Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PEMBUDIDAYAAN TANAMAN HIDROPONIK BAGI MASYARAKAT MESJID PUENTUET KECAMATAN BLANG MANGAT Jamilah1. Wahdaniah2. Yuniati3 Dosen MKU Jurusan Teknik Informasi dan Komputer. Politeknik Negeri Lhokseumawe Dosen MKU Jurusan Teknik Mesin. Politeknik Negeri Lhokseumawe Dosen MKU Jurusan Teknik Mesin. Politeknik Negeri Lhokeseumawe Email : jamilahyacob. pnl@gmail. Abstrak Program Penerapan IPTEKS ini berjudul AuPelatihan Budi Daya Hidroponik bagi Masyarakat Meunasah Mesjid Puentuet. Kecamatan Blang Mangat. Ay Berdasarkan analisis situasi diperoleh beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra/masyarakat adalah: . masih banyak ibu rumah tangga yang belum tahu apa yang harus mereka kerjakan untuk menunjang penambahan perekonomian keluarga dan . kurangnya wawasan tentang teknologi, dan . terbatasnya wawasan untuk memanfaatkan pekarangan dan barang bekas. Pelatihan ini bertujuan membantu mitra/masyarakat. Luaran program yang akan menjadi target adalah dapat: . menanamkan kebiasaan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat yang dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk bercocok tanam. memberikan jasa pelatihan kepada peserta penerapan IPTEKS. meningkatkan pengetahuan dan IRT di bidang Ipteks. menghasilkan modul/materi untuk panduan pembudidayaan hidroponik. memasarkan hasil panen baik ke pasar tradisional maupun modern. Adapun tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah: . tahap Pendekatan Persuasif/Persiapan, . tahap Pembinaan dan Pelatihan. para peserta dibekali dengan materi pelatihan dalam bentuk teori dan video, dan . tahap pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan hasil tes terhadap pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pembudidayaan dengan sistem hidroponik dapat dikategorikan meningkat jika dibandingkan hasil pretes dan postes, sedangkan keterampilan menyangkut keberhasilan pembudidayaan secara hidroponik mencapai 100%. Kata Kunci: pelatihan, budi daya, hidroponik, budi daya hidroponik berguna menjadi salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman dengan sistem hidroponik. Barang bekas yang dimaksud adalah gelas atau botol minuman, jerigen bekas, dan pipa PVC . Dalam pelatihan yang dimaksud peserta dibekali dengan pengetahuan yang berkaitan dengan pembudidayaan tanaman dengan sistem hidroponik, jenis tanaman yang dapat teknik-teknik pembudidayaan dengan beberapa sistem . Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak PT kepada Pelaksanaannya lebih diarahkan kepada pemecahan masalah yang dihadapi Kegiatan ini juga merupakan upaya pembinaan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap Ipteks. PENDAHULUAN Analisis Situasi Pembudidayaan tanaman dengan sistem hidoponik sebenarnya tidak sulit sehingga di kota-kota besar pembudidayaan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan sudah berskala bisnis. Di daerah Aceh Utara dan Lhokseumawe baru dikenal pembudidayaan tanaman dengan sistem hidroponik pada tahun 2015. Namun, keterampilan hanya dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Sementara masyarakat di pedesaan masih sangat asing dengan sistem yang dimaksud. Berdasarkan kenyataan tersebut muncul inspirasi untuk mengadakan pelatihan dasar pembudidayaan tanaman dengan sistem Melalui pelatihan ini masyarakat dirangkul untuk memanfaatkan barang bekas yang selama ini menjadi sampah yang tidak Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat membekali masyarakat dengan keterampilan menggunakan Ipteks tersebut. Seperti yang diketahui, keterampilan/skill itu merupakan salah satu penunjang yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Persoalan kemiskinan merupakan salah satu persoalan yang belum terselesaikan di negeri tercinta ini. Menurut banyak pendapat faktor keterbelakangan ilmu suatu bangsa sehingga hampir sebagian besar masyarakatnya buta ilmu yang menyebabkan SDM menjadi tidak berkualitas . Berdasarkan survei awal diperoleh gambaran bahwa masih banyak masyarakat di Desa Meunasah Mesjid memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam sayuran baik secara tradisional maupun dengan sistem hidroponik. Selain itu masyarakat masih kurang pengetahuan dan wawasan dalam hal teknologi. Hal inilah yang menyebabkan pada umumnya masyarakat mengerjakan pekerjaan rumahan saja secara rutin atau melakukan hal-hal yang tidak Mereka belum memiliki wawasan dan pengetahuan tentang hidroponik bahkan ada yang belum pernah mendengar istilah Mereka juga mengakui selama ini belum pernah ada pelatihan resmi dari lembaga mana pun yang membina dan membimbing