Jurnal Citra Magang dan Persekolahan (JCMP) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026 ISSN 3025-0455 Hal. https://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcmp/index IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEORI DASAR MUSIK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NOTASI MUSIK PADA SISWA SMA Alessandro M. Gerry Tandafatu. Liliana Bedu. Fransiskus Roy Meo. Yohana Hermania Bupu. 1,2,3,. Pendidikan Musik. STKIP Citra Bakti gtandafatu1@gmail. com, . anbedu97@gmail. com, . meooying@gmail. hermaniabupu@gmail. Abstrak Pembelajaran musik di sekolah menengah berperan penting dalam mengembangkan kompetensi artistik, kognitif, dan afektif siswa, tetapi keterampilan membaca notasi musik masih menjadi kendala bagi sebagian siswa SMA. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi pembelajaran teori dasar musik terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa di SMAS St. Clemens Boawae. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek guru musik dan siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi selama 14 hari, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teori dasar musik yang sistematis dan terstruktur meningkatkan keaktifan siswa, memperkuat pemahaman konsep dasar, serta meningkatkan kelancaran membaca notasi musik. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pembelajaran ini juga menumbuhkan motivasi, antusiasme, dan kepercayaan diri siswa. Disimpulkan bahwa pembelajaran teori dasar musik berimplikasi positif terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik. Abstract Music learning in secondary schools plays an important role in developing studentsAo artistic, cognitive, and affective competencies, but the ability to read musical notation remains a challenge for some high school students. This study aimed to analyze the implications of basic music theory instruction for improving studentsAo musical notation reading skills at SMAS St. Clemens Boawae. The study employed a descriptive qualitative method with a music teacher and eleventh-grade students selected purposively as the subjects. Data were collected through 14 days of observation, semistructured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings showed that systematic and structured basic music theory instruction increased student participation, strengthened understanding of basic concepts, and improved fluency in reading musical notation. In addition to improving technical skills, this instruction also fostered studentsAo motivation, enthusiasm, and selfconfidence. It can be concluded that basic music theory instruction has positive implications for improving musical notation reading skills. Sejarah Artikel Diterima: 29 Juni 2025 Direview: 9 Maret 2026 Disetujui: 17 April 2026 7 Kata Kunci Teori Dasar Musik. Membaca Notasi Musik. Siswa SMA. Pembelajaran Seni Musik Article History Received: June 29, 2025J Reviewed: March 9, 2026J Published: April 17, 2026J Key Words Basic Music Theory. Musical Notation Reading. High School Students. Music Learning Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 98 PENDAHULUAN Pendidikan musik memiliki posisi penting dalam pembentukan kompetensi peserta didik karena tidak hanya berkontribusi pada penguasaan artistik, tetapi juga pada perkembangan motivasi, konsentrasi, dan keterampilan sosial. Dalam konteks sekolah menengah, pembelajaran musik yang dirancang secara bermakna dapat memperkuat keterlibatan siswa di kelas, mendorong partisipasi aktif, dan membangun rasa percaya diri dalam proses belajar. Berbagai kajian mutakhir menunjukkan bahwa pembelajaran musik berkaitan dengan meningkatnya motivasi belajar di kelas serta berkembangnya kemampuan sosial peserta didik, terutama pada usia anak dan remaja (Kiss et al. , 2025. Zhang, 2. Dari sisi kognitif, pelatihan musik juga dilaporkan memiliki hubungan dengan kemampuan membaca, memori kerja, dan fungsi eksekutif yang mendukung keberhasilan belajar secara umum (Sofologi et al. , 2. Dengan demikian, pendidikan musik di SMA semestinya tidak diposisikan sebagai pelengkap kurikulum semata, melainkan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi kognitif, afektif, dan sosial siswa. Salah satu kompetensi dasar yang sangat penting dalam pembelajaran musik adalah keterampilan membaca notasi musik. Keterampilan ini memungkinkan siswa menerjemahkan simbol visual ke dalam bunyi, ritme, dan tindakan performatif, sehingga menjadi fondasi untuk bernyanyi, bermain alat musik, maupun memahami partitur secara lebih mandiri. Penelitian tentang pengenalan visual notasi musik menunjukkan bahwa kemampuan mengenali simbol notasi merupakan keterampilan spesifik yang dapat diukur secara objektif dan sangat menentukan partisipasi