin City, 70119. South Kalimantan. Indonesia Email: luciachrismilasari@gmail. ABSTRACT Effective nursing supervision is vital for optimizing ongoing nursing processes and ensuring staff adherence to established guidelines. Head nurses frequently encounter challenges in maintaining quality nursing care without robust supervision, often exacerbated by limited information flow from nursing staff. This study aimed to enhance the knowledge, skills, and understanding of head nurses and supervisors at Suaka Insan Hospital regarding nursing supervision processes and associated Standard Operating Procedures (SOP. An educational intervention was implemented at Suaka Insan Hospital. Following a needs assessment, which included field observations and discussions with hospital management, head nurses, and supervisors, a targeted seminar on nursing supervision principles and SOPs was delivered. Participant knowledge regarding these topics was assessed pre- and post-intervention. All targeted head nurses and supervisors participated in the seminar. The post-intervention assessment demonstrated a significant improvement in knowledge, with 100% of participants achieving a 'Good' level of understanding concerning nursing supervision processes and relevant SOPs. The educational seminar significantly enhanced the knowledge of head nurses and supervisors regarding nursing supervision processes and SOPs at Suaka Insan Hospital. This study underscores the value of targeted educational interventions as an effective strategy for strengthening supervisory competencies within healthcare settings. ABSTRAK Pelaksanaan supervisi ditujukan untuk mengawasi serta memperbaiki proses keperawatan yang sedang berlangsung oleh seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan. Kepala ruangan kesulitan mempertahankan kualitas asuhan keperawatan tanpa melakukan kegiatan supervisi di ruangan karena informasi yang diberikan oleh staf keperawatan mungkin sangat terbatas. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman kepala ruangan dan supervisor akan proses supervise dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Supervisi. Metode pengabdian dilakukan dengan tahapan kegiatan . Melakukan observasi lapangan dan berdiskusi dengan pihak manajemen, kepala ruangan dan supervisor Rumah Sakit Suaka Insan. mempersiapkan strategi pelaksaan kegiatan. Melakukan seminar terkait supervise dan SOP supervisi kepada Manjerial keperawatan, kepala ruangan dan supervisor. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh kepala ruangan dan supervisor mengikuti seminar tentang supervisi dan SOP supervisi. Peningkatan pengetahuan menjadi Baik . %) setelah dilakukan penyuluhan. Keywords: Knowledge. Head Nurse. Supervision This is an open-access article under the CC BY 4. 0 license. PENDAHULUAN Supervisi adalah proses yang secara terus menerus di lakukan untuk meningkatkan kemampuan dan terdiri dari pengamatan atasan secara langsung dan berkala terhadap pekerjaan bawahan mereka untuk memberikan pengarahan atau bantuan langsung untuk menyelesaikan masalah. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Chrismilasari. Lucia Andi. , et al. Optimalisasi Pelaksanaan,A. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. Kepala ruangan harus merencanakan supervisi untuk memberikan pengarahan, melatih, mengamati, dan menilai pekerjaan perawat. Pelaksanaan supervisi bukan hanya ditujukan untuk mengawasi apakah seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengan sebaikbaiknya, sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan, tetapi juga bagaimana memperbaiki proses keperawatan yang sedang berlangsung (Chrismilasari. Afiyanti & Yustan. Kegiatan supervisi seluruh staf keperawatan bukan sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek. Perawat diposisikan sebagai mitra kerja yang memiliki ide-ide, pendapat dan pengalaman yang perlu didengar, dihargai dan diikutsertakan dalam melakukan asuhan keperawatan. Penting bagi kepala ruangan dalam melakukan supervisi sebagai pengarah untuk mengidentifikasi masalah atau hambatan dalam pemberian pelayanan keperawatan. Apabila pengarahan tidak dilakukan berbagai dampak negatif dapat terjadi, baik terhadap tenaga kesehatan maupun pelayanan kepada pasien. Dampak lainnya adalah kurangnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dapat berdampak pada keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. (Wahyuningsih dkk, 2. Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin merupakan salah satu rumah sakit swasta di wilayah Banjarmasin, yang diharapkan selalu dapat memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang optimal. Pelayanan optimal dapat dilakukan salah satunya dengan pelaksanaan supervisi oleh kepala ruangan dan supervisor (Nunik & Tuti, 2. Menyikapi hal ini Tim Pengabdi Bersama dengan pihak Manajemen Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin melakukan diskusi untuk mengidentifikasi pelaksanaan supervise oleh kepala ruangan. Hasil diskusi terungkap bahwa supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan dan supervisor belum optimal karena hanya dilakukan satu kali dalam kurun waktu sebulan sehingga kinerja perawat pelaksana kurang optimal. Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit Suaka Insan (RSSI) Banjarmasin belum terdapat SOP supervisi yang terprogram, melainkan hanya jadwal supervisi yang disusun oleh supervisor. Hasil wawancara dengan supervisor didapat pernyataan bahwa kelengkapan pendokumentasian dilengkapi sebelum diberikan kebagian rekam medik tetapi bukan berarti data dokumentasi keperawatan lengkap seluruhnya karena pasti ada beberapa lembar yang kurang terisi mau itu dari bagian perawat atau dari dokter yang menangani pasien. Berdasarkan analisis masalah ini lah Tim Pengabdi melakukan Pengabdian Kepada Kepala Ruangan dan Supervisor di RS Suaka Insan Banjarmasin dengan metode seminar dengan tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman kepala ruangan dan supervisor akan proses supervise dan SOP. Dengan melakukan pendekatan dan metode ini diharapkan kepala ruangan dan supervisor dapat lebih memahami konsep dan langkah SOP Supervisi. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada di Bulan September 2024. Adapun waktu dan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu: Pada tanggal 2-4 September 2024. Melakukan observasi lapangan dan berdiskusi dengan pihak manajemen, kepala ruangan dan supervisor Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Observasi dan diskusi dilakukan untuk melihat kondisi pelaksanaan supervise yang telah dijalankan agar menjadi dasar dalam membuat materi yang akan disampaikan saat proses seminar. Tujuan kegiatan ini agar mendapatkan dukungan dan komitmen terutama penyamaan persepsi program yang akan dilaksanankan. Gambar 1. Kunjungan Tim Pengabdi dan Diskusi dengan Tim RS Suaka Insan Pada tanggal 13-15 September 2024, melakukan persiapan yaitu persiapan alat dan bahan seperti power point, kuesioner pre test dan post test, laptop. LCD. Mikropone, surat undangan peserta, surat permohonan pembicara. Pada tanggal 16 September 2024, melakukan seminar terkait supervise dan SOP supervisi kepada Manjerial keperawatan, kepala ruangan dan supervisor RS Suaka Insan Banjarmasin. Seminar dilakukan terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama jam 08. 00 terkait topik konsep supervisi dan sesi kedua 13. 00 terkait SOP Supervisi. Kegiatan dimulai dengan pemberian soal pre test kegiatan dan diakhiri dengan pemberian soal post test. Setelah post test, dilakukan role play Langkah dan pendokumentasian supervise sesuai dengan SOP Supervisi yang ada. Seminar dilakukan sebagai upaya untuk meriview kembali informasi dan pengetahuan dari kepala ruangan dan supervisor, dimana pendidikan dan pelatihan mempunyai peran strategis dalam peningkatan kinerja . SDM baik dalam hal kemampuan, keterampilan, dan kompetensi. Pendidikan dan pelatihan pegawai merupakan suatu kegiatan yang fungsinya untuk meningktakan keterampilan, skill, knowledge. Dengan banyaknya pemberian pelatihan kepada karyawan secara rutin akan meningkatkan kinerja pegawai. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Chrismilasari. Lucia Andi. , et al. Optimalisasi Pelaksanaan,A. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. Gambar 2. Seminar AuPemberian Materi Supervisi dan SOP SupervisiAy Gambar 3. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab HASIL DAN PEMBAHASAN Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan metode supervisi dan SOP di RS Suaka Insan Banjarmasin dalam bentuk pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan dengan jumlah peserta 15 orang kepala ruangan dan supervisor yang mewakili setiap ruangan. Seminar dibagi dalam 2 sesi topik materi yaitu Konsep Supervisi yang dibawakan oleh narasumber Lucia Andi C. Kep dan topik materi SOP Supervisi dibawakan oleh Anastasia Maratning. MAN. Pengukuran Tingkat pengetahuan kepala ruangan dan supervisor dilakukan sebelum dimulai kegiatan seminar dalam bentuk pre test terlebih dahulu dan dievaluasi kembali setelah pemberian materi dengan melakukan post test dimana para peserta dibagikan kuesioner untuk Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Kepala Ruangan dan Supervisor Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Terkait Supervisi dan SOP Supervisi Tingkat pengetahuan Pre test Baik Cukup Kurang Total Konsep dan SOP Supervisi Post Test 53,33% 46,67% Hasil dari kegiatan seminar pemberian materi terkait konsep dan SOP Supervisi didapat dilihat pada tabel diatas terjadi peningkatan dari pengetahuan kepala ruangan dan supervisor sebelum dan sesudah diberikan materi, dimana saat pre test didapatkan hasil 53,33% baik dan 46,67% Setelah materi diberikan dan dilakukan post test kembali diperoleh hasil pengetahuan menjadi 100% baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan kepala ruangan dan suprvisore terkait konsep dan SOP supervise. Selain dari pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan pre test dan post test, kepala ruangan dan supervisor juga menlakukan role play terkait pelaksanaan supervisi baik langkah dan pendokumentasian supervise sesuai SOP yang ada. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdi diperoleh seluruh dari kepala ruangan dan supervisor dapat melakukkan dengan role play dengan baik dan benar sesuai dengan langkah SOP yang ada. Seiringan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait konsep dan SOP supervisi oleh kepala ruangan dan supervisor diharapkan dapat membantu baik individu maupun komunitas, khususnya Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin dalam meningkatkan mutu pelayanan dimana melalui peningkatan pengetahuan dan pehamaman yang nantinya memengaruhi sikap dan perilaku individu dan komunitas tersebut ( Andoko,A & Putri I, 2020. Yani. Juniartu & Lukman, 2. Target peningkatan pengetahuan yang terjadi pada kelompok sasaran adalah pada tingkatan memahami . yaitu dimana suatu kemampuan untuk menjelaskan atau menginterprestasikan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat diinterpretasi dengan benar (Notoadmodjo, 2. Pemahaman yang di inginkan oleh Tim Pengabdi kepada kelompok sasaran adalah seluruh kepala ruangan dan supervisor memahami bagaimana perannya dalam menjalankan supervisi dalam pelayanan keperawatan agar mutu tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pengetahuan ini akan memengaruhi cara pandang sehingga membentuk tindakan atau sikap seseorang (Notoatmodjo, 2. Pendidikan dan pelatihan mempunyai peran strategis dalam peningkatan kinerja . SDM baik dalam hal kemampuan, keterampilan, dan kompetensi. Pendidikan dan pelatihan pegawai merupakan suatu kegiatan yang fungsinya untuk meningktakan keterampilan, skill, knowledge (Dyah & Wahyu, 2024. Eliana, dkk, 2. Banyaknya pemberian pelatihan kepada Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Chrismilasari. Lucia Andi. , et al. Optimalisasi Pelaksanaan,A. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. karyawan secara rutin akan meningkatkan kinerja pegawai sehingga sangat perlu kegiatan pelatihan terkait supervise kepada kepala ruangan dan supervisor. Kegiatan supervisi memberikan dorongan dan kesempatan untuk meningkatkan keahlian perawat pelaksana. Supervisi berperan penting dalam proses pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai tujuan dan standar yang telah dibuat (Agustina, 2019. Rosana Silalahi &Asnet Leo Bunga, 2. Kepala ruangan akan kesulitan mempertahankan kualitas asuhan keperawatan tanpa melakukan kegiatan supervisi di ruangan karena informasi yang diberikan oleh staf keperawatan mungkin sangat terbatas. Supervisi yang baik berarti dapat mengorganisir dengan baik perawat pelaksana (Fatonah & Yustiawan, 2020. Dewi. , dkk ,2. Peran Kepala Ruangan sangat penting, jika tidak dilaksanakan dengan maksimal maka dapat mengganggu pelayanan MAKP maka akan terjadi penurunan kualitas pelayanan dalam pemberian asuhan keperawatan, kurang kedisiplinan, kurangnya informasi aktual dan terupdate dari luar atau dalam organisasi, tidak terorganisirnya sumber daya yang ada, dan terjadi kesulitan dalam pemecahan masalah (Chrismilasari. Afiyanti & Yustan, 2. Karena itu, penting bagi kepala ruangan dalam melakukan supervisi sebagai pengarah untuk mengidentifikasi masalah atau hambatan dalam pemberian pelayanan keperawatan. Apabila pengarahan tidak dilakukan berbagai dampak negatif dapat terjadi, baik terhadap tenaga kesehatan maupun pelayanan kepada pasien (Teresa. T dkk,2. Dampak lainnya adalah kurangnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dapat berdampak pada keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, peran kepala ruangan dalam melakukan supervisi dan pengarahan sangat penting untuk menjaga efektivitas kerja, meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan, serta memastikan pelayanan yang optimal bagi pasien (Mongi,2021. In Rahmad dkk, 2. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan seminar ini berhasil meningkatkan pengetahuan sebanyak 46,67%, dimana yang awalnya pengetahuan baik sebanyak 53,33% menjadi 100% serta meningkatkan pemahaman kepala ruangan dan supervisor tentang manajemen supervise dan SOP Supervisi di RS Suaka Insan Banjarmasin. Kegiatan ini memiliki keterbatasan dalam hal pendampingan secara berkelanjutan sehingga diharapkan program ini dapat dilanjutkan oleh pihak manajemen RS dalam dalam memfasilitasi implementasi SOP, monitoring berkala pelaksanaan supervisi, atau pelatihan lanjutan. Acknowledgment Terimakasih di sampaikan kepada Ketua Yayasan dan Ketua STIKES Suaka Insan Banjarmasin untuk hibah dosen dalam pendanaan kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024. LLPM STIKES Suaka Insan yang mendukung dan mensupport kegiatan pengabdian masyarakat ini dan tim fasilitator dari RS Suaka Insan Banjarmasin. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 Daftar Pustaka