mereka yang berhubungan dengan hidroponik. Padahal, mereka sangat membutuhkan pembinaan dan bimbingan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi mereka guna meningkatkan kesejateraan Solusi Yang Ditawarkan Upaya awal yang dapat dilakukan adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra/masyarakat terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) sebagai bekal untuk menunjang perekonomian keluarga. Motivasi awalnya masyarakat mitra diperkenalkan berbagai contoh pembudidayaan berbagai tanaman yang telah berhasil dilaksanakan baik untuk skala kecil sampai dengan skala bisnis yang telah Mereka diperkenalkan dengan berbagai gambar dan foto pembudidayaan dan hasilnya yang diperoleh dari internet. Dengan mempelajari dengan serius materi tentang pembudidayaan dengan sistem hidroponik secara lengkap dan aplikatif. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah suatu pembinaan sebagai penanganan atas kendala IRT dalam hal menunjang pendapatan Kegiatan budi daya ini diharapkan menjadi solusi bagi mereka untuk menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. METODE PELAKSANAAN Tahap Pendekatan Persuasif/Persiapan Pada tahap pendekatan ini terdapat beberapa hal yang akan dilakukan agar terjalin keakraban antara tim dan mitra, yaitu: Survei dan analisis situasi desa tersebut yang ditarget menjadi lokasi pelatihan guna mengetahui permasalahan mitra. kegiatan pelatihan kepada mitra yang akan berlangsung selama 6 bulan. mengkoordinasikan dengan pihak kepala desa sasaran pelatihan dan pihak-pihak lain yang mendukung pelaksanaan program pelatihan, syarat dasar peserta, dan jadwal peserta pelatihan penerapan IPTEKS. menetapkan jumlah peserta sebanyak 20 orang diutamakan IRT yang mampu menulis dan membaca. penyusunan materi dan persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pelatih. Permasalahan Mitra Berdasarkan analisis situasi yang telah diperoleh, permasalahan yang dihadapi oleh mitra/masyarakat adalah sebagai berikut: masih banyak ibu rumah tangga yang belum tahu apa yang harus mereka lakukan perekonomian keluarga. minimnya pengetahuan dan wawasan di bidang teknologi, termasuk pengetahuan dan ketrampilan tentang pembudidayaan dengan sistem hidroponik. terbatasnya wawasan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit menjadi lokasi pembudidayaan tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan menjadikan pekarangan Tahap Pelaksanaan Pembinaan dan Pelatihan Pada tahap pelatihan, sebelum peserta dibekali dengan materi tentang pembudidayaan tanaman dengan sistem hidroponik dalam bentuk teori, diadakan pretes tentang Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat pembudidayaan secara hidroponik. Pretes yang dimaksud untuk mendapat gambaran tentang pengetahuan mitra tentang sistem hidroponik. Langkah selanjutnya disampaikan materi. Dalam proses tersebut juga dibuka sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mitra Selanjutnya, setiap kelompok diberikan alat, bahan, dan dipraktikkan proses penyemaian. Setelah proses penyemaian mitra dikunjungi oleh tim setiap minggu sampai saat panen. Adapun nilai acuan/kategori dalam penilaian kinerja peserta dalam bercocok tanam secara hidroponik yaitu: :76-100 :51-75 :26-50 sangat rendah : 0-25 . Bahkan, instruktur juga mengatakan bahwa jika ada peserta yang memiliki kendala dalam pembelian keperluan dan bahan untuk tanaman hidroponik ini, instruktur akan membantu mengarahkan atau membantu membelikan melalui distributor terdekat. Evaluasi Kegiatan Secara umum kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Sampai dengan akhir kegiatan seluruh peserta hadir sesuai dengan jadwal yang telah Dampak kegiatan telah terlihat pada keterampilan peserta mencoba meracik nutrisi, memasang sumbu sebagai media dalam hidroponik, dan dapat mengukur kadar air. Para peserta dikelompokkan menjadi 4 Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Masing-masing kelompok sudah bisa meracik nutrisi, mengukur kadar air, dan memasang media tanam. Output pelatihan ini terlihat dengan jelas. Setiap kelompok diminta untuk unjuk kerja Kemudian melakukan evaluasi serta memberikan saransaran perbaikan terhadap hasil kerja mereka. Komunikasi antara peserta dengan instruktur terus terjalin meskipun secara tatap muka dinyatakan telah selesai. Kegiatan pengabdian ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Banyaknya minat dari para peserta dapat diakomodasi seiring dengan keterbatasan dana yang dialokasikan oleh lembaga. Akibatnya, kegiatan ini dilaksanakan hanya satu pertemuan saja, tetapi proses pengabdian secara nonformal tetap dilanjutkan