dalam praktik musik formal (Wong et al. , 2. Selain itu, kajian terbaru menegaskan bahwa kelancaran mengenali notasi masih menjadi hambatan pedagogis bagi banyak pembelajar karena proses identifikasi not belum selalu mencapai tahap otomatis (Wong & Fang, 2. Pada saat yang sama, studi mengenai keahlian membaca musik memperlihatkan bahwa aktivitas ini merupakan proses kognitif tingkat tinggi yang menuntut pengolahan visual secara efisien dan cepat selama membaca partitur (Drai-Zerbib et al. Berdasarkan kondisi tersebut, pembelajaran teori dasar musik menjadi landasan yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam membaca notasi musik. Teori dasar musik mencakup pemahaman tentang nilai not, birama, ritme, interval, tangga nada, tanda istirahat, serta hubungan antarsimbol yang membentuk struktur musikal secara utuh. Apabila siswa memahami unsur-unsur tersebut secara konseptual, proses membaca notasi tidak lagi berhenti pada mengenali simbol, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami dan mengeksekusi makna musikal dengan lebih tepat. Penelitian pada pembelajaran solfyge tingkat dasar menunjukkan bahwa latihan teoritis yang sistematis dapat memperkuat kemampuan membaca musik dan ketepatan intonasi siswa (Kendyzler & Akka, 2. Sejalan dengan itu, meta-analisis terbaru juga menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran dan pengajaran musik memberikan pengaruh positif terhadap literasi musik dan sight-reading. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 99 walaupun besarnya pengaruh bergantung pada strategi pedagogis dan jenjang pendidikan yang digunakan (Valache et al. , 2. Dalam perspektif neurokognitif, literasi musik bahkan dikaitkan dengan berkembangnya spesialisasi pemrosesan visual untuk pengenalan notasi, yang menandakan bahwa teori dan praktik membaca musik seharusnya dipelajari secara terpadu (Proverbio & Sanoubari, 2. Dalam konteks Indonesia, penelitian tentang pembelajaran membaca notasi musik masih banyak berfokus pada penggunaan media, bahan ajar, atau intervensi pembelajaran Studi Febiola dan Djie . menunjukkan bahwa penggunaan MuseScore dapat meningkatkan kemampuan membaca notasi balok siswa, yang menandakan bahwa dukungan media pembelajaran mampu membantu proses pemahaman simbol musik. Di sisi lain, penelitian Dhone et al. di Boawae menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar membaca notasi angka dilakukan karena siswa masih memiliki keterbatasan dalam memahami dasar-dasar notasi serta kekurangan sumber belajar yang memadai. Temuan tersebut diperkuat oleh Oktaviani et al. yang memperlihatkan bahwa penggunaan origami sebagai media visual mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap notasi balok dan materi teori musik. Rangkaian temuan ini mengisyaratkan bahwa persoalan membaca notasi musik tidak hanya terletak pada latihan praktik, tetapi juga pada bagaimana teori dasar diperkenalkan, dijelaskan, dan dioperasionalkan dalam pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu dikaji lebih Sejumlah studi mutakhir cenderung menyoroti efektivitas game-based learning, aplikasi tertentu, adaptasi notasi, atau latihan membaca lagu tertentu dalam meningkatkan kemampuan siswa, seperti penggunaan Perfect Ear pada pembacaan ritmik, integrasi notasi Barat dalam pembelajaran titilaras, dan latihan membaca notasi angka pada lagu tertentu (Bertina et al. , 2024. Supriatna et al. , 2025. Tefa et al. , 2. Kajian-kajian tersebut penting, tetapi belum secara khusus menjelaskan implikasi pembelajaran teori dasar musik itu sendiri terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik pada siswa SMA. Padahal, pada jenjang SMA, siswa dituntut tidak hanya memahami simbol dasar, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan teoritis dengan praktik musikal yang lebih kompleks dan Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis implikasi pembelajaran teori dasar musik terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa di SMAS St. Clemens Boawae. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dasar akademik dan praktis bagi guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih efektif untuk menjembatani penguasaan teori dengan keterampilan membaca notasi secara nyata. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk memahami secara mendalam proses pembelajaran teori dasar musik dalam meningkatkan keterampilan membaca notasi musik siswa pada konteks nyata di lingkungan sekolah. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 100 Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menelaah pengalaman, interaksi, respons, dan makna yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung secara alamiah. Penelitian dilaksanakan di SMAS St. Clemens Boawae dengan fokus pada pelaksanaan pembelajaran teori dasar musik pada siswa kelas XI. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran musik, yaitu Sr. Irmina. CIJ, serta siswa kelas XI yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka merupakan pihak yang paling relevan dan mengetahui secara langsung proses pembelajaran yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan secara langsung selama 14 hari, yaitu pada tanggal 13 sampai 28 Februari 2025, dengan tidak termasuk hari Minggu, untuk mengamati proses pembelajaran teori dasar musik, interaksi antara guru dan siswa, serta keterlibatan siswa dalam membaca notasi musik. Wawancara dilaksanakan pada 20 Februari 2025 dengan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur agar data yang diperoleh lebih mendalam dan tetap terarah sesuai fokus penelitian. Wawancara dilakukan kepada guru musik dan beberapa siswa yang dipilih berdasarkan keterlibatan serta pengalaman mereka dalam pembelajaran. Adapun dokumentasi yang dikumpulkan berupa foto kegiatan pembelajaran, catatan lapangan, serta perangkat pembelajaran yang digunakan selama proses penelitian. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sesuai dengan fokus penelitian. Selanjutnya, data yang telah direduksi disajikan secara sistematis dalam bentuk uraian deskriptif agar hubungan antartemuan lebih mudah dipahami. Tahap akhir dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan pola, makna, dan temuan yang muncul selama penelitian. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari guru dan siswa serta mencocokkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga diperoleh data yang lebih valid dan dapat dipercaya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teori dasar musik di SMAS St. Clemens Boawae dilaksanakan secara sistematis dan memberikan implikasi positif terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa. Temuan ini terlihat dari keterlibatan aktif siswa selama pembelajaran, pemahaman mereka terhadap materi teori dasar musik, serta kemampuan mereka dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut pada kegiatan praktik membaca notasi musik. Selain berdampak pada aspek kognitif dan keterampilan Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 101 teknis, pembelajaran ini juga berpengaruh terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan seni musik di kelas. Seluruh temuan tersebut diperoleh melalui proses triangulasi data sehingga hasil yang disajikan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih kuat. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis, hasil penelitian disajikan ke dalam beberapa tabel berdasarkan sumber data dan fokus temuan. Tabel pertama menyajikan hasil observasi terkait proses pembelajaran teori dasar musik di kelas. Tabel kedua memuat hasil wawancara dengan guru dan siswa mengenai pandangan, pengalaman, dan manfaat pembelajaran teori dasar musik. Tabel ketiga menampilkan hasil dokumentasi yang mendukung temuan observasi dan wawancara. Selanjutnya, tabel keempat menyajikan hasil triangulasi data sebagai bentuk penguatan atas temuan utama penelitian, sedangkan tabel kelima merangkum keseluruhan hasil penelitian secara singkat dan terfokus. Dengan penyajian ini, pembaca dapat memahami secara lebih jelas hubungan antara pembelajaran teori dasar musik dan peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa. Berdasarkan Tabel 1. Hasil Observasi Pembelajaran Teori Dasar Musik No. Aspek yang Diamati Fokus Keterlibatan siswa di kelas Respons siswa pertanyaan guru Materi yang dipahami siswa Aktivitas Interaksi Latihan praktik Temuan Observasi Makna Temuan Pembelajaran teori dasar musik dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur sebelum siswa masuk ke praktik musik. Teori dasar menjadi landasan awal agar siswa lebih siap dalam kegiatan praktik membaca notasi dan bermain musik. Saat guru mengajukan Siswa tidak hanya pertanyaan, siswa menunjukkan menerima materi secara antusiasme yang baik dalam pasif, tetapi terlibat aktif dalam proses Tercatat 4 siswa mengacungkan Hal ini menunjukkan tangan dan memberikan jawaban adanya pemahaman awal yang sesuai dengan materi yang yang baik terhadap materi teori musik. Siswa mampu merespons Pemahaman teori dasar pertanyaan terkait interval musik mulai terbentuk tangga nada minor natural, minor secara konseptual. harmonis, dan minor melodis. Seluruh 16 siswa mendapat Pembelajaran memberi kesempatan presentasi individu ruang yang merata bagi di depan kelas tentang materi siswa untuk menunjukkan tangga nada minor. pemahaman mereka. Siswa lain menyimak presentasi Terjadi interaksi belajar dengan baik dan aktif bertanya yang kolaboratif dan kepada temannya. mendukung pemahaman Siswa diberikan soal lanjutan Terdapat hubungan membaca notasi musik pada langsung antara partitur lagu dengan penguasaan teori dengan memperhatikan nada dasar dan penerapan praktik membaca notasi musik. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 102 Perkembangan Siswa yang awalnya kesulitan mengidentifikasi notasi mulai mampu membaca dan memainkan lagu-lagu sederhana dengan lebih percaya diri. Pembelajaran teori dasar musik berimplikasi positif terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik. Tabel 2. Hasil Wawancara dengan Guru dan Siswa No. Informan Fokus Wawancara Tujuan teori dasar Guru musik (Sr. Irmina. CIJ) Guru musik (Sr. Irmina. CIJ) Fungsi teori Siswi Pengalaman Siswi Motivasi belajar Siswi Relevansi Hasil Wawancara Interpretasi Guru menekankan bahwa siswa perlu memahami teori musik terlebih dahulu sebelum Teori dasar musik dipandang penting agar siswa tidak mengalami kesulitan saat memainkan alat musik maupun membaca Siswa merasa sangat terbantu dengan teori dasar musik yang diajarkan guru. Siswa merasa tertantang dan antusias mempelajari teori musik. Pembelajaran dirancang dengan strategi yang menghubungkan teori dan praktik secara Penguasaan teori menjadi fondasi teknis dalam aktivitas musikal Pembelajaran teori dasar musik dipersepsi bermanfaat secara langsung oleh siswa. Teori musik tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan motivasi Pemahaman terhadap manfaat materi memperkuat keterlibatan siswa dalam belajar. Siswa menyadari bahwa teori dasar musik merupakan landasan penting untuk praktik Tabel 3. Hasil Dokumentasi Penelitian No. Jenis Dokumentasi Foto kegiatan Catatan Perangkat Bukti tugas Isi Dokumentasi Dokumentasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran teori dasar musik di kelas. Catatan mengenai suasana kelas, interaksi guru dan siswa, serta respons siswa terhadap Materi pembelajaran teori dasar musik, termasuk topik tangga nada minor dan latihan membaca notasi. Kegiatan presentasi dan latihan membaca partitur lagu berdasarkan nada dasar dan Fungsi dalam Penelitian Menguatkan data observasi tentang keaktifan siswa dan pelaksanaan pembelajaran. Menjadi data pendukung untuk mendeskripsikan proses pembelajaran secara Menunjukkan bahwa pembelajaran dilakukan secara terencana dan sistematis. Memperlihatkan penerapan teori ke dalam praktik membaca notasi musik. Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 103 Tabel 4. Temuan Utama Penelitian Berdasarkan Triangulasi Data No. Fokus Temuan Pembelajaran teori dasar Data Observasi Guru teori sebelum praktik dan Data Wawancara Guru teori harus lebih dahulu Data Dokumentasi Perangkat materi tersusun Siswa aktif Siswa aktif bertanya, dan Siswa dan antusias Teori dasar Siswa diberi materi yang Pembelajaran pada sikap diri siswa Siswa yang mulai lebih percaya diri Guru dan siswa samasama notasi dan praktik musik. Siswa dan lebih belajar musik. Foto dan partisipasi aktif Tugas dan aktivitas kelas penerapan teori dalam praktik. Dokumentasi kepercayaan diri Simpulan Pembelajaran teori dasar musik di SMAS St. Clemens Boawae sistematis dan Pembelajaran teori dasar musik mampu keaktifan siswa di kelas. Teori dasar langsung pada notasi musik. Pembelajaran teori dasar musik tidak teknis, tetapi juga motivasi dan rasa percaya diri Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teori dasar musik di SMAS St. Clemens Boawae berimplikasi nyata terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa. Temuan observasi, wawancara, dan dokumentasi memperlihatkan bahwa siswa yang memahami konsep dasar, seperti tangga nada, interval, birama, dan pola notasi, cenderung lebih lancar ketika berhadapan dengan partitur dan tugas praktik membaca notasi. Temuan ini menegaskan bahwa teori dasar musik tidak berfungsi sebagai hafalan semata, melainkan sebagai landasan kognitif yang membantu siswa menghubungkan simbol visual dengan bunyi, ritme, dan tindakan musikal. Pandangan tersebut sejalan dengan Wong dan Fang . , yang menegaskan bahwa kelancaran mengenali notasi musik merupakan keterampilan yang menuntut penguasaan perseptual secara bertahap dan tidak terjadi secara Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 104 otomatis sejak awal. Dengan demikian, peningkatan keterampilan membaca notasi pada siswa dalam penelitian ini dapat dipahami sebagai hasil dari penguatan fondasi konseptual yang mendukung kelancaran praktik. Temuan lain yang penting ialah bahwa peningkatan keterampilan membaca notasi tidak muncul secara instan, tetapi melalui proses pembelajaran yang sistematis, bertahap, dan Dalam hasil penelitian terlihat bahwa siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga menjawab pertanyaan, melakukan presentasi individu, serta mengerjakan latihan