di luar pertemuan tersebut. Para instruktur dalam kurun waktu 6 minggu terus mendatangi tiap kelompok yang diwakilkan oleh ketua kelompok untuk melihat perkembangan tanaman mereka sebagai evaluasi bagi tim pengabdian. Sebelum materi disajikan, mitra diuji dengan 20 soal yang disebut pretes. Nilai pretes yang diperoleh peserta dari 20 pertanyaan yang diajukan instruktur berkisar antara 25 sampai 40. Tabulasi nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tahap Pelaksanaan Evaluasi Setelah tahap pelatihan . , dilanjutkan dengan tahap evaluasi. Dalam tahap ini, kegiatan diarahkan untuk mengukur kompetensi masing-masing peserta pelatihan terhadap materi yang telah disampaikan dalam pelatihan setelah menggunakan teknologi hidroponik ini. Materi yang disampaikan adalah cara bercocok tanam dengan teknologi Evaluasi yang dilakukan menyangkut: . kemampuan menyerap materi pelatihan. keberhasilan proses penanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Untuk mengukur kemampuan mitra menguasai materi yang diberikan dalam pelatihan adalah dengan cara melakukan pretes yang dilakukan sebelum penyajian materi. Setelah materi selesai disajikan barulah dilaksanakan postes. Langkah berikutnya nilai yang diperoleh peserta melalui pretes dan postes dibuat dalam bentuk grafik dan dibandingkan. Evaluasi keberhasilan proses penanaman dipantau setiap minggu sampai tanaman dapat dipanen dengan cara mendatangi rumah setiap kelompok dan berdiskusi tentang kendala yang dihadapi dan tingkat keberhasilan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berbagai permasalahan dan kendala dikemukakan secara lugas oleh peserta mengenai langkah selanjutnya dalam budidaya hidroponik termasuk pembelian bibit, nutrisi, dan pemasarannya. Para peserta terlihat antusias dalam hal ini mungkin karena tanaman yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi mereka dan juga aman untuk kesehatan. Instruktur pengabdian menjelaskan secara pembudidayaan tanaman hidroponik ini. Tabel 1 Tabulasi Nilai Pretes Nilai Jumlah 1 orang 4 orang 7 orang 5 orang 3 orang 20 orang Jumlah Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berdasarkan tabulasi nilai tersebut dihitung nilai rata-rata dengan rumus . Jadi, = 33. Bila nilai ini dikonversikan dengan nilai acuan termasuk kategori sangat rendah. Setelah materi disajikan dan dibuka termen diskusi, peserta diminta untuk menjawab 20 pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah disajikan dan jawaban mereka diberi nilai. Nilai tersebut dinamakan dengan nilai postes seperti terlihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2 Tabulasi Nilai Postes No. Nilai Jumlah 1 orang 4 orang 7 orang 5 orang 3 orang 20 orang Gambar 1 Nilai Penyerapan Materi Pelatihan Jumlah Setelah beberapa minggu, tim pengabdian mendatangi tiap kelompok untuk melihat perkembangan tanaman mereka. Adapun kriteria penilaian tanaman hidroponik dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Berdasarkan tabulasi nilai tersebut dihitung nilai rata-rata dengan rumus , jadi 62,65. Nilai tersebut dikonversikan dengan nilai acuan termasuk kategori sedang. Nilai postes yang diperoleh tidak termasuk Akan tetapi, bila dibandingkan dengan nilai pretes terdapat perbedaan yang sangat Hal ini terbukti bahwa setelah mitra dibekali dengan materi, pengetahuan mitra mengalami peningkatan yang sangat nyata. Kenyataan tersebut didukung oleh motivasi mereka terhadap pelatihan ynag dimaksud sangat tinggi sehingga mereka mendengarkan Mereka juga memanfaatkan sesi diskusi untuk menanyakan berbagai hal yang masih kurang jelas. Untuk membantu mereka, pelaksana juga memberikan modul materi pelatihan kerja pembudidayaan tanaman dengan sistem hidroponik. Berdasarkan evaluasi kemampuan mitra menyerap materi pelatihan mencapai 82,9%. Hal ini dibuktikan berdasarkan perbandingan nilai pretes dan postes. Untuk mengukur kemampuan mitra terhadap penyerapan materi yang disajikan dalam pelatihan dapat dilihat pada grafik 1 Gambar 2 Kriteria Penilaian Tanaman Hidroponik Berdasarkan tabel 2 dapat disimpulkan bahwa kelompok I tingkat keberhasilannya 90% karena warna daun tanaman tidak sempurna karena tanaman ditempatkan pada tempat yang kurang cahayanya. Demikian juga kelompok IV, sedangkan kelompok II dan i berhasil KESIMPULAN Adapun pengabdian masyarakat ini adalah: pelatihan pembudidayaan hidroponik di Desa Meunasah Mesjid Puentuet berhasil dengan baik. pembudidayaan tersebut meningkat. Hal ini terbukti dari hasil pretse dan postes. proses pembudidayaan dengan sistem hidroponik mulai dari penyemaian sampai dengan masa panen berhasil 100 %. DAFTAR PUSTAKA