membaca partitur secara langsung. Pola ini menunjukkan bahwa teori dasar musik diajarkan melalui alur yang menghubungkan pemahaman konsep dengan penerapan praktis di kelas. Hasil ini sejalan dengan Kendyzler dan Akka . , yang menemukan bahwa model pembelajaran solfyge yang disusun secara bertahap dan terstruktur lebih efektif dibandingkan pendekatan tradisional dalam memperkuat kemampuan dasar musikal peserta didik. Selain itu. Setyawan et al. juga menegaskan bahwa pembelajaran teori musik menjadi lebih bermakna ketika siswa diberi ruang untuk terlibat aktif, merefleksikan materi, dan menghubungkannya dengan pengalaman belajar nyata. Dengan kata lain, keberhasilan pembelajaran teori dasar musik dalam penelitian ini sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran yang tidak berhenti pada penjelasan, tetapi langsung diarahkan pada praktik dan partisipasi. Pembahasan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa implikasi pembelajaran teori dasar musik tidak hanya terlihat pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek afektif siswa. Berdasarkan wawancara, siswa merasa terbantu, tertantang, dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran musik karena mereka memahami hubungan antara teori yang dipelajari dan praktik yang dilakukan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguasaan teori dasar musik turut membangun rasa percaya diri siswa saat menjawab pertanyaan, mempresentasikan materi, dan membaca notasi di depan kelas. Temuan ini selaras dengan kajian sistematis Kiss et al. , yang menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam pembelajaran musik kelas cenderung meningkat ketika pembelajaran memberi rasa kompeten, relevansi, dan keterlibatan aktif. Dalam konteks penelitian ini, teori dasar musik tidak dipersepsi sebagai materi abstrak yang membebani, melainkan sebagai alat bantu yang memudahkan siswa memahami musik secara lebih utuh. Oleh sebab itu, peningkatan motivasi dan kepercayaan diri siswa dapat dipandang sebagai implikasi lanjutan dari keberhasilan pembelajaran teori dasar musik yang dirancang secara bermakna. Secara pedagogis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran seni musik di tingkat SMA perlu dirancang dengan integrasi yang kuat antara teori dan praktik. Teori dasar musik perlu diajarkan secara kontekstual, bertahap, dan langsung dihubungkan dengan aktivitas membaca notasi, bernyanyi, maupun memainkan instrumen agar siswa melihat fungsi nyata dari materi yang dipelajari. Implikasi ini penting karena pembelajaran yang seimbang akan membantu siswa bergerak dari tahap mengenali simbol menuju tahap memahami dan Jurnal Citra Magang dan Pembelajaran (JCMP) || 105 mengeksekusi makna musikal secara mandiri. Hal tersebut didukung oleh Valache et al. , yang melalui meta-analisis menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran musik memberi dampak positif terhadap capaian musikal, tetapi efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kualitas desain pedagogis yang digunakan. Dengan demikian, temuan penelitian ini mengarah pada kebutuhan akan strategi pembelajaran yang menempatkan teori dasar musik sebagai fondasi operasional, bukan sekadar pelengkap kurikulum. Jika pendekatan seperti ini dipertahankan, maka pembelajaran teori dasar musik berpotensi membentuk siswa yang lebih terampil, reflektif, dan mandiri dalam membaca notasi musik. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teori dasar musik di SMAS St. Clemens Boawae berimplikasi positif terhadap peningkatan keterampilan membaca notasi musik siswa SMA. Penguasaan materi dasar seperti tangga nada, interval, birama, dan pola notasi terbukti membantu siswa memahami serta mempraktikkan pembacaan partitur dengan lebih lancar, tepat, dan percaya diri. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pembelajaran teori dasar musik juga mendorong keaktifan, antusiasme, dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran seni musik. Hal ini menunjukkan bahwa teori dasar musik tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan konseptual, tetapi juga sebagai fondasi penting yang menjembatani pemahaman dan praktik musikal siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk terus menerapkan pembelajaran teori dasar musik secara sistematis, kontekstual, dan terintegrasi dengan latihan praktik agar siswa lebih mudah menghubungkan konsep dengan penerapannya. Sekolah juga diharapkan dapat mendukung proses ini melalui penyediaan media, bahan ajar, dan suasana pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, pembelajaran teori dasar musik dapat berlangsung lebih efektif dalam membentuk siswa yang terampil, mandiri, dan memiliki apresiasi yang lebih baik terhadap musik. DAFTAR PUSTAKA